All Posts By

iman

Simbol

Dalam surat kabar ‘ Indonesia Raya ‘ minggu keempat bulan Juni 1968, Soe Hok Gie menulis pengalamannya saat duduk sebagai pimpinan Senat Mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Saat itu ada resolusi dari golongan nasionalis kiri dan komunis untuk membersihkan senat dari golongan kontra revolusi, yakni HMI – Manikebu.
Ia membela mati matian dan mengatakan bahwa prinsip yang harus ditegakan adalah prinsip kepemimpinan yang sehat dalam dunia mahasiswa. Seorang mahasiswa tidak dinilai oleh afiliasinya, agamanya, sukunya,keturunan maupun ormasnya. Penilaian satu satunya yang dipakai adalah benar atau salah, jujur atau maling, mampu atau tidak mampu.
Mereka saat itu setuju semuanya.

Apa yang ditulis Soe Hok Gie kini merefleksikan hiruk pikuk kampanye di Indonesia. Bahwa opini dan keberpihakan selalu diarahkan kepada kelompok mayoritas ( Jawa dan Islam ). Kita akhirnya terjebak dalam simbol simbol pembenaran absolut.

Continue Reading

Jangan remehken Logika

Suatu periode tahun delapan puluhan. Sebagai mahasiswa baru di Universitas Indonesia, kami wajib menyiapkan sebuah acara di malam perkenalan kampus. Sempat bingung sebentar, sampai kami sepakat membuat operet tari tarian ala Michael Jackson. Video Klip “ Beat it “ menjadi referensi. Contoh gerakan tari, kostum dan gaya menyanyi sound alike, di contek habis.
Seorang teman yang menjadi anggota Swara Mahardikanya, mengajari kami bagaimana menari dan bergoyang. Jadilah sebuah operet yang sebenarnya memalukan, sekaligus mengundang tepuk tangan.

Apa yang bisa ditarik dari seorang Michael Jackson pada masa itu ? Sebuah budaya barat egaliter yang bisa menginspirasikan sebuah operet picisan mahasiswa mahasiswa baru di negeri berjarak ribuan mil jauhnya.
Bahwa seni – musik, film, tari, bahkan komunikasi – selain bersifat menghibur atau alat propaganda. Ia harus dalam paparan universal dan logis bagi siapapun yang menerimanya.

Orang daratan Cina, mungkin tidak bisa berbahasa Inggris tapi bisa berdendang mengikuti irama lagu lagunya Michael Jackson. Kenapa Islam bisa diterima ? karena Wali Sanga tidak melulu menafsirkan budaya arabnya. Ada unsur wayang dan budaya lokal yang diselipkan.

Continue Reading

Ibu dan anak. Dua sosok yang keras

keluarga-soekarnoPublik banyak meyayangkan kenapa Megawati harus maju lagi dalam pencalonan kali ini. Apakah hanya karena keputusan kongres partai yang mengharuskan itu.
Membaca berita di media mainstream, dikatakan Bu Mega bisa marah ketika beberapa pengurus partai dan orang dekatnya memberikan fakta, bahwa ia sudah tak terlalu popular. Ia mempersilahkan penasehat partai Sabam Sirait untuk makan di ruang sebelah. Tidak satu ruangan dengannya. Sabam Sirait tidak salah. Jaman sudah berubah, tidak seperti lebih sepuluh tahun lalu, ketika ia dipersepsikan sebagai simbol perlawanan terhadap orde baru.
Mungkin keras kepala ini, salah satu sifat yang menurun dari ibunya. Bung Karno konon tidak sekeras Fatmawati istrinya.

Kilas balik dalam pembuangan di tanah Bengkulu , Fatwamati adalah teman anak anak angkat Bung Karno yang bersekolah di sebuah sekolah katolik di sana. Ketika Bung Karno menyatakan keinginannya untuk memperistri. Saat itu Fatmawati berusia 19 tahun dan Bung Karno 41 tahun. Ia dengan tegas menolak, kecuali Bung Karno menceraikan istrinya terlebih dahulu. Ia tak mau dimadu.
Ada cerita menarik di balik ini. Sebenarnya justru Fatmawati sedang meminta pendapat Bung Karno tentang pinangan seorang anak wedana terhadap dirinya. Alih alih mendapat jawaban, justru Bung Karno mengutarakan perasaan cintanya.

Continue Reading

Blogger Calo atau Blogger pebisnis ?

Konsultan politik sebuah kandidat capres itu terhenyak melihat angka rupiah yang diajukan. Ratusan juta rupiah untuk menyelenggarakan sebuah perhelatan blogger skala nasional untuk mendukung capres tertentu. Katakanlah jamboree blogger. Mewakili dari sekian puluh kota tersebar di Indonesia, plus jaringan postingan yang akan membantu mendongkrak suara sang capres/cawapres.
Proposal yang diajukan seorang blogger itu agaknya gagal. Tidak berhenti disitu, konsultan ini menanyakan seandainya bisa menjadi penyelenggara sebuah kegiatan temu wicara sang kandidat.

Revisi proposal terjadi. Surat menyurat lewat email terus dilakukan intensif. Angka yang masuk kini sekian puluh juta. Termasuk biaya penyelenggaraan, tempat, administrasi, termasuk biaya transportasi mendatangkan sekian ratus blogger, dan successful fee – gaji – bagi beberapa blogger pemrakasa kegiatan ini.
Ada yang aneh ? Tentu saja tidak kalau kita melihat dari kaca mata profesi. Biasa saja dalam bisnis.

Dalam sebuah perusahaan event organizer, hal itu biasa. Ada penawaran harga sekaligus memberikan promosi atau pencitraan yang diinginkan oleh pemilik produk atau pemberi order.
Saya juga pernah membuat iklan partai, atau kandidat capres. Setelah konsep treatment cerita diterima berikut aspek aspek produksinya. Terjadi tawar menawar dan kesepakatan harga. Bukan sombong, tapi saya dibayar cukup layak.
Itulah harga profesi saya. Tak ada harga baku dalam karya seni. Harga sebuah lukisan bisa berbeda antara yang dijajakan di taman suropati dan di gallery Kemang.

Continue Reading

BF – Bicara Film

Dalam waktu dekat sebuah komunitas baru akan diluncurkan. Komunitas BF. Jangan berpikir ngeres. Ini tentang dunia film dan seluk beluknya. BF atau Bicara Film menjadi simpul baru bagi mereka yang menggandrungi film tapi tidak secanggih pemahaman pekerja film atau anggota kine klub. Namun mereka terbiasa menjadi hakim tentang sebuah film diantara teman temannya.
Mereka yang terbiasa menonton nomad, kagum dengan special effect ketika Neo menghindar peluru dalam film Matrix, ingin tahu bagaimana film animasi dibuat, penasaran bagaimana film iklan rokok bisa menghabiskan budget milyaran rupiah. Juga ingin tahu behind the scene sebuah film layar lebar.

Sebagaimana dikutip dari situsnya , yang masih belum selesai dibangun.
” Siapa bilang film itu ekslusif, sulit dan jauh di awang awang. Film itu menyenangkan dan siapapun bisa bicara, masuk kedalam dunia ini. Bicara Film adalah sebuah wadah diskusi dan tukar info yang cenderung informal, menampung peminat film dari dari kalangan biasa. Basis komunitas BF adalah blogger dan pengguna layanan media social serta jejaring sosial.
Mereka itulah yang akan menyebarluaskan kegiatan, dan terutama opininya tentang film. Mulai dari film layar lebar, film iklan, film indie, film pendek, musik video, film TV/ sinetron, film animasi/ kartun , company profile sampai dokumenter “


” Ini adalah situs yang baru kami luncurkan. Tidak sekadar situs karena selain kegiatan online, ada juga kegiatan offline yang tak kalah menarik, yakni diskusi, bincang dan tukar pengalaman tentang dunia film.
Semua bisa bicara. Tak cukup hanya nonton. Begitu motto kami “.

Continue Reading

Solidarnosc

solidarnoscSejak kapankah sebuah solidaritas dapat dibangun ? sejak ada persamaan nasib, persamaan kepentingan dan persamaan suara. Begitulah untaian jaring solidaritas terbentuk. Dari dinginnya pelabuhan Gdanks , Polandia di tepi lautan Baltik, buruh buruh galangan kapal membentuk ‘ Solidarnosc ‘.
Organisasi yang dipimpin Lech Walesa, bersatu menyuarakan kesejahteraan buruh pada awalnya. Lama kelamaan Solidarnosc tidak hanya dianggap urusan pekerja pelabuhan. Ia mendapat simpati masyarakat luar dan menjelma menjadi simbol perlawanan terhadap rezim komunis Polandia.

Jangan anggap remeh kekuatan simpul solidaritas. Bagaikan batu magma yang menyumbat gunung berapi, ia akan meletus menggelegar. Siapa sangka dukungan hampir 80,000 orang dalam Jaringan Face book dan suara dukungan di dunia internet mampu menggerakan media, pengadilan, pimpinan negeri, politisi, organisasi masyarakat untuk memberi perhatian pada Prita, ibu rumah tangga yang dijebloskan ke penjara karena menyuarakan hak konsumennya.
Sekaligus menjelaskan bahwa dukungan luar biasa melalui media akan membentuk opini luar biasa di masyarakat.

Continue Reading

1 Juni 1945

Ditengah pidatonya yang heroik, tiba tiba Soekarno menyergah salah seorang anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosa Kai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan IndonesiaI, Lim Koen Hian.
“ Maaf, Tuan Lim Koen Hian , Tuan tidak mau akan kebangsaan ? “
Agak terkaget kaget karena ditanya begitu,Lim Koen Hian menyatakan tidak begitu maksudnya. Lalu Soekarno melanjutkan pidatonya tentang Weltanschauuung – sebuah dasar Negara – di tengah udara panas dan asap rokok yang menyesakan.
Soekarno memang harus menegaskan pentingnya arti kebangsaan sebagai landasan pertama dasar Negara yang akan dibentuk. Negara bukan untuk satu golongan. Sekaligus menepis keraguan raguan Ki Bagoes Hadikoesoemo dan pemuka pemuka Islam lainnya.

Kelima prinsip Kebangsaan, Internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan social dan Ketuhanan menurut Soekarno bisa diperas lagi menjadi tiga. Sosio-nasionalisme, sosio-democratie dan Ketuhanan.
Demikian pula dari tiga prinsip jika digabungkan menjadi satu prinsip, akan melahirkan, – demikian kata Soekarno – perkataan Indonesia tulen. Gotong Royong.
“ Alangkah hebatnya, Negara gotong royong !. Gotong royong adalah faham yang dinamis. Lebih dinamis dari ‘ kekeluargaan ‘ saudara saudara …”

Continue Reading

dari Henry ke Goenawan Mohamad

Diatas pesawat yang membawa Thiery Henry kembali ke London dari Paris setelah kekalahan Arsenal melawan Barcelona dalam final Champions League 2006. Bomber elegan ini mengeluh kepada David Dein, Vice Chairman Arsenal, bahwa kesabarannya hampir habis.
Betapa tidak. Banyak trophy dan digelar diraih bersama klubnya, dan hanya satu yang tak pernah. Juara Eropa. Baginya ini menyakitkan, dan pencapaian sebagai pemain professional belum komplit tanpa memegang piala Champion.

Sekali lagi David Dein – yang jago negoisasi – bisa membujuk untuk tetap bertahan di London Utara. Hanya satu King katanya. Jika di Barcelona, kamu akan menjadi bagian dari punggawa punggawa, karena sudah banyak raja raja yang lain. Ya. Henry biasa dijuluki King Henry bagi pendukung gunners.

Tapi tahun berikutnya Henry memutuskan hijrah ke Barcelona. Tak tahan bermain politik pura pura menjadi loyalis. Kini ia rela menjadi punggawa di klub barunya, dipinggirkan menjadi penyerang sayap. Bukan striker murni seperti biasanya.
Malam itu ia merasa menjadi pemain bola yang komplit. Bisa menjadi bagian dari klub yang menjadi juara Eropa. Tak sabar ia hendak mengirim sms ke rekannya Patrick Viera, yang juga kabur dari Arsenal untuk mencari kesempatan juara di tempat lain.

Continue Reading

Lagi lagi Undangan Jusuf Kalla

Beberapa hari ini, panggilan telpon berkali kali masuk dan sms dari salah seorang anggota team Pencitraan Pemilu Jusuf Kalla. Sekali lagi Jusuf Kalla mengundang kehadiran blogger untuk datang ke sebuah rumah, di bilangan Menteng. Sebuah rumah yang kerap dijuluki ‘ Slipi 2 ‘ karena Jusuf Kalla lebih sering menggelar rapat Golkar di sana daripada di markasnya Slipi.
Sekali lagi undangan ini pada hari Sabtu, 24 Mei 2009 pukul 15.30 di Jalan Mangunsarkoro 1 – Menteng Jakarta Pusat.
Lokasi ini tepat di seberang mesjid Sunda Kelapa.

Pasti ini tidak jauh jauh merupakan bagian kampanye dari JK – Win. Apa lagi. Jadi bagi yang tertarik mendengar penjelasan tentang program atau apa saja sehubungan pencalonannya. Silahkan datang.
Dengar dengar JK akan menawarkan kepada blogger yang hendak menjadi relawan atau bagian dari team kampanyenya.
Lalu saya sendiri sebagai apa ? Oh tidak ada apa apa. Kalau seandainya SBY atau Mega meminta saya mengumpulkan blogger, pasti akan saya lakukan dengan senang hati.
Tapi terus terang saya ingin mendengar pendapat JK Win tentang ancaman kebebasan berekspresi bagi blogger sebagaimana diisyaratkan dalam dua pasal UU ITE. Kalau mereka berjanji membela apirasi blogger. Who knows ada blogger yang mau berkampanye untuk mereka.

STOP PRESS ( 23 Mei 2009 )
SEHUBUNGAN SATU DAN LAIN HAL, MAKA PERTEMUAN PADA TANGGAL TERSEBUT DIUNDUR OLEH JUSUF KALLA SAMPAI WAKTU YANG DITENTUKAN LEBIH LANJUT. MEREKA MEMINTA MAAF ATAS PENUNDAAN YANG MENDADAK. DEMIKIAN SEBAGAIMANA DISAMPAIKAN OLEH TEAM PENCITRAAN PEMILU CAPRES JK – WIN

Ancaman Penjara bagi Blogger – Siapa tahu ?

London tahun 1579. Seantero Kerajaan Inggris Raya heboh karena ada pamflet yang berisi menanyakan benar tidaknya desas desus perkawinan Ratu Elizabeth I dengan seorang bangsawan Perancis. John Stubbe sebagai penulis dan Hugh Singleton sebagai pencetak mempertanyakan apa logikanya bersatunya dua pemimpin yang selalu berperang itu.
Ratu menjadi marah karena ada orang yang berani mengomentari kekuasaannya. Keduanya masuk penjara dengan tuduhan pemberontakan, dan kemudian dijatuhi hukuman potong tangan kanan.

Stubbe tetap setia terhadap ratu. Bahkan ia menghormati ratu dengan tangan kirinya kelak. Sementara hukuman untuk Singleton dibatalkan.
Cerita itu adalah salah satu catatan sejarah ketika pertama kali hukum – yang berkuasa – bisa menuntut seseorang ke dalam penjara atas dasar tulisan yang dibuatnya. Sejak itu perjuangan untuk mengemukakan pendapat secara bebas terus disuarakan. Sampai sekarang gaung itu masih menjadi perdebatan yang tertatih tatih.

Minggu minggu ini, jelas hukum di Indonesia menunjukan ketidakberpihakan kepada mereka yang telah menggunakan media tulisan, baik internet dan surat pembaca, sebagai penyampaian ekspresinya.
Pengadilan Negeri Tangerang memutuskan menghukum Prita, sebesar Rp 314 juta dan memasang iklan permohonan maaf kepada penggugat di dua surat kabar nasional. Lalu Fifi, seorang ibu rumah tangga. Divonnis penjara 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Continue Reading

Sepenggal Kisah Supir Taxi

Malam semakin larut di kantor dagdigdug. Sepi sekali dan saya masih menunggu taxi BlueBird di pelataran bawah pohon. Agak lama, dan tidak seperti biasanya. Lagu Stairway to Heaven masih sayup sayup terdengar dari bilik kamar Paman Tyo . Ia masih berkutat dengan logo dan desain sebuah project tampaknya.
Akhirnya taxi yang saya pesan itu muncul.
Setelah saya masuk, supir taxi meminta maaf karena agak lama. Sambil berjalan ia bercerita ketika berhenti di perempatan lampu merah blok M. Tiba tiba ada mobil yang berhenti dari sisi seberang. Seorang wanita berlari keluar, menghampiri dan memaksa untuk naik.

Sambil menangis ibu itu memohon untuk sekarang juga mengejar sebuah taxi lain yang baru saja berjalan. Menurut si ibu, taxi itu berisi pembantu yang membawa lari anaknya yang masih berumur 9 bulan. Ia bersama suaminya sedang melakukan pengejaran, dan mobilnya tak bisa memutar balik, karena taxi itu menuju arah berlawanan.
Supir taxi itu terpaksa menolak, karena terikat perintah untuk menjemput pelanggan. Sementara jalanan semakin macet, lampu berganti hijau dan taxi tak bergerak karena si ibu tetap memaksa naik.

Nafas saya tercekat. Udara semakin sesak.
Saya menyergahnya. Kenapa tidak memprioritaskan pasangan suami istri itu yang sedang panik dan membutuhkan pertolongan. Tiba tiba saya merasa bersalah.

Continue Reading

Tentang Laut kita

Mantan Presiden Soeharto memiliki hobby memancing di laut. Bisik bisik orang yang sirik bin dengki mengatakan bahwa ada marinir yang menyelam di bawah kapalnya selalu menyiapkan berbagai jenis ikan besar. Jadilah kita terbiasa melihat senyum sumringah Pak Harto dengan topi khas, dan cerutunya memperlihatkan ikan hasil tangkapannya.
Setelah Soeharto lengser. Saya menyelam di kawasan sekitar pulau semak daun dan beberapa pulau kecil disekitarnya. Area pulau pulau tempat mantan penguasa orde baru ini selalu memancing dalam kawasan Kepulauan Seribu.

Ternyata memang ikan ikannya banyak, karena terumbu karangnya sehat. Siapapun yang memancing di sini pasti mendapat ikan. Tidak perlu jasa pasukan katak dari Marinir.
Hanya satu yang pasti. Bahwa selama masa kekuasaan Pak Harto, nelayan dan siapapun dilarang menangkap ikan di kawasan ini. Untuk menjaga kerusakan terumbu karangnya sekaligus memastikan supply ikan ikan untuk penguasa Indonesia.

Sampai sekarang area itu masih menyisakan ekosistem bawah laut yang relatif sehat. Menurut penelitian hampir 98 % terumbu karang di kawasan Kepulauan Seribu sudah rusak berat. Sisanya 2 persen, mungkin di sekitar pulau pulau tempat Pak Harto memancing dulu.

Continue Reading