14May2008
Posted by iman under: REFORMASI.
Kita harus sepakat bahwa ada segi positifnya dari reformasi dan turunnya Soeharto. Ada hal – yang tadinya tabu dan terlarang bagi pejabat publik - kini menjadi ruang pribadi yang tak bisa digugat. Misalnya masalah perkawinan.
Jaman Pak Harto , ada PP 10 yang justru mengatur hal hal seperti ini. Terus terang campur tangan sang istri , Bu Tien sangat terasa kental disini, Beberapa pejabat gagal jadi Panglima, Menteri bahkan Wapres karena kawin lagi. Jika Ketua MPR ada dalam jaman Orde baru, mungkin tak akan mendapat ijin menikah dari Pak Harto, karena bisa dianggap terlalu cepat menikah lagi. Baru 4 bulan yang lalu sang istri meninggal, kini sudah duduk di pelaminan lagi. Kurang elok, kata Bu Tien.
Walau secara hukum Islam ini sah sah saja. Wong manten halal dan sesuai ajaran agama kok dipersoalkan. Tapi Bu Tien memiliki persepsi lain. Dia selalu melihat dari sisi wanita. Jika ada istri yang dimadu, silahkan mengadu ke pimpinannya. Dijamin pangkat eselonnya tidak naik naik atau digeser dari jabatannya.
Itu dulu. Sekarang jaman sudah berubah. Urusan kawin, istri muda, poligami adalah ruang privat. Setidaknya ini menguntungkan bagi laki laki.
Read the rest of this entry »
13May2008
Posted by iman under: 100 Tahun Kebangkitan Nasional.
Selalu tak ada habis habisnya tentang Bali. Sebuah swargaloka yang konon masih tersisa di muka bumi ini, bunyi sebuah poster di jalanan di pojok kota Los Angeles sekitar tahun 1920an. Seorang gadis Amerika yang membacanya memutuskan meninggalkan keluarganya, tanah kelahiran dan menjual hartanya untuk menemui dunia baru ini. Demikian cerita ‘ Revolt in Paradise ‘, yang berdasarkan kisah hidup Ktut Tantri – nama Bali pemberian sang raja – si gadis Amerika tadi.
Selalu saja saya berusaha memasukan lokasi Bali dalam kesempatan produksi syuting saya. Tidak tahu kenapa. Langitnya, lautnya, gunungnya dan bau udaranya membuat ide ide begitu bertaburan. Indah dan lepas.
Ada beberapa tempat yang selalu menjadi tempat persinggahan. Sanur, Karangasem ( Candidasa ,Tulamben ), Bali Barat ( Menjangan, Buleleng ). Saya tidak memasukan Ubud karena terlalu elitis bagi saya. Juga Kuta dan Legian yang terlalu bising. Ya ini masalah selera saja.
Read the rest of this entry »
9May2008
Posted by iman under: REFORMASI.
Tepat sepuluh tahun yang lalu. Saat itu ibu pertiwi sedang hamil tua. Kesakitan dan prihatin. Konon Presiden Soeharto sudah diminta penasehat terdekatnya untuk tidak meninggalkan Jakarta menuju Mesir untuk menghadiri konperensi G- 15 di Cairo. Tapi ia bersikeras dan percaya bahwa pembantunya – terutama intel dan militer – bisa mengatasi situasi yang terus meruncing. Bentrokan mahasiswa dengan militer semakin sering terjadi. Hari yang sama ketika Moses Gatutkaca terbunuh dalam peristiwa Gejayan .
Sementara itu, perusahaan rekaman Warner terus menelpon saya. Menanyakan hasil syuting.
“ Bagaimana kita masih meneruskan editingnya ? “ desaknya.
Saat itu saya terus dikejar kejar kapan mulai mengedit Kris Dayanti untuk video klipnya ‘ Menghitung hari ‘. Saya tidak bisa berpikir jernih. Karena pikiran terus berkelebatan melihat iring iringan para mahasiswa berarak arakan di sepanjang jalan ibu kota.
Boss besar di kantor, memberi tahu kalau para jurnalis TV dari luar negeri sudah berdatangan dan meminta saya mengatur production service buat kepentingan mereka. Dari seorang sahabat, Tino Saroengalo – sutradara film dokumenter Student Movement in Indonesia 1998 – terus memberitahu hidupnya yang semakin sulit. Terus dibuntuti intel karena kegiatannya yang melakukan catatan dokumentasi dari kampus ke kampus.
Read the rest of this entry »
7May2008
Posted by iman under: 100 Tahun Kebangkitan Nasional.
Setelah jatuhnya orde lama. Runtuh juga kebanggaan identitas yang selalu digadang gadangkan. Berdikari. Berdiri di atas kaki sendiri. Jauh sebelum kemerdekaan, ide berdikari Swadesi dari Mahatma Gandhi sudah memikat Soekarno.
Tentu sebagian masih ingat retorika pidatonya, “ Go to hell with your Aid “.
Akhir kekuasaannya, ia meninggalkan hutang sebesar 2 milyar dollar yang sebagian besar merupakan pembelian persenjataan yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang kekuatan senjatanya patut diperhitungkan.
Kebijakan rezim baru memang bertolak belakang. Tawarkan negeri ini ke seluruh dunia. Kalau perlu gadaikan isi dan kekayaan alamnya. Tidak ada yang salah jika intinya adalah mencari sumber sumber kemakmuran bagi rakyatnya.
Poster di bawah ini adalah, sebuah iklan mengenai ‘ Republic of Indonesia ‘ pada tanggal 17 January 1969 di harian New York Times, Amerika Serikat. Dalam iklan itu ditulis murahnya harga buruh sebagai salah satu daya pemikat modal investasi asing. Kemudian ada juga pemanis, mengatakan sebagai salah satu negara di muka bumi yang sangat kaya dengan cadangan alamnya. We’re still not sure exactly how rich, only 5 % our country has been geologically prospected.
Read the rest of this entry »
6May2008
Posted by iman under: AGAMA; SOEKARNO.
Ternyata tidak saja orang orang jaman kita yang alergi dengan Ahmadiyah. Jaman sebelum kemerdekaan, issue issue mengenai Ahmadiyah sudah meramaikan suasana keagamaan saat itu. Ketika itu seorang Soekarno dituduh sebagai anggota Jamaah Ahmadiyah. Dari pembuangannya di Ende, Flores pada tanggal 25 November 1936 ia menuliskan surat bantahannya.
………..Saya tidak percaya bahwa Mirza Gulam Ahmad seorang Nabi dan belum percaya pula ia seorang mujaddid. Tapi ada buku buku keluaran Ahmadiyah yang saya banyak mendapat faedah. Seperti “ Mohammad the Prophet “ dari Mohammad Ali, “ Inleiding tot de studie van den heiligen Qoer’an “ juga dari Mohammad Ali, “ Het evangelie van den daad “ dari Chawadja Kamaloedin dan “ Islamic Review “ yang banyak memuat artikel bagus.
Dan tafsir Qur’an buatan Mohammad Ali, walaupun banyak pasal yang saya tidak setuju, adalah banyak juga menolong penerangan bagi saya. Memang saya mempelajari agama Islam tidak dari satu sumber saja.
Read the rest of this entry »
4May2008
Posted by iman under: CINTA DAN PERKAWINAN; FANTASY; WANITA.
Lelaki itu duduk termenung terus menatap wajah yang lelah. Gadis yang begitu dicintai dengan segenap jiwa. Kini tertidur membawa mimpi yang hilang.
Sudah. Kusampaikan resahku pada malam kelabu ini. Lepaskan semua yang membuatmu bimbang. Gelisah. Ketika rindu itu masih ada. Separuh jiwaku tercabut tanpa bekas.
Lelaki itu terus bergumam. Sendiri dan teringat kata katanya sendiri.
“ Aku tahu disana ada lelaki lain yang menunggumu “
Gadis itu tercekat. Matanya bergetar tak percaya.
“ Bukan bukan, kau tak mengerti “ Ia membalas menunduk mencoba mengelak.
Lelaki itu teringat saat senja itu memeluk gadisnya di pinggiran tebing pantai Uluwatu. Masih ingatkah dia ? sendunya langit jingga membawa cinta mereka ke balik ombak yang bergulung gulung.
“ Apa yang kuinginkan ada disini “ demikian ia mendesahkan bisikan cintanya.
Read the rest of this entry »