30August2015

Olahraga sebagai bagian dari Revolusi Indonesia ?

Posted by iman under: OLAHRAGA; REFLEKSI; SOEKARNO.

Trio2Potret buram pembinaan olahraga nasional, memang jadi cerita yang tak habis habisnya. Indonesia selalu terengah engah mengejar prestasi, jangankan tingkat dunia. Tingkat regional setara Asia Tenggara saja sudah kepayahan. Ada yang salah dalam sistem pembinaan dan menentukan cabang olah raga priotas. Pada Asian Games tahun 1962, cabang atletik sudah menyumbang medali medali emas.

Periode 70an dan awal 80an, selain Bulutangkis, cabang Tenis lapangan juga penyumbang rutin medali emas. Untuk itu Korea Selatan memohon, agar kita mengirim pelatih yang bisa mengajari mereka bermain Bulutangkis. Jadilah kita mengirim Olih Solichin ke negeri ginseng. Kini gantian, kita yang kerepotan jika menghadapi pebulutangkis Korea.

Tapi semuanya tidak penting. Jauh lebih penting mengurusi sepak bola, karena hanya sepak bola yang ‘ suatu saat ‘ mampu membawa keharuman nama Indonesia di pentas dunia. Tak perduli sepak bola gajah, tak perduli carut marut PSSI dan Pemerintah, tak perduli mafia. Ini adalah suara rakyat. Sepak bola adalah suara rakyat.

Suratin ketika mendirikan PSSI tahun 1930, dengan motivasi mewujudkan Sumpah Pemuda 1928 dengan berbasis nasionalisme. Ia selalu menekan kepada klub pribumi jangan sampai kalah bertarung dengan klub orang Eropa. Ini tidak salah, kita memang butuh semangat nasionalisme dalam kejayaan prestasi olahraga. Tapi dalam konteks kekinian, kita juga butuh uang. Mulai dari pembinaan sampai pensiun.

Bagaimana Cina yang tahun 70an bukan siapa siapa ? Kini begitu menakutkan negara negara adidaya olahraga di ajang Olimpiade. Mereka mendidik bibit bibit sejak usia dini, konsisten. Begitu pula apresiasi dari negara ketika mereka pensiun. Hidupnya dijamin seumur hidup. Gurnam Singh, peraih medali emas lari jarak jauh di Asian Games 1962, menghabiskan hari tuanya, dengan menggelandang di jalanan kota Medan.
Read the rest of this entry »

0 

19July2015

Perda berbasis agama. Berkah atau Biang Kerok

Posted by iman under: AGAMA; BERBANGSA; REFLEKSI; SOEKARNO.

perdasyariaTragedi di Karubaga, kabupaten Tolikara, Papua pada hari Raya Idul Fitri kemarin membuat kita kembali merenung makna persatuan di negeri yang majemuk ini. Kita terkejut dengan tindakan intoleransi.
Bagaimanapun hak hak rakyat untuk menjalankan kewajiban agamanya, harus dihormati oleh warga serta dilindungi oleh negara. Dari beberapa sumber pemberitaan, bahwa peristiwa berdarah serta pembakaran musala itu dipicu dengan surat edaran dari GIDI ( Gereja Injili di Indonesia ) terhadap komunitas Muslim disana. Yang mencengangkan dalam butir butir surat edaran terdapat larangan merayakan hari raya di wilayah Kabupaten Tolikara, termasuk menggunakan jilbab.

Adanya statement Presiden GIDI Dorman Wadigbo, (dilansir dari Merdeka.Com), “Gereja tidak melarang kegiatan ibadah umat Muslim di Wilayah Toli. Ini hanya kesalahpahaman dan miss komunikasi antara petugas Polres Tolikara. Jika saja Polres Tolikara melakukan upaya pemberitahuan kepada umat muslim mengenai PERDA yang berlaku di Tolikara. Kejadian tersebut tak akan sampai sejauh ini ”.

Kita belum tahu, apakah Tolikara memiliki Perda yang mengatur tata cara bagaimana menjalankan kewajiban agama bagi umat Muslim disana. Jika ini benar, sungguh merupakan pelanggaran terhadap hak hak asasi. Perda perda intoleran ini muncul sejak era reformasi. Ini dimulai dengan munculnya perda perda syariah di beberapa wilayah Indonesia. Majalah Tempo pernah menulis, setidaknya ada 150 perda berdasarkan syariah Islam – ada juga yang perda Kristen tapi jumlahnya sedikit.
Dengan perkecualian di Aceh, sebenarnya Perda perda ini bertentangan dengan UU Pemerintah Daerah. UU ini dengan tegas mengatakan masalah luar negeri, pertahanan dan keamanan, bidang yudisial dan agama merupakan wewenang absolut Pemerintah pusat.

Sebagaimana dikutip dari Tempo. Kabupaten Manokwari pernah mengeluarkan Rancangan peraturan daerah pembinaan mental dan spiritual. Publik lebih mengenal sebagai rancangan peraturan daerah kota Injil, disingkat Raperda Injil. Gara gara peringatan kedatangan penginjil Carl Ottow dan Johann Geissler dari Jerman di pulau Mansinam – 3 kilometer dari pelabuhan Manokwari, sebagai tonggaknya masuknya Kristen di tanah papua. Maka sebutan kota Injilpun tersemat, disusul ramai ramai memajang Gambar Yesus berukuran 5 meter x 3 meter di simpang tiga pusat kota. “ Selamat datang di kota Injil “.
Read the rest of this entry »

4 

22June2015

Penguburan Bung Karno

Posted by iman under: SEJARAH; SOEKARNO.

BK1Setelah dijebloskan dalam tahanan rumah di Wisma Yaso, akhirnya Bung Karno menhebuskan nafas terakhir di RSPAD, pagi dini hari tgl 21 Juni 1970. RRI menyiarkan berita sekitar pukul 7 pagi tentang kematiannya. Buruknya penanganan terhadap penyakit Bung Karno juga mempercepat kematiannya. Beberapa bulan di awal 1969, Bung Karno tidak boleh menerima tamu, termasuk keluarganya, karena harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan interograsi. Keluarganya hanya bisa mengantar makanan melalui penjaga. Bung Karno yang suka keramaian dan selalu membutuhkan bicara menjadi makin depresi karena diasingkan. Sementara dulu penjajah Belanda saat membuang tahanan politik ke luar Jawa, tidak melarang mereka bergaul dengan lingkungannya.

Setelah keluarga boleh menengok. Itupun dengan pembatasan, harus mengantungi izin dan cap instansi militer Itupun tidak serta merta memudahkan. Rachmawati dibentak dan dimarahi penjaga, karena mengajak Bung Karno jalan jalan di halaman Wisma Yaso.
Jika penjaga sedang baik, keluarga boleh ke Wisma Yaso. Tapi kalau sedang tdak baik, mobl di tahan di gerbang. Sangat sering Ibu Hartini harus berjalan kaki menenteng rantang makanan melintasi halaman yang sangat luas.

Bung Karno sempat menulis surat ke Presiden Soeharto tgl 3 Nov 1968 untuk meminta kelonggaran agar keluarganya bisa mengunjungi. Ia juga meminta agar Ny. Sugio yang selama ini mengurusi rumah Wisma Yaso, dijinkan membantu lagi. Pembantu rumah tangganya tidak diijinkan masuk ke Wisma Yaso, sehingga untuk urusan dapur, Bung Karno harus mengurusnya sendiri.

Ketika akhirnya ia menembuskan nafas terakhirnya. Diantara sayup sayup suara seorang Ibu yang membacakan surat Yasin dekat jenasah Bung Karno, terdengar Ibu Wardoyo kakak kandung Sukarno terus meratap. “ Karno, kowe kok sengsoro men “.
Read the rest of this entry »

3 

15June2015

Paris, sekali lagi

Posted by iman under: PERJALANAN.

Paris2Pesawat Etihad yang membawa ke Paris mendarat mulus di bandara Charles De Gaule. Ini adalah perjalanan ke empat ke Perancis dan Paris masih saja mempesona. Paris adalah kota segala revolusi, juga kota cinta. “ Car la seine est une amante, et son amant est Paris “. Sungai Seine seorang kekasih perempuan dan Paris adalah lelaki yang bernyanyi. Paris memang tetap indah, dan jalan kaki berkeliling kota adalah kenikmatan. Orang Pernacis menyebutnya flaner. Keluyuran tanpa tujuan. Ya, Paris adalah kota flanerie ‘ berkeluyuran ‘ tanpa tujuan. Berkeluyuran, keliling kota melihat seniman jalanan, duduk di café café pinggir jalan, menghirup udara asmara yang lekat di setiap pojok kota.

Bagi warga Jakarta, mungkin tidak akan menikmati keluyuran jalan kaki di kampung besar Jakarta ini. Jalanan Jakarta yang tidak ramah bagi pejalan kaki. Trotoar yang dimonopoli pedagang kaki lima atau penjual tanaman. Jika ada yang kosongpun, sudah disesaki oleh pemotor premotor yang mencari jalan pintas.
Udara Jakarta yang panas berdebu, penuh pencemaran asap knalpot bus bus kota dan metromini. Pemandangan yang tidak menarik. Rumah orang orang kaya yang angkuh tanpa selera. Pertokoan tanpa seni. Mall mall menjadi menara gading dan gedung pencakar langit tanpa jiwa. Berjalan kaki di Jakarta bukan kesenangan.

Tapi di Paris, berjalan kaki adalah kenikmatan. Trotoar yang lebar dan bersih selalu mengundang orang untuk berjalan kaki. Tidak perlu tujuan. Tidak penting juga. Bangunan yang penuh estetika. Mall mall tidak ada yang semegah Senayan City, Kelapa Gading atau Taman Anggrek. Mereka tidak membutuhkan gedung pencakar langit di seluruh kota. Hanya satu blok tertentu saja. Sisanya dipenuhi apartemen, perkantoran yang bertingkat ala kadarnya. Cukup 5 sampai 8 tingkat.
Dibawahnya berjejeran toko. Ada toko kelontong, toko roti, restaurant, bioskop, café sampai toko sepatu. Sama sekali saya hampir tidak pernah melihat Carefour – sebuah brand hyper market Perancis – yang nyaris ada setiap 5 kilometer di tengah kota Jakarta. Ternyata, Carefour hanya di Paris sendiri hanya diijinkan beroperasi di luar kota. Bukan di tengah kota seperti di Jakarta. Tengah kota diperuntukan toko toko pedagang kecil.
Read the rest of this entry »

3 

27May2015

Bagaimana bisa Bung Karno menyetujui Peraturan rasis ?

Posted by iman under: BERBANGSA; EKONOMI; SEJARAH; SOEKARNO.

BKAksi demo ( sebagian ) mahasiswa terhadap Pemerintahan Jokowi, menarik perhatian karena ada organisasi KAMMI yang mengusung sentimen keberpihakan kepada pribumi. Ini dianggap sebuah kampanye rasis, sehingga ada yang mention saya di TL untuk memperbandingkan dengan kebijakan jaman Presiden Sukarno.
Tepatnya Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 10 / 1959 dan ditanda tangani oleh Menteri Perdagangan Rachmat Muljomiseno yang berisi tentang larangan orang asing berusaha di bidang perdagangan eceran di tingkat kabupaten ke bawah (di luar ibu kota daerah) dan wajib mengalihkan usaha mereka kepada warga negara Indonesia.

Peraturan yang diberlakukan mulai 1 Januari 1960, serta merta mematikan para pedagang kecil Tionghoa yang merupakan bagian terbesar orang-orang asing yang melakukan usaha ditingkat desa. Lebih jauh lagi, menggoncangkan sendi kehidupan warga Tionghoa di Indonesia, karena saat itu UU Kewarganegaraan tahun 1958 belum dilaksanakan, sehingga membuat kebingungan mana yang waga asli dan warga asing.

Orang Tionghoa tidak hanya tidak diperbolehkan berdagang, namun dilarang tinggal di tempat tersebut. Penguasa milter dengan sewenang wenang mengusir warga Tionghoa. Mereka yang diusir, bukan orang Tionghoa asing, tetapi juga orang orang Tionghoa yang berdasarkan UU Kewarganegaraan Tahun 1946 telah menjadi warga negara Indonesia.

Dampak dari kebijakan ini, ada 136 ribu lebih warga Tionghoa menuju daratan Tiongkok, setelah Pemerintah RRT mengirim kapal dan mengundang mereka kembali ke tanah leluhur. Banyak kisah penderitaan mereka yang pindah akhirnya tidak betah, karena kendala bahasa serta budaya. Merasa tidak betah, mereka berusaha keluar dari daratan Tiongkok dan bermukim di Hongkong. Kisah kisah ini bergulir di Indonesia sehingga menurunkan minat mereka yang ingin pindah, sampai akhirnya surut sama sekali di akhir tahun 1960an.
Read the rest of this entry »

3 

26May2015

Tiga Srikandi

Posted by iman under: FILM; OLAHRAGA; TOKOH.

sultan“ Bang Pandi sangat keras dalam melatih kami. Ia sangat disiplin dan tak pernah mengenal belas kasihan. Jangankan melawan. Mendengar suara mobil VW kombinya dari kejauhan, sudah membuat kami mengkeret ketakutan “

Demikian Yana, bersama Kusuma dan Lilies menceritakan pengalamannya dilatih salah satu pemanah putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, Donald Pandiangan. Mereka – Nurfitriyana, Kusuma Wardhani dan Lilies Handayani – adalah trio pemanah puteri Indonesia yang merebut perak beregu di Olimpiade Seoul 1988, sekaligus atlit pertama negeri ini yang meraih medali di Olimpiade.

Saat itu ketiga remaja putri tersebut tak membayangkan, masa masa mudanya yang tercabut karena harus menjalani pusat pelatihan nasional di Sukabumi. Jangan dibayangkan sebuah pusat pelatihan yang mewah dan penuh dengan fasilitas kebugaran. Hanya sebuah rumah tua dengan rumput rumputnya yang setinggi dada di halaman. Mereka para atlet perempuan harus ikut memotong rumput rumput itu agar halaman bisa menjadi tempat latihan.

Selama setahun mereka iri melihat remaja putri lainnya bisa bercanda tawa, jalan jalan menonton film ‘ Catatan si Boy ‘, sementara mereka menjalani hari hari yang membosankan. Bangun pagi, latihan, latihan dan latihan. Skripsi Yana yang tertunda. Lilis yang terpisah dengan kekasihnya di Surabaya, atau Kusuma yang tak bisa membantu orang tuanya mencari nafkah tambahan.
Read the rest of this entry »

2 

22April2015

Supeni, diplomat andalan Bung Karno

Posted by iman under: SEJARAH; SOEKARNO; TOKOH; WANITA.

Supeni1Tahun 1949 Supeni diangkat menjadi anggota dewan Partai, dan langsung diserahi tugas untuk menyiapkan sistem pemilihan umum yang hendak dilakukan untuk pertama kalinya tahun 1955. Untuk mempelajari pengalaman pemilihan umum yang kondisi masyarakatnya tidak banyak berbeda dengan Indonesia, yakni masih banyak buta huruf, maka Supeni diikutsertakan dalam misi Indonesia untuk memantau pemilihan umum di India.

Selama 2 bulan ia tinggal dan mempelajari sistem pemiihan umum disana. Sepulangnya dari India, Supeni menulis buku “ Pemilihan Umum di India “ ( 1952 ). Kemudian Supeni juga diundang Pemerintah Amerika, untuk mempeajari pemilihan Presiden disana yang saat itu dimenangi Eisenhower.

Pengalamannya sebagai diplomat dimulai pada saat Konperensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Supeni ditugaskan oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo untul melobi negara negara peserta konperensi untuk mendukung Indonesia dalam masalah Irian Barat. Negara negara yang tadinya meragukan sikapnya akhirnya berbalik mendukung setelah lobby Supeni yang intensif.

Negara seperti Filipina, Pakistan dan Turki yang merupakan sekutu Amerika ( secara tidak langsung juga sekutu Belanda ) akhirnya mendukung Indonesia, walau secara pasif.
Setidaknya kesulitan kesulitan lobby yang dilakukan Supeni bisa menghasilkan rumusan “ The Asian African Conference support the position of Indonesia on West Irian “.

Walau mendapat dukungan dari Konperensi Asia Afrika, namun belum cukup untuk mendapatkan suara mayoritas dalam sidang sidang PBB untuk memaksa Belanda memasuki meja perundingan untuk penyerahan Irian Barat. Bung Karno sekali lagi mengutus Supeni untuk berbicara di Konperensi konperensi Uni antar Parlemen di London dan Rio De Janeiro. Lalu di Asia Pacific Relations Conference di Lahore, Pakistan serta sidang sidang di PBB.
Read the rest of this entry »

1 

10April2015

Megawati dan Indonesianya

Posted by iman under: BERBANGSA; POLITIK; TOKOH; WANITA.

mega1Surat kabar halaman pertama ‘ Suara Merdeka ‘ yang terbit di Tasikmalaya 15 Juli 1947 terdapat iklan sebagai berikut,
“ Alhamdulillah. Dengan berkat Toehan, telah lahir pada kamis malam Djoem’at 23/24 Januari 1947 di Gedoeng Presidenan : Adiknya Moehammad Goentoer Soekarno Poetra. Kami beri kepadanya nama : Dyah Permata Soekarno Poetri alias Megawati Satyawati. Terima kasih kami oetjapkan kepada Prof. Dr. Raden Sarwono Prawirohardjo, Dr R Soeharto dan djoeroerawat Ny. Nani Soeradiatmadja “

Iklan yang terlambat 6 bulan itu, tidak dibuat oleh Bung Karno sendiri. Iklan itu merupakan spontanitas pers atas rasa suka cita kelahiran putri sang Presiden, yang menunjukan kecintaan rakyat terhadap pemimpinnya.

Banyak yang menyangsikan kepemimpinannya, bahkan kerap diejek karena selalu diam. Kolumnis Rosihan Anwar pernah menyindir dengan membuat analogi patung Sphinx di Mesir, yang diam duduk mematung. Namun sejahrawan Asvi Warman Adam menyaksikan dalam Konggres III PDIP di Bali tahun 2010, dimana Megawati mampu bicara dengan bersemangat tanpa teks selama 2 jam penuh. Isi pidatonya menarik dan mampu membakar massa. Secara romantis, Prof Asvi menggambarkan, ‘ Saya seakan menyaksikan Soekarno hidup kembali dalam gema lantang Megawati ‘

Barang kali tidak ada pemimpin paska reformasi yang memiliki pengalaman hidup seperti Megawati. Ia diam menekan perasaannya, ketika diperintahkan ayahnya untuk menyiapkan nasi goreng buat mahasiswa mahasiswa yang menghadap Soekarno. Bagaimanapun ia tahu, para mahasiswa ini sedang berusaha menjatuhkan ayahnya. Setelah kejatuhan ayahnya, secara tragis ia juga harus menanggung konsekuensi sebagai anak Soekarno. Ia dipaksa keluar dari kuliahnya di Universitas Padjajaran.

Semasa orde baru, partainya di intervensi secara vulgar oleh rezim Soeharto. Peristiwa 27 Juli 1996 merupakan titik balik bagi Megawati. Namanya dipuja puja oleh rakyat kecil dan menjadi simbol yang dizalimi. Tahun 1999 partainya memperoleh lebih dari 30 % suara, sehingga melapangkan jalan menjadi Presiden. Namun terjadi penolakan dari sebagian kalangan Islam terhadap Presiden perempuan.
Read the rest of this entry »

3 

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
September 2015
M T W T F S S
« Aug    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930