18September2019

Sang Raksasa muda, Indonesia

Posted by iman under: BERBANGSA; Budaya; PERJALANAN; POLITIK; SEJARAH; SOEKARNO.

Sekitar 60 bocah berkumpul di bantaran sungai yang berumput di dataran tinggi Sumatra, tak jauh dari BukitTinggi. Mereka berjejer dalam satu barisan panjang yang berawal dari lokasi penggalian di sisi sebuah bukit. Mereka memindahkan bebatuan dari satu orang ke orang berikutnya, menumpuk bebatuan tersebut di samping gubuk beratap seng yang tak berdinding dan berlantai.

Bocah – bocah itu berkumpul setiap akhir pekan selama dua bulan terakhir untuk membangun sekolah mereka dan akan terus melanjutkannya selama satu tahun hingga selesai. “Di Indonesia”, kata salah seorang guru mereka, “kami menyebutnya gotong royong, bahu membahu untuk menolong sesama”.

Hasrat untuk maju menyelimuti negeri berpenduduk 79 juta jiwa. Demikian tertuang dalam artikel tentang Indonesia di NATIONAL GEOGRAPHIC edisi September 1955 . Saat itu, bangsa dari negeri yang belia ini memiliki semangat dalam mengasah potensi untuk menjadi salah satu negara terkuat di Timur Jauh.

Indonesia, sebuah bangsa yang baru berusia 10 tahun, sangat menggantungkan diri pada semangat gotong royong dalam upayanya bertahan hidup. Dengan populasi yang menduduki urutan keenam terbesar di dunia dan berpotensi menjadi salah satu negara terkuat di Timur Jauh, republik yang belia ini masih tertatih tatih akibat ekonomi yang karut marut dan kemelut politik yang diwariskan oleh satu dekade agresi mantan penjajah, revolusi, dan perang saudara.

Namun kini Indonesiat tengah menegakkan tubuhnya, berupaya menangani masalah-masalah yang paling mendesak – khususnya pendidikan – dan “saling membantu satu sama lain” untuk menuju kedewasaan. Lebih dari 16.000 kilometer panjang dan lebar kepulauan tersebu dijelajahi untuk menyaksikan Indonesia bekerja keras demi sebuah proyek besar pembaharuan bangsa.

Masyarakat di republik yang baru ini masih berupaya mengenali  negaranya sendiri serta saling membandingkan perilaku dan aspirasi antar daerah dalam setiap kesempatan. Ini bukanlah tugas yang mudah. Bangsa Indonesia terdiri dari 79 juta jiwa yang berbicara dalam 2.000 bahasa daerah dan hidup berkelompok di ribuan pulau yang tersebar di khatulistiwa. Namun beberapa karakteristik nampak sama jelasnya di berbagai daerah di kepulauan tersebut. Masyarakat Indonesia sangat ramah, sangat sopan, sangat bersih – dan tidak terburu – buru. Di setiap daerah, siapapun bias merasakan energi anak muda yang berlebih.  Bertubuh lentur dengan proporsi yang baik dan berotot, mereka berjalan dengan kepala tegak, bangga, dan melangkah selincah penari. Kenyataannya, sebagian besar diantara mereka dapat menari. Jarang sekali mereka meninggikan nada bicara kecuali ketika tertawa dan tampak tidak pernah marah. Namun jika mereka benar – benar mengamuk, waspadalah “Amok” alias mengamuk adalah istilah yang berasal dari wilayah ini.

Read the rest of this entry »

0 

2August2019

Mengenal Kuba

Posted by iman under: LUAR NEGERI; PERJALANAN; POLITIK; SEJARAH; SOEKARNO; TOKOH.

Terik matahari menyengat begitu menjejakkan kaki di terminal kedatangan Bandara Jose Marti, Havana yang sepintas seperti bangunan tua Halim Perdana Kusumah. Udara panas yang menyentuh 38 derajat Celcius tak menghalangi antusias yang meluap luap karena akhirnya bisa mengunjungi negara Kuba.

Negara yang terletak di kawasan Karibia ini terasa akrab bagi karena hubungan sejarah kedua negara, terutama periode perang dingin. Gambar gambar keakraban Bung Karno dan Fidel Castro banyak memenuhi literatur sejarah. Bahkan Bung Karno adalah kepala negara pertama yang mengunjungi Kuba pada tahun 1960 sejak Fidel Castro menggulingkan Rezim Batista yang tiran dan didukung Amerika.

Perjalanan memasuki Ibu kota Havana, kita melihat dominasi bangunan dan rumah tua yang mengesankan negeri yang terbelakang. Jalanan sepi dengan mobil yang tak terlalu banyak, sehingga hampir tak pernah ada kemacetan. Beberapa warga tampak antri di pinggir jalan menunggu kendaraan umum. Perjalanan tak sampai 45 menit sudah memasuki pusat kota yang terbagi dua antara Old Havana dan New Havana.

Khususnya bagian Old Havana memang tidak banyak mengalami perubahan sejak dulu hingga saat ini. Sementara bagian New Havana mulai tumbuh dengan munculnya beberapa gedung baru seperti perkantoran atau Hotel. Namun menurut penuturan warga, secara umum tidak banyak yang berubah sejak era Batista.

Old Havana merupakan bagian dari sejarah panjang sejak era Spanyol di Kuba. Bangunan bangunan tua eksotis masih berdiri tegak dan menjadi denyut nadi kehidupan warga Havana. Fidel Castro tidak membangun atau mengubah struktur lingkungan dan arsitek di kawasan kota. Walau beberapa tempat terkesan kumuh, karena penduduk Kuba umumnya berada dalam garis kemiskinan, namun kawasan ini menjadi obyek wisata yang paling sering dikunjungi turis mancanegara.

Para penduduk menyewakan rumahnya untuk wisatawan yang ingin bermalam. Turis turis berjalan dengan nyaman dan aman, karena angka kriminal sangat rendah disini. Ada pameo di Kuba bahwa orang lebih takut dengan penjara daripada neraka. Beberapa polisi terlihat berjaga jaga di pojokan. Memang turisme menjadi sumber pendapatan utama setelah ambruknya Uni Sovyet yang menjadi penyokong utama perekonomian Kuba. Dengan embargo ekonomi dari Amerika saja, jumlah turis yang datang bisa mencapai 4 juta orang pertahun.
Read the rest of this entry »

0 

5February2019

Peran Tionghoa dalam keprajuritan dan pertempuran di Indonesia

Posted by iman under: BERBANGSA; Budaya; SEJARAH; TOKOH.

Prabowo mengingat jaman di Timor Timur, ada 2 sukarelawan Tionghoa yang ikut bertempur bersamanya tahun 1978. Domingus asal Ossue dan Roberto Lin Lin Kai dari Vikeke. Mereka ikut bertempur tanpa jabatan, tanpa ikatan dinas demi merah putih.

Mantan KSAL Bernard Sondakh punya kisah menarik tentang seorang perwira etnik Tionghoa yang berdinas di KRI. Masa itu persoalan rasial masih sangat terasa. Perwira ini sering diejek dengan panggilan ‘ Cino ‘ dan disepelekan oleh teman temannya. Suatu hari ada kebakaran di kamar mesin, dan semua berlarian mencari selamat. Justru si ‘ cino ‘ ini yang seorang diri masuk ke kamar mesin, berjuang memadamkan api. Setelah api padam, dengan baju kotor ia berkata di depan Komandan dan teman teman perwiranya, “ ternyata hanya perwira Cino yang tidak takut mati “. Sayangnya karena kekecewaan yang berat, kelak ia meminta berhenti dari TNI AL.

Persis cerita di atas, Ben Sondakh melanjutkan, kisah seorang perwira Marinir etnik Tionghoa yang paling berani dalam pertempuran di Timor Timur. Dia yang selalu diejek, ternyata menunjukan keberanian yang luar biasa. Sayang akhirnya gugur dalam pertempuran jarak dekat.

Mantan gubernur Sumatera Selatan, Asnawi Mangkualam pernah menuturkan pengalamannya dalam ‘ Perang kota 120 jam ‘ di Palembang 1 Januari 1947. Saat itu ia masih Letnan bersama Kapten Makmun Murod dan Kapten Ryacudu memimpin laskar rakyat menghadapi Belanda yang menyerbu Palembang. Ia mengenang ada satu anggotanya keturunan Tionghoa yang bernama Sing yang berbaur bersama rakyat lainnya, bertempur untuk negerinya. “ Pak As, saya kena “ Segera Letnan Asnawi menyambut tubuh Sing yang hampir rubuh dengan dada berlumuran darah. Akhirnya Sing meninggal karena luka yang parah.

Tahun 1950, setelah menerima pengakuan kedaulatan dari Belanda, negeri ini melakukan pembangunan segala bidang termasuk pertahanan. Maka TNI AU membuka pendaftaran menjadi pilot pesawat . Setelah melalui seleksi dari 300 peserta, dipilih 60 pemuda pilihan yang akan diberangkatkan ke sekolah pilot Transocean Air Lines Oakland Alameda ( TALOA ) Academy of Aeronautics di Bakersfield California. Mereka adalah instruktur dan navigator dari pilot pilot generasi awal TNI AU. Diantaranya Omar Dhani, Saleh Basarah, Sri Mulyono Herlambang dan juga 2 orang etnik Tionghoa. Gan Sing Liep dan The Tjing Hoo.

Nama mereka tercatat dalam sejarah resmi TNI AU sebagai navigator pesawat Hercules dalam konflik Trikora. Saat itu dilakukan operasi penerjungan di daerah sekitar Merauke yang didukung 3 pesawat Hercules. Kedua perwira Tionghoa tadi menjadi navigator di 2 pesawat tersebut.

Kapten Benny Moerdani yang menjadi komandan dalam operasi Naga, sempat memancarkan kekuatiran sebelum lepas landas. Barangkali pertama kali, ia harus melakukan operasi lintas udara di daerah musuh yang sama sekali buta. Letkol Udara Moh Slamet lalu menghampiri Kapten Benny Moerdani. “ jangan khawatir, saya pilihkan the best navigator – Mayor Gan “. Rupanya di kalangan AURI, Mayor Gan dikenal sebagai navigator terbaik.
Gan Sing Liep yang lahir di Tuban 1928 kemudian berganti nama menjadi Sugandi. Ia pensiun dalam pangkat Marsekal pertama, serta dimakamkan di TMP Kalibata.
Read the rest of this entry »

1 

11December2018

Dibalik kisah dalam pembebasan sandera di Irian Jaya 1996

Posted by iman under: Militer; ORDE BARU; POLITIK; SEJARAH.

Tanggal 8 Januari 1996, Kodim Jayawijaya, Irian Jaya, menerima laporan dari Mission Aviation Fellowship cabang Wamena, bahwa sejumlah peneliti yang tergabung dalam Ekspedisi Lorentz ’95 disandera kelompok OPM Kelly Kwalik di desa Mapenduma, Kecamatan Tiom, Kabupaten Jayawijaya. Adanya penculikan dan penyanderaan tidak membuat ABRI kelabakan, sebab sudah siap dengan pasukan dan perlengkapan. Restu Pangab Jend Feisal Tanjung untuk mengerahkan pasukan sudah di tangan. Beruntung, Letjen Soeyono telah mengeluarkan warning order sebelumnya.

Hanya Soeyono menangkap adanya kejanggalan pada saat ia meminta rencana operasi pembebasan sandera tersebut. Dalam suatu briefing yang membahas rencana operasi itu, Danjen Kopassus Brigjend Prabowo Subianto hanya mengirim wakilnya, Kolonel Idris Gasing. Soeyono meminta Kolonel Idris untuk memberikan gambaran konsep pengerahan pasukan apabila nanti diperlukan. Entah kenapa, Kol Idris menjawab bahwa ia tidak diijinkan oleh komandannya ( Prabowo ) untuk memaparkan garis besar rencana operasi pembebasan sandera.

“ Aneh, padahal saya yang mempunyai kewenangan memberikan warning order “. Soeyono merasakan keanehan dan lebih itu adanya pembangkangan, karena penolakan dari bawahan Prabowo kepada Letjen Soeyono yang secara hirarki lebih tinggi.

Soeyono menduga Prabowo akan menjadikan operasi pembebasan sandera sebagai upaya menyulam kesuksesan kesuksesan sebagai komandan pasukan elite Indonesia. Sebelumnya Pangab Jend Feisal Tanjung sudah memerintahkan agar penanganan tugas operasi pembebasan sandera diserahkan kepada perwira menengah berpangkat Kolonel, dan tidak perlu perwira tinggi.

Keputusan Pangab membuat Prabowo jengkel karena tidak bisa memimpin operasi yang bergengsi ini. Namun menurut Soeyono, tidak sepantasnya Prabowo memerintahkan bawahannya menolak membeberkan konsep operasi kepada Mabes ABRI. Penyimpangan prosedur ini sudah dilaporkan Soeyono kepada atasanya Pangab Jenderal Feisal Tanjung, termasuk kebiasaannya yang salah, yakni sering pergi keluar negeri tanpa ijin atasan.
Read the rest of this entry »

0 

29October2018

Membangun percakapan digital

Posted by iman under: BISNIS & PEMASARAN; BLOGGERS; SOCIAL MEDIA.

Kehadiran internet khususnya media sosial telah mengubah banyak hal, misalnya pola komunikasi orang-orang masa kini di media sosial. Percakapan, dialog, diskusi mendapat tempat di ruang-ruang media sosial tersebut. Itu pulalah yang menjadi model percakapan di antara para konsumen sekarang ini. Sebab itu, di era percakapan ala media sosial ini, pemasar kudu bisa memahami dan mengerti pola komunikasi para konsumen sendiri.

Sebab itu, era yang sering digaungkan sebagai era New Wave Marketing di mana telah terjadi horisontalisasi segala bidang.

“ Promosi yang sifatnya satu arah sudah kurang signifikan lagi. Pemasar kudu bisa menciptakan percakapan bagi konsumennya. Tidak sekadar menciptakan, tapi juga terlibat dalam percakapan sejajar dengan konsumennya. Sebab itu, di era ini, promotion adalah conversation “

Sekarang, semakin banyak merek yang terjun ke media-media sosial. Ada yang sukses membangun percakapan dan melakukan customer engagement di media-media ini. Namun, tak sedikit, yang masih kelihatan kikuk—entah karena tidak tahu atau memang menganggap hal itu sekadar tempelan semata. Tak jarang, kita temui di linimasa Twitter, Instagram, akun merek yang berkomunikasi searah. Sekadar berpromosi dan minus dialog. Mereka masih terjebak pola konservatif pemasaran. Promosi discount harga, jualan store atau outlet, sampai terus berkata ‘ kecap no 1 ‘ diantara merek lain.

Lebih dari itu, ada merek yang ingin membangun percakapan, tapi selalu kebentur dengan kesulitan mendapatkan ide percakapan.

Menciptakan percakapan yang seru memang tidak gampang. Pemasar butuh ide-ide. Lois Kelly—co-founder serta mitra Beeline Labas—seperti dikutip dalam buku “Connect! Surfing New Wave Marketing” (2010) memaparkan ada sembilan ide untuk membangun percakapan.
Read the rest of this entry »

1 

2October2018

Apakah Bung Karno mengetahui rencana G 30 S PKI ?

Posted by iman under: POLITIK; SEJARAH; SOEKARNO.

Ada beberapa analisa bersumber dari buku maupun kesaksian perwira militer seperti Brigjend Soegandhi atau Kolonel ( KKO ) Bambang Wijanarko yang mengatakan Gerakan G 30 S PKI sepengetahuannya Bung Karno. Dengan kata lain dirinya adalah dalang dari peristiwa penculikan Jenderal Jenderal. Secara logika hal itu tidak masuk akal jika Bung Karno yang menggerakan pemberontakan ini. Buat apa ? Saat itu kedudukan Bung Karno sangat kuat, dimana secara politis dia memegang kekuatan militer dan partai.

Sebagian besar AD ditambah AL, AU, Kepolisian praktis sangat loyal. Jika ada perwira seperti Soeharto yang dianggap kurang loyal, hanya memegang kesatuan Kostrad yang saat itu belum nerupakan pasukan pemukul seperti sekarang. Masih merupakan kesatuan cadangan Angkatan darat. Mayoritas seperti Brawijaya, Siliwangi, Diponegoro bahkan merupakan Soekarnois. Jadi buat apa dia melakukan kudeta untuk dirinya sendiri. Siapa yang diuntungkan? Lagian apa untungnya menghabisi Jenderal Yani, yang justru pagi itu sudah ditunggu di Istana untuk diberi tahu tentang proses alih jabatan.

Peran seseorang atau kelompok dalam suatu kegiatan berbanding lurus dengan keuntungan yang diperolehnya. Dalam peristiwa 1965 itu Sukarno adalah pihak yang dirugikan karena selanjutnya ia kehilangan jabatannya, sedangkan Soeharto sangat diuntungkan. Ia yang selama ini kurang diperhitungkan berpeluang meraih puncak kekuasaan karena para seniornya telah terbunuh dalam satu malam. Bagi Bung Karno, jangankan membunuh para jenderal. Membunuh nyamuk atau mengurung burung saja dia tidak tega.
Read the rest of this entry »

3 

21September2018

Dibalik malam Kudeta PKI

Posted by iman under: SEJARAH; SOEKARNO; Uncategorized.

Banyak pertanyaan yang terus diulang ulang sehingga menjadi kebimbangan publik, yakni apakah Bung Karno mengetahui rencana G 30 S PKI terutama pada malam 30 September 1965. Narasi, dokumentasi yang diciptakan orde baru memang seolah olah Bung Karno mengetahui dan bahkan merestui penculikan para jenderal tersebut. Semua plot dimulai dengan kisah dalam acara Munastek di Istora Senayan, dimana Bung Karno menerima surat dari seorang tentara yang memberi tahu bahwa gerakan akan dimulai malam ini. Kemudian selanjutnya Bung Karno memberi wejangan soal wayang dalam episode Barata Yudha yang diartikan jangan ragu ragu untuk bertindak walau harus berhadapan dengan saudara sendiri.

Ternyata ada penjelasan yang luput dari scenario orde baru, yakni kesaksian Eddi Elison, reporter TVRI yang bertugas malam 30 September. Mendadak ia diperintahkan Kol Saelan untuk jadi MC dalam acara Munastek di Istora Senayan. Begitu memasuki Istora Senayan, ia langsung melihat spanduk di belakang mimbar yang berisi kutipan perintah Khresna kepada Arjuna dalam bahasa Sansekerta, yang mana Arjuna bimbang dalam perang Baratha Yudha karena harus berhadapan dengan saudara saudaranya sendiri.

Kutipan dari Bhagavad Gita, itu seharusnya ditulis Karmane Fadikaraste Mapalesyu Kadtyana ( kerjakan semua tugasmu tanpa menghitung untung rugi ).
Namun pada malam itu ditulis Karamani Evadi Karatse Mafealesui Kadatyana. Sebagai orang yang mengerti hikayat Barata Yudha, Eddi Elison mengetahui penulisannya salah. Presiden pasti cermat dalam membaca sesuatu.
Read the rest of this entry »

2 

1September2018

Asian Games ! Kebanggaan nasional

Posted by iman under: BERBANGSA; OLAHRAGA; SEJARAH; SOEKARNO.

De mensleeft nietvan brood allen. Een volk leeft niet vanbroodallen. Een natie leeft niet van brood allen. Saja tidak mau membentuk bangsa yang dipikir itu cuma makanan, pangan, pangan saja. Saya akan bekerja mati-matian untuk memberi cukup pangan kepada bangsa Indonesia, bersama-sama dengan semua pimpinan-pimpinan dan pembantu-pembantu saya. Saya kerja mati-matian untuk memberi kepada bangsa Indonesia sandang yang secukupnya. Tetapi di samping itu juga satu bangsa yang leeft niet van brood allen, yang mempunyai harga diri, yang mempunyai isi mental yang tinggi, yang mempunyai national pride yang tinggi.

Pesan itu diucapkan Bung Karno ketika melantik Ali Sadikin menjadi Gubernur Jakarta ditengah kritik kritik bahwa Presiden Sukarno gemar membangun proyek mercu suar. Ada suara suara saat itu daripada membangun Tugu Monas, lebih baik uangnya dipergunakan untuk keperluan irigrasi dan pertanian. Bung Karno sekaligus menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar harus memiliki physical face. Suatu bangsa tidak cukup hanya dengan roti, tapi perlu simbol yang menjadi kebanggaan nasional.

Kisah ini menjadi relevan ketika Presiden Joko Widodo memutuskan mengambil alih hajatan Asian Games 2018 yang semestinya diselenggarakan di Vietnam. Saat itu banyak kritik untuk apa urgensinya menyelenggarakan hajatan berbiaya 6,5 Trilyun yang kemudian di revisi menjadi 4,5 Trilyun. Ini masih diluar biaya pembangunan infrastruktur seperti LRT, Wisma atlet, sarana lainnya sejak tahun 2015. Biaya yang dikeluarkan Kementrian terkait serta Pemprov DKI dan Sumsel yang bisa mencapai 34,5 Trilyun.

Bahkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengkritik pemerintah karena dinilainya terlalu jor-joran mengeluarkan anggaran untuk perbaikan infrastruktur untuk Asian Games 2018. Padahal, lanjut dia, masih banyak yang harus dikerjakan seperti mengutamakan kepentingan rakyat.

Kepala Bapenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, tahap persiapan dan pelaksanaan Asian Games 2018 memberikan dampak perekonomian Indonesia di antaranya meningkatkan sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, rnenciptakan lapangan kerja, dan mendorong pengembangan kota melalui pembangunan infrastruktur fasilitas olahraga.

Joko Widodo telah meneruskan mimpi Bung Karno untuk melanjutkan estafet menjadikan Indonesia sebagai bangsa besar yang memilki kebanggaan nasional. Kita melihat demam Asian Games diseluruh negeri. Pencapaian prestasi di urutan 4 dan jumlah medali emas terbanyak yang dicapai Indonesia sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games. Walau banyak disumbangkan oleh cabang cabang non olimpiade, namun kita tetap mensyukuri kerja keras para atlet.
Read the rest of this entry »

0 

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
October 2019
M T W T F S S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031