13 January 2008

Soekarno - Sejarah yang tak memihak

Posted by iman under: SEJARAH; SOEKARNO .

mantan-pres-soekarno.jpgMalam minggu. Hawa panas dan angin seolah diam tak berhembus. Malam ini saya bermalam di rumah ibu saya. Selain rindu masakan sambel goreng ati yang dijanjikan, saya juga ingin ia bercerita mengenai Presiden Soekarno. Ketika semua mata saat ini sibuk tertuju, seolah menunggu saat saat berpulangnya Soeharto, saya justru lebih tertarik mendengar penuturan saat berpulang Sang proklamator. Karena orang tua saya adalah salah satu orang yang pertama tama bisa melihat secara langsung jenasah Soekarno.
Saat itu medio Juni 1970. Ibu yang baru pulang berbelanja, mendapatkan Bapak ( almarhum ) sedang menangis sesenggukan.
“ Pak Karno seda “ ( meninggal )
Dengan menumpang kendaraan militer mereka bisa sampai di Wisma Yaso. Suasana sungguh sepi. Tidak ada penjagaan dari kesatuan lain kecuali 3 truk berisi prajurit Marinir ( dulu KKO ). Saat itu memang Angkatan Laut, khususnya KKO sangat loyal terhadap Bung Karno. Jenderal KKO Hartono - Panglima KKO – pernah berkata ,
“ Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Merah kata Bung Karno, merah kata KKO “
Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral Soeharto, karena dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan panglimanya May.Jend Ibrahim Ajie.

Namun Bung Karno terlalu cinta terhadap negara ini. Sedikitpun ia tidak mau memilih opsi pertumpahan darah sebuah bangsa yang telah dipersatukan dengan susah payah. Ia memilih sukarela turun, dan membiarkan dirinya menjadi tumbal sejarah.
The winner takes it all. Begitulah sang pemenang tak akan sedikitpun menyisakan ruang bagi mereka yang kalah. Soekarno harus meninggalkan istana pindah ke istana Bogor. Tak berapa lama datang surat dari Panglima Kodam Jaya – Mayjend Amir Mahmud – disampaikan jam 8 pagi yang meminta bahwa Istana Bogor harus sudah dikosongkan jam 11 siang. Buru buru Bu Hartini, istri Bung Karno mengumpulkan pakaian dan barang barang yang dibutuhkan serta membungkusnya dengan kain sprei. Barang barang lain semuanya ditinggalkan.
Het is niet meer mijn huis “ – sudahlah, ini bukan rumah saya lagi , demikian Bung Karno menenangkan istrinya.
Sejarah kemudian mencatat, Soekarno pindah ke Istana Batu Tulis sebelum akhirnya dimasukan kedalam karantina di Wisma Yaso.
Beberapa panglima dan loyalis dipenjara. Jendral Ibrahim Adjie diasingkan menjadi dubes di London. Jendral KKO Hartono secara misterius mati terbunuh di rumahnya.

penguburan-soekarno.jpgKembali ke kesaksian yang diceritakan ibu saya. Saat itu belum banyak yang datang, termasuk keluarga Bung Karno sendiri. Tak tahu apa mereka masih di RSPAD sebelumnya. Jenasah dibawa ke Wisma Yaso. Di ruangan kamar yang suram, terbaring sang proklamator yang separuh hidupnya dihabiskan di penjara dan pembuangan kolonial Belanda. Terbujur dan mengenaskan. Hanya ada Bung Hatta dan Ali Sadikin – Gubernur Jakarta – yang juga berasal dari KKO Marinir.
Bung Karno meninggal masih mengenakan sarung lurik warna merah serta baju hem coklat. Wajahnya bengkak bengkak dan rambutnya sudah botak.
Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh dengan alat alat medis disebelah tempat tidurnya. Yang ada hanya termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk. Kamar itu agak luas, dan jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam bisa terlihat halaman belakang yang ditumbuhi rumput alang alang setinggi dada manusia !.
Setelah itu Bung Karno diangkat. Tubuhnya dipindahkan ke atas karpet di lantai di ruang tengah.
Ibu dan Bapak saya serta beberapa orang disana sungkem kepada jenasah, sebelum akhirnya Guntur Soekarnoputra datang, dan juga orang orang lain.
Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan jenasah proklamator. Walau dalam Bung Karno berkeingan agar kelak dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor. Pihak militer tetap tak mau mengambil resiko makam seorang Soekarno yang berdekatan dengan ibu kota.
Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sebagai peristirahatan terakhir. Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini.

Dalam catatan Kolonel Saelan, bekas wakil komandan Cakrabirawa,
Bung karno diinterogasi oleh Tim Pemeriksa Pusat di Wisma Yaso. Pemeriksaan dilakukan dengan cara cara yang amat kasar, dengan memukul mukul meja dan memaksakan jawaban. Akibat perlakuan kasar terhadap Bung Karno, penyakitnya makin parah karena memang tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya diberikan.
( Dari Revolusi 1945 sampai Kudeta 1966 )

dr. Kartono Mohamad yang pernah mempelajari catatan tiga perawat Bung Karno sejak 7 februari 1969 sampai 9 Juni 1970 serta mewancarai dokter Bung Karno berkesimpulan telah terjadi penelantaran. Obat yang diberikan hanya vitamin B, B12 dan duvadillan untuk mengatasi penyempitan darah. Padahal penyakitnya gangguan fungsi ginjal. Obat yang lebih baik dan mesin cuci darah tidak diberikan.
( Kompas 11 Mei 2006 )

Rachmawati Soekarnoputri, menjelaskan lebih lanjut,
Bung Karno justru dirawat oleh dokter hewan saat di Istana Batutulis. Salah satu perawatnya juga bukan perawat. Tetapi dari Kowad
( Kompas 13 Januari 2008 )

kabinet-ampera.jpgSangat berbeda dengan dengan perlakuan terhadap mantan Presiden Soeharto, yang setiap hari tersedia dokter dokter dan peralatan canggih untuk memperpanjang hidupnya, dan masih didampingi tim pembela yang dengan sangat gigih membela kejahatan yang dituduhkan. Sekalipun Soeharto tidak pernah datang berhadapan dengan pemeriksanya, dan ketika tim kejaksaan harus datang ke rumahnya di Cendana. Mereka harus menyesuaikan dengan jadwal tidur siang sang Presiden !

Malam semakin panas. Tiba tiba saja udara dalam dada semakin bertambah sesak. Saya membayangkan sebuah bangsa yang menjadi kerdil dan munafik. Apakah jejak sejarah tak pernah mengajarkan kejujuran ketika justru manusia merasa bisa meniupkan roh roh kebenaran ? Kisah tragis ini tidak banyak diketahui orang. Kesaksian tidak pernah menjadi hakiki karena selalu ada tabir tabir di sekelilingnya yang diam membisu. Selalu saja ada korban dari mereka yang mempertentangkan benar atau salah.
Butuh waktu bagi bangsa ini untuk menjadi arif.

Kesadaran adalah Matahari
Kesabaran adalah Bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata
( * WS Rendra )

249 Comments so far...

antobilang Says:

13 January 2008 at 8:57 pm.

bangsa kita ini memang suka berlebihan. dan juga, saya kok malah menuduh aksi simpatik para tokoh itu adalah upaya meraih simpati untuk 2009. diakui atau tidak suara pendukung pak harto amat banyak, dan tentunya presiden sekarang tidak mau menghilangkan kesempatan ini.
ya, hitung2 jenguk orang mau mati, siapa tahu berbuah suara ditahun 2009.

saya sudah di jogja nih mas :P

arya Says:

13 January 2008 at 9:08 pm.

sejarah adalah milik mereka yang berkuasa. ujar2 dari siapa ya mas?

Dony Says:

13 January 2008 at 9:39 pm.

Nasib tragis seorang Founding Father. Cerita sampeyan tentang hari2 terakhir Soekarno komplit sekali, saya baca di biografinya (penyambung lidah rakyat - Cindy Adams), malah nggak ada.
Hidup Soekarno!!!

trian Says:

13 January 2008 at 9:41 pm.

Saya membayangkan sebuah bangsa yang menjadi kerdil dan munafik. Apakah jejak sejarah tak pernah mengajarkan kejujuran ketika justru manusia merasa bisa meniupkan roh roh kebenaran?

apa maksud pernyataan ini, dan postingan sebelumnya, apakah kita justru menjadi bangsa yang arif saat ‘memaafkan’ dan memperlakukan Soeharto lebih baik dibanding Soekarno?

iman Says:

13 January 2008 at 10:24 pm.

trian,
pertanyaan kita kembalikan kepada bangsa ini sendiri..ketika bangsa ini MERASA bisa meniupkan roh roh kebenaran. Yang jelas dalam postingan saya ( atau sebelumnya ) tidak sama sekali menyebutkan sebuah indikasi apa yang disebut arief atau ‘ memaafkan ‘ Soeharto.
Apakah kita bangsa yang arief ? dengan memperlakukan Soekarno berbeda dengan apa yang diterima Soeharto ? Sebuah perspektif lain bisa dibaca disini

lahapasi Says:

13 January 2008 at 11:30 pm.

wah,ceritanya keren mas..
seperti apa sebenarnya sejarah yang benar?
itu pertanyaan yang menghantui kami-kami yang baru lahir kemarin sore.

gempur Says:

13 January 2008 at 11:30 pm.

Sejujurnya, saya sangat terharu dengan prosesi kematian sokearno.. meski orang tua saya bukanlah soekarnois, tapi kebanggaannya menjadi rakyat indonesia hanya didapatkan pada era soekarno..

Saya semakin muak dengan pemberitaan di media masa. Mata dan telinga saya teraniaya.. isinya sama.. MEDIA MASSA TELAH DIBELI UNTUK MEMBENTUK OPINI PUBLIK YANG POSITIF TENTANG SUHARTO DAN KELUARGANYA.. mata dan telinga saya TERANIAYA..

Nico Says:

14 January 2008 at 12:52 am.

Blm bisa komentar secara mendalam. Msh bnyk hal yg harus dipelajari untuk diambil sbh kesimpulan*lg belajar arif:D*

Ninik Says:

14 January 2008 at 12:58 am.

Terus akan kemana di bawah sejarah bangsa Indonesia ini??

Terimakasih atas kunjungan malamnya

ndoro kakung Says:

14 January 2008 at 1:10 am.

menunggu apakah wali kota palembang akan komentar lagi di sini … :D

Nofie Iman Says:

14 January 2008 at 1:24 am.

Saya pernah menulis beberapa kali tentang Soeharto, termasuk dugaan korupsi yang beliau lakukan dan hal-hal terkait lainnya. Hasilnya? Saya dapat kiriman email protes yang jumlahnya bejibun.

Terlepas dari baik-buruk atau benar-salah, Soeharto memang jenderal besar dengan pengaruh yang luar biasa hebat.

dian Says:

14 January 2008 at 1:43 am.

ternyata antek2x suharto masih buanyak yak.

sebenarnya presiden sukarno memang niatnya mau dibunuh perlahan kok. dewi sukarno malah lebih extreme, presiden sukarno diracun. katanya dg indonesian yg terbata

Dimas Says:

14 January 2008 at 2:09 am.

Miris membaca cerita tentang Bung Karno, bapak bangsa yang diperlakukan tak pantas…

Jadi Soeharto apa kabar ya hari ini? :D

dian Says:

14 January 2008 at 2:32 am.

mas, gak berarti vote anaknya sukarno, khan ? *wink wink

leksa Says:

14 January 2008 at 5:22 am.

…Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata..
demikian bunyi nya kalau ga salah di Mp3 saya, Mas…

Postingan ini sudah saya tunggu!
mau post karena pernah dengar / baca ceritnya,
tetapi rasanya ga arif kalau bukan sebagai orang ke dua yang mendapat cerita …

Benar kata salah seorang teman saya
…Tidak perlu menjadi seorang Marhen untuk sekedar belajar dari sejarah,
karena sejarah adalah penguasa,
dan marhen bukanlah sejarah..

de Says:

14 January 2008 at 6:53 am.

lha mas terus enake suharto ki diapakno menurut sampeyan? kalo kita memperlakukan suharto sama dengan perlakuannya thd sukarno, lalu apa bedanya kita dengan dia? halah ngomong opo aku iki

jeng endang Says:

14 January 2008 at 7:43 am.

sakit hati kadang membuat orang berpikir tidak jernih kan……..

Goop Says:

14 January 2008 at 7:45 am.

Selalu ada tumbal dalam setiap pergantian kekuasaan, ada sejarah yang ditabiri…
benar sekali mas…. dan keberanian itu menjadi cakrawala memang
ugh… entahlah

datum Says:

14 January 2008 at 7:51 am.

di foto yang atas… Pak Karno tampak lelah…
simple sih… kalo Pak Karno hidup di zaman skrng… di mana banyak media yang meliput.. mungkin nasibnya akan berbeda… Dalam kasus Pak Harto… semua pihak tidak ingin terlihat buruk di mata masyarakat… itu saja tampaknya….

Tia Says:

14 January 2008 at 8:18 am.

jadi terbuka mata hati saya…dan jadi bergetar juga membaca kesaksian ibunya mas…berbeda sekali ya perlakuan antara soekarno dan soeharto di masanya… yah sebagai rakyat kecil,hanya bisa dibathin saja mas…

annots Says:

14 January 2008 at 8:45 am.

jika dulu pak karno terasingkan, bahkan orang mau jenguk saja susah termasuk keluarganya sepertinya berkebalikan dengan mantan presiden suharto, pers ada dimana-mana dan kondisi kritisnya pun dpt diketahui rakyat banyak, bukankah seorang dokter harus menjaga rahasia pasien? Sekalipun seorang Bapak Suharto?

extremusmilitis Says:

14 January 2008 at 9:33 am.

Gila, ampe segitu-nya perlakuan mereka kepada pemimpin besar bangsa ini. Seperti apa yang aku bayang-kan Bung Karno, benar-benar men-jadi tumbal sejarah, demi ber-satu-nya bangsa ini. Seorang pejuang sejati. :cry:

Tidak seperti yang akan mati ini setelah ber-kuasa ber-puluh-puluh tahun, aku malah ber-harap dia tidak mati dengan segera, agar dia bisa merasa-kan bagaimana men-jadi pesakitan yang sebenar-nya :evil:

Ajie Says:

14 January 2008 at 9:39 am.

Ada yg terlantar di kamar terpencil sampai meninggal, ada yang terbaring menunggu sakaratul maut di kamar mewah, bahkan sejarahpun bisa berbohong, hanya Tuhan yang tahu.

rey Says:

14 January 2008 at 9:59 am.

yaa… pak, liat aja suharto skrg gimana, justru karena peralatan canggih dia blm lolos juga dari Izrail, dan itu kan pasti menyakitkan. Nahh trus lepas dari Izrail babak selanjutnya adalah Munkar - Nakir, hiiii seyeemmm. Hmm kalo Sukarno tau Suharto skrg kayak gini, mgkn gak ya dia komen “1 sama…!” hehehe :D

Btw di rumah eyang saya di Solo, presidennya masih Sukarno, ndak pernah ganti… :D

GuM Says:

14 January 2008 at 10:17 am.

bangsa yang arif adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah.
tapi sejarah sudah diputarbalikkan.
tidak heran kalau bangsa in belum juga bisa arif.

ronggur Says:

14 January 2008 at 10:54 am.

Jujur saya baru tau cerita tentang bung karno yang seperti ini :(.. dan saya baru sadar kalo buku2 sejarah di jaman saya sd-smp-sma ‘rasa-rasanya’ gak ada yang memaparkan sejarah yang seperti ini, dan lebih banyak bercerita tentang ’suksesnya’ pak harto ‘bapak pembangunan’ ‘membangun’ negri Indonesia…

iman Says:

14 January 2008 at 11:23 am.

dian,..
seingat saya dulu saya nyoblos PKS sih he he…
Leksa,
Benar..saya koreksi,
Rey,
Pecah gesang ndrerek Bung Karno…

aad Says:

14 January 2008 at 11:33 am.

emang rsanya nggak adil banget liat suharto dan sukarno diperlakukan beda….

la mendol Says:

14 January 2008 at 11:50 am.

Mas, sampeyan kok bisa dapat foto lawas itu ?

GuM Says:

14 January 2008 at 11:59 am.

btw, pak. potongan puisi di atas kalo nggak salah pernah ditampilkan di salah satu lagunya iwan fals yang judulnya ‘paman doblang’, yang juga bercerita tentang penderitaan bung karno selama diasingkan.

funkshit Says:

14 January 2008 at 12:03 pm.

kenapa ya suharto tidak mau menghadiri pemakaman soekarno ???

Iwan Awaludin Says:

14 January 2008 at 1:32 pm.

Saya mencintai semua orang yang pernah menjadi presiden Indonesia, mulai dari Sukarno, Suharto, Habibi, Gus Dur, Mega, SBY, dan entah siapa lagi yang akan jadi presiden selama saya hidup.
Kadang kita lupa apa yang pernah kita nikmati di Indonesia ini, ya hasil pekerjaan mereka juga. Dari mulai kemerdekaannya, pembangunannya, krisisnya, dan mungkin suatu saat nanti kebangkitannya.
Semoga Tuhan menganugerahkan pemimpin yang baik buat Indonesia, Aamiiin.

kombor Says:

14 January 2008 at 1:42 pm.

Pak Harto tidak menghadiri pemakaman Soekarno?

Presiden apa yang tidak mau menghadiri pemakaman proklamatornya? Sungguh benar-benar mengecewakan. Dia berprinsip mikul dhuwur mendhem jero bukan untuk menghormati orang tua namun karena takut kebenaran akan terkuak apabila Soekarno diadili secara adil. Sama halnya hari ini, kroni Soeharto tidak berani mengadili Soeharto secara benar karena kroni Soeharto itu takut kebenaran akan terkuak.

Apa Mas Iman akan mengiring jenazah Soeharto nanti ke Giribangun apabila ajalnya tiba?

Rystiono Says:

14 January 2008 at 1:58 pm.

Kalo menurut sayah sih Soeharto itu sudah dihukum sekarang dan lebih menderita dari bung Karno….Mau mati aja susah…dulu mau bunuh perlahan bung Karno, sekarang dia mau mati banyak yang “ngganduli”. Apa ndak sengsara???

** Jangan2 dia udah ditunjukin tempatnya di akhirat, jadi takut buat pulang kesana…makanya nggak mati2… **

Nanti, kalo dia mati, pasti R.I.P (Rest in Pain)…

Semoga aja dia sakit gitu 3-4 tahun gitu…biar harta keluarga cendana abis… (bisa gak ya kira???)

** Tapi saya pribadi udah memaafkan loh…ndak tau bangsa Indonesia **

dewi Says:

14 January 2008 at 2:34 pm.

dan sejarah adalah milik sang pemenang.

btw, abis baca tulisan ini saya baru tau knapa ada gambar sukarno besar2 di rumah saya. mungkin kecintaan ibu saya pada bung karno ditularkan bapak saya yah, yang mantan anggota KKO. bapak tidak pernah bercerita. :( nanti jika pulang kampung saya akan tanyakan. jadi kangen rumah. *curhat*

sluman slumun slamet Says:

14 January 2008 at 2:35 pm.

Hidup Bung Karno….
Merdeka…..!!!!

Mas Harto dah tobat belum ya? Mungkin hablum minallah-nya sudah beres, tapi jangan lupakan hablum minannaas-nya………….
TJAMKAN ITOE JENDERAL BESAR…
:P

-may- Says:

14 January 2008 at 2:39 pm.

Soal perlakuan nggak sepantasnya terhadap mantan Presiden RI itu, memang berapa kali pernah dengar juga. Tapi.. baru tahu saya bahwa “pengganti”-nya Bung Karno bahkan tidak bersedia meluangkan waktu untuk melawat. Sebuah tindakan yang menurut unggah-ungguhnya orang Jawa “sangat tidak pantas”.

Jadi bisa lebih mengerti kenapa kok kayaknya sekarang susah sekali “check out”. Mungkin ada faktor kuwalat sama Bung Karno juga.

mitra w Says:

14 January 2008 at 2:54 pm.

semua dosa besar yg pernah ada di muka bumi ini pasti akan kembali pada manusia juga…

dan entah mengapa saya rasa kiamat tuh sedang terjadi saat ini…. yup, saat ini.

darma Says:

14 January 2008 at 2:56 pm.

Artikel yang menarik, ada sedikit koreksi tentang kata kata Pak Hartono, bukan ” Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Merah kata Bung Karno, merah kata KKO ” tetapi “Putih kata Bung Karno, putih kata KKO, hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO”. Saya jadi teringat cerita ayah saya tentang Jenderal Hartono ketika kami makan malam sewaktu saya masih kecil, ayah saya cerita Jenderal Hartono termasuk orang yang disingkirkan sama dengan pak Ibrahim Adjie, kalau Pak Ibrahim Adjie didubeskan ke Inggris , pak Hartono didubeskan ke Korea Utara, ditengah masa tugasnya Jenderal Hartono dipanggil pulang ke Jakarta diajak ngobrol ngobrol dengan Kopkamtib, esok harinya beliau ditemukan tewas di kamarnya di Tebet, berita resminya bunuh diri, tapi ayah saya dan teman temannya tidak pernah percaya Pak Hartono yang mereka kenal melakukan bunuh diri. Sedikit tambahan dari cerita ayah saya pada tahun itu (1966 ) Pak Harto telah melakukan konsolidasi dengan menempatkan orang orangnya di Kodam di Jawa, Ibrahim Adjie diganti HR Dharsono, Suryosumpeno diganti Surono di Diponegoro, Kodam Brawijaya dipegang Jenderal Soemitro dan Kodam Jaya seperti kita ketahui dipegang Amir Machmud jadi agak susah Jenderal Hartono untuk bergerak, nggak lama kemudian beliau di Dubeskan ke Korea Utara dan personil KKO diciutkan.

Mayjen Moersjid, Mayjen Pranoto, Brigjen Moh Sabur, Kolonel CPM M Saelan, AKBP Mangil semua ditahan, kata ayah saya pak Saelan itu ditahan 4 tahun dan pas Bung Karno meninggal dia masih di tahanan demikian juga dengan pak Sabur dan Mangil. Setelah bebaspun banyak perwira tinggi yang takut berdekatan dengan mereka padahal dulunya begitu akrabnya ketika masih di SUAD hanya Sudirman, ayahanda Basofi yang tetap rajin ketemu dengan mereka.

Niff Says:

14 January 2008 at 3:42 pm.

karena soekarno tidak memiliki teve, heheh

yoki Says:

14 January 2008 at 4:12 pm.

TRAGIS! dan IRONIS!….sigh..

Rynie Says:

14 January 2008 at 5:08 pm.

Hukum Karma……….akan selalu berlaku…
camkan itu………..

susan Says:

14 January 2008 at 6:05 pm.

ironis……..

wieda Says:

14 January 2008 at 6:11 pm.

tragis memang…..tapi itulah kenyataannya….
bung karno yg menggebu, yg ingin membuat bangsa ini besar tanpa utang ke LN malah berakhir tragis….Pak Harto yg mewariskan utang untuk generasi muda entah berapa keturunan malah semakin jadi berita……(apa yah istilahnya yg bener???)……..bahkan adik nya bilang…”goblok bangsa Indonesia klo menuduh pak Harto itu korupsi…..lalu utang2 nya itu untuk apa? mbangun Indonesia? untuk siapa? …ih politik….

Gandhi Says:

14 January 2008 at 7:10 pm.

infotainment gossip di tv ternyata bisa menjadi penyelamat saya setelah siaran tv semua “dikuasai” oleh sakitnya bapak pembangunan [maap saya gak mengakuinya, apa arti pembangunan kalo pengangguran masih banyak dan utang luar negeri menumpuk?].

Ah… indonesyahku…

rievees Says:

14 January 2008 at 9:29 pm.

memang masih byk yang harus diperbaiki dari buku sejarah yang beredar saat ini…

Totoks Says:

14 January 2008 at 11:33 pm.

setelah menbaca 2 postingan terakhir entah maksudnya postingan bersambung atau memang sengaja mengangkat current issue, tetapi intinya kita sebagai warga negara yang bermoral memang sudah seharusnya menghormati setiap pepimpinnya. tidak ada manusia yang sempurna termasuk pemimpin-pemimpin kita, semoga semua mendapatkan perlakuan yang terbaik dari bangsa yang disebut besar ini. dan tetap berharap agar sejarah tetaplah berpihak pada kebenaran

BARRY Says:

15 January 2008 at 1:19 am.

Selama Suharto masih hidup, hukuman yang saat ini dia rasakan saat ini adalah melihat keluarganya sendiri. Ironis sekali…

Luigi Says:

15 January 2008 at 1:25 am.

Sejarah akan kembali berbalik, kok.. terlepas dari itu, pengadilan akhirat jauh lebih adil ketimbang (sandiwara) pengadilan di dunia :D

-=«GoenRock®»=- Says:

15 January 2008 at 2:21 am.

Sendainya saya punyak Golden Compass, saya bisa tau mana sejarah yang bener dan mana yang ndak bener. kalau perlu saya mau bikin sejarah sendiri huahahahaha!!!!

eko magelang Says:

15 January 2008 at 12:18 pm.

pikiran saya jadi benar : inilah saatnya engkau merasakan juga sakitku kawan

Ndoro Seten Says:

15 January 2008 at 12:33 pm.

Becik ketitik ala ketara……..

max Says:

15 January 2008 at 12:44 pm.

begitulah, sejarah kita benar2 kabur dan sengaja dibikin kabur. Postingan Mas Iman ini, salah satu bentuk pelurusan sejarah ya. Infonya berguna bangets…

ichek Says:

15 January 2008 at 12:55 pm.

siapa ya… yang berani mengungkap sejarah…???
biar otak2 para petinggi di negri ini sadar!!!

venus Says:

15 January 2008 at 2:55 pm.

wuihhh… kejahatan si paman gober bener2 bikin miris…:(

isma Says:

15 January 2008 at 4:10 pm.

ohhh soeharto… *geleng-geleng sambil menarik napas panjang*

Aris Says:

15 January 2008 at 4:27 pm.

Cerita donk mengenai kaosnya Bung Karno ???

zam Says:

15 January 2008 at 5:50 pm.

ada yg bilang, orang jahat matinya susah.. disiksa dulu.. sedangkan orang baik justru dipercepat.. bener ndak ya?

dnk_setiawan Says:

16 January 2008 at 10:46 am.

nda tahu ya, kok sy nda begitu hormat kepada kepada k2 eks presiden kita itu
kebijakan yg masing2 mereka ambil nda cocok di hati nurani sy,
menurut sy pribadi tokoh yg paling pantas di jadikan panutan adl Moh. Hatta
dari cara dia berpolitik, pemikiran2 nya, kharismanya, plus kesalehannya
sayang belum bisa menemukan lagi tokoh yang seperti dia,…..

rozenesia Says:

16 January 2008 at 11:24 am.

Kekuatan media, ya seperti yang dipaparkanmas Gempur. :?

Ada kekuatan media di balik semua ini. Media yang diam saja tanpa ada kehebohan apa-apa saat Soekarno menjelang ajal dan wafat. Media diam karena tekanan penguasa. Sekarang media dengan gencarnya memberitakan Soeharto… Opini publik bisa diarahkan oleh media.

Itu yang membuat saya ironis. :(

dewi praz Says:

16 January 2008 at 11:29 am.

Artikelnya menarik..

Apa orang indonesia dulu terlalu takut dgn kebijakan yang baru? sampe2 orang yang memproklamirkan Indonesia menjadi negara yang merdeka tidak diperlakukan dengan selayaknya..

tari Says:

16 January 2008 at 3:11 pm.

saya menganggap bahwa pemerintahan Soeharto selama 32 tahunlah yang harus bertanggung jawab sehingga membuat bangsa indonesia seperti ini sekarang: mementingkan materi, budaya KKN, hedonisme, komsumtif/pemboros, sumber daya alam habis, tidak mandiri, dll. Pembangunan yang dilakukan selama Orde Baru hanya pembangunan semu karena dibangun dengan hutang yang entah kapan bisa terbayar lunas, eksploitasi sumber daya habis-habisan, dan terutama tidak ada pembangunan moral sebagai bangsa yang mandiri dan bermartabat.

#kog jadi berapi-api gini ya..#

CY Says:

16 January 2008 at 5:14 pm.

Ah…, seandainya Bung Karno sejak awal tahu akhirnya bakal seperti itu mungkin dia tetap akan berjuang utk negara ini. Dia seorang jago politik pasti tahu bakal diperlakukan seperti itu, tapi pilihan itu tetap diambilnya.
Kalau ada mesin waktu utk kembali ke saat itu saya ingin sungkem dihadapan beliau sebagai tanda salut dan hormat sebesar2nya.

didats Says:

17 January 2008 at 2:59 am.

2 tulisan terakhir mas iman cerdas!

mengangkat current issue, tapi gag bercerita langsung dengan yg lagi sakit itu.

sebagai bangsa indonesia, bangga pernah punya presiden kaya soekarno, walopun cuma dari buku2 sejarah sd dan smp.

kalo suharto? aku doain biar umurnya masih panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang…. :D

Donny Verdian Says:

17 January 2008 at 4:33 pm.

Tulisan yang bagus, Mas.
Kalau boleh saya berkomentar justru memang dari perbedaan kondisi antara BK dan PakHarto yang bisa membuat kita berkesimpulan, mana yang lebih besar.. AMDG!

dee Says:

17 January 2008 at 8:30 pm.

halo..
salam kenal, biasanya jadi silent reader, sekarang ikutan komen :)

senang sekali bisa membaca tulisan sejarah yang dialami atau diceritakan sendiri oleh orang tuanya seperti mas iman dan mas darma..secara waktu sd dulu yang disuruh baca buku 30 tahun indonesia merdeka :)

aufklarung..

ethie Says:

18 January 2008 at 9:29 pm.

Ironis… Kok buku sejarah yang saya baca ndak pernah ngutip seperti yang diposting mas iman ya? **frustasi**

Silent Cyber Says:

19 January 2008 at 12:25 am.

berarti dari dulu buku buku sejarah ini banyak bohong nya dong :(

DM Says:

19 January 2008 at 1:03 am.

Tulisan yang membuka mata! Sejarah tersipu-sipu malu mencatat fakta ini…

ancilla Says:

19 January 2008 at 2:13 pm.

mampir mas :)
sejarah tidak bisa berbohong, nanti juga sejarah yang membuktikan :)
Bung Karno sudah lama meninggal, bahkan meninggal di perasingan. masih banyak kita lihat wujud cinta masyarakat kepada beliau.

saya pribadi tidak setuju kalau kearifan bangsa dianalogkan dengan memaafkan tokoh besar bagi bangsa. mungkin memang tidak ada yang sempurna sehingga harus saling memaafkan. tapi kalau mau dimaafkan, atau diberi grasi-amnesti dan segala jenisnya harus melalui satu tahap dulu bukan? pengadilan yang menyatakan bersalah. apa saya benci padanya? tidak. ngapain cape2.. hehehehe… hanya tidak suka kalau sejarah terus dibiarkan menggantung tanpa kejelasan.

edo Says:

20 January 2008 at 7:06 pm.

senang membacanya. sebuah wacana baru :)

Fadli Reza Says:

21 January 2008 at 7:26 am.

Semoga masyarakat tidak melupakan tentang apa yang sesungguhnya terjadi dengan Proklamator kita Bapak Sukarno.

saya sendiri sudah muak dengan pemberitaan media yang berlebih tentang suharto. :x

Ketika seluruh alat canggih didatangkan untuk si harto, hanya vitamin yang didapat oleh Bapak Sukarno.
Ketika semua mantan pejabat dalam dan luar negeri bisa menjenguk si harto, Bapak Sukarno hanya bisa bertemu 3 kali seminggu dengan keluarga² beliau :cry:

sungguh IRONIS dan kejam sekali si harto memperlakukan Pendiri Bangsa kita.. :evil:

terlepas akan kebaikan dan kesalahan yang dimiliki oleh Bapak Sukarno, beliau adalah founding father Indonesia yang pantas untuk dihormati.

ary kurniawan Says:

21 January 2008 at 8:17 pm.

tapi kalau menurut pendapatku perlakuan bung karno terhadap lawan-lawan politiknya juga sama saja seperti apa yang dilakukan oleh pak harto, bagaimana waktu itu bung karno memenjarakan buya hamka sama kejamnya dengan perlakuan pak harto terhadap dirinya. jadi menurutku itu juga mungkin ‘karma’ yang didapatkan oleh bung karno karena kekejamannya pada saat memimpin dulu. Sehingga mungkin kehidupan bung karno dan pak harto bisa menjadi sebuah catatan bagi para pemimpin negeri ini kelak untuk bisa arif dalam menghadapi musuh-musuh politiknya sehingga tidak ada yang merasa di zalimi dalam perpolitikan di tanah air ini, karena menurutku pemimpin yang baik ialah pemimpin yang mementingkan kepentingan bangsa dan negara bukan sekedar mementingkan kursi kekuasaannya semata. sudah adakah sosok pemimpin baik di negeri ini??

Ray Says:

23 January 2008 at 12:58 am.

dirumah saya gambar presidennya masih Bung Karno, yg lain tidak bertahan lama, bahkan cenderung tidak pernah terpasang, ya hanya Bung Karno dan burung Garuda Pancasila yg tetap berada di tembok rumah saya :)

Billz Says:

23 January 2008 at 8:36 pm.

Suharto goblok! mudah2an cepet mati

Titis Sinatrya Says:

23 January 2008 at 8:50 pm.

Thiiinx :: Luar Biasa …… :cry:

Athailah Says:

26 January 2008 at 11:35 am.

Soekarno begitu karena mendapat karma atas kebohongan dia kepada Rakyat yang setelah menghiba-hiba minta tolong sambil mengeluarkan air mata buaya lalu ditelantarkan.

Malah rakyat yang dulu daerahnya paling gigih melawan penjajah dan memberikan modal buat bangsa ini di lebur ke provisi Sumatra Utara, walaupun kemudian kembalikan kembali seperti semua, namun rakyat daerah tersebut tetap menderita.

Jaman soeharto lebih parah lagi, jaman Megawati apalagi. hanya di jaman Soesilo mereka bisa bernafas dengan lega. Gak tau abis 2009 ini gimana lagi…..

khendy Says:

27 January 2008 at 12:50 pm.

emang bener sih ngga ada manusia yg sempurna pasti punya kesalahan2 dimasa lalu, tapi gw baca dari mantan ajudan soekarno,
“Tahu kamu kalau aku ngomong blak-blakan. Aku yakin akan terjadi perang saudara. Kalau perang dengan bangsa lain, kita bisa membedakan fisiknya. Tapi dengan bangsa sendiri, itu sangat sulit. Lebih baik aku robek diriku sendiri, aku yang mati daripada rakyatku yang perang. Aku tidak sudi minta suaka ke negeri orang,”

what a man!!!! ini baru ucapan seorang pemimpin

what a bout soeharto?? ada kah komentarnya sebelum ajal menjemputnya???? mungkin wasiatnya cuma “anak2 dan cucu2ku jaga harta kalian jangan sampai habis, karena harta kalian bisa untuk lebih dari 7 turunan”

khendy Says:

27 January 2008 at 1:38 pm.

akhirnya meninggal juga penguasa orde baru, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT

Antonius Says:

27 January 2008 at 2:01 pm.

Mantan presiden soeharto uda meninggal tuh… Semoga diterima aza deh di sisi Bapa

wening Says:

27 January 2008 at 5:05 pm.

baru nemu blog ini nih.
pa’de….aku link boleh ya.
oiya,,bpk Soeharto sudah berpulang ke Sang Kholik ya..

Lamsijan Says:

27 January 2008 at 5:11 pm.

Selamat jalan Soeharto bangsa ini tidak akan pernah melupakan Jasa Baikmu dan Jasa burukmu, semoga ALLAH memberikan tempat yang terbaik, sesuai dengan apa yang kamu perbuat dimasa hidupmu tidak lebih dan tidak kurang.

Sony AK Says:

27 January 2008 at 5:45 pm.

Poor Soekarno, semoga semua yang telah dilakukannya bagi bangsa ini mendapat balasan dari Allah SWT. Hidup Soekarno. Sedih membaca perlakuan penguasa terhadap Soekarno, akibat dari ketatnya sistem pada jaman itu dan arus informasi tidak sekencang saat ini. Oh ya, selamat jalan juga buat Soeharto. (sony-ak@mobitrek.com)

vitrelle Says:

28 January 2008 at 10:09 am.

Negara juga memberikan biaya perawatan penuh kepada Soeharto. Selama 16 kali perawatan di RSSP, seluruh ongkosnya ditanggung pemerintah.
Ini pernah ditegaskan Mensesneg Hatta Radjasa di hari ke-12 dari 23 hari Soeharto dirawat.
Total seluruh biaya yang dipakai Soehaerto selama 24 hari ditaksir sekitar Rp 1 miliar.

vitrelle Says:

28 January 2008 at 10:11 am.

ini link-nya… sorry lupa dikasi footnote yg tadi…. “http://www.tribun-timur.com/viewrss.php?id=61706″

biasa2ajadey Says:

28 January 2008 at 12:51 pm.

pak harto udah meninggal, boleh aja sih maafin beliau, tapi doku negara yg bejibun itu balikin dooongkk!! anak2nya sadar dong kalo bokapnya mau dimaafin ya balikin juga duit negara plus perusahaan yg udah diklaim jadi milik mereka, setuju gak??

phreakazoidz Says:

28 January 2008 at 4:03 pm.

sedih bacanya !!!

Soekarno :
Tahu kamu kalau aku ngomong blak-blakan. Aku yakin akan terjadi perang saudara. Kalau perang dengan bangsa lain, kita bisa membedakan fisiknya. Tapi dengan bangsa sendiri, itu sangat sulit. Lebih baik aku robek diriku sendiri, aku yang mati daripada rakyatku yang perang. Aku tidak sudi minta suaka ke negeri orang!

semoga kebenaran dapat mulai sedikit demi sedikit terkuak.

meges Says:

28 January 2008 at 4:35 pm.

miris, sedih, haru, kagum sekaligus bangga pernah punya bapak bangsa yang disaat2 terakhir masih membela bangsanya sendiri walaupun bangsanya menelantarkannya..,

semoga ia diberikan tempat terbaik disisi-NYA..,
AMIN…,

Rio Octaviano Says:

28 January 2008 at 4:41 pm.

Saya belum lahir waktu itu, saya belum tahu apa-apa ketika berlangsung kejadian ini, saya hanya mendengar..saya hanya melihat cerita….
Apapun itu..apabila cerita ini benar adanya…sangat miris hati ini….sementara sang proklamator mendapatkan perlakuan sedemikian rupa…

Semangat bangsaku…Masa lalu hanya dapat dijadikan pelajaran, tapi bukan menjadi terhambatnya cita-cita bangsa….apapun kejadiannya….kita adalah pemegang kekuasaan sekarang ini…karena kekuasaan adalah ditangan rakyat….

Maju Bangsaku..maju negeri ku….

http://digitalmbul.com/blogs/2008/01/28/soekarno-sejarah-yang-tak-memihak

oiya..saya dibesarkan oleh keluarga pejuang, dan seperti yang kita tau, para pejuang hampir seluruhnya antipati terhadap beliau…tapi ketika saya menikah, saya berada di kalangan orde baru…
Dan saya mengambil jalan tengah dari semuanya….Hidup Bangsaku…dan Jangan Hidup di masa lalu wahai bangsaku…

Kurnia Says:

28 January 2008 at 4:51 pm.

Saya melihat bagsa ini sudah terkena lupa akan sejarah, apayg dilakukan oleh media masa tidak berimbang, dan cendrung mencitrakan soeharto sbg pahlawan, apapun yg dilakukan soeharto ada jasanya namun akibat yg ditanggungnyapun luar biasa, kondisi ekonomi yg katanya lebih makmur dr sekarang akibat dr subsidi yg sumbernya dr hutang LN, dan kebanyakan hutang itu larinya ke keluarga dan kroni soeharto.
INGAT Membangun Bangsa dengan Mental dan Jati diri lebih sulit dr pada membangun fisik. Soeharto gagal dalam membangun sikap mental, shg melahirkan mental Korup.
dan kesalahan terbesar soeharto adalah membiarkan mesin politik (militer dan birorkarsinya) merampok kekayaan negara. Jadi tinggal tunggu Azhab yang diterima soeharto di alam kubur akhirat beserta keluarga dan kroninya.

quro sidiq Says:

28 January 2008 at 5:02 pm.

Soekarna = > buya hamka, dll..
Soeharto = > amien rais, dll..

ingat bung, setiap pergantian kekuasaan pasti memakan korban, baik soekarno maupun soeharto sama saja, pun begitu dengan penguasa-penguasa Indonesia yang akan datang..t

quro sidiq Says:

28 January 2008 at 5:08 pm.

tapi sejarah berkata, kebenaran harus ditegakkan, soekarna harus dihukum atas semua kejahatan politiknya, begitupun dengan aki soeharto dan pemimpin2 lain yang pernah menguasai Indonesia.
Itulah seadil-adilnya pengadilan dunia. Terlepas dari kesalahan yang mereka buat, kita tetap harus melihat setiap permasalahan seorang pemimpin dengan proporsional, barulah kita menjadi bangsa yang bijak.

Kurnia Says:

28 January 2008 at 5:13 pm.

Soeharto dn kroninya telah melakukan kebohongan publik yg luar biasa dalam kasus kejahatan ekonominya, saya sangat sedih dengan bangsa ini yg selalu mudah melupakan sejarah bangsanya, belum lagi kebohongan politiknya, ingat kasus supersemar itu adalah titik awal kudeta secara halus yg dilakukannya

INAMAS Says:

28 January 2008 at 8:48 pm.

JAS MERAH !!!
JANGAN SEKALI KALI MENINGGALKAN SEJARAH !!!
KARNA SUATU SAAT KAU PUN HANYA AKAN MENJADI SEJARAH ITU SENDIRI !!!
SELAGI HIDUP BUATLAH SEJARAH YG TIDAK AKAN DILUPAKAN SEPANJANG MASA

NOPLE Says:

28 January 2008 at 11:16 pm.

jelas soeharto dapat perlakuan dengan servise ala VIP
dulu emang soeharto baek hati memberikan “sedikit” hartanya untuk anthek2nya.
berhubung anthek2nya masih pada hidup ya paling balas jasa atas apa yang dilakukan soeharto dulu.
yang jadi persoalan ngapain soeharto memberi anthek2nya…kok ga yang lebih membutuhkan.

sawunggaling Says:

29 January 2008 at 9:16 am.

Lazimnya, keluarga yang ditinggal mati, akan menyampaikan sambutan kepada hadirin semua dan meminta kepada seluruh hadirin untuk memaafkan kesalahan almarhum dan juga akan menyampaikan BAHWA BILA ADA HUTANG/PIUTANG YG BELUM DIBAYAR, MAKA DOPERSILAKAN UNTUK MENYELESAIKANNYA DG KELUARGA YG DITINGGALKAN. Namun, saat mbok Tutut menyampaikan sambutan pada kematian bapaknya, suharto, hanya permintaan maaf saja yang keluar dari mulutnya, dan minta doa buat yg mati. Tak lazim, mungkin karena mbak Tutut takut kalau-kalau datang jutaan orang berjubel minta ganti rugi. Bung karno dan Suharto, Keduanya mantan presiden, namun yg satu wafat sebagai orang yg terzalimi, sedang satunya penuh gegap gempita, bahkan presiden pun perlu menangis segala. kalau dulu, rakyat yg menangis kehilangan mantan presidennya, jutaan rakyat mengiringi sepanjang jalan, sekarang pejabat-pejabat yg menangis. Beda memang. Mungkin karena jamannya memang beda??? Yg jelas, warisan Suharto yang tak terbantahkan adalah, warisan budaya korupsi berjamaah. Sedih… bangsaku makin terpuruk ….

ari Says:

29 January 2008 at 11:01 am.

Sebagai anak bangsa yang tidak pernah merasakan kepemimpinan Soekarno, tentu sangat sulit bagi saya untuk menceritakan tentang san Proklamator. Namun saya mendapat cerita tentang Pahlawan kemerdekaan itu dari orang tua saya, serta membaca tentang Soekerno dari berbagai sumber. Saya salah seorang anak bangsa yang sangat mengagumi kepemimpinan Soekarno, tegas, beribawa, bersahabat, dan bersahaja.

Memang seharusnya bangsa ini lebih introspeksi, mengap selama ini kita mengabaikan orang yang telah berjuang, sanggup mengorbankan apa saja demi bangsa ini, sehingga kita pada hari ini bisa menghirup udara kemerdekaan. Memang sangat disayangkan sejarah meninggalnya Bung Karno, memiliki perbedaan yang sangat jauh dengan mininggalnya Soeharto. Secara akal sehat saja kita bisa memilah, bahwa seharusnya prosesi pemakaman Soekarno lebih baik dari Soeharto karena beliau adalah bapak kemerdekaan. Perawatan Soekarno seharusnya lebih baik dari Soeharto karena beliau adalah orang yang telah berjasa memberikan kita kemerdekaan. Mengapa bangsa kita menjadi bangsa yang tidak bisa berterim kasih.

wahyu sewelas Says:

29 January 2008 at 11:47 am.

Sejarah harus diluruskan!!!, bangsa ini gak akan pernah maju kalo gak belajar KEBENARAN, suharto naik jadi presiden karena didukung USA dengan CIA-nya, USA harus buka ‘CLASSIFIED FILE” mereka mengenai PERISTIWA 30 SEPTEMBER dan ngakuin conspiracy mereka dalam menjatuhkan PRESIDEN SUKARNO. USA berhutang sejarah kepada INDONESIA!!!!

Yrel Says:

29 January 2008 at 12:48 pm.

Artikel yang sangat menarik mas, sedih sekali bangsa ini yang bertindak tidak fair terhadap sang proklamator jadi pengen tau sejarah yang sebenarnya cerita lagi donk…

marhen Says:

29 January 2008 at 1:16 pm.

sudah tentu media TV mengelu2kan soeharto, krn stasiun tv sdh dikebiri oleh karena saham2 keluarga cendana tertanam disana, setelah soeharto mati, aku berharap catatan sejarah diluruskan, terutama di sekolah2, pencucian otak yang dilakukan soeharto selama puluhan tahun dengan memutar film bodoh G30SPKI mesti secepatnya diputar balik ceritanya. Lihat saja poto soeharto waktu muda sama persis dengan tomi, wajah nakal, wajah bandit. Lagian mana bisa petinggi bangsa ini mengadili soeharto, petingginya saja dibesarkan oleh soeharto, lihat gambar2 masa lalu soeharto saat pidato, perhatikan wajah2 para ajudan, mereka itu yang kemudian menjadi jendral dengan kenaikan pangkat secepat roket. Contoh: waktu pengunduran diri soeharto, dibelakangnya ada sutanto, sekarang dia sudah jendral, gile bener, gimana negara gak hancur???

Robby A. Sirait Says:

29 January 2008 at 2:13 pm.

Selamat jalan pak harto!!!! Semoga dosa-dosanya diampuniNya!!!… dan kalau engkau bertemu dengan Bung Karno dialam baka sana, samapaikan permohonan maafmu sedalam-dalamnya (tanpa malu-malu) atas perilakumu terhadap beliau dan sejarah bangasa ini.

Meskipun Bung Karno menjelang ajalnya penuh dengan penderitaan (dikucilkan, ditelantarkan dan dibunuh perlahan), beliau tetap menjalani dengan berlapang dada karena yang diinginkanya supaya keutuhan bangsanya tetap terjaga, beliau tetap menikmati hari-hari terakhirnya dengan ditemani secangkir kopi dan makanan tradisional setiap pagi hari. Berbeda dengan Pak Harto yang dihari-hari terakhirnya ditemani oleh banyak alat medis yang menggerogoti tubuhnya (sebenarnya sudah masuk fase rekayasa/manipulasi alat medis agar organnya tetap berfungsi).

Ilham Says:

29 January 2008 at 10:17 pm.

well, masih ada yg ingin meneruskan ‘building nation’-nya sukarno? sepertinya sudah terlambat separuh abad. Dan memang lebih (sangat) sulit membangun karakter bangsa daripada ‘hanya’ membangun fisik bangsa. Sayangnya pemikiran beliau saat itu (maupun sekarang) masih terlalu jauh untuk hanya sekedar dipahami oleh bangsa yang mau dibawa kemana saja pun mau, asal perut kenyang. Pertanyaannya, masihkah ada harapan? kalau jawabannya tidak, ya sudah, bangsa ini jual diri saja sekalian kalau memang sudah tidak ada lagi yang mau dijual untuk ‘mengenyangkan’ perut.

stey Says:

29 January 2008 at 10:40 pm.

saya bukan soekarnois..bukan pula pencaci soehartosaya cuma bingung dengan perlakuan berbeda yg diterima dua pemimpin itu..

brek Says:

30 January 2008 at 2:44 am.

Memaafkan suharto…… apa kesalahan dia?????. koruptor. penindas,diktator.pembunuh???pengadilan sampai hari ini belum mampu menunjukkan itu..atau hukum yang gemetaran bila mendengar nama suharto.

memaafkan tanpa pembuktian kesalaha secara hukum, sama saja artinya kita setuju bahwa negri ini tak perlu hukum.

marhen Says:

30 January 2008 at 12:40 pm.

mas Iman boleh nambah comment ya…nuwun

satu lagi untuk saudara2 setanah air yang sedikit mau peduli …

Perbedaan jelas antara soekarno dan soeharto adalah jika dulu soekarno mengajak bangsa kita untuk lepas dari penjajahan bangsa asing (barat), kalo soeharto justru membiarkan bangsa kita terus dijajah oleh bangsa asing (barat)… secara ekonomi, dan kalo mau lebih melek liat saja ekploitasi sumber daya alam kita diseluruh negeri ini oleh bangsa asing. Itu tandanya soeharto bukan pemimpin yang bertanggung jawab. Dia mengambil keuntungan untuk perutnya sendiri, sedangkan yang lain hanya propaganda agar dia didukung oleh rakyat.

Jelas ada wajah cina di mata soeharto tapi pada masa dia menjabat, seolah cina gak layak tampil dimuka publik, padahal dibalik itu semua dia dekat dgn pengusaha2 cina termasuk yang konon sodara tirinya. Bener2 muna!!!… kalo gitu masih jelas Gus Dur dong, setelah Gus Dur menjabat WNI keturunan di negeri ini (Cina) bisa ‘tampill’ … lihat saja banyak artis cina TV.

Tentu saja soeharto menggerakkan anak2nya untuk bisnis, bahkan investor asing mesti berhubungan dengan anak2nya jika akan investasi di indonesia, lawong soeharto cina —> rajanya otak bisnis di seluruh dunia.

Jelas betul beda betul soekarno dan seoharto, okelah kita gak ngerasin jaman soekarno, tapi toh sejarah mencatat.

yang penting dari itu semua … generasi muda melek, melek hukum, melek sejarah, bangkit!!!untuk mengambil hak kita semua …. yaitu harta keluarga cendana yang sebenarnya harta rakyat. Setidaknya untuk membayar hutang luar negeri. Gitu loh

iwamardi Says:

31 January 2008 at 2:34 am.

Diajukannya usul oleh golkar utk melantik (posthum) Soeharto sbg pahlawan Indonesia adalah bukan saja tak layak tapi malah memalukan !! Bagaimana Indonesia mempunyai pahlawan yg membunuh rakyatnya sendiri dan rakyat TimTim sebanyak 3 juta + 200.000 ?
Bagaimana Indonesia bisa punya pahlawan yg menurut PBB adalah maling negara yg terbesar didunia ? Malu awak jadi orang Indonesia !
Konklusinya adalah : yg mengangkatnya menjadi pahlawan pastilah orang2 yg semacam dia juga. Logis bukan ? Dan mereka (pengusul2 ini ) sedikit banyak duduk dipemerintahan kita.
Jadi macam pemerintah apa sebetulnya yg ada di Indonesia sekarang?
Bayangkan saja, Hitler diusulkan menjadi pahlawan Jerman, Pinochet jadi pahlawan Chili, Franco jadi pahlawan Spanyol ! Itu bisa kalau yg kuasa di Jerman orang2 neonazi. dst,dst.
Logis bukan ?

ika Says:

31 January 2008 at 7:23 am.

wew..belum baca postingan inih sebelumna,,thanks to funkshit yang udah merujukkanku kemari,,sedih baca postingan ini pak,jadi mau nangis sayah,, ;p

nona.manizz Says:

31 January 2008 at 3:21 pm.

BELUM BISA DI PASTIKAN KEBENRANYA ……….. SEBELUM BUKTI2 ITU TUNTAS
SEBAIKNYA PARA PERS MENCARI TAU TENTANG KEBENARANYA
KARENA SEJARAH YANG LAMA HARUS TERUNGKAP YANG SEBENAR2NYA
DAN PEMERINTAH HARUS MENGHAPUSKAN KESALAHAN YANG ADA LALU MEMPERBAIKI DENGAN BAGUS , WALAU BAGAI MANA PUN MEREKA TETAP BERJUANG MEREKA TIDAK MEMBUAT BANGSA DI PANDANG SEBELAH MATA …ITU YANG PERLU PEMERINTAH PELAJARI…..

DARAH YANG TERTUMPAH JUGA MEMBUHTIKAN KALAU MEREKA JUGA TIDAK MEU MELUKAI BADAN BANGSANYA SENDIRIKAN.!!!!!!!!!!!

Rusdi Mathari Says:

31 January 2008 at 4:57 pm.

Mas,
Maaf cuma sekadar tanya. Artikel ini tulisan Anda sendiri, atau tulisan WS Rendra? Kalau tulisan Anda saya minta izin mengutip seluruhnya di blog saya. Kalau tulisan WS Rendra, di mana saya bisa membaca tulisan aslinya? Sorry banget, hanya sekadar tanya.

tabik
rusdi mathari

Iman Says:

31 January 2008 at 11:28 pm.

Saya malah penasaran kalau kalau WS Rendra menulis seperti ini ? Bisa beri tahu dimana saya bisa menemukannya ?
He he jelas ini tulisan saya sendiri.
Saya tidak menjiplak tulisan orang. Saya memang mengutip penggalan puisi WS Rendra untuk penutup saja. Semacam gong !
Silahkan,..anda boleh mengutip tulisan saya ini seutuhnya.

Salam

Iman Brotoseno

Wibisono Sastrodiwiryo Says:

1 February 2008 at 1:14 pm.

Saya teringat cerita ayah saya tentang Jend KKO Hartono yang nasibnya sama dengan Gubernur Bali AA Bagus Suteja yang hilang entah kemana. AA Bagus Suteja hilang setekah diapnggil ke Jakarta dan ditemui oleh beberapa anggota CPM. Modus operandi yang sama. Terlalu banyak kisah serupa. Sekarang Pak Harto sedang di interogasi oleh para Malaikat dan dia tak punya alasan sakit lagi.

Mokhamad Says:

1 February 2008 at 3:17 pm.

semua cerita sejarah yang diceritakan televisi tentang soeharto adalah bohong dan bikinan orde baru, bung karno telah di kudeta!!! mereka semua adalah adalah picik. supersemar telah diselewengkan. bahkan bung karno pernah berkata “akan engkau apakan aku harto” cerita sejarah harus diluruskan “jas merah harus segera dicuci”

Degog Says:

2 February 2008 at 9:08 pm.

Bung Karno pendiri bangsa.
Pak Harto mempertahankan kemerdekaan dan pengisi kemerdekaan dengan pembangunan, coba renungkan mas kalau pak Karno masih berkuasa sampai dekakde th 80 an mungkin sampaian masih pakai cawet goni mas, saya mungkin makan ubi pisang. tolong renungkan bung karno sudah dapat banyak dari negara, semua isteri-isteri beliau mendapat rumah dari negara sedang pak harto yang dibilang korupsi $ 35 miliar rumahnya sangat sederhana, semestinya bisa dirawat diluar negeri atau rumah sakit pondok indah….mana yang benar ? sejarah bukan milik penguasa tapi milik media informasi suka-suka mereka mendiskriditkan seseorang.
Sugeng tindak Bapak Pembangunan.
95 % rakyat selalu mencintaimu.

Abang Becak Says:

3 February 2008 at 2:10 pm.

Untuk mas Degog, komentator diatas:

Lho sampeyan gak percaya tho kalau Suharto&anak2nya&kroninya itu ngenthit dan nyaplok uang rakyat Indonesia ? Koqq ada orang yg ketiduran siang bolong kaya sampeyan ya?
Dari mana Tommy Suharto (pernah) bisa beli pabrik mobil balap Lamborghini (1994-1998)?
Dari mbah Sangkil apa ?
Ah,banyak lagi contoh2nya mas yg bisa bikin mas gragapan tersentak bangun.

juno Says:

6 February 2008 at 4:04 am.

halo mas…salam kenal…saya blogwalking dan menemukan bloig ini. keren !!

bahtiar Says:

6 February 2008 at 12:03 pm.

terima kasih mas iman ….

tulisan panjenengan mencerahkan saya yang lahir setelah pak karno wafat

:)

bhq Says:

6 February 2008 at 1:22 pm.

Suharto punya sisi kelam, demikian juga dengan Sukarno. Kalau Suharto disebut Bp. Pembangunan, Sukarno disebut Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi.

Sebagai anak bangsa, sebaiknya kita belajar dari kesalahan masa lalu, dan meneruskan program2 yang baik untuk menjadikannya lebih baik.

Oh, ada ulasan menarik tentang Suharto dari Paul Keating, mantan PM Australia disini: http://tinyurl.com/ywezfr.

Pak Gembrot Says:

6 February 2008 at 2:45 pm.

Setuju sekali mas bhq ,kita harus belajar dari kesalahan2 dan justru untuk belajar kesalahan2 yg lalu itulah kita dan anak cucu kita harus mengetahui, apa bentuk dan derajat/skala kesalahan 2 yg telah kita dilakukan ( dlm hal ini yg telah dilakukan Pak Harto dan Bung Karno). Jadi ya kesalahan2 yg ada jangan di-tutup2i dan dipupuri tebel2 supaya cacad2 muka itu tidak kelihatan sehingga kita tidak bisa belajar dari kesalahan2 itu.
Nah tugas generasi2 penyambung (antara generasi lama dan generasi baru) adalah membuka blak2an apa yg terjadi dan yg dilakukan oleh kedua tokoh pemimpin itu dan akibat2nya bagi bangsa dan negara kita tercinta ini, membuka blak2an seperti yg dilakukan mas Iman dlm blognya ini.
Tulisan2 sudah banyak, jadi kita tinggal membikin balance (neraca) jasa2 dan kesalahan2 yg dilakukan ke 2 pemimpin itu, tentu se objektif mungkin.
Berdasarkan balance yg saya bikin untuk diri saya sendiri, maka Bung Karno jauh lebih unggul dan benarlah apa yg pernah diucapkan mbak Sukmawati dlm wawancaranya, bhw. kesalahan2 besar pak Harto thd bangsa dan thd Bung Karno pendiri NKRI ini tak termaafkan.
Kesalahan2 yg memang terrencana, yg secara sadar dilakukan oleh seseorang adalah sangat,sangat lebih berat dari kesalahan2 seseorang sebagai manusia , kesalahan2 yg dilakukan karena kechilafan,ketidak sadaran atau ketidak hati2 an (carelessness,improvidence)atau karena ketidaktahuan.
Yg belakangan ini bisa dimaafkan dan yg pertama tidak/sukar dimaafkan.
Kedua2nya bisa kita jadikan pelajaran yg baik untuk masa depan.

kardjo Says:

6 February 2008 at 9:58 pm.

mas iman… pernah baca bukunya mas Guntur (CMIIW) “SOekarno, bapakku, temanku, guruku”… Seorang humanis sejati tuh… sharing donk. Ada yang mau menerbitkan lagi gak ya???

MaIDeN Says:

7 February 2008 at 10:53 pm.

Saat membaca fordward-an email dari temen, saya senyum. Bukan karena sudah duluan lama tau lewat Google Reader tapi, kekuatan blog-milist-email ternyata memang ampuh.

neneng Says:

9 February 2008 at 12:43 pm.

jika anda merasa orang pintar dan berperasaan serta tau terima kasih…anda pasti tau apa yang semestinya dirasakan dan dipikirkan…
jaman sudah banyak berubah…wajar bila terjadi banyak perbedaan…jangan hanya bisa membanding2kan dan mencari2 kesalahan orang…semua ada baik buruknya…
sebaik2nya kita harus bisa mengintrospeksi diri kita sendiri…
-hidup untuk kebenaran dan kemanusiaan-

icHa Says:

9 February 2008 at 5:37 pm.

saya termasuk orang yang mengagumi Bung Karno.
saya gag habis pikir,mengapa orang yang sudah dengan susah payah membangun,membuat negara kita tercinta ini,wafat dengan cara seperti itu.
saya berharap, Indonesia bisa lebih maju dari sekarang.

OktaEndy Says:

12 February 2008 at 12:45 pm.

sejarah yang kelam ya mas..
banyak fakta yang ditutup-tutupi. banyak kejadian yang di”halal”kan demi sebuah kekuasaan.

Alex Snakepits Says:

13 February 2008 at 1:42 am.

Beliau 1 sisi seorg pemimpin jg seorg ulama .???
ITU KATA SAYA , entah g tau lg klo pendapat org laen .?
PEMIMPIN yg mengerti & HEBAT ( LUAR DLEM )
Beliau tu bs d blg seorg WALI tp g KETAHUAN oleh UMUM .?????
KEJADIAN yg seharus_na g bleh d LUPAKAN adalah saat BELIAU d jebak oleh RUSIA.

Thx ,.

anoeng Says:

15 February 2008 at 2:57 pm.

“Selamat Jalan Proklamatorku”, itu jika aku sudah hidup saat beliau sang yang mulia Predsiden Panglima tertinggi RI Soekarno meninggal. hanyalah doa yang bisa saya panjatkan untuk mengiring beliau slalu…

tidak hanya Jendral AU dan AL yang masih setia waktu itu, saya yakin masih banyak rakyat yang Soekarnois dari pada mendukung ORBA. hanya waktu itu kekuasaanlah yang membungkam rakyat terutama kaum Mahasiswa waktu itu yang menjadi kendaraan politik orang2 yang mau menguntungkan diri mereka sendiri.

trima kasih mas Iman Brintoseno, panjenengan telah mentranformasi berita kepada kami2 kaum muda untuk tau dan yang pasti ingin tau mengenai hal ini.

rakyat biasa Says:

21 February 2008 at 4:43 pm.

Ikutan rembuk…..
oh ya….. pernah saya dengar kata orang tua dulu. akibat dari G-30 S-PKI serta super semar, dimana Soekarno dipaksa untuk menyerahkan keuasaan kepada Soeharto. Maka bangsa Indonesia akan mundur sertus tahun. yang mana artinya ini adalah suatu yg harus ditebus oleh bangsa ini akibat rekayasa sejarah dan haus kekuasaan orde baru. Ini bisa kita rasakan sekarang salah satunya, seperti bencana-bencana dan keterpurukan bangsa ini disegala lini baik moral dan mental. Banyak para ahi, cendekiawan, ulama, budayawan, dan lain-lain… Tapi tetap saja bangsa ini terpuruk. Ya…inilah yg Bung Karno katakan, bahwa bangsa ini harus menebus dosa-dosanya…… Kasihan anak cucu kita ya. akibat penguasa Orba, beginilah nasib bangsa ini…….

Ki Ageng Says:

27 February 2008 at 1:08 pm.

Kita lihat saja nanti Mas, Soekarno atau soe-harta yang lebih dikenang oleh sejarah anak bangsa ini. Kita semua sudah jadi saksi sekarang, nama Soekarno lebih harum dibandingkan nama soe-harta.

diand Says:

27 February 2008 at 1:52 pm.

HIdup pak Karno!!

GOLDENBOY Says:

28 February 2008 at 1:22 pm.

Setiap manusia Pasti mempunyai kesalahan,, janganlah mengungkuit-ungkit kesalahn orang yang sudah meninggal. Bangsa kita adalah bangsa yang beradab, kita tentu sedih mendengar cerita di akhir hayat bung karno.

Sontoloyo Says:

5 March 2008 at 3:33 pm.

Memang suharto yang saya tahu diluar negeri terkenal dengan sebutan mantan diktator, bukan man presiden.

indah Says:

8 March 2008 at 10:35 am.

ehm…seharusnya indonesia melihat segala sesuatunya tidak hanya kejelekannya tapi ternyata positifnya lebih banyak.. yang berhak menghakimi seseorang hanyalah Tuhan, dan kita bukan Tuhan jadi tidak pantas seseorang pemimpin harus di asingkan di Negara yang Kelahirannya belia kumandangkan… semoga segala sesuatunya mendapatkan balasan yang setimpal oleh ALLaH swt.

a9ytha asLavieNna Says:

8 March 2008 at 5:46 pm.

meskipun w masih naka klas 7 es em pe, tp w sangat2 mengagumkan soekarno ma hatta,,

mereka adalah pemimpin yg baik,,

kalo mbaca sejarah beliau, rasanya air mata w ga akan prnh berhenti,,

ya ALLAH,

sekarang orang indonesia justru malah menjelek jelekan indonesia ketinggalann jaman lah de el el,,

sedangkan dulu untuk membebaskan indonesia saja,

darah sering ber cecer,,

ya ALLAH,,

sedangkan untuk sang plokamator pun tak mendapat keadilan yang benar-benar adil,,,

:(

ya ALLAH,,

sungguh ya ALLAH,,

justru pemerintahan sekarang makin jelek [bukanny w sok ngerti n sok tua]

sebenarnya w juga bukan pecinta sejarah tapi w selalu brusaha tuk baca sejarah para pahlawan yg wafat KARENA KITA!!

berikannlah mereka tmpt terbaik d sisi mu,,

amin..

:)

a9ytha asLavieNna Says:

8 March 2008 at 5:50 pm.

tetapi pak seharto pun, g boleh d jelek2in!,,

bunda pernah bilang, masa2 pak harto jd presiden adalah masa yg nyaman,,
harga2 murah,
g sprt skrg yg serba mahal,,

Daniel Says:

10 March 2008 at 1:55 am.

I couldn’t understand some parts of this article Soekarno - Sejarah yang tak memihak, but I guess I just need to check some more resources regarding this, because it sounds interesting.

Bestcar Davistra Says:

16 March 2008 at 12:36 am.

selamat malam, mas,
boleh saya minta info lengkap tentang Pak RI yg pertama,..terutama sejarah asli tentang orang2 di dekat ..
terimakasih sebelum nya..

I wish he were alive(?) Says:

20 March 2008 at 2:23 pm.

Yah, “Millenium Tunggul Ametung” sudah dipanggil…… semoga tidak ada lagi ulah2 konyol anak2nya. Kualat dan karma buat para turunan “Tunggul Ametung2″. Sejarah bangsa ini memang panjang….. karena itulah bangsa ini harus jadi bangsa yang besar karena pengalaman;karena revolusi dan belajar dari kesalahan2 pre millenium.
I wish pak Karno masih hidup …. walaupun tidak di Indonesia (Zurich?)tentu akan ketawa dan menangis……
Bangsa ini adalah bangsa yang besar…. bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati, menghargai dan menjunjung tinggi jasa para pahlawan yang telah terkristal dalam sejarahnya.
Selamat jalan kebenaran buat pahlawan,selamat datang Ratu Adil baru….

Soeharto Says:

21 March 2008 at 6:24 pm.

Woi…beca’ udah diparkirin belum?

Gredinov Says:

25 March 2008 at 4:18 am.

suharto meninggal masih banyak yang nangisin dia tuh..
terutama si amin rais yang seenaknya saja bilang kalau dia harus dimaafkan, padahal dia sendiri bukan termasuk orang2 yang tertindas ketika suharto menjabat…
mahasiswa pun hanya bisa cuek2 bebek terhadap kasus suharto..
dan kini kasus suharto pun dengan sengaja ditutup2in dengan isu lain..

adityasani Says:

6 April 2008 at 10:41 pm.

suharto itu kan orang golkar, karena golkar sedang berkuasa (JK), jd ya wajar klo suharto meninggal dengan kemewahan, apalagi wacana di”pahlawan”kan, itu sangat” politis.
@Gredinov : amien rais itu kan termasuk orang yang dicekal klo bicara soal AS jaman suharto dulu. secara intelektualitas, jelas beliau ditindas. adalah baik bila amien rais memaafkan. mahasiswa mau cuap-cuap, demo berame-rame juga gak guna, malah kontra-produktif.

mas iman, saya adalah cucu dari seorang teman Bung Karno, ketika beliau diasingkan ke Pulau Bangka. kakek saya sendiri hilang sampe sekarang, entah dibunuh Jepang, entahlah. yang jelas, tahun 67 itu saya ingat cerita ayah saya, seluruh usaha keluarga kakek dibredel habis suharto. sedih memang, tapi itulah kenyataan, ketika ekonomi-bisnis bersinggungan dengan politik. mungkin itu juga yang tidak diinginkan bung karno ketika dia fokus betul-betul pada nation-building, kesadaran politik dan pemebentukan karakter bangsa.

salam JAS MERAH!
best regards,

Rakyat Biasa Says:

15 April 2008 at 3:47 pm.

Bangsa Indonesia memang paling kejam di dunia. kata Bung Karno
Bayangkan, waktu Bung Karno bolak-balik ditahan oleh penjajah/belanda.
mereka (penjajah) tidak pernah ada niatan mbunuh bung Karno.
Tapi waktu Bung karno ditahan oleh bangsa sendiri (P’ harto), malah Bung Karno
ingin dibunuh (dihabisi). Sampe-sampe B Karno bilang pada dokternya saat itu.
“suntik mati aja aku ini, buat mati saja aku ini”, saking menderitanya lahir dan batin beliau.
Emang dosa banget nih bangsa kita. shg Tuhan sendiri yg menghukum. dengan cara
dibuatnya terpuruk politik, sosial, budaya, moral dan lain-lainnya.

genot Says:

16 April 2008 at 6:25 pm.

Memang nama besar Bung Karno tak akan mudah Lepas dari Langit Indonesia ini bukan hanya Indoseia aja yang mengenalnya, hampir separuh dunia mengenal beliau. Memang perjalanan sejarah Bungkarno terlalu misterius untuk di kaji di Negri kita sendiri terutama bagi generasi ke 4,
kita sebagai generasi penerus perjuangan seyogyanga bisa mengambil sisi terbaiknya saja dari penguasa kedua “PEREODE” tersebut yaitu ORDELAMA MAUPUN ORDE BARU karena manusia tidak lepas dari kesalahan-kesalan “Semakin Besar Nama Seseorang, Tidak Sedikit Pula Orang Yang Mencelanya” itu sudah merupakan hukum alam.

cak dh1k4 Says:

18 April 2008 at 1:51 pm.

seperti kata Bung Karno, JAS MERAH itu lho mas. Sejarah yang udah ada jangan sampai kita lupakan, kesalahan besar kita sebagi bangsa Indonesia adalah tdak pernah mau belajar dari sejarah kita sendiri, kalau tahu mungkin iya tapi belajar agar tidak terulang, kayaknya gak pernah. akankah kisah Soekarno akan terulang pada para pahlawan negeri ini yang masih hidup. Banyak para pejuang kemerdekaan yang “ora kopen”, dan bisa saja orang sekarang melihat para orang “ora kopen” tersebut menjadi enggan berjuang untuk bangsanya, karena buat apa berjuang kalau ujung ujungnya “ora kopen” padahal perjuangan tidak akan pernah berakhir, tapi mungkin kita yang akan segera berakhir.

arif mustang Says:

3 May 2008 at 10:50 am.

kebenaran akan terungkap dan kebatilan akan hancur…. jangan mencampurkan kebatilan dalam kebenaran…. sesungguhnya yang batil akan terlihat….. kebenaran tdk ditunjukkan tetap akan terlihat, tetapi kebatilan walaupun disembunyikan akan terkuak….

right or wrong is my founding father… thanks Soekarno…

ksd Says:

4 May 2008 at 2:35 pm.

sekencang-kencangnya kejahatan lari kebenaran akan mengejar juga itulah kata pepatah lama yang pernah ada….soekarno adalah pahlawan besar yang telah menghidupkan bangsa ini….semoga bangsa ini segera tersadar dari mimpi..

si_omen Says:

6 May 2008 at 7:48 pm.

duh Gusti, saya bener2 terharu baca postingan ini mas.. kok tega2nya orde baru memperlakukan Soekarno seperti itu

Harie fadli Says:

15 May 2008 at 10:14 am.

Sang putra Bangsa….Sang putera fajar…Sang pembebas belenggu….itu yang bisa saya dedikasikan padamu Soekarno….seorang Bapak perjuangan yang hidup hanya untuk berjuang dan berjuang……..Diakhir hidupmu pun kau tidak menuntut apa-apa dari Bangsa yang telah meninggalkanmu ini…………..

andre Says:

21 May 2008 at 3:56 pm.

soekarno jika hari ini engkau masih ada, aku yakin indonesiaku gak akan seperti ini…..
semoga akan ada soekarno2 baru di masa mendatang

tolong jangan hujat soeharto, dia gak kejam,gak diktator,tapi…………..BANGSAAAAAATTTT

arman Says:

22 May 2008 at 12:36 pm.

Duh Gisti Allah Ingkana Maha Asih lan Maha Agung mugi arwah ipun bapak Soekarno pun paringi panggenan ingkang sak sae-saenipun panggenan,soho pun apuro sedoyo kelepatan ipun. Mugi ikang salah pun paringi pepadang lajeng saged ngewahi kesalahanipun ,sak lajeng ipun monggo sedoyo mawon sami sareng makaryo kagem karaharjannipun bangsa lan negara.Cekap anggen kita sami ndamel kesalahan,ampun dipun lajengaken malih.Ingkang salah mangke mesti seleh. Merdekaaa!!!

Djuliandra Atmo Says:

28 May 2008 at 4:21 pm.

Demi Bangsa Demi Negaraku INDONESIA,
Sudah cukup kita di adu domba oleh pihak-pihak yg tidak bertanggung jawab, kita di giring untuk selalu di adu domba dari pemimpin-pemimpin bangsa kita yang besar ini. BANGSA ini harus sadar bahwa kita di buat untuk tidak menghargai PRESIDEN/Pemimpin Bangsa ini. Jangan lagi mau di adu antara Soekarno dan Soeharto, keduanya adalah putera-putera bangsa INDONESIA yang telah berbuat demi RAKYAT dan NEGARAnya. Soekarno telah mengantar
Soeharto untuk memimpin bangsa ini menjadi lebih baik dari saat belum MERDEKA. Begitu juga Soeharto telah melanjuti cita-cita dan PERJUANGAN dari masa Soekarno, untuk mewujudkan masyarkat yang MANDIRI. Ingat itu…..!!!!
Jadi mereka adalah putera-putera bangsa yang penuh dengan NASIONALIS dan mencintai NEGARA ini mereka adalah NEGARAWAN, jadi jangan mau kita di buat untuk melupakan JASA-JASA PARA PAHLAWAN KITA.
Kalu tidak percaya bandingkan dengan PEMIMPIN-PEMIMPIN sekarang, apa yang telah mereka perbuat untuk RAKYATnya, NEGARAnya semuanya NOL BESAR. Mereka hanya berbuat untuk BANGSAnya saja yaitu sekelompok orang dari BANGSA-BANGSA PENJAJAH.
Mari kita bersatu demi kemajuan RAKYAT dan NEGARA INDONESIA TERCINTA.

Amanah mereka ada di kita para penerus bangsa PEMUDA PEMUDI INDONESIA.

Semoga tuhan mau memaafkan kita yang selama ini telah salah menilai ORANG TUANYA, SAUDARANYA, PAHLAWANNYA, karena tipu daya orang-orang yang serakah dan jahat. Mari bersama kita mendo’akan mereka yang telah berjuang demi masa depan NEGARA INDONESIA.

SOEKARNO dan SOEHARTO masih ada diantara kita manusia-manusia yang masioh memiliki jiwa dan hati nurani untuk kemajuan NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.

Terima kasih

Djuliandra Atmo Says:

28 May 2008 at 4:34 pm.

Tolong menilailah dengan bijaksana, melihatlah dengan kenyataan, berfikirlah dengan keimanan.

Negara ini maju dan berkembang karena mereka para pemimpin kita terdahulu SOEKARNO dan SOEHARTO.

Mereka yang memerdekakan, mereka yang mewujudkan.

SOEKARNO

aray toracai Says:

2 June 2008 at 4:22 pm.

soekarno adalah sosok presiden terbaik bangsa ini dan ajarannya melekat hingga kini, salah satumya adalah marhaenisme. yang merupakan cikal bakal lahirnya pancasila & uud 45

mega memang anak soekarno tapi dia bukan anak IDEOLOGI soekarno, karena anak ideologi soekarno harus mengerti marhaenisme, bukan cuma karena ajaran itu sangat sangat sangaaat mengutamakan rakyat , tetapi marhaenisme adalah intisari dari cita-cita rakyat indonesia .

hanya indonesia, hanya uud 45, hanya Soekarno yang dalam uud yang memperjuangkan nasib bangsa- bangsa yang di jajah/dipelakukan tidak adil” PENJAJAHAN DUNIA HARUS DIHAPUSKAN KARENA TIDAK SESUAI DENGAN PRI KEMANUSIAN DAN PERI KEADILAN”

ngomong2 gw denger ada partai yang menggunakan azas itu juga,yang di bangun oleh orang2 loyal terhadap ajaran soekarno kalo nggak salah namanya PNBK indonesia, gw pengen coba, pengen tau juga sih ,soal nya dari pada milih partai yang ngak jelas perjuangannya untuk rakyat atau untuk pribadinya sendiri, yah sebagai alternatif pilihan siapa tau lebih baik ,kalu partai itu itu lagi yang menang {gol***, pdi *, Demokr** ETC} capeeeeeeeeeee deh

ambon (SMA 6 JAKARTA) Says:

2 June 2008 at 7:57 pm.

mas mau tanya..apa bener dulu soekarno itu rada2 komunis?gw pernah baca di satu artikel,kalo dari lima pancasila itu,3 diantaranya berbau komunis..yang sila 3,5,sama 2 kalo ga slah..terus gw mau ngomongin tentang pki,awal jatuhnya soekarno..yang gw baca di buku,soeharto itu temen2 deketnya sjam kazarumman,letkol untung sama abdul latief (biro khusus pki),dan malam sebelum peristiwa G-30 S-PKI itu,letkol untung udah ngasih tau ke pak harto kalo bakal ada gerakan pemberontakan,tapi kenapa pak harto kesannya malah membiarkan aja yaa?terus waktu itu kan rri direbut sama pki?dan soeharto adalah pangkostrad,mabes kostrad itu ga jauh dari rri,kenapa pak harto ga bertindak cepat?rakyat dibiarkan bingung sampe sekitar jam 7 malam..satu lagi bukti,waktu itu pak harto nyuruh pasukan dari ponorogo buat dateng ke jakarta untuk merayakan hut abri,pasukan ini di taruh di deket istana negara saat di jakarta,dan seluruh komando pasukan ini ada di tangan soeharto saat itu,kenapa soeharto tidak cepet2 nyuruh mereka untuk ngelawan pki,padahal rri dan istana negara itu deket..apa seharto itu terlibat dalam pki?apa supersemar itu ada?

TERIMA KASIH YA MAS..

ika Says:

14 June 2008 at 2:09 pm.

Aku kok
condong tak suka padanya ya,Mas?

*ngiri akuu. gimana si tips-nya biar blog ramai pengunjung begini, Mas?

OhWendy Says:

18 June 2008 at 7:52 pm.

memang pemimpin itu sebenarnya harus kejam dan berani membuang dengan tega
kalau tidak..tidak akan berhasil..
saya masih penasaran atas kesengsaraan yg dialami Bung Karno sebelum wafat..
saya rasa masih ada perlakuan yg lebih parah daripada yg dituturkan di atas…

mengenang saat-saat terakhir Presiden Sukarno « fadli.net - bukan orang IT ™ Says:

21 June 2008 at 1:29 am.

[...] Iman Brotoseno 13 Jan 2008 http://blog.imanbrotoseno.com/?p=150 Soekarno - Sejarah yang tak [...]

Budak.. Says:

5 July 2008 at 9:29 pm.

Alangkah bijaknya bila Kita mengoreksi diri Kita sendiri dulu sebelum mengoreksi orang lain.., alangkah bijaknya pula bila Kita memperbaiki diri Kita sendiri dulu sebelum memperbaiki orang lain.. Hidup dan mati dalam mempertahankan NKRI.., jangan biarkan Perahu NKRI ini tenggelam..

SANG PENGAGUM MU Says:

12 July 2008 at 11:45 pm.

semoga segala amal beliaw di terima di sisi allah swt, mengingat amal dan jasa beliaw yang selalu terngiang di hati sanubari setiap orang.
selamat jalan wahai tokoh proklamator semoga engkau di naungi disisiNya, dan ditempatkan ditempat para anbiya, syuhada, awliya, ulama, dan amilun.

AMIN…

NafTa Says:

17 July 2008 at 12:02 pm.

Setuju dengan Budak…
Tapi ingat!!!!
jiwa-jiwa manusia Indonesia telah didoktrin untuk melupakan siapa sosok Sukarno sebenarnya. tidak ada salahnya untuk kita yang punya jiwa nasionalis, mulai membuka lagi sejarah bangsa Indonesia, untuk membangkitkan lagi nasionalisme pemuda Indonesia.
Karena..
Bangsa yang Besar adalah yang Menghargai Sejarah dan tentu para Pejuangnya..!!!
Semoga Para Pemimpin Qt diberikan ampunan oleh Yang Kuasa,, karena dibalik kegagalanya dalam memikul beban 200juta orang, mereka pun mempunyai jaa yang tak ternilai harganya!!!
hidup Indonesia……….
Merdeka……Merdeka…….!!!!
Hidup Bung Karno!!!!

dewa api Says:

2 August 2008 at 5:39 pm.

sedih juga tahu hari-hari akhir, bung karno. kenapa orang yang berjasa pada bangsa dan negara ini tak dihormati dengan layak!

Ganda Says:

3 August 2008 at 1:50 am.

Artikel ini sangat menarik. Setidaknya saya jadi lebih tahu bagaimana getirnya kisah mantan Pemimpin yang dilengserkan dari kekuasaannya dengan cara yang licik ini. Terlepas dari itu saya sangat sedih dan sangat kecewa dengan perlakuan pemerintahan orde baru terhadap mantan pemimpinnya ini. Saya hanya bisa mendoakan semoga kesengsaraan sang Proklamator di dunia tidak beliau dapatkan di Akhirat. Amien……
Keadilan yang seadil-adilnya hanya milik Allah SWT.

Rachman Adi Says:

6 August 2008 at 9:31 pm.

Di mana sejarah yang sebenarnya???? MENGAPA pula bangsa kita tidak dapat menjadi bangsa yang besar??? Karena bangsa kita yang dengan sendirinya melupakan sejarah dan dengan seenaknya mengemudikan alur sejarah sesuai kehendak mereka!!! Sehingga bangsa kita tidak dapat belajar dari kesalahan mereka di masa lalu!!! Atau lebih tepatnya ENGGAN untuk mencari DI MANA SEJARAH YANG SEBENRANYA???? Selama ini kita telah di cekoki oleh sejarah yang telah di tunggangi!!! Jangan berhenti mencari kebenaran sejarah!!! Jangan berhenti melanjutkan cita-cita Sang Proklamator kita!!! MARHENISME, BERDIKARI, PANCASILA mari kita wujudkan bersama!!! Marilah semua rakyat Indonesia!!! Janganlah kita hanya bisa di jadikan pion catur oleh kaum-kaum yang mengatasnamakan DEMOKRASI & REFORMASI!!! Yang sebenarnya busuk!!! Bahkan lebih busuk dari pada burung bangkai!!! Mari seluruh rakyat Indonesia kita bersama-sama dapat merubah keadaan bangsa kita yang carut marut ini dengan senantiasa berpedoman pada 3 hal warisan Bung Karno!!!

naya Says:

25 August 2008 at 10:49 am.

ya..
saya sudah pernah membaca buku karya pak saelan.cukup bahkan sangat tragis memang.namun saya pernah mndngar tntang pengkhianatan pak soekarno sebelum proklamasi, bukankah yang sebenarnya yg akan dibacakan pd saat proklamasi itu jakarta charter?? saya jadi bingung ndiri sama sejarah negara tercinta yang belum jelas. semoga pemilu taun depan bisa mnjadi awal kebangkitan Indonesia tercinta, amiiinn..

Hakim Gunawan» Arsip Blog » DICARI.. pemimpin masa depan Says:

29 August 2008 at 7:36 pm.

[...] Brotoseno, yang banyak mengupas tentang 2 pemimpin besar yang pernah dimiliki oleh republik ini, Bung Karno dan Pak Harto. terlepas tema yang diangkat disana, terlepas subyektifitas dan obyektifitas beliau, [...]

jhon Says:

3 September 2008 at 2:22 pm.

Hitam kelam, cerah dan semerbak harumnya martabat bangsa ini ada pada cara kita memperlakukan bapak-bapak bangsa kita secara terhormat dan proporsional, biarlah sejarah yang teramat getir ini dapat mendewasakan dan menyembuhkan penyakit bangsa ini.
Pak Karno dan Pak Harto terlepas dari semua kehebatannya dan kesalahannya adalah bak orang tua kita sendiri, dimana kita akan dapat belajar banyak sekali dari beliau-beliau.

eko Says:

5 September 2008 at 4:36 am.

Soekarno - Sejarah yang tak memihak
pernah sy dengar pidato Pak Karno yg dgn pandangan kedepan inginmencipta negara karyanya bertabur ratusan juta insan al kamil,(ini menjadi inspirasi berkarya sy)
cmn bisakah itu terjadi..

Juragantembako Says:

10 September 2008 at 9:26 pm.

Doa untukmu, Sang Harimau :
“Jangan meneteskan air mata didalam kuburmu, melihat keterpurukan Perjuanganmu terdahulu. Bisikanlah kepada Tuhan yang berada disampingmu saat ini : Berikan anugerah secepatnya kepada beberapa anak bangsa Indonesia agar bisa merubah keadaan Republik Indonesia. Bung Karno..Kami menyayangimu dan mencintaimu”

-Soekarnoisme-

yessy Says:

25 September 2008 at 1:04 pm.

maaf, saya juga pernah baca ini..
tapi katanya ini tulisan WS. Rendra

benar g sih???

saya juga mo ngomennya,,lebih tepatnya cerita

waktu gw outbond kampus di bogor, yg jadinya providernya adalah TNI,, truz ada junior saya yg sakit,
saya selaku tim medis bersama TNI membawa junior ini ke rumah sakit.
selama perjalanan pulangnya saya bertanya tentang Tanjung priok (kebetulan bapak itu petinggi di TNI bogor), tapi sebelumnya saya minta mav dlu ko ada ygy salah.
saya nanya tentang kebenaran tentang korban yg mati di peristiwa itu, semuanya deh..
dengan pertanyaan2 yg dengan senang hati dijawab, gw berkonklusi BAHWA SEJARAH YANG TUNDUK MA POLITIK.
DEMI KEPENTINGAN POLITIK SEJARAH YG PENTING YANG DIRASA MERUGIKAN DI DELETE.
TNI nya jadi diem.
karena saya juga bilang, pihak2 yang ikut serta menghilangkan sejarah termasuk TNI

senopati mataram Says:

30 September 2008 at 12:37 am.

Bangsa kita - Indonesia - kalau mau menjadi bangsa yang besar hanya perlu mengamalkan sila-2 dlm PANCASILA dan negara diatur sesuai dgn UUD 1945. Pancasila dan UUD 1945 adalah warisan Bung Karno dan temen-2nya pendiri Republik ini. sila-2 itu bukan tanpa arti dan pasal-2 itu bukan tanpa makna, tetapi sila2 dan pasal2 yg ada merupakan modal bangsa ini untuk menjadi bangsa yang besar.

Apakah bangsa ini akan menjadi bangsa yg besar kalau anak-2 bangsanya tidak bersatu, tidak utuh dan tidak adil serta tidak beradab?? saya rasa tidak mungkin menjadi bangsa yang besar.. itulah makna sila kemanusaian yg adil… dan Persatuan Indonesia.. demikian juga dgn sila-2 yang lain..

Ketika Bung Karno dan pendiri republik ini akan memerdekakan Indonesia terpikir oleh beliau-2 - akan dikasih makan apa rakyat indonesia yg 80 juta (th 45) ? terpikir oleh beliau2 bahwa Negara Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah (dulu th 45 hutan masih lebat/minyak/emas/batubara/nikel dan mineral lainnya blm banyak ditambang) - untuk itu dicantumkan dlm pasal 33 UUD 45 bahwa bumi dan segala isinya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat (kurang lebih isinya begitu). apakah bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar yg punya kekayaan banyak kalau semua sumber daya alamnya hanya dikuasi oleh cukong-2 borjuis dan oknum negara ??? rasanya tidak mungkin, rakyat tetap akan miskin.. harga-2 terus melambung naik, pengangguran setiap tahun bertambah, kriminal macem-2 dll nya yg kita semua tahu.. itulah makna pasal 33, yang kalau dijalankan dgn benar dan bertangung jawab akan mendatangkan kemakmuran bagi bangsa indonesia sekaligus menjadi bangsa yg besar serta Indonesia menjadi Mercusuar Dunia seperti yang dicita-citakan oleh Bung Karno dan pendiri republik ini..

rizal Says:

12 October 2008 at 10:15 pm.

saya sangat terharu membaca cerita anda….
tidak ada lagi seorang yang berjiwa bung karno..

bedoel Says:

15 October 2008 at 1:14 am.

saya tidak tauk siapa yang munafik dan siapa yang benar, kadang kita hanya melihat sosok cerita dari org terdekat, sedangkan kita tidak pernah melihat dari sosok kebenaran. Kebenaran manakah yang telah disembunyikan oleh tokoh2x ini? Apakah menjual negara ini dan mengikuti hawa nafsu ataukah menjadikan dirinya sebagai penguasa sehingga dapat membuat dirinya lebih dikenal dan bisa berbuat apa saja? siapakah yang lebih sadis, org yang mengaku dirinya pahlawan dengan menjual akidah bangsa kepada penjajah, ataukah yang berjuang untuk kebenaran? banyak sejarah yang tetutupi, karena siapa yang berkuasa maka dialah yang bisa membuat sejarah. Apakah kita tauk siapa yang berjuang dan siapa yang hanya menikamati hasil dari kemunafikannya? pernahkah kita mencari bukti sejarah yang nyata ttg berdirinya negara Republik Indonesia? ataukah kita hanya menerima mentah2x sejarah itu dari satu sisi yang belum tentu melihat aspek yang lain? carilah kebenaran sejarah itu……. karena belum tentu org yang besar itu benar dalam memperoleh kebesarannya itu.

isrodin Says:

15 October 2008 at 1:15 pm.

mohon dukungan
dalam rangka memperingati
100 tahun kebangkitan nasional
80 tahun sumpah pemuda
10 tahun reformasi

akan diselenggarakan
Festival Musik Lagu Kebangsaan dan Seminar Sehari
26-27 OKTOBER 2008 Di Purwokerto JATENG
…..ANTARA PEMUDA DAN WAWASAN KEBANGSAAN….

kita pupuk kembali dan kita contoh semangat Soekarno presiden pertama kita
kondisi pemuda sekarang seperti apa…
mulai berbuat dari diri, keluarga, lingkungan dan bangsa ini

salam pemuda…
PKBM Satria Tama

me Says:

16 October 2008 at 12:40 pm.

g nyangka y Indonesia yg mengagung-agungkan keadilan, justru tak menghargai pemimpin bangsanya sendiri,,,,

the leaders…..

yg daH mempeRjuangkan Kemerdekaan,,,,

tapi pa bLasanNya????

g aDil!!!!!

BUNG KARNO the tRue LeaDers…..

Soeharto ……????????????
who is he ??????
loZer……..

SemangaD tRuzZz…….

panTAng mUnduR…………

jaDikan INDONESIA yg teRbaik

Salam,,,,,,,,,,

dee Says:

20 October 2008 at 1:30 am.

Dewi Soekarno bicara…” Ketika dia (soekarno-dee)sedang jatuh,seluruh bangsa memojokkan,semua mengucilkan.Ketika ia sedang butuh pertolongan,apakah ada diantara kalian yang mau menolongnya?…”
sepertinya benar ucapan Dewi,dan kita memang seperti itu…dan sekarang inipun gada yang berani menolong Soekarno untuk mengatakan dengan lantang “Soekarno tidak terlibat G30SPKI…” karena sebagian dari kita banyak yang sudah menanggalkan “JAS MERAH”
ah…aku juga beraninya cuma nulis gini aja..!
salam buat “anak-anak Soekarno”

keoz Says:

20 October 2008 at 9:51 pm.

begitulah mas, sang sejarah selalu menuliskan cerita si pemenang di atas kertas dari kain sutra dengan tinta emas.

yang kalah hanya ditulis di baris terakhir dengan dengan darah

seperti kata negarawan Rusia, Nikita Kruzchev (bener ga si?) “suka ga suka, sejarah di pihak pemenang. ia akan menimbum dalam-dalam si kalah”

Dhani hargo Says:

21 October 2008 at 8:06 pm.

Mungkin semuanya adalah karma. Pak Harto kena Karma Bung karno, Bung Karno kena karma teman seperjuangan yang ia penjarakan.

Cagur Says:

10 November 2008 at 3:26 pm.

bung karno telah memberikan kita pelajaran.maka kita harus mengisi kemerdekaan negeri ini jangan sampai negeri ini hancur hanya karena masalah sepele!!!kita harus maju agar mereka(parah pahlawan)merasa senang dialam sana!!MERDEKA INDONESIA!!

Raja Minyak Says:

25 November 2008 at 7:27 am.

walau tanpa data dan cerita..ternyata saya ga salah mengidolakan Soekarno sejak dari kecil. Terima kasih ceritanya…..

sejarah yg tak memihak(the founding father) « Galuharya’s Blog Says:

29 November 2008 at 12:59 pm.

[...] Ditulis oleh: Iman Brotoseno (http://blog.imanbrotoseno.com/?p=150) [...]

Mei aZa Says:

29 November 2008 at 3:11 pm.

Aku tak bisa berkata apa-apa untuk bangsaku.

Aku hanya bisa mendoakan bansaku agar menghargai pemimpinya!!!!!

Amin….

frida Says:

9 December 2008 at 1:39 pm.

saya bangga punya BAPAK BANGSA seperti SOEKARNO.

Puja Surya Says:

14 December 2008 at 10:54 pm.

Bung Karno akan tetap hidup selamanya dalam sanubari bangsa Indonesia.
Hanya dia sampai saat ini bekas Presiden RI yang patut disebut PAHLAWAN.

bintangancol Says:

16 December 2008 at 5:02 pm.

tenang aja allah swt itu maha tau. jadi pastinya si soeharto masuk neraka dan ir. soekarno masuk ke surga. amin…..

jeni Says:

19 December 2008 at 4:18 pm.

Demi Alloh…..Presiden Indonesia yg masih dikenal dunia dengan Kebaikannya adalah Soekarno, meskipun beliau meninggal sekitar 38 tahun yg lalu, tp namanya tetap Harum dimata rakyat dunia. Saya punya pengalaman bekerja diluar negeri bersama orang2 dr India, Philipina, srilanka dan negara2 Asia lainnya….SUBHANALLOH….yg mereka ketahui hanya Bung Karno sebagai Presiden Indonesia.

Jenal Haripin Says:

24 December 2008 at 7:03 pm.

thanks buat informasinya, tapi sekarang saya sudah yakin kalau pak soekarno sudah di surga, karena telah mengalami penganiayaan dan kalau tidak percaya boleh tanya kepada para normal. beliau adalah tokoh yang telah membuka kebenaran tentang negeri ini. tenang aja.. tahun 2009 besok akan muncul titisan soekarno yang akan memimpin bangsa ini secara adil dan bijaksana tanpa mementingkan pribadi tetapi lebih cenderung mementingkan masyarakatnya. walaupun ada kejadian-kejadian yang memojokan kepemimpinannya, karena itu adalah ulah para lawan politiknya yang ingin menjatuhkannya seperti yang dialami oleh pak Soekarno. Hidup Soekarno…Merdeka…merdeka….merdeka
hidup bangsa Indonesia

king Says:

8 January 2009 at 2:45 am.

puancen uenak… tenanok. makanya buanyak orang rusak dan hancur moralnya. yang baik cepet mati.. biasanya. yang jahat susah matinya! tinggal NEROKO PO SURGO. RUASAKNO MENGKO.. GAK TAHU MANA YANG BENER MANA YANG SALAH? YANG BENER HANYA ALLAH. SEMAKIN LAMA DUNIA SEMAKIN RUSAK TERMASUK PENGHUNINYA.. SEKECIL APAPUN PERBUATAN KITA, NANTI AKAN DIBALAS MA TUHAN. TUNGGU AJA BRO… MOGA CEPET SADAR…

dwi Says:

8 January 2009 at 8:11 pm.

heemmm….ternyata benar bung Karno tdk mendapatkan apa yg seharusnya beliau dapatkan… Tuhan Maha Melihat…. Smoga Allah SWT menempatkan Beliau di sisi-NYa. Amin

poerwantono Says:

14 January 2009 at 6:17 pm.

saya sih gak ngalamin dia hidup ya.. tapi kesimpulan dari banyak literatur yang saya baca ya ambil kesimpulan seperti judul buku…..melihat siapa yang menabur dia yang menuai…. sukarno memenjarakan banyak ulama-2 islam, jadi ya akhir hidupnya menyedihkan.. ya wajar lah…. suharto jugademikian… permusuhannya terhadap islam juga kerasa.. berapa banyak umat islam yang jadi korban… matinya juga menyedihkan….gantiya pun akan demikian….karena mereka hanya memperturutkan hawa nafsu sendiri dengan mengatasnamakan nasionalisme, liberalisme dan isme-isme lain

Liong Says:

14 January 2009 at 8:14 pm.

Anda anda semua bilang Soekarno Hebat….. Hebatnya dimana…. tolong jelasin dong…Presiden yang mengijinkan Komunis Masuk Ke Indonesia dan Melegalisasi menjadi Partai Siapa…? Presiden Yang doyan Kawin Siapa….? Rakyat Indonesia makan nasi bekas dengan jagung Zaman Presiden Siapa…? Anak Presiden Siapa yang Homoseksual…..? Setahu saya semua jawabannya adalah ” Soekarno ” .Kalau Komentar saya ini menyinggung dan Menyakiti Perasaan Anda sekalian Saya Mohon Maaf.

Sapta Says:

15 January 2009 at 11:19 am.

Saya menangis mengenang Beliau terlebih ketika membaca cerita disini diakhir perjalanan Beliau.
Ampuni bangsa ini ya ALLAH, yang tak bisa menempatkan umat terpilihmu pada tempat yang selayaknya!!!. Terlalu bannyak cerita yang sebenarnya terjadi dan tak pernah terungkap kebenaranya tertutupi oleh publikasi yang menyudutkan Beliau dikarekan adanya kepentingan untuk ingin berkuasa.
Untuk saudara Liong, Anda tak banyak memahami tentang beliau, apa yang anda dengar hanya hasil publikasi dari orang orang yang punya kepentingan dengan kekuasaan. Anda tak tahu apa apa tentang komunis, komunis yang anda tahu hanya arti komunis bahwa komunis tidak mengenal tuhan sesuai propaganda media barat untuk menarungkannya dengan islam yang meyakini adanya tuhan. Komunis sebenarnya tidak seperti itu.
Beliau adalah putra bangsa yang terpilih. Banyak kyai kyai Khos yang mendawuhkan bahwa beliau adalah Waliyullah. Tentu beliau sangat lebih tahu tentang komunis itu sendiri dan mengapa sampai beliau memperbolehkan komunis pernah ada disini.
SAYA SANGAT MENGHARGAI BELIAU SAMPAI KAPANPUN….TAK PERDULI ADA ANJING ATAUPUN BABI ATAUPUN ULAR DAN MONYET YANG MENYALAK ATAU MENGGONGGONG KONTRA TERHADAP UCAPAN SAYA.
SEHINGGA JIKA ADA YANG KONTRA TERHADAP TULISAN SAYA INI, MAKA BERARTI DIA ADALAH ANJING ATAU BABI ATAU ULAR ATAU MONYET!!!!

Nano Says:

24 January 2009 at 11:27 am.

NASIONALISME untuk Negara ini adalah pertanyaan.. (song lyric from Koil-Kenyataan dalam dunia fantasi).
Inilah yg saya sedihkan, krn sampai sekarang, Negara ini masih d jual kepada pihak asing. Ya Alllah tujukkanlah tuntunkanlah bimbingkanlah selalu jalan yg lurus & jalan yg benar kpd para pemimpin Negara ini.
Smoga secepatnya ada pemimpin bangsa ini yg berjiwa Nasionalisme seperti Bung Karno & kita menjadi macan di asia lg..!!

joe Says:

27 January 2009 at 5:14 pm.

Anda anda semua bilang Soekarno Hebat….. Hebatnya dimana…. tolong jelasin dong…Presiden yang mengijinkan Komunis Masuk Ke Indonesia dan Melegalisasi menjadi Partai Siapa…? Presiden Yang doyan Kawin Siapa….? Rakyat Indonesia makan nasi bekas dengan jagung Zaman Presiden Siapa…? Anak Presiden Siapa yang Homoseksual…..? Setahu saya semua jawabannya adalah ” Soekarno ” .Kalau Komentar saya ini menyinggung dan Menyakiti Perasaan Anda sekalian Saya Mohon Maaf

Anda benar-benar ga tau sejarah ya ?? Mikir to mas ??? Setahu saya Bung KArno tidak menerapkan ajaran komunis di Indonesia, tetapi hanya mengadopsi gaya sosialis nya.
Nah, apakah PKI itu yang mendalangi G 30 S, jawabnya bukan,… PKI hanya korban black campaign. Saya ngalami itu makan nasi jagung mas, tapi wajar karena masa itu memang baru merdeka…
Jamane Harto luwih edan maneh…. Beras banyak tetapi banyak terjadi busung lapar … Ga pernah diekspos media karena takut di breidel kan ???
Yang jelas Bung KArno adalah Pendiri BAngsa INI…..

yudi Says:

1 February 2009 at 12:50 am.

Untuk Liong (14-1-2009) kita memang tidak sejaman dengan Soekarno sehingga wajar kalau kita tidak tahu siapa Soekarno ( kehebatannya dan kekurangan2nya ) baik sebagai manusia biasa maupun sebagai seorang Presiden.
Sebagai salah seorang putra bangsa memang saya merasa tersinggung tapi juga memaafkan dan memberi maklum kepada anda karena ketidak tahuan anda tentang Soekarno.
Saran saya kepada anda adalah sesegera mungkin mengubah pola fikir anda dari negatif tinking kepada positif tinking apalagi untuk hal yang sama sekali belum anda ketahui atau belum anda kenal dengan pasti, sehingga apapun hasilnya akan sesuatu yang positif dan
SESEGERA MUNGKIN BELAJAR TENTANG SEJARAH SOEKARNO termasuk yang jeleknya sebagai manusia yang tidak sempurna, sehingga anda secepatnya faham siapa sebenarnya Soekarno dan untuk itu banyak tulisan maupun video dlsb lengkap tentang Soekarno dalam PC yang sedang anda buka tinggal klik Soekarno dst….gampang khan?
Catatan untuk anda :
1. Salah satu kehebatan Soekarno diakui dan dipuji oleh Pramoedya Ananta Toer :
“Dia bisa menyatukan Indonesia tanpa pertumpahan darah setetespun”- kunjungi
http://jerrypunk.wordpress.com/2009/01/24/soekarno-presiden-amerika serikat/
2. PKI lahir dari rahim SI (Syarikat Islam) dengan julukan “Syarikat Islam Merah” -
Lihat lorong waktu Tan Malaka, PERSATOEAN PERDJOEANGAN DAN HISTORIOGRAFI
INDONESIA KONTEMPORER - oleh Purnawan Basundoro; dan banyak yang lainnya
3. Soal Soekarno doyan kawin dan anak Presiden Soekarno yang homoseksual itu masalah
pribadi sebagai manusia yang tidak sempurna kalau itu dianggap sebagai kejelekan/
kekurangan/penyakit dan itu bukan keinginan Soekarno atau anaknya termasuk
seperti anda juga bukan keinginan anda menjadi seorang yang picik pemikirannya bukan?
4. Soal makan nasi jagung, belajar sejarah dulu sebagaimana disuruh oleh Joe (27-1-2009);
Jadi banyak belajar dulu sebelum berani menilai atau mempertanyakan orang lain apalagi orang lain itu sekelas Soekarno sebagaimana yang diamanatkan oleh Soekarno dalam Pidato Kenegaraan Peringatan HUT Proklamasi RI tahun 1964 - “JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH” atau dikenal dengan istilah “JAS MERAH”.
Mnwn

wahyudi Says:

1 February 2009 at 1:36 am.

Untuk Liong (14-1-2009) kita memang tidak sejaman dengan Soekarno sehingga wajar kalau kita tidak tahu siapa Soekarno ( kehebatannya dan kekurangan2nya ) baik sebagai manusia biasa maupun sebagai seorang Presiden.

Sebagai salah seorang putra bangsa memang saya merasa tersinggung tapi juga memaafkan dan memberi maklum kepada anda karena ketidak tahuan anda tentang Soekarno.

Saran saya kepada anda adalah sesegera mungkin mengubah pola fikir anda dari negatif tinking kepada positif tinking apalagi untuk hal yang sama sekali belum anda ketahui atau belum anda kenal dengan pasti,
sehingga apapun hasilnya akan sesuatu yang positif dan SESEGERA MUNGKIN BELAJAR TENTANG SEJARAH SOEKARNO termasuk yang jeleknya sebagai manusia yang tidak sempurna,
sehingga anda secepatnya faham siapa sebenarnya Soekarno dan untuk itu banyak tulisan maupun video dlsb lengkap tentang Soekarno dan telusuri Web-nya pada PC yang sedang anda buka tinggal klik Soekarno dst….gampang khan?

Catatan untuk anda :

1. Salah satu kehebatan Soekarno diakui dan dipuji oleh Pramoedya Ananta Toer :
“Dia bisa menyatukan Indonesia tanpa pertumpahan darah setetespun”- kunjungi
http://jerrypunk.wordpress.com/2009/01/24/soekarno-presiden-amerika serikat/

2. PKI lahir dari rahim SI (Syarikat Islam) dengan julukan “Syarikat Islam Merah” -
Lihat lorong waktu Tan Malaka, PERSATOEAN PERDJOEANGAN DAN HISTORIOGRAFI
INDONESIA KONTEMPORER - oleh Purnawan Basundoro; dan banyak yang lainnya

3. Soal Soekarno doyan kawin dan anak Presiden Soekarno yang homoseksual itu masalah
pribadi sebagai manusia yang tidak sempurna kalau itu dianggap sebagai kejelekan/
kekurangan/penyakit dan itu bukan keinginan Soekarno atau anaknya termasuk
seperti anda juga bukan keinginan anda menjadi seorang yang picik pemikirannya bukan?

4. Soal makan nasi jagung, belajar sejarah dulu sebagaimana disuruh oleh Joe (27-1-2009);

Jadi sebaiknya kita banyak belajar dulu sebelum berani menilai atau mempertanyakan orang lain apalagi orang lain itu sekelas Soekarno, kita pelajari sejarah Soekarno dan perjuangannya untuk bangsa ini.

Salah satu amanat Soekarno semasa hidupnya adalah soal SEJARAH sebagaimana yang khusus diamanatkan oleh Soekarno dalam Pidato Kenegaraan pada Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1964 - “JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH” atau dikenal dengan istilah “JASMERAH”.

Mari kita banyak belajar tentang sejarah republik ini, pahlawan-pahlawannya termasuk kejelekan2 yang terjadi di republik ini sebagai kepedulian kita terhadap republik ini untuk perbaikan kedepannya yang menuju kepada kesejahteraan bersama seluruh rakyat Indonesia.

Ingat : “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai para pendahulu/para
pahlawan2nya”.

Mnwn

wahyudi Says:

1 February 2009 at 2:09 am.

Mohon disorry dimainkan/dikutak-katik anakku !
Nwn

Rianto Says:

5 February 2009 at 1:03 am.

Sangat PRIHATIN DAN MIRIS membaca posting anda….. Terima kasih telah mengungkapkan apa yang selama ini selalu disembunyikan oleh pihak-pihak tertentu. Semoga ALLAH SWT membalas semua yang zalim !

jontowel Says:

17 February 2009 at 4:33 pm.

Saya setuju soal Jasmerah - Jangan2 sekali2 melupakan sejarah. Termasuk semua aspek sejarah BK, yang baik dan yang buruk. Yang wajar2 sajalah. BK memang bapak bangsa kita, sama juga dengan bapak (or ibu) bangsa lainnya. Jasanya besar, kesalahannya juga besar.

Jasanya sudah jelas tercatat: sebelum kemerdekaan, saat proklamasi, sampai ketika menjabat presiden. Tidak satu pun kita bisa ingkari jasa-jasa BK buat Indonesia.

Kesalahannya juga besar:

1. terjebak kultus individu sendiri, sampai diangkat jadi Presiden seumur hidup, digelari rupa2 julukan aneh (”Nelayan Agung, Petani Agung, Pramuka Agung” dll. Sya jadi inget lagunya Lilis Surjani “Oentoek Paduka Jang Mulia Presiden Soekarno”.

2. membubarkan parlemen hasil pemilu 55 tahun 1959, membubarkan DPR-GR tahun 1960, membubarkan partai2 yang dituduh berontak (Masyumi, PSI, Murba)

3. salah urus ekonomi: yang bilang hanya Harto menggadaikan negri tentu (sengaja) lupa berapa besar hutang luar negri Indonesia tahun 1965. Padahal apa hasilnya yang bisa ditunjukkan selain senjata dan monas ? Berapa tingkat inflasi ? Cek perkembangan harga beras dari tahun 1959 (awal periode non-demokratis) sampai 1966.

4. KKN: ya, sekalian cek apa yang dilakukan kroni2 BK seperti Jusuf Muda Dalam (Gubernur BI), Markam, Hi Fahrudin; juga gaya hidup Dewi, Hartati, Yurike, dll. Tentu tidak KKN jaman itu sedahsyat era Harto, tapi kalau mau dibanding dari sisi lain bisa juga dibilang KKN BK tidak sempat meraja-lela karena beliau terlanjur hilang kekuasaan saat anak-anaknya masih kecil. KKN jaman Harto juga baru semakin menusuk mata setelah era 80an, ketika anak2nya mulai masuk bisnis.

Intinya, sya cuma ajak kita semua lebih seimbang melihat BK. Tidak boleh dia dihinakan karena besar jasanya pada bangsa ini, tapi juga tidak pada tempatnya dia didewa-dewakan karena besar pula kesalahannya buat bangsa ini.

ps: soal keengganan BK terhadap konflik fisik re: usul jend Hartono KKO, sebenarnya jawabannya gampang saja. Dari surat2-nya ketika ditahan belanda, pilihan politiknya di jaman jepang sampai “strategi”-nya untuk ditangkap Belanda setelah Agresi II, kita bisa menilai bahwa BK memang “tidak berminat” pada perjuangan fisik.

soeloeh Indonesia baru Says:

24 February 2009 at 11:36 pm.

sdr Liong (14-1-2009) …pendapat anda itu picik dan sempit wawasan belajarlah dari sejarah yang benar dulu jgn cuma berdagang kalau dari sudut namanya anda ini kaya penari barongsai saja Liong …anda orang keturunan …kah? lahir jaman orba ya..masih cucu om Liem kah? itu kongkomlerat jaman pres. harto gitu kalau tanggapan sdr sperti itu …pantes…sy cuma ngelus dada oooo …dari penerus kroni..yo nggak nyambung..nasionalis yg masih perlu dipertanyakan untuk anda..saya setuju yg disampaikan saudara yudi dan wahyudi bahwa jas merah itu masih relevan sampai sekarang …bagus penjelasan dari teman tadi.. saat ini memang ketokohan bung Karno masih tetap di kenang dan ajaran beliau pasti akan dipakai lagi untuk keutuhan bangsa ini Pancasila, UUD 45, Tri Azimat, Berdikari, Revolusi yang belum selesai, Tavip,Nawaksara, bhkan nama saya pun oleh bapak diberikan agar sejarah bung karno tdk tergerus jaman..sepeti..suluh, nawa, dwi, fatma, panca, widi..dll kalau ditelusuri..akan ada nama-nama itu dalam sejarah masa perjuangan hingga beliau memimpin negeri ini…Bung Karno memang bukanlah manusia paling sempurna ..banyak kesalahan dan kekeliruan tetapi jasa beliau sangatlah besar untuk negeri ini,…saya lahir setelah beliau wafat..tetapi dari kecil saya sangat senang membaca mengenai sejarah beliau …hidup ajaran Bung Karno..merdeka..sekali lagi merdeka untuk selama-lamanya…marhaen,..tak pernah mati dibumi pertiwi ini..wassalam

bram Says:

28 February 2009 at 4:48 pm.

mendengar cerita diatas, rasanya saya sangat marah sekali karena bagaiman mungkin seseorang yang telah berjas bagi negara kita mendapatkan pelayanan yang sangat kurang memadai di masa akhir hidupnya, andaikan takdir bisa kembali kemasa itu….saya ingin merawat bung karno karena tanpa beliau kita tidak akan pernah mendengar kata merdeka…

ADNAN__ Says:

1 March 2009 at 1:59 pm.

soekarno adalah manusia yang cuma lahir 1000 tahun sekali, indonesia bangga memiliki putra seperti dia. terlepas dari kontroversi yang pernah menyentuhnya,,,,dialah yang membawa indonesia menuju bangsa yang besar pada masa lalu…

GARDIAWAN Says:

1 March 2009 at 3:21 pm.

Alhamdulillah, seiring bergesernya zaman kebenaran akhirnya dapat terungkap. Memang tidak ada yang abadi, perubahan itulah yang abadi.
Dari sedikit napak tilas yang saya lakukan tentang Bung Karno (saya memanggil beliau dengan “BOPO”), saya memperoleh banyak hal tentang beliau.
Di Ende, pulau Flores, tempat pengasingan beliau sekitar tahun 1936, saya takjub di ruang semedi beliau. Tempat beliau sholat, terdapat tanda bekas sujud beliau di lantai, kedua telapak tangan beliau dan dahi beliau. Sungguh, terbayang dalam pikiran saya lamanya dan seringnya beliau sujud kepada Allah.
Di bawah pohon sukun di depan pantai Ende, ada hal unik yang saya temui. “Bopo” yang menggali Pancasila ternyata melakukan perenungan di bawah pohon Sukun di Ende. Ke lima Sila tersebut, beliau ambil dari banyaknya cabang pohon sukun berjumlah 5 cabang. Pohon Sukun tersebut kini telah mati, dan sudah ditanam kembali oleh Pemda setempat. Uniknya pohon Sukun yang baru tersebut bercabang 5 lagi. Padahal pohon tersebut bukanlah tunas atau anaknya. Luar biasa. Gejala alam yang susah dinalar dengan logika.
Sekarang saya tinggal di Bandung. Anehnya, Bandung yang demikian luas, dapat menyeret saya tanpa sengaja untuk singgah dan indekost di rumah yang pernah beliau singgahi zaman mahasiswa di ITB. Bahkan rumah tersebut menjadi saksi tempat berlangsungnya akad nikah “BOPO” dengan Ibu Inggit Garnasih. Rumah tersebut juga menjadi tempat berkumpulnya orang-orang besar/pemimpin besar Indonesia dalam mengikuti Konferensi Asia Afrika di Bandung. Rumah itu ada di Jl. Rana, Lengkong Besar, Bandung. Rumah tersebut milik seorang saudagar kaya yang bersahabat dengan “BOPO” dan memberikan tempat berteduh kepada “BOPO” ketika bebas dari Penjara Sukamiskin.
Perjalanan saya yang bermula dari pulau Dewata Bali dan sekarang ada di Bandung, saya anggap belum selesai. Masih banyak tugas dari saya untuk napak tilas perjalanan beliau. Tunggu cerita saya berikutnya.

ienk_loyga Says:

5 March 2009 at 11:32 am.

good bener artikel lo w suka bgt
coz w salah satu penggemar soekarno
bukan rahasia lagi emang mantan orang2 orde baru emang 100%ga suka ma soekarno.and waktu orang nomor satu di ordebaru itu mau jadi presiden aja pake neror soekarno dulu.and orang nomor 1 orde baru jugakan warga PKI and dia juga yang buat RI and PKI bentrok.Dia provokatooornya.gbu cuiiiiii
GBU jg Buat Soekarno KU

Rangga soekmadjaya Says:

7 March 2009 at 9:17 pm.

bung karno memang sosok yang sangat kharismatik.
tapi tolong kepada ahli sejarah,kalo menggali sejarah harus betul-betul sampai
akar-akarnya.jangan ada bahasa”katanya,eceuk,baruk”
tapi langsung ditanyakan kepada si pelaku atau orang yang dapat betul-betul ada di saat kejadian,seperti peribahasa “bertanyalah kepada orang yang tepat”
bener dulu?baru bener!!!!!!
apalagi tentang bapak soekarano?

ariefin Says:

11 March 2009 at 4:09 pm.

Pendapat saya mengenai BK untuk di RI belum ada duanya. Adapun komentar Sdr Jontowel, adalah sangat keliru. BK dengan pinjaman +/- 2milyar$, dianggap sangat besar. padahal hasilnya, kita bisa merebut Irian Barat, membangun Bendungan Jati luhur, membangun fasilitas oleh raga Senayan yang termegah dijaman itu di Asia. mambangun Angakatan Darat, Laut, Udara dan Kepolisian yang terkuat di Asia, kecuali Jepang pada saat itu. Membangun UGM dan jalan By pass serta pelabuhan Halim dan jalan2 utama modern di jakarta. saat itu bus DAMRI, dan Bus kota serta kereta api masih sangat baik. Barang2 tidak mahal. Membangun Pabrik sandang di Indonesia dan menasionalisir beberapa perusahaan Asing menjadi Perusahaan Negara. BK disegani dan dijadikan pimpinan di Asia Afrika dan non blok yang anggotanya terdiri dari negara2 di asia-afrika-amerika latin- eropa timur, bahkan bangsa2 di Amerika Latin. Jepang dan Negara Eropa juga sangat hormat kepada Indonesia. JFK pres AS sangat akrab dg BK. Pres. Clinton sangat hormat kepada BK. Banyak tamu negara berkunjung ke Indonesia. Gagasan perbaikan masjidil haram di Mekkah, penghijauan di Arafah. Persahabatan dan bantuan banyak yang ditawarkan. Namun BK memilih yang tidak ada tekanan politiknya. Dahulu AS juga menwarkan akan membangun jalan trans Sumatera dan Jawa-Bali dan di seluruh Indonesia, asal menggunakan produk AS. BK menolak syarat itu. Bahkan di PBB BK selalu menjadi singa podium. Berpidato membangun Dunia Baru (to build the world a new)yang bebas dari penjajahan, bebas dari rasa ketakutan dan freedom to be free. Walaupun masih serba kekurangan namun BK lebih suka “mandiri” daripada berhutang yang hanya menghinakan bangsa sendiri. Sekarang hutang LN kita berapa, walaupun sudah dicicil tiap tahun, tetapi masih berapa lagi sisanya, paling sedikit sekitar 65 milyar $, belum lagi bunganya. belum lagi hutang Swastanya. Berapa tuh?? Apa niat pemimpin kita. Apa yang dibangun untuk rakyat dari hutang sebesar itu. 65miyar$=650-700triliun rupiah + bunga??. Yah gak kebayang deh. Dahulu kita bangga dan merasa punya idealisme nasional dan rasa bersatu. Sekarang kita banyak malunya. Kita banyak menguntungkan asing, menyembah-nyembah lagi. Dahulu, hutan kita masih utuh, tambang kita masih utuh, laut kita masih utuh, pulau2 kita masih utuh. Sekarang, barang tambang kita sudah diobrak-abrik, laut, hutan kita, dan pulau2 kita sudah banyak yang hilang dijual, dirampas dan dirusak. Lalu siapa yang merestui dan melahap itu semua, tentu sang pemimpin negara yang menamakan diri orde baru dan para pendukungnya itu. BK itu sangat tinggi moral kebangsaannya. Kalau BK dituduh KKN, coba lihat apa yang dimiliki BK. Beliau punya isteri banyak tetapi kan nikah. Sekarang kalo orang nikah dg empat isteri disalahkan dan dikomentari. Padahal agama Islam membolehkan. Ya isteri satu. Tetapi kalo melacur dimana-mana, gak ada komentar. Lalu dasar moralnya apa. Saya kira. BK sebagai manusia a.l beristeri banyak ya, tetapi kalau KKN, gak tuh. Anak2nya gak punya warisan berlebihan. Sorry yah. Memang BK diterlantarkan dan dinista oleh Pak Harto dkk. Itu sih fakta sejarah. Pernah saya baca buku, bahwa yang terbunuh atau dibunuh oleh orba diluar kasus lampung, garut, malari, petrus, woila “rekayasa”, dll, pada awal orba saja +/- 1juta -1.5juta rakyat indonesia terbunuh dalam menacapkan kekuasaan orba. belum lagi yang penjarakan dan dipulau burukan. padahal mereka itu bukan PKi semua. Hanya karena pendukung BK. Jadi korban manusianya nauzubillah. BK dalam proses mempersatukan negara dan rakyat, bahkan diburu untuk dibunuh, dipenjarakan, dikhianati. Tetapi BK tidak membalaskan dg kejam. Bahkan BK memberikan amnesti. Dalam membela Palestina, BK menyerukan harus kembali kepada perjanjian Genewa 1946. Dimana tanah air Palestina itu merdeka dn damai. Sedang Israel adalah bentukan negara2 sesama penjajah yang menang perang terhadap Jerman dan Jepang (juga negara2 penjajah). Kini Pemimpin yang idealis, berani, pandai, tulus dan karismatik seperti dia tidak ada lagi. Sekarang kabanyakan tanpa idealisme dan cenderung jual beli. Sebagai manusia BK orang Besar dan BK jasanya sangat besar, dan tidak KKN. Semua golongan mendapatkan bagian pada posisinya. Kita seharusnya bangga memiliki pimpinan seperti BK. Zaman BK banyak anak negeri yang mendapat beasiswa ke LN, walaupun negara dalam keadaan tidak terlalu kuat. Siswa terpandai di provinsi di seluruh RI dikirim ke LN, ke jepang, Eropa, Rusia, Amerika dll. Banyak negara mendukung pendidikan anak2 Indonesia. Hasilnya ya sarjana2 yang digunakan oleh zaman orba deh. Sayang memang. Sebagian dari mereka larut dalam nina bobok orba. Zaman memang bisa merubah bentuk kepribadian. Terima kasih. Wass.

Krisna Dipayana Says:

14 March 2009 at 8:27 pm.

Kesadaran adalah Matahari
Kesabaran adalah Bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata
( * WS Rendra )

gege gorogoro Says:

19 March 2009 at 12:40 am.

takjub dan salute atas jiwa besar sang proklamator! sedih dan miris mendengar perlakuan para penganiaya beliau. So, yang pasti sejarah akan berulang… perjuangan belum usai! suatu saat apa yang dicita-citakan BK, “…bahwa bangsaku adalah BANGSA yang BESAR akan terealisasi..” kita tunggu skenario Allah swt terhadap bangsa ini, moga-moga akan tampil pemimpin yang besar, minimal sekaliber BK moga-moga lebih dari itu… amin

ian99 Says:

28 March 2009 at 5:57 am.

sungguh bapak sukarno tak ada duanya… dia berjuang tanpa kenal lelah…disiplin dalam segala bidang dan semua perjuangannya hanya untuk rakyat dan bangsa ini…..
dan soeharto bajingan kelas tinggi……. yang kejam dan memutar balikan fakta sungguh manusia satu ini seperti binatang……hatinya…..kejam..sungguh kejam…..tidak pantas menerima penghargaan apapun kecuali neraka buatmu soeharto
bung karno kami bangsa ini akan terus berjuang menyambung amanat darimu untuk rakyat……

nurdjaedi soemarno Says:

3 April 2009 at 10:21 pm.

dalam buku “Penyambung lidah rakyat” yang merupakan terjemahan dari karya Cindy Adams “Soekarno, and autobiography as told to cindy adams”, jelas sekali penghargaan proklamator kita itu pada ibundanya “IDAYU” yang digambarkan sabar, tenang, selalu menanamkan kepercayaan dan semangat. ” Bung Karno yg pada th 1940an tokoh muda telah banyak dibina dan ditempa oleh alam, tokoh-tokoh besar seperti HOS Tjokroaminoto, Kia Achmad Dahlan, Tjipto Mangunkusumo, juga kalau kita lihat Bung Karno muda akrab mengenal pemikiran dan aktivitas tokoh-tokoh dunia seperti Karl Marx, Adam Smith, JJ Roussau, dan negawaran seperti Thomas Jafferson, Mahatma Gandhi, Lenin dan banyak lagi. Bersyukur kita memiliki tokoh sekaliber BUNG KARNO. Sejarah membuktikan, bahwa beliau memang manusia setengah dewa. Semoga th 2014 nanti Bangsa Indonesia akan menemukan jati diri bangsanya kembali yang telah hilang selama puluhan tahun yang akan meneruskan garis-garis perjuangan Ir.Soekarno. Insya Allah. (Nurdjaedi Soemarno, Sekjen Partai Nata Negara) Jakarta.

pencari cara sukses adsense Says:

12 April 2009 at 3:33 pm.

Sungguh sagat mengasyikan menyimak artikel dan komentar dalam hal diatas, saya hanya akan menambahkan sedikit saja bahwa ternyata bagitu banyak orang yang peduli dengan sebuah pelurusan sejarah yang ada, tetapi ternyata kita semua menunggu kesempatan dimana kita bisa mendapatkan jaminan keamanan untuk mengutarakan itu semua bukan ? Walah apa to iki gak nyambung yah

f wijoseno Says:

19 April 2009 at 10:19 am.

wahh miris mbacanya Mas…. -walopun dah sering ngebaca ttg hal ini, namum selalu mrinding klo mengingat perlakuan pak Harto ke Bung Karno-
Bukan berarti saya mbela pemerintah sekarang, tapi Keq-na SBY cukup bijak untuk tidak berbuat hal yg sama dilakuin pak Harto ke Bung Karno.

Mendung Sutejo Says:

21 April 2009 at 3:28 pm.

Kalau ada masarakat kita bilang suharto berjasa terhadap Bangsa ini,saya pikir berlebihan 32 thn berkuasa apa hasilnya,Padahal punya banyak potensi yang tidak dipunyai oleh negara kebanyakan,Emas,minyak,timah dan kekayaan lainya. toh kita masih miskin.bahkan kita sudah tidak dianggap lagi sama negara tengga,perekonomian ancur-lebur ntah darimana mulainya ut meperbaikinya.Seawaktu Bung Karno berkuasa kita miskin,wajar baru merdeka.negara ini perlu pembenahan dan secara pasti mustinya kita menjadi yang terdepan diAsia bahkan Dunia.kalau pengganti Bung Karno mempunyai kejujuran,kapabilitas,intrgitas,untuk memajukan Bangsa ini.Bukan untuk ajang Berkorup-burasi yang dipertontonkan oleh Suharto.harusnya kita mengugat kenapa Bangsa ini seperti ini,merebut kekusaan yang sah dari tangan Bung Karno,hanya untuk mementingkan diri sendiri serta kroninya Suhato harus bertanggung jawab atas bubroknya Negri ini.Dan kepada semu temen2 jangan pernah bicara tentang jasa2 Soeharto,justru mari kita dukung pemimpin sekarang yang mempunyai niatan membangun,membakitkan Indonesia yang kita citai bersama.MERDEKA,MERDEKA.,!!!

Wildan Says:

22 April 2009 at 8:07 pm.

sya punya buku di bawah bendera revolusi jilid 1 cetakan ke 3 thun 1964, mau saya jual…….bila minat bisa anda hubungi d akang_tsm@yahoo.com

teguh Says:

22 April 2009 at 10:04 pm.

saya sangat setuju dengan pendapat SAPTA.
kalo ada yang menghina BK, berarti dia ANJING,BABI ,ULAR.

sanjoyo Says:

30 April 2009 at 4:36 pm.

Sungguh ironis memang bangsa ini, seorang Bapak Bangsa Harus Meninggal sebabai Tahanan Negara. Di mana otak pemimpin orba masa itu… kalau kata sukarno what the hell with your aid, for liong ato whateverlah namamu, WHAT THE HELL WITH U!!! Memang benar kata rekan-rekan, kalo ada yang menghina BK, mereka tak lebih baik dari ANJING ANJING MENGGONGGONG!

ujanglanang Says:

23 May 2009 at 9:49 am.

menurut saya berhubung kita adalah generasi penerus jadi ambilah segi positif ,dari perjuangan beliau ,jadi untuk apa membahas sejarah yang sangat ironis,bagi seorang negarawan,pemimpin ,yang sangat nasionalis,jadi kesimpulannya adalah jangan terprofokasi oleh ceritameskipun cerita tersebut kebenerannyaterbukti,dan kita ketahui juga soeharto memang buas dan tamak seperti dajal.,tapi mereka semua sudah nggakada jadi tuapa ngurus mereka lebih baik kita berjuang sesuai dengaapa yang di cita citakan oleh para pendahulu kita yang telah mengorbankan harta,benda,raga dan nyawa tu membangun indonesia yang damai ,sejahtera ,tentram, merdeka…!.allah akbar…allah akbar .! teruskan perjuangan mereka…

sim Says:

27 May 2009 at 2:50 pm.

bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, begitulah kata seorang yang bijak. tetapi melalui cerita yang anda sampaikan, saya tidak melihat bangsa yang besar ini menghargai pahlawannya, justru mengabaikannya. dan hal itu terjadi hampir di setiap segi bidang kehidupan. hal ini menjadi sebuah pelajaran yang berharga untuk bangsa ini ke depan. di era globalisasi ini, semangat BUNG KARNO perlu ditegakkan kembali sebab bangsa ini telah mengalami DEGRADASI, tidak mencintai bangsanya, lebih cinta akan dirinya sendiri. perjuangan harus terus dilakukan. HIDUP INDONESIA….MERDEKA…!!!!

satriyo Says:

27 May 2009 at 6:11 pm.

BANGUN KAN LAH JIWA MU
BANGUN KAN RAGA MU
UNTUK INDONESIA RAYA
demi waktoe yang kian bergulir cepat..roh-roh pejoeang bangsa….abadilah tumpahan darah mu dibumi nusantara ini…1000 hormat untuk mu…MERDEKA

Supriyanto Dba Says:

15 June 2009 at 4:05 pm.

Sejarah adalah sesuatu yang perlu di kenang, kalau pada masa lalu ada pembelokan sejarah memang perlu di luruskan dan kkalau perlu ada yang perlu di tindak, ya di tindak saja, tapi PERJUANGAN KE DEPAN sangat perlu mendapatkan porsi yang lebih banyak, mungkin samapi 99% karena BANGSA INI SANGAT TERPUKU dan HARUS SEGERA BANGKIT dengan menapat kedepan dengan SEMANGAT YANG MENYALA-NYALA DAN POSITIF TINGKING. “MERDEKA”

Ryan Says:

30 June 2009 at 5:20 pm.

Kapan ya orang sebesar soekarno datang dan memimpin Republik ini .. Sayang seluruh anak nya tidak ada yg sehebat beliau .. bahkan mirip saja tidak .. Memang Soekarno tidak bisa disejajarkan dengan siapapun..

puji tuhan Says:

1 July 2009 at 12:32 pm.

ada sesuatu yang berbeda ketika Bung Karno turun dan Pak Harto turun, yang bisa membedakan perlakuan orang” terhadap kedua Presdien itu di saat mereka turun.
zamannya Bung Karno, krisi yang terjadi di anggap sebagai coup d etat (kudeta terhadap negara ) di mana ada 3 kekuatan yang sangat berperan besar dalam hal ini yaitu Nasionalis, Agama dan Komunis. masing” dari kekuatan ini memiliki pengaruh yang cukup besar pula d kalangan ABRI
zamannya Pak Harto yang terjadi adalah penggulingan kekuasaan dimana tentara sebagai pihak yang memiliki senjata dan aparat” pemerintah yang ada masih ada dalam kekuasaan PAk Harto dengan kata lain kurang ada atau bhkan tidak ada konflik kepentingan antara pihak” pemegang kekuatan. yang ada adalah mosi tidak percaya masyarakat atas kepemimpinan PAk Harto

jadi dari situasi ini bisa d bandingkan betapa gentingnya keadaan bangsa Indonesia ketika Bung KArno mulai lengser dari jabatannya.

setiap tindakan yang keliru akan memicu terjadinya perang saudara. rekan” sekalian tentu bisa bayangkan apa yang mungkin terjadi bila hal itu menjadi nyata.

jadi kalau mau membandingkan kondisi dan perlakuan perawatan terhatan Bung Karno dan Pak Harto jangan cuma berdasar emosi tanpa melihat dan memperhatikan kondisi dan situasi saat itu.

mohon koreksi jika banyak salah

MERDEKA

Ade Says:

10 July 2009 at 5:59 pm.

Beruntung mas Iman dapat cerita bagus dari saksi mata, dan dipaparkan dengan sangat menarik. Aku sampai merinding dan menitikkan air mata, kenapa aku baru baca sekarang ya… Tapi buat ku Bung Karno seorang tokoh yang sangat kharismatik, seandainya kita punya duplikatnya, mungkin negeri ini akan lebih baik. Aku selalu yakin suatu saat kita akan punya seorang tokoh sehebat beliau yang dunia juga mengakuinya, yang akan membawa bangsa kita ke zaman keemasan. Kekayaan alam negeri kita sangat banyak, menunggu tangan-2 trampil yang bisa mengolahnya. SDM kita juga banyak, hanya butuh binaan dan kesempatan. Kita butuh seorang pemimpin yang mampu memimpin bangsa kita, memberdayakan kekayaan yang kita punya untuk kepentingan bangsa dan negara. Semoga pesta demokrasi kemarin memberi pencerahan buat bumi Indonesia.
Mohon maaf mas, kalau saya kebanyakan bicara dan tidak berkenan, hanya ingin berbagi dan salam kenal untuk semuanya.

Aziz Says:

11 July 2009 at 3:25 am.

Hormat setinggi-tingginya untuk Soekarno dalam hal berkebangsaan, soal ketidak beruntungan beliau pada saat jelang wafat, munkin akibat adanya ketidakberkahan dari perlakuan beliau terhadap orang lain, ada hak orang lain yang diambil, maaf misalnya ; istri eyang buyut saya yang diembat sama beliau…bayangkan! Tapi Alhamdulillah saya tetap kagum pada Soekarno, karena beliau membuat saya “pernah” bangga jdi Orang Indonesia. Saya tetap Soekarnois!!!

Frank Says:

25 July 2009 at 9:20 am.

bung karno memang presiden terbaik yg pernah ada di indonesia

ochie Says:

27 July 2009 at 3:39 pm.

sumpah ya……..
gu denger kesaksian kyk gitu……pgn nangis…….
gu benci bet ma yang namanya s……o
mudah-mudahan dya dpt ganjaran yang setimpal ma Allah swt..
setimpal dengan perbutannya……
Amin…..

ogiexslash Says:

30 July 2009 at 5:23 pm.

sudahlah..toh pak jenderal besar sudah mengalami sakaratul maut yang panjang akibat dosa2nya…itulah cerminan buat penguasa-penguasa yang zalim…

ogiexslash Says:

30 July 2009 at 5:45 pm.

maksudku pak jenderal besar = SOEHARTO….., sedangkan PEMIMPIN BESAR NEGARA INI yang pernah ada dan terkenang selalu jasanya adalah SOEKARNO

rotyyu Says:

7 August 2009 at 6:48 pm.

Hidup Bung Karno!!!

nurdjaedi Says:

11 August 2009 at 4:09 pm.

Tertarik juga apa kata BUNG GARDIAWAN. Bahwa sejarah memang harus diluruskan.
Thanks atas tulisannya BUNG. Smg ALLAH SWT membalas budi baik anda. Walau dalam bentuk tulisan.
Alhamdulilah, saya sudah mengunjungi tempat-tempat BUNG KARNO di Bengkulu, Blitar, Bali , Cipanas, Bogor, hanya saya belum pernah ke FLORES.

andre Says:

18 August 2009 at 11:52 pm.

Saya rasa orang seperti sukarno tak perlu dibesar2kan, dia sudah besar dengan sendirinya, bagaimana dia meninggal, adalah urusannya dengan Tuhannya.

Mungkin penderitaannya di masa2 akhir hidupnya adalah penebusan dosa2nya sebagai manusia sehingga ketika menghadap Tuhannya dia menjadi lebih disayangi.

Begitupun dengan suharto, bukankah dia juga menderita pada saat2 akhir hidupnya.

Seorang pemimpin separuh kakinya ada di surga, separuh lagi ada di neraka, Tuhan maha adil akan menimbang dan menentukan tempatnya.

Semuga Tuhan mengampuni dosa para pemimpin kita, dan menerima segala amal mereka, dan menempatkan mereka disisi-Nya sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat pada kehidupannya.

semoga semuanya menjadi pelajaran bagi kita agar dapat menjadi lebih baik, bagi diri kita, bangsa kita dan seluruh dunia

amin….

andre Says:

18 August 2009 at 11:52 pm.

Saya rasa orang seperti sukarno tak perlu dibesar2kan, dia sudah besar dengan sendirinya, bagaimana dia meninggal, adalah urusannya dengan Tuhannya.

Mungkin penderitaannya di masa2 akhir hidupnya adalah penebusan dosa2nya sebagai manusia sehingga ketika menghadap Tuhannya dia menjadi lebih disayangi.

Begitupun dengan suharto, bukankah dia juga menderita pada saat2 akhir hidupnya.

Seorang pemimpin separuh kakinya ada di surga, separuh lagi ada di neraka, Tuhan maha adil akan menimbang dan menentukan tempatnya.

Semuga Tuhan mengampuni dosa para pemimpin kita, dan menerima segala amal mereka, dan menempatkan mereka disisi-Nya sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat pada kehidupannya.

semoga semuanya menjadi pelajaran bagi kita agar dapat menjadi lebih baik, bagi diri kita, bangsa kita dan seluruh dunia

amin….

Chandra Says:

8 September 2009 at 10:20 pm.

Walaupun Bung Karno telah tiada, namun semangat & kegigihannya dlm memperjuangkan nasib bangsa Indonesia akan tetap hidup di hati kami yaitu para pecintanya.
Hidup Presiden Soekarno..!!!!!

Berlin Says:

5 October 2009 at 7:39 am.

Yang pasti saya tidak akan pernah berpartisipasi dalam kehidupan bernegara ini, seperti : membayar pajak, ikut pemilu, bikin SIM, dan tetek bengek lainnya yg berusurasn dengan negara. Kalopun ada yang bilang “Lha loe tinggal di Indonesia?” Maka jawabannya ” Maaf saya tak pernah minta untuk di lahirkan di sini.
Tak akan berpartisipasi selama bangsa (c.q pemerintah) terutama sontoloyo soeharto dan kroni serta keluarganya ini sujud sungkem mengemis memohon maaf kepada Bung Karno atas segala kesalahan yang pernah di lakukan.

Tony Mardianto Says:

5 October 2009 at 11:14 am.

Ternyata kita sama-sama pengagum Bung Karno. Namun demikian aku selalu meletakkan Bung Karno dalam posisi yang sewajarnya. Senang bertemu teman yang sepaham.
Ayo mampir di warungku :
http://soekarnofiles.wordpress.com
Mudah-mudahan kita bisa saling tukar informasi.

Salam: Tony Mardianto

johansyahh Says:

6 October 2009 at 10:23 am.

Alm bapak saya, pernah bilang, walau dulu dijaman sukarno hanya makan singkong, tapi beliau merasa nyaman, kalaupun dulu ada gangguan keamanan karena ada pemberontakan, musuhnya jelas yaitu orang yang tidak menginginkan eksistensi bangsa indonesia, sukarno selalu membela orang kecil, terutama petani seperti alm bapak, ketika jaman suharto, keadaan ekonomi memang membaik, tapi banyak rakyat yang lenyap atau di siksa oleh aparat jika menentang kebijakan pemerintah suharto, petani di panggil dan di interogasi di koramil jika tidak mau sawahnya di tanami tebu, padahal sewa lahannya di bayarkan jika tebunya sudah di olah menjadi gula. saya masih ingat waktu kecil, beberpa kali sewa lahan tidak ada sama sekali karena hasil tanaman tebunya tidak memadai, bayangkankan kehidupan petani kecil yang hanya punya sawah 1 hektar harus menghidupi 7 orang anak, sawahnya di sewa paksa, itupun kalau sewanya dibayarkan.kalau tidak salah nama programnya TRIS(dikoreksi kalau salah).Itu contoh real yang keluarga kami alami, walau saya lahir di jaman suharto dan tidak sempat merasakan kepemimpinana sukarno tapi dari cerita dan referinsi yang saya baca, sukarno memang PEMIMPIN BESAR BANGSA INDONESIA, suharto memang bisa membangun bangsa indonesia, tapi membangun dari duit utang yang tidak tau sampai kapan anak cucu kita bisa melunasinya, dibawah suharto kita menjadi bangsa yang yang lemah dan diremehkan bangsa lain.

lusi Says:

7 October 2009 at 1:52 pm.

si kucing telah mati,kini indonesia ku tercinta penuh dengan tikus-tikus..

Abhisam DM Says:

11 October 2009 at 1:51 pm.

Mas Iman,
Saya juga minta ijin untuk mengutip utuh tulisan Anda ya :-) Sungguh saya tidak bisa menutupi perasaan yang teriris-iris setelah pulang dari situs Bung Karno di Ende, Flores. Apalagi jika mengingat prosesi pemakaman Soeharto yang sangat spektakuler. Ini bukan persoalan siapa benar siapa salah, tapi persoalan ketimpangan sejarah. Mungkin benar kata Cak Nun waktu mengomentari prosesi pemakaman Soeharto, “Sekalian saja dibuat standar prosesi pemakaman seperti ini untuk semua orang yang pernah menjabat sebagai presiden di negeri ini. Jangan sampai prosesi begini hanya untuk Soeharto saja. Itu kalau kita mau menghormati dan menghargai para pemimpin kita.”

Oya, saya juga penasaran kalau-kalau WS Rendra menulis tulisan seperti ini, hehe.. Eniwei, kutipan penutup dari WS Rendra seperti menggambarkan Paman Doblang dari lagu Kantata Takwa. Salut untuk Anda. Membuat saya teringat sajak Rendra yang lain:

Aku mendengar suara
Jerit hewan terluka
Ada orang memanah rembulan
Ada burung kecil jatuh dari sarangnya

Orang-orang harus dibangunkan
Kesaksian harus diberikan
Agar kehidupan tetap terjaga

(Sajak ini pertama-tama dijadikan syair lagu oleh Kelompok Musik Kampungan di akhir tahun 70-an dengan judul ‘Aku Mendengar Suara’, sebelum disajikan kembali dengan aransemen berbeda oleh Kantata Takwa dengan judul ‘Kesaksian’. Kesaksian memang harus diberikan. sekali lagi, salut untuk Anda.)

Salam.

shangkala Says:

12 October 2009 at 1:01 pm.

Kita anak bangsa sudah banyak yang melupakan Bapak Bangsa kita yaitu Soekarno. Tanpa beliau, tak akan ada bangsa ini yang bernama Indonesia.

andi Says:

21 October 2009 at 4:28 pm.

Pertama kali mengunjungi blog ini dan membaca artikel ini. Ternyata kebenaran itu terkadang lebih suram dari kelihatannya. Sepertinya dulu waktu pelajaran PSPB disekolah, cerita2 semacam ini tidak pernah ada di buku paket.

dessy pratiwi Says:

26 October 2009 at 1:06 pm.

kata terindah yang Indonesia pernah rasakan adalah terbebas dari penjajahan, tapi sayang kata itu bagai angin lalu untuk sebagian orang, tapi mudah-mudan kita bisa menjadi orang yang menghargai jasa para Pahlawan Indonesia

Santoz Says:

3 November 2009 at 4:03 pm.

Bangsa yang besar adalah bangsa yg meghargai para pahlawannya ..Apakah bangsa kita masih kerdil ?

edi romanzah Says:

13 November 2009 at 9:19 am.

saya pengagum bungkarno

bayusenang Says:

23 November 2009 at 1:07 pm.

sejarah adalah sebuah evolusi peradaban manusia,benar-benar disayangkan sejarah di tanah air kita ini banyak yang hilang dari jaman Mojopahit sampai sekarang!!dari sinilah cerita peradaban bangsa ini.

Rifki Says:

28 November 2009 at 6:40 pm.

Background pendidikan seseorang tidak dapat menjadi landasan bahwa orang tersebut berwawasan tinggi, contohnya penulis ini. Sungguh tidak etis kalau seperti ini.
Saya mendukung 100% langkah om.

Sugiarno Says:

10 December 2009 at 7:54 pm.

Meskipun terlambat, tidak ada salahnya jika bangsa ini mulai “Belajar untuk Menghormati Pahlawan”

wahyu Says:

14 December 2009 at 5:27 pm.

kalau bung karno masih hidup, dimanakah beliau tinggal, dan apakah pihak keluarga mengetahui keberadaan beliau ?

khoze45 Says:

16 December 2009 at 12:34 am.

klo kita mempunyai pemimpin seperti bung karno. saya yakin negara kita akan di takuti oleh bangsa lain. maka dr itu mari kita sama2 mencari pempimpin yg di takuti lawan, bkn yg di takuti oleh rakyat nya.

ANGGIT PRASETYA Says:

13 January 2010 at 4:36 pm.

Sudah saatnya indonesia BANGUN’Menjadi bangsa yang kaya akan semua hal.

Jansen Justin Says:

16 January 2010 at 4:58 pm.

Sukarno dan Suharto???
seperti yang pernah dikatakan Bung Asvi Warman Adam
antara Tragedi dan Komedi….

anak menteng dalam Says:

1 February 2010 at 11:03 am.

waktu sudah diputuskan untuk dikuburkan di blitar , rakyat menunggu ber-jejal=jejal dipinggir jalan saat diberangkatkan dari wisma Yaso (sekarang musium ABRI) akan dibawa kearah halim ,jalan gatot subroto , jalan mt haryono , cawang menuju halim banjir manusia,bertumpah ruah pengin menyaksikan dan memberi penghormatan terakhir kepada bapak bangsa ,didada ini penuh duka ,aku masuk kewisma yaso pagi itu dan melihat beliau terbujur pasrah. alhamdulilah ,aku buru2 pulang kepingin lihat tvri menayangkan perjalanannya ke peristirahatannya yang terakhir, blitar .sedangkan dijawa timur jalan-jalan dari waru menuju jalan yang mau dilalui jenasah beliau padat rakyat sudah menunggu sejak pagi bertumpah ruah seperti bubaran nonton sepak bola atau kampanye mega dijakarta , dari waru .porong pandaan sukorejo ,purwosari ,lawang, singosari , malang manusia seperti semut keluar dari sarangnya .,malang ke blitar aduh begitulah sambutan rakyat kepada bapak bangsa ini aku tak mampu menuliskan lanjutannya ,air mata ini terus mengalir sejak aku baca komen2 kira2 3jam sampai aku mulai menulis ini dapt giliran. selamat jalan bapak bangsaku aku sangat bangga padamu.

Leave a Reply

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...

Galery Karya

Snap Shots

www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Links

Spice of Life



Add to Technorati Favorites
Free PageRank Checker

Subscribe with Bloglines

Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner

 

February 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728