All Posts By

iman

Ayo motret !

Ajang photo contest blogger Indonesia kembali digelar. Apalagi kalau bukan pestablogger photo contest 2009 . Ini sebuah seri kedua setelah tahun lalu cukup mengundang pencinta dan pemerhati photography. Dengan tema yang sama dengan motto Pesta Blogger. “ One Spirit One Nation “, diharapkan akan hadir potret negeri ini dari segala aspek. Tentu saja aspek semangat , gotong royong dan persaudaraan sebagai satu bangsa.

Para juri selain muka lama seperti Kristupa Saragih, Deniek Sukarya dan Arbain Rambay. Juga bergabung tokoh photography Indonesia, yakni Darwis Triadi. Satu hal yang membedakan dengan kontes tahun lalu. Kali ini semua jenis format digital bisa ikut, mulai kamera DSLR, compact, semi pro sampai kamera handphone !.
Kali ini juga Photocontest akan dimotori oleh duet photographer muda berbakat asal Jogja, Antobilang dan Gage Batubara .

Continue Reading

Bumi Etam yang menggegerkan

Dulu ketika Bung Karno mengangkat Jendral Soemitro menjadi panglima di Kalimantan Timur, pesannya hanya satu. “ Tolong jaga kilang kilang minyak di Balikpapan sana “. Tak beberapa lama, jenderal itu justru menangkapi orang orang komunis dan beberapa pimpinan onderbouw serikat buruhnya.
Bung Karno diam saja. Menurut sang jenderal, mungkin sepanjang kilang kilang minyak tidak terganggu, dan tetap berproduksi. Dia tak perduli. Pragmatis memang. Itulah kota Balikpapan, kota minyak, yang sejak dulu menjadi sumber pemasukan devisa negeri ini.
Jadi kalau dulu minyak yang ‘ dijaga ‘ , sekarang jaman sudah berubah. Justru antusias masyarakat tentang nge-blog yang harus ‘ dijaga ‘.

Bagaimana menjaga minat nge-blog ini memang tidak sia sia. Saya melihat semangat yang luar biasa dalam roadshow sepuluh kota – blogshop – di Kalimantan Timur. Sejak mendarat di Balikpapan, dukungan media massa setempat, komunitas blogger Balikpapan, yang dikomandani Alfa dan Bambang Herlandi , juga STIKOM.
Khusus di Balikpapan, ternyata peserta Blogshop paling banyak diminati oleh ibu ibu rumah tangga dan guru guru sekolah. Ini sekaligus menunjukan bahwa penetrasi blog sudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ada yang lebih gila lagi. 3 orang blogger dari Komunitas Blogger Kalimantan Selatan. Wawan, Farid dan Dillah . Dengan mengendarai motor, rela menempuh perjalanan 12 jam melalui hutan dan jalanan yang rusak. Demi bisa mengikuti Pesta Blogger di Balikpapan.

Continue Reading

Riwu Ga dan Kemerdekaannya

Hiruk pikuk pemuda yang kecewa memenuhi teras halaman rumah Jl Pegangsaan 56 Jakarta. Mereka ada yang bersenjata klewang dan kecewa karena terlambat menyaksikan Proklamasi yang sudah diucapkan beberapa waktu yang lalu. Soekarno menolak mengulang membacakan proklamasi lagi.
Suasana panas. Sebagian orang termasuk Mohammad Hatta sudah meninggalkan kediaman Soekarno. Riwu Ga, putera dari pulau Sabu, Flores diam diam memperhatikan dari balik pintu. Tangannya mengepal dan matanya menatap tajam situasi panas itu.

Ia sudah mengikuti Soekarno sejak tahun 1934, ketika ia dibuang di Pulau Flores. Ada beberapa putera flores yang tinggal di rumah pengasingan itu. Riwu adalah yang paling muda. Ia bertugas menyiapkan makanan dan minuman untuk Bung Karno.

Ketika diasingkan ke Bengkulu, Riwu diminta Soekarno untuk ikut dengannya. Sehingga secara adat ia harus dilepas, karena Riwu merupakan anak sulung di keluarganya. Ia kelak akan menggantikan ayahnya menjadi tetua adat. Sekaligus ndu namatu. Penjinak petir, badai dan semua bahaya dari langit.
Kelak tak ada yang tahu kalau Riwu Ga adalah corong kemerdekaan yang pertama. Setelah para pemuda pulang. Soekarno memanggil Riwu dan memerintahkan mengabarkan kepada rakyat Jakarta bahwa kita sudah merdeka. ” “Angalai (sahabat), sekarang giliran angalai,” lalu Bung Karno melanjutkan instruksinya, “sebarkan kepada rakyat Jakarta, kita sudah merdeka. Bawa bendera.” Waktu itu hampir mustahil menggunakan radio, mengingat fasilitas masih dikuasai Jepang.

Continue Reading

Rekor dunia yang pecah di Manado

Sabtu kemarin selepas magrib sambil duduk santai melihat tayangan Metro TV. Laporan pandangan mata reporter TV Tommy Cokro dari Manado, tentang gladi bersih persiapan pemecahan rekor dunia penyelaman di pantai Malalayang.
Ada yang menganggu dalam tayangan sekilas itu, ketika salah satu reporter TV lainnya, Prita Laura dengan mengenakan baju selam khusus, berjalan dan mak grusss, menginjak injak karang dan koral. Cut. Laporan kembali ke Tommy Cokro diatas kapal. Selesai.

Apa yang saya pikirkan dan sebagian besar pemirsa yang kebetulan menyaksikan tayangan itu. Semua memiliki persepsi sama. Sangat menguatirkan, apalagi dikaitkan dengan bagian dari perayaan hari Kemerdekaan dan Sail Bunaken di Manado. Seketika saya memposting kegundahan ini di sebuah milis selam.

Di luar itu, beberapa narablog bereaksi. Teman dari Nature Conservancy Indonesia langsung berteriak. Sebagian orang menelpon dan sms saya, yang isinya menanyakan apa yang mereka lihat barusan di TV. Mengapa komunitas penyelam justru melakukan kegiatan massal yang justru berpotensi merusak ekosistem yang ada.

Continue Reading

Pak cik Noordin

Penyerbuan rumah di desa Beji, Temanggung adalah salah satu drama media yang paling dramatis sekaligus konyol. Betapa tidak, kolaborasi antara aparat dan jaringan TV membuat sebuah bentuk tayangan baru. Terortainment. Rating TV melonjak karena orang memelototi terus selama hampir seharian.

Penyergapan teroris bukan lagi bersifat rahasia dan dadakan. Ada pameran senjata, puluhan polisi show off mengepung, menembaki – tembok – sambil mempertontonkan gaya perang polisi SWAT LAPD melawan gembong narkoba. Seperti film film Holywood yang biasa kita tonton. Padahal yang diburu hanya seorang.
Masyarakat yang berkerumun bersorak sorai, reporter TV menyiarkan seperti gaya reporter pertandingan sepak bola. Ada intonasi naik turun, berteriak, apalagi ketika bom bom diledakkan oleh polisi.

Hampir seperti penyerbuan Dr Azhari di Malang, hanya menyisakan puing puing rumah yang porak poranda. Sasaran pun mati, dan kemungkinan besar bukan gembong Noordin M Top.
Lalu apa yang dicari, dengan publikasi seperti itu ?

Continue Reading

Sang Burung Merak

rendraHarian Kompas, tanggal 8 Desember 1978 menulis reportasenya.
Rendra, 43 tahun kembali berpentas setelah sekian lama menghilang dari masyarakat. Dan sekitar 2500 penggemarnya memadati dan mendengarkan Rendra membacakan puluhan puisinya, sejak jam 19.30 sampai mendekati 22.00. Di pentas, terlihat Rendra seorang diri, bercelana hitam dan baju biru. Ia Nampak anggun dengan dua kancing baju dilepas. Satu tangannya menggenggam kertas kertas puisi, tangan lainnya berkacak pinggang, matanya tajam menatap penonton.

Mas Willy, Wilibrodus Surendra – kelak setelah masuk Islam, menjadi Wahyu Sulaiman Surendra – seperti Vaclav Havel. Presiden Ceko yang pertama itu, seorang penyair yang dulu sering menyuarakan kritik terhadap sistem komunis yang totaliter.
Dengar sajak Rendra yang berjudul ‘ Kesaksian ‘
aku mendengar suara
jerit hewan yang terluka
ada orang memanah rembulan
ada anak burung jatuh dari sangkarnya.

orang-orang harus dibangunkan
kesaksian harus diberikan
agar kehidupan dapat terjaga ..

Continue Reading

Kode Etik

Hari belum begitu malam. Namun kantor sudah sepi, dan hanya saya sendiri masih mengerjakan beberapa catatan untuk syuting iklan produk telepon seluler besok. Ketika semua selesai, iseng iseng saya membongkar archive tulisan beberapa tahun lalu. Semuanya tergambar jelas dan tiba tiba saya merindukan masa masa itu. Masih menulis di blog gratisan, dan menjadi nobody. Tanpa harus mengenal dan dikenal. Hanya tulisan saya yang dikenal. Tidak penting siapa saya.

Terasa atmosphere yang meluap luap dari cara penyampaian kebebasan dalam remah remah tulisan saya waktu itu. Mungkin karena saya merasa tak memikirkan konsekuensi dari tulisan. Siapa yang akan membaca blog saya ?

Saya tidak harus memikirkan tetek bengek, dan tak perlu tahu apa itu kode etik. Hanya menulis dan kadang bisa pahit bagi siapa yang tersentil. Sebuah potret kehidupan yang nyata. Bukan gossip.
Living in my viewfinder. Begitu motto saya.
Itu dulu. Kini tiba tiba saya merasa blog menjadi belenggu dengan sebuah norma yang dinamakan etika atau bahkan kode etik. Saya katakan belenggu dalam tanda kutip, karena begitu saya akan menuangkan topik, sudah harus memikirkan konsekuensi apa yang mungkin timbul dari tulisan ini. Sukur sukur bukan tuntutan hukum.

Continue Reading

dari Wonosobo ke Malang

Apa yang dibayangkan tentang sebuah kota kecil yang bernama Wonosobo. Bayangan dingin, kabut dan gunung gunung melintas. Juga tembakau dan sayur mayur. Ketika seorang Belanda, HC Cornelus menemukan reruntuhan candi di kawasan, yang sekarang dinamakan dieng pada tahun 1814. Ia berpikir telah memecahkan salah satu rahasia pusat kebesaran jawa di masa silam.

Ternyata Wonosobo lebih dari itu. Ini tidak salah, karena sebelumnya Gubernur Jenderal Raflles – yang sangat tergila gila dengan aspek historis suatu wilayah – mengatakan dieng masih lebih menarik – secara spiritual – dibanding Borobudur.
Perjalanan menuju Wonosobo dari Yogjyakarta kali ini melewati Sapuran, memotong jalan dari arah Borobudur. Rute ini dipilih untuk mempersingkat waktu. Sekaligus menjadi pemandangan yang indah dengan melewati jalanan menanjak dan berkelok diantara sawah sawah dan tebing.
Setidaknya menjadi terapi yang menenangkan terutama karena keterlambatan jam keberangkatan maskapai Garuda yang kesekian kalinya.

Continue Reading

Bom itu lagi

Barang kali para penggemar MU adakah yang paling sewot dengan pemboman di sekitar Mega Kuningan kali ini. Kenapa juga tidak menarik pemicu bom minggu depan saja. Kebencian mereka terhadap pelaku terror dan bom bisa melebihi ubun ubun, karena bisa bisa pasukan Sir Alex Fergusson batal menuju Jakarta. Masih Mau ?
Tapi siapa peduli. Hari telah ditentukan dan tangis dan darah adalah taruhan perjuangan kami. Begitu mereka sang penyebar terror bersabda.

Penyair Israel, Agi Mishol menceritakan dramatisasi sebuah adegan wanita yang berpura pura hamil, dengan menyembunyikan bom bunuh diri di perutnya. Andaleeb Takatka nama wanita itu. Wanita itu baru berusia dua puluh tahun.
Sebuah nama yang mungkin dibayangkan sebagai tik-tak-tik bunyi jarum bom itu, yang akan memporak porandakan sebuah pasar di suatu sore.

Someone loosened the screws in your head
and launched you toward the city;
even though you come from Bethlehem,
the Home of Bread, you chose a bakery.
And there you pulled the trigger out of yourself,
and together with the Sabbath loaves,
sesame and poppy seed,
you flung yourself into the sky

Continue Reading

Penandatanganan Pesta Blogger 2009

pb-2009Pesta Blogger 2009 semakin dekat. Tak terasa hampir setahun kita melewati keriangan Pesta Blogger tahun lalu. Hari ini seperti yang dilakukan tahun lalu, di tempat yang sama – Departemen Kominfo, Jl, Medan Merdeka Barat Jakarta – telah dilakukan penandatanganan sponsorship sekaligus peluncuran kegiatan Pesta Blogger 2009.

Saya, selaku Chairman Pesta Blogger 2009 bersama Dirjen Aplikasi Telematika, Tjahyana dan Duta Besar Amerika Serikat, Cameron R. Hume.
Hadir pula disana seluruh member of comitee Pesta Blogger, Enda Nasution, Ong Hock Chuan, Chika Nadya, Muhammad Ikhsan, Yati Maulana, Wicaksono, Shinta Dhanuwardoyo, Hanny Kusumawati dan Amril T Gobel.
Tak lupa beberapa teman berasal dari perwakilan komunitas blogger yang kebetulan sedang berada di Jakarta. Cahandong Jogyakarta, Cikarang, Depok, Loenpia Semarang, BHI Jakarta, Siliwangi Bogor, Benteng Tangerang, Angingmammiri Makasar, Balikpapan, Bengawan Solo, BBC Bali, Batagor Bandung dan Medan.

Kalau tak ada aral melintang. Pesta Blogger tetap akan dilakukan di Jakarta pada tanggal 24 Oktober 2009. Sebelumnya akan dilakukan serangkaian mini Pesta Blogger di daerah bersamaan dengan Blogshop, Blogging Workshop.
Kota kota tersebut adalah Balikpapan, Samarinda, Jogyakarta, Bandung, Malang, Makasar, Palembang, Medan, Semarang dan Surabaya.

Continue Reading

Hiruk Pikuk yang usai

jawa4Gadis itu bernama Inggrid Kansil. Saya cukup mengenalnya bertahun tahun lalu ketika sering menjadi model iklan saya. Setelah dia memutuskan menikah dengan Syarif Hassan, politikus dan ketua fraksi Demokrat di DPR, Ingrid lebih berkonsentrasi ke rumah tangganya. Apalagi kini ia menjadi anggota DPR hasil pemilu legislative lalu.

Ada yang menarik bahwa, ia masih membalas ucapan selamat saya dulu atas kemenangan SBY dan partainya. Saya hanye mengutip kitab Niti Praja – yang menjadi acuan orang Jawa – dalam ‘ History of Java ‘ dari Sir Thomas Raffles.

“ Tapi jika seorang raja mengabaikan untuk memberikan kebaikan dan perlindungan bagi rakyatnya, dia telah menyebabkan dirinya ditinggalkan oleh rakyat dan dalam beberapa tingkatan kehilangan kepercayaan mereka. Merupakan kebenaran yang tak bisa dipungkiri bahwa tidak ada seorangpun akan percaya atau tertarik pada seseorang yang tidak bisa dijadikan gantungan “.

Pemilu baru saja usai. Sekali lagi SBY membuktikan masih dipercaya sebagian besar rakyat. Tanpa mengurangi kekisruhan DPT, kecurangan atau apapun. Kita belajar salah satu elemen paling penting dalam demokrasi. Legowo, kerelaan mengakui sang pemenang.

Continue Reading

Dublin

Apa yang menarik tentang Irlandia. Negeri yang banyak gunung gunung, sungai dan danau. Sejak dahulu Bung karno sudah menarik garis kesamaan perjuangan kemerdekaan kedua bangsa ini. Ia pernah menyitir dalam pidatonya bagaimana wakil Irlandia yang duduk dalam parlemen Westminster Inggris Raya, sama dengan wakil Hindia Belanda dalam Tweede Kamer parlemen Belanda.
Sejarah panjang Irlandia memang memiliki kesamaan dengan Indonesia. Negara itu salah satu bentuk kolonialisasi yang tersisa di Eropa. Seperti Indonesia, dimana Islam menjadi salah satu sumber pergerakan nasional. Agama Katolik menjadi simbol pemersatu negeri melawan penjajahan Inggris. Setelah mengalami perjalanan panjang peperangan. Irlandia bisa memproklamirkan kemerdekaannya.

Inggris masih mempertahankan sisa teritorinya di Irlandia Utara dengan alasan melindungi komunitas Protestan dari mayoritas Katolik Irlandia. Sebuah teknik – devide it impera – memecah belah ala Belanda ketika menganggap entitas Ambon atau Papua yang beragama Kristen, bukan sebagai bagian dari Indonesia yang mayoritas Islam.

Kini Irlandia dibagi dua kawasan. Republik Irlandia dengan ibu kota Dublin dan Irlandia Utara dengan ibu kota Belfast. Perang berdarah masih terus berlangsung di kawasan utara sampai awal 2000. Sayap militer ‘ Tentara Pembebasan Irlandia ‘ ( IRA ) dan sayap politik Sinn Feinn selalu memperjuangkan persatuan negeri Irlandia.
Group musik U 2 – asal Irlandia – pernah membuat lagu ‘ Sunday Bloody Sunday ‘ tentang pembantaian berdarah oleh Tentara Inggris di kawasan Irlandia Utara.

Continue Reading