Pembantaian yang tidak tercatat

Di Jawa kami harus menghasut penduduk untuk membantai orang orang Komunis. Di Bali kami harus menahan mereka, untuk memastikan bahwa mereka tidak bertindak terlalu jauh – Sarwo Edhie , Komandan RPKAD.

Ucapan mertua Presiden SBY, itu dalam sebuah konperensi pers awal tahun 1966 antara telah dilaporkan dalam beberapa bentuk. Ini menjelaskan, salah satu sejarah paling kelam dalam bangsa ini, yang tak pernah ditulis dalam buku buku sejarah anak anak kita di sekolah.
Pembantaian mereka yang dianggap komunis paska pemberontakan G 30 S PKI yang gagal.
Kita mestinya sepakat bahwa pengungkapan itu bukan untuk menorah luka lama. Tetapi untuk sebagai bahan pelajaran sehingga tak terulang.

Laporan The Econimist London, berdasarkan informasi ilmuwan ilmuwan Indonesia, mengemukakan bahwa 100.000 orang tewas hanya dalam hitungan bulan Desember 1965 hingg Februari 1966.
Menurut Komisi Pencari Fakta yang dibentuk setelah peristiwa berdarah itu, jumlah korban hanya 78.000 orang. Tapi, Oei Tjoe Tat – menteri negara jaman Bung Karno – yang menjadi ketua tim, justru meragukan penemuan itu. Dalam perjalanannya melakukan penyelidikan ia justru dihambat oleh aparat militer setempat. Ia menyebutkan angka itu terlalu dikecilkan. Dengan menyindir ia menyebut bukan 78.000 tapi 780.000.

Dalam memoarnya, Oei Tjoa Tat menceritakan perjalanannya ke Bali, justru tidak bisa mendapatkan akses kemana mana, karena dikarantina di hotel, akhirnya dia bisa diselundupkan suatu malam, dengan melewati dapur untk bertemu sumber sumber penyelidikan.
Dari situ ia bisa mengetahui pembunuhan yang terjadi terhadap I Gede Puger, Ketua PKI Bali yang bertubuh gemuk. Tubuhnya dipotong potong, sehingga daging lemaknya terburai sebelum akhirnya kepala di tembak. Tidak hanya dia yang dibunuh, juga seluruh anak istrinya.
Bahkan Gubernur Bali, Anak Agung Bagus Suteja yang berafiliasi pada PKI, hilang tanpa bekas.

Suatu saat setelah laporan Komisi Pencari Fakta selesai. Oei Tjoe Tat dipanggil Bung Karno secara sembunyi bunyi.
“ Sst..sini sebentar,. berapa angka yang sesungguhnya..” tanya Bung Karno.
“ Lho khan ada releasenya Pak, sekitar 78.000 “.
“ Sudahlah saya tidak percaya “ sergah Bung Karno
Oei Tjoe Tat lalu melihat sekelilingnya karena takut ada yang mendengar. Lalu ia membisiki Bung Karno,
“ Ya..dikalikan 5 kali lipat saja pak dari angka itu “.
Kelak Oei Tjoe Tat ditahan rezim orde baru karena dianggap sebagai orang Soekarno.

Anehnya Komkaptib, lembaga bentukan Orde baru yang sangat berkuasa dan dapat menentukan hidup matinya seseorang. Dalam laporannya, menyebutkan angka hampir sebesar 1 juta orang, dengan perincian 800,000 korban di Jawa dan 100.000 korban di Bali dan Sumatera.
Besarnya angka itu juga menunjukan adanya praktek genosida ( genocide ) yakni menghilangkan kelompok tertentu.
Jika Pol Pot melakukannya pembantaian untuk menghilangkan kelas borjuis dan intelektual dalam beberapa tahun. Di Indonesia mereka melakukan pembantaian dalam hitungan bulan.

Ada beberapa cara penghitungan selain sumber sumber resmi di atas, seperti menghitung jenasah yang menjadi korban pembantaian – termasuk membongkar kuburan kuburan – walau agak sulit, karena banyak kejadian dengan membuang korban di jurang, hutan, tempat tempat terpencil atau membuat kuburan gelap.
Ada cara lain, meminta kesaksian dari korban yang kebetulan selamat, orang yang menyaksikan atau pelakunya sendiri.

Maskun Iskandar & Jopie Lasut, pernah mempublikasikan “ Laporan dari daerah maut Purwodadi “ dalam Koran ‘ Indonesia Raya tanggal 17 Maret 1969. Mereka menemukan tentara pangkat rendah dan dijuluki James bond agen 007 oleh rekan rekan instansi militernya. Dijuluki demikian karena memiliki lisensi membunuh seperti agen rahasia Inggris itu, dan dalam suatu kendurian warga, ia berkoar koar telah membunuh ratusan orang komunis.

Cara lain adalah dengan teknik demografi, membandingkan jumlah penduduk suatu daerah sebelum dan sesudah kejadian. Walau cara ini kurang efektif.
Ada cara lain yakni dengan metode intuisi, yakni secara moderat tidak terlalu kecil dan tidak dibesar besarkan. Robert Gribb yang menulis ‘ The Indonesian Killings ‘ menyebut 500 ribu sebagai angka yang wajar.
Jumlah tersebut didukung teknik yang dibuat Iwan Gardono, dalam disertasinya ‘ The Destruction of the Indonesian Comunist Party ( a comparative analysis of Esat Java and Bali ) di Harvard University tahun 1992. Ia menjumlahkan semua angka pada 39 artikel / buku yang mengulas pembantaian 1965 / 1966 dan membagi dengan 39 sehingga diperoleh angka rata rata 430.590 orang.

Statistik itu tidak menunjukan perasaan sesungguhnya, tidak menggambarkan ketika orang dibunuh dengan dingin, diperkosa serta kengerian yang luar biasa terjadi. Selain itu sebuah tanda tanya kenapa aparat militer tidak mencegah kejadian itu, justru membiarkan pembantaian itu terjadi.
Ucapan komandan RPKAD diatas menjelaskan bagaimana keterlibatan militer secara tidak langsung dalam pembantaian ini.

Terutama di Jawa, angkatan darat dengan kesatuan RPKAD menyebarkan daftar nama nama anggota PKI yang harus dibunuh, serta melatih organisasi pemuda sipil untuk bisa menguasai teknik dasar pertempuran – baca pembantaian.
Dalam pidatonya di Bogor tgl 18 Desember 1965, di hadapan mahasiswa HMI. Bung Karno meminta agar HMI ‘turba’ – turun ke bawah untuk mencegah pembunuhan massal di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pembantaian sangat keji. Orang disembelih, dipotong dan dibunuh begitu saja.
Bahkan orang tidak berani menguburkan jenasah korban.

Lebih jauh Bung Karno menggambarkan , “ Awas kalau berani ngrumat jenasah. Engkau akan dibunuh. Jenasah diklelerkan begitu saja, dibawah pohon, dipinggir sungai. Dilempar bagai bangkai anjing yang sudah mati “.

Bahkan dalam iring iringan mobil Bung Karno di Jawa Timur. Salah satu mobil diberhentikan, dan penumpangnya diberi bungkusan berisi kepala pemuda rakyat.

Pembunuhan orang orang Komunis ini terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Sebagian Sulawesi, Pulau Jawa, Bali, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Di Jawa kerusuhan anti komunis menyebar di seluruh penjuru pulau, dengan konsentrasi di pedesaan. Di Surabaya, muslim Madura adalah kelompok terbesar yang melakukan pembantaian, sementara di daerah lain unit unit militer, kelompok warga sipil yang sebagian besar anggotanya adalah para pemuda yang bergabung dengan partai politik antikomunis.

Disini Ansor yang berafiliasi dengan NU memainkan peranan penting dalam pembantaian ini. Gus Dur dalam masa jabatan kepresidennnya pernah menyuarakan rekonsiliasi serta permintaan maaf atas pembunuhan yang dilakukan orang orang Ansor dan banser NU.

Di Jawa tengah dan Jawa Timur sebagai ladang pembantaian utama mulai dari wilayah Banyumas, Solo, Klaten, Boyolali, Purwodadi sampai Pati. Sementara di timur, mulai dari Kediri, Ponorogo dan yang paling parah daerah Probolinggo, Pasuruan, Situbondo sampai Banyuwangi.
Bahkan Ansor sampai harus menyebrangi selat Bali, membantu membantai orang orang komunis di daerah bali barat.

Awalnya memang orang orang Komunis sempat diatas angin, dengan menangkapi tokoh tokoh agama atau tokoh masyarakat yang berafiliasi dengan PNI. Beberapa pertempuran terjadi antara komunis dengan Ansor, kaum nasionalis dan pemuda Kristen.
Namun sejak RPKAD mengirim satu batalyon menuju Jawa Tengah pada tgl 17 Oktober 1965. Keadaaan berubah drastis. Pihak komunis menjadi terdesak, dan dibantai sampai keluarganya atau kerabatnya.
Banyak pembunuhan terjadi karena amuk massa atau fitnah dari orang orang yang tidak suka kepada mereka yang dicurigai simpatisan. Padahal bukan komunis.

Di daerah Klaten, pemuda nasionalis membentuk satuan khusus yang dinamakan ‘ Pasukan Banteng Serba Guna “ bekerja sama dengan pemuda pemuda Islam dan pemuda Kristen yang membentuk “ Barisan Pengawal Yesus “. Mereka mendapat latihan militer dari satuan RPKAD yang berbasis di Kandang Menjangan dan Kartasura.

Beberapa laporan tentang pembunuhan di daerah Jawa Timur :

1. Lawang, Kabupaten Malang. Para anggota dan simpatisan PKI yang akan dibunuh dikat tangannya. Lalu segerombolan pemuda Ansor bersama satu unit tentara Zeni Tempur membawa ke tempat pembantaian. Para korban satu persatu digiring ke lubang. Mereka dipukuli dengan benda keras sampai tewas. Lalu kepala mereka di penggal. Ribuan orang dibunuh dengan cara ini. Lalu pohon pohon pisang ditanam diatas kuburan mereka.

2. Singosari , Malang. Oerip Kalsum, seorang lurah wanita desa Dengkol, Singosari dibunuh dengan cara tubuh dan kemaluannya dibakar, lalu lehernya diikat sampai tewas.

3. Tumpang, Kabupaten Malang. Sekitar ribuan orang dibunuh oleh tentara dari Artileri Medan ( Armed I ) bekerja sama dengan Ansor. Mayat korban dikuburkan didesa Kunci.

4. Kabupaten Jember. Pembantaian dilakukan oleh Armed III. Tempat pembantaian perkebunan karet Wonowiri dan Glantangan serta kebun kelapa Ngalangan. Sementara di Desa Pontang pembantaian dilakukan oleh kepala Desa dan pensiunan tentara.

5. Nglegok. Kabupaten Blitar. Japik seorang tokoh Gerwani cabang setempat dan seorang guru, dibunuh bersama suaminya. Ia diperkosa berkali kali sebelum tubuhnya dibelah mulai dari payudara dan kemaluannya. Nursamsu seorang guru juga dibunuh, dan potongan tubuhnya digantung di rumah kawan kawannya. Sucipto seorang bekas lurah Nglegok dikebiri lalu dibunuh. Semuanya dilakukan oleh pemuda Ansor.

6. Garum, Kabupaten Blitar. Ny Djajus seorang lurah desa Tawangsari dan seorang anggota Gerwani. Hamil pada saat dibunuh. Tubuhnya dibelah sebelum dibunuh.

7. Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Beberapa guru, kepala desa ditangkap oleh pemuda Ansor, lalu disembelih dan mayatnya dibuang ke sungai. Beberapa kepala guru dipenggal dan ditaruh diatas bamboo untuk diarak keliling desa.

8. Kecamatan Pare, Kediri. Suranto, seorang kepala sekolah menengah di Pare. Ia bukan anggota PKI, tetapi anggota Partindo. Ia bersama istrinya yang sedang hamil 9 bulan di tangkap pemuda Ansor. Mereka dibunuh, perut istrinya dibelah dan janinnya dicincang. Selama seminggu setelah kejadian itu, kelima anak anak Suranto yang masih kecil kecil tidak punya siapa siapa yang akan menolong mereka, karena para pemuda Ansor memperingatkan tetangga, bahwa barang siapa menolong anak anak iti tidak dijamin keselamatannya.

9. Kecamatan Keras, Kabuaten Kediri. Tahanan dibawa naik rakit oleh pemuda Ansor, dan disepanjang perjalanan mereka dipukui sampai mati, lalu mayatnya dibuang di bantaran sungai.

10. Kabupaten Banyuwangi. Pembantaian dilakukan mulai tgl 20 November 1965 sampai 25 Desember 1965. Kemudian terjadi lagi 1 Oktober sampai 5 Oktober 1966 serta pembantaian terakhir sejak Mei 1967 sampai Oktober 1968. Pembantaian dilakukan oleh regu regu tembaj dari Kodim 08325, pemuda Ansor dan Pemuda Demokrat. Mayat mayat dikubur dilubang lubang yang sudah disiapkan. Umumnya satu lubang memuat 20 25 orang.
Dengan menggunakan truk pinjaman dari pabrik kertas di Banyuwangi ratusan korban disiram minyak tanah dan dibakar lalu dilempar ke jurang di Curahtangis, antara jalan Banyuwangi dan Situbondo. Dalam banyak kasus, perempuan perrempuan dibunuh dengan cara ditusuk dengan pedang panjang melalui vagina sehingga perut mereka terbelah. Kepala dan payudara mereka dipotong potong lalu dipamerkan di pos pos jaga yang ada di sepanjang perjalanan.

Selain Curahtangis diatas, ada tempat seperti Merawan, Curahjati – sebuah hutan jati, Desa bulusan dan Ketapang di daerah pantai yang menjadi tempat pembantaian massal. Bahkan di daerah Tampuh, sebuah desa perkebunan terpencil, sejumlah anggota PKI ditembak yang dipimpin oleh komandan kodim setempat.

Sulit mengatakan jika militer dan petinggi organisasi massa tidak terlibat, jika contoh kasus pembantaian di Banyuwangi justru dipimpin oleh Kolonel Sumadi (Komandan Korem 083), Letkol Djoko Supaat Slamet (Komandan Kodim 18325) , Dja’far Maruf( Ketua PNI cab. Banyuwangi ) Kiai Haji Abdul Latief ( Ketua NU cab. Banyuwangi )
Ketika Tim pencarifakta yang dipimpin Oei Tjoe Tat turun disini pada tanggal 25 Desember 1965. Jumlah korban sedah mencapai 25.000 orang.

Banyak orang yang tidak tahu apa apa harus ikut membayar nyawanya karena amuk massa. Kerabat, tetangga, bayi bayi yang tak berdosa.
Bagaimana kita menjelaskan fenomena ribuan orang orang Bali yang pasrah, lalu berpakaian putih putih berjalan menuju tempat penjagalan, serta berdiam diri menunggu datangnya algojo.

Bagaimana kita menjelaskan puluhan ribu guru yang hilang dari sekolah sekolah dalam periode tersebut. Mereka tak tahu apa apa tentang politik, sehingga bergabung dengan gerakan sempalan PGRI non vaksentral, yang memberi semboyan jika Guru lapar mereka tak bisa mengajar. Sejumlah data menyebut angka 30.000 rib sampai 92,000 ribu guru dibunuh.
Dari 120 orang yang dibunuh di Desa Margosari Klaten, terdapat sejumlah 80 orang guru sekolah.
Juga para seniman yang memiliki minat khusus terhadao wayang, atau reog sehingga diasosiasikan terhadap Lekra.

Dengan belajar memahami sejarah, kita mengenal bangsa sendiri. Sejarah adalah cermin. Sehingga kita bisa bercermin tentang siapa diri kita sebenarnya. Tentu saja berharap kita bukan bangsa pendendam.

Sumber :
*Robert Cribb, The Indonesian Killings
*Memoar Oei Tjoa Tat
*Hermawan Sulistyo, Forgotten Years, Indonesia’s missing history of mass slaughter ( Jombang – Kediri 1965 -1966 )

You Might Also Like

423 Comments

  • orbaSHIT
    February 21, 2013 at 9:14 pm

    @anti korupsi ini baru komen cerdas….tidak seperti si OTAK UDANG yg hanya ngoceh kek kaset kusut….seperti kata sejarahwan JJ rizal…sejarah indonesia itu dimanfaatkan PENGUASA untuk mengelabui RAKYAT JELATA…banyak daerah “abu-abu” yg tabu untuk disentuh dan dipelajari andaikan PKI menang di tahun ’65 dan melakukan pembantaian pun mereka akan dicatat sejarah sebagai penjahat kemanusiaan sama seperti POL POT cs….. HISTORY repeats it self..yg jadi pertanyaan gw lama adalah mengapa KEJAHATAN dan KESADISAN DI/TII tidak pernah terekspos??? apa ada hubunganya dengan agama “tertentu”, apa karena para ex DI/TII dimanfaatkan opsus ali murtopo?? jadi track record dan dokumen2x mereka sengaja “dihapus” dr sejarah indonesia?

  • deddy/ORLA SHIT
    February 21, 2013 at 9:54 pm

    halah… lu tu binatang najis lu..gonggong aja lu bisanya…dasar binatang…! ha..ha….gonggong trus!

  • deddy/ORLA SHIT
    February 21, 2013 at 9:56 pm

    KAMU ANAK KETURUNAN PKI…NGERASA KURANG PUAS LU NJING…AYO…BERONTAK AJA LAGI BIAR AKU BISA CARI KAMU DAN KELUARGAMU…

  • deddy/ORLA SHIT
    February 21, 2013 at 10:11 pm

    ORLA = ZAMAN KERUSAKAN DAN KENISTAAN INDONESIA MENURUT KACAMATA ISLAM (TIDAK ADA KACA MATA PKI TU YG NGEYEL ITU SINTING/GA PAKE PIKIRAN 2 PKI) PADA ZAMAN ORLA ITU DIPERBOLEHKAN PARTAI NAJIS KAFIR= PKI UNTUK BERDIRI BEBAS SEJAJAR DENGAN ISLAM YG MULIA (DAN INI GA MUNGKIN LAH…ISLAM MENGAJARKAN TAUHID KEPADA ALLOH…INI PKI, MENGAJARKAN BAHWA HIDUP HANYA UNTUK MELULU DIDUNIA/ UNTUK TIDAK PERCAYA PADA ALLOH SWT DAN SEMUA SAMA..TIDAK ADA ORANG BERILMU AGAMA ATAU PETANI SEMUA HARUS SAMA…GURU DIHINA, KYAI DIBUNUH, SANTRI DICINCANG…SANGAT BERLAWANAN DENGAN ISLAM YANG MENGATAKAN BAHWA ORANG BERIMAN DAN BERLIMU AKAN DITINGKATKAN DERAJATNYA BEBERAPA DERAJAT…ALHAMDULILLAH ZAMAN ORBA PKI DIBERANGUS HABIS…!!! BAGAIMANAPUN PENDAPAT KAMU ….SHIT, ZAMAN ORLA MENURUT ISLAM JAAAUUUUUH KESESATANNYA DAN BESAAARRR MUDHOROTNYA DIBANDINGKAN ZAMAN ORBA…BAGAIMANA ORANG YG MENYEBARKAN PRINSIP KETIDAKPERCAYAAN TERHADAP ALLOH SWT DIANGGAP PEJUANG/PAHLAWAN BANGSA…YAKINLAH PKI AKAN BERONTAK LAGI…DAN YAKINLAH AKU AKAN DIGARDA TERDEPAN UNTUK MEMBASMI PKI SAMPAI KE AKAR-AKARNYA….MARIIIII…AKU TUNGGU…AKU GA SABAR…KALIAN BINATANG NAJIS MAJU AJA RAME-RAME…KAMI GA TAKUT..DAN MATIPUN KAMI MASUK SURGA BILA KALIAN BUNUH…MAKA…MARIII AKU TUNGGU KALIAN…ANAK2 PKI…MARI …..

  • Anti Korupsi
    February 22, 2013 at 2:54 am

    @dedy: maaf bung dedy,disini ga ada yg menjelek2an islam. Sayapun org muslim. Saya jg ga suka dgn kelompok yg ga percaya Tuhan. Tp blog ini dibuat bkn utk menyudutkan masing2 pihak. Baik itu muslim,non muslim or parpol yg turut/tdk terlibat dlm pembantaian di masa lalu. Tp utk mengekspos fakta bahwa jumlah korban2 di era orba itu tak terhitung jumlahnya. Dan yg disayangkan smua tertuduh tdk mendapatkan pengadilan yg layak dan lgsg dieksekusi di tmpt dgn cara yg tdk berperikemanusiaan. Saya tanya kpd anda sekali lg…anda yg mengaku benci pki tp andaikata anda jaman dlu dituduh dan dihasut oleh org lain klo anda pki,dan smua org percaya…bagaimana perasaan anda? Terlepas dr bersalah ato tdknya pki,itu hanya org2 dlu yg tau. Fakta2 yg ada skrg itu saya rasa msh 50-50. Knp? Siapa yg bs menjamin klo fakta yg ada itu jg bkn hasil rekayasa?? Saya org muslim bung,tp saya berusaha open minded. Jgn anda diajarin A,B,C..anda akan percaya gitu aja tanpa belajar E smp Z. Orba memakan korban ga cm 1-2x kejadian. Apa anda pernah menonton video pembantaian 400 org di timor timur/ambon (saya lupa) yg dikomandoi oleh prabowo? Ga ada di tv indonesia berita2 semacam itu. Byk lg kejadian2 spt itu..pembantaian anggota PDI di markasnya (dekat cikini),petrus, penculikan2 mahasiswa yg dianggap terlalu vokal. Apa smua yg dibantai orba itu PKI? Sayapun yakin,klo apa yg saya tulis ini msh di jaman orba. Dlm 2 hari ke dpn,saya cm tinggal nama aja. Jd tolonglah,diskusi dgn pikiran jernih. Utk apa anda mencaci maki org lain dgn kata2 kotor dan mengancam sambil membawa nama2 Allah? Itu cuma menjatuhkan kita sendiri sbg umat islam di mata org lain bung. Sdh cukup rusak harga diri n kesucian ajaran islam oleh seorg manusia yg bernama Ossama bin Laden. Jgnlah anda perburuk dgn tingkah laku anda. Jika ingin diskusi,lakukanlah dgn intelektual dan bkn nafsu emosi krn ajaran islam sejati tdk mengajarkan spt itu. Maaf klo comment saya menyinggung perasaan beberapa pihak dan maaf klo comment saya sedikit menyimpang dr tujuan awal blog ini. Terima kasih

  • deddy/ORLA SHIT
    February 22, 2013 at 8:07 am

    ok bung anti korupsi…saya bisa menangkap kok, apa yg anda maksud dan apa yg anda inginkan…tapi kalau berhitung soal korban bung..tunggu dulu ya….orlapun banyak… sekali menghilangkan nyawa orang2 dalam peristiwa DI/TII, Andi Aziz, Kahar Muzakar, Rms, PRRI/permesta, korban2 yg dibunuh pki (periode 1948-1966, itu banyak bung, jutaan bung… jadi jangan tendensius lah) yang fair lah…kita sama-sama mengetahui semua..orang-orang yg dibunuh pada rezim orlapun banyak yang tidak memakai pengadilan..dan apakah anda bisa menjamin orang2 yang dibunuh rezim orla itu memang orang yang pantas mati…? bisa kah anda menjamin…? kalau anda mau menjelek-jelekkan orba…ok…tidak masalah…tapi usut tuntas dulu semua kejahatan kemanusiaan terhadap manusia-manusia yang dicabut hak hidupnya oleh rezim orla…bagaimana nasib anak istrinya? bagaimana tentang nama baik keluarganya tercoreng? dan bagaimana masa depan anak keturunannya? kalau pengadilan itu memang negara lakukan…. insyaAlloh pemegang kekuasaan atas Negara Indonesia dalam periode rezim orla yang mensetujui pembantaian jutaan manusia Indonesia yang lain itu akan dikenakan hukuman juga (bagi mereka yg masih hidup) dan bagi yang sudah meninggal akan dikenakan hukuman berupa pencopotan semua hak-haknya untuk menyandang gelar PAHLAWAN…karena kejahatan kemanusian yang tak terperi tersebut….(jadi jangan hanya korban pki aja yang anda bahas…semua harus dibahas dan dihukum…biar sejarah Indonesia bisa betul-betul clear…! saya yakin akan banyak pencopotan gelar pahlawan2 kita (krn mereka bertanggung jawab atas terjadinya genocide atas bangsa sendiri…dan kata2 anda itu kok aneh gitu ya, seperti anda ini tidak faham hukum saja), dan untuk anda ketahui: memanglah saya hidup dizaman orla bung! dan andaipun saya dihasut (seperti keinginan alur pikiran yang anda gulirkan itu) insyaAlloh tidak mungkin terjadi bung, kenapa? karena saya selalu menampakan diri yang sedikitpun tidak tampak sebagai anggota pki, sebab saya ini selalu menunjukkan diri saya sebagai seorang muslim yang taat, saya sholat 5 kali sehari di MASJID bung (itu sebagai pembeda), masa orang yang ke masjid sholat 5 waktu sehari difitnah sebagai seorang pki yang najis kotor itu? ya tidak masuk akal bung…apalagi keluarga saya di kampung banyak jumlahnya dan semuanya adalah orang muslim yang taat dan pasti sangat anti pki….tak mungkin lah angan2 anda itu (mungkin anda sering bayangin diri anda sendiri yg tidak sholat lima waktu di masjid ya…? kalau itu sih mungkin2 saja terjadi anda bisa jadi difitnah dan dibunuh…orang anda tidak tampak sama sekali berbeda dengan penampilan pki…), jadi bisa dipastikan saya pasti terlihatlah oleh orang lain sebagai bukan pki krn orang2 akan melihat background saya yang orangnya hanya mau berkumpul dengan orang2 sholih dan para santri..tidak mungkin lah saya senang “kongkow2” dengan orang-orangnya pki najis itu….saya ulangi ya bung…tidak akan saya kumpuli itu anggota2 pki, atau bahkan simpatisannyapun saya tak sudi untuk bersama mereka biarpun cuma sekedar untuk bercakap-cakap, faham anda..? pki dan ISLAM tak mungkin untuk bersatu.

  • orbaSHIT
    February 22, 2013 at 11:05 am

    @OTAK UDANG alllaaaahu ackberrr let’s behead this INFIDEL heads and rape all women!!!…..cocok buat lu tuh LoL 🙂

  • orbaSHIT
    February 22, 2013 at 11:12 am

    TOLOL!!! PKI tuh asalnya dari SYARIKAT ISLAM dasar ZOMBIE ORBA lu……taon ’65 kl lu dan klompok ISLAM kgk didukung angkatan darat kemungkinan pertempuran bisa seri HA-HA jd jangan sombong lu 😉 lu ngebanggaain agama LU tp liat perbuatan “oknum” agama lu di luaran nyet….dasar teroris lu! skali teroris tetap teroris…ge juga kgk sudi deket2x ama lu nyeet 😛

  • Anti Korupsi
    February 22, 2013 at 1:13 pm

    @dedy : Lho,knp jd orla hrs disinggung2? Anda kan liat sdr judul diatas? “Pembantaian tidak tercatat, Orba”. Klo anda ingin orla jg dibahas,buatlah blog anda sdr yg memuat ttg orla. Mari kita diskusikan lg di blog anda. Ttg sholat 5 waktu itu adalah urusan saya dgn yg Allah. Saya ga prlu berkoar2 ttg bgmn berimannya saya krn itu adalah RIA. Klo anda memang mendalami Islam sedalam2nya, knp yg keluar dr mulut anda hanya kata2 dengki,merendahkan org lain dan membunuh manusia yg tdk percaya agama?? Anda tidak membaca diatas bahwa banyak dr korban2 diatas yg sebelum dieksekusi meminta ijin dlu utk wudhu dan sholat? Dan byk jg yg guru2 yg dibunuh jg merupakan kyai. Apakah mereka itu pki yg tdk percaya agama? Bukan bung…jaman yg serba kekuranganlah yg menyebabkan mereka membuthkan beras utk makan. Dan mereka menerima pemberian beras oleh pki demi anak dan istri mereka. Krn hal tersebut mereka langsung dicap pki dan dibunuh. Itulah yg dinamakan korban. Dan dgn anda mengamini pki dihabisi sampai ke akar2nya tanpa mengetahui kebenaran tsb, berarti anda termasuk yg mensyukuri korban2 tsb dihabisi. Anda blg klo anda tdk mungkin spt mereka? Berarti anda takabur bung dedy. Smua tdk ada yg tdk mgkn di dunia….krn takdir sudah ditentukan oleh yg diAtas!! Kita cuma bisa berusaha…. Sekian dan terima kasih

  • deddy/ORLA SHIT
    February 22, 2013 at 6:37 pm

    ha…ha…anjing pki dan orla menggonggong lagi…hush…hush…!ha…ha….anjing-anjing!

  • deddy/ORLA SHIT
    February 22, 2013 at 6:43 pm

    bung yang mau meninggal 2 hari lagi…ya kalau berdebat ngapain bikin blog2 baru lagi disini aja kita debat emang kenapa?apa anda takut kalau kebenaran akan terbongkar…? fakta2 akan jelas mengarah dan menyatakan dengan lantang….bahwa orla itu ternyata memang merupakan rezim setan?

  • deddy/ORLA SHIT
    February 22, 2013 at 7:01 pm

    maaf bung yang mau meninggal (mengutip perkataan anda sendiri, …maaf sekali maaf…) saya katakan mungkin anda kurang mengerti ISLAM, karena bagaimana mungkin orang yang mengerti ISLAM perkataannya seperti anda…seorang MUSLIM sejati pasti bisa dibedakan dengan pki yg kotor dan najis itu…! tidak perlu dipertanyakan lagi, dari pemikiran, sikap dan ucapannya memang dah berbeda jauh. dan anda bisa-bisanya mengatakan saya takabbur (bukan takabur), riyya'(bukan RIA)…apa anda mengerti artinya…?(he..he…he…coba sebutkan/paling2 di internet dapetnya…he..he…he…)

  • Anti Korupsi
    February 22, 2013 at 8:24 pm

    Ternyata memang benar. Susah diskusi dengan org fanatik tanpa logika spt anda. Inilah org2 yg gampang sekali dijadikan teroris “jihad”. Sekian dari saya

  • deddy/ORLA SHIT
    February 22, 2013 at 11:03 pm

    salah bung…saya cinta Indonesia dan bukan teroris…tapi kalau ISLAM diganggu saya InsyaAlloh akan menuntut bela. selamat jalan ya…

  • deddy/ORLA SHIT
    February 22, 2013 at 11:07 pm

    HAVE NICE TRIP YA…TAPI KALAU PERJALANANNYA TIDAK INDAH SEPERTI YANG DIBAYANGKAN…JANGAN SALAHKAN ORBA YA…APALAGI SALAHKAN SAYA (HE…HE….), SEMUA ITU KARENA DARI HASIL PERBUATAN ANDA SENDIRI BUKAN KARENA ORANG LAIN.

  • Manusia Biasa
    February 28, 2013 at 11:18 am

    Nuwun sewu, saya ikut nimbrung semata-mata karena saya banyak dibicarakan di blog ini.

    Saya seorang PKI. Orang yang Anda ributkan selama ini.
    Bagi yang ingin mencaci-maki, monggo saya persilahkan.
    Apakah karena saya PKI berarti saya seorang Atheis? Ya jelas. Malah yang ragu layak diragukan keimanannya.
    Apakah saya ikut membunuh 7 Jendral? Ya jelas, silahkan Anda merasa yakin akan hal itu.

    Apakah saya menyesal telah membunuh Jendral? Sama sekali tidak. Malah bangga.
    Nah, jika nurani Anda bertanya: kenapa saya tidak menyesal dan malah bangga setelah membunuh? Jawabnya pada posting yang akan datang.
    Terimakasih.

  • cerdas
    March 4, 2013 at 2:46 am

    Itu smua cuma rebutan wilayah amrik/rusia. Semua itu cuma Rebutan. Gak ada yg bener. Yg cepat yg dapat. Kebetulan yg menang amrik melalui pak harto. Kalian semua koq guoblok kabeh mau2nya di bodohi amrik/rusia.

  • Manusia Biasa
    March 5, 2013 at 12:39 pm

    Kenapa saya tidak menyesal setelah ikut membunuh Jendral? Ya jelas aja. buat apa menyesali suatu keterlibatan yang cuma sebatas tuduhan.

    Segoblog-goblognya orang yang pernah sekolah mustinya tahu bahwa seseorang tidak mungkin terlibat dalam pembunuhan yang terjadi jauh sebelum dia lahir. Tapi sayang sekali, logika telah dimatikan oleh propaganda. Yang tidak masuk akalpun diterima sebagai kebenaran. Maka melekatlah stempel PKI, penghianat, kafir dll. pada keluarga kami lengkap dengan cacimaki, kebencian dan ketidak-adilan. Saat SMP, guru agama saya sangat bersemangat bila menemukan alasan untuk menghukum saya. Padahal, kami seagama. Pernah dalam ujian semester, saya tidak diberi naskah soal, cuma diberi lembar jawaban. Guru lain tidak berani membela. Saya baru dapat soal setelah ada pengawas dari sekolah lain.

    Propaganda besar-besaran dan terus-menerus telah membuat kaburnya kriteria dan hilangnya hakikat. Maka kriteria ‘kafir atau tidak kafir’, penghianat atau pahlawan atau cuma korban, dibunuh oleh PKI atau dibunuh karena dianggap PKI, dan sebagainya; semua bisa dipelintir sesuai kepentingan para pelaku kudeta sebenarnya yang kemudian menjajah Indonesia selama 32 tahun.

    Maka terjadilah IRONI-IRONI BESAR.
    Pancasila secara verbal diagung-agungkan, tapi de-facto ditinggalkan. Kalau toh digunakan, sebatas sebagai alat memaksakan kehendak.
    Banyak orang yang merasa berTuhan, tapi tanpa sadar telah mengangkat Soeharto sebagai Tuhan. Apapun yang dikatakan Soeharto, mereka “sami’na wa atho’na”, mereka mendengar dan mereka langsung percaya tanpa dinalar.
    Indonesia menjadi negara feodal berwajah Republik. Republik tapi sesungguhnya feodal. Negara yang sangat kaya namun orangnya hidup dalam kemiskinan. Kemiskinan yang gemerlap. Gemerlap yang dipaksakan.
    Statusnya negara merdeka, tapi dalam banyak hal tidak bisa menjadi tuan di negeri sendiri.
    Dan masih banyak ironi-ironi lain yang bersumber dari terbelenggunya nalar sehat.

    Masa lalu memang sudah berlalu. Saatnya menyongsong masa depan. Itu terdengar bijak. Namun salah persepsi terhadap masa lalu bisa menimbulkan salah dan masalah di masa datang. Buruknya masa sekarang, karena salah di masa lalu. Jika sejarah tidak diluruskan dan sendi-sendi pendidikan tidak ditegakkan kembali, maka keburukan akan berlanjut ke masa datang. Akankah kita biarkan? Kebohongan harus dibongkar. Itu syarat mutlak untuk kembali menjadi bangsa yang besar. Kebohongan besar itu telah merembet ke semua sisi kehidupan. Itu sumber keterpurukan negeri ini. Akankah kita biarkan berlanjut?

    Right or wrong, my country. Itu betul. Itu juga berlaku bagi saya meski saya hidup dalam berbagai fitnah dan ketidakadilan di negeri saya sendiri, oleh bangsa saya sendiri. But when something is wrong with our country, it is our call to make it right.

  • Nugraha Fahrul
    March 7, 2013 at 3:54 pm

    Mas@dedy/ORLA saya salut akan semangat anda sekaligus prihatin. Juga mas ORBA SHIT yang penuh pengetahuan tapi terselimut kemarahan. Dear @Manusia biasa yang terlahir harus mengalami kekejaman ato bullying dikala sekolah, saya mohon maaf tidak bisa bertakdir di samping anda berbagi untuk hal itu.
    Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita minta dilahirkan. Tetapi di blog ini kita di pertemukan. Inilah potret bangsa kita yang sangat majemuk. hilangkan kemarahan..jangan terpancing untuk menghujat.
    Karena dari hanya dari tulisan kita tidak bisa bercakap panjang lebar. Cobalah untuk berempati terhadap yang laen. Bangsa ini telah hancur karena kebrutalan politik. Jadilah pribadi yang santun dan menghormati orang lain. Ajarkan kepada anak cucu untuk berbuat kebaikan dan kebajikan. Jangan takut masuk neraka karena ALLAH adalah ar rahim ato ar raheem ( takut dimarahi mas ORLA SHIT kalo salah nulis..he he…)
    Sejarah G 30 S saat ini tengah di godok di DPR untuk dibaca ulang, mari kita berharap dari situ aja agar langkah selanjutnya dapat diambil bangsa ini. ( terlepas dari “DPR” kita yang begitulaaah ) http://www.jpnn.com/read/2013/01/30/156249/Dokumen-Rahasia-G30S-Segera-Dibuka-
    Seperti komentar saya sebelumnya. Kita semua adalah KORBAN. Demi maju dan bermartabatnya Indonesia mari kita belajar menghormati satu dan yang laen. Wassalam.
    * by the way kok mas imam gak jadi penengah sih…

  • Manusia Biasa
    March 8, 2013 at 11:20 am

    @Nugraha, trims empatinya.

    Marah dan benci memang pernah terjadi, tapi sudah berlalu. Sudah menyusut dengan bertambahnya umur. Yang tersisa sekarang adalah keprihatinan atas yang ada sekarang. Penyerbuan Mapolres OKU oleh TNI adalah pernik-pernik kebodohan yang tersisa. Bagi orang lain mungkin dianggap tidak terkait, tapi bagi saya sangat terkait. Peristiwa 65 menghasilkan pembodohan masal dan paradigma keliru, adab dan norma dikalahkan oleh arogansi kekuatan, lalu memicu peristiwa-peristiwa itu. Itu cuma segelintir dari ribuan kasus.

    Meski ada upaya membuka sejarah, disisi lain mesin-mesin propaganda dan kebohongan masih aktif sampai sekarang. Tulisan-tulisan mereka masih sering muncul di media, paling sering di bulan Agustus sampai Oktober. Para pendukung orde baru dengan seragam berbeda masih mengusai ruling elite negeri ini dan siap menghadang segala upaya untuk meluruskan sejarah.

    Sekarang kita berpikir ke depan. Kemajuan akan sangat sulit dicapai jika kita masih meletakkan upaya memajukan bangsa diatas pondasi ketidakjujuran. Masalah demi masalah akan terus muncul jika kita masih dijajah oleh kebodohan. Ini tanggung-jawab kita.

    Trims, semuanya.

  • mama deddy
    March 11, 2013 at 10:05 pm

    Sejarah kekejaman soeharto, teror atas rakyat Indonesia: http://t.co/6nFHYE4Xos

  • Al adn
    March 15, 2013 at 11:14 pm

    Musuh kita sebenarnya adalah Setan/iblis, yg berusaha menjebloskan manusia supaya kejam,serakah,menghalalkan segala cara,tidak adil/tutup mata, yg akhirnya membuat manusia tidak percaya Allah sebagai Tuhannya manusia.Cara kerja setan :
    1. Membuat bodoh manusia
    2. Memiskinkan
    3. Mengadu satu manusia dg yg lain, menceraiberaikan
    4. Membuat malas manusia
    5. Menaikan emosi.
    6. Menyombongkan manusia.
    Masalah orba, orla, perang dunia, perang vietnam, peristiwa poso, perebutan kekuasaan, politik, pki, zionis, hitler dll itu sebenarnya ya ulah syaiton, iblis dgn tujuan ASAL yaitu menyesatkan manusia agar tidak menyembah Allah dgn benar.
    Menyembah Allah dgn benar, artinya ya melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kalau membunuh tanpa hak (tanpa peradilan), menutupi informasi, mengambil milik org lain scr paksa, menghujat/mengumpat/mencela berlebihan, tidak mengakui kebenaran dr lain pihak/sombong,memaksakan kehendak/pendapat, memperbudak, kita lakukan, berarti kita sudah terjerumus bujukan Setan, alias Setan/iblis telah berhasil mempengaruhi untuk menyesatkan kita. Hati-hati, kita akan makin jauh thd Allah.
    Jadi, marilah kita lakukan:
    1. Galilah informasi dr berbagai sumber, tapi tetap waspada dan berpikir jernih.
    2. Mulai dari diri sendiri, belajar dr siapapun,apapun, bahkan ketika sendirianpun
    3. Berbagilah rejeki dgn org lain, ingatlah !! Kebayakan peperangan,penindasan dimulai karna alasan
    perut!!
    4. Bersosiallah, bekerjalah, minimal buat diri& keluarga, TAPI jgn serakah, berbagilah,karna rejeki
    rejeki/makanan&perhiasan itu cukup buat semua org,SETAN dan iblis saja yg membuat takut
    Seolah ga cukup buat semua orang.
    5. Bersatulah,hilangkan kecurigaan thd org lain,golongan lain. INI SULIT, tapi ini BiSA kita lakuin.
    Yakinlah saja Allah pasti akan membalas/menghukum org yg Jahat,serakah & aniaya kalaupun
    Tidak di dunia ya PaSTi di akherat. Marilah brsatu rakyat indonesia. . .
    6. Ayo berlatih kejujuran, kenikmatan kejujuran akan datang dgn pasti,meskipun pelan.
    7. jauhi kesombongan, ingat Allah akan mengharamkan masuk surga, org yg. Hatinya masih ada
    kesombongan.
    8. Jangan memyuap,ataupun menerima suap. Hidup kita makin lama makin mahal, gara-gara
    Suap menyuap, dan korupsi merajalela. Lebih baik naik bis drpd naik motor pake SiM hasil suap.
    Lebih hebat ternak “lele” drpd jd pegawe negri nyogok 100jt. . . Hehehe.

    Ok, mari belajar dr sejarah, jgn mudah percaya berita,informasi, sebelum cek dan richek dr berbagai sumber. SADarLah wahai rakyat negriku, Indonesia adalah negara terKaYa didunia,jadi byak yg pengin menguasai. . .jgn mau diadu domba lagi. .
    Terutama musim kampanye ini, masih byk segelintir org yg memnfaatkan kebodohan org lain. Mari pilih pemimpin yg sudah Jelas Kerjanya. Mnurutku sih, baiknya para calon pemimpin sebelum pemilihan, melakukan proyek yg telah ditentukan rakayatnya secara real, dan membuat proposal buat program selanjautnya,kmdian rakyat menentukan berhasarkan hasil pencapaian proyek dan rancangan kerja. Kalaupun ga terpilih toh rakyat sudah menikmati hasil kerjanya, jd uang calon pemimpin terpakai secara jelas dan bermanfaat, ga cuman dibagi2, dan rakyat tau mombangun apakah kita kedepan. .ok
    Wassalam

  • Soekarno & Soeharto
    March 20, 2013 at 2:05 am

    Oalah Leee…. kowe ki kok da kakehan cangkem, wong sing ngalami kan aku karo mbah2mu. Kowe ki ngertine gur mangan, turu karo ngising kepenak, wis tentrem, gampang mbut gawe. Lha apa tok kira urip mu saiki ki gratis pa? Kudu mbayar je le karo amrik. Nek ora ya paling awake dhewe gur di bom, ditembaki, bapakne di betheti, mbokne dikon ngemut konxxxx… Nek arep migunani, rasah da ribut, sing penting piye carane Indonesia isa mandiri, aja gampang kpengin merk luar, nek isa gawe lampangan kerjaan dewe, ben awake dhewe gek ndang uwal saka kebodohan, kemiskinan lan pengaruh luar negeri….

  • deddy/ORLA SHIT
    March 21, 2013 at 9:53 pm

    orang dah mati kok bisa ngomong…kentara BOHONG BESARRRRRR!

  • Manusia Biasa
    March 22, 2013 at 9:35 am

    Buat Mas deddy yang LUCU dan MENGGEMASKAN
    Kok tulisanmu kontradiktif? Bukankah bulan kemarin kau pernah nulis:

    “DAN BENIH-BENIH KOMUNIS MASIH TUMBUH DENGAN SUBUR…MENUNGGU WAKTU YG TEPAT UNTUK MENJULANG TINGGI DAN MENCENGKERAM RAKYAT KITA…”

    Ini belum menjulang tinggi, baru mulai ngomong, kok sudah dibilang bohong besar. Bagian mana yang bohong, Mas?

    Nampaknya sampean sudah takut ya? Kalau kau berani jujur, sesungguhnya yang kau takuti bukan komunis. Sesungguhnya yang kau takuti adalah terungkapnya kebenaran. Dan kalau ada yang akan membuka kebenaran cepet-cepet kau teriaki: BOHONG.

    Gak usah marah-marah Mas. Normalnya pasti Mas Deddy masih punya hati nurani. Karena itu saya ingin mengetuk hati nuranimu. Sudah benarkah keyakinanmu selama ini?

    Saya yakin kau pasti merasa sebagai mahluk beriman. Harusnya iman kepada Allah.
    Lalu mengapa dalam tindak tanduk kau sebegitunya beriman kepada Soeharto. Apapun yang dikatakan Soeharto kau langsung ‘sami’na wa atto’na’ tanpa menyaring dulu dengan akal sehat? Kau beriman kepada Allah atau beriman kepada Soeharto? Renungkan Mas.

    Kebaikan apakah yang kau dapatkan dari mencaci-maki kami. Kami yang lahir dengan darah dan daging sama persis denganmu kau bilang najis dan kotor. Tidakkah kau sadar bahwa cacimakimu hanya akan mengotori dirimu sendiri? Kebaikan apakah yang kau dapatkan dengan memfitnah dan membantai orang-orang yang dituduh PKI, yang sebagian besar justru putra-putra terbaik bangsa ini? Pembantaian itu justru memberi ruang dan keleluasaan bagi korupsi dan ketidakjujuran. Karena itulah, saat ini korupsi begitu sulit diberantas.

    Bangkitkan nuranimu Mas. Sadarlah kau telah diperalat oleh mereka yang diam-diam menjajah negeri ini, diam-diam menyedot kekayaan negeri ini, diam-diam berusaha membodohkan bangsa ini. Sadarlah bahwa orang yang kau puja, Soeharto, berduet dengan Syam Kamaruzaman telah membuka gerbang negeri kita untuk dijajah lagi oleh kekuatan-kekuatan asing. Dari Freeport, Pertamina, sampai pendidikan dasar semuanya tidak luput dari pengaruh dan cengkeraman penjajahan.

    Mumpung masih ada sisa umur, sadarlah. Hanya kesadaran yang bisa menyelamatkan negeri ini. Tapi tentu saja kau boleh terus dengan keyakinanmu. Kau boleh terus mencaci-maki saya. Kau boleh sebut saya najis, kotor, kafir, PKI, penghianat, dan sebagainya. Sudah sangat-sangat biasa dan tidak ada efek buat saya. Saat kau sudah mampu merenung, kau akan tahu kata-kata itu lebih tepat ditujukan pada siapa. Saya cuma ingin mengajak sadar sebelum telat.

    Trims

  • Putu edy untung
    March 22, 2013 at 12:53 pm

    Di kesiman, Bali, kakek saya yang memimpin pembantaian, katanya dapat list dari tentara, mereka tergabung dalam pasukan tameng dan PNI, di Batu Bulan, Bali, pembantaian dilakukan di lapangan desanya, ada seorang adik yang memenggal kepala kakaknya, karena tak tega kepala kakaknya dipenggal oleh pasukan tameng, ini tragedi tanah kita, tidak ada perang ideologi disini, disini cuman soal kepentingan, pencitraan kalau kita (sampai sekarang juga) pro amerika, ikut kampanye anti komunis mereka, karena pemerintah orba dibayar mereka, tidak heran Indonesia sekarang seperti ini, Karena dulu banyak orang-orang pintar yang dibunuh.

  • deddy/ORLA SHIT
    March 22, 2013 at 11:41 pm

    ha..ha…untuk apa takut dengan kebenaran…? ungkap aja semua…! al ahsan, haadza khoiron, dan semoga ‘alaina bikulli khoir… adikku si “manusia biasa”…aku yakin sekali semua kejadian itu sudah tertulis semua di lauhil mahfudz…jauhhhh sebelum alam semesta ini dicipta…jadi kejadian pki memberontak dan diberangus oleh mas Suharto itu memang sudah ada catatan takdirnya…dan itulah yang terbaik untuk Indonesia. dik, kamu itu masih kecil gak usah menilai aku sedemikian rupa…sehingga mengatakan tulisan aku kontradiktif…siapa yang kontradiktif? gak ada tuh…kamu aja yang gak sadar (atau pura2 gak sadar). dik di atas tulisan aku yg lalu ada Soekarno dan Soeharto says..”bla…bla…bla..(kamu baca aja sendiri lah). nah itu lho yg kumaksud , lha wong Soekarno dan Soeharto itu kan sudah mati…kok masih bisa ngomong…masih bisa ngoceh nanggapin komentar orang…lha apa itu yg kamu anggap kebenaran? kan itu namanya BOHONG BESARRRR… lha kamu dah tahu dia pembohong besar…tanpa babibu langsung aja kamu bela dia…lha aku…yg mengatakan suatu kebenaran…malah kamu katain kontradiktif….ha…ha…(ini lho yg membuatku semakin faham bahwa orang2 pki, atau loyalis …….. itu sering mendistorsi fakta… yang orang salah dibilang benar..lha wong orang yang benar kok ya dibilang salah….pki-pki taubat aja kamu dik..sebelum ajal menjemputmu…biar kamu masih muda tidak jaminan umurmu lebih panjang dari orang yang lebih tua….taubatlah semasih kau sempat.

  • Manusia Biasa
    March 23, 2013 at 1:27 pm

    Mas Imam,
    Terimakasih atas semua tulisan yang mencerahkan. Sebenarnya sudah lama saya menjadi silent participant di blog ini. Partisipasi saya hanya sebatas membaca tulisan Mas Imam, lalu membaca dan menelaah setiap komentar yang masuk. Justru dari berbagai komentar saya mengenal berbagai pemikiran dan sudut pandang. Ada yang bijak, ada info baru dan memperkaya, ada yang ekstrim, ada yang bo’ong dan ada juga yang o’on.

    Ketika seseorang menyampaikan sesuatu yang tidak benar, maka ada 2 kemungkinan: orang itu tidak tahu (bahwa yang disampaikan tidak benar) atau orang itu bohong. Yang paling menarik adalah mereka yang bohong. Ini bagian yang paling menarik untuk ditelaah: siapa orang ini, umurnya berapa, motivasinya apa. Contoh paling menarik adalah komentar yang menceritakan tentang pintu yang mengambang diatas genangan darah.

    Meski saya pingin ngobrol dengan Mas Imam, Mas ORBAShit, dll. tapi saya menahan diri untuk tidak nimbrung. Kalau pada akhirnya saya ikut nimbrung, itu semata karena keingintahuan saya: apakah mereka yang sudah menjadi korban cuci otak (dan kemudian jadi Agen Orba) masih bisa diketuk hati nuraninya dan bisa dibangkitkan akal sehatnya. Sekarang saya sudah dapat jawaban: ora iso. Hati dan logikanya sudah tertutup rapat. Maka saya akan mundur lagi dan kembali jadi silent participant.

    Sebelum mundur perlu saya sampaikan: saya bukan PKI. Saya cuma anak dari orang yang dituduh PKI. Tapi soal nasib dan perlakuan yang saya terima, saya sama sekali tidak berbeda dengan anak PKI, maka tidak apa disebut PKI. Dulu Bapak saya perwira AD, pernah jadi bawahan Soeharto dan beberapa kali terlibat dalam tugas yang sama. Bapak saya termasuk yang dibungkam dan di’PKI’kan karena tahu kebohongan Soeharto dalam peristiwa G30S. Meski dicap kafir, Bapak saya termasuk lebih Islami dari orang sekitar. Meski dicap penghianat, Bapak saya sudah mengabdikan diri pada tanah air sejak jadi laskar rakyat dan mendapat berbagai bintang penghargaan langsung dari Presiden Soekarno. Kecintaan pada tanah air tetap dia tunjukkan sampai akhir hayatnya.

    Sebaliknya, meski mengaku menyelamatkan Pancasila, Soeharto justru membunuh Pancasila dan menggunakan bekas ‘kemasan’ Pancasila untuk menindas. Dalam soal penghianatan, andai saja bangsa ini tahu penghianatan Soeharto sejak peristiwa 1946, kasus Red Drive Proposal 1948, gugurnya puluhan pasukan khusus Indonesia di Malaysia karena posisinya dibocorkan pada musuh oleh Soeharto, beras yang dibuang ke laut saat negara kekurangan beras, sampai peran Soeharto membantu kekuatan asing menguras kekayaan bumi Indonesia sebagai balas jasa karena telah membantu dia mengkudeta Soekarno. Freeport cuma salah satu dari sekian banyak.

    Intinya: saya bukan PKI tapi gak apa dicap PKI, saya justru layak malu kalau dicap Golkar. Saya boleh dicap kafir, boleh dicap anak penghianat, tapi saya tahu persis bahwa saya TIDAK memenuhi kriteria untuk disebut kafir atau anak penghianat. Orde Baru telah menjungkir balikkan kriteria. Penghianat sesungguhnya justru ditampilkan sebagai pahlawan. Tapi orang yang JIWANYA MERDEKA bisa membedakan mana yang kafir, mana penghianat dan mana pahlawan. Mereka yang ‘sami’na wa atto’na’ pada apapun kata Orde Baru, berarti jiwanya belum merdeka.

    Oke, matur nuwun semuanya. Matur nuwun Mas Imam. Mohon maaf kalau ada salah.

  • deddy/ORLA SHIT
    March 24, 2013 at 10:56 pm

    aduuuh berani2nya ngomong gak ada bukti……….. masih aja ngoceh soal kejelekan BAPAK SOEHARTO…huuuu…benar dibilang salah salah dibilang benar (CIRI pki TUH)

  • orbaSHIT
    March 25, 2013 at 9:13 am

    SUHARTO ITU TAI ANJING KEK SI DEDDY KACRUT OTAK UDANG 😛 kabooor akh

  • deddy/ORLA SHIT
    March 25, 2013 at 9:18 am

    ha…ha….ha….loyalis orla kampret menggonggong lagi…orla rezim seeetaaaannnnn~!!!!

  • rio bernanduz(putra indonesia)
    March 28, 2013 at 3:25 am

    gk ada yg hitam maupun putih kwan.. ingat qta terlahir dibawah satu bndera merah n putih..dan jga qta putra bangsa yg brpendidikan sharusnya qta sdar akan klemahan n klebihan qta masing2 n qta shrusnya brhenti untuk sling mengklaim kbenaran individu msing2..mngapa qta lbih disibukkan sling mnhancurkan stu sma lain sdngkan qta enggan untuk mnyibukkan diri untuk mnjadikan negri qta untuk lbih baik… jngan terseret dlam jurang kmunafikan.. sling mnghancurkan stu sma lain ssma bangsa sndiri toh dampak negatifnya jga qta yg tnggung smua..ikhlas kan lah smua kjadian yg kelabu kpda sang khalid.. bahwa ssngguh nya keadilan yg ssngguhnya adlah stlah qta mati.. qta hanya perlu mngkaji hikmah atas kjadian trsbut.. untuk qta lbih fokus trhadap perdamaian n sling mlindungi saudara ssma bangsa.. bkan mlah sbaliknya sling dendam n mnjatuhkan ssma bangsa,, dan untuk kdepannya qta brhntilah argumentasi yg mnimbulkan prselisihan yg tk brkesudahan,, biarlah msalah miring atau tdaknya sejarah biarlah pihak pakar n ahli intelektual sejarah yng akan mngungkap.. sekian dri saya putra indonesia.

  • orbaSHIT
    April 2, 2013 at 8:32 pm

    untuk si otak udang penyembah suharto, lu tau si harto pernah digampar oleh 2 orang jendral…..dan bukan sembarang jendral tp 2jendral paling berpengaruh di AD…1) digampar Ahmad Yani waktu ketauan korupsi sewaktu harto jd panglima dipenogoro 2)digaplok ama AE Kawilarang di makassar plus dimaki-maki ama AH Nasution sebelum “disekolahkan” ke SESKOAD 😛 ngeliat track record kek gini kgk aneh si harto punya umat yg setia kek “u know who” 🙂

  • ichigo
    April 4, 2013 at 5:54 am

    seteah lihat komen2 di atas tahan sedikit emosimu mas orbaSHIT.
    klo terus2an seperti itu sehingga emosi sampe ke tangan dan di tangan pegang celurit, kemungkinan anda sama akan menjadi pembantai seperti PKI atau AD.

  • deddy/ORLA SHIT
    April 4, 2013 at 8:01 am

    Anjing ya tetap anjing…najis dan kotor…plus oportunis. Dimandiin, disikat, dibedakin dan dikasih busananpun bahkan bila perlu diberi embel2 telah mendapatkan hak asasi dalam kehidupan manusia yang madani….diberi apapun gelar….semua orang ISLAM tetap tahu bahwa anjing itu binatang haram ….itulah anjing ( u know who/he…he…heh)…so ngomongpun ya….nilainya cuman sebatas gonggongan…paling top2nya melolong…..(ha…ha….ha….)

  • orbaSHIT
    April 9, 2013 at 2:11 pm

    sorry gw lebih baik jadi “anjing” daripada jd “kambing congek” kek lu yg ngeldekin bom bunuh diri di pasar2x,mesjid,gereja dan fasilitas umum trus treak2x ALLAHU SNACKBARR!! LoL 😛

  • deddy/ORLA SHIT
    April 9, 2013 at 7:54 pm

    anjing itu temennya setan… itulah kamu! ngomong-ngomong kapan kamu berontak njing pki? kalau dah berontak kasih tau posisimu ya…! aku tunggu!

  • orbaSHIT
    April 11, 2013 at 8:57 am

    eh PECINTA ONTA dan KAMBING BANDOT atjeh mo brontak gw ada di bireun lu dateng kesini gw tunggu lu…kgk perlu basa basi ONTAAAA!!! ALLAHHHHHH SNACKBARRR!!!

  • deddy/ORLA SHIT
    April 14, 2013 at 8:48 pm

    bangsat kamu menghina ISLAM awas kamu!

  • orbaSHIT
    April 20, 2013 at 8:12 pm

    SO WHAT GITU LOHHH??? 😛 gw undang lu baek2x ke bireun punya kontol kgk lu ontaa…disini kgk ada bendera MERAH PUTIH yg ada bendera GAM….bukannye itu udah tindakan MAKAR??? mo brontak??? kata lu kl ada yg mo brontak mo “disikat” ama lu dan konco heh? YA ALLLAAHHHHH LoL

  • dayrsc
    April 27, 2013 at 4:40 am

    @ orbaSHIT
    kalau mau menyinggung perasaan lawan olok-olokan karena masalah berlainan pandangan tidak perlu pakai menghina agamanya. Mungkin pikirmu dengan mencela agamanya akan menyakiti hati dia saja ya?
    Kalau punya otak dipakai jangan ditaruh di kaki. Asal nyerocos tak karuan aja nih.

  • antikomunis
    May 9, 2013 at 7:39 pm

    @orbaShit.
    lo makin ngaco yah… emang ciri2 khas nenek moyang lo yang komunis itu yah, suka ngomong putar balik fakta, fitnah sana fitnah sini… sok paling pinter, paling menguasai ilmu sejarah.. kampret… biar mampus tuh komunis, PKI dan sodara2 nya termasuk orbaSHIT… kalo ada kegiatan bantai anggota PKI atau simpatisannya, gw akan datang paling depan…

  • orbaSHIT
    May 10, 2013 at 7:55 am

    lo bisanya cuman ngebacot doang ‘njing!!! kalo lo brani LAKUKAN!!! jng kek banci kaleng yg sering nongkrong di taman lawang lo 😛 lah apa bedanya kek LO ngebom kanan kiri…ngebunuh orang heh??? apa lo lebih baik gitcuuu??? LENIN ACKBARRR!,ENGELS ACKBARRR!,MARX ACKBARRR!!,AIDIT ACKBARRR!!! LoL 😀

  • Matahari
    May 23, 2013 at 12:53 am

    Wah, Blognya jadi rame banget nih.. Padahal Konten blognya bagus buat pencerahan sejarah bangsa yang Gelap..
    Buat Om OrbaSHIT: Pengetahuan Sejarahnya lumayan bagus nih, Si Om Nulis ga asal bacod aja, tetapi berdasarkan refrensi2 kejadian yang lumayan aktual.
    Untuk Adek Deddy : jangan terlalu emosi untuk menanggapi hal ini, ini cuma bacaan untuk pencerahaan kok, disini tidak ada yang menghina Islam. Dan adek Deddy ga usah tersinggung.. Banyak2 Baca Buku2 sejarah ya. Memang Dulu ketika kejadian jaman OrLa Umat Muslim Indonesia Banyak di Bantu sama Amerika dari DI/TII sampai Penumpasan PKI. Dan Jaman sekarang malah terbalik Umat Muslim Indonesia sekarang banyak diburu Amerika ( dengan meminjam tangan bangsa Indonesia sendiri ” u know lah si burung hantu ” ) Apakah adek Dedy akan diam saja melihat penindasan Umat Muslim Indonesia oleh si burung hantu ( browsing di youtube tentang kejadian di Poso dan tempat2 lainnya)?? Apakah Adek Dedy berani melakukan tindakan pembelaan kepada si burung hantu?? Ataukah Adek Dedy Cuma Satria Keyboard Penjaga Warnet??

  • Manusia Biasa
    May 30, 2013 at 9:44 am

    Wah, untung mas Matahari nimbrung.
    Blog ini adalah tempat yang enak buat diskusi. Wahana untuk menelaah dan mencari mana yang benar diantara simpang siur kebohongan dan pelurusan, fitnah dan pembelaan. Namun menjadi tidak nyaman karena saling mencaci. Bahkan saya sempat menduga (tapi dugaan belum tentu benar dan semoga tidak benar) bahwa caci maki itu memang disengaja untuk membuat forum ini tidak nyaman dan peminatnya berkurang. Komentar-komentar bodoh bukan berasal dari kebodohan, tapi pura-pura bodoh untuk menghambat terungkapnya kebenaran.

    Semoga mas Matahari bisa ikut mencerahkan dan membuat diskusi jadi nyaman.

  • Orang Indonesia
    July 1, 2013 at 4:07 pm

    Sayang sekali, Generasi sekarang masi pada suka berantem ga jelas. hhhh….
    Kerja ajalah yuk, gpp memang menyakitkan semua sejarah kita, baik di masa Orla ato Orba. Kita mau buka aib pun tau lah pasti bakal tenggelam apa lagi kalo cm di dunia maya. Ayo kita basuh luka dalam kita n mulai berkarya, biar generasi tua yg liat n ngalamin kejadian ga enak di masa lalu bisa tersenyum liat masa depan bangsanya yang beda jauh dengan masanya. Karna itulah yang ingin mereka capai, “kesejahteraan anak cucunya.”
    Percuma kita bertengkar, yang seneng pihak asing yang bisa selalu mengkontrol kita. Mending kita sekarang Kerja Kerja Kerja, apapun yang bisa dikerjakan asal itu baek ayo kita lakukan, pasti walo cm satu orang asal semua penghuni ato cm viewer blog ini kerja kita pasti bisa jadikan Indonesia lebih baek. Kita udah tertinggal oeh negara2 laen karna urusan-urusan seperti ini.
    Siapapun kalian yang pro manapun, saya cinta kalian sebagai warga negara Indonesia sekarang ayo bangkit kawan. andai saya bisa bertemu dengan kalian semua satu per satu akan saya peluk kalian. Dan merangkul kalian semua agar kita lebih memilih bergerak maju daripada mengorek semua luka lama ini.
    Ayo Kawan, demi Indonesia kita. Semangat ya semua. Salam hangat dari Jogja,dari Indonesia untuk semua disini.
    Kalian semua luar biasa, Yakinlah itu.

  • Black Sunday
    July 11, 2013 at 4:31 pm

    Saya bukan penganggum maupun pembenci Orde baru atau orde lama,tapi saya teringat akan kata-kata bijak Bung Karno JAS MERAH,penting untuk menjadi sebuah pembelajaran berharga untuk kita yang allhamdulilah…hidup di jaman demokrasi walaupun belum dimaknai sepenuhnya arti DEMOKRASI..pendapat boleh berbeda..ideologi boleh berseberangan..tapi ciptakan ajang diskusi seperti yang dimuat di BLOG menjadi lebih SMART bukan saling membodohi satu sama lain,dengan argumen dan caci maki ataupun menyudutkan salah satu pihak…

    Satu hal yang saya pribadi sepakati adalah kita berada di wilayah abu-abu di dalam sejarah,banyak hal belum terungkap,banyak hal yang masih belum dijelaskan secara gamblang….

    SEJARAH sudah mencatat dan tidak bisa dipungkiri bahwa pernah di suatu masa negara INDONESIA tercinta kita ini mengalami suatu periode BERDARAH di tahun 65 dan tahun-tahun sesudahnya…maknai sejarah itu dan jangan pernah lupakan bukan karena DENDAM atau AMARAH,tapi JADIKAN suatu PERINGATAN bagi manusia-manusia ORDE REFORMASI kalau hal seperti itu mungkin bisa saja terjadi kembali kalau kita tidak ELING LAN WASPODO terhadap situasi negara kita saat ini…

    Benih -Benih AMARAH da KEKERASAN akan selalu ada,tapi manusia-manusia yang masih memiliki hati dan nurani pasti akan selalu ingat akan SEJARAH jangan sampai TERULANGI kembali….

    SALAM JAS MERAH

  • Gadis Bali
    July 11, 2013 at 6:03 pm

    Fitnah-fitnah PKI banyak terjadi, sebagai warga Bali yang percaya karma pala, itu adalah hal yang sering dijadikan referensi. Sayang sekali 90 % generasi nasional yang lahir di atas tahun 1980 tidak tahu mengenai hal ini, sementara menurut saya, agar bisa belajar, generasi muda harus mengetahui sejarahnya, baik yang terang maupun kelam.

    Sekali Merdeka tetap Merdeka!!

  • sabikis
    July 11, 2013 at 9:44 pm

    -“era baru Horus akan segera dimulai, tapi sebelumnya bumi harus bermandikan darah”
    -“biarkan pelayanku hanya sedikit dan tersembunyi, mereka akan berkuasa atas orang banyak dan terlihat”
    (era Soekarno dan era Soeharto-Orde baru)
    (elite politik yg memerintah untuk pembantaian, mereka tak terlihat tp menguasai orang banyak)

    di ungkapkan oleh Lam utusan Horus menurunkan wahyu Setan kepada Aliester Crowley (1904)

    apakah ada hubungannya?

  • sabikis
    July 11, 2013 at 9:47 pm

    pembantaian terjadi pada angka tahun 1966 =9 dibalik jadi 6===> 1666= 1 dihilangkan ===> 666 (symbol angka setan)

    apakah ada hubunganya?

1 2 3 4 5 6 9

Leave a Reply

*