3 October 2011

Pembantaian yang tidak tercatat

Posted by iman under: ORDE BARU; SEJARAH .

Di Jawa kami harus menghasut penduduk untuk membantai orang orang Komunis. Di Bali kami harus menahan mereka, untuk memastikan bahwa mereka tidak bertindak terlalu jauh – Sarwo Edhie , Komandan RPKAD.

Ucapan mertua Presiden SBY, itu dalam sebuah konperensi pers awal tahun 1966 antara telah dilaporkan dalam beberapa bentuk. Ini menjelaskan, salah satu sejarah paling kelam dalam bangsa ini, yang tak pernah ditulis dalam buku buku sejarah anak anak kita di sekolah.
Pembantaian mereka yang dianggap komunis paska pemberontakan G 30 S PKI yang gagal.
Kita mestinya sepakat bahwa pengungkapan itu bukan untuk menorah luka lama. Tetapi untuk sebagai bahan pelajaran sehingga tak terulang.

Laporan The Econimist London, berdasarkan informasi ilmuwan ilmuwan Indonesia, mengemukakan bahwa 100.000 orang tewas hanya dalam hitungan bulan Desember 1965 hingg Februari 1966.
Menurut Komisi Pencari Fakta yang dibentuk setelah peristiwa berdarah itu, jumlah korban hanya 78.000 orang. Tapi, Oei Tjoe Tat – menteri negara jaman Bung Karno – yang menjadi ketua tim, justru meragukan penemuan itu. Dalam perjalanannya melakukan penyelidikan ia justru dihambat oleh aparat militer setempat. Ia menyebutkan angka itu terlalu dikecilkan. Dengan menyindir ia menyebut bukan 78.000 tapi 780.000.

Dalam memoarnya, Oei Tjoa Tat menceritakan perjalanannya ke Bali, justru tidak bisa mendapatkan akses kemana mana, karena dikarantina di hotel, akhirnya dia bisa diselundupkan suatu malam, dengan melewati dapur untk bertemu sumber sumber penyelidikan.
Dari situ ia bisa mengetahui pembunuhan yang terjadi terhadap I Gede Puger, Ketua PKI Bali yang bertubuh gemuk. Tubuhnya dipotong potong, sehingga daging lemaknya terburai sebelum akhirnya kepala di tembak. Tidak hanya dia yang dibunuh, juga seluruh anak istrinya.
Bahkan Gubernur Bali, Anak Agung Bagus Suteja yang berafiliasi pada PKI, hilang tanpa bekas.

Suatu saat setelah laporan Komisi Pencari Fakta selesai. Oei Tjoe Tat dipanggil Bung Karno secara sembunyi bunyi.
“ Sst..sini sebentar,. berapa angka yang sesungguhnya..” tanya Bung Karno.
“ Lho khan ada releasenya Pak, sekitar 78.000 “.
“ Sudahlah saya tidak percaya “ sergah Bung Karno
Oei Tjoe Tat lalu melihat sekelilingnya karena takut ada yang mendengar. Lalu ia membisiki Bung Karno,
“ Ya..dikalikan 5 kali lipat saja pak dari angka itu “.
Kelak Oei Tjoe Tat ditahan rezim orde baru karena dianggap sebagai orang Soekarno.

Anehnya Komkaptib, lembaga bentukan Orde baru yang sangat berkuasa dan dapat menentukan hidup matinya seseorang. Dalam laporannya, menyebutkan angka hampir sebesar 1 juta orang, dengan perincian 800,000 korban di Jawa dan 100.000 korban di Bali dan Sumatera.
Besarnya angka itu juga menunjukan adanya praktek genosida ( genocide ) yakni menghilangkan kelompok tertentu.
Jika Pol Pot melakukannya pembantaian untuk menghilangkan kelas borjuis dan intelektual dalam beberapa tahun. Di Indonesia mereka melakukan pembantaian dalam hitungan bulan.

Ada beberapa cara penghitungan selain sumber sumber resmi di atas, seperti menghitung jenasah yang menjadi korban pembantaian – termasuk membongkar kuburan kuburan – walau agak sulit, karena banyak kejadian dengan membuang korban di jurang, hutan, tempat tempat terpencil atau membuat kuburan gelap.
Ada cara lain, meminta kesaksian dari korban yang kebetulan selamat, orang yang menyaksikan atau pelakunya sendiri.

Maskun Iskandar & Jopie Lasut, pernah mempublikasikan “ Laporan dari daerah maut Purwodadi “ dalam Koran ‘ Indonesia Raya tanggal 17 Maret 1969. Mereka menemukan tentara pangkat rendah dan dijuluki James bond agen 007 oleh rekan rekan instansi militernya. Dijuluki demikian karena memiliki lisensi membunuh seperti agen rahasia Inggris itu, dan dalam suatu kendurian warga, ia berkoar koar telah membunuh ratusan orang komunis.

Cara lain adalah dengan teknik demografi, membandingkan jumlah penduduk suatu daerah sebelum dan sesudah kejadian. Walau cara ini kurang efektif.
Ada cara lain yakni dengan metode intuisi, yakni secara moderat tidak terlalu kecil dan tidak dibesar besarkan. Robert Gribb yang menulis ‘ The Indonesian Killings ‘ menyebut 500 ribu sebagai angka yang wajar.
Jumlah tersebut didukung teknik yang dibuat Iwan Gardono, dalam disertasinya ‘ The Destruction of the Indonesian Comunist Party ( a comparative analysis of Esat Java and Bali ) di Harvard University tahun 1992. Ia menjumlahkan semua angka pada 39 artikel / buku yang mengulas pembantaian 1965 / 1966 dan membagi dengan 39 sehingga diperoleh angka rata rata 430.590 orang.

Statistik itu tidak menunjukan perasaan sesungguhnya, tidak menggambarkan ketika orang dibunuh dengan dingin, diperkosa serta kengerian yang luar biasa terjadi. Selain itu sebuah tanda tanya kenapa aparat militer tidak mencegah kejadian itu, justru membiarkan pembantaian itu terjadi.
Ucapan komandan RPKAD diatas menjelaskan bagaimana keterlibatan militer secara tidak langsung dalam pembantaian ini.

Terutama di Jawa, angkatan darat dengan kesatuan RPKAD menyebarkan daftar nama nama anggota PKI yang harus dibunuh, serta melatih organisasi pemuda sipil untuk bisa menguasai teknik dasar pertempuran – baca pembantaian.
Dalam pidatonya di Bogor tgl 18 Desember 1965, di hadapan mahasiswa HMI. Bung Karno meminta agar HMI ‘turba’ – turun ke bawah untuk mencegah pembunuhan massal di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pembantaian sangat keji. Orang disembelih, dipotong dan dibunuh begitu saja.
Bahkan orang tidak berani menguburkan jenasah korban.

Lebih jauh Bung Karno menggambarkan , “ Awas kalau berani ngrumat jenasah. Engkau akan dibunuh. Jenasah diklelerkan begitu saja, dibawah pohon, dipinggir sungai. Dilempar bagai bangkai anjing yang sudah mati “.

Bahkan dalam iring iringan mobil Bung Karno di Jawa Timur. Salah satu mobil diberhentikan, dan penumpangnya diberi bungkusan berisi kepala pemuda rakyat.

Pembunuhan orang orang Komunis ini terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Sebagian Sulawesi, Pulau Jawa, Bali, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Di Jawa kerusuhan anti komunis menyebar di seluruh penjuru pulau, dengan konsentrasi di pedesaan. Di Surabaya, muslim Madura adalah kelompok terbesar yang melakukan pembantaian, sementara di daerah lain unit unit militer, kelompok warga sipil yang sebagian besar anggotanya adalah para pemuda yang bergabung dengan partai politik antikomunis.

Disini Ansor yang berafiliasi dengan NU memainkan peranan penting dalam pembantaian ini. Gus Dur dalam masa jabatan kepresidennnya pernah menyuarakan rekonsiliasi serta permintaan maaf atas pembunuhan yang dilakukan orang orang Ansor dan banser NU.

Di Jawa tengah dan Jawa Timur sebagai ladang pembantaian utama mulai dari wilayah Banyumas, Solo, Klaten, Boyolali, Purwodadi sampai Pati. Sementara di timur, mulai dari Kediri, Ponorogo dan yang paling parah daerah Probolinggo, Pasuruan, Situbondo sampai Banyuwangi.
Bahkan Ansor sampai harus menyebrangi selat Bali, membantu membantai orang orang komunis di daerah bali barat.

Awalnya memang orang orang Komunis sempat diatas angin, dengan menangkapi tokoh tokoh agama atau tokoh masyarakat yang berafiliasi dengan PNI. Beberapa pertempuran terjadi antara komunis dengan Ansor, kaum nasionalis dan pemuda Kristen.
Namun sejak RPKAD mengirim satu batalyon menuju Jawa Tengah pada tgl 17 Oktober 1965. Keadaaan berubah drastis. Pihak komunis menjadi terdesak, dan dibantai sampai keluarganya atau kerabatnya.
Banyak pembunuhan terjadi karena amuk massa atau fitnah dari orang orang yang tidak suka kepada mereka yang dicurigai simpatisan. Padahal bukan komunis.

Di daerah Klaten, pemuda nasionalis membentuk satuan khusus yang dinamakan ‘ Pasukan Banteng Serba Guna “ bekerja sama dengan pemuda pemuda Islam dan pemuda Kristen yang membentuk “ Barisan Pengawal Yesus “. Mereka mendapat latihan militer dari satuan RPKAD yang berbasis di Kandang Menjangan dan Kartasura.

Beberapa laporan tentang pembunuhan di daerah Jawa Timur :

1. Lawang, Kabupaten Malang. Para anggota dan simpatisan PKI yang akan dibunuh dikat tangannya. Lalu segerombolan pemuda Ansor bersama satu unit tentara Zeni Tempur membawa ke tempat pembantaian. Para korban satu persatu digiring ke lubang. Mereka dipukuli dengan benda keras sampai tewas. Lalu kepala mereka di penggal. Ribuan orang dibunuh dengan cara ini. Lalu pohon pohon pisang ditanam diatas kuburan mereka.

2. Singosari , Malang. Oerip Kalsum, seorang lurah wanita desa Dengkol, Singosari dibunuh dengan cara tubuh dan kemaluannya dibakar, lalu lehernya diikat sampai tewas.

3. Tumpang, Kabupaten Malang. Sekitar ribuan orang dibunuh oleh tentara dari Artileri Medan ( Armed I ) bekerja sama dengan Ansor. Mayat korban dikuburkan didesa Kunci.

4. Kabupaten Jember. Pembantaian dilakukan oleh Armed III. Tempat pembantaian perkebunan karet Wonowiri dan Glantangan serta kebun kelapa Ngalangan. Sementara di Desa Pontang pembantaian dilakukan oleh kepala Desa dan pensiunan tentara.

5. Nglegok. Kabupaten Blitar. Japik seorang tokoh Gerwani cabang setempat dan seorang guru, dibunuh bersama suaminya. Ia diperkosa berkali kali sebelum tubuhnya dibelah mulai dari payudara dan kemaluannya. Nursamsu seorang guru juga dibunuh, dan potongan tubuhnya digantung di rumah kawan kawannya. Sucipto seorang bekas lurah Nglegok dikebiri lalu dibunuh. Semuanya dilakukan oleh pemuda Ansor.

6. Garum, Kabupaten Blitar. Ny Djajus seorang lurah desa Tawangsari dan seorang anggota Gerwani. Hamil pada saat dibunuh. Tubuhnya dibelah sebelum dibunuh.

7. Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Beberapa guru, kepala desa ditangkap oleh pemuda Ansor, lalu disembelih dan mayatnya dibuang ke sungai. Beberapa kepala guru dipenggal dan ditaruh diatas bamboo untuk diarak keliling desa.

8. Kecamatan Pare, Kediri. Suranto, seorang kepala sekolah menengah di Pare. Ia bukan anggota PKI, tetapi anggota Partindo. Ia bersama istrinya yang sedang hamil 9 bulan di tangkap pemuda Ansor. Mereka dibunuh, perut istrinya dibelah dan janinnya dicincang. Selama seminggu setelah kejadian itu, kelima anak anak Suranto yang masih kecil kecil tidak punya siapa siapa yang akan menolong mereka, karena para pemuda Ansor memperingatkan tetangga, bahwa barang siapa menolong anak anak iti tidak dijamin keselamatannya.

9. Kecamatan Keras, Kabuaten Kediri. Tahanan dibawa naik rakit oleh pemuda Ansor, dan disepanjang perjalanan mereka dipukui sampai mati, lalu mayatnya dibuang di bantaran sungai.

10. Kabupaten Banyuwangi. Pembantaian dilakukan mulai tgl 20 November 1965 sampai 25 Desember 1965. Kemudian terjadi lagi 1 Oktober sampai 5 Oktober 1966 serta pembantaian terakhir sejak Mei 1967 sampai Oktober 1968. Pembantaian dilakukan oleh regu regu tembaj dari Kodim 08325, pemuda Ansor dan Pemuda Demokrat. Mayat mayat dikubur dilubang lubang yang sudah disiapkan. Umumnya satu lubang memuat 20 25 orang.
Dengan menggunakan truk pinjaman dari pabrik kertas di Banyuwangi ratusan korban disiram minyak tanah dan dibakar lalu dilempar ke jurang di Curahtangis, antara jalan Banyuwangi dan Situbondo. Dalam banyak kasus, perempuan perrempuan dibunuh dengan cara ditusuk dengan pedang panjang melalui vagina sehingga perut mereka terbelah. Kepala dan payudara mereka dipotong potong lalu dipamerkan di pos pos jaga yang ada di sepanjang perjalanan.

Selain Curahtangis diatas, ada tempat seperti Merawan, Curahjati – sebuah hutan jati, Desa bulusan dan Ketapang di daerah pantai yang menjadi tempat pembantaian massal. Bahkan di daerah Tampuh, sebuah desa perkebunan terpencil, sejumlah anggota PKI ditembak yang dipimpin oleh komandan kodim setempat.

Sulit mengatakan jika militer dan petinggi organisasi massa tidak terlibat, jika contoh kasus pembantaian di Banyuwangi justru dipimpin oleh Kolonel Sumadi (Komandan Korem 083), Letkol Djoko Supaat Slamet (Komandan Kodim 18325) , Dja’far Maruf( Ketua PNI cab. Banyuwangi ) Kiai Haji Abdul Latief ( Ketua NU cab. Banyuwangi )
Ketika Tim pencarifakta yang dipimpin Oei Tjoe Tat turun disini pada tanggal 25 Desember 1965. Jumlah korban sedah mencapai 25.000 orang.

Banyak orang yang tidak tahu apa apa harus ikut membayar nyawanya karena amuk massa. Kerabat, tetangga, bayi bayi yang tak berdosa.
Bagaimana kita menjelaskan fenomena ribuan orang orang Bali yang pasrah, lalu berpakaian putih putih berjalan menuju tempat penjagalan, serta berdiam diri menunggu datangnya algojo.

Bagaimana kita menjelaskan puluhan ribu guru yang hilang dari sekolah sekolah dalam periode tersebut. Mereka tak tahu apa apa tentang politik, sehingga bergabung dengan gerakan sempalan PGRI non vaksentral, yang memberi semboyan jika Guru lapar mereka tak bisa mengajar. Sejumlah data menyebut angka 30.000 rib sampai 92,000 ribu guru dibunuh.
Dari 120 orang yang dibunuh di Desa Margosari Klaten, terdapat sejumlah 80 orang guru sekolah.
Juga para seniman yang memiliki minat khusus terhadao wayang, atau reog sehingga diasosiasikan terhadap Lekra.

Dengan belajar memahami sejarah, kita mengenal bangsa sendiri. Sejarah adalah cermin. Sehingga kita bisa bercermin tentang siapa diri kita sebenarnya. Tentu saja berharap kita bukan bangsa pendendam.

Sumber :
*Robert Cribb, The Indonesian Killings
*Memoar Oei Tjoa Tat
*Hermawan Sulistyo, Forgotten Years, Indonesia’s missing history of mass slaughter ( Jombang – Kediri 1965 -1966 )

409 Comments so far...

Pencerahan Says:

30 September 2015 at 8:38 pm.

Kalau negara minta maaf sama korban pemberantasan pki, kemungkinan bakalan ada yang diseret ke International Criminal Court. Mereka bukan takut PKI bangkit, tapi takut diseret sebagai Penjahat Perang.

Kalau pemerintah berniat bongkar kesalahan PKI, sekalian bongkar dong kasus revolusi anti swapraja di Surakarta dulu.

anakkolong Says:

1 October 2015 at 8:01 pm.

Peristiwa pembantaian eks pki tidak bisa dilihat per setelah 1 oktober 1965. Semua sudah diawali sejak republik ini didirikan, dgn dibentuknya cikal bakal partai komunis di indonesia oleh muso. Sepak terjang muso dan kamerad2 komunisnya untuk mengganti pancasila dan haluan negara. Puncaknya pada pemberontakan di madiun tahun 1948. Korban terbanyak dr tokoh2 islam terutama nu, kepala2 daerah seperti lurah, camat, bupati hingga gubernur. Salah satunya gubernur jawa timur pertama, bpak suryo. Serta kalangan militer. Di pihak rakyat biasa, anggota pki melakukan intimidasi, mencomot org, tidak peduli tetangga atau kerabat sendiri utk dibunuh dgn cara disiksa, disembelih atau dikubur hidup2. Tulisan2 ttg itu bisa dicari sendiri via google. Intinya apa yg terjadi setelah pki gagal kudeta adalah resiko yg harus ditanggung pihsk yg kalah. Kalau pki berhasil menang maka kaum agamawan dan yg anti pki bakalan dihabisi. Tdk mungkin tentara bisa mengeksekusi sekian juta org dalam srkian tahun tanpa ada dukungan masyarakat. Kenapa masyarakat mendukung atau setidaknya diam? Karena selama itu mereka diintimidasi, kebencian yg mendapat pelepasan. Alasan yg sama kenapa rakyat mendukung saat Soekarno dijatuhkan

anakkolong Says:

1 October 2015 at 8:19 pm.

Kalau pki berhasil menang, berikutnya adalah penghilangan2 orang, intimidasi, hak kepemilikan dirampas dll. Orang dipaksa hidup dgn tata cara komunis. Mau tau seperti apa? Nonton tuh, film2 james bond jaman masih perang dingin. Gimana cara pemerintah komunis sovyet memperlakukan lawan politiknya. Kalau jaman skrg masih dipraktekkan sama presiden korut kim jong un. Memangnya enak hidup dgn cara seperti itu. Repot2 bela pki. Karena mereka kalah dan dibantai, pada teriak2 ngomongin HAM. Memangnya komunis menjunjung HAM? Mungkin si penulis belum tentu bisa hadir ke dunia ini, kalau kakek atau neneknya lawan politik pki. Atau…justru sebaliknya?

OrbaFuckinShit Says:

2 October 2015 at 8:25 am.

@anak kolong tiap menjelang 30 september~1 oktober 2 belah pihak baik keluarga yang dibantai tentara taun ’65 dan pihak “pembantai” sama2 MELOWWW….pada maen blame game semua dah 😉 but whatever….ada beberapa poin dari argumen lu yg sangat lemah :

1. PKI didirikan tahun 1914 oleh Henk Sneevliet bukan oleh MUSSO cuyyyy 😛
2. madiun affair September 1948 adalah kelanjutan friksi antar kesatuan tentara penembahan senopati vs siliwangi yang lucunya pada saat itu didukung oleh pentolan komunis PS didukung musso cs sedangkan siliwangi didukung tan malaka (jendral sudirman adalah pendukung berat tan malaka)
3. kenapa selalu ulama yg dijadikan “main victim” seeh kalo masalah PKI gini??? setelah siliwangi memukul mundur tentara FDR mereka juga melakukan eksekusi besar2an terhadap orang2 yg dituduh kaki tangan PKI kok
4. Soemarsono salah seorang pentolan PESINDO dan pelaku pristiwa 10 november 1945 di surabaya cerita pada saat itu di madiun tidak ada “purge” terhadap para lawan2 PKI justru mereka mengirim kurir khusus utk melapor bung karno di yogkarta dan menjelaskan duduk permasalahannya serta minta solusi…tp surat yg dititipkan si kurir enggk sampe ke tangan BK
5.lu ngomong tentang eksekusi “jutaan orang” berarti lu secara sadar mengakui bahwa angkatan darat + milisi melakukan genosida dunk
6. rakyat mendukung penggulingan BK?? are u kidding me??? rakyat yg mana?? apakah anak2 sekolah yg diperalat ali murtopo,beni murdani dan yoga sugama di KAPPI/KAMI? 😀
7. lo bicara argumen hipotesis “kalau…andaikata…bilamana” lha gw idup jaman suharto masih jaya2nya dan lembaga Kopkamtib masih gentayangan era 80 an…..lo ngomong “miring” ttg pemerintah,golkar,pejabat daerah atau keluarga cendana lo bakalan “diciduk”….pemerintah memaksa penyeragaman formalitas,propaganda dan indoktrinasi (pelajaran PSPB,penataran P4,upacara2 seremonial)
8. informasi difilter secara detail, pengawasan melekat dilakukan kodam,kodim,korem,koramil,babinsa dan hansip….sedikit orang yg punya nyali utk melawan ketidak adilan model ORBA gini salah satunya Adnan Buyung Nasution yg pernah jadi pengacara orang2 yg dituduh PKI

OrbaFuckinShit Says:

2 October 2015 at 10:33 am.

tambahan : benar kata kamerad iman bahwa hari “kesaktian PANCASILA” cuman alegori dari hari “kesaktian ANGKATAN DARAT” dimana mereka dapat menghancurkan PKI dengan 3 juta massanya plus mengkudeta BK dengan sukses dan dalam waktu yang relatif singkat….belakangan AD juga menghancurkan 3 angkatan lain yg masih setia kepada BK >>>> AURI dengan tuduhan panglimanya “PKI”,ALRI dengan operasi “ikan paus”,Angkatan Kepolisian dengan pembubaran MENPOR BRIMOB…
sampai detik inipun yang berkoar2 mengenai bahaya “merah” adalah KSAD cs kok 🙂

Benci politik adu domba Says:

4 October 2015 at 9:28 pm.

Selama Indonesia masih bisa dipengaruhi oleh pihak asing yang memiliki kepentingan, maka secara tidak langsung perlahan namun pasti Indonesia akan dikuasai sedikit demi sedikit oleh pihak asing. Mulai dari freeport dan lain-lain. Karena Indonesia memiliki Sumber Daya Alam yang beraneka ragam namun tidak didukung dengan Sumber Daya Manusia yang handal untuk mengelolanya. Sehingga 1 demi 1 Sumber Daya Alam di Indonesia dikuasai oleh pihak asing dengan berbagai kemudahan yang lebih menguntungkan pihak asing daripada Indonesia. Semua peristiwa yang terjadi hanya membuat banyak korban bagi pihak Indonesia akibat dari campur tangan kepentingan pihak asing untuk meraih keuntungan tertentu. Seharusnya orang Indonesia belajar dari banyak peristiwa lalu bahwa semua kepentingan pihak asing hanya selalu mengorbankan Indonesia baik dari Sumber Daya Alam maupun Manusianya.

Hery Says:

16 January 2016 at 10:51 pm.

@orbaSHIT, emang umurnya berapa? sepertinya yakin banget klo peristiwa yg diliat oleh mata ups maksudx bacaan yg diliat oleh mata sudah pasti suatu kebenaran. Yakin tuh bacaan2nya nggk condong k kiri ataupun k kanan?

Hery Says:

16 January 2016 at 10:57 pm.

@Engels, Sekuler kek atau beragama atau apapun juga………. itu adalah pilihan. Apakah setiap orang yg sekuler sdh dijamin bermoral? blum tentu jg kan?

Dangote Company Says:

8 May 2016 at 10:44 am.

Tuan Nyonya
Terutama di seluruh dunia, Anda perlu pinjaman uang antar individu untuk mengatasi kesulitan keuangan akhirnya memecahkan kebuntuan diprovokasi oleh bank, oleh penolakan file aplikasi pinjaman Anda. Kami adalah jaringan ahli keuangan swasta mampu membuat pinjaman untuk jumlah yang Anda butuhkan dan dengan kondisi yang membuat hidup Anda lebih mudah. Kami dapat membantu Anda dalam bidang berikut:
Keuangan *
* Home Loan
* Investasi Pinjaman
* Auto Pinjaman
* Konsolidasi hutang
* Line of Credit
* Kedua Mortgage
* Akuisisi kredit
* Personal Loan
Anda terjebak, Bank dilarang dan Anda tidak mendapatkan manfaat dari bank atau Anda lebih baik memiliki sebuah proyek dan membutuhkan pembiayaan, kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, uang untuk berinvestasi pada bisnis. Sementara kami siap melayani anda untuk aplikasi pinjaman pribadi Anda dari € 500 sampai € 10 juta untuk masing-masing tertentu dapat membayar tingkat bunga 1,5%. Kami berada dalam posisi untuk memenuhi peminjam kami dalam waktu 12 jam sejak diterimanya permohonan mereka.
Silahkan hubungi kami untuk lebih jelasnya;
dangotegrouploandepartment@gmail.com

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
May 2016
M T W T F S S
« Apr    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031