15 October 2008

Republik Saudagar

Posted by iman under: DALAMNEGERI; EKONOMI; SOEKARNO .

Lelaki itu bernama Totok Suryawan Soekarnoputra. Dia mungkin tak meminta dilahirkan sebagai anak Presiden pertama Republik ini, Soekarno. Tetapi nasib yang mempertemukan ibunya, Kartini Manoppo menjadi istri kesekian dari Bung Karno. Sialnya, negara tidak mengakui status perkawinan orang tua mereka.
Negara hanya mengakui hak hak dan tunjangan untuk 5 istri sang Presiden.  Setelah turunnya Bung Karno, mereka diusir dan rumah megahnya di bilangan Cawang di sita negara.  Sejarah sekali memihak kepada pemenangnya.  The Winner takes it all.

Siapakah yang berhak menentukan apa yang mesti negara berikan untuk rakyatnya. Tentu tidak senaive JFK dengan semboyannya ‘ Jangan minta apa yang negara bisa berikan, tapi tanyakan apa yang bisa kau berikan untuk negaramu “.
Ketika krisis keuangan yang merontokan bursa saham. Membuat banyak orang orang kaya yang kehilangan segalanya. Sebuah sistem pasar yang hanya dinikmati segelintir – mereka pemilik modal besar – dan sedikit sekali pengaruhnya pada perkonomian nasional, dibanding kontribusi perbankan dan sektor riil.

Ini memang berbeda. Hampir semua warga negara Amerika memiliki investasi terkait dengan pasar modal. Sedangkan di Indonesia hanya segelintir warga kelompok the haves yang menikmati keuntungan dari sini.
Anehnya, mereka yang hanya segelintir ini bisa berteriak seolah akhir jaman dan  ancaman krisis moneter 1997 akan terulang lagi.  Jaringan media yang mereka kuasai bisa menakutkan masyarakat pembaca. Perekonomian akan runtuh.  Padahal kehidupan di pasar pasar tetap berjalan seperti biasa, dan tidak ada kepanikan masyarakat untuk menarik uangnya dari Bank.
Artinya bahwa ketahanan ekonomi mikro rakyat kecil memang tangguh dan tak terganggu. Mereka yang selalu dikorbankan dan tidak berpretensi meminta apapun kepada negara atas hidupnya yang makin sulit.

pasar.jpgSekelompok kecil tetap bisa mempengaruhi Pemerintah untuk melakukan intervensi di Pasar Bursa. Sekali lagi Pemerintah mengulangi kebodohan – konon – menalangi sampai 14 trilyun.  Coba terangkan kepada saya yang bukan ahli ekonomi ini.
Memang tidak sebanyak ratusan trilyun dana talangan BLBI, tetapi dana yang hampir sama jumlahnya dengan dana Bantuan Langsung Tunai ( BLT )  akan lebih bermanfaat jika dicemplungkan bagi kegiatan sektor riil, program program membuka lapangan kerja, kredit mikro pedagang dan pengusaha kecil.
Ini membuktikan Pemerintah lebih sensitive terhadap jeritan ‘ kelompok saudagar kaya ‘ daripada rakyat kecil.  Keberpihakan yang tak adil.

Joseph Stiglitz, peraih nobel bidang ekonomi sudah wanti wanti, agar pemerintah tak mensubsidi pemain saham. Mereka adalah kalangan berpunya yang sudah semestinya tahu resiko permainan ini. Bisa untung besar atau tiba tiba buntung. Selain itu masuknya dana segar dari Pemerintah bahkan bisa memicu spekulator.

Mungkin ada yang membantai dalil dalil murahan diatas. Alasannya dana talangan Pemerintah akan menyegarkan bursa. Membeli kembali saham saham BUMN yang rontok. Tapi bukan itu permasalahannya.  Ini sekadar politik balas budi.
Apakah Jusuf Kalla bisa menolak permintaan Aburizal Bakrie yang telah membantu ‘ moril dan materiil ‘ sehingga ia terpilih menjadi Ketua umum Golkar beberapa tahun lalu di Bali.  Ia juga meminjamkan jet pribadinya yang mewah – dengan panel interior bersepuh emas – untuk rombongan wapres menuju Paris pada hari lebaran kedua.

Totok Suryawan pada akhirnya sadar bahwa ia sama saja seperti rakyat kecil lainnya. Ia hanya anak gelap Soekarno. Ia juga harus terus berjuang untuk tetap hidup. Dengan vespa bututnya keluaran tahun 1964, ia berjalan mengelilingi Jakarta menyebar undangan acara peringatan haul Bung Karno.  Ia tidak berharap honor dan makan nasi bungkus bersama pekerja lapangan panitia acara ini.  Sementara saudara saudara tirinya datang dengan mobil mewah, sebagai undangan yang duduk di sofa empuk didepan panggung.
“ Ini yang bisa saya lakukan untuk membuktikan cinta saya pada bapak dan negara “ katanya lirih.

Ia seperti Adipati Karna yang terbuang dari ibu kandungnya Dewi Kunti, yang dicemooh oleh saudara saudaranya Pandawa Lima.   Karna hanya bisa pasrah dan terus bekerja, mengabdi kepada negaranya Hastina.  Demikian pula rakyat kecil, para pedagang pasar yang tak pernah menunggak cicilan kreditnya di Bank Perkreditan Rakyat. Selalu patuh membayar angsurannya. Karena mereka sadar hanya anak tiri negara ini.
Yang bisa berharap orang tuanya memberikan sedikit rezeki yang sebagian besar telah dihabiskan kepada anak kandungnya, para saudagar kaya.

Ketika gempita gemuruh perayaan Haul Bung Karno. Totok mungkin terpekur di balik panggung.  Ia menerawang jauh, persis seperti Karna yang sedang membersihkan pelana kuda di Istana. Sayup sayup mendengar gelak tawa saudara saudaranya Pandawa dan Kurawa sedang bermain judi.  Serta isak tangis Drupadi yang dipertaruhkan.

67 Comments so far...

yuswae Says:

15 October 2008 at 6:23 pm.

gmana kalo mas totok disuruh bikin partai juga mas?
biar rame…
hehehehe

roi Says:

15 October 2008 at 6:42 pm.

Tapi mas, bahkan Adipati Karna pun akhirnya menjadi ‘andalan’ para saudaranya untuk, yang lebih miris, bertempur dengan saudaranya sendiri (Arjuna).
…karena cerita kehidupan masih akan berlangsung terus dan tidak akan berakhir disini…

mantan kyai Says:

15 October 2008 at 6:44 pm.

Bahkan jika para saudagar itu harus masuk penjara. Mereka akan disambut karpet merah.
Kita memiliki rakyat kecil bjiwa besr. Hdp indonesiah!

Anang Says:

15 October 2008 at 7:08 pm.

benar-benar deh, tidak ada keberpihakan untuk rakyat kecil… contoh sederhana pkl digusur semena-mena woh… pemodal yg disayang-sayang. doh memang negeri ajaib….

bayu Says:

15 October 2008 at 7:10 pm.

tulisanya mantaf mas… mak nyus…
tapi memang.. ibu yang satu itu cuma sibuk jual aset negara waktu berkuasa…

keep writing…

Gun Says:

15 October 2008 at 7:32 pm.

Paling nggak rakyat yang “anak tiri” mencoba berusaha sekuat tenaga agar diakui, seperti usaha Adipati Karna. :D

arifudin Says:

15 October 2008 at 8:31 pm.

keep wrtting :)

edratna Says:

15 October 2008 at 8:36 pm.

Saya baru tahu cerita ini mas Iman…..

ichaawe Says:

15 October 2008 at 9:38 pm.

Totok Suryawan??? looh ini si mas totok blogger itu kah??? namanya pun totok s, webnya pun totoks.com … diakah??? :P

Rasyeed Says:

15 October 2008 at 9:45 pm.

Mungkin, secara garis besar sebagian rakyat indonesia bisa di kategorikan sebagai rakyat masochis yang “menikmati” nyeri dan luka atas siksaan sebagian golongan rakyat indonesia lainnya -yang the have dan memiliki kekuatan /kekuasaan- yang menjadi pelaku sadism.

Indah Sitepu Says:

15 October 2008 at 9:58 pm.

Mas, keseluruhan anak Soekarno sebenarnya berapa?

pertanyaan ga penting banget yahh :P

SJ Says:

15 October 2008 at 10:44 pm.

terlanjur basah barangkali. kalo tidak ditalangi nanti menimbulkan efek domino [konon]. jadi, sampek kapan pun harus dilindungi [barangkali]. atau bila suatu ketika ada perubahan sistem ekonomi.

Epat Says:

15 October 2008 at 11:26 pm.

baru tau mas ada si totok ituh. soekarno emang dah….

Aris Says:

16 October 2008 at 12:25 am.

Bisa jadi Mas Totok anak gelap Soekarno, tapi rakyat mestinya bukan anak gelap negara. Hanya saja rakyat nasibnya memang seperti anak tiri dalam film Ratapan Anak Tiri yang dimainkan Faradila Sandy … terabaikan dan tersia-siakan, hanya diingat menjelang pemilu, baik lokal maupun nasional, sbg deretan angka yg digunakan utk mendudukkan seseorang sbg pejabat negara, bukan abdi negara.

Btw Totok Suryawan bener anaknya Soekarno? baru denger …

Donny Verdian Says:

16 October 2008 at 12:32 am.

Aih, setelah barusan mbaca buku “ISTRI-ISTRI BK” trus ngebaca tulisan ini seperti mendapatkan kelanjutan cerita :)

bangaip Says:

16 October 2008 at 12:49 am.

@Ichawae: Setahu saya, totoks.com itu bukan Totok Suryawan. Tapi Totok S(elain itu).

Hehe. Maap Mas Iman, ini komen ndak penting.

Tapi saya memang penasaran waktu melihat ada info kalau ternyata ada lagi anaknya Bung Karno yang meneruskan tradisi bapaknya menulis. :) Sebab setahu saya hanya Mas Tok (bukan Totok, tapi Guntur) dan Mbak Rahmawati saja yang menulis.

Ooh maaf, ralat, saya salah. Ibu Mega rupanya juga sering menulis buku…

buku tamu

ambar Says:

16 October 2008 at 1:05 am.

kebetulan Paul Krugman memenangi Nobel Ekonomi tahun ini. Salah satu paradoks Wall St ya mas.

hanggadamai Says:

16 October 2008 at 1:42 am.

ikhlas kuncinya (mungkin)

Leah Says:

16 October 2008 at 7:36 am.

Pengen nangis rasanya saya baca posting ini *ih..lebay gak sih Mas ?
Saya nangis karena prihatin sama rakyat kecil yang selalu dikorbankan, yang selalu terpinggirkan, yang selalu dianggap bodoh, TAPI ternyata punya “ketangguhan” untuk bikin republik ini tetap survive ditengah krisis !

angki Says:

16 October 2008 at 9:32 am.

Mas Iman, Totok Suryawan masih di JKT-kah? bisakah saya berkenalan dengannya jika saya ke JKT nanti?
*riset kecil-kecilan*

moh arif widarto Says:

16 October 2008 at 10:24 am.

Menurut saya, kembalikan saja bursa saham kepada ideologinya, yaitu pasar bebas. Kalau memang mau anjlok sampai indeksnya mencapai angka NOL ya biarkan saja.

Bursa saham hanya merupakan portfolio investasi. Besarnya kapitalisasi pasar di bursa saham tidak identik dengan besarnya lapangan kerja. Tinggi-rendahnya harga saham juga tidak mencerminkan besar-kecilnya tenaga kerja yang diserap. Buat apa menyelamatkan para spekulan, para tukang judi.

Saya setuju, Rp 14 Trilyun cukup untuk mengolah sawah sejuta hektar. Dengan asumsi setahun panen 3 kali, dalam setahun dananya akan menjadi Rp 42 trilyun. Duitnya bisa berkembang. Coba itu, diguyurkan ke bursa saham. Apa kembalinya untuk negara atau rakyat?

Salam untuk Pak Totok Suryawan.

Hedi Says:

16 October 2008 at 10:33 am.

soal dana talangan itu, boleh jadi emang ga pada tempatnya pemerintah menyokong kalangan the haves yg maen di stock market. tapi pasti pemerintah juga meliat efek yg lebih luas, mas, apabila krisis yg bermula dari pasar modal nggak disiram duit pemerintah. akan ada multiply efect yg justru lebih gawat dan berbahaya buat masyarakat kebanyakan.

kebijakan bail out ini juga dilakukan di negeri G7, juga dikritik abis2an kok…serba salah buat pemerintah :D

itikkecil Says:

16 October 2008 at 10:48 am.

Anggaplah saya tidak peka… tapi saya sepakat dengan mas Iman, saya merasa tidak ada pengaruhnya krisis yang sekarang ini. toh kehidupan masih berjalan seperti biasanya. kalaupun ada investor yang rugi karena pasar saham anjlok, mereka kan seharusnya sudah tahu resikonya seperti apa.

iman brotoseno Says:

16 October 2008 at 11:04 am.

Angki,
Mau riset apaan ? he he
Hedi,
Efek yang tidak pernah ada hed. Amerika menalangi karena hampir seluruh warganya bermain di pasar bursa dan investasi. Di Indonesia tidak, sektor ini tidak bersentuhan sama sekali dengan perekonomian rakyat. Jadi efeknya adalah harga saham Bumi Resourcesnya bakrie terjun bebas jadi murah. Ini berpotensi dicaplok orang yang mempunyai duit lebih. Itu saja. Nilai saham perusahaan batubaranya Bakrie murah, bukan berarti perusahaannya bangkrut. Tidak, itu khan nilai perusahaan, tetapi operasional sehari hari karyawannya atau produksi ya tetap jalan.
Paling parah adalah karyawan perusahaan pialang, perusahaan investasi yang dirumahkan karena perusahaannya bangkrut. Tapi perusahaan yang tercatat di bursa, hanya nilai sahamnya rontok.

dilla Says:

16 October 2008 at 11:18 am.

sektor riil ndak pernah jadi prioritas, padahal sebagian besar rakyat hidup dari situ, mana bisa bangkit dari kemiskinan kalo negara ajah ga mo memusatkan perhatiannya kesitu.

boyin Says:

16 October 2008 at 11:32 am.

Life is not fair, get used to it ..ini katanya bill gates lho…

Yoyo Says:

16 October 2008 at 12:44 pm.

yang dibahas anak tiri, tapi ada lagi yang lebih sadis : “ibu tiri” ! dia jual beberapa aset negara, sekarang, saat “bapak tiri” kelabakan, dia pura-pura nasionalis, cuiiihhhhh !!!!! …. :D

Ahmad Says:

16 October 2008 at 12:54 pm.

Ada sejarah lain yang tak sempat ditulis di buku resmi. Sekarang, geliat untuk menuangkan dalam wacana telah bermula. Pembiaran terhadap cerita di atas untuk tidak didengar akan menggelapkan sejarah seutuhnya.

Duh, saya menemukan sisi manusiawi dari manusia besar, sehingga ia memberi ilham pada kita bahwa betapapun sederhana kita, mesti ada yang bisa dilakukan untuk menyinari liyan.

Buthe Says:

16 October 2008 at 3:46 pm.

Mungkin banyak petinggi pemerintahan kita yang punya saham Bumi resources, makanya dikucurkan juga dana 14 T itu. Supaya gak rugi bandar…?? Rakyat yang ngumpuli duitnya…

btw: Mas Iman, akhir2 ini gak pernah balas YM ku..ono opo tho?

Iman Says:

16 October 2008 at 4:50 pm.

Ade Tety,
yang mana YM ya de,..? coba YM lagi deh..

mukelu Says:

16 October 2008 at 5:52 pm.

wahhh mas aku juga baru nulis tentang karna, tapi konteks nya beda :D

sesy Says:

16 October 2008 at 6:03 pm.

kekayaan terbesar republik ini adalah rakyatnya.
aku penasaran, senadainya pak karno sang proklamator itu masih hidup dan melihat semua yg terjadi di negeri ini kira2 dy bilang apa ya?? trus pada anak dan istri yg tak diakui negara itu, dy akan bilang apa???

ocha Says:

16 October 2008 at 6:12 pm.

Sekali lagi tulisan yang keren dan ehh ada dikait2kan dengan anak Bung Karno yg lain itu jadi tambah ilmunya dikit.
Mengapa beliau itu (pak totok) gak kedengaran yachselama ini? :(

meong Says:

16 October 2008 at 8:03 pm.

omong2 karna jd inget omongannya balebegol. keren bgt itu,kl cerita pewayangan difilm layar lebarkan jd film kolosal. sutradara: iman brotoseno
scenario: medina meong wulandari
produser: george lucas
starred by: brad pitt as arjuna, russel crowe as yudhistira, wesley snipes as werkudara, natalie portman as drupadi, angelina jolie as srikandi, deniro as sangkuni, al pacino as duryudana.
distributed by MGM.
:mrgreen:

bocah_ilang Says:

16 October 2008 at 9:48 pm.

Mas Iman,salut untuk tulisannya,kereen..aq pikir,negara ini pro-bono publico,membela kepentingan wong cilik.Nyatanya dia pro-bono elito(ada gak artinya,hee).Salam bwt pedagang sayur dan asongan d seluruh Indonesia.Smangat!

endiks Says:

16 October 2008 at 9:58 pm.

kalo adipati karna= totok, lha drupadi sapa om..?

dondanang Says:

16 October 2008 at 10:15 pm.

satu bapak tapi beda nasib. Miris. Satu bukti ketidakadilan lagi. Tapi saya suka sikap ikhlas Totok. Salam buat dia mas.

omoshiroi_ Says:

17 October 2008 at 1:46 am.

namanya juga republik saudagar..penguasanya juga para saudagar..yang lebih dikedepankan tentu kepentingan para saudagar..dan yang bukan saudagar,cukup bermimpi untuk menjadi saudagar..

Bagas Says:

17 October 2008 at 5:15 am.

Benar, kita hidup di republik sial.

bsw Says:

17 October 2008 at 5:49 am.

@Boyin : “Life is not fair, get used to it ..ini katanya bill gates lho…”
Walaupun kalimat itu mungkin juga diyakini oleh Bill Gates (& sebagian besar kita), tidak ada bukti bahwa kalimat itu datang dari Bill Gates (*sumber:snopes.com)

communicator Says:

17 October 2008 at 9:25 am.

enak jadi saudagar dong,jadi anak kandung negeri ini..negeri saudagar, republik saudagar oh indonesiaku….

bisakah mas Iman menjadikanku salah satu anak kandung negeri ini…???

*keep writing mas…*

silly Says:

17 October 2008 at 10:09 am.

Ngabsen doang mas, takut gak dianggap temen ama mas Iman, hehehehe… (lagi mondok disatu tempat buat pemulihan kesehatan).

satu lagi, titip salam untuk Bung Karno yahhh, sepertinya kalian teman akrabbb banget…. :P

mastogog Says:

17 October 2008 at 10:32 am.

Kita seperti hidup di negeri Insane-sia, dimana Penguasa berperilaku seperti spekulan bagi rakyatnya..

cak dh1k4 Says:

17 October 2008 at 11:47 am.

Kayaknyaa aku pernah dengar cerita mas totok dari oom ku deh. apa yang dulu pernah ikut partai buruh ya ? kasihan sama saudara saudara tirinya aku malahan. kok bisa bisanya gak perhatian sama saudaranya yang kesusahan. mereka patut dikasihani seperti orang orang yang jadi saudagar di atas yang sampean tulis yang gak perhatian sama orang orang susah. kasihan sekali……

cepaxu Says:

17 October 2008 at 12:52 pm.

apalagi berpihak pada orang kampung seperti saya ya?

aditya sani Says:

17 October 2008 at 3:53 pm.

welaaa dulu jaman pak harto, kita jadi negaranya saudagar2 cina-jawa..lha skarang jadi negaranya saudagar bugis-minang..

aprikot Says:

17 October 2008 at 5:08 pm.

OOT: mas iman aku lama ga didongengin sama mas iman lho, aku kuangeeeennn

Iman Says:

17 October 2008 at 7:38 pm.

endiks,
drupadinya siapa ? wah kebanyakan ciu kamu tuh..sampai lupa..
aprikot,
sini sini tak dongengi nduk.jangan pacaran melulu

Embun Says:

17 October 2008 at 9:19 pm.

mas Totok teman saya sekantor, bedanya dia di Jakarta saya di Surabaya. Pertama melihat orangnyanya terkesan seorang yang tabah, dengan gurat-gurat ketampanan ala Soekarno.

Saya salut dia tetap gigih berjuang. Dari pintu ke pintu client hanya untuk menjadi juru tagih.

Meidy Says:

17 October 2008 at 10:34 pm.

Salut buat mas Totok.. Hebat!!

[H] Says:

18 October 2008 at 11:41 am.

“Jangan minta apa yang negara bisa berikan, tapi tanyakan apa yang bisa kau berikan untuk negaramu”

Ngasi sesuatu untuk negara yg seringnya ngasi penderitaan bwt rakyat?!?

presy__L Says:

18 October 2008 at 1:16 pm.

ya begitulah orang2 kaya yg bermain di bursa saham. menganggap kaya mereka itu bertahan selamanya. padahal bisa terjun bebas tiba2.

tentang totok itu saya baru tahu dia anak soekarno. maklum. dia ga pernah publikasi besar2an kaya kakak perempuannya yg mau jadi capres itu loh..

afwan auliyar Says:

18 October 2008 at 4:42 pm.

bener2 sisi lain dr bangsa ini ….
bangsa yang terbilang besar, ini terdiri atas rakyat kecil yang selalu menopang dgn punggungnya …
sedangkan para pembesar, hanya duduk diatsnya …..

marshmallow Says:

19 October 2008 at 8:27 am.

who says life is fair anyway?
money rules, mas.

Meidy Says:

19 October 2008 at 12:33 pm.

mas iman sbaiknya jalan2 juga.. supaya nanti klo mencalonkan diri jd presiden udah banyak yg kenal.. mampir2 ya mas… hehhee..

leksa Says:

20 October 2008 at 2:46 pm.

Mas,..
saya suka tulisan ini sangat!!

swidi Says:

25 March 2009 at 1:16 pm.

saya baru baca postingan yang ini,
kenapa jadi gak kuasa mbendung air mata.

*menyeka ..*

dinoyudha Says:

7 September 2009 at 6:10 am.

wow..great.. saya takjub membaca postingan ini, sama takjubnya membaca postingan Lagi-lagi Malaysia. Salut untuk mas Iman atas tulisannya..

arifbgt Says:

20 November 2009 at 11:02 pm.

hehehe….

lucu yah….

emg aku bacanya kebalik..; baca komen nya dulu..; abis ntar keasyikan kalo baca blog nya dulu…

n tnyata baca komen nya juga gak kalah aneh…hahaha…

btw..; Tuhan cukup adil utk ngebuka realita yg kaya gini….; lwt mas Iman yg barudak dekat..: bukan :o rang..; abis masih kecil wkt itu…..

lagian bung Karno ngapain siy kawin2 mulu….
jaman dulu jaman tipi belum ada idola nya ya plg2 presiden ama gubernur kali yah…

jadi groupies2 itu yg lalu ngejar2 pengen dikawin sekalian naikin kelas gtu yah….

ya kalo gak bisa jadi dokter ya jadi ibu dokter gtu lo maksudnya…….

cuman jaman pak harto saingan seleb udah bnyk bgt jadi groupiesnya juga makin gak fokus hahahaha…………….

yg ada ngejar2 roy marten; roby sugara; drg fadly ama slamet raharjo…

…ups…; slamet raharjo ada groupies nya gak siyy…; diyya kan cekking abiss……
hehehhe………………..

begitulah cara pandang gw ttg mengapa org2 masa lalu begitu membabi buta mengidolakan sosok Sukarno dan rela dikawin berkali2 oleh kakek2 itu……

HIDUP MONARKI…….

HIDUP…

HIDUP……; MERDEKA……??!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

(ini kerjaan nya tante MEga loch…………………..)
lagian hidup2 mulu….; emng nya pernah mati apa?……………………

orbaSHIT Says:

10 February 2010 at 12:50 pm.

@arifbgt jealous tanda tak mampu mannn jangan lebay akkhh…

Avtolubitil Says:

24 March 2010 at 12:32 am.

А автомобильный по тематике блог никто не подскажет.

divx онлайн Says:

8 April 2010 at 4:46 am.

Спасибо за материал..

Spacereal Says:

13 April 2010 at 5:02 pm.

Зачем писать такое, можно и подумать иногда.

Weather Says:

15 April 2010 at 3:35 pm.

Каспер не пускает, ели зашел.

orang beriman Says:

31 March 2013 at 5:15 pm.

Hidup ini cuma cara pandang “eye” masyarakat dunia.
Orang hanya memandang, CIA/Pentagon adalah “hebat”.
Cobalah..sesekali….kasihan sama keluarga, anak-anak yang ditinggalkan.
Demikian juga dulunya, dunia memandang Pres.Soekarno.
Hidup 17 tahun setelah “pelindung” meninggal. Seperti apa?
Dijahili…dll…permainan reinkarnasi dan karma…jahat sekali…
Demikian keluarga kami, manusia biasa. Di adu bahkan antar negara.
Kasihanlah pada kami.
Anak kami butuh sekolah, biaya hidup, sandang, pangan, papan.
Tapi kami tidak “demen” tuh jadi miliarder “melampaui batas”. Pasti.

Mari beriman, ….

malenkiygeniy Says:

28 December 2013 at 10:02 pm.

знакомства в Нижнем Новгороде http://individualki-prostitutki-nizhnego-novgoroda.com/

nike sb janoski Says:

10 February 2014 at 6:00 am.

nike sb janoski…

Republik Saudagar | Iman Brotoseno…

Leave a Reply

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life



Add to Technorati Favorites
Free PageRank Checker

Subscribe with Bloglines

Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner

 

April 2014
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930