15 October 2008

Republik Saudagar

Posted by iman under: DALAMNEGERI; EKONOMI; SOEKARNO .

Lelaki itu bernama Totok Suryawan Soekarnoputra. Dia mungkin tak meminta dilahirkan sebagai anak Presiden pertama Republik ini, Soekarno. Tetapi nasib yang mempertemukan ibunya, Kartini Manoppo menjadi istri kesekian dari Bung Karno. Sialnya, negara tidak mengakui status perkawinan orang tua mereka.
Negara hanya mengakui hak hak dan tunjangan untuk 5 istri sang Presiden.  Setelah turunnya Bung Karno, mereka diusir dan rumah megahnya di bilangan Cawang di sita negara.  Sejarah sekali memihak kepada pemenangnya.  The Winner takes it all.

Siapakah yang berhak menentukan apa yang mesti negara berikan untuk rakyatnya. Tentu tidak senaive JFK dengan semboyannya ‘ Jangan minta apa yang negara bisa berikan, tapi tanyakan apa yang bisa kau berikan untuk negaramu “.
Ketika krisis keuangan yang merontokan bursa saham. Membuat banyak orang orang kaya yang kehilangan segalanya. Sebuah sistem pasar yang hanya dinikmati segelintir – mereka pemilik modal besar – dan sedikit sekali pengaruhnya pada perkonomian nasional, dibanding kontribusi perbankan dan sektor riil.

Ini memang berbeda. Hampir semua warga negara Amerika memiliki investasi terkait dengan pasar modal. Sedangkan di Indonesia hanya segelintir warga kelompok the haves yang menikmati keuntungan dari sini.
Anehnya, mereka yang hanya segelintir ini bisa berteriak seolah akhir jaman dan  ancaman krisis moneter 1997 akan terulang lagi.  Jaringan media yang mereka kuasai bisa menakutkan masyarakat pembaca. Perekonomian akan runtuh.  Padahal kehidupan di pasar pasar tetap berjalan seperti biasa, dan tidak ada kepanikan masyarakat untuk menarik uangnya dari Bank.
Artinya bahwa ketahanan ekonomi mikro rakyat kecil memang tangguh dan tak terganggu. Mereka yang selalu dikorbankan dan tidak berpretensi meminta apapun kepada negara atas hidupnya yang makin sulit.

pasar.jpgSekelompok kecil tetap bisa mempengaruhi Pemerintah untuk melakukan intervensi di Pasar Bursa. Sekali lagi Pemerintah mengulangi kebodohan – konon – menalangi sampai 14 trilyun.  Coba terangkan kepada saya yang bukan ahli ekonomi ini.
Memang tidak sebanyak ratusan trilyun dana talangan BLBI, tetapi dana yang hampir sama jumlahnya dengan dana Bantuan Langsung Tunai ( BLT )  akan lebih bermanfaat jika dicemplungkan bagi kegiatan sektor riil, program program membuka lapangan kerja, kredit mikro pedagang dan pengusaha kecil.
Ini membuktikan Pemerintah lebih sensitive terhadap jeritan ‘ kelompok saudagar kaya ‘ daripada rakyat kecil.  Keberpihakan yang tak adil.

Joseph Stiglitz, peraih nobel bidang ekonomi sudah wanti wanti, agar pemerintah tak mensubsidi pemain saham. Mereka adalah kalangan berpunya yang sudah semestinya tahu resiko permainan ini. Bisa untung besar atau tiba tiba buntung. Selain itu masuknya dana segar dari Pemerintah bahkan bisa memicu spekulator.

Mungkin ada yang membantai dalil dalil murahan diatas. Alasannya dana talangan Pemerintah akan menyegarkan bursa. Membeli kembali saham saham BUMN yang rontok. Tapi bukan itu permasalahannya.  Ini sekadar politik balas budi.
Apakah Jusuf Kalla bisa menolak permintaan Aburizal Bakrie yang telah membantu ‘ moril dan materiil ‘ sehingga ia terpilih menjadi Ketua umum Golkar beberapa tahun lalu di Bali.  Ia juga meminjamkan jet pribadinya yang mewah – dengan panel interior bersepuh emas – untuk rombongan wapres menuju Paris pada hari lebaran kedua.

Totok Suryawan pada akhirnya sadar bahwa ia sama saja seperti rakyat kecil lainnya. Ia hanya anak gelap Soekarno. Ia juga harus terus berjuang untuk tetap hidup. Dengan vespa bututnya keluaran tahun 1964, ia berjalan mengelilingi Jakarta menyebar undangan acara peringatan haul Bung Karno.  Ia tidak berharap honor dan makan nasi bungkus bersama pekerja lapangan panitia acara ini.  Sementara saudara saudara tirinya datang dengan mobil mewah, sebagai undangan yang duduk di sofa empuk didepan panggung.
“ Ini yang bisa saya lakukan untuk membuktikan cinta saya pada bapak dan negara “ katanya lirih.

Ia seperti Adipati Karna yang terbuang dari ibu kandungnya Dewi Kunti, yang dicemooh oleh saudara saudaranya Pandawa Lima.   Karna hanya bisa pasrah dan terus bekerja, mengabdi kepada negaranya Hastina.  Demikian pula rakyat kecil, para pedagang pasar yang tak pernah menunggak cicilan kreditnya di Bank Perkreditan Rakyat. Selalu patuh membayar angsurannya. Karena mereka sadar hanya anak tiri negara ini.
Yang bisa berharap orang tuanya memberikan sedikit rezeki yang sebagian besar telah dihabiskan kepada anak kandungnya, para saudagar kaya.

Ketika gempita gemuruh perayaan Haul Bung Karno. Totok mungkin terpekur di balik panggung.  Ia menerawang jauh, persis seperti Karna yang sedang membersihkan pelana kuda di Istana. Sayup sayup mendengar gelak tawa saudara saudaranya Pandawa dan Kurawa sedang bermain judi.  Serta isak tangis Drupadi yang dipertaruhkan.

70 Comments so far...

[H] Says:

18 October 2008 at 11:41 am.

“Jangan minta apa yang negara bisa berikan, tapi tanyakan apa yang bisa kau berikan untuk negaramu”

Ngasi sesuatu untuk negara yg seringnya ngasi penderitaan bwt rakyat?!?

presy__L Says:

18 October 2008 at 1:16 pm.

ya begitulah orang2 kaya yg bermain di bursa saham. menganggap kaya mereka itu bertahan selamanya. padahal bisa terjun bebas tiba2.

tentang totok itu saya baru tahu dia anak soekarno. maklum. dia ga pernah publikasi besar2an kaya kakak perempuannya yg mau jadi capres itu loh..

afwan auliyar Says:

18 October 2008 at 4:42 pm.

bener2 sisi lain dr bangsa ini ….
bangsa yang terbilang besar, ini terdiri atas rakyat kecil yang selalu menopang dgn punggungnya …
sedangkan para pembesar, hanya duduk diatsnya …..

marshmallow Says:

19 October 2008 at 8:27 am.

who says life is fair anyway?
money rules, mas.

Meidy Says:

19 October 2008 at 12:33 pm.

mas iman sbaiknya jalan2 juga.. supaya nanti klo mencalonkan diri jd presiden udah banyak yg kenal.. mampir2 ya mas… hehhee..

leksa Says:

20 October 2008 at 2:46 pm.

Mas,..
saya suka tulisan ini sangat!!

swidi Says:

25 March 2009 at 1:16 pm.

saya baru baca postingan yang ini,
kenapa jadi gak kuasa mbendung air mata.

*menyeka ..*

dinoyudha Says:

7 September 2009 at 6:10 am.

wow..great.. saya takjub membaca postingan ini, sama takjubnya membaca postingan Lagi-lagi Malaysia. Salut untuk mas Iman atas tulisannya..

arifbgt Says:

20 November 2009 at 11:02 pm.

hehehe….

lucu yah….

emg aku bacanya kebalik..; baca komen nya dulu..; abis ntar keasyikan kalo baca blog nya dulu…

n tnyata baca komen nya juga gak kalah aneh…hahaha…

btw..; Tuhan cukup adil utk ngebuka realita yg kaya gini….; lwt mas Iman yg barudak dekat..: bukan :orang..; abis masih kecil wkt itu…..

lagian bung Karno ngapain siy kawin2 mulu….
jaman dulu jaman tipi belum ada idola nya ya plg2 presiden ama gubernur kali yah…

jadi groupies2 itu yg lalu ngejar2 pengen dikawin sekalian naikin kelas gtu yah….

ya kalo gak bisa jadi dokter ya jadi ibu dokter gtu lo maksudnya…….

cuman jaman pak harto saingan seleb udah bnyk bgt jadi groupiesnya juga makin gak fokus hahahaha…………….

yg ada ngejar2 roy marten; roby sugara; drg fadly ama slamet raharjo…

…ups…; slamet raharjo ada groupies nya gak siyy…; diyya kan cekking abiss……
hehehhe………………..

begitulah cara pandang gw ttg mengapa org2 masa lalu begitu membabi buta mengidolakan sosok Sukarno dan rela dikawin berkali2 oleh kakek2 itu……

HIDUP MONARKI…….

HIDUP…

HIDUP……; MERDEKA……??!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

(ini kerjaan nya tante MEga loch…………………..)
lagian hidup2 mulu….; emng nya pernah mati apa?……………………

orbaSHIT Says:

10 February 2010 at 12:50 pm.

@arifbgt jealous tanda tak mampu mannn jangan lebay akkhh…

Avtolubitil Says:

24 March 2010 at 12:32 am.

А автомобильный по тематике блог никто не подскажет.

divx онлайн Says:

8 April 2010 at 4:46 am.

Спасибо за материал..

Spacereal Says:

13 April 2010 at 5:02 pm.

Зачем писать такое, можно и подумать иногда.

Weather Says:

15 April 2010 at 3:35 pm.

Каспер не пускает, ели зашел.

orang beriman Says:

31 March 2013 at 5:15 pm.

Hidup ini cuma cara pandang “eye” masyarakat dunia.
Orang hanya memandang, CIA/Pentagon adalah “hebat”.
Cobalah..sesekali….kasihan sama keluarga, anak-anak yang ditinggalkan.
Demikian juga dulunya, dunia memandang Pres.Soekarno.
Hidup 17 tahun setelah “pelindung” meninggal. Seperti apa?
Dijahili…dll…permainan reinkarnasi dan karma…jahat sekali…
Demikian keluarga kami, manusia biasa. Di adu bahkan antar negara.
Kasihanlah pada kami.
Anak kami butuh sekolah, biaya hidup, sandang, pangan, papan.
Tapi kami tidak “demen” tuh jadi miliarder “melampaui batas”. Pasti.

Mari beriman, ….

malenkiygeniy Says:

28 December 2013 at 10:02 pm.

знакомства в Нижнем Новгороде http://individualki-prostitutki-nizhnego-novgoroda.com/

nike sb janoski Says:

10 February 2014 at 6:00 am.

nike sb janoski…

Republik Saudagar | Iman Brotoseno…

Dini Says:

14 February 2015 at 11:22 pm.

tulisan yang bagus, salah satu novel saya sedikit mengulas tentang Pak Totok, dan saya terinspirasi dengan tulisan ini

Dini Says:

14 February 2015 at 11:23 pm.

tulisan bagus, saya sedang menulis novel dan salah satu bagiannya terinspirasi dari cerita adipati karna dalam bentuk mas totok

Andi Says:

11 May 2015 at 6:07 am.

kerasnya hidup.perusahaan sy mengalami kebangkrutan,sekarang hutang sy menumpuk hingga 300 juta lebih.istri sy depresi berat.dan ke-2 anak sy yg masih kecil terganggu psikisnya mendengar para penagih utang yg tiap harinya datang dengan ancaman dan suara kerasnya.barang-barang hampir terkuras habis hanya untuk menutupi bunga pinjaman.sy bingung mau gimna lagi.satu-satunya jalan dengan melanjutkan usaha yg sekarang terkendala dengan ketiadaan modal.oleh karena itu Kiranya ada dari bapak/ibu saudara saudariku yang mungkiin memiliki rezeki lebih mau menghibahkan sedikit rezekinya brapapun/keikhlasan dari bapak/ibu sy akan sangat menghargainya.

Rek BRI: 7805 01 002051 535

a.n : ANDI ABDUL AZIS

tolong email ke sy jumlah dana yg anda kirim beserta nomor rekening anda,bilamana nanti sy hendak membalas kebaikan anda.

email : hepingheping@rocketmail.com

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
August 2016
M T W T F S S
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031