All Posts By

iman

Janji itu

Dahulu saat menonton film English Patient “ , saya selalu membayangkan sebuah janji yang dipertahankan sampai kematian. Tragis, mempertanyakan apakah ada yang lebih mulia daripada mereka yang selalu menetapi janjinya. Count Lazlo Alamzy, ahli pemetaan asal Hongaria yang menjalin skandal cinta dengan Khaterine, istri temannya sendiri. Sebuah setting perang dunia ke II dengan backdrop gurun sahara dan kota kota arab magribi yang eksotik.
Dalam kecelakaan pesawat terbang yang juga membunuh suami Khaterine. Alamzy membawa Khaterina yang terluka parah ke dalam sebuah gua. Ia memberikan korek api karena ia harus mencari pertolongan ke kota terdekat.
Malangnya, di kota pendudukan Jerman, ia bahkan masuk ke dalam sel penjara. Lelaki itu tetap memegang janji setelah beberapa hari di sel, menjemput kekasihnya yang sudah meninggal sendirian di gua tersebut. Kita membayangkan korek apinya yang habis sambil menunggu kekasihnya tak yang kunjung datang.

Continue Reading

Pesta Blogger Photo Contest

Beberapa suku suku di pedalaman merasa takut dipotret, karena mereka beranggapan dengan dipotret , maka jiwanya sudah diambil. Ini tidak salah, karena sebuah photo selalu bicara tentang kejujuran. Ada sebuah nyawa di dalam sebuah gambar potret. Sesederhana apapun.
Sebagai bagian kegiatan pesta blogger 2008, kami menyelenggarakan sebuah kontes photo yang terbuka untuk umum, termasuk para blogger blogger penikmat photo atau pelaku dunia fotography. Dalam PESTA BLOGGER PHOTO CONTEST semua bisa mengikuti, amatir sampai professional.
Anda bisa menggunakan kamera apa saja, pocket sampai DSLR. Sepanjang diambil dengan format digital.

Dengan tema “ Blogging for Society “, kami berharap bahwa ada catatan atau rekam gambar yang menunjukan rasa kepedulian, setia kawanan, optimisme kehidupan, semangat gotong royong, pendidikan, kesejahteraan dan kebangsaan.
Lebih jauh bahwa foto foto yang terkumpul kelak akan diseleksi untuk menentukan foto foto terbaik , selain memperebutkan hadiah dari para sponsor, juga untuk dipamerkan dalam eksibisi foto di puncak acara Pesta Blogger 2008 di Jakarta. Kegiatan ini akan memicu pertumbuhan foto blog di dunia blogsphere, sebagai proses alternative pewartaan  gagasan – secara visual – kepada masyarakat.

Continue Reading

Nasionalisme sampai Ratu Adil

Jauh ratusan tahun sebelum para founding father bangsa kita berbicara tentang nasionalisme. Raja Kartanegara dari Singasari telah membuktikan tanpa banyak bicara, dengan memotong kuping Meng Chi – utusan Kaisar Kubilai Khan dari Dinasti Mongol – dan mengusirnya pergi. Jelas jelas ia tidak mau tunduk pada permintaan maharaja dari Asia tengah. Singasari adalah negara berdaulat dan tidak mau memberi upeti kepada bangsa asing.
Tindakan ini membangkitkan kemarahan Kubilai Khan. Ia mengutus Shih-pi, Ike Messe dan Kau Hsing memimpin armada 1000 kapal dan tentara sebanyak 20.000 orang untuk menekan Jawa. Armada mereka yang gagah, memenuhi pelabuhan Tuban, tidak membuat gentar Raden Wijaya. Lagi lagi mereka tertipu oleh muslihat pangeran jawa ini, membantu menggulingkan Raja Jayakatwang dari Kediri.

Continue Reading

Laskar dari Surga

Siang ini serombongan pasukan bermotor berjubah ala pangeran Diponegoro mulai meraung raung melewati kantor saya. Sambil membawa bendera hijau yang melambai lambai perkasa. Matanya jalang mencari cari pendosa di pinggir jalan.
“ Awas kau orang orang yang tak berpuasa “
Warung warung tegal seketika menutup pintunya. Tukang parkir menyembunyikan plastik teh es dibalik tong sampah. Takut karena tak melaksanakan perintah agama.
Selamat datang balatentara surga !

Urusan Jalan Pintas

Suka tidak suka, bangsa kita memang paling suka membangun jalan tol dimana mana. Konon jalan pintas, bebas hambatan yang akan memperlancar transportasi antar kota. Wapres Jusuf Kalla mencanangkan infrastruktur jalan tol harus dibangun untuk menghubungkan seluruh kota kota di pulau Jawa.
Mempercepat arus perpindahan manusia dan juga komoditi industri. Apakah ini salah ? tidak juga. Dahulu Gubernur Jendral Raflles menempuh jarak seminggu perjalanan dengan kereta kuda dari Bogor ke Semarang. Bahkan catatan Charles Walter Kinloch – petualang dari Inggris – pada tahun 1852 harus memakan waktu 3 hari dari Batavia ke Cipanas !
Jadi memang jalan dibutuhkan untuk membuka isolasi daerah daerah. Tetapi kalau semua titik dan kota dibuat jalan pintas ala jalan tol – disamping jalan biasa – rasa rasanya ada yang tidak benar dengan cara mengurus negeri ini.

Continue Reading

Have you seen the Light ?

Bulan Ramadhan selalu memberikan saat refleksi diri sendiri terhadap komitmen kita terhadap Sang Khalik.  Tentu saja berbeda sewaktu saya kecil, bagaimana bisa melewati bulan puasa untuk mencapai baju baru atau opor ayam , sambel goreng ati – dengan pete yang mentes mentes – di hari lebaran.
Terus terang pemahaman saya tentang agama tidak begitu excellent. Sholatnya juga masih tambal sulam. Kalau menilik disertasi Cliffort Geerzt tentang Islam di Indonesia, jangan jangan saya dikategorikan Islam abangan. Juga latar belakang keluarga kejawen yang mungkin tidak terlalu mementingkan konsep ritual.
Tapi, Alhamdulillah puasa masih lancar sampai hari ini.

Ada suatu peristiwa di Bali beberapa tahun lalu yang sering saya kenang.  Gili Topekong nama sebuah pulau kecil batu karang di lepas pantai Candidasa adalah sebuah obyek penyelaman yang cukup terkenal. Bedanya, hanya para penyelam yang memiliki jam terbang tinggi bisa menyelam disini. Ini karena, arusnya sangat berbahaya. Tercatat banyak korban tewas dan hilang ketika menyelam di sini.

Continue Reading

Umbu Landu Paranggi

Syahdan pada waktu periode akhir 60an sampai pertengahan tahun 70 an, ada sosok yang sedemikian di hormati di kawasan Malioboro dan sekitarnya. Jika generasi flower generation di Amerika memiliki Simon & Garfunkel atau Bob Dylan. Di Jogjakarta siapa yang tak mengenal Umbu Landu Paranggi – raja sesungguhnya kawasan Malioboro.
Saya tak mengalami jaman jaman tersebut selalu bertanya tanya kepada mereka yang mengenal sosok gondrong itu, yang garis wajahnya seperti kuda sumba yang keras. Membuat penasaran apa yang membuatnya begitu begitu heroik dan menjadi sumber oase dari sastrawan, penulis, tukang becak sampai pelacur di seputaran Malioboro.

Jalannya hidupnya konon misterius – ada yang bilang nomaden – dan biasa berjalan dari tempat nongkrongnya di Malioboro utara sambil menyapa orang orang dan menulis puisi. Ia selalu mengajar orang menulis sastra ,membimbingnya dalam Persada Studi Klub di Koran Pelopor Jogja. Ia memperhatikan pertumbuhan puisi, menjaga dan menumbuhkan sastrawan sastrawan baru yang kini mungkin anda banyak mengenalnya, seperti Emha Ainun Najib, Linus Suryadi sampai musisi Ebiet G Ade.

Continue Reading

Ikhlas

Paling susah memang menstimulasi pikiran untuk menerima rasa ikhlas di hati kita. Apapun bentuknya. Keikhlasan bukan saja manifesto dari bentuk rasa maaf, tapi juga bentuk penerimaan terhadap sesuatu yang baru dan berbeda.
Dalam perjalanan menyusuri sungai Martapura selama 2 jam dari kota Banjarmasin menuju Lokbaintan, teman saya begitu berhati hati dengan masalah kebersihan. Sepertinya ia kurang ikhlas dengan situasi disekelilingnya. Maklum sepanjang perjalanan kita melihat masyarkat sana yang mandi, gosok gigi sampai buang hajat di sungai yang sama.
Jadilah ia menolak jeruk yang saya tawarkan, setelah membelinya dari penduduk setempat seharga Rp 60,000,- sekeranjang besar. Padahal jeruknya sangat manis.
Mungkin ia benar harus menjaga kebersihan agar tidak terkena kuman. Karena bisa jadi jeruknya dicuci dari air sungai yang coklat itu. Ia juga tak mau makan banyak banyak. Takut bagaimana kalau ingin buang air besar, karena kita berangkat sejak jam 4 pagi sehingga belum sempat buang hajat.

Continue Reading

Tentang pertambangan

Bumi Kalimantan memang kaya dan mempesona. Bung Karno sejak dulu menyadari potensi ini. Maka ia membiarkan saja ketika Brigjend Soemitro yang baru diangkat sebagai Panglima di Kalimantan Timur menangkapi orang orang PKI di Balikpapan. Baginya lebih penting bagaimana aliran produksi minyak di kilang kilangnya tak terganggu.
Jadi rupanya Bung Karno juga pragmatis. bisa jadi lebih mementingkan pemasukan negara daripada politik revolusionernya.
Sampai sekarangpun pemerintah pusat masih berpegang pada pasal 33 konstitusi negara kita “ Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat “ bedanya dengan melepaskan haknya kepada pengusaha yang mengangkangi hak hak kontrak pertambangan.

Continue Reading

My Home My Country

Minggu ini saya diminta untuk memotret keindahan negeri ini. Saya beruntung bisa menjadi finalis Garuda Indonesia International Photo Contest 2008 , dari hampir 4000 peserta datang dari Asia Pacific dan 14,000 photo terseleksi. Ada 20 orang photographer finalis – 12 dari Indonesia dan 8 dari luar negeri – yang dipilih untuk memotret ke seluruh penjuru Indonesia atas biaya Garuda Indonesia mulai hari ini.
Saya menuju Banjarmasin, – Kalimantan Selatan – mencoba merekam keindahan pasar terapung sampai penambangan intan tradisional di Banjarbaru. Sebuah keseharian Indonesia yang mungkin kita lewati. My home My Country demikian semboyan ajang Photography ini.

Ironisnya, kita dengan mudah menangkap dan merasakan gambar gambar jujur yang terekam dari kompetisi prestisius ini. Sementara kita tak bisa menebak gambar apakah yang kita lihat dari panggung dagelan di parlemen dan pusat kekuasaan.
Inilah sebenarnya gambar ‘ indah ‘ bangsa kita. Kemisikinan, korupsi, ketidakadilan dan kebodohan. Amat mudah ditemui dan dilihat tidak harus di pelosok negeri.

Continue Reading

Saya dimarahi suami orang

Kemarin saya bersama Ong Hock Chuan mengadakan rapat dengan sebuah perusahaan yang tertarik untuk menjadi salah satu calon sponsor Pesta Blogger 2008 . Saat itu kami harus menjelaskan mahluk apa blog itu serta fenomena yang terjadi didalamnya kepada jajaran manajemen mereka. Ada suatu kutipan – lebih tepatnya pernyataan – dari Ong yang mengatakan tidak penting benar atau salah isi blog itu. Yang paling penting adalah orang yang membacanya percaya atau tidak.
Seketika saya ngunandika, “ masuk akal pernyataan itu “.

Semestinya kita sepakat tidak ada yang bisa menghalangi orang menulis apapun dalam blognya masing masing. Mau menulis politik, budaya, agama animisme menyembah pohon, cinta, kuliner, porno atau bahkan memaki maki pemerintah sah.
Juridiksi apa yang bisa menyeret orang tersebut – yang bahkan bersembunyi dalam nama aneh – dan memakai hosting luar negeri.
Jadi saudara saudara percaya dengan isi tulisan sejarah saya, itu sudah cukup membuktikan blog saya mempunyai arti bagi pembaca di luar. Ada sebuah gagasan, ide yang konon bisa dipercaya. Masalah benar atau salah, ya monggo pikir sendiri.

Continue Reading

Titian Muhibah JawaTimuran

Kapasitas otak kita memang tak mungkin digenjot untuk melahirkan ide ide kreatif terus menerus. Kalau membaca bukunya Arief Budiman , “ Jualan Ide Segar “, jelas ia menemukan proses proses kreatif melalui ruang hening pengalaman prbadi yang tak disangka sangka, seperti di angkringan Tugu, Kaliurang, di dalam WC dan sebagainya. Problemnya, setelah bulan bulan lalu otak saya diperas habis habisan untuk beberapa pekerjaan film iklan. Atmosphere ide di sekeliling saya mendadak buram. Gersang dan monoton. Saya tak melihat ruang hening itu.
Saatnya mencharge baterei di kepala dengan memutuskan bepergian dalam liburan hari Kemerdekaan. Ini memang sudah dipikirkan jauh jauh hari sebelumnya.

Menuju Bromo. Bisa jadi biasa biasa saja karena saya sudah beberapa kali ke sana. Namun menikmati matahari terbit selalu mempesona. Tak pernah bosan bosan memotret disana . Sampai kapanpun. Perjalanan menuju Malang dengan Kereta Api juga menawarkan ide ide baru. Karena sudah lama sekali saya tidak menggunakan jasa transportasi ini.
Ritme suara roda yang konstant dan bergerak mengalir dari belakang ke depan, perlahan membelai imajinasi kita.

Continue Reading