14 December 2008

Ngeseks dan Ngeres

Posted by iman under: REFLEKSI; REMAH REMAH .

Dahulu saya mempunyai paman pelaut, dan kamarnya sering kosong berminggu minggu.  Suatu hari karena sering menyembunyikan diri di kamar itu, saya menemukan majalah bergambar wanita telanjang. Seingat saya, waktu itu saya masih kecil untuk bisa memahami mengapa seorang wanita mau telanjang di sebuah taman terbuka. Kelak saya mengetahui wanita telanjang itu bernama Sylvia Kristel , salah sorang pemeran dalam film semi erotis “ Emmanuelle “ yang menjadi hits pada jaman itu.

Dosakah melihat gambar itu ? pertanyaan berkecamuk sampai akhirnya ayah saya menjewer saya habis habisan karena lancang memasuki kamar orang dan melihat gambar gambar orang dewasa.
Sejak itu ada pemahaman yang sedikit aneh dengan melihat lawan jenis kita, wanita. Waktu itu masih kelas 3atau 4 SD, saya sudah mendengar bisik bisik dari teman teman yang lebih dewasa, kalau bayi dihasilkan dari hubungan seks antara pria dan wanita.  Dan yang lebih parah kami sepakat bahwa perbuatan berhubungan seks itu dosa dan aib.

Pengetahuan saya tentang seks terus bertambah, terutama ketika duduk dibangku SMP. Selalu ada saja cara tak terduga dan mengejutkan melihat buku buku stensilan ‘ Valentino ‘ atau gambar porno yang diedarkan oleh teman seusai pulang sekolah.
Informasi tentang seks dan rangsangan rangsangan dapat datang dari mana saja. Bisa dari senda gurau dan bisik bisik teman. Gambar, video kaset dan cerita cerita cabul. Menohok yang seketika membuat kita kehabisan akal bagaimana mencegah rangsangan yang timbul. Namun bayangan seks yang menjijikan berubah menjadi sesuatu yang lain.  Ketika sewaktu SMA, saya membaca novel sastranya Linus Suryadi “ Pengakuan Pariyem “ yang membawa kita bagaimana seorang pembantu wanita asal Wonasari yang menyerahkan segala galanya untuk putera majikannya, den bagus Ario Atmojo.

Ternyata penggambaran lewat tulisan bisa lebih dasyat, dan saya waktu yakin tulisan sastra itu bukan untuk merusak akhlak, dan membuat kita menjadi cabul. Bagaimana budaya jawa, ronggeng misalnya atau tayuban di rumah mantri hutan yang digambarkan Ahmad Tohari dalam trilogy ‘ Ronggeng Dukuh Paruk ‘ . Juga cerita wayang Betara Guru yang birahinya memuncak sewaktu berdekatan dengan Dewi Uma.
Seks bukan lagi dipandang sebagai sesuatu yang menjijikan dan membawa sial. Bahkan Pangeran Diponegoro pernah mengakui dalam otobiografinya yang dia tulis di pengasingan.  Kelak tulisan itu disebut Serat Babad Diponegoro. Ada sebuah kisah ketika Pangeran Diponegoro bersama pasukannya dipukul di desa Growok dekat Surakarta. Sang pangeran mengakui – dalam tembang sinom – sebabnya ia dikalahkan, kerena malam sebelum pertempuran, ia telah jatuh hati dengan seorang wanita cina yang dipekerjakan sebagai pemijat dan pelipur hati sang pangeran. Dengan kata lain, Pangeran yang gagah perkasa itu telah berhubungan seks pada malam sebelum pertempuran.

Tentu saya sudah lupa, mungkin juga anda, berapa film porno yang sudah ditonton. Dan walau itu dosa, tapi tidak membuat saya menjadi bejat. Banyak orang orang yang tumbuh dan melihat dalam budaya seks bebas – seperti di barat – atau teman teman kita, saudara kita hidup menjadi orang normal walau kadang di hard disk komputernya ada film film Japan Adult Video.
Walau banyak berita berita pemerkosaan karena si pelaku sering kedapatan menonton film film porno, tapi saya sendiri tak merasa menjadi cabul atau ngeres. Tetap saja saya membutuhkan waktu berjam jam duduk gelisah di teras rumah pacar . Hanya untuk berpikir, bagaimana merangkai kata kata yang tepat untuk mengucapkan kata I Love You. Satu satunya kemajuan saat itu adalah, kelak dengan pacar yang lain, saya lebih berani menciumnya lebih dulu, baru mengucapkan kata I Love You. Itu saja.

Seberapa jauh kita memandang seks, tidak penting karena itu menjadi bagian rahasia yang paling dalam dari manusia. Pendidikan seks yang benar memang perlu untuk anak anak kita, sehingga tidak melulu berguru pada pemahaman seks ala Miyabi dan Russian erotic.

Itulah yang selalu kita pikirkan, bahwa rusaknya hubungan, dan komitmen kita pada Tuhan tidak bisa diterjemahkan dengan manusia otomatis menjadi bejat. Bahwa hubungan manusia juga terganggu. Ini memang menggelisahkan dan berpretensi membuat frustasi.  Masalah janji kepada Tuhan bisa diperbaharui dengan semangat pertobatan. Tapi bagaimana menolong peradaban merupakan pertanyaan lain. Tapi apakah mungkin dalam dunia yang hedonis dan norma yang semakin bergeser.
Dulu orang memakai bikini bisa dianggap cabul, namun sekarang, sebagian orang mengganggap sebagai mode, dan bagian dari aktivitas di pantai dan kolam renang terbuka.  Jadi waktu kemarin di pantai kuta, rombongan turis turis Arab – berharap – tidak bisa dikatakan berdosa karena para suaminya melototi habis habisan wanita wanita yang berbikini, sambil menggandeng isteri isterinya yang tertutup cadar dan hanya menyisakan matanya saja.

Tapi saya tidak kuatir bahwa moral dunia akan rusak gara gara urusan ngeres ngeseks, dan sejumlah cerita porno, lalu serta merta merubah generasi ini. Anak anak kita , anak anak teman kita akan menjadi orang yang baik baik.  Bahkan pemimpin yang bijak siapa tahu.
Terlalu optimiskah cerita saya ? Tentu saja. Who knows ….

58 Comments so far...

ma2nn-smile Says:

14 December 2008 at 5:33 pm.

wah jaman udah berubah baget ya mas…….

Catra Says:

14 December 2008 at 5:47 pm.

wah ternyata masa remaja mas iman tak berbeda juga dengan kebanyakan remaja lain. Tetap ada bumbu-bumbu nakalnya. walau akhirnya tak menjadi seorang yang bejat nantinya.
yah, intinya pornografi tidak membuat seseorang menjadi sang pemerkosa sejati. Betul?

leksa Says:

14 December 2008 at 6:11 pm.

Bejat dan “Berpikir Mesum” pun masih harus dibedakan, ga ada korelasinya itu menurut saya.

Ohya satu lagi, Mas.. Kalau menurut saya sah sah saja.. “Memiliki Fantasi Liar” .. toh itu modal dirumah tangga kan :p

Anang Says:

14 December 2008 at 6:21 pm.

sing penting eling lan waspodo… kekekeke

Goen Says:

14 December 2008 at 7:14 pm.

Ohya satu lagi, Mas.. Kalau menurut saya sah sah saja.. “Memiliki Fantasi Liar” .. toh itu modal dirumah tangga kan :p

Leksa ki… mentang2 dah mau nikah…

*nyungsep*

Mas, monggo share koleksi Rusia-nya…

ndebakulsempak Says:

14 December 2008 at 7:18 pm.

menjadi bejat atau tidak karena hal2 porno, tergantung bagaimana kita menyalurkannya :)

hedi Says:

14 December 2008 at 7:36 pm.

jadi, ngapain negara sibuk bikin UU anti pornografi ya? wong di ajaran agama manapun udah diatur kok :)

didut Says:

14 December 2008 at 8:12 pm.

jadi kl yang sekarang cium dulu apa bilang I love you dulu mas? *gali tanah sekalian nyungsep*

andrias ekoyuono Says:

14 December 2008 at 8:43 pm.

Rusia atau Uzbekistan ? :-p

Abihaha Says:

14 December 2008 at 10:33 pm.

Pornografi kan sekedar hiburan visual tanpa perlu berpikir, nikmati saja. Yang kemudian membawanya dipikir-pikir itu yang jadi cikal ngeres lalu bejat. Lha kalo tiap memirsa lalu terus berpikir ngeres? ya basicnya aja ngeres.
Masalah moral dan nilai juga bergeser terus, mulai dari dilarang berduaan, bergeser jadi boleh berduaan asal pasfoto lalu sekwilda, lalu boleh berduaan asal tidak hamil di luar nikah, lalu kini jadi boleh berduaan asal tidak menularkan HIV.

Epat Says:

14 December 2008 at 11:24 pm.

masak dosa sieh menikmati keindahan ciptaan Tuhan? apa bedanya dengan menikmati indahnya sunset, sunrise….

sandalian Says:

14 December 2008 at 11:28 pm.

Satu satunya kemajuan saat itu adalah, kelak dengan pacar yang lain, saya lebih berani menciumnya lebih dulu, baru mengucapkan kata I Love You.

I love this part, Mas :D

Kyai slamet Says:

15 December 2008 at 12:56 am.

Mas, kenapa ya JAV selalu berisik?

varda Says:

15 December 2008 at 1:17 am.

hmmmm…. saya suka malu sendiri kalau filmnya mendekati adegan2 itu; suka loncat halaman kalau baca buku2 itu.

wah… saya ketinggalan jaman banget ya?

Dody KL Says:

15 December 2008 at 3:07 am.

Saya mendapat warning letter ketika ada teman yang menuduh dan melaporkan saya ke atasan karena memasukan film porno ke komputer di kantor. Waktu itu saya masih bekerja di salah satu INGO, pada akhirnya kontrak saya tidak dilanjutkan gara-gara masalah tadi. Kejadiannya pun masih beberapa bulan yang lalu.

Indonesia… indonesia… jadi ingat miyabi lagi…

mantan kyai Says:

15 December 2008 at 5:21 am.

jadi pesan moralnya apa mas iman? ngesex itu baik? :-D

Silly Says:

15 December 2008 at 5:46 am.

iya, menurut saya moral anak kita mostly bergantung pada pendidikan agama dan nilai2 yang diterimanya dari keluarga. Lingkungan akan mempengaruhi kebribadian si anak jika pendidikan dari keluarga kurang mendalam/kurang kuat dalam diri si anak. Jadi ketika sang anak terlibat narkoba atau pergaulan sex bebas, menurut saya yang pertama kali disalahkan adalah pola asuh dalam keluarganya, baru kemudian lingkungannya, karena biar bagaimanapun lingkungan tetap punya peran dalam pembentukan kepribadian seseorang.

@didut:

Jaman sekarang, kalo gue liat malah, “bobo2-an” dulu, baru bilang, “Good morning, I think I love you”… ahakhakhakahakhakahkahakhakak… (mungkin anak jaman sekarang pola asuhnya coba dulu baru beli, gitu kali)

*kabur sebelum dikubur juga kek didut*

edratna Says:

15 December 2008 at 6:17 am.

Saya juga percaya, anak-anak kita tetap baik-baik aja…asalkan orangtua selalu membuka diri kapanpun anak berbuat salah. Kadang mengejutkan juga mendengarkan cerita anak, tetapi bukankah dia lebih baik cerita pada kita? Sehingga kita tahu udah sampai dimana pemahamannya?

Saya juga ingat, suka mengendap-endap jika ayah tak ada, hanya untuk membaca buku ayah…saat itu ga ngerti juga kenapa mesti wanita diculik dsb nya.
Asyik juga membayangkan mas Iman deg2an di teras rumah pacar…tapi kan udah berani datang ke terasnya…lha saya dulu, lihat gentengnya dari jauh aja deg2an…huahuahua…masa remaja yang manis.

iman Says:

15 December 2008 at 8:40 am.

mantan kyiai,
baik asal halal he he..

boyin Says:

15 December 2008 at 8:43 am.

saya ikut kubu optimisnya mas..soalnya saya juga punya anak yang saya gak bisa bayangin 15 tahun kedepan kehidupan bebas seperti apa yang akan tercipta dari pengaruh lingkungan yang dasyat ini.

Catshade Says:

15 December 2008 at 9:45 am.

Ketakutan kalau pornografi itu menciptakan pencabul wanita menurut saya berlebihan, kebanyakan termakan ekspos media. Padahal meskipun setiap hari (misalnya) ada satu berita mengenai pemerkosa yang ‘terinspirasi’ pornografi, saya kira itu jumlahnya tidak signifikan dibanding dengan mereka-mereka yang menonton/membaca materi serupa dan tidak jadi pemerkosa.

Setiaji Says:

15 December 2008 at 12:10 pm.

Dulu jaman masih sekolah/kuliah sih yang namanya “stensilan” dan “bokep” itu barang yg paling dicari :D

Ketakutan akan pornografi tergantung siapa yg melihat. Dulu … saya gak begitu khawatir.

Tapi sekarang saat sudah punya anak, saya LUAR BIASA KHAWATIR !

zam Says:

15 December 2008 at 12:58 pm.

mas, ada film “unyil”?

*malu-malu di depan rental VCD*

Abihaha Says:

15 December 2008 at 12:59 pm.

Satu lagi fenomena menarik hari ini akibat pergeseran nilai tadi; Temen saya yang punya anak laki masih SMP malah bersyukur ketika menemukan dvd porno di antara tumpukan cakram game. Ia bercerita dengan gembira, “aman… anak gua normal, gak homo! Tontonannya dvd porno straight”.

Dony Alfan Says:

15 December 2008 at 1:30 pm.

Mungkin kita harus berterima kasih kepada bintang2 film bokep karena sudah memberikan ‘pendidikan seks’ dan mengenalkan organ2 seks :D
Btw mas, mbok saya minta ‘koleksi’ di hardis sampeyan, nanti kita barter, haha

gdesebayu Says:

15 December 2008 at 3:29 pm.

mas iman, boleh share dong koleksi miyabi terbarunya..hehehe.

dondanang Says:

15 December 2008 at 10:09 pm.

Saya juga bejad waktu SD udah liat pelem gituan. hehe

Mas iman bagi koleksinya boleh? :P

meong Says:

16 December 2008 at 12:34 am.

tapi bahkan di negara semaju amrik, mrk juga punya UU Pornografi to ?

porno sama seks mustinya dibedakan, sangat dibedakan.
krn saya menyukai seks. seks itu menarik, unik, dan menyenangkan, menurut saya.

sbg psikoclok, cuma bisa bersabda, ajarkan seks scr proporsional kpd anak2 anda. anda juga mustinya bisa melihat seks scr proporsional juga :mrgreen:

Ian Says:

16 December 2008 at 6:28 am.

Mas, kalo untuk dewasa OK lah seks dan sebangsanya. Mereka sudah bisa berpikir ttg reaksi mereka dan konsekuensinya setelah nonton film begituan…

Tapi kalau untuk anak-anak, sebaiknya jangan sampai mereka terekspos dulu. Berikan pondasi yang kuat, baru biarkan mereka berpikir dan bertindak. Amerika saja memiliki Undang-Undang perlindungan anak thd pornografi, masa’ kita mau bilang Undang-Undang yang mengatur pornografi itu kampungan?

Nyante Aza Lae Says:

16 December 2008 at 7:56 am.

secara jujur hal itu merupakan dosa…
tp bagaimanakah sang perokok berat berusaha untuk berhenti merokok? Bahkan mas Iwan Fals dalam salah satu karyanya mengatakan : betapa sulitnya tuk menghentikan (maaf) ona**!
Smua kembali kepada kita bagaimana memaknai sebuah “tayangan”! Klo tuk mreka2 yg sdh berkluarga, mgkn hal itu bs dijadikan sebagai “resep” tuk melakukan “inovasi” dsb..

hanny Says:

16 December 2008 at 9:21 am.

katanya nafsu seksual itu sudah ada bahkan sejak kita masih berbentuk janin. dalam buku Identity alias L’Identite-nya Milan Kundera (yang jadi New York Times notable book), pada sebuah percakapan antar kedua tokoh utamanya, Jean-Marc dan Chantal, dikatakan bahwa di dalam perut ibu, janin mengulum alat kelaminnya. ya, bahkan janin pun sudah ‘bermasturbasi’.

Indah Sitepu Says:

16 December 2008 at 10:43 am.

saya anak nakal terjebak dalam lingkungan yang baik..

jadi kurang gaul soal “ituh2.. (bokep dan teman2nya:P)*

bahtiar Says:

16 December 2008 at 2:54 pm.

endiks, pitik, lan gembul kok ra komen yooo ….

?

Maghleb Says:

16 December 2008 at 5:25 pm.

iya mas,,saya jg mempertanyakan tujuan tulisan ini..sepertinya terlalu mengambang..

pornografi dan seks jelas berbeda..
seks yg halal itu ibadah bahkan,,berpahala..
tp pornografi dkt dgn orientasi bisnis dan kapitalisme..

mgkn tidak masalah bg sebagian org sbgai konsumen yg masi baik2 saja,,tp utk yg bermasalah? saya pikir, membenci seks adalah bntuk kemunafikan,,tp melegalkan pornografi ttp saja kesalahan..

*kita masi butuh hal2 normatif bukan?at least utk anak2 kita besok…

nirwan Says:

16 December 2008 at 6:32 pm.

Mas iman yang baik.

Saya belum baca soal serat babad diponegoro itu. Kalau saya tak salah tangkap dari tulisan mas ini, bukannya sang pangeran justru kalah? Soalnya di bagian itu kayaknya Mas Iman menekankan soal seks itu tidak “… dan membawa sial” … Terus, dengan siapa dia berhubungan seks?

Penasaran saya, bagaimana aktivitas seks kita seandainya kita tidak pernah membaca dan menonton bokep? :P Pengembaraan seks adalah hal luar biasa tapi tentu ada ruang-ruang publik di mana beragam orang ada di sana yang juga harus diperhitungkan.

Moral dunia memang sudah hancur jadi tak usahlah dikhawatirkan lagi. Saya kira, seks bertali-temali dengan kerusakan moral itu walau peradaban masih bisa dibentuk. Tapi tentu bukan peradaban yang kita harapkan. Dan versi peradaban yang mana yg tercipta tentu saja tergantung dari ideologi si masing-masing orang.

Moh Arif Widarto Says:

16 December 2008 at 10:13 pm.

Zaman saya kelas tiga SMP teman-teman sudah pada giliran baca stensilan Anny Arrow. Saya heran kenapa waktu itu nggak pernah pinjam.

Buat Mas Iman mungkin saja nonton sejuta film porno tidak membuat Mas Iman jadi bejad. Tapi buat orang lain, bisa beda efeknya. Manusia kan lain-lain, Mas, termasuk kadar imannya. Lah, kalai Sampeyan kan sudah Iman sejak diberi nama, Mas… Ya Imannya nggak bakal berubah.

ikapratiwi Says:

16 December 2008 at 10:20 pm.

Ih, jadi malu bacanya :mrgreen: Masih takut lihat yang begituan :)

antown Says:

16 December 2008 at 10:25 pm.

mas iman, linknya Sylvia Kristel gak bisa dibuka hahaha…
masih ada gak gambarnya? wakakaka…

*dasar cah enom

Kyai slamet Says:

16 December 2008 at 10:49 pm.

Saya menyerukan kepada jamaah blogger jawi wetan agar membawa hard disk eksternal berukuran TB apabila hendak melakukan perjalanan suci ke barat.

suryaden Says:

16 December 2008 at 11:25 pm.

apapun situasinya, apapun cuacanya, apapun keadaanya, apapun ….
seks tetap menjadi penghubung diantaranya, karena kalo tidak terhubung,
itu bukan seks, dan cuma rasanya separo…
modaro…

afwan auliyar Says:

17 December 2008 at 8:53 am.

beda orang beda persepsi mas…
semakin bnyak pengalaman, maka seks usdh bukan sesuatu yang harus di sembunyikan…
toh akhirnya, seseorang memiliki naluri untuk mencarinya

gum Says:

17 December 2008 at 8:55 am.

apakah saya khawatir mengenai bagaimana anak2 saya nanti memahami sex? tentu saja.

saya nggak dapat pendidikan seks yang proper, baik di sekolah, keluarga, atau lingkungan pergaulan. tentu saya nggak mau mereka nanti senasib dengan saya.

tapi di sisi lain, masih belum terpikir cara tepat memberi informasi memadai tentang itu ke mereka nantinya.

paman tyo pernah menulis pengalaman pribadinya memberikan informasi ini ke anak2nya. tapi saya cari2 linknya nggak nemu.

btw, mas. emmanuelle itu film pertama yang saya tonton rame2 bareng temen2 kampus dulu. entah emmanuelle yang itu atau bukan :p

mitra w Says:

17 December 2008 at 10:04 am.

yaa… gpp lah tau banyak ttg seks. Ga masalah, yang penting orientasinya ga menyimpang.

rizka Says:

17 December 2008 at 10:39 am.

cari film emmanuelle masih ada gak ya?

yudhiapr Says:

17 December 2008 at 11:18 am.

semua itu kembali pada dua hal, yaitu :
1. niat
2. kesempatan

semua hal baru bisa jalan apabila kedua hal diatas ada. termasuk juga urusan seks ataupun pemerkosaan dan pencabulan.

Donny Verdian Says:

18 December 2008 at 7:32 am.

Bisa-bisa malah generasi penerus kita lebih bejat karena yang bejat-bejat itu dilarang saat ini ya… Ah mbuh lah .. :)

viano Says:

18 December 2008 at 10:12 am.

saya gak tau persis isi UU Pronografi, yng jelas menurut saya UU dibuat untuk mengatur setiap warga negera dan bertujuan baik, terlepas dari segala kontroversi dari semua pihak marilah kita secara bijak mencermati setiap butir yang ada dalam UU tersebut. http://bondandsuwarno.net

ZAKAR MU KAZAR Says:

18 December 2008 at 11:21 am.

Ngesek itu gak enak mas, tapi

Uuuuueeeeennnnnaaaaakkkkk………… puollllllll………..

Rasanya bisa uuggghhhh…… uuuggggghhhhhhRRRRRRR……..

ikhsan Says:

18 December 2008 at 4:16 pm.

ngesek dan ngeres
tak terpisahkan

indra Says:

19 December 2008 at 7:01 pm.

beruntung banget ya kalau mas iman gak ngeres abis baca yg ngeseks.
tp ternyata tidak dengan anak2 kita yang langsung ngeres abis baca gituan. faktanya udah banyak kok…

Eky Says:

20 December 2008 at 12:11 am.

“Dan walau itu dosa, tapi tidak membuat saya menjadi bejat”

@Iman,

Gua suka banget dengan penggalan kalimat di atas, meskipun konteksnya bisa macem-macem. Gw baru liat weblog ini, besok-besok mau main-main lagi kesini. Btw, kok meeting IPFII hari ini dilewatkan? :)

akmal.eky@gmail.com

baebae Says:

23 December 2008 at 7:06 pm.

tulisanya menarik, saya suka, krn berani menceritakan kisah masa lalu, yg seharusnya disimpan jadi kenangan saja. tapi salut, mau diceritain, oiya, terima kasih juga buat link2nya hehe, seharusnya dihapus saja linknya, biar ga nambah2 dosa. salam peace..

ambar Says:

23 December 2008 at 11:05 pm.

Mas Imam, seks itu bisa diejawantahkan sebagai passion yang sehat atau tidak sehat bergantung pada etika dan nilai sosial kita. Salah satu komentator disini mengatakan, dia dikeluarkan dari kantor karena download esek2 di komputernya. Itu menunjukkan ia tidak menyadari nilai hukum dan sosialnya dengan kantor tempat dia bekerja. Komputer itu milik kantor, dan ia melakukan di waktu jam kerja. Bukan karena isinya yang esek2 saja.
Nilai sosial itu yang mungkin berubah berdasar jaman dan perkembangan tapi tiap orang punya standar moral. Benar salah. Baik buruk. Itu menurut saya yang ngga bisa dipertentangkan. Salam ambar.

bintang Says:

25 December 2008 at 8:00 pm.

saya minggu nanti mau berbikini di Pantai Dreamland dengan teman2

berminat ikut bersama kami menikmati pantai??hehehehe

abdee Says:

8 January 2009 at 8:58 am.

Emanuelle… sering nonton jaman SMA… dengan berbagai versi… Emanuelle in Bali, Emanuelle in India, dll.

Rie Rie Says:

11 January 2009 at 4:34 pm.

Tulisannya menarik sekali, antara pengalaman pribadi dan kejadian sekeliling.

rüya tabiri Says:

24 June 2010 at 5:34 am.

shares utilize a wonderful ınternet site decent Gives gives thanks for the efforts to support people

UPE Says:

14 July 2012 at 9:26 am.

SEBAIK.Y ANAK KITA SEJAK DINI KITA BEKALI DENGAN ILMU PORNOH GRAFI SEBELOM MEREKA SENDIRI YG MENCARI TENTANG PORNOGRAFI,DAN KASIH TAHU JG TENTANG AKIBAT BURUK AGAR ADA YG MENGHALANGI MEREKA UNTUK BERBUAT PELECEHAN SEKSUAL N JGN LUPA JG BEKALI ANAK TENTANG AGAMA

AKU SETUJUH2 AJA CERITA MAS DI ATAS HEHEHEH

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life



Add to Technorati Favorites
Free PageRank Checker

Subscribe with Bloglines

Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
October 2014
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031