3 October 2011

Pembantaian yang tidak tercatat

Posted by iman under: ORDE BARU; SEJARAH .

Di Jawa kami harus menghasut penduduk untuk membantai orang orang Komunis. Di Bali kami harus menahan mereka, untuk memastikan bahwa mereka tidak bertindak terlalu jauh – Sarwo Edhie , Komandan RPKAD.

Ucapan mertua Presiden SBY, itu dalam sebuah konperensi pers awal tahun 1966 antara telah dilaporkan dalam beberapa bentuk. Ini menjelaskan, salah satu sejarah paling kelam dalam bangsa ini, yang tak pernah ditulis dalam buku buku sejarah anak anak kita di sekolah.
Pembantaian mereka yang dianggap komunis paska pemberontakan G 30 S PKI yang gagal.
Kita mestinya sepakat bahwa pengungkapan itu bukan untuk menorah luka lama. Tetapi untuk sebagai bahan pelajaran sehingga tak terulang.

Laporan The Econimist London, berdasarkan informasi ilmuwan ilmuwan Indonesia, mengemukakan bahwa 100.000 orang tewas hanya dalam hitungan bulan Desember 1965 hingg Februari 1966.
Menurut Komisi Pencari Fakta yang dibentuk setelah peristiwa berdarah itu, jumlah korban hanya 78.000 orang. Tapi, Oei Tjoe Tat – menteri negara jaman Bung Karno – yang menjadi ketua tim, justru meragukan penemuan itu. Dalam perjalanannya melakukan penyelidikan ia justru dihambat oleh aparat militer setempat. Ia menyebutkan angka itu terlalu dikecilkan. Dengan menyindir ia menyebut bukan 78.000 tapi 780.000.

Dalam memoarnya, Oei Tjoa Tat menceritakan perjalanannya ke Bali, justru tidak bisa mendapatkan akses kemana mana, karena dikarantina di hotel, akhirnya dia bisa diselundupkan suatu malam, dengan melewati dapur untk bertemu sumber sumber penyelidikan.
Dari situ ia bisa mengetahui pembunuhan yang terjadi terhadap I Gede Puger, Ketua PKI Bali yang bertubuh gemuk. Tubuhnya dipotong potong, sehingga daging lemaknya terburai sebelum akhirnya kepala di tembak. Tidak hanya dia yang dibunuh, juga seluruh anak istrinya.
Bahkan Gubernur Bali, Anak Agung Bagus Suteja yang berafiliasi pada PKI, hilang tanpa bekas.

Suatu saat setelah laporan Komisi Pencari Fakta selesai. Oei Tjoe Tat dipanggil Bung Karno secara sembunyi bunyi.
“ Sst..sini sebentar,. berapa angka yang sesungguhnya..” tanya Bung Karno.
“ Lho khan ada releasenya Pak, sekitar 78.000 “.
“ Sudahlah saya tidak percaya “ sergah Bung Karno
Oei Tjoe Tat lalu melihat sekelilingnya karena takut ada yang mendengar. Lalu ia membisiki Bung Karno,
“ Ya..dikalikan 5 kali lipat saja pak dari angka itu “.
Kelak Oei Tjoe Tat ditahan rezim orde baru karena dianggap sebagai orang Soekarno.

Anehnya Komkaptib, lembaga bentukan Orde baru yang sangat berkuasa dan dapat menentukan hidup matinya seseorang. Dalam laporannya, menyebutkan angka hampir sebesar 1 juta orang, dengan perincian 800,000 korban di Jawa dan 100.000 korban di Bali dan Sumatera.
Besarnya angka itu juga menunjukan adanya praktek genosida ( genocide ) yakni menghilangkan kelompok tertentu.
Jika Pol Pot melakukannya pembantaian untuk menghilangkan kelas borjuis dan intelektual dalam beberapa tahun. Di Indonesia mereka melakukan pembantaian dalam hitungan bulan.

Ada beberapa cara penghitungan selain sumber sumber resmi di atas, seperti menghitung jenasah yang menjadi korban pembantaian – termasuk membongkar kuburan kuburan – walau agak sulit, karena banyak kejadian dengan membuang korban di jurang, hutan, tempat tempat terpencil atau membuat kuburan gelap.
Ada cara lain, meminta kesaksian dari korban yang kebetulan selamat, orang yang menyaksikan atau pelakunya sendiri.

Maskun Iskandar & Jopie Lasut, pernah mempublikasikan “ Laporan dari daerah maut Purwodadi “ dalam Koran ‘ Indonesia Raya tanggal 17 Maret 1969. Mereka menemukan tentara pangkat rendah dan dijuluki James bond agen 007 oleh rekan rekan instansi militernya. Dijuluki demikian karena memiliki lisensi membunuh seperti agen rahasia Inggris itu, dan dalam suatu kendurian warga, ia berkoar koar telah membunuh ratusan orang komunis.

Cara lain adalah dengan teknik demografi, membandingkan jumlah penduduk suatu daerah sebelum dan sesudah kejadian. Walau cara ini kurang efektif.
Ada cara lain yakni dengan metode intuisi, yakni secara moderat tidak terlalu kecil dan tidak dibesar besarkan. Robert Gribb yang menulis ‘ The Indonesian Killings ‘ menyebut 500 ribu sebagai angka yang wajar.
Jumlah tersebut didukung teknik yang dibuat Iwan Gardono, dalam disertasinya ‘ The Destruction of the Indonesian Comunist Party ( a comparative analysis of Esat Java and Bali ) di Harvard University tahun 1992. Ia menjumlahkan semua angka pada 39 artikel / buku yang mengulas pembantaian 1965 / 1966 dan membagi dengan 39 sehingga diperoleh angka rata rata 430.590 orang.

Statistik itu tidak menunjukan perasaan sesungguhnya, tidak menggambarkan ketika orang dibunuh dengan dingin, diperkosa serta kengerian yang luar biasa terjadi. Selain itu sebuah tanda tanya kenapa aparat militer tidak mencegah kejadian itu, justru membiarkan pembantaian itu terjadi.
Ucapan komandan RPKAD diatas menjelaskan bagaimana keterlibatan militer secara tidak langsung dalam pembantaian ini.

Terutama di Jawa, angkatan darat dengan kesatuan RPKAD menyebarkan daftar nama nama anggota PKI yang harus dibunuh, serta melatih organisasi pemuda sipil untuk bisa menguasai teknik dasar pertempuran – baca pembantaian.
Dalam pidatonya di Bogor tgl 18 Desember 1965, di hadapan mahasiswa HMI. Bung Karno meminta agar HMI ‘turba’ – turun ke bawah untuk mencegah pembunuhan massal di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pembantaian sangat keji. Orang disembelih, dipotong dan dibunuh begitu saja.
Bahkan orang tidak berani menguburkan jenasah korban.

Lebih jauh Bung Karno menggambarkan , “ Awas kalau berani ngrumat jenasah. Engkau akan dibunuh. Jenasah diklelerkan begitu saja, dibawah pohon, dipinggir sungai. Dilempar bagai bangkai anjing yang sudah mati “.

Bahkan dalam iring iringan mobil Bung Karno di Jawa Timur. Salah satu mobil diberhentikan, dan penumpangnya diberi bungkusan berisi kepala pemuda rakyat.

Pembunuhan orang orang Komunis ini terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Sebagian Sulawesi, Pulau Jawa, Bali, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Di Jawa kerusuhan anti komunis menyebar di seluruh penjuru pulau, dengan konsentrasi di pedesaan. Di Surabaya, muslim Madura adalah kelompok terbesar yang melakukan pembantaian, sementara di daerah lain unit unit militer, kelompok warga sipil yang sebagian besar anggotanya adalah para pemuda yang bergabung dengan partai politik antikomunis.

Disini Ansor yang berafiliasi dengan NU memainkan peranan penting dalam pembantaian ini. Gus Dur dalam masa jabatan kepresidennnya pernah menyuarakan rekonsiliasi serta permintaan maaf atas pembunuhan yang dilakukan orang orang Ansor dan banser NU.

Di Jawa tengah dan Jawa Timur sebagai ladang pembantaian utama mulai dari wilayah Banyumas, Solo, Klaten, Boyolali, Purwodadi sampai Pati. Sementara di timur, mulai dari Kediri, Ponorogo dan yang paling parah daerah Probolinggo, Pasuruan, Situbondo sampai Banyuwangi.
Bahkan Ansor sampai harus menyebrangi selat Bali, membantu membantai orang orang komunis di daerah bali barat.

Awalnya memang orang orang Komunis sempat diatas angin, dengan menangkapi tokoh tokoh agama atau tokoh masyarakat yang berafiliasi dengan PNI. Beberapa pertempuran terjadi antara komunis dengan Ansor, kaum nasionalis dan pemuda Kristen.
Namun sejak RPKAD mengirim satu batalyon menuju Jawa Tengah pada tgl 17 Oktober 1965. Keadaaan berubah drastis. Pihak komunis menjadi terdesak, dan dibantai sampai keluarganya atau kerabatnya.
Banyak pembunuhan terjadi karena amuk massa atau fitnah dari orang orang yang tidak suka kepada mereka yang dicurigai simpatisan. Padahal bukan komunis.

Di daerah Klaten, pemuda nasionalis membentuk satuan khusus yang dinamakan ‘ Pasukan Banteng Serba Guna “ bekerja sama dengan pemuda pemuda Islam dan pemuda Kristen yang membentuk “ Barisan Pengawal Yesus “. Mereka mendapat latihan militer dari satuan RPKAD yang berbasis di Kandang Menjangan dan Kartasura.

Beberapa laporan tentang pembunuhan di daerah Jawa Timur :

1. Lawang, Kabupaten Malang. Para anggota dan simpatisan PKI yang akan dibunuh dikat tangannya. Lalu segerombolan pemuda Ansor bersama satu unit tentara Zeni Tempur membawa ke tempat pembantaian. Para korban satu persatu digiring ke lubang. Mereka dipukuli dengan benda keras sampai tewas. Lalu kepala mereka di penggal. Ribuan orang dibunuh dengan cara ini. Lalu pohon pohon pisang ditanam diatas kuburan mereka.

2. Singosari , Malang. Oerip Kalsum, seorang lurah wanita desa Dengkol, Singosari dibunuh dengan cara tubuh dan kemaluannya dibakar, lalu lehernya diikat sampai tewas.

3. Tumpang, Kabupaten Malang. Sekitar ribuan orang dibunuh oleh tentara dari Artileri Medan ( Armed I ) bekerja sama dengan Ansor. Mayat korban dikuburkan didesa Kunci.

4. Kabupaten Jember. Pembantaian dilakukan oleh Armed III. Tempat pembantaian perkebunan karet Wonowiri dan Glantangan serta kebun kelapa Ngalangan. Sementara di Desa Pontang pembantaian dilakukan oleh kepala Desa dan pensiunan tentara.

5. Nglegok. Kabupaten Blitar. Japik seorang tokoh Gerwani cabang setempat dan seorang guru, dibunuh bersama suaminya. Ia diperkosa berkali kali sebelum tubuhnya dibelah mulai dari payudara dan kemaluannya. Nursamsu seorang guru juga dibunuh, dan potongan tubuhnya digantung di rumah kawan kawannya. Sucipto seorang bekas lurah Nglegok dikebiri lalu dibunuh. Semuanya dilakukan oleh pemuda Ansor.

6. Garum, Kabupaten Blitar. Ny Djajus seorang lurah desa Tawangsari dan seorang anggota Gerwani. Hamil pada saat dibunuh. Tubuhnya dibelah sebelum dibunuh.

7. Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Beberapa guru, kepala desa ditangkap oleh pemuda Ansor, lalu disembelih dan mayatnya dibuang ke sungai. Beberapa kepala guru dipenggal dan ditaruh diatas bamboo untuk diarak keliling desa.

8. Kecamatan Pare, Kediri. Suranto, seorang kepala sekolah menengah di Pare. Ia bukan anggota PKI, tetapi anggota Partindo. Ia bersama istrinya yang sedang hamil 9 bulan di tangkap pemuda Ansor. Mereka dibunuh, perut istrinya dibelah dan janinnya dicincang. Selama seminggu setelah kejadian itu, kelima anak anak Suranto yang masih kecil kecil tidak punya siapa siapa yang akan menolong mereka, karena para pemuda Ansor memperingatkan tetangga, bahwa barang siapa menolong anak anak iti tidak dijamin keselamatannya.

9. Kecamatan Keras, Kabuaten Kediri. Tahanan dibawa naik rakit oleh pemuda Ansor, dan disepanjang perjalanan mereka dipukui sampai mati, lalu mayatnya dibuang di bantaran sungai.

10. Kabupaten Banyuwangi. Pembantaian dilakukan mulai tgl 20 November 1965 sampai 25 Desember 1965. Kemudian terjadi lagi 1 Oktober sampai 5 Oktober 1966 serta pembantaian terakhir sejak Mei 1967 sampai Oktober 1968. Pembantaian dilakukan oleh regu regu tembaj dari Kodim 08325, pemuda Ansor dan Pemuda Demokrat. Mayat mayat dikubur dilubang lubang yang sudah disiapkan. Umumnya satu lubang memuat 20 25 orang.
Dengan menggunakan truk pinjaman dari pabrik kertas di Banyuwangi ratusan korban disiram minyak tanah dan dibakar lalu dilempar ke jurang di Curahtangis, antara jalan Banyuwangi dan Situbondo. Dalam banyak kasus, perempuan perrempuan dibunuh dengan cara ditusuk dengan pedang panjang melalui vagina sehingga perut mereka terbelah. Kepala dan payudara mereka dipotong potong lalu dipamerkan di pos pos jaga yang ada di sepanjang perjalanan.

Selain Curahtangis diatas, ada tempat seperti Merawan, Curahjati – sebuah hutan jati, Desa bulusan dan Ketapang di daerah pantai yang menjadi tempat pembantaian massal. Bahkan di daerah Tampuh, sebuah desa perkebunan terpencil, sejumlah anggota PKI ditembak yang dipimpin oleh komandan kodim setempat.

Sulit mengatakan jika militer dan petinggi organisasi massa tidak terlibat, jika contoh kasus pembantaian di Banyuwangi justru dipimpin oleh Kolonel Sumadi (Komandan Korem 083), Letkol Djoko Supaat Slamet (Komandan Kodim 18325) , Dja’far Maruf( Ketua PNI cab. Banyuwangi ) Kiai Haji Abdul Latief ( Ketua NU cab. Banyuwangi )
Ketika Tim pencarifakta yang dipimpin Oei Tjoe Tat turun disini pada tanggal 25 Desember 1965. Jumlah korban sedah mencapai 25.000 orang.

Banyak orang yang tidak tahu apa apa harus ikut membayar nyawanya karena amuk massa. Kerabat, tetangga, bayi bayi yang tak berdosa.
Bagaimana kita menjelaskan fenomena ribuan orang orang Bali yang pasrah, lalu berpakaian putih putih berjalan menuju tempat penjagalan, serta berdiam diri menunggu datangnya algojo.

Bagaimana kita menjelaskan puluhan ribu guru yang hilang dari sekolah sekolah dalam periode tersebut. Mereka tak tahu apa apa tentang politik, sehingga bergabung dengan gerakan sempalan PGRI non vaksentral, yang memberi semboyan jika Guru lapar mereka tak bisa mengajar. Sejumlah data menyebut angka 30.000 rib sampai 92,000 ribu guru dibunuh.
Dari 120 orang yang dibunuh di Desa Margosari Klaten, terdapat sejumlah 80 orang guru sekolah.
Juga para seniman yang memiliki minat khusus terhadao wayang, atau reog sehingga diasosiasikan terhadap Lekra.

Dengan belajar memahami sejarah, kita mengenal bangsa sendiri. Sejarah adalah cermin. Sehingga kita bisa bercermin tentang siapa diri kita sebenarnya. Tentu saja berharap kita bukan bangsa pendendam.

Sumber :
*Robert Cribb, The Indonesian Killings
*Memoar Oei Tjoa Tat
*Hermawan Sulistyo, Forgotten Years, Indonesia’s missing history of mass slaughter ( Jombang – Kediri 1965 -1966 )

193 Comments so far...

Sam Ardi Says:

3 October 2011 at 2:56 pm.

pembantaian di Jawa Timur mungkin bisa dilengkapi dengan buku Tjamboek Berdoeri mas Iman, hampir sama, tetapi khusus daerah Malang, ada perbedaan jumlah korban.

Iman Brotoseno Says:

3 October 2011 at 3:08 pm.

Terima kasih Sam Ardi,
cuma memang saya sengaja memilih buku yang berdasarkan penelitian tesis. Karena berdasarkan riset, sehingga jika ada akurasi angka serta sumber sumber, lebih bisa diperrtanggungjawabkan validitasnya

genduk Says:

3 October 2011 at 4:18 pm.

aaah. ga suka tulisan mas iman yg ini. banyak typonya!
tapi… sumpah. gw speechless, mas. walaupun sering ngobrol tentang betapa biadabnya peristiwa pembantaian selama 60an sama temen2 yg melek sejarah, mbaca sendiri kok rasanya ngilu. dan… guru? ebuset.

sandalian Says:

3 October 2011 at 4:30 pm.

Tetangga saya yang dulu anggota Ansor, pernah bercerita soal perburuan anggota komunis tersebut. Dan iya, Purwodadi memang banyak tempat yang disinyalir sebagai ladang pembantaian.

Dulu pernah kemah di tempat yang dulu (kabarnya) jadi ladang pembantaian, seramnya bukan main. Dalam satu siang, 8-10 orang kesurupan :|

nicowijaya Says:

3 October 2011 at 6:01 pm.

Goa Jomblang, di gunung kidul yang sekarang menjadi salah satu goa yang menarik utk foto di kedalamannya, dulu menjadi tempat pembantaian anggota komunis. Dari atas mulut Goa, simpatisan komunis di letakkan di pinggir bibir goa. Setelah ditembak maka jatuhlah ke dalam goa yang dalamnya sekitar 90 meter dari permukaan.

Hingga pada tahun 80an, di dalam goa mulai dibersihkan. Dan sekarang, Goa Jomblang menyimpan banyak cerita di antara rintik-rintik air yang menetes dari dasar permukaan.

diyantouchable Says:

3 October 2011 at 7:29 pm.

kisah suram mengenai bagaimana bengis dan mudah terprovokasinya bangsa ini, semoga tidak terulang kembali. izin share ya Mas

Henry Ezra Ong Says:

3 October 2011 at 7:42 pm.

Inilah salah satu dosa terbesar Suharto. Dan mitos terlibatnya CIA (yang memang pada masa itu sangat keukeuh memerangi komunisme) dalam G20SPKI tidak bisa diabaikan begitu saja. Genosida atau bukan, pembantaian kolosal seperti ini luput dari perhatian sebagian besar dunia dan buku-buku sejarah dunia. Bangsa Indonesia mesti belajar dari sejarah.

slam Says:

3 October 2011 at 8:11 pm.

saya malah baru tahu soal ini mas iman
tapi apakah mungkin ada sangkut pautnya dengan di ambon dan poso?
kalo tidak ada maafkan kekeliruan saya

dan pastinya banyak sekali sejarah yg tidak dibukukan

Iman Brotoseno Says:

3 October 2011 at 8:19 pm.

Slam,
jelas beda.. beda konflik. Makanya dinamakan Genosdia

jensen99 Says:

3 October 2011 at 8:39 pm.

Salah satu saudara kakek saya lolos dari peristiwa ini (lupa dimana). Dia sudah dibuang ke lubang penguburan massal yang sudah penuh mayat dan siap dieksekusi, tapi ternyata tentara yang mau nembak kenal dia, maka dia disuruh segera lari dari situ. Trauma peristiwa itu membuat beliau sakit jiwa sepanjang sisa hidupnya. Kakek saya sendiri bolak-balik ke pengadilan karena dituduh antek PKI, padahal hanya menerima beberapa alat2 pertanian yang memang dibagi2 saat itu.

Jojok Says:

3 October 2011 at 9:05 pm.

salam kenal pak Iman,

mengerikan membaca sejarah itu, se mengerikan salah satu latar belakang yang mungkin membuat NU begitu ‘dendam’ dengan PKI. Mungkin bisa berkaca mundur beberapa tahun sebelumnya pada peristiwa pembantaian oleh PKI pada orang2 NU. Salah satu nya yang bisa disebut kalau ndak salah di Goranggareng, Magetan.

Sulit dipercaya membayangkan kekejaman bangsa kita sendiri terhadap sesama…

:(

IVAN Says:

4 October 2011 at 1:27 am.

Masa kanak2 saya tahun 1970an di Probolinggo dan Situbondo, begitu banyak mendengar cerita “itu”. Belum lagi perempuan2 gila di jalanan yg ternyata adalah istri2 korban, cerita horror “ndas ngglundung”, PHK (pembersihan) besar2an di perkebunan negara tahun 1970an.
Saat remaja saya pernah ke lokasi Curahtangis (poin 10. diatas)…Untuk memenuhi rasa ingin tahu saja. Memang tidak sampai di dasar jurang, hanya di pinggir tebing bagian atas.

jarwadi Says:

4 October 2011 at 7:06 am.

Begitu senapan saya acungkan ke arah dada, tepat saat dia berdiri di mulut luweng, orang itu tetap teguh dalam keyakinan. Tetap menolak tuduhan pengurus Pemuda Rakyat (PR).
Saya Bertambah bimbang, orang itu mengambil posisi tangah menengadah ke langit dan berdoa.
Dalam hati saya pun mulai goncang, ternyata tuduhan negara tidak selamanya benar, menyatakan PKI sebagai kelompok tak beragama…
“Dorr”, satu pelor saya muntahkan menembus dada sebelah kiri, mendorong revolusioner berinisial Dar terjun bebas ke perut luweng. Itu tugas saya setiap hari menjalankan perintah Dandim yang tangannya memgang 600 daftar nama.

Wawancara : Pelda HT, 87th, (eksekutor Grubuk, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta 1966)

dedi Says:

4 October 2011 at 8:47 am.

cerita dong mas, tingkah polah PKI sebelum akhirnya mereka dapet perlakuan kayak gitu. biar seimbang aja. buku2nya ahmad tohari banyak cerita soal itu tuh.

memez Says:

4 October 2011 at 9:06 am.

Kemarin baru mudik ke Bima, ternyata di sana ada dua titik tempat pembantaian PKI juga Mas. Namanya Ci Kepenta dan daerah Panda. Pas lewat, jam 9 malam rasanya merinding…

Iman Brotoseno Says:

4 October 2011 at 9:07 am.

Dedi,
Tentu nanti dalam postingan berikutnya..Kalau membaca sejarahnya memang agitasi komunis sebelumnya juga menyebabkan konflik , sehingga pembantaian ini jadi bagian dari dendam. Seperti kasus landreform, penterobotan tanah, atau menggunakan medium wayang utk menjelek jelekan agama

bukik Says:

4 October 2011 at 9:45 am.

Bukan tentang siapa
Tapi tentang bagaimana
Bagaimana kita memperlakukan saudara sebangsa sendiri.
Mengerikan

Dana Says:

4 October 2011 at 10:45 am.

Ternyata memang Indonesia itu bangsa yang kejam ya. Genosida sudah semacam kegiatan biasa. Skala kecilnya (dan modernnya) ya pembantaian penganut Ahmadiyah.

sabai Says:

4 October 2011 at 12:56 pm.

Seandainya seorang guru SD kelas IV harus mengajarkan materi semacam ini di kelas, coba bayangkan kira-kira bagaimana si guru harus mengemasnya agar dimengerti dengan baik oleh murid-muridnya?

*ingatdulubelajarPSPBcumamenghafalfoto’pahlawan’

Dimas Says:

4 October 2011 at 4:01 pm.

Di Cepu, kota tempat almarhumah Ibu, katanya dulu juga basis PKI di perbatasan Jateng – Jatim. Beliau dulu cerita, teman-temannya beserta keluarga banyak yang dibunuh karena ‘dianggap’ PKI. Bahkan jasad-jasadnya sekedar dihanyutkan di sungai Bengawan Solo yang membelah kota Cepu dan Ngawi sehingga airnya menjadi merah darah. Seram sih kalau dengar cerita itu >___<

Dulu gurunya ada yang PKI dan mengajarnya begini, "Kalian tahu tidak pensil ini dari mana? Tidak mungkin kan pensil muncul tiba-tiba karena Tuhan? Jadi untuk apa percaya dengan Tuhan?" DHAR!

cokhy Says:

5 October 2011 at 8:10 am.

Memang mengerikan pembantaian anggota PKI. Ada teman saya bahkan memiliki seorang paman yang membunuh paman lainnya karena merupakan anggota PKI. Pertalian saudara bahkan tenggelam dalam pembunuhan karena perbedaan ideologi..

Rosid Says:

5 October 2011 at 8:53 am.

Mudah-mudahan mas Iman segera menyajikan tulisan yang menjelaskan ” tingkah polah PKI sebelum akhirnya mereka dapet perlakuan seperti itu”. Biar kita bisa benar-benar belajar dari sejarah, bukan dibuat bingung oleh sejarah. :-)

Dan seandainya PKI yang menjadi penguasa, mungkinkah mereka juga melakukan hal yang sama, sehingga posisi mereka seperti di Myanmar atau Kamboja ?, atau bahkan Korea Utara ? :-)

orbaSHIT Says:

5 October 2011 at 10:44 am.

@Rosid myanmar komunis? dari mana critanya boss, yang ada juga pemerintahannya kloningan ORDE BARU alias JUNTA MILITER! kalo mo fair PKI dan lawan2x politiknya bertarung sejak dekade ’50 an ketika PKI menjadi salah satu partai besar setelah pemilu 1955…isu yg dipakai memang khas komunis bagi2x tanah bg petani penggarap,kesejahteraan buruh dan sosialis realisme..kalo isu perkelahian massal dan bunuh2xan memang ada (sama kek rusuh masal,perkelahian antar kampung dan tawuran pemuda yg terjadi periode 1999~skarang gitu deh)tp br muncul tahun ’63an, kalo dibandingkan dengan skala pembantaian pasca 1965 tidak bisa apple to apple karena pasca 1965 itu sudah ada “pakem”,dilakukan secara efesien,massif,sistemik dan teroganisasi… minimal ada milisi yg memang didampingi dan dilatih oleh angkatan darat untuk ngebunuh..dan satu lagi yg peling penting korbannya BUKAN HANYA ORANG PKI! mungkin 70% orang yang dibantai tidak ngerti KOMUNIS itu apa dan KARL MARX,LENIN,STALIN,MAO itu siapa

indraP Says:

5 October 2011 at 6:54 pm.

Ini cerita dari ibu saya. Keluarga simbah saya dulu adalah juragan batik di daerah Bayat, Klaten. Kebetulan simbah kakung (laki-laki) saya juga menjadi penabuh kendang dalam sebuah grup karawitan. Beberapa kali beliau bersama kelompok karawitannya ‘ditanggap’ ke sana kemari untuk hajatan kawinan, sunatan, bahkan sampai kegiatan Lekra (Lembaga Kesenian Rakyat), organisasi afiliasi PKI. Sekitar awal 1966, mbah kakung saya diciduk tentara ketika sedang dalam perjalanan pulang dari hajatan. Sempat ditahan beberapa bulan, tanpa pengadilan, mbah kakung saya dieksekusi mati dengan cara ditembak di kepala bersama puluhan tahanan lainnya di sebuah ladang tak jauh dari desa kami. Ladang itu kemudian dijadikan kuburan dan diserahkan pengawasannya pada seorang juru kunci dari warga desa setempat. Dari juru kunci inilah keluarga kami mengetahui di mana letak posisi simbah kakung saya dikuburkan. Sepeninggal simbah saya, ekonomi keluarga kami kolaps. Mbah putri sakit2an dan akhirnya usaha bangkrut untuk biaya pengobatan. Hal inilah yg kemudian memaksa ibu saya jadi buruh batik sejak umur 7 tahun.
Dari juru kunci kuburan tadi, kami tahu siapa yang melakukan eksekusi. Yg mengejutkan, ternyata eksekutor tersebut adalah tetangga kami sendiri, seorang juragan batik yang punya kerabat tentara. Eksekutor tersebut sudah tiada, namun beberapa tahun sebelum meninggal, dia datang ke keluarga kami dan menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya waktu itu.

mawi wijna Says:

5 October 2011 at 11:20 pm.

setelah membaca buku “Suara Perempuan: Korban Tragedi ’65″ karya Ita F. Nadia, saya jadi berpikir, kalau orang-orang yang dituduh PKI itu dianggap tak bertuhan, maka orang-orang yang membunuh, menyiksa, dan memperkosa orang-orang yang tak bertuhan itu semestinya juga tak punya tuhan…

winky Says:

11 October 2011 at 4:52 pm.

film dokumenter yg mencoba mengangkat masalah ini: http://www.40yearsofsilence.com/

preview di youtube: http://www.youtube.com/watch?v=KBecnzZYaXw

acha Says:

13 October 2011 at 12:12 pm.

Dear Iman,

hi… salam kenal… tulisan yang sangat informatif, aku share ya…. mau minta izin untuk posting tulisan ini di web aku bisa? pastinya akan ditulis nama penulisnya dan sumbernya….. thx

-acha-

boo Says:

17 October 2011 at 12:04 am.

Pembantaian2 tsb memang merupakan sejarah kelam bangsa ini. Walaupun bisa dibilang ini dosa rezim Soeharto, tapi jujur saja kalo sebenarnya banyak “penunggang gelap” dari rakyat sendiri yg memanfaatkan fitnah tuduhan PKI utk menghabisi musuh2 mereka. Rakyat kita saat itu juga terlalu bodoh dan langsung percaya saja jika ada tudingan PKI pada org2 tertentu. Agar fair, PKI sebelumnya melakukan pembantaian yg serupa pada kalangan agamis, walau gak sebesar ini krn keburu tumbang. Entah apa jadinya jika PKI terus berkuasa. Jadi, “balas dendam” kalangan agamis juga gak bisa dipahami hitam-putih begitu saja. Ditunggu cerita “imbangannya”, bang Iman. :)

amin thea Says:

17 October 2011 at 10:59 am.

Data yg sangat mencengangkan luar biasa data yg sangat berarti untuk menambah pengetahuan saya mengenai sejarah yg terjadi di negriku ini dan dg data tersebut saya jadi bisa menilai karakter orang orang indonesia secara umum,ditunggu tulisan sisi lain dari karakter bangsaku ini tanks.

amin thea Says:

17 October 2011 at 11:00 am.

Data yg sangat mencengangkan luar biasa data yg sangat berarti untuk menambah pengetahuan saya mengenai sejarah yg terjadi di negriku ini dan dg data tersebut saya jadi bisa menilai karakter orang orang indonesia secara umum,ditunggu tulisan sisi lain dari karakter bangsaku ini tanks.

ihsangamerz Says:

24 October 2011 at 8:43 pm.

wah kudu di sebarluaskan nih ^^ agar kita semua tahu akan hal ini dan siapa tau saja masuk media massa yg lebih luas dan menggemparkan dunia :)

Putri Sarinande Says:

27 October 2011 at 7:30 am.

wah,, membahas tentang Kejahatan OrBa dan fitnah terhadap kuminisme :D
ikut nimbrung nih,, kalau butuh tambahan referensi unt tema ini, bisa coba ke Ultimus di Bandung.
dan ini website Ultimus kali mo liat2 katalognya :)
maaf, bukan promosi hanya membantu mengenalkan pada sumber yang (semoga) lebih lengkap :)
http://www.ultimus-online.com/

Dokter Toeloes Malang Says:

29 October 2011 at 11:25 am.

Dalam pertemuan temu wicara era 90an H,M Soeharto pernah terlontar kalimat “kalau Komunis bisa dipelajari”, waktu berlalu untuk mengetahui sepak terjang PKI , marilah kita lihat komunis secara Internasional (bisa dipelajari lewat internet/akses internet) bagaimana ideologi ini bisa mendunia (sejarah membuktikan), bagaimana dengan dalam negeri peristiwa ’65, mari kita pelajari juga “ternyata H.M Soeharto sangat di untungkan dalam peristiowa ’65″
ingat dalam teks pidato pengunduran dirinya 1998 ” Nggak jadi Presiden, Nggak Pathek’en” Padahal 33 Tahun Lamanya berkuasa, OPO TUMON?? BAGAIMANA DENGAN KEBERUNTUNGAN ANDA?????

Antyo Says:

31 October 2011 at 3:55 pm.

Oh, sejarah kelam! Akibat pembantaian, kita kehilangan banyak guru. ;( | http://kopi69.com/2011/09/30/30-september-guru-hilang/

wahyu Says:

11 November 2011 at 7:16 am.

waduh…communist strikes back nih. pembalikan opini. kereeeeen dah nt.

Eleanor Says:

15 November 2011 at 9:38 pm.

Pembantaian mereka yang dianggap komunis paska pemberontakan G 30 S PKI yang gagal.

Sedikit mengoreksi, harusnya ditulis dan dibaca PASCA, bukan PASKA, dan penulisannya digabung>> pascapemberontakan. Trims.

:)

Dimas Panjaitan Says:

16 November 2011 at 1:16 pm.

Sejarah peradaban itu sejarah dendam kepentingan.. Cukup disayangkan, kematian tujuh jenderal, dua kolonel, dan satu kapten menjadi landas pacu terorisme negara berbuah bertambahnya kesimpangsiuran berjuta arwah di bumi Indonesia setelah masa kolonialisme.. Mengurai peristiwa ini mungkin perlu jangka waktu yang lebih lama dibanding merunut sejarah peradaban di nusantara sejak masa kerajaan Salakanagara sampai masa jargon “Ganyang Malaysia!!” berkumandang.. “Rekonsiliasi sejarah itu lelucon”, kata Pram suatu ketika, “..dan, saya menyadari hal itu sebagai kesalahan negara”, cetus Sarwo Edhie pada Ilham Aidit di pelantikan angkatan kelima Wanadri..

Tapi saya tak sepaham dengan keduanya, rekonsiliasi sejarah itu bukan lelucon, dan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah setelah 30 September 1965 bukanlah kesalahan negara.. Kita perlu suatu rekonsiliasi sejarah yang harus sabar kita kerjakan.. Pada satu masa di Afrika Selatan, jejak rekonsiliasi ini bisa ditemukan pada kerendah-hatian kemanusiaan demi menyeka pahitnya politik ras.. Kenapa kita tidak? Pun, ini bukan kesalahan negara.. Negara yang dibangun dari reruntuhan jasad-jasad mereka yang melawan kolonialisme tidak mungkin menyerakkan jasad-jasad anak bangsanya sendiri.. Ada perorangan yang memerintahkan.. Sintong Panjaitan mungkin tetap teguh bahwa korban komunis yang dibersihkan oleh RPKAD waktu itu sekitar ratusan orang.. Jelas, jumlah personel RPKAD waktu operasi pembersihan kalah jumlah dibanding daftar nama-nama orang komunis atau yang dikomuniskan.. Permintaan Sarwo Edhie untuk penambahan pasukan ke beberapa daerah pun ditolak.. Lantas, konyol jika ratusan jasad cukup untuk memerahkan Bengawan Solo.. Dua matahari itu (Soeharto dan Sarwo Edhie), punya komando, punya pasukan, punya daftar nama orang-orang komunis dan yang dikomuniskan..

Satu yang mungkin perlu diperhatikan, mas Iman, di masa kecanggihan teknologi informasi sekarang terlebih untuk generasi yang lebih muda dan ingin melihat kebenaran, publikasi terhadap masalah sensitif 1965 ini marak beredar, tapi bagaimana mereka yang muda-muda itu bisa menyaring? Jangan sampai korban-korban (baik dari pihak militer, komunis, atau yang dikomuniskan) itu jadi alat penyemai benih kebencian sipil-militer.. kebencian kepada militer.. atau kepada komunis.. ini bukan alat, tapi dasar kemanusiaan bagaimana sipil-militer memahami sejarah bersama.. bukan sejarah masing-masing..

Salam.. NKRI Harga Hidup!!

radityo Says:

27 November 2011 at 11:36 pm.

Yang mengerikan dari G30S itu bukan pada saat pembunuhan 7 perwira itu, tapi pembantaian massal yang terjadi kemudian, dalam waktu kurang dari satu tahun sekitar 3 juta nyawa melayang sia-sia (cmiiw)…. dan yang ikut menyebabkan hilangnya nyawa itu ya salah satu nya adalah kolonel sarwo edhie, dia pun berkata bahwa ia turut bertanggung jawab atas peristiwa pembantaian massal tersebut, sayang begitu Soeharto naik jadi presiden, ia seolah terlupakan dan bahkan dipinggirkan, peran Sarwo edhie hanya ada pada pertempuran di kawasan halim, selebihnya tidak ada..

G30S adalah suatu genocide terbesar pasca perang dunia kedua….bangsa sendiri emang lebih kejam dari bangsa lain,

abadhi1 Says:

2 December 2011 at 11:19 pm.

1965
memang bagian dari sejarah kelam bangsa ini, hampir sama dengan
pembantaian antar suku dirwanda. kebetulan saya lahir dan besar disalah
satu desa dikabupaten jember yang dekat dengan lokasi pembantaian,
menurut cerita orang2 tua didesa saya bahwasanya yang dibantai itu
adalah orang2 miskin, orang yg tidak tau apa2 bahkan banyak yang hanya
jadi korban sentimen dari orang lain yang benci, konon mereka ikut PKI
karena PKI memberikan jatah beras dan minyak bagi anggota dan
simpatisannya sehingga mereka tertarik dan ikut karena mereka kurang
makan (alias orang miskin), ada lagi sebagian dari mereka ikut PKI
karena dibilang bahwa PKI itu adalah partai kiai indonesia, ya secara
otomatis mereka ikut karena mereka banyak orang awam yang tunduk dan
patuh terhadap kiai yang menjadi panutan mereka, setelah beberapa lama
kemudian sesudah G30S mereka dijemput oleh armed menggunakan jeep atau
truk ditengah malam yang suara jeep atau truknya itu membuat penduduk
ketakutan termasuk ibu saya karena yang naik truk itu adalah armed yang
mau menangkap orang PKI untuk dibunuh, didaerah saya itu mayoritas yang
dibantai adalah orang yang tidak tau apa2, orang yang tidak
berpendidikan apalagi untuk membaca kapital buku I,II,III karangan karl
marx, mereka tidak tau apa itu politik, mereka tidak tau apa itu
revolusi, yang mereka tau hanya beras, minyak dan makan, mereka itu
bukan orang ateis karena konon menurut cerita mereka yang mau dibunuh
banyak yang minta izin untuk ambil wudhuk dan sholat dulu sebelum
mereka dijejer dpinggir lubang untuk ditembak, menurut almarhum ibu
saya, suara tembakannya sampai terdengar kepesantren tempat ibu saya
mengaji karena lokasi pembantaiannya ditengah kebun karet yang jaraknya
kira-kira 2 kilo dari pesantren, ada juga yang dibunuh dengan cara
dipenggal dan ironisnya yang memenggal adalah dari sipil bukan armed,
ada juga korban yang tewas diletakkan dipintu rumah orang cina karena
orang cina tersebut pelit disaat dia diminta rokok oleh armed dia gak
mau ngasih sehingga dikasih mayat ditengah malam oleh armed dan yang
menyedihkan kata paman saya mayat tersebut menggunakan celana yang
terbuat dari karung beras dengan tali semacam rafia yang artinya mayat
tersebut menurut paman saya adalah orang gak punya dilihat dari
pakaiannya.
di tahun 90an apabila saya pergi kerumah kakek saya dengan orang tua
saya kami selalu melewati jalan pintas, dimana jalan pintas itu
melewati kebun karet renteng jenggawah, dan ditengah kebun karet itu
orang tua saya memberi tahu kepada saya sambil menunjuk ketanah yang
ambles berbentuk segi empat cukup lebar yang terlihat dari jalan yang
katanya itu adalah kuburan PKI, tanah yang ambles itu bukan hanya satu
tapi ada beberapa yang kesemuanya itu berisi banyak mayat PKI.
sungguh sedih kalau ingat sejarah kelam bangsa ini, siapa yang harus
bertanggung jawab dibalik semua itu?
semoga sejarah kelam itu tidak terulang lagi yaitu orang dibantai tanpa
harus proses pengadilan.

Alex© Says:

1 January 2012 at 4:51 am.

Pembunuhan-pembunuhan di era itu kebanyakan memang berdasar prasangka. Aku sendiri pernah menyinggung itu dalam salah satu artikel di politikana dulu. Untuk kasus Aceh, sama saja. Militer juga memainkan gerakan di balik ragam pembantaian. Di tiap kabupaten di Aceh itu ada ladang-ladang pembantaian orang (yang dituduh) PKI.
Untuk sekedar melengkapi, Mas, ini ada sepenggal cerita tentang pleidoi komite PKI di Aceh hasil penelusuran salah satu jurnalis Aceh, Murizal Hamzah. Tulisan ini aslinya dimuat di Aceh Institute, tapi itu situs kayaknya makerror.

Alex© Says:

1 January 2012 at 4:54 am.

Waduh, salah tautan. Mestinya ini pleidoi tersebut. Sudah ada yang memindahkannya ke fesbuk rupanya. :mrgreen:

srigala tw Says:

18 January 2012 at 10:51 pm.

IDEOLOGI KOMUNIS adalah IDEOLOGI yg di takuti pihak NEKOLIM ” AMERIKA cs “,mngpa?…anda pljri stiap NEGARA MENJALANKAN IDEOLOGI KOMUNIS,contoh:CUBA dll…..bgaimna prkmbangan/kmajuan dibidang PENDIDIKAN,KESEHATAN dll,CUBA bkn negara PENGUTANG apalgi PENGEMIS UTANG,pdhal SUMBER DAYA ALAMNYA tdk sekaya kita…
Yg percaya G 30 S adalah PKI……KOMUNIS adalah atheis…. hehehehe… produk sukses pembodohan ORDE-BARU kaki-tangan NEKOLIM gangster dunia ” AMERIKA cs “,pristiwa G 30 S adlah REKAYASA CANGGIH “NEKOLIM “..G 30 S merupakan skenario NEKOLIM untuk menabrakkan PKI dgn AD (mnggunakan tatik ADU DOMBA),kalian pljri sejarah:BELANDA (sekutu NEKOLIM) mnjajah kita 350 thn mnggunakan tatik ADU DOMBA….nya-tanya stlh G 30 S sukses dibarengi KUDETA MERANGKAK trhdp “BUNG KARNO”,kita dijajah lg ” PENJAJAHAN BENTUK BARU ” hingga skrang…….BUKTI?…..siapa yg mnentukn EKONOMI kita?……..siapa yg mngelolah SUMBER DAYA ALAM VITAL kita(EMAS,URANIUM…dll)?…..apakh ini yg dinamakn BANGSA BERDIRI DIATAS KAKI SENDIRI?…….yg di cit2kn BAPAK BANGSA KITA ” BUNG KARNO “……….

orbaSHIT Says:

19 January 2012 at 4:25 pm.

@alex dan pada akhirnya MILITER juga membantai rakyat ATJEH kembali pada saat DOM (operasi jaring merah dkk) tp kali ini dengan alasan “separatisme”, @srigala tw masih inget dengan KOLONEL RPKAD SARWO EDHIE WIBOWO sang penjagal?,dengan bangga dan enteng ia berkata “…kami telah membantai kurang lebih 3 juta jiwa komunis…” namun kehidupan pribadi PSIKOPAT ini justru adem ayem…sepertinya membunuh adalah bagian dari hobi beliau?….hingga seorang suhartopun ngeri dibuatnya oleh sebab itu SARWO EDHIE dikucilkan dari lingkaran kekuasaan ORBA bukan karena tidak loyal justru karena TERLALU LOYAL dan menikmati peran sebagai ANJING DOBERMAN inilah dia ditakuti oleh tuannya sendiri

andra Says:

31 January 2012 at 11:07 am.

untuk kepentingan seseorang atau beberapa orang, mengorbankan ribuan bahkan jutaan nyawa orang lain adalah hal yang biasa….ironis memang…semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi dimanapun…

iman brotoseno antek pki Says:

7 February 2012 at 8:00 pm.

IMAN BROTOSENO ANTEK PKI GAK BENER ITU ORANG, BRENGSEK LOO BAJINGAN MENYEBARKAN PAHAM KOMUNIS SESAT LO JADI ORANG GA ADA AGAMA LO YAK

Romo Farano Says:

11 February 2012 at 5:03 pm.

Sejarah ditulis oleh mereka yang ingin tercatat sebagai Sang Baik Hati.
Hanya Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya terjadi…
Mari kita doakan mereka, siapapun itu, semoga segala kesalahan dan kekeliruan terampuni olehNYA..

orbaSHIT Says:

14 February 2012 at 2:58 pm.

di atas keknya ada yg TERGUNCYYANNNG tuh :) short comments filled with stupid meaning *sigh*

Abdul Says:

24 February 2012 at 5:45 pm.

REPOT-nya kalau menceritakan fakta ini, Mas, yang kita ajak cerita adalah anak-cucu pihak pembantai… Jadi debat kusir yang tidak berkesudahan.

sylvi Says:

13 March 2012 at 1:21 pm.

trma ksih ulasannya, aq sk bngt.

Feri Says:

24 April 2012 at 4:09 pm.

Banyak orang yang menyatakan KOMUNISME = TIDAK MENGAKUI TUHAN, loh kok ormas keagamaan ikut membantai komunis dengan cara sadistik, tidak bisa dipungkiri kalo Banser NU memang terlibat pembantaian orang-2 yang diduga Komunis padahal belum tentu mereka salah apalagi era orde baru banyak intrik-2 yang digunakan beberapa perwira TNI AD untuk melanggengkan kekuasaan seperti menghilangkan nyawa orang dengan paksa karena berbeda pendapat, jaman orba berbeda pendapat = PKI

Kegiatan pembantaian disebabkan oleh ambisi dari Angkatan Darat yang memang sedikit dikucilkan di era Bung Karno, ketika terjadi operasi Dwikora & Trikora Bung Karno selalu menerjunkan Marinir, TNI AL, Brimob Menpor & TNI AU dengan PGTnya, angkatan darat merasa tersisih, dari Angkatan Darat yang ikut sebagai pemain utama hanya dari Kodam Siliwangi dan Batalyon Raider yang lain tidak dilibatkan

Sehingga akhirnya beberapa perwira AD dapat disusupi oleh agen-2 CIA untuk mengatur bagaimana mengambil alih kekuasaan dengan mendoktrin perwira-2 AD untuk mengeluarkan isu PKI, terbukti setelah Orde Baru berkuasa tidak ada Panglima ABRI yang dari AL & AU semuanya dari AD, Batalyon Raider dibubarkan karena ikut mempertahankan Markas AU di Halim PK dari serangan RPKAD tahun 1965, Kodam Siliwangi dikucilkan, peran operasi Seroja banyak didominasi Kostrad, Kopashanda(RPKAD), Kodam Diponegoro, Kodam Brawijaya, Kodam Udayana sebagai pemain utama

orbaSHIT Says:

27 April 2012 at 2:37 pm.

@feri sdikit koreksi gan RPKAD ikut kok di TRIKORA,dibawa pk kapal selam,ditenjunkan dari herky,diangkut pk KRI harimau dan KRI singa…..RPKAD juga ikut di DWIKORA,inget pristiwa MAPU RAID? tp RPKAD dipertengahan ’65 mmg pimpinannya udah disusupin oleh klik suharto+ali murtopo cs (sarwo edhie khan sempet dibuang jadi pangdam bukit barisan sebelomnya),RPKAD+yon ARMED dijadikan ujung tombak pembersihan “orang2x kiri” diberbagai pelosok daerah….pada saat kejadian AD sendiri terbelah menjadi faksi2x…KODAM SILIWANGI+MULAWARMAN+JAYA+454 banteng RAIDER diponegoro+503 BRAWIJAYA pro BK vs RPKAD+kostrad+bukit barisan+sebagian diponegoro dan brawijaya pro suharto sebetulnya dari segi kekuatan AD saja cukup imbang belom ditambah KKO+PGT+MENPOR…. ironisnya di kostrad itu unsur KOMnya lumayan kuat :) ……. kalo seroja itu operasi militer 1/2 hati karena suharto dipaksa ama amerika dan ostrali untuk ngebendung sosialisme fretilin mengapa AD memegang “peranan”? menpor dibubarkan paksa taon 1968, KKO dilemahkan (malah nyaris mao dibubarkan juga kalo enggk ada ops. seroja),PGT juga digembosi….tapi lucunya yg paling banyak MATI justru dari AD (dan menpor)…diawal-awal operasi KIA dari pihak ABRI cukup besar loh (ratusan yg mati) baik disergap fretilin atau “friendly fire”

ivonne Says:

30 April 2012 at 12:38 pm.

orbashit, pencerahanmu laksana setitik mentari dalam pekatnya sejarah kelam bangsa ne, trma ksih.

sutan Says:

17 May 2012 at 1:51 am.

Yg dibantai itu transmigran semua kah? Daerah2 sumatera kalimantan yg brdarah byk jawanya.

pras Says:

22 May 2012 at 12:35 am.

moga terjadi lagi d indonesia..kok bisa ya orang indo kaya gitu…jd inget pas sd taun 90an ane ama temen2 benci banget ama pki (korban buku sejarah,film g30s,cerita2 orang tua tntang pki)

pras Says:

22 May 2012 at 12:37 am.

EH SALAH KETIK “MOGA GAK TERJADI LAGI DI INDONESIA”

iman brotoseno my idol Says:

24 May 2012 at 10:07 am.

tak pernah terpikir olehku pola pembantaiannya sesadis itu…..pake dibelah-belah badan orang…. TANAH AIRKU TIDAK KULUPAKN…..KAN TERKENANG SELAMA HIDUPKU…..BIAR PUN SAYA PERGI JAUH…..TIDAK KAN HILANG DARI KALBU…..TANAH KU YANG KUCINTAI……ENGKAU KUHARGAI……..

Rulandika Says:

31 May 2012 at 4:33 pm.

soeharto tidak berdosa, ia hanya menjalankan perintah dari soekarno yaitu menangkap anggota” pki serta mengamankan korban” kekejaman pki…justru yang berdosa itu ya pki sendiri dari tahun 1926-1965 melakukan berbagai macam pemberontakan di seluruh negeri

orbaSHIT Says:

31 May 2012 at 6:46 pm.

@Rulandika HISTORY made by THE VICTOR! sejarah ditulis ama PEMENANG,ORBA menang ditahun 1965 so the winner TAKES ALL!,enggk ada yg tersisa secara berarti dr jaman BK yg ditulis oleh sarjana2x ORBA……apa dikira penyederhanaan partai itu ide ORBA? wrong! jaman BK namanya NASAKOM,apa repelita ide ORBA? guess again jaman BK ada yag namanya pembangunan semesta berencana,PT DI ide ORBA? lha IPTN itu apa yah,tranmigrasi ide ORBA?,ha-ha lagi2x BUKAN!,pancasila ide siapa hayooo (jangan pake alasannye si nugroho notosusanto lho yah tp pake kesaksian bung hatta) jadi sebagian sistem yg dipake ORBA sudah dijalankan jaman BK….tp ada yg ORISINIL yg dihasilkan ORBA menjual murah kekayaan alam nusantara kepada kapitalis lokal dan asing,pertumbuhan ekonomi berbasiskan HUTANG (istilah jaman ORBA defisit anggaran berjalan yg seimbang) dll…………..PKI itu salah satu partai revolusioner yg berperan besar sejak jaman perintis dan pergerakan kemerdekaan bung! tokoh2xnya banyak dibuang ke boven digul di IRIAN sana karena melawan penjajah……kalo PKI memberontak tahun 1948 dipermasalahkan knapa DI/TII yg lebih masif perlawanan dan cover areanya knapa kagak diuangkap? atau PRRI/permesta yg jelas2x didukung CIA?…..coba lah berpikir rasional dan proporsional PKI dijadikan “hantu gentanyangan” selama 32 tahun melalui indoktrinasi sistemik hingga sekarang! belom lagi ORBA menanam BOM WAKTU yg tdk kalah mengerikannya dari sekedar PKI yaitu INTOLERANSIME!…..ente tau bahwa mantan2x DI/TII dipiara ama pusratintel/BAIS didikan ali murtopo+benny murdani utk dijadikan canon fodder? tau pamswakarsa (nenek moyangnya FPI cs) yg ngebentuk siapa? POLISI+ABRI

I Miss U Iman en orbaSHIT Says:

1 June 2012 at 1:06 pm.

andai aku bisa berjumpa denganmu orbaShit…..aku kan duduk manis mendengarkan smua tutur katamu tentang intrik politik negeri ne yang haram diketahui publik……

nusantara Says:

8 June 2012 at 1:56 pm.

bangsa ini dan generasi penerus nya telah selamat dari komunisme, demi menghindari kehancuran norma dan ideologi , akan ada pedang2 tajam yg siap menghalangi muncul nya faham setan semacam ini, semoga masyarakat indonesia tidak lagi di sibukkan untuk memburu memenggal dan mengubur jasad2 pki di kemudian hari, semoga kuburan masal orang2 tak bertuhan tak perlu di tambah di negri ini, semoga bumi tanah dan tumpah darah indonesia tak lagi di cemari oleh tubuh2 orang2 komunis ini, bumi indonesia bukan tempat untuk komunis, bahkan jasad komunis tak pantas untuk diletakkan di bumi indonesia kita tercinta ini. semoga kita terlindung dari Faham2 sesat dan menyesatkan seperti ini

eman Says:

8 June 2012 at 2:08 pm.

pki tuh sewenang2 dan balasan nya lebih dahsyat sampai ke anak cucu mereka rasakan semoga menjadi efek jera bagi yg sewenang2 di bumi indonesia ini

ahmad Says:

8 June 2012 at 2:30 pm.

Tak dapat dipungkiri, musuh utama PKI adalah umat Islam, terutama para kiainya. Kiai dianggap sebagai musuh karena memiliki ribuan pengikut (jamaah) yang setia.

Salah satu unsur umat Islam yang juga paling dibenci PKI adalah Masyumi. Hal ini diungkapkan oleh KH Roqib, salah seorang korban kebiadaban PKI Madiun 1948 yang masih hidup. Kini KH Roqib adalah imam besar Masjid Jami’ Baitussalam Magetan.

Sebagai salah seorang kiai yang juga tokoh Masyumi, Roqib pun menjadi sasaran yang harus dilenyapkan. Dia diculik PKI sekitar pukul 03.00 dini hari pada tanggal 18 September 1948, tak lama setelah PKI merebut kota Madiun. Sebanyak 12 orang anggota PKI berpakaian hitam dengan ikat kepala merah menciduk Roqib di rumah kediamannya di kampung Kauman, Magetan. Dini hari itu juga dia dibawa ke Desa Waringin Agung dan disekap di sebuah rumah warga.

Di sebuah dusun bernama Dadapan yang termasuk dalam wilayah Desa Bangsri Roqib diseret oleh beberapa orang ke sebuah lubang di tengah ladang. Ketika akan disembelih di depan lubang, tiba-tiba Roqib mengingat pelajaran pencak silat yang diperolehnya. Seketika itu dia menghentakkan kakinya dan meloncat lari ke kebun singkong.

Begitu lolos, Roqib bersembunyi di antara rerimbunan semak belukar hingga siang hari. Naas, siang itu pula dia ditemukan kembali oleh anggota PKI yang mengejarnya. Roqib pun tertangkap dan diikat lagi, lalu disiksa sepanjang jalan dari Desa Bangsri hingga pabrik gula Gorang-Gareng.

Di pabrik gula Gorang-Gareng, Roqib disekap dalam sebuah loji (rumah-rumah besar untuk asrama karyawan). Di dalam loji terdapat banyak kamar dengan berbagai ukuran. “Ketika saya datang ke loji itu, kamar-kamarnya sudah penuh dengan tawanan. Satu kamar ukuran 3 x 4 meter diisi kurang lebih 40-45 orang. Bersama 17 orang lainnya, saya dimasukkan ke dalam salah satu kamar yang terdapat di ujung loji,” tutur Roqib.

PKI kemudian menembaki loji tempat Roqib dan tawanan lainnya disekap lebih dari satu jam lamanya. Tubuh-tubuh yang terkena peluru langsung terkapar di lantai bersimbah darah. Para algojo PKI tidak memedulikan teriakan histeris para korban yang terkena peluru. Mereka terus saja melakukan tembakan. Di antara belasan orang yang ada di dalam loji, hanya Roqib dan Salis, serta seorang tentara bernama Kafrawi, yang selamat.

Menurut guru ngaji ini, setiap habis menembak, pistol yang digunakan PKI itu tidak bisa menembak lagi, tapi harus dikokang dulu. “Saya bisa selamat dari tembakan karena memperhitungkan jeda waktu antara tiap tembakan sambil bersembunyi di bawah jendela. Kalau tanpa pertolongan Allah, tidak mungkin saya selamat,” kata Roqib getir.

Beberapa saat kemudian tentara Siliwangi datang menjebol pintu loji dengan linggis. Suasana sudah mulai sepi karena PKI telah melarikan diri, takut akan kedatangan pasukan Siliwangi. “Ruangan tempat saya disekap itu benar-benar banjir darah. Ketika roboh dijebol dan jatuh ke lantai, pintu itu mengapung di atas genangan darah. Padahal, ketebalannya sekitar 4 cm. Darah yang membanjiri ruangan mencapai mata kaki,” ungkap Rokib.

Selain KH Roqib, terdapat beberapa ulama dan pimpinan pesantren di sekitar Magetan dan Madiun yang jadi korban kebiadaban PKI. Di antaranya adalah KH Soelaiman Zuhdi Affandi (Pimpinan Pesantren Ath-Thohirin, Mojopurno), KH Imam Mursjid (Pimpinan Pesantren Sabilil Muttaqin, Takeran), KH Imam Shofwan (Pimpinan Pesantren Thoriqussu’ada, Rejosari Madiun), serta beberapa kiai lainnya.

Pesantren Ath-Thohirin yang diasuh oleh KH Soelaiman Zuhdi Affandi terletak di Desa Selopuro, Magetan. Pesantren yang mengajarkan ilmu thariqat ini sejak zaman penjahan Belanda maupun Jepang telah menjadi pusat gerakan perlawanan. Di pesantren inilah para generasi muda disiapkan dan dilatih perang oleh Soelaiman. Soelaiman gugur menjadi korban keganasan PKI pada pemberontakan tahun 1948, mayatnya ditemukan di sumur tua Desa Soco.

Menurut R Bustomi Jauhari, cucu KH Soelaiman Zuhdi Affandi yang kini menjadi pimpinan Pesantren Ath-Thohirin, KH Soelaiman tertangkap pada waktu itu karena santrinya sendiri yang menjadi mata-mata PKI. Kemana pun sang kiai pergi, PKI pasti tahu. “Keluarga besar kami sangat berduka atas kematian kakek. Dari seluruh keluarga kami ada sebelas orang yang dibunuh PKI. Dan kebanyakan mereka adalah kiai,” ujar Bustomi.

Penangkapan KH Soelaiman Affandi terjadi dua hari setelah PKI mengkudeta pemerintahan yang sah, tepatnya pada tanggal 20 September 1948. Ketika itu Soelaiman sedang bertandang ke Desa Kebonagung kemudian diculik.

Setelah ditahan di penjara Magetan selama empat hari, KH Soelaiman beserta tawanan lainnnya, diangkut dengan gerbong kereta lori ke loji Pabrik Gula Rejosari di Gorang-Gareng. Dari Gorang-Gareng, para tawanan ini kembali diangkut dengan lori menuju Desa Soco dan dihabisi di sana.

Salah seorang menantu KH Soelaiman Affandi bernama Surono yang juga dibawa lori ke Desa Soco termasuk orang yang mengetahui bagaimana kejamnya PKI dalam menyiksa dan membunuh Kiai Soelaiman di sumur tua Desa Soco.

Menurut Surono, sebagaimana dituturkan Bustomi, PKI berulang kali menembak Kiai Soelaiman, namun tidak mempan. Begitu pula ketika dibacok pedang, Kiai Soelaiman hanya diam saja, lecet pun tidak. Setelah putus asa, algojo PKI akhirnya membawa Soelaiman ke bibir sumur lalu menendang punggungnya dari belakang. Tubuh Soelaiman yang tinggi besar itu terjerembab di atas lubang sumur yang tidak seberapa lebar.

Anggota PKI kemudian memasukkan tubuh Kiai Soelaiman secara paksa ke dalam sumur. Begitu menimpa dasar sumur, Kiai Soelaiman berteriak lantang menyebut asma Allah, laa ilaaha illallah, kafir laknatullah, secara berulang-ulang dengan nada keras. “Teriakan itu membuat PKI kian kalap dan melempari Soelaiman dengan batu,” tutur Surono.

Surono yang akan dibunuh namun ditunda terus karena dianggap paling muda, akhirnya tercecer di barisan belakang. Setelah kelelahan mengeksekusi puluhan orang dalam sumur tua itu, algojo PKI menyerahkan Surono kepada salah seorang anggota PKI yang lain.

Tak dinyana, ternyata anggota PKI yang akan membunuh Surono itu adalah temannya semasa sekolah dulu. Oleh temannya, Surono dibawa ke tempat gelap lalu dilepaskan. Setelah bebas, Surono kembali ke Mojopurno dan melaporkan kejadian yang dia alami kepada keluarga besar KH Soelaiman Affandi.

Salah seorang ulama yang juga pimpinan pesantren yang menjadi musuh utama PKI pada waktu itu adalah KH Imam Mursjid, pimpinan Pesantren Sabilil Muttaqin (PSM) Takeran, Magetan. Sebagai pesantren yang berwibawa di kawasan Magetan, tak heran jika PKI, segera mengincar dan menculik pimpinannya bersamaan dengan dideklarasikannya Republik Soviet Indonesia di Madiun.

Selain sebagai pimpinan pesantren, KH Imam Mursjid juga dikenal sebagai imam Thariqah Syatariyah. Selain itu PSM juga menggembleng para santri dengan latihan kanuragan dan spiritual.

Pada 18 September 1948, tepatnya seusai shalat Jumat, KH Imam Mursjid didatangi tokoh-tokoh PKI. Salah seorang tokoh PKI bernama Suhud mengajak Kiai Mursjid keluar dari mushola kecil di sisi rumah seorang warga pesantren bernama Kamil. Rencananya Imam Mursjid akan diajak bermusyawarah mengenai Republik Soviet Indonesia. Kepergian KH Imam Mursjid bersama orang-orang PKI itu tentu saja merisaukan warga pesantren. Menurut mereka, Kiai Mursjid tidak akan menurut begitu saja diajak berunding oleh PKI.

Di depan pendapa pesantren, KH Imam Mursjid dinaikkan ke atas mobil, yang kemudian melaju meninggalkan PSM diiringi kecemasan para santri dan warga lainnya. Kepergian KH Mursjid yang begitu mudah itu bukannya tanpa alasan. PSM telah dikepung oleh ratusan tentara PKI. Bisa jadi Kiai Mursjid tidak mau mengorbankan santrinya dan warga pesantren sehingga memilih mau ‘berunding’ dengan PKI.

Ternyata, kepergian Kiai Mursjid itu adalah untuk selama-lamanya, ia tidak pernah kembali lagi ke pesantrennya. Begitu terjadi pembongkaran lubang-lubang pembantaian PKI di sumur Desa Soco maupun di beberapa tempat lainnya, mayat Kiai Mursjid tidak ditemukan.

Dari daftar korban yang dibuat PKI sendiri pun, nama Kiai Mursjid tidak tercantum sebagai korban yang telah dibunuh. Tak heran, jika santri dan warga PSM masih percaya bahwa KH Imam Mursjid masih hidup hingga saat ini, namun entah berada dimana.

Ulama atau pimpinan pesantren lain yang menjadi korban keganasan PKI di Madiun adalah KH Imam Shofwan, pimpinan Pondok Pesantren Thoriqussu’ada, Desa Selopuro, Kecamatan Kebonsari. Salah seorang putra KH Imam Shofwan bernama KH Muthi’ Shofwan yang kini mengasuh Pesantren Thoriqussu’ada mengungkapkan, ayahnya ditangkap PKI bersama dengan dua orang kakaknya, yakni KH Zubeir dan KH Bawani.

Penangkapan itu terjadi sehari setelah kepulangan Muthi’ Shofwan dari rumah kosnya di Madiun. Sebagai murid salah satu SMP di Madiun, Muthi’ tiap minggu pulang ke Selopuro, biasanya tiap hari Kamis malam Jumat. “Ketika tiba di rumah pada waktu itu, ayah saya (KH Imam Shofwan) beserta dua kakak saya telah ditangkap oleh PKI. Ibu saya bilang bahwa ayahmu pergi dibawa orang naik dokar,” tutur KH Muthi’ mengingat kejadian itu.

Beberapa hari kemudian dia mendengar berita bahwa ayah dan dua kakaknya itu ditahan di Desa Cigrok (sekarang Kenongo Mulyo). “Mas Zubeir dan rombongannya sekitar delapanbelas orang, pada malam Jumat itu, telah dibunuh oleh PKI dan dimasukkan ke dalam sebuah sumur. Karena Mas Zubeir agak sulit dibunuh, maka PKI dengan paksa menceburkannya ke dalam sumur dan menimbunnya dengan batu,” kata Muthi’.

Pada malam yang sama, ayahnya dan Kiai Bawani serta beberapa tawanan lainnya dibawa ke Takeran. Esoknya, para tawanan ini dipindah lagi ke Pabrik Gula Gorang-Gareng lalu dibawa kembali ke Desa Cigrok. Di sebuah sumur tua yang tidak terpakai lagi, KH Imam Shofwan yang merupakan saudara kandung KH Soelaiman Affandi (pengasuh Pesantren Ath-Thohirin, Mojopurno, Magetan) dan Kiai Bawani dibunuh dan dimasukkan ke dalamnya.

Rupanya, ketika dimasukkan ke dalam sumur, KH Imam Shofwan dan Kiai Bawani masih hidup. KH Shofwan bahkan sempat mengumandangkan adzan yang diikuti oleh puteranya. Melihat korbannya masih belum mati di dalam sumur, algojo-algojo PKI tidak peduli. Mereka melempari korban dengan batu lantas menimbunnya dengan jerami dan tanah.

Pada tahun 1963 jenazah para korban kebiadaban PKI yang terkubur di sumur tua Desa Cigrok digali, lalu dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Magetan. Jadi sejak tahun 1948 hingga 1963, jenazah para korban PKI masih tertimbun dalam sumur itu.

Menurut KH Muthi’ Shofwan, menghabisi ulama dan umat Islam memang keinginan kuat PKI, karena ulama dianggap sebagai penghalang berkembangnya ideologi mereka. “Komunis sangat anti pada Islam, oleh karena itu jangan dibiarkan bangkit lagi!” tegasnya

ahmad Says:

8 June 2012 at 2:34 pm.

orang yg memperlakukan para kiai dan muslimin dgn kejam sperti itu wajar jika di perlakukan masyarakat yg sudah muak dgn kekafiran faham dan prilaku mereka

I Miss U Iman en orbaShit Says:

9 June 2012 at 10:44 am.

aku netral….bukan keturunan PKI juga bukan keturunan Kyai/murid Kyai, tapi doa dan harapanku untuk sekarang dan selama-lamanya jangan terulang lagi di Bumi Nusantara tercinta ne……

orbaSHIT Says:

10 June 2012 at 11:49 pm.

@AHMAD CS komunisme sudah MATI secara PRAKTIS!!!,ente semua membual sampe berbusa pun kita2x sdh cukup cerdas kok utk mencerna sejarah, jangan crita panjang lebar kek novel tapi sumber informasinya dari “bapaknya si x yg diceritakan oleh kakeknya si y” hrs ada yg mengcounter disinformasi thd hal2x ini..namun berdasarkan studi yg mendalam dan fair dari kedua sisi,ente bacalah buku john rossa atau minimal cornell paper….pada masa itu kelompok komunis,agama dan nasionalis sama-sama menyumbang kekerasan kok….emang tidak ada penindasan kaum buruh dan petani penggarap oleh kelas penguasa pada saat itu?..mereka dimiskinkan oleh sistem yg tidak adil dan PKI menawarkan bantuan utk mengangkat drajat mereka (tp namanya politik tidak ada makan siang yg GRATIS!)pada saat itu PKI adalah partai legal begitu juga NU,parkindo,partai katolik,murba,IPKI,partindo dan PNI….skali lagi kekerasan pada taun 63~65 disebabkan benturan ide modern (sosialis/kapitalis)vs konservatisme lokal ditambah bumbu2x campur tangan asing untuk menghancurkan indo dari dalam+luar……ane tanya emang kyai2x cs yg ngedukung DI/TII taon 49~62 an enggak bertanggung jawab thd pembantaian thd rakyat di beberapa daerah? (contoh di priangan dan bolaan mangondow) :P tp tipe manusia indo kek ente inilah yg justru mencerai beraikan kebihenakaan yg sudah koyak semenjak GESTOK 1965…ane denger FPI cs mo menerapkan syariat islam tuh dengan memutar balikkan sejarah pembukaan UUD 45 ;-)

I Miss U Iman en orbaSHIT Says:

11 June 2012 at 4:23 pm.

only my sweet dream…..seperti apakah sosok orbaSHIT ?

Nephew of a Communist Farmer Says:

16 June 2012 at 5:34 pm.

Saya bersyukur karena Pamanku yang berada di Sumatra bisa lolos dari pembantaian dan masih bisa hidup sampai sekarang. Semoga keluarga korban pembantaian senantiasa tabah dan dikuatkan. Semoga sejarah kelam tidak terulang kembali.

CHE SUSANTO Says:

20 June 2012 at 9:54 pm.

Mereka bukan hanya dibantai, namun anak cucu mereka yang tak berdosa juga menjadi korban kebiadaban Orde Baru. Semoga Tuhan mengampuni jiwa mereka yang teraniaya. Semoga pengadilan di akhirat nanti akan mengadili dengan seadil-adilnya.

munasir Says:

30 July 2012 at 12:31 pm.

…aq di lahirkan di Randublatung…di sana sarang PKI sampai tepian bengawan solo daerah ngawi betapa kejinya PKI ortu saya n pakde hampir tebas gerombolan PKI waktu sholat subuh…alhamdulillah bisa lolos…kalo gak ada Pemberantasan PKI mungkin sebagian manusia di bumi Indonesia akan dibantai habis…seperti saat ini yg terjadi di Myanmar…6000 manusia mati ibarat hewan dibuang di rawa-rawa. Jadi kalo ada cerita di atas ya mungkin saja merupakan pembalasan dari anak2 muda yg melihat kekejaman terhadap PKI tersebut selama jayanya…saya kira adanya pembunuhan dan saling bunuh ketika suasana negara pecah perang saudara dah terjadi sejak zaman purba…kerajaan dll di belahan bumi manapun….

orbaSHIT Says:

31 July 2012 at 3:22 pm.

@munasir masss pada jaman itu siapa temen siapa musuh tuh samar2x, tarik ulur kekuasaan sangat ekstrem…. para elit underbouw PKI (PR,BTI dan sobsi) ingin segera melakukan revolusi proletariat namun setengah2x disisi lain aidit ingin pake cara yg lebih demokratis yaitu melalui pemilu parlemen (tp gagal gara2x ada dokumen gilchrist)…..kok anda yakin skali kalo PKI menang akan ada pembantaian? yakin yg akan membunuh ortu anda itu PKI?,justru kedua belah pihak siap2x saling bantai kok sebagai self defence dan preemptive strike (yg paling siap justru TNI AD+muslim vigilante) knapa saya bertanya? karena di beberapa daerah PKI nyante2x ajah kok malah kegiatan berjalan normal2x ajah tuh (banyuwangi,lamongan dll) sebelom ada pemberitaan kasus lubang buaya (diblow up ama koran BERITA YUDHA cs), kasus myanmar anda sangat2x dangkal melihatnya…..kanapa? banyak berita+foto yg sudah diEDIT untuk kepentingan propaganda (banyak foto yg diupload bukan dari kejadian sebenarnya) ksus rohingya adalah kasus konflik antar entnis dimana etnik rohingya sendiri tidak diakui oleh pemerintah myanmar maupun bangladesh…… tp saya bersukur ortu+pak de sampean slamet…..

ORLAshittt Says:

17 August 2012 at 3:42 pm.

@all:: sebenarnya kasus pembantaian PKI hampir sama dengan petrus (operasi clurit),.. banyak pro dan kontra! tapi masyarakat indonesia sudah pintar kok memilah,, ini ibarat dokter meng amputasi kaki pasien,… orang yang di petrus (PKI/preman,dkk) merupakan penyakit kronis,…siapa menabur pasti akan menuai,… keluarga anda bukan korban pki, pantas lah anda berfikiran picik!! paman bapak saya mati di penggal dan di buang di bawah jembatan di salah satu kota kecil di jawa tengah, bapak saya yang seorang ketua ranting PNI di salah satu kota di jawa tengah setiap malam berlindung di polres ga berani tidur di rumah setelah paman bapak di penggal, tidak ke kodim karena hampir semua anggota kodim terkena infeksi virus PKI,… buat semua ga usah terlalu picik pikiran anda,…anda belum pernah kan merasakan jam malam? anda belum pernah kan di datangi PKI sambil bawa arit? jika belum pernah jangan picik lah,…. orla,orba,reformasi semua ada kelebihanya dan kekuranganya,karena saya sudah merasakan tiga jaman itu!

orbaSHIT Says:

18 August 2012 at 3:39 pm.

@orla pretttt…..play victim is sooo easy, ngapain juga ngaku2x keluarga sampean dibantai please jgn pake bawa2x PNI deh…lha wong banyak orang PNI juga dibantai ama TNI AD dan dibuang ke pulau buru kok :P banyak tuh testimoninya….kalo logika sampean kek gitu knapa DI/TII cs kagak dipetrusin aja ? apa karena agama “mayoritas” ? lha wong orang PKI banyakan beragama kok atau suku dayak yg ngebantai entnis madura di sampit knapa kgk dipetrus ajah? dari segi level kekejian sdh bisa masuk kategori “virus” kok itu….ngomongin masalah petrus sampean kgk tau duduk permasalahannya…emang dikira operasi clurit itu ngebunuhanin penjahat kelas teri doang apa? itu skenario BIA utk membungkam kaum oposan kok tp diracik dng isu keamanan dari skitar 10 ribu orang yg ilang banyak yg bukan preman juga kok…saya enggk picik kok pa’ tp stick to truth ajah dan tidak mendramitisir “cerita” dari mulut ke mulut….karena makin pintar publik makin banyak bertanya krn sejarah bangsa besar ini penuh darah dan masih banyak yg gelap

ajie Says:

20 August 2012 at 7:09 pm.

Ijin gabung bung. btw dimana aja daftar tempat bekas pembantaian PKI yang masih bisa dijangkau saat ini?? daripada jauh2 “wisata bencana” di my lai & tuol sleng. thx :]

orbaSHIT Says:

21 August 2012 at 8:59 pm.

@ajie maaf bung kalo kgk salah dari beberapa literatur yg pernah saya baca (diantaranya buku “palu arit di ladang tebu dan the forgotten years” karya hermawan sulistyo, “dalih pembunuhan massal” karya john rossa,”tahun yg tak pernah berakhir” karya john rossa,”when people becomes numbers” karya putu arya tirtawirya,”ronggeng dukuh peruk” karya ahmad tohari,”bertahan hidup di gulag indonesia” karya carmel budiardjo dan tulisan soe hok gie ketika melakukan riset diam2x ke bali)….lokasi biasanya ada di tengah perkebunan,pegunungan,sungai(brantas+bengaan solo) dan pantai(bali)…dan jangan salah teknik yg dilakukan para “milisi” tukang jagal ini (dengan kawalan angkatan darat+polisi) sangat mirip ketika cheka/NKVD/GPU/KGB melakukan “purge” di era 20~30an russia,mereka punya daftar nama dan target pembunuhan (dari mana datangnya list daftar nama tsb?), okay balik ttg lokasi pembantaian : gunung klotok kediri JATIM,hutan krenceng sumbertigo kediri JATIM,blitar selatan JATIM,jombang JATIM,madiun JATIM,purwodadi JATENG,singosari JATIM,bojonegoro JATIM,indramayu JABAR dst (terlalu banyak bung bisa cari sendiri di google)..kalo bung penggemar DP(disturbing pictures) hampir semua “cara2x inovatif” membunuh telah dipraktekan dalam masa2x gelap tsb….mayat2x membusuk dibiarkan bergletakan dipinggir jalan,pemenggalan kepala2x,penusukan organ vital dengan bambu dan besi runcing dll…in simple words it’s FUBAR (fucked up beyond recognizition)

ajie Says:

24 August 2012 at 4:39 pm.

@orbaSHIT thx bgt bung, semoga ada yang bisa dikembangkan jadi “wisata bencana”. selain ningkatin ekonomi juga belajar untuk tidak melupakan bab yang (di)hilang(kan). hehe btw buku2 td msh ada ga ya bung?? thx “verdeer, Jong Indonesie!”

Arifadi Budiarjo Says:

29 August 2012 at 4:44 am.

Mas Iman, salut atas tulisannya yang bisa menambah diskusi atas sejarah Indonesia yang selama ini dipenuhi oleh mitos “sejarah resmi” ala kekuasaan.

judju Says:

17 September 2012 at 1:57 am.

anda tau ini dr mana..??.kalo aq sih percya ma org tua2 ja.kakek aq,nenek aq,.klo d lhat2 dr pmbcaraanya n tutur ktanya,klhatanya anda spt anak cucunya k0munis..

orbaSHIT Says:

18 September 2012 at 9:49 am.

@judju double PRETTTTT!!!!….u can accuse me wharever shit u want bitch…,kalo gw komunis elo mo apa? mo nuntut gw? gw enggk ngerugiin orang laen kok,gw bayar pajak,bukan seorang kriminal dan gw tau komunisme itu SUDAH MATI karena ide2x luhurnya dikotori oleh sekian banyak diktator2x yg ngaku2x komunis….kediktatoran proletariat diputar balikkan menjadi kediktatoran PARTAI proletariat itu sajah sudah melenceng jauh dari ide MARX dan ENGELS….kgk jaman coyy nuduh2x komunis jaman skarang..gw saranin BANYAK baca!..asal jangan baca literatur hasan al banna ama syaid qutub ajeh…bakal jadi “penganten” loe :)

didin Says:

22 September 2012 at 12:17 am.

Bang iman, numpang ijin nyuplik artikel nya y..maksih sebelumnya bang

Anton Says:

25 September 2012 at 3:35 pm.

Sulit buat mengambil hikmah dari peristiwa ini, karena hal-hal seperti ini terkubur dalam kabut misterinya Orba. Sebagian masyarakat yang mungkin mengetahui hal ini, seperti si mahasiswa ini, memilih mencari pembenaran atas tindakan yang menjijikkan ini dengan beragumen, tokh ini aksi balas dendam akibat aksi2 agresif PKI tahun 60an. Seolah rakyat kita punya kultur kekerasan primitif

Saya sudah melakukan pendalaman literatur dan tidak menemukan hubungan yang betul2 simetris antara aksi PKi di tahun 60an dengan pembantaian massal ini … Lagipula sebenarnya SAYA TIDAK MENEMUKAN BUKTI PEMBANTAIAN SISTEMATIS ANGGOTA PKI/BTI THD MURID PESANTREN SEPERTI YANG DITUDUHKAN. Dari yang saya tahu, aksi sepihak ditujukan kepada elit desa, dan dalam banyak hal ini konflik horizontal sporadis akibat suasana politik yang panas. tidak seperti pembantaian di atas yang dilakukan dengan dukungan langsung militer.

orbaSHIT Says:

26 September 2012 at 8:47 am.

@anton maaf masbro dari beberapa referensi (termasuk CIA’s declassified archives dan US foreign policy declassified archives) “para elit” yg disasar ama pemuda rakyat,BTI,lekra dkk dibeberapa daerah adalah para pemilik(tuan) tanah yang kebetulan juga pemilik pesantren2x. sampai sekarang pun masih seperti itu kyai2x tsb mempunyai tanah warisan turun temurun yg luas…dan “dikaryakan” kepada para buruh tani untuk digarap (perkebunan2x dan sawah2x) berhubung pada tahun 60an ada UU pokok ttg agraria dan land reform….BTI hanya meminta tanah hak mereka yg tertuang didalam UU pokok agraria tsb untuk digarap……sebetulnya beberapa kyai tidak keberatan toh kebanyakan anggota keluarga BTI juga nyatri di pesantren tsb..namun pada masa itu politik sangat2x tidak bisa diprediksi arah anginnya, apalagi pada tahun 50an KH ISA ANSHARI (partai masyumi) telah memfatwakan PKI itu KAFIR!,belom lagi konflik antar desa dan rebutan jatah air untuk persawahan kian memanas apalagi dimasa-masa paceklik…namun korban yg jatuh masih dinilai moderat kalo dibanding korban kerusauhan di sampit,ambon atau poso….konflik politik di jakarta diekspor ke daerah-daerah (modusnya relatif kgk berubah ampe skarang) masa rakyat dibenturkan dengan fitnah dan adu domba…kalo kata iwan fals “….apakah selamanya politik itu kejam ?…”

Paijo Kuli Kasar Says:

28 September 2012 at 12:26 am.

@ admin & all.
Saya sependapat bahwa sejarah harus diluruskan jika ada yang keliru. Bukti – bukti otentik berupa riset, tesis dan apapun yang ilmiah atau cerita dari mulut ke mulut, kebenaran sejatinya hanya Tuhan yang tahu. Salah satu sifat manusia kan senang menutupi sesuatu atau melebih – lebihkan sesuatu. Kita lebih banyak berpendapat subjectif meskipun berkemas data – data ilmiah misalnya. Lidah kita tak bertulang, mata kita tidak terjaga selama 24 jam x usia hidup, telinga kitapun demikian. Adanya hari ini karena diawali kehidupan masa lalu (sejarah). Orang bijak pernah berucap: ” Jika ada kisah tragis, ceritakanlah sekedarnya. Ambil baiknya dan lupakan buruknya”. Mari kita songsong masa yang lebih baik tanpa menggunakan senapan lidah yang memuntahkan peluru – peluru kata menyakitkan. Salam dari anak ingusan dekil Sang Kuli Desa.

wawan Says:

29 September 2012 at 3:45 pm.

jangan hanya melihat dari satu sisi saja

sudah jelas PKI yang memulai makar dan melakukan kekejaman terlebih dahulu

sebagai pengingat atas kekejaman2 yang dilakukan PKI :
1. peristiwa madiun

2. peristiwa kanigoro

3. peristiwa jengkol

peristiwa2 ini tidak di tonjolkan sejarah

orbaSHIT Says:

29 September 2012 at 5:11 pm.

@wawan tau detail pristiwa madiun/madiun affair kagak ente? apa cuman baca dari buku PSPB,buku putih ORBA doang?,tau dokumen red drive proposal kgk ente? i bet u don’t know jack shit about these :P “peristiwa2 ini tidak di tonjolkan sejarah…” wtf? ampyun ente lahir taon berapa seeh? awal taon 80′an Brigjen. Nugroho Notosusanto membuat formulasi propaganda/indoktrinasi sistemik ttg sejarah indonesia yg dituangkan dalam bentuk buku2x sejarah ala ORBA, justru ke 3 pristiwa yg ente sebutin itu (dan pristiwa kelam GESTOK ’65) paling sering muncul dalam setiap literatur sejarah ORBA selama 32 tahun dalam rangka mengabadikan hantu PKI….tapi peran PKI dari jaman perintis pergerakan tahun 1926~1930an dan revolusi fisik tahun 1945~1949 dalam melawan penjajahan belanda dipendam dalam2x….sorry kekejaman bukan monopoli PKI doang kok,militer (AD) juga menyumbang kekejaman kok (petualangan liar invasi ke timor timur dan DOM aceh…pernah gitu disebut di buku sejarah?) please dong akh blajar sejarah lagi gih….noh komen2x ane di atas bisa jadi bahan referensi kok :D

Kuncoro Says:

1 October 2012 at 9:03 pm.

makasih ceritanya, tapi biar imbang tolong ceritakan juga kisah sebelum terjadinya pembantaian tersebut. apa yg melatarbelakangi kejadian tersebut, karena yg diceritakan hanya peristiwa terhadap PKI, terus bagaimana awal mulanya peristiwa tersebut bisa terjadi. itu harus juga diungkap. BERIKAN KAMI CERITA YANG BERIMBANG, JANGAN SEPERTI PESANAN.

orbaSHIT Says:

2 October 2012 at 9:17 am.

@kuncoro mau berita yg seimbang? lha cari sendiri doong dengan baca buku2x ttg kejadian ’65 atau searching di internet, padhal udah disebutin beberapa referensi yg melatar belakangi kejadian “genosida” tahun ’65 dikomen-komen sebelumnya…atau mnurut sampeyan “cerita yang seimbang” itu cuman dari sudut pandang pelaku pembantaian :P bentar lagi diputer tuh filem dokumenter “algojo” tukang sembelih orang2x PKI di komnas HAM..salah satu pelakunya bernama ANWAR CONGO seorang kriminal psikopat yg sengaja dilepas tentara untuk “purge” orang “PKI” dan tionghoa di daerah medan dan sekitarnya….lebih sadisnya dia dan kawan-kawan sesama algojo melakukan hal tersebut dengan riang gembira malah sambil menari CHA-CHA-CHA ……so masih belum berimbangkah fakta ini?

judjuu Says:

4 October 2012 at 8:45 pm.

s0k tau nih 0rg….emang l0 hdup jman dulu ya.??..

CIA kek, nek0lim kek..
Gw sih ttp prcya ma 0rg2 tua yg tak da sangkut pautnya ma pmerintah..yg mreka prnah mngalami hal2 spt i2…
K0g klìatanya bela2in k0munis….

Emang ente tau dari mane sih..??.

aq cinta tanah air ku Says:

5 October 2012 at 9:03 am.

iya nie..sok tau bner nih orang..

Lu tu tau percakapan soekarno dan mentrinya tau dr mane…?!..sdangkan mentrinya melihat2 klo dia cuma bner2 berdua ma presiden sukarno…
S0k tau isi prckapanya lg…

Ugghhh…nyebelin bngt nieh 0rang..!!

Klo gk suka ma soehart0 ya d iem aja..jgn memanas2 i keadaan..jgn mengadu d0mba..bnyak d0sa..
Klo lu gk takut d0sa brarti tdk d rgukan lg kl0 lu anak cucunxa PKI..

SALAM RAKYAT IND0NESIA..

MERDEKA..!!

orbaSHIT Says:

5 October 2012 at 9:17 am.

@judju mnurut logika elo lagi yg katanya “sok tau” berarti elo telen tuh mentah2x crita2x kakek nenek buyut loe yg kemungkinan “tukang jagal” pada masa itu atau dongeng fiksi penyiksaan 7 perwira TNI AD di lubang buaya? …jd siapa yg paling “sok tau”, disini gw bukan pro PKI atau kek elo yang ORDE BARU fanatic….gw udah kasih referensi ttg buku2x yg ditulis bukan bedasarkan “sok tau” tp fakta2x yg dirangkai jadi informasi…SO PLEASE READ THEM FIRST and give me ur best arguments…..woiiii jaman berubah woiiii suharto udah mampusss jd orang2x kek elo keknye kehilangan patron dan ingin tetep eksis dengan novel picisan yg dibuat ama ORDE BARU….[oknum] PKI melakukan kejahatan itu fakta tp pada jaman itu skali lagi gw katakan apa faksi2x laen juga tidak melakukan kejahatan terhadap mereka? dan fakta pula ada penjagalan ribuan/jutaan manusia indonesia yg “dituduh” KIRI (jd bukan hanya PKI saja tp anggota PNI dan MURBA juga kena getahnya)….jelas anak cucu mereka menuntut keadilan doong thd NEGARA (pada masa itu beberapa institusi negara melakukan pembiaran dan penghasutan)…kalo misal ada anak cucu orang masyumi,NU yg pernah disikat ama pemuda rakyat dan BTI mereka bisa menuntut juga terhadap PKI tp PKI sendiri sudah bubar….jd jangan belaga pilon kalo di indonesia pernah ada GENOSIDA yg bernama GESTOK 1965 ;-)

orbaSHIT Says:

5 October 2012 at 9:26 am.

@kloningan si judju GW KAGAK SUKA AMA SUHARTO elo mo apa?,lha wong rejim korup kek gitu dibela..kecuali elo dan keluarga elo yg mungkin kroni suharto dan kecipratan duit hasil korupsi :P dan skarang mengidap POST POWER SYNDROME…kasiann deh looe otak di dengkul kok dipiara…wajar seeeh lha idola elo aja si HARTO kagak lulus SR LoL

sylvi Says:

7 October 2012 at 12:29 am.

seru

Puki Says:

8 October 2012 at 9:29 am.

Saudara2ku sebangsa sependeritaan, membaca tulisan beserta berbagai komentarnya yg saling menyerang, sungguh sangat memprihatinkan… Ternyata kita generasi sekarang ini masih mewarisi sifat primordial untuk saling menghabisi… Jangan dianggap enteng dan sepele lho..diawali dengan saling menyerang dalam memberikan komentar, saling menghujat, saling membenarkan kelompok dan golongannya sendiri serta menyalahkan kelompok lawan yg gak sepaham dan sealiran, inilah cikal bakal tumbuh suburnya pertikaian, pertentangan, perpecahan yang dapat melahirkan kekerasan dan kekejaman luar biasa antar anak bangsa….kita semestinya sebagai generasi skrg sudah terkuras habis air mata dan darah atas tragedi bangsa yg begitu biadab dan tidak berperikemanusiaan yg terjadi atas bapak dan kakek serta moyang kita di masa lalu…membiarkan dn menonjolkan pertentangan pendapat disertai hujatan2 adalah benih dn cikal bakal kekerasan dn kekejaman seperti terjadi dimasa lalu…apa iya kita yg hidup di jaman skrg menginginkan terjadinya kembali tragedi seri 2 atau seri 3 dst seperti di masa lalu ? Demi Allah jangan lagi kita mewariskan permusuhan, perpecahan, kekerasan dan kekejaman kepada anak cucu kita kelak…
Wahai saudara2ku para anak bangsa dari keturunan manapun kalian berasal (mo pki kek, armed kek, banser kek, dsb.), kita sudah lelah bertikai yang tak karuan paran juntrungannya yang hanya mengakibatkan kesengsaraan berkepanjangan, maka demi tanggung jawab kpd tanah air serta sayang kita kepada anak cucu generasi penerus kelak, mari sejak sekarang kita saling bergandengan tangan, saling bahu membahu, saling berangkulan, berkumpul bersama untuk menutup lembaran hitam masa lalu moyang kita dan membuka lembaran baru untuk menataulang kehidupan berbangsa kita dengan dilandasi kebersamaan, kasih sayang, saling memberi dn menerima, demi menyongsong Indonesia Baru yang lebih beradab jauh dari budaya kekerasan dn kekejaman… Hanya dengan dilandasi keinginan untuk memberi dn mengabdi serta kebersamaan untuk mencari jalan terbaik, maka Indonesia Baru yang beradab akan tercipta…
Saya bersedia memfasilitasi sahabat dn saudara2ku semua (baik anak cucu pki, armed, banser, dsb.) untuk kumpul bareng di cafe minum kopi atau wedang jahe sambil ngobrolin hal2 yg positif dn kreatif serta turut berkontribusi dlm memberikan masukan utk pembenahan dn pembangunan bangsa Indonesia yang lebih maju, sejahtera dan beradab….

Teguh Says:

11 October 2012 at 2:45 pm.

Cerita dari bapak saya…pembantaian juga terjadi di sisi Selatan Pulau Nusakambangan, dimana ‘tertuduh’/'terfitnah’ diposisikan berada tepat di bibir jurang yang di bawahnya persis karang-karang dan ombak pantai Selatan. Ada yang hanya di dorong, ada yang dieksekusi dengan senjata dulu….

PEMBANTAI ORANG PKI Says:

12 October 2012 at 12:59 pm.

bagai manapun PKI pantas di bantai….yang gak terima atas pembantaian itu datang kesini…gua bantai sekalian.
orbaSHIT…gak usah banyak bacot ente….gua tau loe keturunan PKI dan keluarga lo korban pembantaian. Biar mampus keluarga lo.
Gak usah banyak omong, Kakek gua ALGOJO yang ngebantai orang PKI. Gak usah baca tulisan, ini Saksi hidupnya ada…Sini lo kalo pengen gua mampusin…sekalian bapak emak lo juga….
gak usah ngomong pake bahasa silogis ama gua lo, pake bahasa praktis aja…kalo lo mau balas dendam datang ke tempat gua, JL.Raya Cikaret KM 7 No.349 BOGOR, Depan POM BENSIN.
Kalo lo gak punya duit buat ongkos kesini, biar gua yang jemput kepala ente + keluarga ente…kirim alamat aja…

orbaSHIT Says:

12 October 2012 at 1:53 pm.

atas gw ;-) sblom elo bantai gw …..mungkin ELO duluan yg udah dicincang ama orang laen…. kgk perlu repot2x ngundang gw ‘njing! tunggu ajah….dasar sampah loe

Miris Says:

12 October 2012 at 1:53 pm.

Miris, kenapa organisasi “agama” juga ikut membantai yah.. ada yang pake “barisan pengawal Yesus” lagi.. gila..

someone Says:

12 October 2012 at 2:08 pm.

orang yg membunuh atas nama agama ataupun ideologi apapun itu sama aja, biadab namanya. Tapi memang konyol membunuh orang ‘tidak bertuhan’ dengan cara biadab dengan atas nama tuhan. Asas ketuhanan apa yg dipakai? Jejak kebiadaban itu masih ada di bangsa ini, seperti jelas tersurat dari komen “pembantai orang PKI” di atas.

Pada dasarnya kebiadaban itu bersumber dari ketololan. Otak dungu biasanya lekat dengan fanatisme, dan mereka berakhir sebagai fundamentalis dan bigot. Orang2 ber IQ rendah cenderung mengambil jalan pintas dengan kekerasan. Mereka jg alpa mengambil logika hubungan sebab akibat, mempunyai empati, kepekaan rasa dan kebijaksanaan.

Apa boleh buat, itulah cerminan bangsa Indonesia. Lebih baik pindah ke luar negeri aja. Di sini penuh sama orang2 tolol dan biadab.

someone Says:

12 October 2012 at 2:10 pm.

orang yg membunuh atas nama agama ataupun ideologi apapun itu sama aja, biadab namanya. Tapi memang konyol membunuh orang ‘tidak bertuhan’ dengan cara biadab dengan atas nama tuhan. Asas ketuhanan apa yg dipakai? Jejak kebiadaban itu masih ada di bangsa ini, seperti jelas tersurat dari komen “pembantai orang PKI” di atas.

iman Says:

12 October 2012 at 2:11 pm.

Tak dapat dipungkiri, musuh utama PKI adalah umat Islam, terutama para kiainya. Kiai dianggap sebagai musuh karena memiliki ribuan pengikut (jamaah) yang setia.

Salah satu unsur umat Islam yang juga paling dibenci PKI adalah Masyumi. Hal ini diungkapkan oleh KH Roqib, salah seorang korban kebiadaban PKI Madiun 1948 yang masih hidup. Kini KH Roqib adalah imam besar Masjid Jami’ Baitussalam Magetan.

Sebagai salah seorang kiai yang juga tokoh Masyumi, Roqib pun menjadi sasaran yang harus dilenyapkan. Dia diculik PKI sekitar pukul 03.00 dini hari pada tanggal 18 September 1948, tak lama setelah PKI merebut kota Madiun. Sebanyak 12 orang anggota PKI berpakaian hitam dengan ikat kepala merah menciduk Roqib di rumah kediamannya di kampung Kauman, Magetan. Dini hari itu juga dia dibawa ke Desa Waringin Agung dan disekap di sebuah rumah warga.

Di sebuah dusun bernama Dadapan yang termasuk dalam wilayah Desa Bangsri Roqib diseret oleh beberapa orang ke sebuah lubang di tengah ladang. Ketika akan disembelih di depan lubang, tiba-tiba Roqib mengingat pelajaran pencak silat yang diperolehnya. Seketika itu dia menghentakkan kakinya dan meloncat lari ke kebun singkong.

Begitu lolos, Roqib bersembunyi di antara rerimbunan semak belukar hingga siang hari. Naas, siang itu pula dia ditemukan kembali oleh anggota PKI yang mengejarnya. Roqib pun tertangkap dan diikat lagi, lalu disiksa sepanjang jalan dari Desa Bangsri hingga pabrik gula Gorang-Gareng.

Di pabrik gula Gorang-Gareng, Roqib disekap dalam sebuah loji (rumah-rumah besar untuk asrama karyawan). Di dalam loji terdapat banyak kamar dengan berbagai ukuran. “Ketika saya datang ke loji itu, kamar-kamarnya sudah penuh dengan tawanan. Satu kamar ukuran 3 x 4 meter diisi kurang lebih 40-45 orang. Bersama 17 orang lainnya, saya dimasukkan ke dalam salah satu kamar yang terdapat di ujung loji,” tutur Roqib.

PKI kemudian menembaki loji tempat Roqib dan tawanan lainnya disekap lebih dari satu jam lamanya. Tubuh-tubuh yang terkena peluru langsung terkapar di lantai bersimbah darah. Para algojo PKI tidak memedulikan teriakan histeris para korban yang terkena peluru. Mereka terus saja melakukan tembakan. Di antara belasan orang yang ada di dalam loji, hanya Roqib dan Salis, serta seorang tentara bernama Kafrawi, yang selamat.

Menurut guru ngaji ini, setiap habis menembak, pistol yang digunakan PKI itu tidak bisa menembak lagi, tapi harus dikokang dulu. “Saya bisa selamat dari tembakan karena memperhitungkan jeda waktu antara tiap tembakan sambil bersembunyi di bawah jendela. Kalau tanpa pertolongan Allah, tidak mungkin saya selamat,” kata Roqib getir.

Beberapa saat kemudian tentara Siliwangi datang menjebol pintu loji dengan linggis. Suasana sudah mulai sepi karena PKI telah melarikan diri, takut akan kedatangan pasukan Siliwangi. “Ruangan tempat saya disekap itu benar-benar banjir darah. Ketika roboh dijebol dan jatuh ke lantai, pintu itu mengapung di atas genangan darah. Padahal, ketebalannya sekitar 4 cm. Darah yang membanjiri ruangan mencapai mata kaki,” ungkap Rokib.

Selain KH Roqib, terdapat beberapa ulama dan pimpinan pesantren di sekitar Magetan dan Madiun yang jadi korban kebiadaban PKI. Di antaranya adalah KH Soelaiman Zuhdi Affandi (Pimpinan Pesantren Ath-Thohirin, Mojopurno), KH Imam Mursjid (Pimpinan Pesantren Sabilil Muttaqin, Takeran), KH Imam Shofwan (Pimpinan Pesantren Thoriqussu’ada, Rejosari Madiun), serta beberapa kiai lainnya.

Pesantren Ath-Thohirin yang diasuh oleh KH Soelaiman Zuhdi Affandi terletak di Desa Selopuro, Magetan. Pesantren yang mengajarkan ilmu thariqat ini sejak zaman penjahan Belanda maupun Jepang telah menjadi pusat gerakan perlawanan. Di pesantren inilah para generasi muda disiapkan dan dilatih perang oleh Soelaiman. Soelaiman gugur menjadi korban keganasan PKI pada pemberontakan tahun 1948, mayatnya ditemukan di sumur tua Desa Soco.

Menurut R Bustomi Jauhari, cucu KH Soelaiman Zuhdi Affandi yang kini menjadi pimpinan Pesantren Ath-Thohirin, KH Soelaiman tertangkap pada waktu itu karena santrinya sendiri yang menjadi mata-mata PKI. Kemana pun sang kiai pergi, PKI pasti tahu. “Keluarga besar kami sangat berduka atas kematian kakek. Dari seluruh keluarga kami ada sebelas orang yang dibunuh PKI. Dan kebanyakan mereka adalah kiai,” ujar Bustomi.

Penangkapan KH Soelaiman Affandi terjadi dua hari setelah PKI mengkudeta pemerintahan yang sah, tepatnya pada tanggal 20 September 1948. Ketika itu Soelaiman sedang bertandang ke Desa Kebonagung kemudian diculik.

Setelah ditahan di penjara Magetan selama empat hari, KH Soelaiman beserta tawanan lainnnya, diangkut dengan gerbong kereta lori ke loji Pabrik Gula Rejosari di Gorang-Gareng. Dari Gorang-Gareng, para tawanan ini kembali diangkut dengan lori menuju Desa Soco dan dihabisi di sana.

Salah seorang menantu KH Soelaiman Affandi bernama Surono yang juga dibawa lori ke Desa Soco termasuk orang yang mengetahui bagaimana kejamnya PKI dalam menyiksa dan membunuh Kiai Soelaiman di sumur tua Desa Soco.

Menurut Surono, sebagaimana dituturkan Bustomi, PKI berulang kali menembak Kiai Soelaiman, namun tidak mempan. Begitu pula ketika dibacok pedang, Kiai Soelaiman hanya diam saja, lecet pun tidak. Setelah putus asa, algojo PKI akhirnya membawa Soelaiman ke bibir sumur lalu menendang punggungnya dari belakang. Tubuh Soelaiman yang tinggi besar itu terjerembab di atas lubang sumur yang tidak seberapa lebar.

Anggota PKI kemudian memasukkan tubuh Kiai Soelaiman secara paksa ke dalam sumur. Begitu menimpa dasar sumur, Kiai Soelaiman berteriak lantang menyebut asma Allah, laa ilaaha illallah, kafir laknatullah, secara berulang-ulang dengan nada keras. “Teriakan itu membuat PKI kian kalap dan melempari Soelaiman dengan batu,” tutur Surono.

Surono yang akan dibunuh namun ditunda terus karena dianggap paling muda, akhirnya tercecer di barisan belakang. Setelah kelelahan mengeksekusi puluhan orang dalam sumur tua itu, algojo PKI menyerahkan Surono kepada salah seorang anggota PKI yang lain.

Tak dinyana, ternyata anggota PKI yang akan membunuh Surono itu adalah temannya semasa sekolah dulu. Oleh temannya, Surono dibawa ke tempat gelap lalu dilepaskan. Setelah bebas, Surono kembali ke Mojopurno dan melaporkan kejadian yang dia alami kepada keluarga besar KH Soelaiman Affandi.

Salah seorang ulama yang juga pimpinan pesantren yang menjadi musuh utama PKI pada waktu itu adalah KH Imam Mursjid, pimpinan Pesantren Sabilil Muttaqin (PSM) Takeran, Magetan. Sebagai pesantren yang berwibawa di kawasan Magetan, tak heran jika PKI, segera mengincar dan menculik pimpinannya bersamaan dengan dideklarasikannya Republik Soviet Indonesia di Madiun.

Selain sebagai pimpinan pesantren, KH Imam Mursjid juga dikenal sebagai imam Thariqah Syatariyah. Selain itu PSM juga menggembleng para santri dengan latihan kanuragan dan spiritual.

Pada 18 September 1948, tepatnya seusai shalat Jumat, KH Imam Mursjid didatangi tokoh-tokoh PKI. Salah seorang tokoh PKI bernama Suhud mengajak Kiai Mursjid keluar dari mushola kecil di sisi rumah seorang warga pesantren bernama Kamil. Rencananya Imam Mursjid akan diajak bermusyawarah mengenai Republik Soviet Indonesia. Kepergian KH Imam Mursjid bersama orang-orang PKI itu tentu saja merisaukan warga pesantren. Menurut mereka, Kiai Mursjid tidak akan menurut begitu saja diajak berunding oleh PKI.

Di depan pendapa pesantren, KH Imam Mursjid dinaikkan ke atas mobil, yang kemudian melaju meninggalkan PSM diiringi kecemasan para santri dan warga lainnya. Kepergian KH Mursjid yang begitu mudah itu bukannya tanpa alasan. PSM telah dikepung oleh ratusan tentara PKI. Bisa jadi Kiai Mursjid tidak mau mengorbankan santrinya dan warga pesantren sehingga memilih mau ‘berunding’ dengan PKI.

Ternyata, kepergian Kiai Mursjid itu adalah untuk selama-lamanya, ia tidak pernah kembali lagi ke pesantrennya. Begitu terjadi pembongkaran lubang-lubang pembantaian PKI di sumur Desa Soco maupun di beberapa tempat lainnya, mayat Kiai Mursjid tidak ditemukan.

Dari daftar korban yang dibuat PKI sendiri pun, nama Kiai Mursjid tidak tercantum sebagai korban yang telah dibunuh. Tak heran, jika santri dan warga PSM masih percaya bahwa KH Imam Mursjid masih hidup hingga saat ini, namun entah berada dimana.

Ulama atau pimpinan pesantren lain yang menjadi korban keganasan PKI di Madiun adalah KH Imam Shofwan, pimpinan Pondok Pesantren Thoriqussu’ada, Desa Selopuro, Kecamatan Kebonsari. Salah seorang putra KH Imam Shofwan bernama KH Muthi’ Shofwan yang kini mengasuh Pesantren Thoriqussu’ada mengungkapkan, ayahnya ditangkap PKI bersama dengan dua orang kakaknya, yakni KH Zubeir dan KH Bawani.

Penangkapan itu terjadi sehari setelah kepulangan Muthi’ Shofwan dari rumah kosnya di Madiun. Sebagai murid salah satu SMP di Madiun, Muthi’ tiap minggu pulang ke Selopuro, biasanya tiap hari Kamis malam Jumat. “Ketika tiba di rumah pada waktu itu, ayah saya (KH Imam Shofwan) beserta dua kakak saya telah ditangkap oleh PKI. Ibu saya bilang bahwa ayahmu pergi dibawa orang naik dokar,” tutur KH Muthi’ mengingat kejadian itu.

Beberapa hari kemudian dia mendengar berita bahwa ayah dan dua kakaknya itu ditahan di Desa Cigrok (sekarang Kenongo Mulyo). “Mas Zubeir dan rombongannya sekitar delapanbelas orang, pada malam Jumat itu, telah dibunuh oleh PKI dan dimasukkan ke dalam sebuah sumur. Karena Mas Zubeir agak sulit dibunuh, maka PKI dengan paksa menceburkannya ke dalam sumur dan menimbunnya dengan batu,” kata Muthi’.

Pada malam yang sama, ayahnya dan Kiai Bawani serta beberapa tawanan lainnya dibawa ke Takeran. Esoknya, para tawanan ini dipindah lagi ke Pabrik Gula Gorang-Gareng lalu dibawa kembali ke Desa Cigrok. Di sebuah sumur tua yang tidak terpakai lagi, KH Imam Shofwan yang merupakan saudara kandung KH Soelaiman Affandi (pengasuh Pesantren Ath-Thohirin, Mojopurno, Magetan) dan Kiai Bawani dibunuh dan dimasukkan ke dalamnya.

Rupanya, ketika dimasukkan ke dalam sumur, KH Imam Shofwan dan Kiai Bawani masih hidup. KH Shofwan bahkan sempat mengumandangkan adzan yang diikuti oleh puteranya. Melihat korbannya masih belum mati di dalam sumur, algojo-algojo PKI tidak peduli. Mereka melempari korban dengan batu lantas menimbunnya dengan jerami dan tanah.

Pada tahun 1963 jenazah para korban kebiadaban PKI yang terkubur di sumur tua Desa Cigrok digali, lalu dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Magetan. Jadi sejak tahun 1948 hingga 1963, jenazah para korban PKI masih tertimbun dalam sumur itu.

Menurut KH Muthi’ Shofwan, menghabisi ulama dan umat Islam memang keinginan kuat PKI, karena ulama dianggap sebagai penghalang berkembangnya ideologi mereka. “Komunis sangat anti pada Islam, oleh karena itu jangan dibiarkan bangkit lagi!” tegasnya

orbaSHIT Says:

12 October 2012 at 3:27 pm.

:) makin serrru euuuy….. di thread ini kita bisa lihat pertarungan intelektual vs kebodohan permanen yg tiada tara (salah satu prestasi paling berhasil ORBA)…..gw tau yg komen2x “legitimasi” penjagalan tsb orangnya ya itu2x juga tp pake ID beda2x…. lagu lama cooyyy gw udah pernah ngadepin orang2x kek elo aslinya elo tuh cuman PENGECUT dan PECUNDANG sama seperti KAKEK/ENGKONG/MOYANG elo yg tukang jagal dan maen kroyokan :P , kalo udah terdesak pake jurus pamungkas dengan cara menantang duel atau cara alus pake trik COPAS komen yg udah ada wakakakakkakak….oooops hal ini justru dengan jelas menunjukkan kapasitas otak mereka2x tsb masuk kategori OTAK DUNGU plus KRIMINAL!, sapa yg mo deket2x ama kriminal? logika sehat aja loh ini….. dasar primata ORBA yg tidak bisa berevolusi :)

sylvi Says:

12 October 2012 at 3:42 pm.

betul

whatever Says:

13 October 2012 at 4:52 pm.

mmm
cuma mau bilang, ga akan ada asap kalo ga ada api.
PKI dibantai pasti ada alasannya.
mungkin mereka pantas dibantai, yang salah ya yang memanfaatkan “acara” pembantaian untuk melibas musuh “pribadi” nya dunk.
kalo saudara saya sesama muslim bersalah karena ikut melakukan pembantaian yang terfitnah PKI, saya hanya bisa minta maaf.
apapun yang terjadi dengan Indonesia saya tetap cinta sebagai tanah air saya.
saya tetap cinta Islam sebagai tanah air saya.
soal FPI, saya sendiri mempertanyakan, mereka membela Islam atau membela kepentingan?

nugraha fahrul Says:

17 October 2012 at 1:43 pm.

Untuk mengetahui sejarah 65’ jangan hanya melihat dari satu kacamata bung. Kita harus arif melihat garis sejarah dari para pelaku sejarah. Mereka semua sudah mengeluarkan buku pembelaan masing masing. Kita sebagai generasi muda internet, harus bisa melihat sejarah secara netral. Saya Pengagum Soekarno, tapi membaca fakta di buku Ben anderson benar benar menohok saya. Kemudian saya bisa menyadari kekurangan mereka semua di kala di hadapkan pada KEKUASAAN dan POLITIK.
1. Soeharto : Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya.
2. Soekarno : Dibawah Bendera Revolusi sampai tahun 65’.
3. AH. Nasution : Dibawah Panggilan tugas Sampai Jilid 6.
4. Sobron Aidit : Wawancara.
5. Latief : Pledoi Kol. Al Latief – Soeharto terlibat G30 s.
6. Letkol Tahir : Wawancara, Oditur Militer 1965.
7. Chaerul Saleh : Biografi.
8. Ibu Sulami : Wawancara.
9. John Rossa : Dalih Pembunuhan Massal.
10. Ben anderson : Soekarno File dan Buku buku lain ( Wartawan di Indonesia th 66 ).
11. 40 years of Silence : film.
12. Buku tentang Perang AS di Vietnam Selatan dan Utara (Baru ditayangkan channel HISTORY).
13. Buku tentang Perang Gerilya AH.NASUTION untuk vietnam.
14. GUS DUR : Permintaan maaf dan Pengakuan ( youtube ).
Kalau anda sudah membaca minimal 50 % semua catatan dan buku tersebut, Saya pribadi menjadi prihatin dengan masa depan bangsa INDONESIA yang penuh dendam dan KEBENCIAN.
Kesimpulan Sejarah :
1. Ketakutan AS terhadap INDONESIA yang akan merepotkan AS yang tengah menghadapi VIETNAM, membuat AS membuat OPERASI INTELEJEN yang sangat SEMBRONO bin BODOH kalau dilihat sekarang ( Document Gilchrist adalah untuk menjebak Sukarno lewat SUBANDRIO -> memanfaatkan ketakutan SUKARNO thdp AD ),
2. KERAKUSAN SOEKARNO (20 tahun berkuasa ) dan SOEHARTO (melihahat kesempatan SUKSESI) serta IDEALIS nya NASUTION. Jutaan Rakyat jadi KORBAN.
3. AS dan CIA membantu SOEHARTO hanya dengan mengirimi HT ( walkie talkie ) dan Daftar Anggota PKI. HT adalah SALAH SATU JENIS KOMUNIKASI TERCANGGIH SAAT ITU untuk menggagalkan usaha SOEKARNO lewat G 30 nya untuk membersihkan para JENDERAL PEMBANGKANG ( A.YANI Menolak perang dengan MALAYSIA, Granat Cikini ).
4. SUHARTO adalah pendukung SUKARNO untuk back up Cakrabirawa. Tapi melihat g 30 s Aidit ( Aidit terinspirasi Putch Hitler. Putch PKI ) tidak sukses, Dia memanfaatkan kisruh ini . SUHARTO mengundang pasukan Kodam DIPONEGORO dan 454 Brawijaya untuk HUT ABRI tapi dengan Senjata penuh…(sebagai sarana backup PKI…)
5. Atas Pesanan Amerika SUHARTO membantai JUTAAN RAKYAT INDONESIA simpatisan dan ANGGOTA PKI karena ketakutan AS mereka akan menjadi seperti VIETNAM UTARA yang GANAS dan MILITAN. AS sangat kerepotan 1958 – 1962 Endless war di Vietnam.
6. Keterlibatan CIA hanya memberikan daftar simpatisan PKI dan WALKIE TALKIE serta dokumen pancingan tentang DEWAN JENDRAL akan bergerak, SOEKARNO memakan umpan itu dengan menghabisi nyawa para JENDRAL.
7. SOEHARTO memanfaatkan KEUNTUNGAN dengan GEGABAHNYA SOEKARNO lewat CAKRABIRAWANYA ( masak kolonel sekelas Untung berani menjemput 6 Jendral kalo gak ada perintah yang lebih tinggi ? / Untung sahabat karib SUHARTO).
8. Kalau CIA terlibat…pasti AMERIKA TAHU JUMLAH PERSIS KORBAN PEMBANTAIAN.
9. SELURUH RAKYAT INDONESIA hanya mendengar kabar JAKARTA lewat RADIO RRI dan radio SANDHI YUDHA milik ABRI yang sudah di SETIR oleh PAK HARTO dengan berita Sepihaknya…* inget RADIO KALA ITU bisa di dengar oleh 100 orang…informasi SEARAH…
10. KOMUNIS dan NONKOMUNIS di grass root di adu domba lewat berita DIBUNUH ato MEMBUNUH.saya jamin orang tua jaman kita waktu dulu terbelah menjadi dua kategori…DIBUNUH ato MEMBUNUH..( ditambahi iklim multi partai saat itu … gak beda bentroknya dengan musim kampanye sekarang )
11. kabar cerita tentang PKI akan membunuh juga menghinggapi orang tua kita. Pada waktu itu fakta hanyalah kabar yang dibawa oleh cerita. Dan cerita sama dengan fakta.
12. Turunnya RPKAD di kantong kantong muslim untuk membentuk milisi penjemput adalah angin segar untuk pihak yang menunggu dengan takut untuk DIBUNUH. Jadi terpaksa mereka MEMBUNUH untuk menunjukkan kepada tentara bahwa kita bersih dari PKI….
13. Modus OPERASI RPKAD dengan menunjukkan photo lubang galian yang seolah olah dibuat PKI untuk mengubur lawan politik. Duuuh…saya menghabiskan 4 tahun untuk memahami dan menghilangkan KEBENCIAN saya terhadap KOMUNIS DAN PEMBANTAI KOMUNIS. Ya ALLAH ampuni semua Dosa Para PENDAHULU KAMI…amien.

nugraha fahrul Says:

17 October 2012 at 1:51 pm.

https://www.muckrock.com/foi/united-states-of-america-10/select-crest-october-1965-indonesia-documents-cia-203/#213868-responsive-documents-part-i ini adalah DOKUMEN CIA yang sudah boleh direlease setelah 30 tahun…mohon dibaca untuk pengetahuan sejarah dan detik detiknya

orbaSHIT Says:

17 October 2012 at 5:52 pm.

@bung nugraha nah kalo argumentasi berdasarkan dokumentasi seperti ini saya justru senang karena kita bisa bertukar wawasan..tidak hanya tarik urat leher saling ancam, beginilah seharusnya diskusi yg beradab….banyak sejarah negeri ini yg mmg [sengaja] dikubur dalam2x demi status quo penguasa pada saat itu/kini…..dari jaman ken arok hingga jaman SBY kalo mo buka2xan sejarah pasti banyak yg terguncyaang hebat, namun fokus kali ini adalah GENOSIDA dan PELANGGARAN HAM BERAT gestok 1965 dimana militer saat itu (AD) berperan signifikan sbg agen provokator/eksekutor lapangan/sumber intelejen/pelindung/pemberi license to kill terjadinya penyembelihan dan pemerkosaan massal….diera CYBER kek gini masih ada yg mo propaganda kebohongan dan maen ancam pfftttt…. seperti kerbau yg dicucuk hidungnya :P

nugraha fahrul Says:

17 October 2012 at 7:08 pm.

Sebetulnya yang perlu dilakukan adalah meluruskan sejarah dengan mengetengahkan fakta yang ada. Di documen CIA diatas ada statement bahwa CIA membantu ( memberi ide ) untuk membuat SPACE GOAT kepada PKI atas G 30 S. Ada juga disebutkan bahwa kebingungan yang melanda akibat dihilangkannya pucuk pucuk pimpinan PKI agar tidak dapat menjelaskan yang kejadian yang ada.
Mungkin ini yang perlu dilakukan oleh pemerintah kedepannya.
1. Menjelaskan kronologi terjadinya G 30 S dan Peristiwa yang melatarbelakanginya.
2. Memberi ampunan kepada Tapol dan Napol PKI dan membersihkan namanya.
3. Ini yang terpenting…Memulangkan JENAZAH baek berupa tulang ataupun tanah kepada keluarga yang kehilangan. Jutaan arwah gentayangan juga gak bagus kalo dibiarin.
4. Menghapuskan segala bentuk sanksi hukuman baek kepada Algojo atau RPKAD atas masalah ini. ( gak berguna juga dihukum, karena situasi saat itu yang penuh kepanikan. yang terpenting poin 3 )
5. Melarang komunis tumbuh di Indonesia. ( Toh sekarang Komunis juga kolaps )
6. Pemerintah meminta maaf atas kejadian ini atas pembiaran konflik horizontal di masyarakat ( Seperti Australia yang minta maaf kepada suku aborigin )
7. Rekonsiliasi nasional seperti amerika setelah perang saudara UTARA –SELATAN.
Saya kira itu lebih arif. Gak perlu saling menghukum..Toh semuanya adalah korban. Baek yang TERBUNUH ato disuruh MEMBUNUH. Ampuni dosa pendahulu kami ya rabbi….

orbaSHIT Says:

18 October 2012 at 10:07 am.

@bung nugraha salam hormat saya untuk anda,terima kasih atas komen tambahannya

sylvi Says:

20 October 2012 at 12:28 am.

kece badai ilmu padi

Pembantaian yang tidak tercatat | Greenp4r4hyangan's Blog Says:

23 October 2012 at 2:26 am.

[...] http://blog.imanbrotoseno.com/?p=1498 Share this:EmailRedditMoreTwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this. Posted in Indonesia [...]

ann Says:

1 December 2012 at 12:38 pm.

Saya mmbaca smua kmen dari atas smpe kmen trkhir; ayolah, berhenti mmbwa glongan dsni. Mari kita diskusikan genosida ini scra terbuka, dalam ruang lingkup kemanusiaan it sndri. Jelas paham komunisme yg memporak-porandakan ibu pertiwi trcinta ini trnodai aksi Marxisme2 yg mmbnci tindak para borjuis tp sygny malah melakukan hal yg bhkn tdk pernah dilakukan binatang, sejarah sdh mmbuktikan; kediktatoran polpot, misalny. Mreka ini, para diktator2 inilah yg menyusupkan kediktatoran dlm tubuh komunisme. Mgnai bbrp kmen yg mgtkn ‘agamais’ korban,mkny mmbntai PKI, lantas; apakh dlm pdman hidup -kitab- dktkn boleh mmbunuh dengan serampangan? Melakukan tindak penyiksaan yg bahkan anjingpun tdk akan pernah melakukanny,sblm mmbunuh?; dlm Islam misalny-krn sya muslim-,dlm sjrah pnybaran Islam di tanah Mekahpun, sempat trjd pembunuhan keji pihak Quraisy thdp muslim. Stlh Islam jaya di tanah Mekah, apakah Rasulullah melakukan pembalasan dgn mmbnh Quraisy it dgn siksaan yg mmbuat korban lbh mmilih ‘mati saja secepatny’? TIDAK. Dalam agama Islam tdk ad yg nmny balas dendam, mka saudaraku yg mndukung tindak pembantaian oleh muslim Ansor Indonesia thdp tokoh yg dianggap ‘PKI’ tdk ad slhny anda mmbca lbh bnyk referensi sejarah Islam masa Rasulullah SAW.jgn sampe anda malah terjebak dalam pemahaman salah yg justru mmbuat anda sama jahatny dengan para pembantai ‘PKI’,Bgitupun dlm agama Kristen,Hindu, Maupun Buddha. sya rsa tdk dsebtkan mmbalas dndam it tdk apa2 dlm kitab anda; tdk ada agama yg mmbolehkan pembalasan dendam.
Sekali lagi, jgn biarkan dendam menyusup dlm nurani kita, igtlh saudara sebangsaku dari satu rumputlah maka sehingga muncul satu tetumbuhan rimbun.
Mari kita tela’ah masalah ini scra objektif,agar sejarah kelam pembunuhan tak tjd lg dmasa depan, jgn smpe krena masalah sepele, kta malah melakukan tindak genosida moral pancasila serta merusak pondasi bangsa. Kita Bhinneka Tunggal Ika; toleransilah darah kita, pancasila ruh kita, dan perbedaan sbgai kerangka. Jgn smpe trjdi ‘silent takeover’ yg mmbuat kita khilangan identitas. Dimulai dgn absurditas moral pancasila dan diakhiri dgn ‘punahnya’ bangsa Indonesia.

hs Says:

3 December 2012 at 1:28 pm.

mas orbashit. bagi email dong. mau pinjem buku boleh gk? kalo gk boleh minta info nyari buku2nya dmn. pemberontakan madiun itu biadab, pembantaian komunis 65-66 juga biadab. gak ada alasan apapun buat membenarkan pembunuhan

tapi harus dicermati bener2, kok bisa tuh para algojo sampe tega ngebunuhin pki. inget, 1 oktober 65 tuh suharto lewat RRI ngumumin kalo jenderal2 korban g30s tuh tititnya dipotong matanya dicongkel. suharto hembusin juga kalo pki pengen bunuh2in ulama, pendeta, sama pemuka agama lain. rakyat miskin bgt saat itu jadi gampang dikomporin.

dari yang saya pelajari, yang paling banyak untung dari tragedi itu suharto sama amerika. tragedi swiss november 67 dimana indonesia bagiin SDA ke perusahaan asing bisa jadi dasar logika paling pas. tragedi swiss november 67 tuh yang mimpin sultan HB IX sama ADAM MALIK. jadi wapres mereka bedua.

hs Says:

3 December 2012 at 1:44 pm.

pokoknya kalo mau ditarik kebelakang panjang deh. awalnya dari agresi militer belanda, trus yang paling penting tuh KLAUSUL KONFERENSI MEJA BUNDAR, mafia berkeley, UU No. 16/1965 pada 23 Agustus 1965 diterbitin soekarno isinya menolak segala bentuk keterlibatan modal asing di Indonesia, UU penanaman modal asing dipaksa terbit 1967, tragedi swiss november 67 dimana emas papua diraih freeport minyak buat caltex dan lain lain. lalu suharto berkuasa 3 dasawarsa, menulis sejarah yang menguntungkan rezimnya.

kesimpulan saya sih soeharto sama amerika bunuh 3 juta rakyat indonesia demi UANG.

orbaSHIT Says:

3 December 2012 at 2:28 pm.

@hs baru buka blog ini lagi setelah skian lama :) buku2x yg saya punya banyak kok beredar di gramedia tp saya pun hunting lewat internet cari file2x pdf ebook gratisan :P ttg rencana kudeta militer 6 juli 1946 yg gagal, “madiun affair”, dimulainya gerakan DI/TII dan pembasmian orang2x kiri di priangan timur,perpecahan tentara (AD),petualangan panglima2x daerah dlm PRRI/PERMESTA, percobaan (lagi) kudeta 17 oktober 1952 (gagal lagi) semua bermuara pada tragedi oktober 1965 plus juga crita lisan dr bebrapa orang tua saksi mata atau korban yg bs survive (khususnya di bali) @ann dendam ini tidak akan hilang sampai kiamat percayalah sis, karena mmg karakter bangsa ini pendendam …kejadian baru2x ini sajah sudah membuktikan hanya maslah batas wilayah kampung di adonara NTT mereka bisa saling bunuh :( jd bara ini tidak akan padam sampai kapanpun !

dea Says:

4 December 2012 at 1:29 pm.

kembali ke penguasanya. jaman pembanataian PKI didukung oleh negara. itulah keblingernya pimpinan-pimpinan kita. jelas keblinger, masa tanpa pengadilan langsung bikin daftar orang untuk dimatikan. rakyat sih ikut-ikutan saja sama yg nyuruh, apalagi yg nyuruh punya bedil. apalagi yg nyuruh punya intelijen, semakin mudah rakyat digerakkan untuk membunuh sesama manusia hanya karena ditunjuk sbg PKI.
masih terulang di kerusuhan kudatuli, kerusuhan sampit, dll, dll. padahal saya pribadi menolak tegas disebut sbg orang biadab, tetapi kelakuan mereka ternyata sangat biadab sekali. malu aku sama negara-negara lain

anton Says:

11 December 2012 at 11:00 am.

PKI emang gila, bukti rendahnya pendidikan bisa buat orang mudah dihasut. semoga insyaf orang2 yang membantai yang masih hidup sekarang.

sudomo Says:

12 December 2012 at 6:32 am.

saya dengar dari ayah saya yg asli kediri dan kebetulan kakek saya militer juga demikian…lurah setenmpat punya daftar nama panjang siapa yg harus dieksekusi ( tidak mungkin menafikkan organisasi di atas lurah tidak terlibat) kebetulan ayah saya ada di tengah2 pembantaian tersebut ..ada satu guru agama yg namanya ada di daftar..padahal beliau tidak pernah ikut organisasi aktif ( memang namanya aada di daftar organisasi guru ..) lalu disembunyikanlah guru tua itu di sebuah madrasah untuk mengajar anak2x kecil mengaji sehingga selamat.. Dan kebetulan juga ibu saya punya nenek adalah ketua gerwani yang ikut dibuang ke digul oleh belanda pra kemerdekaan tapi faktanya namanya diabadikan jadi pahlawan nasional. jadi elemen komunispun sebenarnya ikut dalam memperjuangkan kemerdekaan ini… dan jika mau belajar sejarah sebenarnya tokoh2 komunis itu juga islam bahkan dari organisasi Serikat ISLAM seperti “semaoen” jadi kalo ada yg teriak2 komunis tidak ada andilnya dalam kemerdekaan indonesia, kalo ada yg teriak2 komunis itu anti agama yah salah…

biji Says:

21 December 2012 at 2:06 pm.

Ayo semua kenapa pada ribut di blog ini, sudahlah yang sudah berlalu berlalulah, biarkan menjadi pelajaran kita agar tidak terulang lagi sejarah kelam bangsa ini, untuk sekarang ayo kita bangun bangsa kita agar tidak tertinggal dari bangsa lain. banyak kemiskinan, kelaparan, dll. ayo generasi penerus bangkitlah jagalah NKRI seperti yang telah dititpkan oleh seluruh pejuang yang berjuang sebelum kita…………. terima kasih

wawan Says:

25 December 2012 at 11:33 pm.

Walah, lha PKI aja sebelumnya menculik para kyai tak berdosa kq. PKI nya yg bejad. Dasar komunis sudah jelas2 ada wahyu agama. Heran gimana isi otak pki dulu. Isinya mungkin lumpur busuk.

Nugraha Fahrul Says:

26 December 2012 at 9:19 am.

mmm…Makin panjang debatnya neh. Terpaksa ikut lagi.
Wahai teman senegara, dan teman se internet. Diatas saya mencoba mengetengahkan kronologi sejarah dan solusi ideal tentang rekonsoliasi. Tapi dari berbagai koment yang sudah ditulis, sepertinya masih panjang juga bagi bangsa ini untuk mulai berpikir logis demi kemajuan bangsa ini. Saya pribadi tetap akan berjuang dengan tulisan tulisan seperti ini untuk mencoba membangun situasi positif dari TRAGEDI ini. Kesimpulan yang ada SAAT INI hanya akan seperti ini.
1. Jangan bermimpi menyelesaikan permasalahan kompleks bangsa ini dikala permasalahan lama dan besar seperti itu tidak terselesaikan. It’s can’t be FORGOTTEN but it’s can be FORGIVEN. Kasus munir, korupsi, papua, pendidikan yang makin mahal, BBM makin naek atau yang laen. Its must be SOLVED not FORGOT…
2. Dikala dendam antar KORBAN saja masih membara, jangan berharap ini akan selesai. Kita semua adalah KORBAN. Baek yang di BUNUH atau MEMBUNUH. Yang terbunuh mengalami traumatis kepercayaan sedang yang membunuh mengalami traumatis rasa berdosa. Sangat alami.
3. Jangan bermimpi kita akan maju dikala statistik pembangunan dari kemerdekaan sampai sekarang kita mengalami kemunduran dari infrastruktur yang di tinggalkan belanda. KERETA API, Ekspor Tembakau, GULA, Kopi dan KARET dulu EAST INDIES nomor 1 DUNIA ,bandingkan sekarang…..
4. GALILAH informasi sebanyak banyaknya tentang sejarah bangsa ini…agar kita tahu seberapa jauh kita tertinggal. Seberapa kotor politik negeri ini..jangan hanya mengagungkan PROKLAMASI…tapi kebingungan setelah merdeka.
5. Kita semua adalah CUCU dari KEMERDEKAAN…KAKEK adalah PEREBUT KEMERDEKAAN, SEDANG AYAH adalah KORBAN TRAGEDI….kita harus belajar dari kesalahan , bukan menyalahkan.
SALAM MAAF…INDONESIA

orbaSHIT Says:

26 December 2012 at 7:14 pm.

@wawan jiah gw paling demen ama para “right wing army centrist” kek elo :P bisanya cuman komen “PKI did this PKI did that” ….mangkenye NYIMAK dude,disini disajikan fakta pembunuhan massal yg massive yg mati bukan 100~200 ribu orang tp 1~3 juta orang dalam waktu yg relatif singkat! dan yg mati bukan hanya orang PKI tp banyak juga dr klompok2x yg mmg sudah “diincar” sejak lama oleh junta militer ORBA!….noh kamerad nugraha di atas gw udah kasih sdikit clue kalo tindakan biadab itu dipicu provokasi pemberitaan MUTILASI para jendral lewat radio dan koran tentara (AD), trus seperti biasa para “right winger” beralasan PKI duluan yg membunuhi kyai2x….ooooh kalo yg dibunuh bukan kyai kgk penting gitu yah??? logika ngaco :( loe baca sejarah enggak dul setelah PKI habis,PNI dan tentara yg “bersebrangan” dengan junta juga dihabisi…br setelah itu giliran klompok islam juga yg kena “gebuk”

W. Adi Nugroho Says:

6 January 2013 at 10:22 am.

Liat spion boleh tapi jangan lupain kaca depan nabrak ntarrr, udahlah yg udah berlalu biarkan berlalu, gak usah yg satu ngrasa lebih pinter dari yg laen, toh buku sejarah yg bikin juga manusia, yg maha tahu Allah SWT daripada debat mulu biar dianggep berpendidikan, yg terpenting jangan menawarkan wacana tanpa solusi, tapi tanya lagi sama diri kita sendiri apa sih yang sudah kita perbuat untuk bangsa dan NKRI tercinta ini?.

Irza Says:

12 January 2013 at 10:48 am.

semoga rakyat indonesia sadar bahwa telah selama 32 tahun dipimpin rejim biadab, rejim yg disewa negara nekolim untuk menjaga asset2nya di indonesia, rejim yg suka membunuhi manusia sebangsa. REJIM YG BERTINDAK SBG ANJING NEKOLIM

mario martin Says:

25 January 2013 at 11:16 pm.

harusnya nulis nya bukan G30S/PKI cukup G30S saja ya?.. sabaarr ya bang orba shit kalo kita ngomong sama orang IQ jongkok sampe mulut berbusapun, ga bisa nyampe.. yg terkadang terjebak dengan pendapat subyetif.(baca juga: Petrus Dadi Ratu karya Ben Anderson) dalam bukunya membahas kejanggalan pada kebijakan ORBA suharto penjahat perang semata-mata hanya untuk merebut kekuasaan dan menggulingkan Sukarno) menarik sekali tulisan mu bung. kebetulan sy juga sedang riset mengenai perihal kesejarahan negara ini, mudah2han kita bisa saling kasih informasi. udah stengah jalan pra produksi tp kwatir bung salah-salah filmku dicekal gawat kalo gitu… padahal niatku hanya untuk mengungkap kebenaran dan dituangkan dengan mempertahankan obyektifitas.

GALU Says:

3 February 2013 at 1:47 am.

Nampaknya bangsa ini belum bisa lepas dari sifat dendam.. buktinya di coment ini masih banyak yang saling menyalahkan dan saling membenarkan, dalam peristiwa tidak ada yang benar tidak ada yang salah, hal ini terjadi karena tidak adanya saling hormat menhormati sesama bangsa. pelajarilah sejarah ambil positifnya buang negatifnya agar tidak trulang lagi di Negara Yang Kita Cintai ini..

Penindasan/pemiskinan rakyat /pembodohan rakyat itu yang harus dilawan saat ini….

“wahai Kapitalis silahkan engkau dirikan pabrikmu seluas luasnya dinegaraku tetapi makmurkan rakjatku.. jika engkau mau memiskinkan rakyatku silahkan angkat kaki dari bumi pertiwi ini” jika ada pemimpin bangsa ini yang berkata seperti ini maka dialah seorang pemimpin sejati yang memikirkan kesejahteraan rakyatnya. MERDEKA

Obi Says:

3 February 2013 at 5:58 pm.

G30S adalah sejarah kelam bangsa indonesia,kita sebagai 1 bangsa di adu domba.

jika berbicara sebab akibat,tentu itu akan butuh pembahasan yang panjang.
mungkin menurut saya garis kecilnya kita lihat sejarah setelah peristiwa G30s, lebih tepatnya ketika presiden sukarno digulingkan. aset negara mengalir ke keluar negeri”amerika dan sekutunya” yg tentu saja pendukung suharto, bahkan sampai sekarang ini.

Kita sebagai penerus bangsa sudah saatnya untuk meluruskan sejarah dan saling memafkan
agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Sudah saatnya kita bersatu untuk indonesia yg lebih baik & mandiri.

bila berkenan sebagai tambahan referensi tentang politik luar negri amerika silahkan baca artikel-artikelnya Noam Chomsky di http://www.chomsky.info/
tentang indonesia ketik dengan pencarian sukarno/suharto / indonesia
Disini kita akan sedikit mendapatkan titik cerah mengenai dalang utama di baliknya peristiwa G30S dan motifnya.

bila ada yg bersedia menambahkan saya sangat berterimakasih :D

(INDONESIA BERSATU)

deddy Says:

13 February 2013 at 10:00 am.

Tepatnya di ujung timur pulau Jawa, tahun 1965 akhir dan 1966 awal, adalah waktu pembantaian terhadap orang-orang PKI yg dilakukan oleh golongan NU, kebetulan kepala dusun S adalah orang PKI yg terkenal jagoan dan pemberani, sampai-sampai di ujung dusunpun diberi plang/gapura dari gedhek (anyaman bambu) bertuliskan Dusun PKI, sebelah dusun itu adalah desanya orang-orang NU. Rupanya kepala dusun itu memang mantap betul akan pilihannya, bahwa sekali PKI akan tetap PKI sampai mati, sehingga waktu “babat-babatan” telah di mulai, dimana di hampir seluruh pelosok kabupaten saya itu terjadi pembantaian antara PR VS ANSOR….PKI membantai NU dan Nasionalis/Marhaen…begitu saja silih berganti sampai pada akhirnya PKI benar-benar dihabisi oleh NU dan Marhaen dan mayatnya dibuang di mana-mana. kembali ke dusun Saya yg plang PKI di batas dusunnya itu tetap saja kokoh berdiri. Sehingga pada suatu waktu tibalah masa dimana desa NU yg berada tepat di selatan dusun PKI itu mengirimkan satuan tugas algojonya kira-kira 10 orang yg dipercaya sakti secara siluman untuk membersihkan dusun PKI itu dengan cara langsung membunuh kepala dusunnya, akhirnya sampailah mereka para algojo itu di kediaman kepala dusun yg tepat berada dipinggir jalan dan sekaligus dekat dengan rel kereta api, segera setelah di amat-amati kepala dusun itu memang berada dalam rumahnya dan dalam kondisi lengah dan tak berpenjaga, maka dengan tidak membuang waktu lagi mereka menghambur ke arah rumah kepala dusun itu untuk menyerbu, alangkah terkejutnya kepala dusun itu melihat serangan kilat dari musuh sebelah desa yg tidak pernah terbayangkan sebelumnya, sembari menyelinap keluar rumah tak lupa dia sambar salah satu senjata tajamnya dan sambil teriak-teriak memberitahu orang-orang PKI untuk segera datang membantu krn terjadi penyerangan mendadak….tapi apamau dikata penyerang lebih banyak dan lebih siap sehingga sang kepala dusun itu pun tak berapa lama terkepung, dan segera terjadi perkelahian tak seimbang, yang biarpun kepala dusun itu masih sempat memberikan perlawanan dengan membuahkan korban luka-luka dipihak algojo, tapi akhirnya dia harus merelakan tubuhnya terjerembab ke tanah dengan luka bacok disana-sini, dan sebagai pamungkas lehernya digorok oleh algojo-algojo itu tepat di rel kereta api…berakhirlah sudah dusun PKI itu.

deddy Says:

13 February 2013 at 10:12 am.

DAN SEBAGAI TAMBAHAN YA…HAMPIR BISA DIPASTIKAN ATAU LEBIH DARI RATA-RATANYA…ANAK-ANAK KETURUNAN PKI DI DUSUN SAYA ITU HANYA SEDIKIT YG MAU BERUBAH…ANAK CUCU PKI ITU…. KEBANYAKAN MASIH TIDAK MAU SHOLAT, SENANG JUDI, MAIN PEREMPUAN, NENGGAK BOTOL DAN MENCURI…BIARPUN MEREKA MENGAKU BERAGAMA ISLAM…AKHIRNYA SAYA BERFIKIR…ZAMAN ORBA ANAK KETURUNAN PKI TIDAK DIBERI HAK UNTUK JADI APARATUR NEGARA, APAPUN ITU BENTUKNYA…TIDAK DIBERI KESEMPATAN SEKECILPUN…MUNGKIN MEMANG ADA BENARNYA MEREKA (ANAK-ANAK PKI) TDK JADI PNS, POL, TNI. KARENA MEREKA RATA-RATA TIDAK SENANG DENGAN PRESIDEN KE -2 INDONESIA DAN MEREKA BANYAK YANG GAK SENANG, ALERGI DENGAN KYAI ATAU TOKOH AGAMA ISLAM…TERNYATA MEREKA MASIH SAJA MENYIMPAN DENDAM.

deddy Says:

13 February 2013 at 10:21 am.

DAN SEBAGAI TAMBAHAN YA…HAMPIR BISA DIPASTIKAN ATAU LEBIH DARI RATA-RATANYA…ANAK-ANAK KETURUNAN PKI DI DUSUN SAYA ITU HANYA SEDIKIT YG MAU BERUBAH…ANAK CUCU PKI ITU…. KEBANYAKAN MASIH TIDAK MAU SHOLAT, SENANG JUDI, MAIN PEREMPUAN, NENGGAK BOTOL DAN MENCURI…BIARPUN MEREKA MENGAKU BERAGAMA ISLAM…JADI AKHIRNYA SAYA BERFIKIR…PADA ZAMAN ORBA ANAK KETURUNAN PKI TIDAK DIBERI HAK UNTUK JADI APARATUR NEGARA, APAPUN ITU BENTUKNYA…TIDAK DIBERI HAK DAN KESEMPATAN SEKECIL APAPUN…DAN MUNGKIN MEMANG ADA BENARNYA MEREKA INI (ANAK-ANAK PKI), TIDAK BOLEH JADI PNS, POL MAUPUN TNI…. MAU TAHU APA SEBABNYA? SEBABNYA ADALAH MEREKA RATA-RATA MASIH TIDAK SENANG DENGAN FIGURE PRESIDEN KE -2 REPUBLIK INDONESIA YG TELAH MEMERINTAHKAN PENGHANCURAN PKI SAMPAI KE AKAR-AKARNY DAN MEREKA INI BANYAK YANG GAK SENANG, ALERGI DENGAN KYAI ATAU TOKOH AGAMA ISLAM……OH..TERNYATA … MEREKA MASIH SAJA MENYIMPAN DENDAM. MAKA BERHATI-HATILAH DENGAN AJAKAN-AJAKAN UNTUK REVOLUSI TOTAL…ITU CIRI KOMUNIS…DAN BENIH-BENIH KOMUNIS MASIH TUMBUH DENGAN SUBUR…MENUNGGU WAKTU YG TEPAT UNTUK MENJULANG TINGGI DAN MENCENGKERAM RAKYAT KITA…

orbaSHIT Says:

13 February 2013 at 7:11 pm.

@atas gw …..NGACOOOOO abisss…. komunis komunis komunis komunis lagi2x koooomuuunissssss……..jangan2x istri/pacar lu selingkuh nanti nyalahin komunis lagi, elo dipecat dr kerjaan lu nyalahin komunis, anak lu diperkosa orang nyalahin komunis, lu sakit ingatan (kek skarang ini) nyalahin komunis :P kek PKS yg nyalahin zionis,freemasson,yahudi atau apalah….tp gw demen nanggepin orang komunispobia kek lu :D lu pake parameter “kgk mo sholat,seneng judi,maen prempuan dll” adalah valid/sahih seorang komunis??? noh asistennye si lutfi PKS kegep lg mo “nggarap PSK” dengan bayaran 10 jt/2 jam padahal ngakunya USTAD denger2x bininya 5 lagi jd mnurut lu dia KOMUNIS dong logika silogisme loh ini wakkakkakkakka….dasar otak udang

andhika Says:

14 February 2013 at 5:23 pm.

Semua manusia dilihat dari perilaku.

Negara kita “INDONESIA”, yang berkeTUHANAN YME ternyata????????

Lihat kondisi sekarang bung. Nyawa tiada harganya, penjahat, seks bebas, kekerasan seksual jadi biasa.

Usahlah mengungkit masa lalu, jadikan saja pelajaran tuk lebih baik.
Yang mendesak adalah PEMIMPIN YANG BERKETUHANAN. PEMIMPIN YANG TIDAK MEMISAHKAN IBADAH DENGAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI.

ngali Says:

15 February 2013 at 8:50 pm.

jangn2 ini web komunis….

sudono Says:

17 February 2013 at 8:32 pm.

Pemimpin2 indonesia seperti si Harto sangat kejam semoga mendapat neraka selama2nya. Pembunuhan besar2an terhdap orang2 yang berpotensi membangun bangsa. Sekarang ada lagi islam garis keras yang sok mau menghancurkan pancasila dan bangsa indonesia. Indonesia ada sudah ribuan Tahun, islam dan agama2 lain baru ratusan tahun jadi enyahlah kalian semua pengacau atas nama agama dan politik

sylvi Says:

17 February 2013 at 9:44 pm.

@ngali, ngaco, ngawur, ngasal ente

joko Says:

18 February 2013 at 11:46 am.

@deddy <- ngakak gua bacanya, ceritanya kok mirip sinteron cerita silat gitu he he he. dari bahasanya keknya kamu itu kurang terpelajar deh. trus tau ga kamu apa itu komunis ? apakah komunis itu sama dengan atheis ? agnostik? atau islam KTP? apakah semuanya sama? jangan jangan kamu anggap sama semua, kalau iya kasihan juga rakyat indonesia, tehnologi makin maju cuma dari kulitnya saja namun cara berpikirnya tidak ada bedanya. besok kalau ga senang sama tetangga yang ga suka sholat langsung bilang pki luh! moroooon ha ha ha

joko Says:

18 February 2013 at 11:53 am.

@orba dah ga lagi kok sekarang yang lagi ngetren itu zionis, istri/pacar selingkuh zionis biangnya, indonesia korupsi zionis biangnya, sampai sepak bola kalah juga pasti amrika dan zionis yahudi biangnya ha ha ha,

deddy Says:

18 February 2013 at 8:57 pm.

njhhlk;

deddy Says:

18 February 2013 at 9:08 pm.

HA…HA….KAMU ANAK KETURUNAN PKI YA…? HA….HA………ANJING!!!!! KAMU DAN PKI ITU…..HA…HA…. 1 KOMPILASI BUSUK..KAFIR!!! AKU DARI 3 HARI YG LALU GA BISA BALAS2 COMMENT TOLOL KAMU KRN DIBLOKIR SAMA PEMILIK BLOG INI….SEKARANG AKHIRNYA BISA JUGA….(PUAS AKU)HOIII…. ANAK KETURUNAN PKI YANG GOBLOK2, BEJAT…KERJANNYA MALIIING AYAM TETANGGA….!!! DENGERIN AKU YA…..PKI BANGSAT ITU TAHUN 1948 BUNUH ORANG-ORANG DI MADIUN MIRIP BINATANG….TAHUN…1966 DI KABUPATEN KU…PKI SETAN KAAFIR ITU YG TERLEBIH DAHULU MEMBUNUHI ORANG2 NU/KYAI/ORG2 TERDIDIK….KENAPA ITU GAK KAMU BAHAS SEBAGAI KEJAHATAN KEMANUSIAN…? HA…? ANAK-ANAK PKI BABI! KENAPA KAMU PERMASALAHKAN KAMI ORANG ISLAM MEMBELA DIRI…KAMI TIDAK DI SURUH TENTARA UNTUK BUNUH PKI…KAMI MEMANG DAH MUAK SAMA PKI….KAMI MENIKMATI MEMBUNUH PKI…HA…HA….IDIOT KAPAN KAMU BERONTAK LAGI…AKU TUNGGU YA….AKU PENGEN BUNUH TU PKI-PKI BANGSAT LAGI…HA…HA….HA….AYO MARI…..ISLAM PASTI MENYAMBUT DENGAN GEMBIRA…MARI….MARI…..KAMI TUNGGU….!

deddy Says:

18 February 2013 at 9:16 pm.

PKI SETAN…!!! KALIAN MEMANG RACUN….!!! KALIAN SUKA AGITASI, PROVOKASI…RAKYAT DENGAN IMING-IMING BAGI-BAGI TANAH GRATIS….HA..HA….3 SETAN KOTA…7 SETAN DESA…GANYANG KAPIR…HA…HA….CHINA AJA SEKARANG KAPITALIS, RUSIA JUGA, APA YG KALIAN MO BANGGAKAN? AAAA…ANAK PKI SINTING!

deddy/ORLA SHIT Says:

18 February 2013 at 9:19 pm.

ORBA SHIT…..BAGAIMANA KALO AKU…KATAKAN KAMU ANAK PKI..BAU, DEKIL, PENZINA…DONGO…IDIOT…IMBISIL…BIBISIL…KELAINAN OTAK..ALIAS GOBLOK BIN SINTING….? HA…HA…HA…

deddy/ORLA SHIT Says:

18 February 2013 at 9:20 pm.

KAMU..SEKOLAH NYOGOK….BAPAK KAMU PKI TOLOL YANG KERJANYA MENCUCI PANTATNYA ANJING BUDUK…HA…HA….

orbaSHIT Says:

19 February 2013 at 11:42 am.

@atas gw OTAK UDANG nuff said LoL :D

deddy/ORLA SHIT Says:

19 February 2013 at 8:15 pm.

dongooo…dongoooo…ha…ha…menggonggong aja kerjaan lu saban hari

orbaSHIT Says:

20 February 2013 at 7:49 am.

@atas gw skali lageee OTAK UDANGGG ROFL :D :D

deddy/ORLA SHIT Says:

20 February 2013 at 8:56 am.

buset…njing nggonggong lagi lu…

KOplaK Says:

20 February 2013 at 3:07 pm.

Menurut cerita bapak saya Almarhum, benar kata @SUDOMO, banyak yang dituduh PKI tapi tidak ngerti apa itu PKI sebenarnya, jangankan paham akan politik, bisa baca tulis aja sudah bersyukur.. Banyak orang tidak berdosa menjadi korban.. gara-gara sekedar ikut kampanye waktu pemilu, diciduk dan tak pernah kembali ke rumah.. hal ini lah yang saya ingat waktu kecil, sehingga orang madiun sangat trauma kalau membicarakan soal PKI.. saya ingat waktu kecil saya bertanya tentang PKI ke Ibu saya .. Ibu saya langsung bilang “Hussh!diam!nati ga tau apa-apa dikira ikutan PKI”, kemudian bapak saya menegur ibu saya.. kenapa harus takut menceritakan yang sebenarnya.. Bapak saya tidak ikut politik apa-apa, hanya seorang guru kursus elektro di kota madiun, tapi bapak saya tidak menutup mata melihat orang tidak bersalah juga dibantai, bapak saya juga menjadi saksi ketika PKI membunuh orang tidak bersalah ketika sedang dalam perjalanan Ponorogo – Madiun naik kereta uap.. jadi kedua belah pihak PKI (Komunis) dan lawan2nya itulah biang keladinya.. rakyat Bodoh tidak bersalah menjadi korban!

orbaSHIT Says:

20 February 2013 at 5:48 pm.

LoL OTAKKKKK UDAANNGGGG LoL :) @koplak nah itu dia bro 2 belah pihak mmg sdh saling konflik sejak revolusi fisik PKI melalui laskar PESINDO dan masyumi/NU dengan laskar AOI (angkatan oemat islam) ditengah2x ada TP,TGP dan gerilyawan nasionalis…so komposisi kiri tengah dan kanan….masing2x punya massa akar rumput yg kebanyakan buta huruf…nah massa inilah yg gampang dipengaruhi atau salah intepretasi dari semua instruksi pimpinan mrk masing2x, tp karena PKI kalah taon ’65 semua dosa dan laknat ditimpakan ke PKI padahal pada saat itu PKI secara organisasi kgk tau apa2x akibatnya jutaan orang dibantai…dan ada beberapa orang OTAK UDANG di thread ini yg seakan membenarkan tindakan biadab tsb apalagi atas nama AGAMA ;-)

deddy/ORLA SHIT Says:

20 February 2013 at 8:08 pm.

menggonggong lagi rupanya..he..he….

orbaSHIT Says:

21 February 2013 at 8:27 am.

OTAK UDANG ROFL :P

Anti Korupsi Says:

21 February 2013 at 8:31 pm.

Saya baru hari ini baca ttg mslh pki dan peristiwa2 seputar 30 september. Meskipun sebelumnya saya pernah ntn film 40 years of silence 5 tahun yg lalu, tp membaca fakta2 yg ada diatas dan beberapa website yg saya baca selama 6 jam hari ini (berawal dari iseng baca2 ttg kerusuhan 98) tetap saja mencengangkan saya. Jujur, 7 tahun yg lalu saya masih percaya klo pki itu brutal dan biadab. Tp skrg2 ini setelah membaca dr berbagai sumber data banyak sekali terbuka mata saya bahwa sejarah itu banyak yg dimanipulasi oleh oknum2 yg menginginkan masyarakat itu buta akan kebenaran. Itu smua politik busuk! Dan siapapun yg terjun ke dalam politik bertujuan untuk kekuasaan otoriter pastinya akan sama. Saya tidak akan berkomentar banyak tettang tingkat kesalahan pki ataupun orde baru, karena saya masih malu dengan ‘hijaunya’ pengetahuan saya. Saya cuma melihat fakta bahwa jutaan manusia dibunuh secara biadab demi menutupi kebenaran dan demi menghancurkan potensi ancaman yg mungkin tumbuh di kemudian hari. Menurut saya,itulah salah satu alasan genocide tersebut dilakukan oleh pihak orde baru selain tulisan mas Nugraha Fahrul mengenai “siapa membunuh,tidak terbunuh”. Satu lagi adalah dendam antar organisasi ataupun peorangan yg ikut meningkatkan jumlah korban pembantaian di kala itu. Saya adalah org beragama, jadi saya tidak pro dengan ajaran komunis yg tidak percaya agama (ANDAIKAN ITU BENAR). Tapi saya mengutuk kekejaman para oknum orba yg anarkis. Sayapun tidak suka kepada yahudi/israel yg selalu menjajah dan membunuhi orang palestina tapi saya jg mengutuk perbuatan kejam Hitler di masa PD (perang dunia) yg membantai jutaan org yahudi. Dlm 1 kelompok jika 1-2 org jahat, apakah semua bisa divonis jahat?? Apakah kebodohan rakyat indonesia pada jaman itu yg hanya tau beras dan pakaian itu suatu tindak kriminal yg perlu dihukum mati dengan cara yg sesadis2nya?? Tidak ada satupun kejahatan dimuka bumi ini yg pantas dapat hukuman dgn cara menusukkan pedang melalui vagina hingga ke mulut sampai terbelah…TIDAK ADA!! Inti dari komentar saya,hendaknya para pengunjung blog ini jgnlah melihat segala sesuatunya dari segi pengetahuan anda masing2. Ada kalanya tidak semua org seberuntung anda yg memiliki akses utk mengetahui lebih dari yg lain. Saya cuma bertanya untuk semuanya yg menganggap bahwa pembantaian itu pantas utk dilakukan…..BAGAIMANA PERASAAN ANDA apabila ANDA DAN KEL ANDA yg tidak tahu apa2 hidup di jaman itu dan ANDALAH YG SEDANG BERDIRI DI ANTRIAN menunggu penyiksaan sampai anda MATI DGN CARA2 TSB DIATAS???
Sekali lg saya mohon maaf atas keterbatasan pengetahuan saya.
Terima kasih

orbaSHIT Says:

21 February 2013 at 9:14 pm.

@anti korupsi ini baru komen cerdas….tidak seperti si OTAK UDANG yg hanya ngoceh kek kaset kusut….seperti kata sejarahwan JJ rizal…sejarah indonesia itu dimanfaatkan PENGUASA untuk mengelabui RAKYAT JELATA…banyak daerah “abu-abu” yg tabu untuk disentuh dan dipelajari andaikan PKI menang di tahun ’65 dan melakukan pembantaian pun mereka akan dicatat sejarah sebagai penjahat kemanusiaan sama seperti POL POT cs….. HISTORY repeats it self..yg jadi pertanyaan gw lama adalah mengapa KEJAHATAN dan KESADISAN DI/TII tidak pernah terekspos??? apa ada hubunganya dengan agama “tertentu”, apa karena para ex DI/TII dimanfaatkan opsus ali murtopo?? jadi track record dan dokumen2x mereka sengaja “dihapus” dr sejarah indonesia?

deddy/ORLA SHIT Says:

21 February 2013 at 9:54 pm.

halah… lu tu binatang najis lu..gonggong aja lu bisanya…dasar binatang…! ha..ha….gonggong trus!

deddy/ORLA SHIT Says:

21 February 2013 at 9:56 pm.

KAMU ANAK KETURUNAN PKI…NGERASA KURANG PUAS LU NJING…AYO…BERONTAK AJA LAGI BIAR AKU BISA CARI KAMU DAN KELUARGAMU…

deddy/ORLA SHIT Says:

21 February 2013 at 10:11 pm.

ORLA = ZAMAN KERUSAKAN DAN KENISTAAN INDONESIA MENURUT KACAMATA ISLAM (TIDAK ADA KACA MATA PKI TU YG NGEYEL ITU SINTING/GA PAKE PIKIRAN 2 PKI) PADA ZAMAN ORLA ITU DIPERBOLEHKAN PARTAI NAJIS KAFIR= PKI UNTUK BERDIRI BEBAS SEJAJAR DENGAN ISLAM YG MULIA (DAN INI GA MUNGKIN LAH…ISLAM MENGAJARKAN TAUHID KEPADA ALLOH…INI PKI, MENGAJARKAN BAHWA HIDUP HANYA UNTUK MELULU DIDUNIA/ UNTUK TIDAK PERCAYA PADA ALLOH SWT DAN SEMUA SAMA..TIDAK ADA ORANG BERILMU AGAMA ATAU PETANI SEMUA HARUS SAMA…GURU DIHINA, KYAI DIBUNUH, SANTRI DICINCANG…SANGAT BERLAWANAN DENGAN ISLAM YANG MENGATAKAN BAHWA ORANG BERIMAN DAN BERLIMU AKAN DITINGKATKAN DERAJATNYA BEBERAPA DERAJAT…ALHAMDULILLAH ZAMAN ORBA PKI DIBERANGUS HABIS…!!! BAGAIMANAPUN PENDAPAT KAMU ….SHIT, ZAMAN ORLA MENURUT ISLAM JAAAUUUUUH KESESATANNYA DAN BESAAARRR MUDHOROTNYA DIBANDINGKAN ZAMAN ORBA…BAGAIMANA ORANG YG MENYEBARKAN PRINSIP KETIDAKPERCAYAAN TERHADAP ALLOH SWT DIANGGAP PEJUANG/PAHLAWAN BANGSA…YAKINLAH PKI AKAN BERONTAK LAGI…DAN YAKINLAH AKU AKAN DIGARDA TERDEPAN UNTUK MEMBASMI PKI SAMPAI KE AKAR-AKARNYA….MARIIIII…AKU TUNGGU…AKU GA SABAR…KALIAN BINATANG NAJIS MAJU AJA RAME-RAME…KAMI GA TAKUT..DAN MATIPUN KAMI MASUK SURGA BILA KALIAN BUNUH…MAKA…MARIII AKU TUNGGU KALIAN…ANAK2 PKI…MARI …..

Anti Korupsi Says:

22 February 2013 at 2:54 am.

@dedy: maaf bung dedy,disini ga ada yg menjelek2an islam. Sayapun org muslim. Saya jg ga suka dgn kelompok yg ga percaya Tuhan. Tp blog ini dibuat bkn utk menyudutkan masing2 pihak. Baik itu muslim,non muslim or parpol yg turut/tdk terlibat dlm pembantaian di masa lalu. Tp utk mengekspos fakta bahwa jumlah korban2 di era orba itu tak terhitung jumlahnya. Dan yg disayangkan smua tertuduh tdk mendapatkan pengadilan yg layak dan lgsg dieksekusi di tmpt dgn cara yg tdk berperikemanusiaan. Saya tanya kpd anda sekali lg…anda yg mengaku benci pki tp andaikata anda jaman dlu dituduh dan dihasut oleh org lain klo anda pki,dan smua org percaya…bagaimana perasaan anda? Terlepas dr bersalah ato tdknya pki,itu hanya org2 dlu yg tau. Fakta2 yg ada skrg itu saya rasa msh 50-50. Knp? Siapa yg bs menjamin klo fakta yg ada itu jg bkn hasil rekayasa?? Saya org muslim bung,tp saya berusaha open minded. Jgn anda diajarin A,B,C..anda akan percaya gitu aja tanpa belajar E smp Z. Orba memakan korban ga cm 1-2x kejadian. Apa anda pernah menonton video pembantaian 400 org di timor timur/ambon (saya lupa) yg dikomandoi oleh prabowo? Ga ada di tv indonesia berita2 semacam itu. Byk lg kejadian2 spt itu..pembantaian anggota PDI di markasnya (dekat cikini),petrus, penculikan2 mahasiswa yg dianggap terlalu vokal. Apa smua yg dibantai orba itu PKI? Sayapun yakin,klo apa yg saya tulis ini msh di jaman orba. Dlm 2 hari ke dpn,saya cm tinggal nama aja. Jd tolonglah,diskusi dgn pikiran jernih. Utk apa anda mencaci maki org lain dgn kata2 kotor dan mengancam sambil membawa nama2 Allah? Itu cuma menjatuhkan kita sendiri sbg umat islam di mata org lain bung. Sdh cukup rusak harga diri n kesucian ajaran islam oleh seorg manusia yg bernama Ossama bin Laden. Jgnlah anda perburuk dgn tingkah laku anda. Jika ingin diskusi,lakukanlah dgn intelektual dan bkn nafsu emosi krn ajaran islam sejati tdk mengajarkan spt itu. Maaf klo comment saya menyinggung perasaan beberapa pihak dan maaf klo comment saya sedikit menyimpang dr tujuan awal blog ini. Terima kasih

deddy/ORLA SHIT Says:

22 February 2013 at 8:07 am.

ok bung anti korupsi…saya bisa menangkap kok, apa yg anda maksud dan apa yg anda inginkan…tapi kalau berhitung soal korban bung..tunggu dulu ya….orlapun banyak… sekali menghilangkan nyawa orang2 dalam peristiwa DI/TII, Andi Aziz, Kahar Muzakar, Rms, PRRI/permesta, korban2 yg dibunuh pki (periode 1948-1966, itu banyak bung, jutaan bung… jadi jangan tendensius lah) yang fair lah…kita sama-sama mengetahui semua..orang-orang yg dibunuh pada rezim orlapun banyak yang tidak memakai pengadilan..dan apakah anda bisa menjamin orang2 yang dibunuh rezim orla itu memang orang yang pantas mati…? bisa kah anda menjamin…? kalau anda mau menjelek-jelekkan orba…ok…tidak masalah…tapi usut tuntas dulu semua kejahatan kemanusiaan terhadap manusia-manusia yang dicabut hak hidupnya oleh rezim orla…bagaimana nasib anak istrinya? bagaimana tentang nama baik keluarganya tercoreng? dan bagaimana masa depan anak keturunannya? kalau pengadilan itu memang negara lakukan…. insyaAlloh pemegang kekuasaan atas Negara Indonesia dalam periode rezim orla yang mensetujui pembantaian jutaan manusia Indonesia yang lain itu akan dikenakan hukuman juga (bagi mereka yg masih hidup) dan bagi yang sudah meninggal akan dikenakan hukuman berupa pencopotan semua hak-haknya untuk menyandang gelar PAHLAWAN…karena kejahatan kemanusian yang tak terperi tersebut….(jadi jangan hanya korban pki aja yang anda bahas…semua harus dibahas dan dihukum…biar sejarah Indonesia bisa betul-betul clear…! saya yakin akan banyak pencopotan gelar pahlawan2 kita (krn mereka bertanggung jawab atas terjadinya genocide atas bangsa sendiri…dan kata2 anda itu kok aneh gitu ya, seperti anda ini tidak faham hukum saja), dan untuk anda ketahui: memanglah saya hidup dizaman orla bung! dan andaipun saya dihasut (seperti keinginan alur pikiran yang anda gulirkan itu) insyaAlloh tidak mungkin terjadi bung, kenapa? karena saya selalu menampakan diri yang sedikitpun tidak tampak sebagai anggota pki, sebab saya ini selalu menunjukkan diri saya sebagai seorang muslim yang taat, saya sholat 5 kali sehari di MASJID bung (itu sebagai pembeda), masa orang yang ke masjid sholat 5 waktu sehari difitnah sebagai seorang pki yang najis kotor itu? ya tidak masuk akal bung…apalagi keluarga saya di kampung banyak jumlahnya dan semuanya adalah orang muslim yang taat dan pasti sangat anti pki….tak mungkin lah angan2 anda itu (mungkin anda sering bayangin diri anda sendiri yg tidak sholat lima waktu di masjid ya…? kalau itu sih mungkin2 saja terjadi anda bisa jadi difitnah dan dibunuh…orang anda tidak tampak sama sekali berbeda dengan penampilan pki…), jadi bisa dipastikan saya pasti terlihatlah oleh orang lain sebagai bukan pki krn orang2 akan melihat background saya yang orangnya hanya mau berkumpul dengan orang2 sholih dan para santri..tidak mungkin lah saya senang “kongkow2″ dengan orang-orangnya pki najis itu….saya ulangi ya bung…tidak akan saya kumpuli itu anggota2 pki, atau bahkan simpatisannyapun saya tak sudi untuk bersama mereka biarpun cuma sekedar untuk bercakap-cakap, faham anda..? pki dan ISLAM tak mungkin untuk bersatu.

orbaSHIT Says:

22 February 2013 at 11:05 am.

@OTAK UDANG alllaaaahu ackberrr let’s behead this INFIDEL heads and rape all women!!!…..cocok buat lu tuh LoL :)

orbaSHIT Says:

22 February 2013 at 11:12 am.

TOLOL!!! PKI tuh asalnya dari SYARIKAT ISLAM dasar ZOMBIE ORBA lu……taon ’65 kl lu dan klompok ISLAM kgk didukung angkatan darat kemungkinan pertempuran bisa seri HA-HA jd jangan sombong lu ;-) lu ngebanggaain agama LU tp liat perbuatan “oknum” agama lu di luaran nyet….dasar teroris lu! skali teroris tetap teroris…ge juga kgk sudi deket2x ama lu nyeet :P

Anti Korupsi Says:

22 February 2013 at 1:13 pm.

@dedy : Lho,knp jd orla hrs disinggung2? Anda kan liat sdr judul diatas? “Pembantaian tidak tercatat, Orba”. Klo anda ingin orla jg dibahas,buatlah blog anda sdr yg memuat ttg orla. Mari kita diskusikan lg di blog anda. Ttg sholat 5 waktu itu adalah urusan saya dgn yg Allah. Saya ga prlu berkoar2 ttg bgmn berimannya saya krn itu adalah RIA. Klo anda memang mendalami Islam sedalam2nya, knp yg keluar dr mulut anda hanya kata2 dengki,merendahkan org lain dan membunuh manusia yg tdk percaya agama?? Anda tidak membaca diatas bahwa banyak dr korban2 diatas yg sebelum dieksekusi meminta ijin dlu utk wudhu dan sholat? Dan byk jg yg guru2 yg dibunuh jg merupakan kyai. Apakah mereka itu pki yg tdk percaya agama? Bukan bung…jaman yg serba kekuranganlah yg menyebabkan mereka membuthkan beras utk makan. Dan mereka menerima pemberian beras oleh pki demi anak dan istri mereka. Krn hal tersebut mereka langsung dicap pki dan dibunuh. Itulah yg dinamakan korban. Dan dgn anda mengamini pki dihabisi sampai ke akar2nya tanpa mengetahui kebenaran tsb, berarti anda termasuk yg mensyukuri korban2 tsb dihabisi. Anda blg klo anda tdk mungkin spt mereka? Berarti anda takabur bung dedy. Smua tdk ada yg tdk mgkn di dunia….krn takdir sudah ditentukan oleh yg diAtas!! Kita cuma bisa berusaha…. Sekian dan terima kasih

deddy/ORLA SHIT Says:

22 February 2013 at 6:37 pm.

ha…ha…anjing pki dan orla menggonggong lagi…hush…hush…!ha…ha….anjing-anjing!

deddy/ORLA SHIT Says:

22 February 2013 at 6:43 pm.

bung yang mau meninggal 2 hari lagi…ya kalau berdebat ngapain bikin blog2 baru lagi disini aja kita debat emang kenapa?apa anda takut kalau kebenaran akan terbongkar…? fakta2 akan jelas mengarah dan menyatakan dengan lantang….bahwa orla itu ternyata memang merupakan rezim setan?

deddy/ORLA SHIT Says:

22 February 2013 at 7:01 pm.

maaf bung yang mau meninggal (mengutip perkataan anda sendiri, …maaf sekali maaf…) saya katakan mungkin anda kurang mengerti ISLAM, karena bagaimana mungkin orang yang mengerti ISLAM perkataannya seperti anda…seorang MUSLIM sejati pasti bisa dibedakan dengan pki yg kotor dan najis itu…! tidak perlu dipertanyakan lagi, dari pemikiran, sikap dan ucapannya memang dah berbeda jauh. dan anda bisa-bisanya mengatakan saya takabbur (bukan takabur), riyya’(bukan RIA)…apa anda mengerti artinya…?(he..he…he…coba sebutkan/paling2 di internet dapetnya…he..he…he…)

Anti Korupsi Says:

22 February 2013 at 8:24 pm.

Ternyata memang benar. Susah diskusi dengan org fanatik tanpa logika spt anda. Inilah org2 yg gampang sekali dijadikan teroris “jihad”. Sekian dari saya

deddy/ORLA SHIT Says:

22 February 2013 at 11:03 pm.

salah bung…saya cinta Indonesia dan bukan teroris…tapi kalau ISLAM diganggu saya InsyaAlloh akan menuntut bela. selamat jalan ya…

deddy/ORLA SHIT Says:

22 February 2013 at 11:07 pm.

HAVE NICE TRIP YA…TAPI KALAU PERJALANANNYA TIDAK INDAH SEPERTI YANG DIBAYANGKAN…JANGAN SALAHKAN ORBA YA…APALAGI SALAHKAN SAYA (HE…HE….), SEMUA ITU KARENA DARI HASIL PERBUATAN ANDA SENDIRI BUKAN KARENA ORANG LAIN.

Manusia Biasa Says:

28 February 2013 at 11:18 am.

Nuwun sewu, saya ikut nimbrung semata-mata karena saya banyak dibicarakan di blog ini.

Saya seorang PKI. Orang yang Anda ributkan selama ini.
Bagi yang ingin mencaci-maki, monggo saya persilahkan.
Apakah karena saya PKI berarti saya seorang Atheis? Ya jelas. Malah yang ragu layak diragukan keimanannya.
Apakah saya ikut membunuh 7 Jendral? Ya jelas, silahkan Anda merasa yakin akan hal itu.

Apakah saya menyesal telah membunuh Jendral? Sama sekali tidak. Malah bangga.
Nah, jika nurani Anda bertanya: kenapa saya tidak menyesal dan malah bangga setelah membunuh? Jawabnya pada posting yang akan datang.
Terimakasih.

cerdas Says:

4 March 2013 at 2:46 am.

Itu smua cuma rebutan wilayah amrik/rusia. Semua itu cuma Rebutan. Gak ada yg bener. Yg cepat yg dapat. Kebetulan yg menang amrik melalui pak harto. Kalian semua koq guoblok kabeh mau2nya di bodohi amrik/rusia.

Manusia Biasa Says:

5 March 2013 at 12:39 pm.

Kenapa saya tidak menyesal setelah ikut membunuh Jendral? Ya jelas aja. buat apa menyesali suatu keterlibatan yang cuma sebatas tuduhan.

Segoblog-goblognya orang yang pernah sekolah mustinya tahu bahwa seseorang tidak mungkin terlibat dalam pembunuhan yang terjadi jauh sebelum dia lahir. Tapi sayang sekali, logika telah dimatikan oleh propaganda. Yang tidak masuk akalpun diterima sebagai kebenaran. Maka melekatlah stempel PKI, penghianat, kafir dll. pada keluarga kami lengkap dengan cacimaki, kebencian dan ketidak-adilan. Saat SMP, guru agama saya sangat bersemangat bila menemukan alasan untuk menghukum saya. Padahal, kami seagama. Pernah dalam ujian semester, saya tidak diberi naskah soal, cuma diberi lembar jawaban. Guru lain tidak berani membela. Saya baru dapat soal setelah ada pengawas dari sekolah lain.

Propaganda besar-besaran dan terus-menerus telah membuat kaburnya kriteria dan hilangnya hakikat. Maka kriteria ‘kafir atau tidak kafir’, penghianat atau pahlawan atau cuma korban, dibunuh oleh PKI atau dibunuh karena dianggap PKI, dan sebagainya; semua bisa dipelintir sesuai kepentingan para pelaku kudeta sebenarnya yang kemudian menjajah Indonesia selama 32 tahun.

Maka terjadilah IRONI-IRONI BESAR.
Pancasila secara verbal diagung-agungkan, tapi de-facto ditinggalkan. Kalau toh digunakan, sebatas sebagai alat memaksakan kehendak.
Banyak orang yang merasa berTuhan, tapi tanpa sadar telah mengangkat Soeharto sebagai Tuhan. Apapun yang dikatakan Soeharto, mereka “sami’na wa atho’na”, mereka mendengar dan mereka langsung percaya tanpa dinalar.
Indonesia menjadi negara feodal berwajah Republik. Republik tapi sesungguhnya feodal. Negara yang sangat kaya namun orangnya hidup dalam kemiskinan. Kemiskinan yang gemerlap. Gemerlap yang dipaksakan.
Statusnya negara merdeka, tapi dalam banyak hal tidak bisa menjadi tuan di negeri sendiri.
Dan masih banyak ironi-ironi lain yang bersumber dari terbelenggunya nalar sehat.

Masa lalu memang sudah berlalu. Saatnya menyongsong masa depan. Itu terdengar bijak. Namun salah persepsi terhadap masa lalu bisa menimbulkan salah dan masalah di masa datang. Buruknya masa sekarang, karena salah di masa lalu. Jika sejarah tidak diluruskan dan sendi-sendi pendidikan tidak ditegakkan kembali, maka keburukan akan berlanjut ke masa datang. Akankah kita biarkan? Kebohongan harus dibongkar. Itu syarat mutlak untuk kembali menjadi bangsa yang besar. Kebohongan besar itu telah merembet ke semua sisi kehidupan. Itu sumber keterpurukan negeri ini. Akankah kita biarkan berlanjut?

Right or wrong, my country. Itu betul. Itu juga berlaku bagi saya meski saya hidup dalam berbagai fitnah dan ketidakadilan di negeri saya sendiri, oleh bangsa saya sendiri. But when something is wrong with our country, it is our call to make it right.

Nugraha Fahrul Says:

7 March 2013 at 3:54 pm.

Mas@dedy/ORLA saya salut akan semangat anda sekaligus prihatin. Juga mas ORBA SHIT yang penuh pengetahuan tapi terselimut kemarahan. Dear @Manusia biasa yang terlahir harus mengalami kekejaman ato bullying dikala sekolah, saya mohon maaf tidak bisa bertakdir di samping anda berbagi untuk hal itu.
Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita minta dilahirkan. Tetapi di blog ini kita di pertemukan. Inilah potret bangsa kita yang sangat majemuk. hilangkan kemarahan..jangan terpancing untuk menghujat.
Karena dari hanya dari tulisan kita tidak bisa bercakap panjang lebar. Cobalah untuk berempati terhadap yang laen. Bangsa ini telah hancur karena kebrutalan politik. Jadilah pribadi yang santun dan menghormati orang lain. Ajarkan kepada anak cucu untuk berbuat kebaikan dan kebajikan. Jangan takut masuk neraka karena ALLAH adalah ar rahim ato ar raheem ( takut dimarahi mas ORLA SHIT kalo salah nulis..he he…)
Sejarah G 30 S saat ini tengah di godok di DPR untuk dibaca ulang, mari kita berharap dari situ aja agar langkah selanjutnya dapat diambil bangsa ini. ( terlepas dari “DPR” kita yang begitulaaah ) http://www.jpnn.com/read/2013/01/30/156249/Dokumen-Rahasia-G30S-Segera-Dibuka-
Seperti komentar saya sebelumnya. Kita semua adalah KORBAN. Demi maju dan bermartabatnya Indonesia mari kita belajar menghormati satu dan yang laen. Wassalam.
* by the way kok mas imam gak jadi penengah sih…

Manusia Biasa Says:

8 March 2013 at 11:20 am.

@Nugraha, trims empatinya.

Marah dan benci memang pernah terjadi, tapi sudah berlalu. Sudah menyusut dengan bertambahnya umur. Yang tersisa sekarang adalah keprihatinan atas yang ada sekarang. Penyerbuan Mapolres OKU oleh TNI adalah pernik-pernik kebodohan yang tersisa. Bagi orang lain mungkin dianggap tidak terkait, tapi bagi saya sangat terkait. Peristiwa 65 menghasilkan pembodohan masal dan paradigma keliru, adab dan norma dikalahkan oleh arogansi kekuatan, lalu memicu peristiwa-peristiwa itu. Itu cuma segelintir dari ribuan kasus.

Meski ada upaya membuka sejarah, disisi lain mesin-mesin propaganda dan kebohongan masih aktif sampai sekarang. Tulisan-tulisan mereka masih sering muncul di media, paling sering di bulan Agustus sampai Oktober. Para pendukung orde baru dengan seragam berbeda masih mengusai ruling elite negeri ini dan siap menghadang segala upaya untuk meluruskan sejarah.

Sekarang kita berpikir ke depan. Kemajuan akan sangat sulit dicapai jika kita masih meletakkan upaya memajukan bangsa diatas pondasi ketidakjujuran. Masalah demi masalah akan terus muncul jika kita masih dijajah oleh kebodohan. Ini tanggung-jawab kita.

Trims, semuanya.

mama deddy Says:

11 March 2013 at 10:05 pm.

Sejarah kekejaman soeharto, teror atas rakyat Indonesia: http://t.co/6nFHYE4Xos

Al adn Says:

15 March 2013 at 11:14 pm.

Musuh kita sebenarnya adalah Setan/iblis, yg berusaha menjebloskan manusia supaya kejam,serakah,menghalalkan segala cara,tidak adil/tutup mata, yg akhirnya membuat manusia tidak percaya Allah sebagai Tuhannya manusia.Cara kerja setan :
1. Membuat bodoh manusia
2. Memiskinkan
3. Mengadu satu manusia dg yg lain, menceraiberaikan
4. Membuat malas manusia
5. Menaikan emosi.
6. Menyombongkan manusia.
Masalah orba, orla, perang dunia, perang vietnam, peristiwa poso, perebutan kekuasaan, politik, pki, zionis, hitler dll itu sebenarnya ya ulah syaiton, iblis dgn tujuan ASAL yaitu menyesatkan manusia agar tidak menyembah Allah dgn benar.
Menyembah Allah dgn benar, artinya ya melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kalau membunuh tanpa hak (tanpa peradilan), menutupi informasi, mengambil milik org lain scr paksa, menghujat/mengumpat/mencela berlebihan, tidak mengakui kebenaran dr lain pihak/sombong,memaksakan kehendak/pendapat, memperbudak, kita lakukan, berarti kita sudah terjerumus bujukan Setan, alias Setan/iblis telah berhasil mempengaruhi untuk menyesatkan kita. Hati-hati, kita akan makin jauh thd Allah.
Jadi, marilah kita lakukan:
1. Galilah informasi dr berbagai sumber, tapi tetap waspada dan berpikir jernih.
2. Mulai dari diri sendiri, belajar dr siapapun,apapun, bahkan ketika sendirianpun
3. Berbagilah rejeki dgn org lain, ingatlah !! Kebayakan peperangan,penindasan dimulai karna alasan
perut!!
4. Bersosiallah, bekerjalah, minimal buat diri& keluarga, TAPI jgn serakah, berbagilah,karna rejeki
rejeki/makanan&perhiasan itu cukup buat semua org,SETAN dan iblis saja yg membuat takut
Seolah ga cukup buat semua orang.
5. Bersatulah,hilangkan kecurigaan thd org lain,golongan lain. INI SULIT, tapi ini BiSA kita lakuin.
Yakinlah saja Allah pasti akan membalas/menghukum org yg Jahat,serakah & aniaya kalaupun
Tidak di dunia ya PaSTi di akherat. Marilah brsatu rakyat indonesia. . .
6. Ayo berlatih kejujuran, kenikmatan kejujuran akan datang dgn pasti,meskipun pelan.
7. jauhi kesombongan, ingat Allah akan mengharamkan masuk surga, org yg. Hatinya masih ada
kesombongan.
8. Jangan memyuap,ataupun menerima suap. Hidup kita makin lama makin mahal, gara-gara
Suap menyuap, dan korupsi merajalela. Lebih baik naik bis drpd naik motor pake SiM hasil suap.
Lebih hebat ternak “lele” drpd jd pegawe negri nyogok 100jt. . . Hehehe.

Ok, mari belajar dr sejarah, jgn mudah percaya berita,informasi, sebelum cek dan richek dr berbagai sumber. SADarLah wahai rakyat negriku, Indonesia adalah negara terKaYa didunia,jadi byak yg pengin menguasai. . .jgn mau diadu domba lagi. .
Terutama musim kampanye ini, masih byk segelintir org yg memnfaatkan kebodohan org lain. Mari pilih pemimpin yg sudah Jelas Kerjanya. Mnurutku sih, baiknya para calon pemimpin sebelum pemilihan, melakukan proyek yg telah ditentukan rakayatnya secara real, dan membuat proposal buat program selanjautnya,kmdian rakyat menentukan berhasarkan hasil pencapaian proyek dan rancangan kerja. Kalaupun ga terpilih toh rakyat sudah menikmati hasil kerjanya, jd uang calon pemimpin terpakai secara jelas dan bermanfaat, ga cuman dibagi2, dan rakyat tau mombangun apakah kita kedepan. .ok
Wassalam

Soekarno & Soeharto Says:

20 March 2013 at 2:05 am.

Oalah Leee…. kowe ki kok da kakehan cangkem, wong sing ngalami kan aku karo mbah2mu. Kowe ki ngertine gur mangan, turu karo ngising kepenak, wis tentrem, gampang mbut gawe. Lha apa tok kira urip mu saiki ki gratis pa? Kudu mbayar je le karo amrik. Nek ora ya paling awake dhewe gur di bom, ditembaki, bapakne di betheti, mbokne dikon ngemut konxxxx… Nek arep migunani, rasah da ribut, sing penting piye carane Indonesia isa mandiri, aja gampang kpengin merk luar, nek isa gawe lampangan kerjaan dewe, ben awake dhewe gek ndang uwal saka kebodohan, kemiskinan lan pengaruh luar negeri….

deddy/ORLA SHIT Says:

21 March 2013 at 9:53 pm.

orang dah mati kok bisa ngomong…kentara BOHONG BESARRRRRR!

Manusia Biasa Says:

22 March 2013 at 9:35 am.

Buat Mas deddy yang LUCU dan MENGGEMASKAN
Kok tulisanmu kontradiktif? Bukankah bulan kemarin kau pernah nulis:

“DAN BENIH-BENIH KOMUNIS MASIH TUMBUH DENGAN SUBUR…MENUNGGU WAKTU YG TEPAT UNTUK MENJULANG TINGGI DAN MENCENGKERAM RAKYAT KITA…”

Ini belum menjulang tinggi, baru mulai ngomong, kok sudah dibilang bohong besar. Bagian mana yang bohong, Mas?

Nampaknya sampean sudah takut ya? Kalau kau berani jujur, sesungguhnya yang kau takuti bukan komunis. Sesungguhnya yang kau takuti adalah terungkapnya kebenaran. Dan kalau ada yang akan membuka kebenaran cepet-cepet kau teriaki: BOHONG.

Gak usah marah-marah Mas. Normalnya pasti Mas Deddy masih punya hati nurani. Karena itu saya ingin mengetuk hati nuranimu. Sudah benarkah keyakinanmu selama ini?

Saya yakin kau pasti merasa sebagai mahluk beriman. Harusnya iman kepada Allah.
Lalu mengapa dalam tindak tanduk kau sebegitunya beriman kepada Soeharto. Apapun yang dikatakan Soeharto kau langsung ‘sami’na wa atto’na’ tanpa menyaring dulu dengan akal sehat? Kau beriman kepada Allah atau beriman kepada Soeharto? Renungkan Mas.

Kebaikan apakah yang kau dapatkan dari mencaci-maki kami. Kami yang lahir dengan darah dan daging sama persis denganmu kau bilang najis dan kotor. Tidakkah kau sadar bahwa cacimakimu hanya akan mengotori dirimu sendiri? Kebaikan apakah yang kau dapatkan dengan memfitnah dan membantai orang-orang yang dituduh PKI, yang sebagian besar justru putra-putra terbaik bangsa ini? Pembantaian itu justru memberi ruang dan keleluasaan bagi korupsi dan ketidakjujuran. Karena itulah, saat ini korupsi begitu sulit diberantas.

Bangkitkan nuranimu Mas. Sadarlah kau telah diperalat oleh mereka yang diam-diam menjajah negeri ini, diam-diam menyedot kekayaan negeri ini, diam-diam berusaha membodohkan bangsa ini. Sadarlah bahwa orang yang kau puja, Soeharto, berduet dengan Syam Kamaruzaman telah membuka gerbang negeri kita untuk dijajah lagi oleh kekuatan-kekuatan asing. Dari Freeport, Pertamina, sampai pendidikan dasar semuanya tidak luput dari pengaruh dan cengkeraman penjajahan.

Mumpung masih ada sisa umur, sadarlah. Hanya kesadaran yang bisa menyelamatkan negeri ini. Tapi tentu saja kau boleh terus dengan keyakinanmu. Kau boleh terus mencaci-maki saya. Kau boleh sebut saya najis, kotor, kafir, PKI, penghianat, dan sebagainya. Sudah sangat-sangat biasa dan tidak ada efek buat saya. Saat kau sudah mampu merenung, kau akan tahu kata-kata itu lebih tepat ditujukan pada siapa. Saya cuma ingin mengajak sadar sebelum telat.

Trims

Putu edy untung Says:

22 March 2013 at 12:53 pm.

Di kesiman, Bali, kakek saya yang memimpin pembantaian, katanya dapat list dari tentara, mereka tergabung dalam pasukan tameng dan PNI, di Batu Bulan, Bali, pembantaian dilakukan di lapangan desanya, ada seorang adik yang memenggal kepala kakaknya, karena tak tega kepala kakaknya dipenggal oleh pasukan tameng, ini tragedi tanah kita, tidak ada perang ideologi disini, disini cuman soal kepentingan, pencitraan kalau kita (sampai sekarang juga) pro amerika, ikut kampanye anti komunis mereka, karena pemerintah orba dibayar mereka, tidak heran Indonesia sekarang seperti ini, Karena dulu banyak orang-orang pintar yang dibunuh.

deddy/ORLA SHIT Says:

22 March 2013 at 11:41 pm.

ha..ha…untuk apa takut dengan kebenaran…? ungkap aja semua…! al ahsan, haadza khoiron, dan semoga ‘alaina bikulli khoir… adikku si “manusia biasa”…aku yakin sekali semua kejadian itu sudah tertulis semua di lauhil mahfudz…jauhhhh sebelum alam semesta ini dicipta…jadi kejadian pki memberontak dan diberangus oleh mas Suharto itu memang sudah ada catatan takdirnya…dan itulah yang terbaik untuk Indonesia. dik, kamu itu masih kecil gak usah menilai aku sedemikian rupa…sehingga mengatakan tulisan aku kontradiktif…siapa yang kontradiktif? gak ada tuh…kamu aja yang gak sadar (atau pura2 gak sadar). dik di atas tulisan aku yg lalu ada Soekarno dan Soeharto says..”bla…bla…bla..(kamu baca aja sendiri lah). nah itu lho yg kumaksud , lha wong Soekarno dan Soeharto itu kan sudah mati…kok masih bisa ngomong…masih bisa ngoceh nanggapin komentar orang…lha apa itu yg kamu anggap kebenaran? kan itu namanya BOHONG BESARRRR… lha kamu dah tahu dia pembohong besar…tanpa babibu langsung aja kamu bela dia…lha aku…yg mengatakan suatu kebenaran…malah kamu katain kontradiktif….ha…ha…(ini lho yg membuatku semakin faham bahwa orang2 pki, atau loyalis …….. itu sering mendistorsi fakta… yang orang salah dibilang benar..lha wong orang yang benar kok ya dibilang salah….pki-pki taubat aja kamu dik..sebelum ajal menjemputmu…biar kamu masih muda tidak jaminan umurmu lebih panjang dari orang yang lebih tua….taubatlah semasih kau sempat.

Manusia Biasa Says:

23 March 2013 at 1:27 pm.

Mas Imam,
Terimakasih atas semua tulisan yang mencerahkan. Sebenarnya sudah lama saya menjadi silent participant di blog ini. Partisipasi saya hanya sebatas membaca tulisan Mas Imam, lalu membaca dan menelaah setiap komentar yang masuk. Justru dari berbagai komentar saya mengenal berbagai pemikiran dan sudut pandang. Ada yang bijak, ada info baru dan memperkaya, ada yang ekstrim, ada yang bo’ong dan ada juga yang o’on.

Ketika seseorang menyampaikan sesuatu yang tidak benar, maka ada 2 kemungkinan: orang itu tidak tahu (bahwa yang disampaikan tidak benar) atau orang itu bohong. Yang paling menarik adalah mereka yang bohong. Ini bagian yang paling menarik untuk ditelaah: siapa orang ini, umurnya berapa, motivasinya apa. Contoh paling menarik adalah komentar yang menceritakan tentang pintu yang mengambang diatas genangan darah.

Meski saya pingin ngobrol dengan Mas Imam, Mas ORBAShit, dll. tapi saya menahan diri untuk tidak nimbrung. Kalau pada akhirnya saya ikut nimbrung, itu semata karena keingintahuan saya: apakah mereka yang sudah menjadi korban cuci otak (dan kemudian jadi Agen Orba) masih bisa diketuk hati nuraninya dan bisa dibangkitkan akal sehatnya. Sekarang saya sudah dapat jawaban: ora iso. Hati dan logikanya sudah tertutup rapat. Maka saya akan mundur lagi dan kembali jadi silent participant.

Sebelum mundur perlu saya sampaikan: saya bukan PKI. Saya cuma anak dari orang yang dituduh PKI. Tapi soal nasib dan perlakuan yang saya terima, saya sama sekali tidak berbeda dengan anak PKI, maka tidak apa disebut PKI. Dulu Bapak saya perwira AD, pernah jadi bawahan Soeharto dan beberapa kali terlibat dalam tugas yang sama. Bapak saya termasuk yang dibungkam dan di’PKI’kan karena tahu kebohongan Soeharto dalam peristiwa G30S. Meski dicap kafir, Bapak saya termasuk lebih Islami dari orang sekitar. Meski dicap penghianat, Bapak saya sudah mengabdikan diri pada tanah air sejak jadi laskar rakyat dan mendapat berbagai bintang penghargaan langsung dari Presiden Soekarno. Kecintaan pada tanah air tetap dia tunjukkan sampai akhir hayatnya.

Sebaliknya, meski mengaku menyelamatkan Pancasila, Soeharto justru membunuh Pancasila dan menggunakan bekas ‘kemasan’ Pancasila untuk menindas. Dalam soal penghianatan, andai saja bangsa ini tahu penghianatan Soeharto sejak peristiwa 1946, kasus Red Drive Proposal 1948, gugurnya puluhan pasukan khusus Indonesia di Malaysia karena posisinya dibocorkan pada musuh oleh Soeharto, beras yang dibuang ke laut saat negara kekurangan beras, sampai peran Soeharto membantu kekuatan asing menguras kekayaan bumi Indonesia sebagai balas jasa karena telah membantu dia mengkudeta Soekarno. Freeport cuma salah satu dari sekian banyak.

Intinya: saya bukan PKI tapi gak apa dicap PKI, saya justru layak malu kalau dicap Golkar. Saya boleh dicap kafir, boleh dicap anak penghianat, tapi saya tahu persis bahwa saya TIDAK memenuhi kriteria untuk disebut kafir atau anak penghianat. Orde Baru telah menjungkir balikkan kriteria. Penghianat sesungguhnya justru ditampilkan sebagai pahlawan. Tapi orang yang JIWANYA MERDEKA bisa membedakan mana yang kafir, mana penghianat dan mana pahlawan. Mereka yang ‘sami’na wa atto’na’ pada apapun kata Orde Baru, berarti jiwanya belum merdeka.

Oke, matur nuwun semuanya. Matur nuwun Mas Imam. Mohon maaf kalau ada salah.

deddy/ORLA SHIT Says:

24 March 2013 at 10:56 pm.

aduuuh berani2nya ngomong gak ada bukti……….. masih aja ngoceh soal kejelekan BAPAK SOEHARTO…huuuu…benar dibilang salah salah dibilang benar (CIRI pki TUH)

orbaSHIT Says:

25 March 2013 at 9:13 am.

SUHARTO ITU TAI ANJING KEK SI DEDDY KACRUT OTAK UDANG :P kabooor akh

deddy/ORLA SHIT Says:

25 March 2013 at 9:18 am.

ha…ha….ha….loyalis orla kampret menggonggong lagi…orla rezim seeetaaaannnnn~!!!!

rio bernanduz(putra indonesia) Says:

28 March 2013 at 3:25 am.

gk ada yg hitam maupun putih kwan.. ingat qta terlahir dibawah satu bndera merah n putih..dan jga qta putra bangsa yg brpendidikan sharusnya qta sdar akan klemahan n klebihan qta masing2 n qta shrusnya brhenti untuk sling mengklaim kbenaran individu msing2..mngapa qta lbih disibukkan sling mnhancurkan stu sma lain sdngkan qta enggan untuk mnyibukkan diri untuk mnjadikan negri qta untuk lbih baik… jngan terseret dlam jurang kmunafikan.. sling mnghancurkan stu sma lain ssma bangsa sndiri toh dampak negatifnya jga qta yg tnggung smua..ikhlas kan lah smua kjadian yg kelabu kpda sang khalid.. bahwa ssngguh nya keadilan yg ssngguhnya adlah stlah qta mati.. qta hanya perlu mngkaji hikmah atas kjadian trsbut.. untuk qta lbih fokus trhadap perdamaian n sling mlindungi saudara ssma bangsa.. bkan mlah sbaliknya sling dendam n mnjatuhkan ssma bangsa,, dan untuk kdepannya qta brhntilah argumentasi yg mnimbulkan prselisihan yg tk brkesudahan,, biarlah msalah miring atau tdaknya sejarah biarlah pihak pakar n ahli intelektual sejarah yng akan mngungkap.. sekian dri saya putra indonesia.

orbaSHIT Says:

2 April 2013 at 8:32 pm.

untuk si otak udang penyembah suharto, lu tau si harto pernah digampar oleh 2 orang jendral…..dan bukan sembarang jendral tp 2jendral paling berpengaruh di AD…1) digampar Ahmad Yani waktu ketauan korupsi sewaktu harto jd panglima dipenogoro 2)digaplok ama AE Kawilarang di makassar plus dimaki-maki ama AH Nasution sebelum “disekolahkan” ke SESKOAD :P ngeliat track record kek gini kgk aneh si harto punya umat yg setia kek “u know who” :)

ichigo Says:

4 April 2013 at 5:54 am.

seteah lihat komen2 di atas tahan sedikit emosimu mas orbaSHIT.
klo terus2an seperti itu sehingga emosi sampe ke tangan dan di tangan pegang celurit, kemungkinan anda sama akan menjadi pembantai seperti PKI atau AD.

deddy/ORLA SHIT Says:

4 April 2013 at 8:01 am.

Anjing ya tetap anjing…najis dan kotor…plus oportunis. Dimandiin, disikat, dibedakin dan dikasih busananpun bahkan bila perlu diberi embel2 telah mendapatkan hak asasi dalam kehidupan manusia yang madani….diberi apapun gelar….semua orang ISLAM tetap tahu bahwa anjing itu binatang haram ….itulah anjing ( u know who/he…he…heh)…so ngomongpun ya….nilainya cuman sebatas gonggongan…paling top2nya melolong…..(ha…ha….ha….)

orbaSHIT Says:

9 April 2013 at 2:11 pm.

sorry gw lebih baik jadi “anjing” daripada jd “kambing congek” kek lu yg ngeldekin bom bunuh diri di pasar2x,mesjid,gereja dan fasilitas umum trus treak2x ALLAHU SNACKBARR!! LoL :P

deddy/ORLA SHIT Says:

9 April 2013 at 7:54 pm.

anjing itu temennya setan… itulah kamu! ngomong-ngomong kapan kamu berontak njing pki? kalau dah berontak kasih tau posisimu ya…! aku tunggu!

orbaSHIT Says:

11 April 2013 at 8:57 am.

eh PECINTA ONTA dan KAMBING BANDOT atjeh mo brontak gw ada di bireun lu dateng kesini gw tunggu lu…kgk perlu basa basi ONTAAAA!!! ALLAHHHHHH SNACKBARRR!!!

deddy/ORLA SHIT Says:

14 April 2013 at 8:48 pm.

bangsat kamu menghina ISLAM awas kamu!

orbaSHIT Says:

20 April 2013 at 8:12 pm.

SO WHAT GITU LOHHH??? :P gw undang lu baek2x ke bireun punya kontol kgk lu ontaa…disini kgk ada bendera MERAH PUTIH yg ada bendera GAM….bukannye itu udah tindakan MAKAR??? mo brontak??? kata lu kl ada yg mo brontak mo “disikat” ama lu dan konco heh? YA ALLLAAHHHHH LoL

dayrsc Says:

27 April 2013 at 4:40 am.

@ orbaSHIT
kalau mau menyinggung perasaan lawan olok-olokan karena masalah berlainan pandangan tidak perlu pakai menghina agamanya. Mungkin pikirmu dengan mencela agamanya akan menyakiti hati dia saja ya?
Kalau punya otak dipakai jangan ditaruh di kaki. Asal nyerocos tak karuan aja nih.

antikomunis Says:

9 May 2013 at 7:39 pm.

@orbaShit.
lo makin ngaco yah… emang ciri2 khas nenek moyang lo yang komunis itu yah, suka ngomong putar balik fakta, fitnah sana fitnah sini… sok paling pinter, paling menguasai ilmu sejarah.. kampret… biar mampus tuh komunis, PKI dan sodara2 nya termasuk orbaSHIT… kalo ada kegiatan bantai anggota PKI atau simpatisannya, gw akan datang paling depan…

orbaSHIT Says:

10 May 2013 at 7:55 am.

lo bisanya cuman ngebacot doang ‘njing!!! kalo lo brani LAKUKAN!!! jng kek banci kaleng yg sering nongkrong di taman lawang lo :P lah apa bedanya kek LO ngebom kanan kiri…ngebunuh orang heh??? apa lo lebih baik gitcuuu??? LENIN ACKBARRR!,ENGELS ACKBARRR!,MARX ACKBARRR!!,AIDIT ACKBARRR!!! LoL :D

Leave a Reply

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Links

Spice of Life



Add to Technorati Favorites
Free PageRank Checker

Subscribe with Bloglines

Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner

 

May 2013
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031