28 September 2006

UNDERWATER VIDEOGRAPHY

Posted by iman under: ARTIKEL .


UNDERWATER VIDEOGRAPHY
( Artikel ini dimuat dalam Majalah Behind The Screen , Edisi September 2006 )

Indonesia sebagai negara kepulauan terluas di dunia memiliki potensi kekayaan dan keindahan alam bawah lautnya, termasuk diantaranya kehidupan terumbu karang dan keanekaragaman hayatinya. Hanya saja, dokumentasi dan film mengenai eksplorasi bawah laut sebagian besar masih dilakukan oleh bangsa asing. Masih sedikitnya apresiasi dari bangsa sendiri, untuk menjadikan laut sebagai sumber ilmu pengetahuan, dokumentasi dan inspirasi melalui media film. Hal ini patut disayangi, mengingat jika National Geographics, di tahun tahun mendatang hanya memfokuskan untuk melakukan eksplorasi di wilayah Afrika, Indonesia dan Papua Nuigini. Ini menunjukkan justru orang asing sendiri yang pada akhirnya memiliki dokumentasi kekayaan alam bawah laut Indonesia.

Pengambilan gambar underwater baik dalam bentuk video atau film, sungguh sangat menarik dan memiliki tantangan tersendiri yang tentu saja berbeda dengan proses pengambilan gambar di darat pada umumnya. Dikatakan menarik karena alam bawah laut memiliki kontur landscape yang sangat menakjubkan dan tidak semua orang bisa menikmatinya, belum lagi ditambah dengan kehidupan hayati yang beraneka ragam, termasuk berbagai jenis ikan yang ada. Kemudian ada tantangan yang tidak mudah,mengingat medan kerjanya yang berbeda dengan di darat, membuat shooting underwater harus memiliki sejumlah persyaratan tertentu.

Paling utama adalah kemampuan untuk bisa menyelam atau scuba dive, karena ruang lingkup kerja di bawah air membuat kita harus bisa mengetahui prinsip prinsip penyelaman, tidak saja secara basic tetapi juga harus diatas rata rata. Karena sebuah seni dari filming underwater adalah bagaimana memadukan kemampuan menyelam dengan kemampuan teknis mengambil gambar dengan kamera. Sebagai contoh , seorang penyelam berpengalaman akan mampu mengatur persediaan udara di tabungnya selama mungkin dengan pola pernafasan tertentu, bagaimana bermanuver di bawah air sambil membawa kamera seandainya timbul arus deras, sampai bagaimana bisa mendekati obyek hewan tanpa membuat mereka lari menghindar. Juga mengatur framing sebuah object, sambil mengatur posisi badan agar bisa bertahan stabil, tidak naik turun yang tentu saja akan membuat gambar menjadi shaking atau tidak stabil.

Karena ruang lingkupnya di bawah air, kamera film atau video harus dibungkus dengan underwater housing yang memiliki spesifikasi dan jenis housing yang berbeda dari setiap jenis kamera. Setiap housing pun telah didisain berbeda beda untuk bisa menahan tekanan dalam air. Pada umumnya underwater housing yang beredar di pasaran, hanya didisain untuk recreational dive dikedalaman sampai maksimal 40 – 50 meter. Sementara untuk pengambilan gambar di laut yang lebih dalam, membutuhkan jenis housing tertentu yang mampu menahan tekanan air yang sangat kuat. Bahkan kalau kita sering melihat film film ilmu pengetahuan mengenai palung palung terdalam di dasar laut, pengoperasian kamera sudah dilakukan oleh robot atau alat tertentu, mengingat kemampuan tubuh manusia yang tidak memungkinkan untuk mengoperasikan kamera di area kedalaman tersebut.

Berbeda dengan shooting di darat yang bisa melibatkan banyak orang, shooting dalam laut praktis hanya bergantung pada seorang saja. Disamping mengoperasikan kamera, ia harus tahu kapan menggunakan available light ( sinar matahari ) dan kapan menggunakan tambahan lighting yang menempel di housing, atau mengkombinasikan sumber cahaya keduanya. Lighting disinipun tidak seperti lighting di darat yang besar besar, tapi hanya sekadar lighting bersifat fill in yang menempel di sisi underwater housing. Ini perlu diketahui karena prinsip prinsip dasar spectrum cahaya sinar matahari yang masuk ke dalam air, membuat sebagian warna perlahan lahan menghilang semakin dalam kita menyelam. Warna merah akan menghilang di kedalam 5 meter, lalu kuning di kedalaman 10 meter, sampai akhirnya tinggal warna biru dan hijau saja diatas kedalaman 18 meter. Dengan lighting ( sama juga dengan prinsip lighting di darat, yakni bisa jenis daylight atau tungsten) bisa mengembalikan warna yang menghilang tadi, sehingga warna warni terumbu karang serta ikan ikan bisa terlihat seperti apa warna aslinya. Kita juga tetap bisa menggunakan beberapa jenis filter lensa seperti Polarizer, ,ND dan filter filter yang didisain untuk menangkap spectrum warna di dasar laut. Namun umumnya, para kameramen underwater selalu melengkapi dengan filter merah yang bisa dipasang dan dilepas didepan kaca housing,guna mengembalikan warna merah yang menghilang. Khusus untuk film film dokumenter dan ilmu pengetahuan lebih banyak menggunakan format video, DV atau HD daripada format celluloid, disebabkan format film hanya memiliki recording time terbatas, dibanding format video yang minimal bisa mencapai 30 menit. Sungguh tidak praktis jika, kameramen penyelam harus bolak balik ke permukaan mengganti magazine filmnya.

Karena tidak seperti shooting di darat yang bisa dilakukan seharian penuh tanpa beristirahat. Shooting di dalam air mempunyai batasan batasan waktu yang disesuaikan dengan profile penyelaman kita. Dalam menyelam kita tergantung dengan jumlah pasokan udara di tabung yang kita bawa. Sebagaimana prinsip penyelaman, bahwa semakin dalam kita menyelam, konsumsi kebutuhan oksigen semakin cepat dan boros yang dikarenakan tekanan air laut yang semakin besar pula. Sehingga dengan rata rata waktu penyelaman sekitar 1 jam saja, seorang kameramen penyelam harus sudah kembali kepermukaan, dan mempunyai surface interval yang cukup sebelum bisa kembali menyelam. Mengapa membutuhkan masa istirahat atau interval yang cukup ? karena udara yang kita hirup dari tabung, tidak berisi oksigen murni melainkan kombinasi campuran dengan nitrogen ( umumnya kadar oksigen hanya 21 % dan sisanya 79 % terdiri dari nitrogen ). Semakin lama dan semakin dalam kita menyelam , semakin banyak pula kadar nitrogen yang terserap ke dalam tubuh kita, sehingga kita membutuhkan beberapa waktu baik di safety stop setidaknya 5 meter dibawah air sebelum kembali kepermukaan, atau ketika sudah berada di permukaan. Ini untuk memberikan nitrogen yang terserap ke dalam tubuh perlahan mengalir keluar dari tubuh kita. Logikanya semakin lama kita menyelam , berarti akumalasi nitrogen yang terserap di tubuh kita semakin banyak, dan hal ini bisa berakibat fatal jika tidak terbuang keluar, seperti kelumpuhan bahkan kematian.

Dalam mengambil gambar di bawah laut, sangat tergantung dengan kondisi laut itu sendiri seperti sinar matahari, visibility atau jarak pandang, arus, serta waktu yang tepat. Kita harus tahu musim atau prediksi cuaca pada saat penyelaman dilakukan. Visibility di dasar laut,bisa suatu saat hanya berkisar 3 meter tetapi disuatu waktu dalam kondisi yang lain, bisa mencapai jarak katakanlah 40 meter. Tentu saja semakin bagus visibility akan membuat gambar yang dihasilkan semakin indah.Menurut pengalaman saya, mengambil gambar di bawah laut yang tepat, adalah pagi hari dan jangan sampai terlalu sore. Karena jika semakin siang dan sore, pasokan intensitas cahaya matahari sudah mulai berkurang , dan kondisi air laut juga sudah menjadi low tide atau surut, yang membuat banyak partikel partikel terangkat sehingga bisa air cenderung keruh dan membuat visibility berkurang.

Hampir seluruh wilayah Indonesia sudah saya jelajahi, dan kadang kala hati saya menjadi miris melihat hanya orang orang asing yang hilir mudik mengambil keindahan alam bawah laut kita. Dalam setiap produksi pembuatan film atau dokumenter bawah laut yang dilakukan perusahaan atau bangsa asing di Indonesia, mereka selalu bertanya kepada saya apakah ada komunitas kameramen penyelam di Indonesia yang bisa didayagunakan. Sampai sekarangpun saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

Iman Brotoseno
Dive Master PADI 483482
National Geographics Diver 0510A43653

13 Comments so far...

hasnanhitam Says:

9 December 2007 at 11:40 am.

baru baca artikel ini nih mas…

wah.. kalo jadi videografer UW… kebanyakan gak punya modal mas..
kecuali ada yang mo ngasih pinjem kamera videonya.. buat latihan dulu..
hehehe.. bahkan kalo perlu sampai bisa berkarya..

hasnanhitam
j’adore la mer

adhi Says:

11 April 2008 at 12:23 pm.

salam kenal pak, saya tertarik sekali dengan blog-nya, saya sedang belajar diving sekalian belajar fotography bawah air, saya sudah rasakan kendala pemotretan dalam penyelaman. mau blajar nih dengan Oom Iman.

Best Regards

wahab Says:

1 June 2008 at 1:20 pm.

salam kenal nih mas… saya setuju dengan komentnya mas, kebetulan saya juga diver ya kira2 sudah sekitar 11 tahun bergelut dengan dunia bawah air, dan selama perjalanan itu saya sadar bahwa apa yang saya liat tidak semua orang bisa menikmatinya.. olehnya itu saya juga coba belajar mendokumentasikan apa yg telah sy liat.. memang yg menjadi kendala adalah peralatan yg cukup mengorek kocek.. sy tertarik ke videografinya apalagi wilayah kami di sulawesi tenggara sangat potensial untuk pengembangan dunia bahari… saya sudah punya kamera sony vx 2100, kira2 mas iman punya info ngga dimana bisa membeli housingnya (baru/second).

tanx
salam bahari

aiez Says:

14 July 2008 at 9:08 pm.

slmat, pagi,siang,malam,atau dini hari..(tergantung kpan mas onlinenya)
hehehe..
ngomong2 masalah underwater,knp yah mas kamera underwater itu jarang bgt di temuin di rental atau tmpt2 pyewaaan kamera..
sekalipun ada, jarang bgt di temuin udah gitu harga nyewanya udah kaya seharga cicilan motor sebulan..
hehehe..
maksud saya, mahhhaaaallllll banget..
blm lama saya kan bkin film dokemnter ttg “Bocah Koin” yang ada di merak,tadinya maksud hati ingin make kamera underwater…
biar kaya di tipi-tipi gitu,,,
ehhhh…
malahan pake akuarium gara2 mahal bgt nyewanya..
heheheeh…

ohya mas, boleh sharing2 gak??
bagi2 ilmu gitu sama yang muda??
hehehehe….
bleh ga mas??

jodi Says:

18 July 2008 at 3:45 pm.

kontribusi besar bagi videografi indonesia.
Jika perlu jasa videografi seperti camera, cameraman, editing room di lokasi sumut silahkan hubungi saya. saya bersedia support.
Maju terus pak…

bambang Says:

22 August 2008 at 2:01 pm.

Yth,
Bapak Iman saya dapat order pemotretan gambar traktor yang tengelam dilaut banjarmasin dengan kedalaman 20 M apakah bapak bisa membantu saya di 085692080973, secepatnya pak agar tidak diambil orang. mohon jawabannya. thks

ladys Says:

21 September 2008 at 8:19 pm.

Mas…saya kerja di dinas perikanan neh. kebetulan kita pengen beli underwater video..budgetnya cuma 25 juta…cukup nggak…dapat yang gimana tuch. nyarinya susah. kita pengen buat dokumentasi perkembangan transplantasi karang di kabupaten kami.thanks ya mas buat infonya.

dion Says:

1 December 2008 at 8:40 pm.

hallo pak iman pa kbr… saya dulu sk buat video dg ph mbak leni lolang, willmy dll..wktu directornya pak iman jg pernah buat making video, skrg saya di global tv pegang kamera…. tertarik dg underwaters gmn caranya thx’

mike jatmika Says:

24 November 2009 at 10:30 am.

halo mas Iman,saya tertarik menjadi cameraman video underwater,video yg gmana yg cocok tuk di pake bikin video tentang coral n ikan2 n hrgnya berapaan,background saya freelance dive guide di Derawan island,saya baru PADI RESCUE dive no 1500an,trim mas

iman Says:

28 November 2009 at 2:20 am.

awahhhhh namanya sama neh mas ,,,, mudah2an bisa di shae ilmu nya ,, saya muhammad imanullah dari kelautan unpad salam kenal ,,, kebetulas saya juga suka share ma kk indra swari fotography underwater ,, saya ingin belajar videographynya juga mas ,,, hehe ^^

Andreas Says:

31 July 2010 at 12:01 pm.

Salam kenal…
Saya mau tanya mas .
Klo kamera yang bisa menembus air keruh seperti kebanyakan sungi di indonesia ..harus pake kamera yg type apa atau hanya pengaturan pencahayaan saja apa sudah cukup
thanks

Edo Says:

15 April 2016 at 7:24 pm.

Selamat sore mas, salam kenal. Saya sedang butuh uw videographer untuk di perairan maluku mas. Kalau berkenan boleh minta contact? Terimakasih

yoyo Says:

9 November 2017 at 7:29 pm.

mas iman,bisa minta nomernya,tolong hubungi sya di 082158262583 ya trims

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
November 2017
M T W T F S S
« Oct    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930