All Posts By

iman

Tentang Pidato

Kalau kita sempat mendengarkan pidato pidato politik presiden kita atau bahkan para pemimpin partai dalam musim kampanye lalu. Kita selalu bertanya tak pernahkah mereka memikirkan teknik pidato atau orasi yang menggugah. Apapun itu pesan dan semangat isi pidatonya. Padahal ini dapat dipelajari dan menjadi bagian dari strategi komunikasi massa.
Umumnya pidato atau teknik bicara mereka membosankan, datar sehingga tak heran ketika dulu SBY pidato dalam kursus Lemhanas, ada saja peserta yang tertidur.
Tentu saja kita tak usah bicara teknik pidatonya mantan Presiden Soeharto atau Gus Dur.

Megawati mencoba pekik merdeka sebagai sapa salamnya. Kalau Jusuf Kalla masih sedikit tertolong dengan gaya incognitonya mengundang beberapa peserta naik ke panggung untuk melakukan tanya jawab. Tapi secara gesture bahasa tubuh dan teknik masih parah. Apalagi Wiranto.
Prabowo sedikit meledak ledak, hanya kelemahannya pidatonya terlalu berat dengan muatan istilah istilah text book. Terkesan menggurui.

Continue Reading

Rani

Hari hari terakhir ini tak ada yang lebih heboh daripada kasus pembunuhan Nasrudin,yang melibatkan – belum terbukti – Ketua KPK, Antasari Ashar. Mendadak urusan capres, koalisi dan hiruk pikuk pemilu seperti tidak ada apa apanya. Biasa saja dan tenggelam. Pemburu berita lebih suka mencari tahu dimana Rani, salah satu tokoh kunci yang kini disimpan polisi di tempat rahasia, daripada mengetahui siapa calon wapresnya Megawati atau SBY.
Rani , yang biasa memanggil Antasari Bang Kumis. Traffic blognya mendadak tinggi. Blognya yang baru berisi 2 postingan bulan November 2008 – jauh sebelum kasus ini terjadi – kehujanan ratusan komen. Bersaing dengan blognya Maia, Chika , Tika atau Raditya Dika mungkin.

Setolol itukah Antasari yang kenyang asam garam, memerintahkan pembunuhan. Tambah khusut, apakah seloyal itukah Sigid Haryo Wibisono – mantan kekasih Yenni Wahid – sampai berbaik hati membayarkan uang mahar buat eksekutor. Ditambah, segegabah itukah Komisaris Besar Polisi Williardi mengatur operasi eksekusi.

Barang kali ada salah satu kandidat capres / cawapres, yang diam diam memperhatikan berita TV sambil bergumam. “ Bodoh, cuma menghilangkan nyawa satu orang saja bisa ketahuan “.
Tak tahu. Kita masih terus bertanya tanya. Tapi kita mesti sepakat bahwa ini adalah panggung tonil dagelan yang paling menyedot perhatian di republik ini.

Continue Reading

Dietje

Perempuan cantik itu terbujur kaku di dalam mobilnya, di tepi jalanan di sisi kebun karet yang sepi. Dietje, Sebutir peluru menembus sang peragawati jaman dulu itu. Terkulai dan diam. Misteri gelap yang sampai sekarang tertutup.
Kebun Karet Kalibata pertengahan tahun 80an masih terlalu luas dan menyeramkan bagi anak anak kecil yang tinggal di sekitarnya. Belum banyak gedung diantara kebun itu – pabrik sepatu Bata – diantara Taman Makam Pahlawan sampai ujung jembatan yang membelah di atas sungai Ciliwung.
Tahun tahun sebelumnya, kalau saya bermain bola ‘ antar kampung ‘ di lapangan bola di belakang Pabrik, yang sekarang menjadi hunian Kalibata Indah. Saya harus cepat cepat pulang menjelang magrib, melewati kebun sisi belakang kebun karet dan jalanan sepi.

Konon Dietje merupakan konspirasi pembunuhan yang dilakukan kelas elite di Republik jaman orde baru. Peragawati yang biasa malang melintang dalam pelukan petinggi republik, mantan marsekal sampai pengusaha kaya tak menyadari bahwa ada orang yang begitu dendam untuk menghabisi nyawanya.
Bisik bisik juga. Ada sang istri dari lingkaran penguasa orde baru yang memesan order pembunuhan ini lewat sosok ‘ Mafioso ‘ lokal. Tapi kita tak pernah tahu keakuratan berita itu, dan juga sekaligus takut dengan situasi saat itu.

Continue Reading

Jangan Galak Galak

Jangan Galak galak. Teguran ini diucapkan SBY, konon kepada para purnawirawan militer yang menjadi petinggi partai. SBY juga merasa sakit hati jika dituduh curang dalam pemilu. Lebih lanjut ia membuat pernyataan counter, bahwa ia memiliki memori yang cukup kuat tentang apa saja yang telah dilakukan para jenderal jenderal itu di masa lalu. Hanya saja ia membiarkan untuk mengubur masa lalu demi membangun masa depan bersama.
Ada kesan. SBY balik menggertak. “ Gue buka rahasia masa lalu kalau lu ribut ribut tentang kecurangan pemilu “.
Jelas tudingan SBY ditujukan kepada Prabowo yang ditenggarai masih memiliki catatan kelam seputar penculikan mahasiswa, atau bahkan pembumihangusan Timor Timur atau Pam Swakarsa bagi era Wiranto.

Menarik bahwa keduanya menanggapi dengan santai. Siapa yang galak ? kata Prabowo sambil tertawa di markas besar PDI-P Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ia hanya meminta transparansi carut marut DPT. Sementara Wiranto seperti biasa tanpa ekspresi tak berkomentar terhadap pernyataan bekas Kasospol jaman kekuasaannya dulu.

Sepertinya SBY harus lebih bijak menanggapi suara suara protes tetang kacaunya pemilu kali ini. Ini memang cacatan buram pemilu paling amburadul setelah reformasi. Sialnya, ini terjadi dalam pemerintahannya.
Wajar jika banyak pihak menyamai seperti patgulipat Golkar dalam orde baru. Tanpa berpretensi buruk . Kenapa juga ketua KPU yang mestinya harus netral, malah duduk bersama sama SBY di Cikeas mengawasi hasil pemungutan suara pada hari pemilu. Padahal semua orang tahu, Cikeas selalu diasosiasikan dengan markas Partai Demokrat.

Continue Reading

Braga malam itu

Braga senja itu masih basah karena sisa hujan sepanjang sore. Bau basahnya meresap masuk ke batu batu jalanan yang membelah diantara toko toko bergaya art deco. Dingin dan melankolis.
Syuting baru saja selesai di sebuah pojokan Jalan Asia Afrika, di tepi bangunan kolonial di atas bantaran Kali Cikapundung yang airnya coklat bergemuruh menerima curahan air hujan. Saya memutuskan berjalan kaki menuju hotel, melewati Jalan Braga. Membiarkan udara malam membelai mesra pori pori kulit sambil mampir ke sebuah café pimggiran jalan, untuk segelas susu hangat.

Seorang pengamen pesinden memakai sanggul berkebaya mengingatkan hari Kartini sebentar lagi. Malam ini pasti tak sedingin malam di Jepara. Saat sang gadis masih belum bisa mengeringkan air matanya. Bayangan seorang pria, gemuk, beristri tiga menghantui malam malam sepinya di kamar. Ia harus menemani pria berumur itu seumur hidup. Apa yang harus dilakukan ?

“ Modertje, my moedertje, say something to me, I am so utterly, utterly unhappy. Physically, spiritually broken. I have no energy no more . For days already it is as if there is a fire in my head, as if my heart is a burning bullet“.

Demikian terjemahan penggalan suratnya pada bulan October 1903. Tak ada tanggal pasti, namun catatan harian itu datang setelah Ayahnya mengirim surat pemberitahuan kepada JH Abendanon tanggal 13 September 1903.

“…The regent of Rembang is someone whom we and Kartini also, respect highly and to whom we can entrust our child in fullest confidence, convinced that she would be in the best of hands…”
Keputusan telah dibuat, perkawinan Kartini akan dilakukan tanggal 8 November, demikian sang ayah menutup suratnya.

Continue Reading

Dari i-teve, Politikana sampai Pesta Blogger

Blog sebagai media ekpresi yang paling terkini justru memperlihatkan semangat kebinekaan dalam mewartakan gagasan, apalagi dengan jurnalisme warga yang dengan antusias melintasi batas batas yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Saat waktu itu media ekspresi warga terhalang lembaga redaksi di media tradisional. Setelah Enda Nasution membidani situs politik – Politikana – yang luar biasa seru.
Budi Putra juga meluncurkan i-teve , sebuah videoblog yang menambah rangkaian gerbong keanekaeagaman blog, setelah sebelumnya blog tulisan dan photoblog yang meramaikan khasanah blog di Indonesia. Situs ini selain memproduksi sendiri juga menerima tayangan dari kontributor.

Saya dengan latar belakang film dan audiovisual, tentu saja melompat lompat gembira melihat pemunculan videoblog ini. Tentu saja semuanya kembali ke konten yang membuat I-teve untuk tetap dikunjungi. Ini memang tantangan untuk pengelola video blogging ini. Bagaimanapun juga sebuah media tayangan visual selain dapat memenuhi informasi informasi juga sekaligus menghibur. Kemasan how to entertain menjadi penting. Ia tidak bisa semata kaku.

Fitur fitur tentang gaya hidup, tradisi budaya, musik klip,film film pendek sampai resep memasak kalau perlu.
Kanal pariwisata tentang Indonesia juga menarik. Siapa tahu Budi Putera berani menampilkan kegilaan berupa ruang infotainment gossip di seputar ranah blogsphere.
Ini butuh kerja keras. Mensyut, mengedit bahkan menambahkan elemen elemen untuk memperindah bentuk tayangan. Proficiat untuk I-teve yang telah melakukannya untuk langkah awal.

Continue Reading

Bang Pi’i

Sekitar pojokan Pasar Senen tahun 1950 – 1960an adalah salah satu sentra Jakarta yang tak pernah berhenti berdenyut selama 24 jam. Ada toko buku, rumah makan padang, warung rujak, tukang bubur dan semua tempat kehidupan para seniman yang sering datang duduk, makan atau berdiskusi disana. Termasuk Chairil Anwar yang sejak jaman Jepang sering datang kesana.
Para intelektual bercampur aduk dengan tukang copet, calo, tukang obat bisa duduk bersama. Tak heran ada dari mereka yang diajak main sandiwara. Maka banyak seniman baru berasal dari tukang obat atau tukang catut.

Salah satu penghuni khas Pasar Senen adalah orang orang dunia hitam dari kelompok Cobra. Ini adalah sebuah organisasi ala mafia jaman dulu, yang dibentuk oleh Bang Pi’i, asli Betawi. Syafei nama aslinya, yang hidup sejak kecil sebagai anak gelandangan di jalanan jalanan Pasar Senen.
Sejak umur lima tahun sudah menjadi anak yatim. Ia yang mencari makan untuk adik adiknya. Sejak umur lima belas tahun ia sudah mengorganisir ribuan preman, pencopet, penjambret. Kalau ada salah satu dari mereka di tahan polisi, keluarganya ditampung, diberi uang makan.

Pada revolusi Kemerdekaan ia bergabung dengan pejuang lain dan masuk Divisi Siliwangi sampai berpangkat mayor. Ia juga diterjunkan menumpas pemberontakan PKI di Madiun.
Setelah perang kemerdekaan, reorganisasi militer membuat sebagian besar anak buah Bang Pi’I yang buta huruf dipecat. Bang Pi’i sebenarnya juga buta huruf, namun dia dibiarkan tetap di TNI sementara anak buahnya ditampung dalam organisasi yang menjaga keamanan sekitar Pasar Senen. Namanya organisasi ini dibuat seram. Cobra.

Continue Reading

Mencelat

Bercakapan ini benar benar terjadi. Dalam sebuah pesawat terbang menuju Surabaya minggu kemarin. Di depan saya, seorang ibu bersikeras memangku anaknya – bukan bayi – menjelang pesawat landing. Sang pramugari sudah memberitahu, bahwa sebaiknya si anak duduk di kursi sendiri, bersebelahan dengan sang ayah.
Si ibu tak bergeming. Demikian pula anaknya.
Jadilah pramugari mengatakan jurus pamungkas, sambil tetap tersenyum sopan.
“ Kalau terjadi sesuatu waktu pendaratan, ibu akan tetap selamat di kursi sementara anak ibu akan mencelat ke depan sana. “
Sambil menunjuk ujung gang pesawat yang jauh itu.

Sang ibu bergidik, lalu akhirnya mendudukan anaknya di kursi sendiri.
Saya tersenyum pahit mendengar dialog ini. Salah siapa ? Parodi unik negeri ini, warganya yang keras kepala dan bangsa yang ramah tamah namun sarkartis.
Tiba tiba saya teringat politikus politikus yang begitu keras kepala untuk maju terus menjadi capres walau perolehan suara partainya jeblok. Berkali kali kalah mencelat keluar dari kompetisi kompetisi sebelumnya.

Gelar hajatan demokrasi itu

SBY hari hari terakhir banyak tersenyum. Wajahnya semakin bertambah jatmika. Sebab musabab yang dapat diduga. Partai Demokrat memenangi pemilu legislative. Dengan perolehan lebih dari 20 persen, partai ini bisa mengusung calon presidennya sendiri. Tidak salah prediksi beberapa lembaga survey bahwa, Partai Demokrat akan meraih suara signifikan. Yang justru di luar perkiraan justru Partai Keadilan Sejahtera yang sebelumnya diramalkan akan merebut suara banyak, ternyata jeblog. PKS tetap di bawah PDI-P dan Golkar.

Penurunan suara PDI-P dan Golkar tidak mengherankan, karena partai moncong putih sudah kehilangan ‘ aura ‘ partainya wong cilik sementara Golkar kurang bisa memaksimalkan mesin politiknya yang pada jaman Akbar Tanjung bisa menjadi jawara pemilu 2004.

Apakah ini menjadi representasi suara pemilih. Mencemaskan bahwa angka pemilih turned out hanya 60 %. Belum ada data pasti apakah sisa 40 % ini termasuk pemilih golput atau mekanisme administrasi DPT yang ambur adul.
Memang tidak apa masalah dengan legalitas pemilu ini. Apapun itu tetap dianggap legitimate. Masalahnya hilangnya angka sebesar itu – 30 % sampai 40 % – membuat pelaksanaan pemilu dipertanyakan. Sebuah tamparan yang menyakitkan tentang harga demokrasi di negeri ini yang sedemikian mahal.

Continue Reading

Safari Kampanye Jusuf Kalla

Hari masih gelap di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta. Masih jam 5 pagi dan saya sudah tergopoh gopoh mencari cari Ratna dari Tim Pencitraan Bapilu ( Badan Pemenangan Pemilu ) Jusuf Kalla di pojok Dunkin Donuts, sebagai meeting point yang dijanjikan.
Perjalanan ini memang terasa unik. Jusuf Kalla sendiri berkepentingan mengundang blogger untuk menyaksikan safari kampanye Golkar. Sejak beberapa hari lalu saya sudah diberitahu bahwa jadwal saya akan menuju Pulau Lombok di NTB, Kupang, NTT dan mungkin Bali. Mengapa harus Blogger ? Ini menarik karena secara terus terang ia menjawab minat alasannya terhadap blog, pada pertemuan dengan blogger di kawasan Kebayoran beberapa saat lalu.

“ Ini khan menjelang pemilihan umum, kalau tidak mendengar,bagaimana bisa tahu keinginan publik ?”
Ini sekaligus menegaskan pengakuannya terhadap eksistensi suara blogger yang – sedikit banyak – patut diperhitungkan sebagai ekspresi media alternatif. Sementara banyak pihak yang justru meremehkan kontribusi citizen journalism gaya blogger.

Gerak lincah Jusuf Kalla melakuan manuver kemana mana tidak lepas dari keputusannya ikut mencalonkan menjadi Presiden, selain menggulingkan roda kampanye partainya dalam Pemilu. Tentu banyak yang bertanya tanya, apa yang diharapkan dari Tim Pencitraan Bapilu Golkar dengan mengajak seorang blogger masuk dalam rombongan mereka. Apakah saya wajib menulis sebagaimana para wartawan wartawan media mainstream yang juga ikut.
Tentu saja tidak. Tidak ada kewajiban menulis tulisan reportase. Tapi justru saya akan sangat menyesal jika tidak menshare pengalaman ini terhadap komunitas blog.

Continue Reading

Mencla Mencle

Ada yang menarik kalau kita melihat politisi parlemen. Bagaimana bersilat lidah dan kerap membuat pernyataan yang bertolak belakang. Mencla mencle namanya. Lihat saja , sebelumnya Rama Pratama dari PKS dan Johny Allen Arbun mati matian menyangkal ikut serta dalam pertemuan kenaikan dana stimulus bersama Abdul Hadi Jamal, juga seorang pegawai direktorat perhubungan laut dan pengusaha Hontjo Kurniawan di Hotel Four Seasson.

Sampai bersumpah demi Allah segala. Bahkan para ketua partai memasang bemper, balik mengancam karena dianggap mencemarkan nama baik anggota partainya. Ini bukan lupa atau tidak ingat. Tapi memang menyangkal. Entah kenapa, setelah didesak terus hari demi hari minggu berganti minggu. Sedikit demi sedikit daya ingatnya mulai meleleh.
Akhirnya mengaku hadir dalam pertemuan itu. Tentu saja hanya meeting biasa tidak ada pembahasan mengenai bagi bagi duit. Entah nanti.

Continue Reading

Chairman Pesta Blogger 2009

Suatu sore di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah beberapa tahun lalu. Sambil memandang teluk Tomini yang teduh, seorang teman bercerita tentang sebuah dunia yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Blogging. Walau saya cukup mengetahui dan kadang membaca tulisan tulisan yang bertebaran di dunia maya ini, Hanya saja saya belum berpikir untuk memiliki sebuah blog personal, sampai rekan ini membukakan mata untuk memulai.
Menulis adalah kegiatan yang tak asing bagi saya. Saya menulis beberapa artikel perjalanan, menyelam atau seputar dunia photography dan film bagi majalah majalah. Jadi Why not ? Jadilah saya memiliki blog.

Ada kegembiraan yang meluap luap karena memang saya juga menyukai sejarah, seni, politik, humanisme, cerita cerita pojokan negeri ini, dan berbagai topik topik yang menarik, Ini yang tak diduga duga bahwa tulisan tanpa pretensi itu bisa menimbulkan sebuah diskusi, komentar dan yang lebih menyenangkan berkenalan dengan teman teman baru.

Sampai dalam Pesta Blogger 1, tiba tiba blog saya nyelonong masuk bersaing dalam lima besar blog untuk topik current issues. Diantara blog blog kondang dan lebih dahulu established seperti ndorokakung, enda nasution, totot dan wimar .
Ini sebuah apresiasi yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Padahal saya adalah salah satu pengkritik pesta blogger 1 yang paling keras. Mulai dari tempat venue yang saya anggap terlalu elitis sampai penamaan istilah Pesta Blogger. Waktu itu saya sempat mengusulkan sebuah nama. Jamboree Blogger.
Walau akhirnya tidak begitu penting. Apa artinya sebuah nama. Bahkan saya mengakui Pesta Blogger telah menjadi sebuah brand.

Continue Reading