13 October 2008

Ada apa dengan Krisis?

Posted by iman under: EKONOMI .

krisis-bursa.jpgSubuh pukul 2.30 Sabtu dini hari.  Hujan lebat baru saja berhenti membuat udara semakin dingin dan bau jalanan basah menyengat harum. Sendirian saya berjalan dari kantor Paman Tyo di kawasan mayestik, mencari taxi – yang tak ada – sampai di depan RS Pertamina.  Jalanan kosong, sepi dan daun daun luruh membuat saya mempercepat langkah. Diam diam saya menyesali keputusan saya nekad menembus malam jahanam ini.  Ada power book Macs, Nikon D 2 X dan Camera Mini DV di dalam tas saya. Membuat pikiran buruk berkelebat. Dibegal atau dirampok orang.
Namun berbekal ilmu kudu mestinya saya tak perlu kuatir. Kudu lari atau kudu teriak.

Ini bukan omong kosong. Saya mengalami masa masa menyeramkan, orang orang beringas akibat imbas krisis ekonomi dan huru hara 1998.  Jalanan sepi dan mencekam waktu itu, saya bersama jurnalis jurnalis luar dalam dan luar negeri harus dikawal tentara menembus jalanan Jakarta yang begitu saya kenal.  Ada rasa tak percaya bahwa masalah ekonomi dan urusan perut bisa meruntuhkan sebuah sistem.

Lalu apakah  krisis ekonomi seperti itu akan kembali lagi dengan gonjang gajing kerontokan pasar modal di Amerika ?  Rasa rasanya tidak.
Dulu krisis ekonomi 1997 hanyalah masalah regional, dan Indonesia just sitting duck on the corner. Entah benar atau tidak, justru Amerika membiarkan Indonesia ambruk untuk menekan pergantian rezim dan agenda agenda tertentu. Ditambah resep IMF yang konon malah ngawur.  Persis seperti Zimbabwe sekarang. Nobody cares. Siapa peduli.

Kini krisis keuangan ini mendadak sontak menjadi issue negara besar – Amerika – yang berkepentingan untuk menyelamatkan.  Seorang teman analis keuangan mengatakan, talangan US 800 milyar dollar dari Amerika tidak akan sia sia, karena asset rumah rumah yang gagal kredit masih ada.  Kelak suatu saat bisa menjadi asset yang likuid lagi dan bisa di jual.  Sementara dana talangan Pemerintah Indonesia dulu, sebagian besar menguap karena asset yang dijamin para koruptor busuk banyak yang bodong.
Pertambakan yang hanya kolam kosong, tidak ada udangnya.  Pabrik pabrik yang sudah karatan. Belum lagi uang Bank yang dibawa kabur pemiliknya ke luar negeri.

Wajar jika krisis ini ada imbasnya ke Pasar Modal Indonesia. Tapi hanya buat mereka kalangan ‘ the haves ‘. Kontribusi pasar modal di Indonesia  kecil sekali dibanding dengan sektor perbankan dan riil. Menurut Mirza Adhityaswara, di Amerika lebih dari 60 % penduduknya berinvestasi di pasar modal. Sementara di Indonesia hanya sekitar 1 juta orang yang bermain secara langsung , sementara yang lain bermain dalam investasi tidak langsung seperti reksadana dan saham campuran, dengan jumlah ‘ hanya ‘ Rp 30 trilyun.

Kalau saham Bakrie rontok, ya biarkan saja. Pemerintah tidak usah mengulangi kebodohan sok menjadi pahlawan bagi orang orang the haves yang semestinya sudah mengetahui resiko permainan bursa saham.
Richard S Fuld , CEO Lehman Brother mungkin terlalu sombong tidak mengira karirnya rontok dalam sekejab. Bahkan ia bisa masuk penjara.  Tapi kita memang tidak boleh terlalu sombong bisa mengatasi krisis ini.  Tak ada salahnya berguru dengan Malaysia – kalau perlu mengangkat Dr.Mahathir Mohammad sebagai penasehat SBY – yang pernah sukses menjaga negerinya dari gempuran krisis 1997.

pasar-kota-gede.jpgPaling penting menjaga sektor riil agar tetap bergerak, karena kekeringan modal yang ditarik dari perusahaan investasi.  Menjaga masyarakat tidak panik menarik duitnya di Bank. Sepanjang pasar pasar tetap menjalankan usahanya dan saya masih bisa berjalan aman sepanjang 1 km tengah malam buta. Saya percaya krisis ini tidak seseram yang kita bayangkan.

Ini juga tanda tanda zaman. Tidak lagi menoleh ke Amerika. Ekspor kita memang sudah banyak ke Eropa, bahkan negara negara Asia sendiri.
Bank Indonesia mesti meniru bank bank sentral di beberapa negara lain. Menyimpan devisa dalam mata uang Euro, tidak melulu dollar Amerika.

Bapak tua penjual Indomie rebus di depan RS Pertamina tak mengerti urusan urusan saham, pasar bursa, krisi global dan sederet bahasa ekonomi yang sulit.  Demikian pula saya.  Baginya krisis adalah jika tidak ada orang orang yang mampir di warungnya yang kecil, Menjelang subuh pagi itu, semangkuk kuah mie rebus yang hangat dan mengepul ngepul sudah menjadi indikator tahap kepuasaan warga.  Hidup memang makin sulit, tapi bukankah hidup seperti bendera perang. Kadang jatuh, kotor dan robek. Serta terus dipertahankan sampai ke tangan Tuhan.

Siapa mau menambahkan pendapat ahli ekonomi dadakan sok wagu ini ?

59 Comments so far...

Anang Says:

13 October 2008 at 7:34 pm.

krisis bagi blogger adalah saat tidak ada koneksi yg mumpuni untuk sekadar memindai benak ke dalam wadah maya yg luar biasa ini. hehe.

semoga indonesia terhindar dari bahaya terburuk dari ambruknya perekonomian dunia, dan tidak kembali ke masa krisis multi dimensi 98 yg lalu.

hidup makin susah, tapi tetap semangat,

yati Says:

13 October 2008 at 7:35 pm.

pertama kali seumur hidup saya masuk sini dengan kondisi postingan nol comment
hehehe…ga penting

cuma bisa bilang “amin” pada poin: semoga pemerintah ga muncul begonya untuk jatuh kasihan pada bakrie si benalu

-=«GoenRock®»=- Says:

13 October 2008 at 7:36 pm.

Kita masih bisa bersyukurnya karena krisis ekonomi kali ini tidak dibarengi dengan krisis politik seperti satu dekade lalu.

yati Says:

13 October 2008 at 7:36 pm.

gleg…

ternyata udah ada anang. bener2 dah

edratna Says:

13 October 2008 at 7:41 pm.

Mas Iman, saya juga baca ulasan Mirza di Kompas…betul perusahaan yang go public di Indonesia belum banyak, dan yang punya saham adalah kalangan “the haves”, yang telah menghitung bahwa “high return high risk”…bodonya saja jika semua uang diinvestasikan di saham, karena sejak dulu kita belajar, jangan menaruh telor dalam satu keranjang,

Pemerinah perlu memikirkan Perbankan, bukan pasar modal, agar Bank tetap punya likuiditas untuk membiayai sektor riil. Kalau perlu jaminan simpanan dinaikkan, agar yang punya tabungan sampai Rp.200-300 juta tak menarik uangnya dari Bank (sekarang jaminan simpanan Rp.100 juta terlalu rendah…Bank-bank di Eropa kabarnya telah menaikan penjaminan simpanan ini).
Dari pengalamanku dua tahun ini, hampir semua Bank mulai menoleh ke pembiayaan kredit mikro…dan mereka gencar memberikan pendidikan untuk para analisnya untuk memahami sektor mikro. Sektor mikro terbukti tahan pada krisis, karena tak perlu dolar….dan perbaikan pada sektor mikro akan menggerakkan rakyat kecil untuk berusaha dan menyerap tenaga kerja.

Tak perlu takut, kalau beras mahal, kita bisa makan jagung, tiwul, dan ketela…jadi ingat zaman tahun 60 an…yang harus makan beras dicampur jagung atau gaplek. Toh makanan mewah bikin kolesterol tinggi.

Tapi hati-hati jika bepergian malam hari, suasana sekarang bukan tak mungkin membuat perampok beraksi…kenapa tak pesan taksi melalui telepon?

didut Says:

13 October 2008 at 8:17 pm.

walau sy org ekonomi tpgak terlalu peduli sama yg kali ini mas … BTW sy pernah dipalak di lampu merah depan RS Pertamina mas *kenangan buruk*

silly Says:

13 October 2008 at 8:50 pm.

krisis bagi blogger adalah ketika harus kena vertigo disaat2 justru harus berurusan dengan dateline naskah buku, naskah komersil buat salah satu perusahaan konsumer goods, dan segala tetek bengek yang berurusan dengan naskah2 lainnya (bocorannya ntar nyusul dehhh), asli bikin bener2 krisis, apalagi kalo laptop sudah digondol maling yang mencuri kesempatan disaat kita lengah.

Beruntung sekali dirimu tidak jadi korban yaaa… Bagaimana seandainya ada org yang sedang dilanda krisis kepribadian, komplikasi dengan krisis keuangan, lalu mencegat mas Iman dilampu merah deket pertamina situ (banyak org jahat loh mas disitu), merampok semua yang mas bawa malam itu. Ihhh, amit2 jabang bayi… Lebih beruntung lagi, Mas Iman tidak dijadikan korban “tusuk dari belakang” ala Ahmad Dhani itu, ihhh… amit2… amit2… :P
*dipentung*

dana Says:

13 October 2008 at 9:47 pm.

yup, intinya memang harus menjaga sektor ril tetap jalan, agar kita tidak kembali terpuruk. Saham? Ah, hanya selembar kertas.

kenny Says:

13 October 2008 at 9:54 pm.

rakyat indonesia kan udah kebal sama krisis smoga aja krisis amerika gak begitu ngefek(buat orang kecil2)

waduh mas mbayangke dirimu jalan sendiri gitu ikutan ngeri

ario saja Says:

13 October 2008 at 10:19 pm.

waduh memang dunia sekarang lagi resesi berjamaah… dampak nya akan terasa langsung pada kaum kere macam aku ini 6 bulan sampai 1 tahun kedepan… urip tambah ngos-ngosan

aminhers Says:

13 October 2008 at 10:20 pm.

Mudah2an yang punya masih bisa berbagi kepada si miskin.

Nayantaka Says:

13 October 2008 at 10:22 pm.

Tetap optimis aja mas…

Epat Says:

13 October 2008 at 10:29 pm.

semoga tidak menjadi bola salju pada sektor real. meskipun bangsa ini adalah bangsa paling lentur…selalu bisa menghadapi kondisi terburuk apapun.

Fadli Reza Says:

13 October 2008 at 10:34 pm.

selama kita masih bisa ngenet dan baca blog nya Pak Iman, ga usah khawatirkan krisis nya amerika :D

btw di hari pertama buka, IHSG udah naek lagi. Don’t worry be happy ;)

ambar Says:

13 October 2008 at 11:40 pm.

because USA believe the infinite source -they can print money if needed.

mantan kyai Says:

14 October 2008 at 3:50 am.

saya hanya berdoa imbasnya tidak sampai parah di indonesia. ada yg mau mengamini???

ichanx Says:

14 October 2008 at 4:29 am.

beberapa saat sebelum bung iman berfikir tentang krisis itu, kita masih duduk dengan jarak beberapa meter saja… *loh?*

Gun Says:

14 October 2008 at 7:05 am.

Yang pentang angkringan masih jualan… :P *ngawur*

evi Says:

14 October 2008 at 7:27 am.

smoga tidak terlalu berpengaruh bagi kita. smoga…. *berharap*

iway Says:

14 October 2008 at 7:44 am.

@edratna: your wish come true, pemerintah menaikkan jaminan simpanan sampat Rp 2 M per nasabah **makan-makannnn** :P

galih Says:

14 October 2008 at 7:57 am.

“wagu” tapi bahasanya sangat membumi. Bahkan pakar ekonomi yang paling hebat pun tak akan mampu menjelaskan segamblang ini pak iman :)

Fitra Says:

14 October 2008 at 8:22 am.

Yah paling enggak ada untungnya juga ga masuk dalam golongan the have ini….ga se stress mereka…..

Ivan @ NavinoT Says:

14 October 2008 at 8:34 am.

Indonesia paling sensitiv kalo urusan beginian. Kena dikit imbasnya udah gede banget. Hmm .. hari ini dow jones naik 11%, coba liat apa reaksi BEI.

*salam kenal*

hanny Says:

14 October 2008 at 9:24 am.

paragraf-paragraf terakhir mengingatkan saya pada postingan seorang kawan yang kerja di NGO dengan fokus pengentasan kemiskinan. katanya, wisata kuliner-lah ke warung-warung kecil, dan mari budayakan makan di warung! :)

Ahmad Says:

14 October 2008 at 9:49 am.

Ya, kita selalu mempunyai hitungan ekonomi sendiri tentang hidup. Justeru pandangan sederhana tentang gejolak ini memberikan warna lain tentang krisis. Toh, para ekonom yang pakar itu juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang ada tangan-tangan setan yang menggerakan uang untuk kerakusan dan ketamakan, sehingga analisis ekonomi yang rumit itu pun terjungkal.

Ada nada segar jika kita yang awam ini berbicara ekonomi.

Donny Verdian Says:

14 October 2008 at 9:59 am.

Doa kita sama, semoga tidak merambah sektor riil.
Kalau sampai demikian, kita dan mereka benar-benar jadi pelanduk diantara The Haves yang bertarung sama kuatnya…

Semoga cepat berlalu!

genthokelir Says:

14 October 2008 at 10:24 am.

sain of krisis
biasanya rokok ya nglinting saja dulu biasanya nelpon sms aja heheheh gak nyambung ya mas
krisis bikin harga pluktuatip kita terjebak PO dan tidak ada eskolasi saya punya tanggungan dolar lagi wah pusing mas

Aris Says:

14 October 2008 at 10:28 am.

Ada satu hal yg kita bisa tiru dari Amrik, memperkuat infrastruktur perekenomian dalam negeri. Kita memiliki modal yg lebih dari cukup: sumber daya dan market yg besar. Jangan terpukau dgn upaya ekspor bahan mentah yg tidak memiliki nilai tambah.

Hedi Says:

14 October 2008 at 10:45 am.

kok tumben ga bawa mobil, mas?

Iman Says:

14 October 2008 at 10:50 am.

ambar,
thats true, america bisa semaunya kok…

boyin Says:

14 October 2008 at 11:07 am.

Buat rekan rekan blogger yang punya modal dan jiwa enterprenuer untuk memajukan sektor riil bisa mengambil ide saya sebagai gambaran untuk membuka bisnis franchise es tebu di blog saya sekalian membantu petani tebu kita yang tengah terpuruk.

avartara Says:

14 October 2008 at 11:24 am.

Yups dengan ditingkatkannya plafon dana yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dari 100 Juta menjadi 2 milyar, masyarakat pemilik dana di perbankan sdikit lebih tenang dan ketakutan perbankan akan terjadinya Rush sedikit berkurang. Tapi dengan BI-rate yang memiliki trend meningkat, juga akan menyulitkan perbankan dalam menyalurkan dana, termasuk ke sektor riil. Tapi tentunya pemerintah telah memikirkan hal tersebut dengan sangat matangnya. :)

kw Says:

14 October 2008 at 11:51 am.

beruntung dong mas aku, karena tak punya uang, jadi tak perlu khawatir lagi ada krisis lagi atau tidak. :)

yuswae Says:

14 October 2008 at 1:28 pm.

harga besi tua ikut anjlok juga nggak ya?

antobilang Says:

14 October 2008 at 3:52 pm.

katanya, kalau pemegang kebijakan di negeri ini adalah keynessian, maka sektor riil tak akan pernah diperhatikan.

ocha Says:

14 October 2008 at 4:39 pm.

untung papa saya di papua sana bisa ditenangkan juga.
lah ngapain panik kalo kita emang gak main saham.
dan dugaan daya benar, pemerintah naikin itu jaminan uang nasabah. bagus deh.
kayaknya kita gak perlu takut.
selama di jogja jalan malam masih aman buat saya, itu belum krisis :D

oscar Says:

14 October 2008 at 11:07 pm.

@ ambar+ mas iman:
tapi masih lebih jago orang indonesia kalo mau menggandakan uang. ga perlu bikin printer canggih segala, cukup kedukun bawa menyan dan uang ditaruh digentong bisa beranak…

Juliach Says:

14 October 2008 at 11:11 pm.

Aku masih tenang koq, aku masih punya kentang, kol, sawi hijau asin,…Besok pagi sambil nunggu anak kursus bhs spanyol, aku akan cari marron dan biji-bijian yang lain di Parc de la Verrerie …Luamayan bisa utk klitik-klitik

Semoga saja krisis cepat berakhir.

nico Says:

15 October 2008 at 12:11 am.

buyback.. buyback dan buyback. sering muncul di newsticker:D
apakah ini memang.. ah sudahlah.

f474r Says:

15 October 2008 at 1:31 am.

Moga2x Sektor Real Nggak Terlalu Kena Imbasnya. Ini nich ejawantah keserakahan manusia.

budiernanto Says:

15 October 2008 at 7:17 am.

jatuhnya amerika merupakan momen emas buat cina untuk menyatakan diri sebagai pengganti amerika, namun saya rasa masih tetap harus bersaing dengan india.

di ranah indonesia saya sampe kaget rupiah jadi melemah, prediksi saya tidak akan separah sekarang, walaupun saya yakin imbasnya akan ada di indonesia namun tidak besar.

wku Says:

15 October 2008 at 11:03 am.

sekarang ada anggapan bahwa yang merasa kena krisis berarti orang kaya, nah apa saya ini termasuk sudah kaya karena ikut ngerasain kok makin hari makin krisis saja??

BARRY Says:

15 October 2008 at 11:47 am.

Krisis dikarenakan gaya hidup yang senang berhutang. Apa kabar mas iman, sudah lama tidak mampir, soalnya ngurusin krisis disini :-D

Chic Says:

15 October 2008 at 11:49 am.

hanya berharap kali ini tidak ada yang salah prediksi

Indah Sitepu Says:

15 October 2008 at 3:21 pm.

021-79171234

Telp Bluebird mas.

Saya hapal luar kepala, biar ga ngalami seperti yang mas iman alami dekat RSPP itu….

elly.s Says:

15 October 2008 at 5:19 pm.

sekarangpun..
walaw politiknya lg gonjang ganjing malaysia tetep cool menanggapi berita2 kekalutan ekonomi amerika
mungkin karena nggak ada hutang sama amerika n imf kali ye…

Iman Says:

15 October 2008 at 6:01 pm.

jeng elly,
kit ajuga sudah tak mempunyai hutang ke IMF, sudah lunas kok

:: warung « Di Sini. Says:

15 October 2008 at 6:04 pm.

[...] Gara-gara membaca tulisan Ada Apa dengan Krisis?-nya Mas Iman, ketika sampai pada paragraf-paragraf terakhir di mana beliau berhenti untuk menyantap [...]

Rakyat Kecil Says:

16 October 2008 at 8:56 am.

Saya hanya bisa berharap ini tidak berimbas pada rakyat kecil..

meong Says:

16 October 2008 at 7:48 pm.

wah,lha bapakku pegang saham mandiri je. kmrn trn sekian,lha piye..
bsk2 inves emas aja..
AMIIN!

:mrgreen:

bocah_ilang Says:

16 October 2008 at 10:18 pm.

Rupiah besok anjlok lg,stlh sempat naek dua hari yg lalu..sudahkah teman2 percaya kekuatan ekonomi Islam yg hanya mempercayakan uang pd dinar[emas] dan dirham[perak]?yg nilainy konstan,tidak fluktuatip itu?seiring kemajuan jaman,harusnya daya beli uang itu naik,bukan turun.Satu lagi,jgn pernah percaya pasar bebas.Tak ada keadilan di situ.Mari brdayakan perekonomian kerayakyatan ala koperasi.Jayalah negaraku!

aditya sani Says:

17 October 2008 at 4:08 pm.

krisis di Asia 1997 dikerjakan agen2 consensus washington yang memang ingin membuka aliran dana mereka agar tidak passive begitu saja di dalam IMF, WB, dan ADB..kita ingat pada tahun 1990an Asia sedang mengaum keras mengatakan pada seluruh dunia bahwa mereka sedang bangkit..jangan anggap Jepang sebagai bagian dari Asia, Jepang sekedar sepatu yang diinjak AS untuk masuk ke Asia..di tahun 1997 itulah Jepang bersama kawan2 baratnya di IMF mulai merusak dengan harapan negara2 Asia akan babak belur oleh krisis dan mulai meminta kredit dari IMF..waktu itu Michael Camdessus malah menawarkan proposal pemberian kredit pada Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia..dari bbrp negara itu, Indonesia yang menerima proposal dan manggut2 seolah ketiban rezeki..

Ironisnya, justru hanya Indonesia yang mendapat pinjaman besar pada 1997 itu dan hingga saat ini masih terpuruk secara ekonomi..negara2 lain yang menolak pinjaman, justru sekarang sudah bisa menentukan masa depannya dan mengangkangi nasib perekonomian Indonesia..

Mau menyalahkan siapa? tanyakan Menteri Keuangan kita hari ini yang dulu salah satu Direktur IMF untuk Asia Pasifik.

Wibisono Sastrodiwiryo Says:

17 October 2008 at 9:48 pm.

ekonom dadakan? hehehe…
ini dari mendadak ekonom: perkuat ekonomi domestik titik.

oslogirl Says:

18 October 2008 at 3:18 pm.

waduh kalau mikirin krisis mumet aku

marshmallow Says:

19 October 2008 at 8:39 am.

agaknya ini bukti konkrit dari pepatah “roda pedati”, mas iman.
namun ironinya, saat yang segelintir itu berteriak, seluruh dunia gempar, pakai speaker apa ya mereka?
coba bandingkan dengan teriakan mayoritas, suaranya raib terbawa angin, padahal teriaknya sudah beramai-ramai.

dian Says:

21 October 2008 at 9:03 am.

trus, taxinya dpt gak ?

Masduki Says:

25 January 2009 at 4:21 pm.

Tebu Jambi memiliki rasa menyegarkan bila diminum dengan es batu, karena mengandung air tinggi dan cocok untuk dijadikan jenis usaha Es Sari Tebu. Bila Anda berminat membuka usaha minuman menyegarkan dan menyehatkan, saya siapmenyuplay Tebu Jambi ke berbagai kota di Jawa. Silahkan hub. 081373212009

masduki Says:

12 February 2009 at 12:14 am.

Kepada Yth. Bapak/Ibu/Sdr/Sdri.
Saya Masduki di Jambi. Saat ini di Jambi telah banyak dibudidayakan tebu buah sebagai bahan membuat es sari tebu yang menyegarkan. Tebu buah Jambi besar-besar dan airnya banyak serta memiliki rasa khas yang tidak dimiliki tebu dari daerah lain, sehingga cocok untuk dijadikan bisnis es sari tebu. Bila Anda berniat membuka usaha se sari tebu, saya siap untuk menjadi suplayer. Berminat silahkan call ke 081373212009.
Terima kasih atas perhatiannya.
Hormat saya
Masduki

mbt shoes Says:

4 May 2010 at 11:19 pm.

One again, your idea is very

good.thank you!very much.

Leave a Reply

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life



Add to Technorati Favorites
Free PageRank Checker

Subscribe with Bloglines

Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner

 

April 2014
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930