30 January 2008

Tangan Intelejen

Posted by iman under: DALAMNEGERI .

spy.jpgDahulu ada seorang sakti dan ahli pengobatan alternatif yang tinggal di sekitar Ungaran. Namanya Pak Budi Santoso. Profesor Budi, demikian orang orang sekitarnya menyebutnya. Saya tidak tahu apakah dia professor medis sungguhan. Yang jelas dia membuka praktek pengobatan di rumahnya. Pasien pasiennya banyak sekali, sampai dari luar kota termasuk Jakarta. Saya mengetahui karena sempat mengantar almarhum ayahanda berobat disini periode tahun 1990.
Yang unik, setiap malam satu suro, Profesor Budi membuat satu atraksi ‘nyeleneh’. Dia membuat pagelaran wayang kulit, dan pada jam dua belas malam ia mengambil keris lalu menusuk perutnya sehingga ususnya terburai keluar. Berdarah darah dan menyeramkan. Setelah ‘ mati ‘ ia dikuburkan di halaman rumahnya saat itu juga.
Setengah jam kemudian, kuburan digali lagi dan mak jenggring sang professor hidup kembali dan segar bugar lagi.
Saya bingung, demikian juga sebagian penonton yang baru pertama kali menonton atraksi itu. Ini sulap atau apa ? Cuma saya tidak berani mempertanyakan secara langsung.
Bukan karena saya takut ditusuk keris, tapi karena saya terkondisikan harus mempercayai apa yang saya lihat. Tentu sekarang kita tidak bisa melihat atraksi itu lagi, karena sudah bertahun tahun yang lalu Profesor ini meninggal. Mati beneran.

What you see is not actually what you are seeing. Bukankah ini juga menjadi permainan dunia intelejen negeri kita. Selalu ada labirin berlapis lapis untuk sebuah misteri. Apa yang kita lihat bukan sesungguhnya yang kita lihat.
Bingung ? Demikian juga Suciwati, Pollycarpus dan semua orang yang memperhatikan dagelan politik pembunuhan aktivis HAM Munir.
Pertama. Dari awal persidangan, tak ada ada satupun petinggi lembaga intelejen yang dapat dihadirkan sebagai saksi. Jelas jelas dakwaan si pilot sebagai agen binaan BIN. Jadi persidangan dan bukti bukti hanya berdasarkan berita acara atau kesaksian dari sana sini. Bahkan sebuah kesaksian terakhir dari seorang agen BIN – yang namanya juga – Budi Santoso yang dipakai oleh Kejaksaan Agung untuk meminta Mahkamah Agung melakukan Peninjauan Kembali atas keputusannya terdahulu. Kesaksian yang salah satunya mengatakan Pollicarpus mengenal Muhdi PR.
Jangankan sang jenderal. Si agen pun tidak bisa dilacak dan dipanggil ke pengadilan sebagai saksi. Ketua BIN mengatakan sang agen sedang melakukan tugas negara di Pakistan.
Kedua. Dalam episode sebelumnya, salah satu bukti surat penugasan Policarpus dari Wakil kepala BIN terhadap Direktur Utama Garuda, telah hilang. Pasti ada tangan tangan yang tak ingin surat ini menjadi barang bukti keterkaitan institusi intelejen.
Lha anehnya si Budi Santoso itu khan agen BIN , tetapi kenapa dia memberikan kesaksian yang memberatkan bekas atasannya. Logika saya semestinya dia keukeuh menjauhkan institusinya dari hubungan dengan si pilot Garuda. Sebagai agen semestinya dia loyal dan setia kepada inncer circle inti. Sebagaimana Pollicarpus yang mati matian menolak kenal dengan Direktur BIN May.Jend Muhdi PR atau Wakil Kepala BIN M. Asaad.

Setelah membaca buku “ Menguak Tabu Intelejen “ – Dr. AC Manulang, bekas direktur BAKIN, juga buku biografi Jend. Benny Moerdani. Saya berpikir, jangan jangan Policarpus hanya sosok pengalih, yang berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. Siapa tahu ada operasi intelejen lain yang bersamaan dengan ‘ operasinya ‘ Policarpus, dan ia sudah diplot menjadi kambing hitam begitu tabir pembunuhan Munir terbongkar. Intelejen kita yang selama ini mendapat pelatihan dari Mossad dan CIA tentu sudah memikirkan Plan A dan Plan B. Bahkan Plan C.
Operasi intelejen menjadi sangat menarik kalau dipelajari, karena bisa menjadi sebuah kotak Pandora yang sangat sensitif. Bahkan bisa melewati batas negara. Siapa yang bisa menyangka justru buku putih CIA dan beberapa dokumen dokumen mengenai keterlibatan agen agen Amerika dalam naiknya Jend Pinochet di Chili tahun 1973.
Dalam operasinya mereka memakai nama sandi ‘ Operation Jakarta ‘.
Apakah tangan tangan CIA bermain dalam turunnya Bung Karno dan naiknya Jenderal Soeharto ? Sesuatu yang mirip dengan situasi di Indonesia tahun 1965. Presiden Salvador Allende – seorang nasionalis kiri sedangkan Jenderal Pinochet seorang anti komunis yang pro Amerika. Bedanya Salvador Allende ditembak mati bersama ratusan ribu orangorang Chili yang dituduh komunis.

Saya juga tak mau berandai andai. Terus terang saya takut dengan apa yang berbau militer dan intelejen di negeri ini. Saya masih waras. You never knows. Lebih ‘ aman ‘ membuka tabir perselingkuhan Dhani Ahmad dengan Mulan Jamelaa saja.
Yang jelas Pollicarpus akan menebus hari harinya selama 20 tahun di penjara. Terakhir saya diberitahu ibu kalau Pollicarpus adalah putera si Profesor sakti dari Ungaran itu.
Wah, jangan jangan dia juga sakti seperti bapaknya, dan bisa keluar masuk penjara tanpa ketahuan penjaganya.
Namanya juga permainan intelejen. Siapa yang tahu dia benar benar dalam penjara ?

61 Comments so far...

trian Says:

30 January 2008 at 2:24 pm.

oh, saya pikir Polly memang pembunuh Munir mas.

sudah sangat jelas buktinya. tapi kenapa petinggi BIN ga terlibat ya.
namaya prajurit kan ada jenderalnya pasti.

sulit memang intelejen itu.

evan Says:

30 January 2008 at 2:30 pm.

saya lebih takut dijejali informasi perselingkuhan dani-mulan,mas..

evan Says:

30 January 2008 at 2:35 pm.

Terlalu banyak misteri di dunia intelejen,mas. Dan saya suka membacanya.
Soal Munir,logika sederhana kita mungkin mudah memprediksi siapa otak dibalik kematian dia. Tapi aku termasuk bangsa penakut untuk membahasnya lebih jauh..

fahmi! Says:

30 January 2008 at 2:48 pm.

aku juga sependapat dg opini “pollycarpus itu hanya sosok pengalih, yang berada di tempat yang salah dan waktu yang salah”. sial bener dia.

jeng endang Says:

30 January 2008 at 2:54 pm.

kok takut mas, dgn intelijen negeri ini? semua intelijen di negara manapun akan seperti itu kan…..akan ada yg dikorbankan….entah apa alasannya, hanya mereka yg tau…..benar atau salah, tentu pasti ada.

Nico Says:

30 January 2008 at 3:10 pm.

Jamanya konspirasi mas, waktu yg akan bercerita. Siapa dibelakang siapa. Mana kita tau kalo itu kerjaan bin? Jangan2, pihak luar ingin menyudutkan badan milik negara ini.
Mengutip, “prajurit bayangan yg bertempur dalam perang adu pintar”

cK Says:

30 January 2008 at 3:15 pm.

duh…kalau menyangkut beginian suka serem sendiri. mending menguak gosip aja… :D

aLe Says:

30 January 2008 at 4:14 pm.

yup,
diam bukan berarti ga peduli,
dan pembuka tabis gak harus kita kok, sudah ada yg bertugas masing2

triadi Says:

30 January 2008 at 4:17 pm.

wah maen maen intelijen gini bagusnya baca novelnya E.S. ITO, yang judulnya Rahasia Meede…pasti ada pion, ster, rojo nya..

didut Says:

30 January 2008 at 4:34 pm.

postingan yg menarik nih
*no komen hanya baca saja :D*

Aris Says:

30 January 2008 at 4:35 pm.

Wah mas kalau dunia intelijen lurus2 aja, film2 spy seperti James Bond enggak bakalan laku …

pacul Says:

30 January 2008 at 5:26 pm.

ora melu-melu…..

max Says:

30 January 2008 at 5:40 pm.

Yang jelas Pollicarpus akan menebus hari harinya selama 20 tahun di penjara. Terakhir saya diberitahu ibu kalau Pollicarpus adalah putera si Profesor sakti dari Ungaran itu.

Serius Mas? Jangan2 nanti pas di balik jeruji besi, dia menghilang dan menghirup udara bebas lagi. …

Nazieb Says:

30 January 2008 at 5:44 pm.

Intelijen…
Nglakuin apa saja dengan dalih “demi keamanan negara”
:roll:

susan Says:

30 January 2008 at 5:51 pm.

kok takut mas? gak punya kotak pandora, kan? :-)

Hedi Says:

30 January 2008 at 5:58 pm.

saya paling seneng dg dunia intelijen, banget. seru aja nyamar2 gitu, jalanin aksi, bunuh orang dan yang paling seru adalah identitas palsu (semua rekayasa), sampek keluargapun ga ngerti :D
dosa? ah itu juga seru…urusan masing-masing hehehe

parcendol Says:

30 January 2008 at 6:16 pm.

membaca..
berpikir…
lantas berharap semuanya bisa terkuak atas nama keadilan..!!

leksa Says:

30 January 2008 at 6:50 pm.

wedew….

jangankan nebak apa itu operasi intelijen sesungguhnya,
wong sapa yg jadi intel aja susah tahunya,..

btw, menurut analisa saya (yg abal2 ini) emang ada intrik polemik di dalam Badan Intelijen kita untuk kasus Munir, lebih tepatnya suatu ketika – suatu massa, intelijen “terpakai” untuk sebuah kepentingan otoritas tertentu, bahkan bisa jadi penyimpangan karena dipakai golongan tertentu untuk menyelamatkan mereka..beberapa bukti mengarah ke sana..

Bagaimanapun kasus Munir adalah dagelan luar biasa,
yang justru siapa dalangnya masih kabur sampai sekarang…

maaf belum sempat update photo2 sejarahnya, Mas… :(

la mendol Says:

30 January 2008 at 7:55 pm.

Terus sopo sing mateni Munir ?

*saya baca Cakram. Ada sampeyan, Mas. Sayang resolusi fotonya rendah, jadi pecah.

titiw Says:

30 January 2008 at 8:21 pm.

Oh ya..? pollycarpus anaknya wong sakti itu? ck ck ck.. mas iman tau dari ibu? Wah beliau kayaknya tau peristiwa2 penting ya.. (seperti di cerita pak karno itu..)

Ray Says:

30 January 2008 at 8:40 pm.

kenapa hukumannya gak hukum mati saja, begitu di tembak langsung di makamkan, sehabis itu di buka kembali.. sehat lagi deh polly :D *aneh BIN ajaib*

pengki Says:

30 January 2008 at 11:44 pm.

Apakah tangan tangan CIA bermain dalam turunnya Bung Karno dan naiknya Jenderal Soeharto ?

eh ? saya kok nemu banyak sumber dari paman google tentang ini ya mas.. ** duh kurang bacaan nih saya **

ilhamsaibi Says:

31 January 2008 at 12:49 am.

@ray:bener tuh om, kali aja elmu si prof udah diturunkan ke anaknya, kekeke

Aku awam dunia perintelan Says:

31 January 2008 at 1:14 am.

Untung wae mas, nulisnya sesudah jaman orba berakhir. Kalo tidak, bisa bisa sampeyan lo yang kena ciduk. Hehehe

extremusmilitis Says:

31 January 2008 at 1:36 am.

Hohoho, maka-nya dari dulu aku senang dengan hal-hal ber-bau intelijen Mas, soal-nya penuh dengan trik dan strategi, sekaligus men-jadi-kan-ku lebih waspada dalam ber-tindak. Karena bukan tidak mungkin orang-orang ter-dekat kita juga adalah bagian dari para intelijen, dan kita tidak tahu itu sama sekali. So, just be careful on everything we do and we say ;)

ikram Says:

31 January 2008 at 1:46 am.

Penuh misteri. Like father like son.

imcw Says:

31 January 2008 at 6:23 am.

Analisisnya mantap, bergaya intelijen. :)

de Says:

31 January 2008 at 6:26 am.

mas Iman juga punya takut tho?

Donny Verdian Says:

31 January 2008 at 9:58 am.

Namanya juga intelejen. Warna langit aja bisa diubah persepsinya dari biru jadi warna laen kalau udah ngomongin soal intel.

Wazeen Says:

31 January 2008 at 12:01 pm.

Setelah saya tahu beberapa a b c d intelejen saya jadi sedikit paranoid setiap ketemu orang-orang, saya selalu dihantui ketakutan yang “jangan-jangan” , btw dalam hal penguasaan data di lapangan intelejen kita masih yang terbaik di seluruh jagad mas.

Mbah Sangkil Says:

31 January 2008 at 12:19 pm.

kemaren habis baca ini “Buku Mafia Berkeley dan Pembunuman Massal di Indonesia” ya gak jauh2 amat ama yg dikatakan mas Imam, bahkan bisa dibilang persis. Intelejen memang sesuatu yg terdengar, kelihatan, misterius dan tak tersentuh.

Rynie Says:

31 January 2008 at 12:22 pm.

plot cerita blog yg ini ciamik bgt, pertama menggambarkan seorang “profesor” yg ternyata berkaitan dgn policarpus…..
never bored to read ur blog………

Nico Says:

31 January 2008 at 3:20 pm.

Mas iman, r u there?*nanya kabar,lg perhatian:D*

kw Says:

31 January 2008 at 4:27 pm.

waduh…. aku blm pernah baca buku intelijen2… menarik sekali ternyata?

dee Says:

31 January 2008 at 6:33 pm.

akur ama komen yang di atas2: kalo tulisan ini diposting jaman orba wah2 bisa2 kena UU subversif nih mas iman hehehe..

(lagi-lagi) posting yang menarik..baru tadi siang membahas si polly yang ketiban apes sambil makan ikan terubuk bakar bersama teman :)

mm, jadi ibunya bener ibu itu ya mas ..heheheh..:D

dee Says:

31 January 2008 at 6:34 pm.

oya, ngebaca resensi buku Rahasia Meede di Tempo, sepertinya menarik apalagi setelah baca posting ini..ada yang mau ngirim ke saya?

*maksa.com*

mbakDos Says:

31 January 2008 at 10:15 pm.

see only, don’t think to touch it. ever ;-)

Totok Sugianto Says:

31 January 2008 at 11:18 pm.

saya suka film born identity, yg mengulas dunia intelijen. bener2 rapi kerjaan mereka dan mereka siap mati demi menjalankan misinya

Lance Says:

31 January 2008 at 11:19 pm.

liat kiri kanan…curiga mode ON

Iman Says:

31 January 2008 at 11:21 pm.

nico, kenapa ?
pengki,..kamu akan bertambah kaget jika rajin rajin bongkar sana sini

sluman slumun slamet Says:

1 February 2008 at 12:02 am.

dasar bin….
:D

mantan kyai Says:

1 February 2008 at 8:42 am.

berarti pollycarpus anaknya orang sakti yah… jadi tatut

siska Says:

1 February 2008 at 5:55 pm.

wah wah…..konspirasi dibalik ditahannya kembali Pollycarpus lebih seru dibahas daripada gosip murahan Dani-Mulan itu, Pak.
tapi yg paling seru yah, bahwa mas Polly itu anaknya orang sakti toh? waaaah…

*menunggu berita tv: Pollycarpus menghilang dari penjara*

rani Says:

1 February 2008 at 6:33 pm.

wah… posting ini banyak twist-nya :)

Nico Says:

1 February 2008 at 7:00 pm.

Kirain lg sibuk mas :D

GuM Says:

2 February 2008 at 5:20 pm.

ya2.. seperti kasus udin – wartawan harian bernas – yang juga penuh dengan konspirasi.
tunggu… bukannya semua kasus di sini memang seperti itu pak? :D

-tikabanget- Says:

3 February 2008 at 5:04 pm.

dimana mana, intelijen ituh bermain belakang..
kok di endonesa ndak mbuka cerita tiap berapa dekade kayak CIA ma FBI ya?

andrias ekoyuono Says:

4 February 2008 at 1:17 pm.

Lebih ‘ aman ‘ membuka tabir perselingkuhan Dhani Ahmad dengan Mulan Jamelaa saja.

apa mas ? apa ? mau tau nih, ada foto2nya ? :-)

bahtiar Says:

6 February 2008 at 1:22 pm.

ruwet yaa mas … :(

arthur Says:

14 March 2008 at 12:22 pm.

Gara2 blog ini saya jadi inget kalo dl pas masih SD pernah diajak maen ke rumah Prof.Budi, kebetulan dia masih sodara tetangga saya…

b.yudho Says:

16 May 2008 at 12:49 pm.

ya itulah intelejen, penuh dengan teka – teki kehadirannya tidak bisa dilihat dan di cium namun akibatnya terlihat

bond Says:

27 May 2008 at 12:13 pm.

gmana caranya jadi intelejen… mau dong jadi intel indonesia…. tapi jangan ding, gw cuman pengen dapat pelatihannya aja.. gmana caranya menyamar, malsuin ktp sich dah bisa… caranya menjadi spy yang hebat…. dimana yah pelatihannya?

fey Says:

23 June 2008 at 6:22 pm.

Munir dgn kontrasnya dapat donor dari organisasi di belanda yg berafiliasi gdgn erakan zionis…but…entah mengapa sepak terjang Munir di Indonesia sebelum banyak mebuat gusar MOSSAD dan CIA…..so simpulkan saja sendiri

Gordy Says:

29 August 2008 at 4:42 pm.

he he he… pikiran kita tentang intelijen bayangannya kaya James Bond, nyamar terus tembak-tembakan, berkelahi bergumul, bunuh orang ditempat ramai, itu mah intelijen goblok, saya yakin BIN tak sebodoh itu membunuh Munir di dalam pesawat yg nantinya akan di ekspose besar2an di media masa, oraaa mungkinnnn. Kalau mau ngabisin juga pasti cuma jalan terakhir, dan dipastikan operasinya rapi, tak ada yg mengetahui. Mengenai si Munir.. halah si Kontras itu to.., ngakunya aja pejuang HAM, kasus orang hilang dipilih2 berdasarkan komoditi politik. Banyak tuh anak2 hilang di jakarta yg jadi korban penculikan… apakah si Kontras ada aksinya? Nehiiiiiii

free Says:

24 November 2008 at 1:39 am.

“kalau menurut dia benar maka ia lakukan”
dunia ini benar-benar panggung sandiwara!!!!!

tyo Says:

5 January 2009 at 5:31 pm.

Coba tanya suciwati.. Ada apa dengan semua ini.. mencoba melakukan manuver-manuver hukum..coba bayangkan bagaimana PK juga bisa dilakukan oleh Kejaksaan yang sebetulnya hanya oleh terdakwa..KUHAP jadi tidak berlaku..jadi sebetulnya siapa yang merekayasa..semua harus benar-benar obyektif dan jangan sampai terbawa oleh opini yang dibuat oleh kelompok2 tertentu yang mengatas namakan HAM yang akhirnya merusak kepastian hukum..Sayangnya Gayus Lumbun pun mengatakan bahwa ini merupakan terobosan hukum, kalau saya boleh bilang dagelan hukum..Karena itu tugas kepolisian untuk mencari aktor lain yang melakukan perbuatan tersebut sehingga kalau itu terkuak maka jika benar Policarpus terlibat maka ia pun pasti dihukum bukan malah mengadakan upaya hukum yang tidak layak dilakukan..

Sekarang kejaksaan akan melaksanakan kasasi terhadap putusan hakim yang membebaskan Muhdi PR dari segala tuntutan..coba baca lagi bagaimana kasasi itu bisa dilakukan..kalau inipun dilanggar bagaimana hukum di Indonesia ini dijalankan..orang-orang yang tidak mengerti akan mengatakan lagi bahwa itu merupakan terobosan hukum…

Saya juga tidak membenarkan Muhdi atau Policarpus, tapi siapapun kalau kita lihat proses persidangan semua penuh dengan tekanan-tekanan dari pihak tertentu, penuh dengan rekayasa. Pokoknya mereka harus dihukum.. Itu muatannya..

Lalu ketika Muhdi bebas dari segala tuntutan semua bicara tidak adil dan tidak berperikemanusiaan. Tapi siapapun hakimnya tidak dapat menjatuhkan hukuman karena memang alat-alat buktinya tidak cukup..Jadi salah siapa?
Polisi ketika menyidik mungkin tidak maksimal..
Jaksa dengan alat bukti dari kepolisian tidak punya rasa percaya diri yang kuat karena memang dari awal pembuktiannya sangat lemah sekali..

Oleh karena itu, satu keyakinan bahwa kalau benar Munir dibunuh (masih menjadi pertanyaan karena VER-nya tidak dibuat oleh saksi ahli dari Indonesia) , maka pembunuhnya masih berkeliaran di sana..siapapun itu ..

Jadi kita jangan terbawa oleh opini-opini yang dibuat oleh mereka yang mengatakan pejuang-pejuang HAM yang pada dasarnya mereka itu yang merusak HAM itu sendiri, mengatakan mereka yang paling benar sehingga kepastian hukum di Indonesia semakin tidak jelas..

nurdjaedi Says:

17 July 2009 at 8:54 am.

Dari kecil dunia intelegen sudah tidak asing bagi sy. Teori konspirasi sering dilakukan oleh para intelegen muda. Tahap pembelajaran kadang dengan teman2 sekolah, kampus, lingkungan, organsasi sayap kanan. Lihat kejatuhan Soekarno dengan teori konspirasi CIA, Berkeley dan Segelintir orang “The Yellow Jacket”. Naiknya Bung Karno ke kancah politik Nasionl juga tidak lepas tidak Intelegen. Liat saja Daud Bereuh, Kahar Muzakar, Karto Suwiryo (semua adalah sahabat2 Bung Karno). Dengan begitu Amerika akhirnya memberikan senjata kepada Presiden RI Soekarno memberikan senjata membasmi separatis RMS, Permesta, Aceh dan kelompok lain yang akan memisahkan diri dari NKRI. Didunia manapun intelegen ada, dan ada dimana2. Bisa saja Kita sendiri juga bagian dari Intelegen yang dipakai untuk kepentingan negara. Kejatuhan BUNG Karno juga tidak lepas peran intelegen Indonesia, AS, Malaysia, Inggris. BUNG KARNO jadi target utama, karena menggayang MALAYSIA yang menjadi sekutu Inggris dan AS. Sejarah is sejarah jangan diputar balik. Tapi sejarah akan bercerita lain sesuai dari REZIM yang berkuasa pada saat ini. Akhirnta sejarah jadi Kabur dan tidak jelas. Menarik apa yang dikatankan ANHAR GONGGONG bahwa sejarah jangan diputar balik karena demi kebaikan anak cucu kita nanti. Seorang Kolonel DJUANDA yang sudah meninggal dunia karena sakit juga adalah seorang INTELEGEN handal dan nasionalis tinggi. Pahami dunia intelegen, karena negara pasti akan membutuhkan demi keutuhan NKRI. Undang-undang INTELEGEN kalau bisa saja disyahkan, karena dunia INTELEGEN tidak perlu rakyat tahu semua, karena itu bagian dari etika dan politik negara. Bisa hancur negara ini kalau dunia INTELEGEN Indonesia diketahui oleh orang luar negeri. INDONESIA adalah sasaran empuk dari intelegen luar seperti MOSSAD, CIA. Selama kepentingan Amerika sangat banyak di Indonesia, maka Intelegen CIA, FBI akan semakin kelihatan walau dengan gaya turis atau ilmuwan seperti yang heboh diungkapan oleh Menkes tempat ilmuwan di Jalan Percetakan Negara Jakarta. Semoga kita tidak alergi dalam dunia Intelegen. Kita perlu sedikit tahu, karena pasti akan berhubungan dengan setiap kebijakan negara dan baik keluar maupun kedalam. Maka prinsip kita sebagai rakyat INDONESIA, cintai negeri ini seperti mencintai diri sendiri dan keluarga, Jangan menjadi penghianat negara apalagi menjual dokumen negara. Tetaplah bersatu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

Sedikit catatan menjelang 25 Desember… : P(etrus) WIJAYANTO’s Page Says:

24 December 2009 at 9:41 am.

[...] Suatu kali aku pernah diminta tolong mengantar orang sakit berobat ke seorang dukun ‘sakti’ namanya Budi Santosa di Ungaran. Aku ikut masuk ruang prakteknya, dan aku menyaksikan perut yang berasap ketika tangan sang dukun mendekatinya. Tentang Budi Santosa, bisa sedikit dilihat di sini: Budi Santosa, dukun sakti [...]

orbaSHIT Says:

16 June 2010 at 5:13 pm.

intel jaman BK cuma satu pentolannye KOLONEL ZULKIFLI LUBIS
intel jaman s’HARTO widihhhh bejibun coy (banyakan anak didiknye CIA):ADAM MALIK,ALI MURTOPO,SUTOPO JUWONO,YOGA SUGAMA,NICKLANY,SUDJONO HUMARDHANI etc..etc….sebagian udah pade mampusss…

19 Says:

10 November 2010 at 2:12 pm.

mengenai prof budi santoso bisa anda baca majalah liberty edisi 1219
sekitar th 1998
beliau meninggal th 2000
klo ada yg mempunyai video terakhir beliau saya mau membelinya karena punya saya hilang
beliau adalah kakek saya
thank’s

Budi Says:

25 September 2013 at 3:44 pm.

koreksi sedikit, Prof disini bukan “profesor” tapi “profesional” – begitu yang saya terima penjelasan dari beliau.
Terakhir beliau tinggal di Kudus – jl Bubutan, Barongan.

Salam,

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life



Add to Technorati Favorites
Free PageRank Checker

Subscribe with Bloglines

Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
July 2014
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031