18 October 2009
Pesta Blogger beberapa hari lagi
Posted by iman under: BLOGGERS .
Gempita pesta blogger sudah memperlihatkan gaungnya. Seminggu sebelumnya di Jogyakarta pada malam 15 Oktober 2009 kemarin. Ini merupakan pamungkas acara dari penutupan rangkaian blogshop di sepuluh kota Indonesia.
Ada ratusan blogger dari – selain tuan rumah Jogjayakarta sendiri – juga dari Semarang, Jakarta, Bogor, Solo, Makasar, Wonosobo bahkan Banjarmasin. Mereka tumpah ruah dalam kemeriahan gathering – Herman Saksono , ketua Komunitas Cahandong Jogyakarta menyebut kopdar sebagai budaya yang paling popular masyarakat Indonesia – di pendopo Museum Nasional Yogjakarta.
Hanya satu kata. Keren !. Apalagi ini merupakan swadaya solidaritas anggota komunitas sendiri. Ada pameran batik, dan juga workshop membatik. Pojok kopi nusantara, lesehan nasi brongkos, pameran photo, presentasi dari Yahoo South East Asia, tari tarian tradisional dari Jawa, Bali, Aceh sampai Adonara, Nusa Tenggara Timur.
Ini membuat saya selalu percaya bahwa tak ada yang yang lebih hebat daripada sebuah pewartaan tentang Indonesia yang disuarakan oleh blogger. Yogjakarta adalah teater sebuah mini Indonesia, dan mereka bisa menampilkan utuh dalam sebuah solidaritas satu semangat satu bangsa.
Richardson Logan tak pernah menyangka bahwa sebuah nama yang diusulkan – Indonesia – dalam majalah ilmiah tahunan Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA) pada tahun 1847, kelak merupakan entity yang menyatukan semangat kebangsaan negara kepulauan di selatan katulistiwa ini.
Kita bangga menjadi bagian dari nama itu.
Hampir 4 bulan, pantia Pesta Blogger 2009 melakukan roadshow pengembaraan blogshop dan gathering di sepuluh kota Indonesia, cukup menjelaskan bahwa ternyata blog tidak juga trend sesaat dikala begitu maraknya layanan social media atau micro blogging. Selalu ada wajah wajah baru dan antusiasme masyarakat untuk menjadi bagian dari penyuaraan civil jurnalism. Apapun bentuk dan isinya.
Antusias peserta dari Pesta Blogger Jogjakarta telah membuktikan.
Sekali lagi, mari kita tampik pengistilahan Pesta secara ‘ an sich ‘. Pesta Blogger tidak sekadar pesta , dalam pengertian pesta pora. Ada kepedulian disana. Ada persahabatan disana , ada ajang apresiasi disana dan ada semangat pewartaan di sana.
Penghelatan di Museum Nasional Jogja tidak sekadar itu juga. Simbol pembagian bibit untuk menanam pohon juga menarik. Simbol kepedulian lingkungan. Apalagi tarian hedong dan dolo dolo terakhir membawa semua peserta menari semua. Memang pesta yang tidak kehilangan esensinya.
Saya memang tak bisa menolak begitu banyak pro kontra tentang sebuah ide besar Pesta Blogger, dengan begitu banyak pemikiran di luar sana. Tidak sesimpel itu dan saya menghargai siapapun yang menolak simbol ini.
Should we proud living in democracy .
Hampir genap 8 bulan saya dan teman teman panitia lainnya mengurusi perhelatan ini, dan selalu saja menjadi sasaran tembak. Walau saya tidak pernah peduli.
Terima kasih Jogja atas pencerahannya malam itu. Ini menyadarkan saya untuk menuntaskan amanah yang tinggal sebentar lagi.
Acara di Jogja kemarin memang terlalu pendek. Saya masih kehabisan waktu untuk menyapa semua teman teman blogger disana. Setidaknya saya masih berharap seharian kelak tanggal 24 Oktober di Gedung Smesco, Jakarta Selatan. Kita akan bertemu kembali. Mari ramaikan ajang kopi darat skala nasional ini. Mari jabat tangan disana. Sampai bertemu di Jakarta.
photo : Gage Batubara
41 Comments so far...
Wawan Says:
18 October 2009 at 10:34 pm.
Sampai Jumpa kembali di Jakarta..
kami blogger gila akan datang meramaikan
serdadu95 Says:
18 October 2009 at 10:49 pm.
Semoga sukses acaranya Mas. Maap, saiya batal hadir.
** Siyal. Pas tanggal itu saiya ada kerjaan yg ndak isahh ditinggalkan. Padahal sudah saiya rencanakan untuk bisa hadir disana dan minggu yg lalu juga sudah registrasi. Benar-benar ndak beruntung saiya **
DV Says:
19 October 2009 at 6:07 am.
Wah, tulisan ini semakin “membakar” untuk datang ke Pesta Blogger! Salut dan sukses selalu, Mas Iman… salam dari jauh!
yans"dalamjeda" Says:
19 October 2009 at 6:42 am.
sayapun ingin mengatakan satu kata, keren!! Semangat dan antusias para blogger Indonesia patut diacungi jempol.
-alle- Says:
19 October 2009 at 8:03 am.
Kereta Progo sudah dibooking tuh. siap meramaikan jakarta :p
lilliperry Says:
19 October 2009 at 8:26 am.
wah, gak bisa ke jakarta… ![]()
tapi saya sudah salaman sama manusia kursinya di jogja kemarin..
hedi Says:
19 October 2009 at 9:24 am.
OOT buat Mas Iman/Gage: fotonya kok terkesan kebanjiran cahaya?
Herman Saksono Says:
19 October 2009 at 11:47 am.
Mas Iman… aku bukan Ketua CahAndong, melainkan Deputi Asisten Koordinator Acara.
Iman Brotoseno Says:
19 October 2009 at 1:05 pm.
Fickry,
Apartemen Sarinah bukannya tempat kumpul para G…?
Alle,
ke dufannnn habis PB
dewi Says:
19 October 2009 at 2:54 pm.
good job, mas! sampe jumpa di jakarta?
aminhers Says:
19 October 2009 at 3:04 pm.
Mudah2an acara puncaknya bisa di lihat oleh kami yg di LN, atau paling tidak di simpan di youtube etc. Thanks Mas Iman, sukses Pesta Blogger 2009
Helene Says:
19 October 2009 at 9:02 pm.
Semoga pesta blogger acara tgl 24 Oct juga sukses, dan semangat untuk para blogger Indonesia, di manapun berada….!!!
edratna Says:
20 October 2009 at 8:05 am.
Mas Iman dan teman-teman,
Mohon maaf, kali ini saya terpaksa tak bisa hadir pada pestablogger 2009.
Bukan karena mas Iman yang jadi ketua nya lho.
Awalnya rencana keberangkatan ke Papua tanggal 24 Okt malam hari…ternyata jadual berubah dan saya harus berangkat tanggal 21 Oktober 2009 malam, karena jadual mengajar saya di Bank Papua ,sejak 23 Oktober s/d 30 Oktober 09.
Semoga pestanya sukses…ditunggu oleh2 ceritanya ya.
Pesta Blogger Jogja 2009 » CAHANDONG.ORG Says:
20 October 2009 at 10:40 am.
[...] Iman Brotoseno [...]
Silly Says:
20 October 2009 at 10:42 am.
Berharap semoga beneran bisa hadir di PB 2009. Soal donor darah, dapat kabar dari PMI, permintaan mobil unit transfusi darah khusus untuk hari SABTU dan MINGGU, sudah tidak available sampai bulan januari 2010. Kecuali dihari biasa mas, masih available. Ah sayang sekali yah, padahal teman2 yang dijakarta sudah nunggu2 moment ini biar bisa bersama-sama, sehati mendonor, untuk solidaritas sesama, untuk Indonesia Satu…
Next Year, mungkin bisa dijadikan agenda mas, supaya jauh2 hari kita bisa pesan ke PMI. Mari kita tunjukkan kepedulian melalui Komunitas Blogger se Indonesia. Hidup Blogger.
Sukses untuk PB 2009, sukses untuk Mr. Chairman. I wish I can make it to PB 2009.
meong Says:
20 October 2009 at 2:11 pm.
tenang mas, santai aja, ga usah terbebani dg kemeriahan PB Jogja, hihihihihi
*ngacir dg pongah*
*disetrum*
mimut Says:
20 October 2009 at 5:12 pm.
semoga sukses acaranya… semoga aku bisa hadir… semoga gak ada kendala…
Aco Says:
20 October 2009 at 11:59 pm.
Acara di Jogja kemarin emang top banget. Bener-bener nendang.
Smg PB 09 24okt besok lancar dan sukses tanpa halangan berarti.
Amin
arham blogpreneur Says:
21 October 2009 at 9:41 am.
Kembali silaturahmi…
Blog kembali bersih.. peperangan(mafia blogger) yg mungkin ada diantara Blogger smoga bisa membaik… ikut hadir nanti
btw ngak tau gedung smesco dimana yah?
nirwan Says:
21 October 2009 at 7:17 pm.
Kemaren pas ke medan, kl gak salah, bang iman sempet singgah ke kantor. Dan kita tak jodoh untuk berjumpa. So, selamat sukses pesta blogger. cheerssss…
neng®atna Says:
21 October 2009 at 8:38 pm.
ini kopdar pertamaku *anak kecil belum ber-komunitas*.. sangat semangat mencari hal baru di pesta blogger
wah, asik ketemu oom
Wandi thok Says:
23 October 2009 at 10:28 pm.
Saya malah dereng nate nderek pesta blogger mas Iman, hasil-hasil pestanya apa aja mas? Masak hanya ketemu, menjalin persahabatan saja?
racheedus Says:
24 October 2009 at 6:52 pm.
Tak terasa, ternyata pesta blogger itu hari ini. Baru nyadar, saat lihat berita di tivi. Wah, ketinggalan.
Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...



