10 June 2008

Hollanda

Posted by iman under: OLAHRAGA .

Munchen 1988. Dengan bantuan teman perwakilan Garuda di Frankfurt, ticket semifinal dan final Piala Eropa 1988 sudah ditangan. Perjalanan ini memang sudah dirancang jauh jauh hari untuk seorang mahasiswa seperti saya. Berbekal karcis kereta api terusan Eurollpass dari Den Haag melintasi perbatasan Jerman Barat. Seingat saya seharga US $ 200 ( dulu Rp 400,000,- ) kita bisa sebulan naik kereta ke seluruh penjuru Eropa Barat. Sepuas puasnya bolak balik. Karcis ini hanya bisa dibeli di negara asal turis , karena memang ditujuan khusus untuk pelancong. Murah dan meriah. Beramai ramai bersama teman teman dari Delft dan Leiden.

Semalam Marco Van Basten, pelatih Belanda pasti teringat gol legendarisnya 20 tahun lalu saat bersorak untuk gol volley yang dilesakan Wesley Sneijder ke gawang Italy. Memang tidak sedramatis golnya yang menghujam gawang Renat Dassayev. Dalam final Belanda melawan Uni Sovyet waktu itu. Nyaris tidak mungkin, dari pojok kanan – hampir sejajar dengan tiang gawang – tendangan volley first time lewat sudut yang sempit. Gol Van Basten ini sampai sekarang tercatat sebagai gol terbaik sepanjang sejarah disamping gol Maradona ketika melewati 9 pemain Inggris di Piala Dunia 1986 di Mexico.

Rinus Michels, pelatih tim nasional Belanda pada piala dunia 1974 di Jerman ( Barat ) waktu itu mengatakan sebuah komposisi team nasional yang ideal adalah klub juara liga nasional plus. Maksudnya membangun hubungan chemistry team tidak mudah. Sebaiknya team nasional dibentuk dari mayoritas pemain klub juara, dan plus beberapa pemain dari klub lainnya. Jadi team nasional Belanda 1974 adalah Ayax plus 2 atau 3 pemain klub lainnya. Saat itu Johan Cruiff, Neeskens, Rob Resenbrink, Ruud Krol, Johny Rep, Van Han degem, Keerkhof bersaudara mempesona dunia dengan permainan total footballnya.

Beberapa pengamat mengatakan itulah team terbaik dunia selain kesebelasan Hongaria tahun 1954, Brazil tahun 1970 dan Argentina 1986. Hanya nasib sial, Belanda kalah di final melawan tuan rumah Jerman Barat.
Tapi itu dulu, ketika baru klub klub Spanyol yang sudah mulai memakai satu dua pemain asing. Sementara klub lainnya masih memakai seratus persen pemain lokal.
Jelas tak mungkin menerapkan metode itu sekarang. Juara juara liga di Eropa, umumnya sudah penuh sesak dengan pemain pemain asing. Bahkan Arsenal bisa sama sekali tidak memasang pemain Inggris asli dalam pertandingannya.

Jadi artinya tidak ada nasionalisme semu dalam sebuah sepak bola. Semangat kebangsaan sepakbola bisa kemana saja, selain bangsa sendiri melewati batas negara dan budaya. Karena tergila gila dengan permainan kolektif Ruud Gullit, Van Basten, Rijkard, Koeman, Van de Boer banyak orang Indonesia yang larut dalam teriakan teriakan supporter Van Oranje. Pada tahun 1913 di surat kabar De Express , Ki Hajar Dewantara sudah menulis Als ik eens Nederlander was, seandainya saya orang Belanda. But now we are the Dutchman. Siapapun bisa menjadi orang Belanda dengan modal kaos oranye dan terompet warna merah putih biru. Berdesakan bersama Margie, gadis Indo manado yang mooie dari Groningen di utara Belanda sana.

Ada yang bilang seandainya sepak bola bisa dijadikan agama, maka nabi nabinya seperti Pele, Cruiff, Maradona sampai Beckham dan Christiano Ronaldo akan membuatnya menjadi agama terpopuler di muka bumi. Ada prinsip prinsip demokrasi dalam sepakbola, yang tidak melihat gender, suku, ras, agama, dan afiliasi politik. Sekaligus bisa menjadi semangat pemersatu kebangsaan.

Saat Bambang Pamungkas dan team PSSI berlaga di Piala Asia tahun lalu. Keringat Islam, Kristen, Tionghoa, Betawi, Jawa, Muhamadiyah, NU bahkan siapa tahu Munarman juga bercampur dan larut dalam sorak sorai untuk setiap kejaran yang dilakukan pemain PSSI. Tak heran mengapa Gubernur dan Bupati dulu mengucurkan dana APBD untuk membangun klub sepak bola. Ada potensi suara rakyat disana. Vox Populi Vox Dei. Suara Tuhan adalah suara rakyat.

Dulu jamannya PSSI angkatan Iswadi Idris, setiap mereka akan bertanding di Senayan, jalanan mendadak sepi, dan orang orang cepat pulang dari kantor. Warung warung sudah dikerumuni yang ingin mendengarkan siaran langsung di radio. Karena jarang sekali siaran lewat televisi. Saya teringat suara bariton penyiar Sambas yang menyihir pemirsa dengan liputannya yang menegangkan.

“ Junaedy Abdilah menggiring bola dengan cepat..langsung dioper ke Andi Lala,..passing ke Risdianto..Ahhhhhhhhhhhhh…Sodara sodara, hampir saja ! “
Saat itu ibu saya selalu menyiapkan penganan , kopi teh untuk bapak dan teman temannya yang duduk setia mendengarkan siaran RRI ini.

Jangan salah, urusan bola juga bisa merembet ke rumah tangga. Perhelatan Piala Dunia atau Piala Eropa konon adalah saat saat yang dibenci para wanita dan istri. Sang suami tidak bergairah bicara topik lain kecuali sepak bola. Tidur cepat dan bangun tengah malam untuk begadang sampai pagi. Berteriak teriak, dan jika ada waktu senggang membolak balik koran yang membahas strategi setiap team.

“ I feel to be left out “ kata isteri seorang teman. Suaminya lebih mencintai Cesc Fabregas, gelandang elegan Spanyol.
Pimpinan negeri ini seyogya berterima kasih dengan Euro 2008, sehingga orang orang sudah kehabisan energi untuk meneriakan suara protes kenaikan BBM , harga dan issue issue lainnya.

Jadi wahai kaum wanita, jangan salahkan jika perhatian kekasih, suami dan pacar agak terbelah untuk sebulan ini. Jangan juga marah marah, karena para lelaki sangat sensitive dengan jatah tidurnya yang kurang.
Melihat Buffron termenung setelah gawangnya dibobol tiga kali oleh Belanda semalam, Saya tersenyum. Dit heft Marco Van Baten Geedan. Hanya Marco van Basten yang bisa melakukan. Mengalahkan Italy setelah 30 tahun. Perjalanan masih panjang, dari markas hotel mewah mereka – The Beau Rivage Palace – yang menghadap danau Geneve, van Basten masih harus meramu konsistensi team ini.

Saya tersenyum seolah de javu dengan gemuruh lautan oranye di bumi Bavaria 20 tahun yang lalu setelah Belanda menumbangkan tuan rumah Jerman Barat 2 – 1.
Tentu saja saya juga teringat Margie.
“ Alstublieft meisje..” dan dia mendekap saya. Erat erat tak ingin dilepaskan.

69 Comments so far...

Totok Sugianto Says:

11 June 2008 at 11:55 pm.

kata Hedi kita gak boleh menyebut team nasional kita dengan PSSI.. keduanya jelas beda.. bukan begitu Sam ?? 😀

aRdho Says:

12 June 2008 at 2:44 am.

Nederland wordt EK kampiooeeenn! 😀

rani Says:

12 June 2008 at 3:36 am.

yg aneh malah londo2 sekoridor saya mas. saya sendirian nonton belanda-itali kemaren, sementara mereka ngomel2 karena koridor sebelah berisik sama yg nonton sambil teriak2 dan bunyiin terompet

Donny Reza Says:

12 June 2008 at 9:01 am.

Cuma kok perasaan event2 akbar sepakbola selalu jadi ‘pengalih perhatin’ dari kejadian-kejadian yang terjadi di Indonesia ya? Jadi curiga … jangan2 SBY sengaja menaikkan BBM beberapa Saat sebelum Euro 2008 :))

adi Says:

12 June 2008 at 9:21 am.

kl posting yg kyk gini jd ketahuan tuanya mas iman, gyahahahaha
*ditimpuk pake nikon dslr*

rama Says:

12 June 2008 at 5:02 pm.

@Donny Reza : That’s a very progressive thinking 🙂

siska Says:

12 June 2008 at 6:04 pm.

coba kalo siaran EURO kali ini diblocked oleh salah satu tv berlangganan, dan ga free to air, hmmm masih rame tuh demo BBM 😛

ft Says:

12 June 2008 at 8:05 pm.

emang beh, menir2 dari negeri kincir angin sepertinya akan maju terus ke babak final euro 2008.. bravo holland..

salam kenal..!

elly.s Says:

12 June 2008 at 10:27 pm.

gak suka bolaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………..

sluman slumun slamet selalu Says:

12 June 2008 at 10:48 pm.

kalo jadi agama, pasti nurdin halid termasuk kaum penoda, penista, pemerkosa, perampok agama. ya kan?
😀

bangpay Says:

14 June 2008 at 9:02 am.

belandaaaaa!!!! 🙂

kyai gantheng Says:

15 June 2008 at 9:30 am.

kok dukung kompeni seh mas???? ****heran*****

meity Says:

15 June 2008 at 3:56 pm.

jadi tim belanda masih jalan terus atau udah selesai pak? saya ga berani nonton pertandingan langsung di tv, takut kebawa panik.

koprilia Says:

17 June 2008 at 11:02 am.

beneran mas, situ nggelandangnya sampai belanda??

Dyah Retno W.Suparwoto Says:

31 December 2009 at 2:46 am.

aub meijse…dan 3 keer kus nya itu lho..heheheh kangen ya sama Belanda.

Scott Park Says:

7 February 2010 at 6:42 pm.

Hey nice post.
Conerning VW failures, have you heard of the Volkswagen Phaeton? Can you believe it’s just a rebadged Bentley Continental GT? Sad, but true.
The VW Phaeton was a unbelievable fail in my opinion, the worst vehicle made by Volkswagen!

Its Official: VW Phaeton is a failure!

adelinaitaly Says:

14 April 2010 at 1:47 pm.

Good day!

I am new here and I just wanted to say hi!

Byebye

arroletab Says:

3 May 2010 at 12:22 pm.

[B]RoseLingerieStore.com[/B]
Whether you are looking for a first time Novelties or seeking to improve your adult toy collection, we have the Novelties for you. Whether you are a beginner and want to start with a discreet & small vibrator or someone who wants high tech sex toys, we have it.

[URL=http://www.RoseLingerieStore.com][B]vibrating[/B][/URL]

Gina Says:

26 November 2012 at 11:04 am.

I’m speechless. This can be a spreub blog and very attractive too. Nice work! That’s now not actually a lot coming from an newbie publisher like me, however it’s all I may just say after diving into your posts. Nice grammar and vocabulary. Not like other blogs. You actually recognise what you?re talking about too. Such a lot that you made me want to discover more. Your blog has develop into a stepping stone for me, my friend.

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
September 2021
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930