Urusan Kawin dan KPK

Kita harus sepakat bahwa ada segi positifnya dari reformasi dan turunnya Soeharto. Ada hal – yang tadinya tabu dan terlarang bagi pejabat publik – kini menjadi ruang pribadi yang tak bisa digugat. Misalnya masalah perkawinan.
Jaman Pak Harto , ada PP 10 yang justru mengatur hal hal seperti ini. Terus terang campur tangan sang istri , Bu Tien sangat terasa kental disini, Beberapa pejabat gagal jadi Panglima, Menteri bahkan Wapres karena kawin lagi. Jika Ketua MPR ada dalam jaman Orde baru, mungkin tak akan mendapat ijin menikah dari Pak Harto, karena bisa dianggap terlalu cepat menikah lagi. Baru 4 bulan yang lalu sang istri meninggal, kini sudah duduk di pelaminan lagi. Kurang elok, kata Bu Tien.
Walau secara hukum Islam ini sah sah saja. Wong manten halal dan sesuai ajaran agama kok dipersoalkan. Tapi Bu Tien memiliki persepsi lain. Dia selalu melihat dari sisi wanita. Jika ada istri yang dimadu, silahkan mengadu ke pimpinannya. Dijamin pangkat eselonnya tidak naik naik atau digeser dari jabatannya.
Itu dulu. Sekarang jaman sudah berubah. Urusan kawin, istri muda, poligami adalah ruang privat. Setidaknya ini menguntungkan bagi laki laki.

Lalu ada hal lain, yakni KPK. Kita juga harus angkat topi dengan hasil kerja KPK selama ini, walau ada kesan tebang pilih. Jaman orde baru hampir mustahil dandim atau Bupati masuk penjara. Sekarang jangankan Kolonel. Keluarga mantan Presiden, Jenderal, Gubernur, Menteri bisa bisa saja digiring ke dalam bui.

Urusan KPK tidak hanya menyidik atau menjebak para anggota Dewan atau pejabat Pemerintah lainnya. Ia juga masuk ke dalam urusan kado dari perkawinan pejabat publik. Jadi Hidayat Nur Wahid dan Diana Abbas Thalib tidak bisa seenaknya membuka kado dan memeriksa jumlah angpao yang diterima. Mereka harus membiarkan petugas KPK yang membuka satu persatu kado serta mengecek jumlah uang angpao yang diterima.
Padahal bagi penganten baru, membuka kado bersama sama di pagi hari yang cerah sungguh kegiatan yang menyenangkan.

Tapi bagaimana jika anak pejabat publik yang menikah ? Dengar dengar KPK akan menyambangi Sri Sultan HB X untuk meminta ijin membongkar kado dan angpao yang diterima anak dan menantunya. Bukankah mereka bukan pejabat publik? Betul, tetapi semua orang tahu undangan yang datang pasti melihat sang ayah yang gubernur.
Tapi kok perkawinan anak SBY dengan sang model tidak diutak atik KPK. Ya, itu yang mungkin dinamakan masih tebang pilih.
Tidak ada yang sempurna memang. Setidaknya kita mesti besyukur sudah ada pemberdayaan agar orang jera dan tidak seenaknya menjadi pejabat publik.
Kalau sudah begini semestinya reformasi mesti diakui ada hasilnya. Setuju ?

You Might Also Like

59 Comments

  • mbakDos
    May 14, 2008 at 11:06 pm

    saya juga baru mbatin gara2 liat infotainment yang menyandingkan tema KPK dan perkawinan

  • ilham saibi
    May 14, 2008 at 11:15 pm

    setuju om. tapi tebang pilihnya kudu diperbaiki. Setuju??

  • leksa
    May 14, 2008 at 11:32 pm

    saya hampir lupa kalo si Agus ga diperiksa dulu…
    hahahahah…

    Mas Iman Jeli juga… πŸ˜€

  • nothing
    May 15, 2008 at 12:23 am

    KPK, Komisi Pemeriksa Kawinan

  • ikram
    May 15, 2008 at 12:52 am

    Tidak semua pejabat mau memberi contoh baik. Mungkin masalahnya disitu.

  • Epat
    May 15, 2008 at 1:31 am

    KPK lagi dikejer target kali bung, katanya dah ngabisin ratusan milyard tapi hasilnya masih jauh dari yang di habiskan.

  • Ray
    May 15, 2008 at 1:32 am

    Besok lain kali pejabat kalo makan di warung makan (angkringan sekalipun) mintalah bon resmi, supaya suatu saat diaudit bisa menunjukkan bukti bahwa mereka membayar harga pas, tidak memeras dan lunas.

    *audit atau cari sensasi sih?

  • cak dh1k4
    May 15, 2008 at 3:10 am

    Mas mas namanya juga usaha, pilih pilih. pilih yang aman klo mo nebang pohon kalo ngak ntar digebuk ama penunggunya. hehehehee….

  • Nayantaka
    May 15, 2008 at 4:16 am

    HNW diuntungkan juga dengan pemeriksaan angpao itu kan? Mempertegas citra bersih.

  • Rystiono
    May 15, 2008 at 5:19 am

    Kalo ada yang bilang Reformasi nggak ada hasilnya…mungkin dia-nya yang keenakan pas orde baru dulu…

  • edratna
    May 15, 2008 at 6:04 am

    Kayaknya yang diperiksa KPK perkawinan anak pejabat kan, mas Iman? Lha kalau bukan pejabat, nanti yang memeriksa malah nelongso…..hehehe

    Wahh sekarang yang jadi pejabat negara, mikir juga ya kalau mau mantu, lha dulu kan kalau diperiksa, salah satu alasan tambahnya kekayaan yang cukup besar karena mantu ini, dan tak dapat ditelusuri dari mana asal usulnya. Padahal kalau menyumbang gede, pasti penyumbang ingin diketahui dong…mosok cuma ditaruh dalam amplop tanpa nama….

  • kw
    May 15, 2008 at 7:11 am

    kerja kpk sampai segitunya ya… andai ada “saya” ngasih kadi 1 triliun, apakah “saya” akan di usut juga? ha ha

  • Anang
    May 15, 2008 at 7:28 am

    resiko jd orang besar dan pejabat di negara sarang tikus kantor. eh tp itu bukan atas inisiatip si HNW?

  • Adhini Amaliafitri
    May 15, 2008 at 7:33 am

    Kalau sudah begini semestinya reformasi mesti diakui ada hasilnya. Setuju ?

    Yup, setuju!
    walau belum menyeluruh, tapi pemerintahan kali ini bisa lebih mendayagunakan fungsi KPK lebih baik di banding pemerintahan sebelumnya.

    HIDUP PAK SBY!!
    kekekekekekekkk… πŸ˜‰

  • snydez
    May 15, 2008 at 7:44 am

    lha, kalo saya ngasi angpao anonimus, tapi sebesar 1 juta misalnya,
    di sita ga?

  • jeng endang
    May 15, 2008 at 7:57 am

    kado kan ruang privat?

  • dewi
    May 15, 2008 at 8:21 am

    dulu khan waktu jamannya anak sby merried, KPK belum se ngetrend skarang mas. abisnya al amien ditangkap belakangan sih.. hihihi

  • mayssari
    May 15, 2008 at 8:28 am

    tapi bagaimana urusan yang lain? sampah, pencemaran, fakir miskin dan anak terlantar, pengangguran yang melimpah, kejahatan di mana-mana….
    siapa ya yang ngurusi mereka?

  • Fitra
    May 15, 2008 at 8:49 am

    makanya jangan mau kawin sama pejabat…apa2 diperiksa sama KPK…..kawinlah sama orang KPK aja….biar meriksa sendiri….hahahhaha

  • cK
    May 15, 2008 at 9:33 am

    walah, kalau kadonya lingerie gitu gimana ya? πŸ˜• saya membayangkan pas KPK buka kado, tau-taunya kado semacam s*xtoy atau sejenisnya.. πŸ™„

  • tukangkopi
    May 15, 2008 at 10:09 am

    ingatan saya jadi menerawang ke masa dulu jaman orde baru. pengaruh Ibu Tien itu ternyata ndak bisa diremehkan ya, Mas. sekali2 mbok ya cerita tentang ibu ini.. πŸ˜€

  • Setiaji
    May 15, 2008 at 10:09 am

    Reformasi ada hasilnya ? iya lumayan ada hasilnya walaupun jauh dari harapan sebelumnya, semua berproses, semoga prosesnya juga tidak terlalu lama πŸ™‚

  • david
    May 15, 2008 at 10:28 am

    Kalau ngga salah nihh…, Pak Ketua MPR yang mengundang KPK untuk memeriksa Kadonya…, jadi kasih undangan ke KPK untuk periksa AngPao karena sudah masuk wilayah Sub Gratifikasi..,
    gicu lhoo…, sedangkan ke Sultan kayak KPK terinspirasi dari undangan Pak Wahid.., karena waktunya hampir bersamaan. (positif thanking ON πŸ˜‰ )

  • Donny Reza
    May 15, 2008 at 12:24 pm

    untungnya pak Hidayat malah mendukung hal tersebut sih, cuma kan di angpao itu gk ada namanya… jadi gk ketauan ‘pelaku’-nya.

  • Nazieb
    May 15, 2008 at 5:10 pm

    Owalah… ngasih aja enggak.. malah ikut-ikut mbongkar..

  • Totok Sugianto
    May 15, 2008 at 5:10 pm

    saya setuju… maju terus KPK.. πŸ˜€

  • andrias ekoyuono
    May 15, 2008 at 5:20 pm

    apresiasi positif juga layak diberikan ke pak Antasari Azhar (ketua KPK), yang pada waktu terpilih sempat banyak mendapat tanggapan miring tentang kredibilitasnya, eh malah jadi Ketua KPK pertama yang menggeledah kantor DPR. Semoga pak ketua KPK kita ini terus mempertahankan performanya, dan tidak kehabisan energi di tengah jalan

  • Donny Verdian
    May 15, 2008 at 5:30 pm

    Hehehe… nanti nunggu SBY punya cucu, KPK seharusnya ngecheck sumbangan bayi sejak aqiqah, tedhak siten dan seterusnya.

    Berani gitu KPK ?

  • Fachia
    May 15, 2008 at 10:10 pm

    @ Donny, Wah tambah berat tuh tugas KPK

  • rievees
    May 15, 2008 at 10:12 pm

    Mungkin ga ya KPK dateng ke kawinannya karna pengen makan gratis? πŸ˜›

  • Ersis Warmansyah Abbas
    May 15, 2008 at 11:27 pm

    Ya harus diakui … gerakan memberantas korupsi semakin bagus, semoga berlanjut ke tindakan tuntas … nantinya preventif.

  • Hedi
    May 15, 2008 at 11:48 pm

    karena waktu SBY mantu, KPK-nya masih melempem

  • mitra w
    May 16, 2008 at 12:11 am

    huhuhuhu, makanya acara married ga usah gede2, mending bulan madunya aja yang habis2an πŸ˜€

  • aRuL
    May 16, 2008 at 12:15 am

    eh waktu nikah SBY itu sudah ada KPK blum? atau tugasnya udah sampe ke situ yah? *sekedar tanya aja*
    iyah kita harus mengakui bahwa kiprah penegak hukum sudah mulai ada.. .tapi tetap aja masih ada yg blum disentuh terutama yang dekat dengan pejabat. tapi kalo sudah dekat dengan musuh bebuyutan pasti akan selalu disidik πŸ˜€ hehehe
    fenomena kepemimpinan kali yakz ;D

  • sluman slumun slamet
    May 16, 2008 at 12:52 am

    ooo, mas iman mau kawin lagi ya?
    πŸ˜€

  • Silly
    May 16, 2008 at 8:31 am

    Setuju… KPK mulai menunjukkan “gigi”-nya sepertinya πŸ˜€

    (gatel pengen ngetik terus, tapi lagi belajar kome pendek2, kayak mas iman πŸ™‚ )

  • ika
    May 16, 2008 at 9:26 am

    saya acungkan tiga jempol untuk KPK. keyen! πŸ˜€

  • calonorangtenarsedunia
    May 16, 2008 at 9:46 am

    Mas Iman mau kawin lagi? Bukan PNS kan, Mas?

    *digampar*

    Tapi apa ga terlalu berlebihan ya kelakuan KPK nya?

    Saya malah takutnya itu cuma sekadar cari nama biar mereka terkesan ‘kerja’ dan ga cuma terima gaji buta.

  • meiy
    May 16, 2008 at 9:59 am

    mestinya tebang pilih di hph malah tidak berjalan ya, setidaknya ada arah perbaikan kinerja ya mas.

  • -may-
    May 16, 2008 at 10:52 am

    Hehehe.. baru mau nulis tentang ini juga, keduluan πŸ˜‰

    Pas nonton infotainment itu, ibu saya ngomong begini, “Untuuuungg, Nduk, pas mantu kamu bapakmu bukan pejabat. Kalau pejabat, terus sumbangannya tamu di-cek sama KPK begini, BAPAKMU BISA MALU SAMA TAMU-TAMUNYA”.

    Menurut Ibu (yang “sangat Jawa sekali”) nggak ilok kalau orang lain tau jumlah sumbangan yang dikasih oleh masing2 tamu. Apalagi kalau nanti ada tamu yang diutik2 karena dianggap ngasih terlalu banyak.

    Saya sih setuju KPK mau mengurus korupsi.. tapi.. gak pantes juga rasanya kalau pernikahan (suatu event keluarga) juga diutik2. Lha.. coba bayangkan, kalau misalnya salah satu tamunya HB adalah Sultan Brunei atau Sultan Johor. Atau setidaknya sesama raja Jawa, PB. Tentunya, sebagai sesama sultan, mereka bakal merasa kurang pantas kalo nyumbangnya sedikit. Takut dianggap nggak menghargai yg ngundang. Noblesse Oblige aja, bukan karena mau nyogok.

    Teruss… kemudian yg begini bakal diungkit KPK? Kasihan tuan rumahnya, pasti ngerasa nggak enak sekali sama tamunya πŸ™‚

  • balibul
    May 16, 2008 at 11:58 am

    emang kawinan penggede itu masih pake angpao yah. ga langsung internet banking? emang angpao bisa jadi indikasi awal ya mas?

    btw, jadi kah sabtu subuh ke pengalengan?

  • nico
    May 16, 2008 at 3:47 pm

    katanya sih inisiatif kedua belah pihak. jadi, kalo satu ga inisiatif, yang satunya lagi ya ga inisiatif juga:D

  • EsTehTawarβ„’
    May 16, 2008 at 4:29 pm

    Jadinya skrg KPK nongkrongin pejabat kawinan toh.

  • syiddat
    May 16, 2008 at 6:27 pm

    waspadalah…. waspadalah….

  • arif
    May 17, 2008 at 8:46 am

    Waktu lihat berita itu (lupa di infotainmen atau berita beneran) saya juga sempat mbatin. Kok hanya HNW yang diperiksa hadiah perkawinannya? Bagaimana dengan pejabat yang mantu anaknya. Kan banyak tuh.

    Saya masih menunggu KPK memeriksa semua pejabat dan menggunakan azas pembuktian terbalik. Pasti bui akan ramai. Isinya bukan maling ayam melainkan pejabat.

  • nindityo
    May 17, 2008 at 12:37 pm

    mosok sih SBY mantu gak diperiksa? lha wong kepala kanwil mantu aja diperiksa kok? jujur saya malah bingung kenapa digedhe-gedhein kalo HNW diperiksa KPK.. itu standar kok. Yang lain juga sama.. cek deh.
    dan yang bikin heran kenapa diperiksa KPK identik dengan “malu” ?
    itu biasa dan aturannya juga begitu. bukan karena HNW salah trus diperiksa ato “bikin bapakmu malu kalo amplop kawinanmu diperiksa”, bukan itu, ini semata karena masih ada korupsi dan kita perlu contoh ke masyarakat bahwa sekarang pejabat kawin (ato ngawinin) diperiksa.
    ntar kalo dah gak ada korupsi.. ngapain juga diperiksa .. iya toh..

  • taufikasmara
    May 17, 2008 at 7:53 pm

    Mas, pernikahan Agus dulu kan ketua KPKnya kan lain… Jadi, beda ketua, beda kebijakan.
    Mengenai memeriksa kado ini, apa tidak terkesan kalo KPK itu ‘suuzhan’ ya, Mas? Kalau seorang tamu ngasih kado duit 100 juta, apa otomatis dianggap bakal ada korupsi? Aku aja gak pernah ngebayangin kalau bakal ada korupsi dalam seremonial pernikahan yang sakral itu.
    Ato malah kita yang Suuzhan sma KPK karena nganggap mereka over acting ato cari muka?

  • torasham
    May 17, 2008 at 11:36 pm

    tapi saya salut buat pak nur wahid. ikhlas bener diperiksa seperti itu. Ente emang nomer wahid pak……

  • dian
    May 18, 2008 at 2:00 am

    tulis ttg ibu tien persen donk, mas hehhehe

    waktu anak SBY nikah dulu, mungkin belom se hot sekarang ini. tapi kado kok pake diperiksa sih

  • wieda
    May 18, 2008 at 2:14 am

    wah Ngarso dalem saja rela se rela2 nya kado2 pernikahan putrinya di periksa…
    padahal dari lahir ceprot Ngarso Dalem itu sudah raja….hehehehehe

    Dulu temanku anak pejabat pas menikah dapat kunci mobil 5….laah aku pas menikah kadonya kebanyakan “pisuhan” dari sobat2 ku……ndak ada yg ngasih “gantungan” kunci…palagi kuncinya

1 2

Leave a Reply

*