HUJAN

Sahabat saya seorang produser selalu mengumpat jika yang namanya hujan datang dengan derasnya. Baginya hujan adalah malapetaka jika sedang syuting, karena secara otomatis budget produksi akan membengkak karena syuting tertunda, set yang porak poranda, cancellation fee untuk lokasi, serta penambahan hari syuting. Hujan juga menjadi momok bagi sebagian penduduk Kaliadem di lereng Merapi , karena berpotensial membawa lahar dingin dari puncak merapi. Belum lagi, jalanan macet karena genangan air, becek dan segala sumpah serapah keluar dari orang orang yang merasa kegiatannya terganggu dengan si hujan.

Bagi saya, hujan selalu membawa nikmat, entah kenapa perasaan saya bisa melankolis melihat derasnya bercucuran dari langit. Selain udara yang menjadi bersih, aroma basahnya air, gerakan air yang mengalir turun di jendela membuat daya khayal saya meronta ronta menembus ruang dimensi. Kreativitas bisa saja muncul dalam suasana ini. Membahana, lepas dan penuh pemikiran yang imajinatif. Jadi ketika syuting iklan kartu kredit BRI tiba tiba harus berhenti karena air yang dimuntahkan dari langit, saya mencoba menyendiri menikmati dengan secangkir jahe hangat serta Ipod di telinga saya. Tiba tiba saja kepala saya sudah dipenuhi berjuta ide ide untuk pekerjaan selanjutnya. Apa yang lebih nikmat bagi seorang pekerja seni dengan memiliki cadangan kreativitas di isi kepalanya ?


Ketika banyak orang beradab di kota besar memaki maki hujan yang turun, justru sebagian suku suku di pedalaman Kalimantan mengganggap hujan selalu membawa berkah dan bisa menghapus azab atau wabah penyakit yang menimpa kampungnya. Hujan selalu dianggap bisa menghapus jejak jejak masa silam., dan melegakan udara. Seperti analogi orang menangis bisa melegakan perasaan dan menghapus emosi. Namun bedanya hujan airmata bisa membuat orang terbuai dengan sifat kejujurannya. Apakah kita bisa mempercayai hujan airmata Mulan Kwok di infotainment misalnya, ketika sambil berderai derai bercerita betapa jahatnya Dani Ahmad. Sementara sewaktu mengurus masalah pemakaian lagu Dewa untuk sebuah iklan, Mulan dengan wajah berseri seri berada di ruang kerja rumah Dani. Padahal Maia yang sedang melakukan ibadah umroh mungkin saja menangis tersedu sedu meminta petunjuk Tuhan di tanah suci.

Tidak ada yang salah dengan hujan air mata. Namun hujan bisa mempersaingkan masa kini, dan membersihkan masa lalu. Airmata hanya emosi dan hujan adalah kejujuran. Maka ketika sore ini hujan turun kembali dengan petir yang garang, hati saya meluap luap gembira menyambutnya. Kerinduan itu menjerit jerit meminta nafas keluar. Pantas saja penyair Sapardi Joko Damono begitu romantis menulis salah satu puisinya,
…………..Tak ada yang lebih tabah dari pada hujan bulan Juni,
di rahasiakannya titik rindunya kepada pohon berbunga itu
( HUJAN BULAN JUNI , 1989 )

You Might Also Like

43 Comments

  • venus
    May 18, 2007 at 11:36 pm

    saya menyukai hujan. selalu. kalo gak mau dibilang memuja hujan, hehehe…

    wangi tanah basah, dan lain-lain, dan lain-lain…

  • venus
    May 18, 2007 at 11:49 pm

    saya jwb di sini komen njenengan ya mas? hihihi…

    makasih tawarannya, tapi klipnya udah selesai, saya lupa siapa sutradaranya, tapi bikinnya di ancol. waaaa…harusnya mas iman aja yak 😀

  • ekowanz
    May 18, 2007 at 11:51 pm

    wah sama…
    saya juga suka hujan, tp bukan kehujanan loh ya 😀
    Kalo pas hujan itu emang enak kl mengkhayal, bakalan dapat banyak ide, trus setelah hujan reda ide td ditulis apa direkam.

  • agga ayu
    May 19, 2007 at 12:25 am

    waktu ngomel hujan yang turun terus-menerus di vancouver saya diomeli seorang nenek yang bilang kalo hujan itu penting bagi petani mereka. sejak itu saya gak pernah ngomel lagi soal hujan:)

  • Innuendo
    May 19, 2007 at 3:45 am

    yg aku gak suka, setelah hujan. rasanya kok sepiiiii banget.

    lagu buat mulan, apa ? airmata buaya ? lol gak ada ya judul lagu itu di dewa hehe

  • -ian-
    May 19, 2007 at 4:26 am

    hujan selalu menciptakan inspirasi,,,

  • sutrisno mahardika
    May 19, 2007 at 5:06 am

    hujan….kalo sambil minum kopi baru mantap!

  • Linda
    May 19, 2007 at 6:13 am

    hujan itu brarti rejeki 🙂

  • trian h.a
    May 19, 2007 at 9:33 am

    yang paling membuka, saat hujan rintik-rintik. ritmis, memainkan sebuah nada yang khas.

  • cahyo
    May 19, 2007 at 9:42 am

    jadi inget lagunya :

    “hujan..di malam minggu..;-)

  • kenny
    May 19, 2007 at 11:49 am

    suka gerimis gemerciknya menggoda,gak suka hujan biasanya sehabis hujan terasa begitu sangat sunyi

  • ::abi::
    May 19, 2007 at 3:35 pm

    di kupang sini, dan NTT pada umumnya, hujan begitu langka (kecuali pd daerah dataran tinggi). air begitu dihargai, termasuk air sungai, tak heran mereka tidak melakukan buang hajat/ mencuci di sungai. saya merindukan hujan..

  • Nico Wijaya
    May 19, 2007 at 4:13 pm

    hujan ya..hemm jadi inget pas ujan-ujanan abis pulang dari KKN. waktu itu agak deras dan anginnya pun cukup kenceng. tapi karena udah dijalan, ya terpaksa tetap melaju. seru pastinya 🙂

  • elly.s
    May 20, 2007 at 12:45 am

    walah aq malah tertarik sama “gosip” dewa itu he he he..
    Apa iya mas??? terus terus???

  • Ny. Satya
    May 20, 2007 at 8:34 am

    Hujan itu hanya enak bila dinikmati dari jendela kamar yang hangat sambil ditemani secangkir kopi kali ya??

  • DenaDena
    May 20, 2007 at 2:49 pm

    tau ngga mas, pas baca tulisan ini, aku lagi dengerin lagunya Ebiet, Pas baca alenia terakhir jadi merinding. Indah…. Top dah, pinter bikin film plus pinter nulis juga. Pasti romantis nih orangnya hehehehe..

  • gita
    May 20, 2007 at 11:44 pm

    saya suka hujan apalagi klo aroma tanah yg kesiram air hujan gitu…lebih sedep dr aroma pohon cemara

  • TaTa
    May 21, 2007 at 7:27 am

    saya suka banget sama hujan..membangkitkan memori saya waktu kecil cuma bersinglet berhujan2an bareng temen2 yg cowo2 semua hahahaha

  • erander
    May 21, 2007 at 11:38 am

    Jadi ingat tulisan Billy PS Lim di buku Berani Gagal : “Musim panas menyenangkan, hujan itu menyegarkan, angin membangkitkan semangat, salju membawa kegembiraan, tidak ada yang namanya cuaca buruk. Yang ada hanya bermacam2 jenis cuaca yang baik.”

  • rievees
    May 21, 2007 at 12:42 pm

    Kalo gitu tinggal di kota hujan aja mas a.k.a Bogor.. Enak dechm adem =)

  • Pinkina
    May 21, 2007 at 1:45 pm

    romantis bgt

  • maya
    May 21, 2007 at 3:59 pm

    saya suka hujan dan hujan-hujanan , dari kecil ampe sekarang rasanya sama…fun!!!! :d

  • manler
    May 21, 2007 at 11:13 pm

    Gw suka bau tanah kala awal hujan baru turun…
    hujan + roti sumbu + minuman hangat pasangan serasi kata orang…

  • ibunyaima
    May 22, 2007 at 10:14 am

    Huahahaha.. Mas, waktu baca paragraf awal, langsung inget “Hujan Bulan Juni”. Eeeh.. ternyata di penghujung tulisan dikutip juga 😉

    Tapi kalo Mas terkesan pada bait pertama, saya lebih termehek2 dgn paragraf terakhir:

    “Tak ada yang lebih arif
    dari hujan bulan juni
    dibiarkannya yang tak terucapkan
    diserap akar pohon bunga itu”

    .. sesuatu yg tak terucapkan, so romantic and so sweet 😉 Ini sesuatu yg saya tulis lebih dari setahun yg lalu tentang puisi yg sama 😉

  • BH
    May 22, 2007 at 11:33 am

    Koreksi dikit “…………..Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni,
    …” Jadi ga pake kata “pada”

  • triadi
    May 22, 2007 at 3:54 pm

    hujan teringatkan aku…
    pada satu rindu..
    dimasa yang lalu..
    saat mimpi masih indah bersamamu

    terbayang satu wajah
    penuh cinta penuh kasih
    erbayang satu wajah
    penuh dengan kehangatan
    oh…ibu…

    wah sori ni jadi nyanyi
    na kalo opick liat ujan, inget ibu, jadi lagu…:)

  • kw
    May 22, 2007 at 4:13 pm

    aku kadang suka dan gak suka. sukanya bisa main hujan-hujanan di lapangan sambil main bola.

    gak sukanya, saat hujan turun tengah malam, saat nyenyak tidurnya, eh ada genting yang bocor…

    basah deh

  • ajitekom a.k.a kodokijo
    May 23, 2007 at 5:30 pm

    #HUJAN#
    Novelis : bisa jadi inspirasi untuk menulis cerita
    Blogger : pasti timbul banyak ide kalo gabis kehujanan
    Player : pikirannya langsung mesum cari mangsa
    Programmer : makin semangat coding saat hawa hujan tiba
    Pemancing : langsung minggir cari tempat teduh sambil bakar rokok

  • endangwithnadina
    May 24, 2007 at 6:45 am

    hujan, kopi panas, kue, cengkrama bersama suami dengan anak2 di pangkuan…

    tapi aku kesal dikit sih kalo hujannya pas mau pergi atau sedang di perjalanan…agak terhambat gitu lho..

  • aaqq
    May 24, 2007 at 9:14 pm

    hujan.. jahe hangat (buat saya kopi).. dan ipod.. what a perfect combination…

  • muthe
    May 26, 2007 at 1:51 pm

    hujan? emang paling enak kalo hujan, sore2.. soalnya kal pagi2 cucian nggak kering kan bau lembab gak enak (macem mak-mak aja rupanya awak ni). kalo sore2, paling saya jadinya telat balik ke rumah, karena nongkrong di kampus sampai hujan reda. hujan sealu enak, bawa kesejukan. sambil minum kopi hangat..enak!

    tapi cuaca cerah juga enak, bisa liat langit, liat bentuk awan yang bermacam2 kayak gulali,meskipun silau dan panas. intinya sih seharusnya kita tu proporsional. gak lebih menyukai sesuatu dibanding yang lain….hehehehehe

  • Bintang
    May 30, 2007 at 12:00 am

    aku seneng banget kalo habis hujan..aroma tanah itu loh yang bikin bahagianya diriku..hehehe..tapi sayangnya ditempatku gak pernah hujan..setelah 5 tahun disini baru merasakan hujan seharian yah dibulan dec thn kemaren

  • bebek
    May 30, 2007 at 9:27 am

    kalo sayah so-so ajah pak memang fenomena alam yang namanya hujan… karena memang terkadang hujan itu bikin sengsara… terutama bagi umat yang kerjaannya naek angkot atopun bus kota…
    kalo lagi ujan pasti tereak2 takut dan bingung kalo basah…
    hayooow semuanya yang bilang suka hujan?? apakah selamanya ga takut akan basah?? :p

  • mei
    May 30, 2007 at 12:01 pm

    iya mas iman, hujan memang selalu bikin perasaan jadi melankolis

    btw tentang si mulan, dia ganti haluan ya pak??

  • Maryulis Max
    June 4, 2007 at 11:45 am

    Hujan…
    selalu ada tawa dan tangis yang mengiringinya

  • wku
    June 4, 2007 at 8:27 pm

    entah apa jadinya dunia jika tanpa hujan… tanah kering… sungai kering… sumur kering… kerongkongan kering… ujung-ujungnya dompet kering…

  • NiLA Obsidian
    June 4, 2007 at 11:30 pm

    hujan pertama setelah kemarua panjang……
    huaaaa….wangi tanah kering terkena tetesan hujan pertama….
    hmmmmmm….aroma yg tak tergantikan oleh parfum merk manapun….

    Apa kabar mas…? aku ga banyak ketinggalan berita kan?

  • za
    June 5, 2007 at 4:58 pm

    sama sama….^^, zajuga suka ujan…palagi ngliyatin pantulan air ujan yang jatuh ke kubangan air… Bau tanah…. dan berasa seger….

    *sambil liyatin ujan dari balik jendela*

  • wulan
    June 6, 2007 at 5:14 pm

    ikutan komen aah di sini juga lagi sering hujan. Kalo hujan, gw senangnya pas gw ada dalam rumah. Dan rasanya lega sekali bisa bilang: ugh untung udah di rumah jadi ga kehujanan. Terus minum teh deh

  • pyuriko
    June 7, 2007 at 12:22 pm

    senang kalo ada hujan yang membasahi bumi ini…

    tapi jangan sampe datangnya hujan membawa kesusahan tersendiri… (banjir)

  • Anton William
    June 7, 2007 at 2:43 pm

    Saya suka hujan.. Benar.
    Tapi saya tidak suka hujan di kota Bandung, hujannya bikin becek. Belum lagi kalau air hujannya menyerbu tumpukan sampah, bau deh..

    Sejak itu saya jadi sebal sama hujan, hujan Bandung. 😛

  • Nona Nieke,,
    July 3, 2007 at 1:47 am

    aku juga suka hujan..
    karena kalau hujan turun,
    aku gak nangis sendirian lagi..

    🙂

  • Rent Property
    April 7, 2010 at 7:47 pm

    You got some great ideas there. I did a search on the issue and learnt most peoples will agree with your blog.

Leave a Reply

*