2 June 2008

Tentang Pancasila

Posted by iman under: BERBANGSA .

Udara panas bercampur asap rokok bercampur dengan suara suara teriakan, gumaman dan kadang hening dari 62 orang yang bersidang di bekas Gedung Volksraad, Jalan Pejambon. Hibangase Yosio, wakil Jepang yang duduk di Dokuritu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia sesekali mencatat perdebatan untuk dilaporkan kepada Gubernur Militer Jepang, Seguchi Yamamoto.
Dr.Rajiman sebagai Ketua BPUPKI melontarkan pertanyaan kepada anggota sidang,
“ Jadi apa dasar negara kita kelak ? “
Setelah Muhammad Yamin dan Soepomo menyampaikan pidatonya tentang dasar negara, pada tanggal 29 dan 31 Mei 1945. Giliran Soekarno memukau dalam pidatonya tanggal 1 Juni. Ia sudah menyebutnya dengan kata ‘ Pancasila ‘.
“Saudara-saudara! “Dasar-dasar Negara” telah saya usulkan. Lima bilangannya. Inikah Panca Dharma? Bukan! Nama Panca Dharma tidak tepat disini. Dharma berarti kewajiban, sedang kita membicarakan dasar. Saya senang kepada simbolik. Simbolik angka pula. Rukun Islam lima jumlahnya. Jari kita lima setangan. Kita mempunyai Panca Inderia. Apa lagi yang lima bilangannya?
Namanya bukan Panca Dharma, tetapi – saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi. “


Berpuluh puluh tahun meloncat dari labirin waktu dan menjadi saksi mata perjalanan bangsa ini. Sampai sekarang Panca Sila masih menjadi sebuah tatanan utopia. Sendiri di atas awang awan sana, yang tak pernah bisa saya mengerti sampai sekarang.
Celakanya sejak saya kecil, besar dalam penulisan sejarah orde baru yang integralistik. Pancasila menjadi dogma yang bisa menangkap, memasung bahkan membunuh atas nama pembangunan nasional. Pancasila juga mencabut hak hak perdata dan sipil seseorang. Ia sekaligus menentukan hajat hidup orang banyak.
Sekian lama itu rezim orde baru menjadikannya simbol dan dogma. Ia selalu dihormati dalam acara seremonial Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober, sebagai simbol kegagalan PKI.
Menggelikan, sampai brainwash ini, bisa memasuki semua sektor kehidupan saat itu. Bahkan ada sebuah film horror tahun 80an, disitu sang setan bicara tentang Pancasila kepada penduduk desa.

Soekarno sendiri mengakui dia bukan pencipta Pancasila. Nilai nilai yang terkandung itu sudah ada dalam diri bangsa Indonesia sejak lama. Disadari atau tidak. Ia mengatakan hanya sekadar ‘ penggali ‘ nilai nllai itu. Tapi ia sendiri mungkin tak menyadari bahwa bahwa nilai itu terlalu indah untuk dibayangkan, sekaligus sulit dijalani.
Ia mungkin terlalu bangga dan bahkan menawarkan ide Panca Sila kepada negara negara dunia ketika berbicara di sidang umum PBB. Baginya Pancasila adalah sebuah identitas untuk menandingi teori Marxis atau Kapitalisme liberal. Soekarno dan juga Soeharto penerusnya ) tidak pernah benar benar menjalani ide itu dalam alam nyata. Membiarkan terus menjadi dogma dogma.

Ini bisa dijelaskan mengapa paham atheis – yang menganggap agama racun – pernah eksis di di negeri ini, Pancasila juga menjadi stempel pembungkaman hak asasi manusia jaman orde baru sampai sekarang ketika Pancasila hanya termenung melihat aksi kekerasan yang diperlihatkan para pendukung sektarian seperti Front Pembela Islam.
Padahal Soekarno sendiri menyebut inti dari Pancasila adalah gotong royong.
“ Sebagai tadi telah saya katakan: kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus men-dukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Van Eck buat indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, – semua buat semua ! Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan “gotong-royong”. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong royong! Alangkah hebatnya! Negara Gotong Royong! “

Suatu saat Pancasila hanya dipelajari dalam text book ide ide besar di perpustakaan yang berdebu, seperti Sosialismenya Sutan Syahrir atau Demokrasi Islamnya Bung Hatta. Padahal kita bisa mengakui nilai nilai dalam Pancasila mengandung ajaran universal yang melompat jauh. Ia bisa membebaskan primordial dan belenggu etnis dan agama.
Pertanyaannya, apakah masih relevan dengan generasi hip hop MTV atau sekian puluh partai partai politik. Siapa yang akan mengusungnya ?

Mungkin sampai akhir hayatnya, dr. Rajiman tak pernah bisa mengerti perdebatan panjang melelahkan selama beberapa hari. Karena pada akhirnya tim perumus diperas menjadi hanya Panitia sembilan yang kemudian memutuskan dasar negara ini.
Ia sudah menduga kalau Pancasila akan menjadi landasan yang sebenarnya jauh dari kehidupan bangsa ini. Dari desa bernama Walikukun, Ngawi tempat ia memutuskan mengabdikan dirinya pada kesehatan masyarakat. Dr. Rajiman menulis buku pertama yang membahas tentang Pancasila pada tahun 1948. Semua uraian dan jawaban Bung Karno tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, dimasukan ke sebuah pengantar dalam penerbitan buku tersebut.
Sambil sesekali memandang deretan hutan jati di daerahnya, barang kali ia teringat puisi yang dibacakan Muhammad Yamin di sela sela persidangan BPUPKI.

Abadilah Republik Indonesia
Untuk selama-lamanya,
Yang dilindungi tumpah-darah
Benua kepulauan yang indah,
Antara cakrawala langit yang murni
Dengan bumi tanah yang sakti.

Di samping teman, di hadapan lawan
Negara berdiri ditakdirkan Tuhan,
Untuk keselamatan seluruh bangsa
Supaya berbahagia segenap ketika;
Berbudi setia, tenaga Merdeka
Dengan menjunjung kedaulatan Negara.

Di atas abu negara kedua
Kami membentuk negara ketiga,
diiringkan lagu Indonesia Raya;
Di bawah kibaran bendera bangsa,
Di sanalah rakyat hidup berlindung,
Berjiwa merdeka, tempat bernaung.

Kami bersiap segenap ketika,
Dengan darah, jiwa dan raga,
Membela negara junjungan tinggi
Penuh hiasan lukisan hati:

Melur-cempaka dari daratan
Awan angkasa putih kelihatan
Buih gelombang dari lautan.

Hati yang mukmin selalu meminta
Kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Supaya Negara Republik Indonesia;
Kuat dan kokoh selama-lamanya
Melindungi rakyat, makmur selamat,
Hidup bersatu di laut-di darat.

65 Comments so far...

hanggadamai Says:

2 June 2008 at 6:53 pm.

sekarang saja banyak yg lupa sila2 pnacasila…
klau isinya aja lupa bagaimana mw mengerti makna yg sesungguhny…

venus Says:

2 June 2008 at 6:57 pm.

sedih liat berita di tivi. mereka yg main gebuk itu ngerti esensi ‘lima dasar’ ini gak sih? dan mereka yg ga punya nyali nangkep dan menindak mereka, terbuat dari apa mereka sebenarnya?

benci banget. bener2 negeri dagelan. sontoloyo.

Epat Says:

2 June 2008 at 7:03 pm.

Bangsa ini memang sungguh-sungguh kaya!, sumber daya alam, sumber daya manusia, wilayah yang luas terbentang, beraneka ragam suku bangsa, filosofi-filosofi dengan para filsufnya, proffesor, doktor-doktor, pakar dan pengamat dll dst dsb. Kurang syarat apalagi coba bangsa ini untuk menjadi bangsa yang besar dalam tatanan dunia?

dil Says:

2 June 2008 at 7:37 pm.

@venus: boro-boro ngerti mbok… wong otak untuk mikir aja gak dibawa…ditinggal di kolong kasur…gimana mau ngerti n mikir?

saya rasa gotong royong sudah disalahgunakan, gotong royong menyerang orang tak berdosa, apa masih disebut “gotong royong”?

nice posting mas iman…:)

manusiasuper Says:

2 June 2008 at 8:31 pm.

Kacha Chincha Lawra “Phanchasyila itchu very dikagyumyi olleh orang yurop (read: eropa), they sangat kaghum dengan itchu syila-syila yang very good..”

Kok kita malah suka lupa sama Pancasila ya?

aminhers Says:

2 June 2008 at 9:14 pm.

Kita tlah di cekoki dengan adanya penataran P4 yang seratus jam, tapi sepertinya tak berbuah dan berbunga seperti yang di niatkan dan di idekan oleh penggagas Pancasila.Dimanakah makna Pancasila sekarang?

mitra w Says:

2 June 2008 at 10:15 pm.

well, entahlah pak…
saya pribadi mah terserah mau mendasari paham apapun, mau pancasila atau gak bernegara sekalipun, whateva…
tp, please… minimal jangan merusak.

liemz Says:

2 June 2008 at 10:40 pm.

pancasila harga mati. untuk pancasila yang sakti..bukan sakit.

Anang Says:

2 June 2008 at 11:14 pm.

kadang dipelesetkan jd panca asusila.. sedih.

mbakDos Says:

2 June 2008 at 11:25 pm.

@ simbok: jangankan esensi ‘lima dasar,’ mungkin mereka itu juga malah ndak ngerti esensinya jadi manusia.

benci saya.

alex® Says:

2 June 2008 at 11:40 pm.

Dibiarkan sebagai sekedar dogma-dogma dan retorika itulah yang membuat esensi dari Pancasila cuma menjadi ampas belaka.

Sayang sekali…. Rumusan sebagus itu cuma jadi pajangan di dinding sekolah :(

edratna Says:

3 June 2008 at 5:57 am.

Nice posting mas Iman…..
Jadi teringat Walikukun, saya pernah diajak ayah kesana saat masih kecil…tak menyangka dulu pernah ada Dr. Rajiman disana….

Ternyata memang yang penting pelaksanaannya di dalam kehidupan sehari-hari, menjadi budaya bangsa Indonesia, dan bagi yang tak melaksanakan maka sangsinya adalah perasaan tak nyaman, dijauhi lingkungan….ini akan menjadi lebih indah karena telah menjadi satu kesatuan antara hati, pemikiran, dan pelaksanaan dalam kehidupan sehari-hari….

tukangkopi Says:

3 June 2008 at 7:00 am.

inti Panca Sila adalah gotong royong. gotong royong nggebukin orang kafir…

kw Says:

3 June 2008 at 7:36 am.

pancasila, masih sangat relevan sampai saat ini. krn keadilan masih bagi sekelompok orang. :)

George Soedarsono Esthu Says:

3 June 2008 at 7:47 am.

Sukarno memang genius. Dialah satu-satunya sosok manusia Indonesia yang tidak mengenyam sekolah di Belanda tetapi berani memimpin bangsa ini pada saat pertama kali merdeka. Hanya perlu sedikit wawasan untuk juga kita menghargai Oto Iskandardinata. Saat Sidang PPKI hari pertama pada sidang lanjutan jam 15.15-16.12, saat Bung Karno memimpin sidang dalam Acara Pengangkatan Presiden & Wakil Presiden dan Pembentukan KNIP. Ketika Sukarno mau memulai acara pemilihan presiden, maka Oto Iskandardinata berdiri dan berkata: “Berhubung dengan keadaan waktu saya harap supaya pemilihan Presiden ini diselenggarakan dengan aklamasi dan saya majukan sebagai calon, yaitu Bung Karno sendiri. (Tepuk tangan). Lalu Bungkarno berterima kasih, semua anggota berdiri dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. sesudahnya diserukan “Hidup Bung Karno” 3x. setelah itu Oto Iskandardinata bangkit lagi dan langsung mengusulkan Hatta sebagai Wakil Presiden. Tepuk tangan lagi, nyanyi Indonesia raya lagi. dan seruan “Hidup Bung Hatta” 3x. Intinya, seandainya waktu itu Oto Iskandardinata tidak berdiri dan mengusulkan Sukarno sebagai Presiden pertrama dan Hatta sebagai wakilnya, belum tentu yang menjadi presiden Indonesia pertama adalah Sukarno & Hatta.

Rita Says:

3 June 2008 at 8:08 am.

“Soekarno dan juga Soeharto penerusnya ) tidak pernah benar benar menjalani ide itu dalam alam nyata. Membiarkan terus menjadi dogma dogma”.

Yg saya pahami selama ini, Pancasila adalah dasar negara, titik sentral budi pekerti luhur, dimana tersebut dlm butir2nya (45 butir) cukup lengkap, terlepas dari kenyataan pemgamalannya sudah sesuai atau belum.

Sebenarnya, Tindak Laku atau Cara Hidup bagaimana yang se-Harus-nya Dilakukan, Budi Pekerti Luhur yg Seperti Apa atau “PR” apa yg harus di Kerjakan agar Panca Sila tidak hanya sekedar “Dogma” bagi bangsa ?….

leksa Says:

3 June 2008 at 8:09 am.

yang saya ingat soal pancasila, cuma harus hapal64 butirnya itu, Mas,..
kalo ga hapal, resikonya ga lulus SD – SMP :D

leksa Says:

3 June 2008 at 8:09 am.

yang saya ingat soal pancasila, cuma harus hapal 64 butirnya itu, Mas,..
kalo ga hapal, resikonya ga lulus SD – SMP :D

Rita Says:

3 June 2008 at 8:11 am.

“Soekarno dan juga Soeharto penerusnya ) tidak pernah benar benar menjalani ide itu dalam alam nyata. Membiarkan terus menjadi dogma dogma”.

Yg saya pahami selama ini, Pancasila adalah dasar negara, titik sentral budi pekerti luhur, dimana disebutkan dalam butir2nya (45 butir) cukup lengkap, terlepas dari kenyataan pemgamalannya sudah sesuai atau belum.

Sebenarnya, Tindak Laku atau Cara Hidup bagaimana yang se-Harus-nya Dilakukan, Budi Pekerti Luhur yg Seperti Apa atau “PR” apa yg harus di Kerjakan agar Panca Sila tidak hanya sekedar “Dogma” bagi bangsa ?….

mayssari Says:

3 June 2008 at 8:28 am.

Alangkah hebatnya negara gotong royong!!

Andai itu semua nyata…..

Setiaji Says:

3 June 2008 at 9:45 am.

Pancasila harusnya tetap sakti dan dijadikan pedoman bernegara. Tapi sekarang ini buah dari Reformasi, jangankan bicara Pancasila, untuk makan saja sudah susah, untuk hidup berdampingan dgn rukun saja sudah sulit. Cita-cita luhur para pendahulu kita nampaknya nyaris kandas di era reformasi ini. Btw, masih ada harapan, selalu ada harapan. Mudah-mudahan akan ada pemimpin sejati yang kembali menegakkan Pancasila di era kehidupan berbangsa ini.

ocha Says:

3 June 2008 at 9:49 am.

Saya juga pernah baca kumpulan pidatonya Soekarno (dan saya kagum). Sungguh maksud sebenarnya yang harus dilakukan dlm memaknai Panca Sila adalah seperti yang dikatakan Bapak Bangsa kita itu. Semua untuk semua. Begitu indah. Tapi sayangnya… sepertinya kepentingan kelompok masih diatas segalanya. Hikzz.. apalagi liat yang terjadi di monas minggu kemaren.. entahlah….

Donny Verdian Says:

3 June 2008 at 10:07 am.

Woo.. jadi Komunis itu anti ketuhanan yah..?

*manggut-manggut*

Hans Says:

3 June 2008 at 10:29 am.

masih jauh nih kayaknya dari cita-cita menjadi negara gotong-royong, pemimpinnya belum ada yang benar2 mumpuni…
btw mas, Dokuritu yang dimaksud itu mungkin dokuritsu kali yah?

adipati kademangan Says:

3 June 2008 at 10:45 am.

Negeri dengan tatanan yang sangat buagus. Pancasila dan UUD 1945 sudah dirancang sedemikian rupa. Peraturan – peraturan sudah ada, ada Undang – undang, Inpres, Kepmen, bahkan semua pemimpin berhak unutk membuat peraturan. Karena banyak sekali peraturan yang dibuat maka diharapkan bisa meminimalisasi demo, protes apalagi anarkis.
Tapi sayang, rakyat dirusuh cari makan sendiri.

Fitra Says:

3 June 2008 at 1:30 pm.

Aku kaya nya udah hampir lupa 5 butir pancasila…sek tak inget2 dulu….hehehe…yaa abis gimaan donk, dulu kan apa di luar kepala karena sebelum acara TVRI apa berita ya selalu ada lagu garuda pancasila….sekarang raib deh tuh lagu…..kedengeran pun jarang banget….OMG I think It’s been ages not hearing that song!

AngelNdutz Says:

3 June 2008 at 1:46 pm.

^^ Indonesia emg uda saatnyah bangkit!!!!

Satrio Says:

3 June 2008 at 3:44 pm.

pertanyaan besar yang menggantung dikepala saya,
sudahkah masing-masing dari kita menghayati dan mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari?

puputs Says:

3 June 2008 at 4:28 pm.

lima sila yang hanya di hapal, pajangan, hiasan, digunakan hanya sebagai symbol bahwa kita beradab. Pendidikan saya hanya ada di sekolah, hanya teori semua itu hanya teori….

kasihanilah saya

George Soedarsono Esthu Says:

3 June 2008 at 4:59 pm.

Tentang Pancasila
Gagasan yang lahir di benua selalau ekstrim;
Gagasan yang lahir di kepulauan selalu seimbang; Nyepi di Bali, Nyadran di Jawa; dst …
Ketuhanan Yang Maha Esa maknanya memelihara dan melindungi ciptaan Tuhan. Pembanguan kita?
Kemanusiaan yang adil dan beradab maknawiyahnya menghargai perbedaan;
Persatuan Indonesia adalah semangat ke-Nusantaraan, nusa diantara 2 benua yang memikul dan dipikul naturnya; kita adalah bangsa bahari yang semangatnya dipersatukan oleh tanah dan air; namun kebudayaan kita berhenti di daratan sehingga bangsa kita mabuk daratan, padahal kita ini bangsa bahari;
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan merupakan kristalisasi dari keadaan azali bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat agraris yang komunitarian, dimana agri kultura tak terpisahkan dari kultura animi. Pasar adalah derivasi, sehingga yang primer adalah paguyubannya.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengajak kita untuk hambeg adil parama arta, berbudi bawa leksana, mamasuh malaning bumi, mangasah mingising budi; untuk mencapai wirya, arta, wasis. Agar jangan sampai salah duduk dalam mendudukkan masalah.

George Soedarsono Esthu Says:

3 June 2008 at 5:02 pm.

Gagasan yang lahir di benua selalau ekstrim;
Gagasan yang lahir di kepulauan selalu seimbang; Nyepi di Bali, Nyadran di Jawa; dst …
Ketuhanan Yang Maha Esa maknanya memelihara dan melindungi ciptaan Tuhan. Pembanguan kita?
Kemanusiaan yang adil dan beradab maknawiyahnya menghargai perbedaan;
Persatuan Indonesia adalah semangat ke-Nusantaraan, nusa diantara 2 benua yang memikul dan dipikul naturnya; kita adalah bangsa bahari yang semangatnya dipersatukan oleh tanah dan air; namun kebudayaan kita berhenti di daratan sehingga bangsa kita mabuk daratan, padahal kita ini bangsa bahari;
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan merupakan kristalisasi dari keadaan azali bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat agraris yang komunitarian, dimana agri kultura tak terpisahkan dari kultura animi. Pasar adalah derivasi, sehingga yang primer adalah paguyubannya.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengajak kita untuk hambeg adil parama arta, berbudi bawa leksana, mamasuh malaning bumi, mangasah mingising budi; untuk mencapai wirya, arta, wasis. Agar jangan sampai salah duduk dalam mendudukkan masalah.

Embun Says:

3 June 2008 at 5:44 pm.

Ma Iman… Kayaknya sedikit koreksi deh..
CMIIW, Komunisme bukan anti Ketuhanan, yang anti ketuhanan itu Atheis…. bener gak yah????
Komunisme = Community Isme… dan selanjutnya (gak paham)

Embun Says:

3 June 2008 at 5:46 pm.

ERROR: Mas check lagi WordPress sampeyan.
Ini ada error :


sendmail: Can't send mail: Sender domain (blog.imanbrotoseno.com) does not belong to user, please use your own domain Status: 302 X-Powered-By: PHP/4.4.4-8+etch4+spbutters1 Expires: Wed, 11 Jan 1984 05:00:00 GMT Last-Modified: Tue, 03 Jun 2008 10:44:30 GMT Cache-Control: no-cache, must-revalidate, max-age=0 Pragma: no-cache Set-Cookie: comment_author_f64f8f8acefe2a6399ee3e8fe1a9a8cf=Embun; expires=Sat, 16 May 2009 16:04:31 GMT; path=/ Set-Cookie: comment_author_email_f64f8f8acefe2a6399ee3e8fe1a9a8cf=kardjo%40walla.com; expires=Sat, 16 May 2009 16:04:31 GMT; path=/ Set-Cookie: comment_author_url_f64f8f8acefe2a6399ee3e8fe1a9a8cf=http%3A%2F%2Ftetes-embun.org; expires=Sat, 16 May 2009 16:04:31 GMT; path=/ Location: http://blog.imanbrotoseno.com/?p=239#comment-16081 Content-type: text/html

Jadi banyak yang gak tahu, terus re-Post comment.. jadi dobel deh….

Embun Says:

3 June 2008 at 5:48 pm.

Mungkin, kalau njenengan belum upgrade ke WP terbaru, sebaiknya upgrade deh… heheh (sok tahu).

(sekali komen langsung 3…..)

-nuwun…-

Iman Says:

3 June 2008 at 5:58 pm.

embun,
he he..okdeh

pinkina Says:

3 June 2008 at 6:43 pm.

kelas 3 SD saya sudah hafal 36 butir2 Pancasila itu loh mas (*sombong MODE :ON)
tapi skrg udah gak berbekas, dan ternyata sia2 aku menghafal, gak berguna huehuehuehue…
kalo yang diamalkan mungkin hanya 1 ato 2 butir hehehe….yg laen lupa :D

fertob Says:

3 June 2008 at 10:48 pm.

Saya rasa, Pancasila itu terlalu hebat buat Indonesia. Sebuah ideologi berisi 5 ajaran penting yang sangat ideal dan boleh dikatakan merangkum hampir semua pemikiran-pemikiran dan ideologi-ideologi besar di dunia.

Pancasila itu sangat hebat. Tapi kehebatan Pancasila itu terlalu besar untuk ukuran ke-Indonesia-an kita, apalagi saat ini. 5 Sila itu terlalu hebat untuk dijadikan dasar bagi semua keanekaragaman di Indonesia ini. Orang Indonesia terlalu kerdil untuk menatap Pancasila dengan ide-idenya yang luar biasa. Pancasila memang masih di awan-awan.

Lan Says:

3 June 2008 at 11:17 pm.

pancasila menjadi jiwa bangsa..
jika ini bangsa ingin besar dan adil

nico Says:

4 June 2008 at 12:09 am.

jika panca sila hanya sekedar hafalan, gimana mau melekat di dada.
nah, kl yg ga hafal?
hehehe.. ah sudahlah.
*btw, baru baca ini puisinya m yamin, tengs mas:)*

Moh Arif Widarto Says:

4 June 2008 at 12:57 am.

Berarti benar dong tulisan saya ketika menyambut hari lahir Pancasila (1 Juni). Saya membuat tulisan berjudul Pancasila Nilai-nilai Langit, bukan Bumi. Silakan diperiksa kalau tidak percaya.

Hari ini saya kembali menurunkan tulisan tentang Pancasila yang berjudul “Pancasila Urusan Negara, Bukan Pribadi”. Silakan pula dicek kalau tidak percaya.

Vina Revi Says:

4 June 2008 at 6:32 am.

di TK-nya Kayla dulu masih diajarin ngapalin Pancasila tiap hari Senin, tuh!

Yoyo Says:

4 June 2008 at 8:16 am.

akibat reformasi yang prematur dan demokrasi yang kebablasan……..

anusapati Says:

4 June 2008 at 9:58 am.

Sambil sesekali memandang deretan hutan jati di daerahnya, barang kali ia teringat puisi yang dibacakan Muhammad Yamin di sela sela persidangan BPUPKI.

Setidaknya politikus zaman dulu bener-bener benar memanfaatkan waktu luang. Kalo sekarang, di sela persidangan kan, politikus pilih bobo-bobo siang ama sekretaris, atau menghitung duit komisi. Hehehe

omith Says:

4 June 2008 at 10:13 am.

inget jaman sekolah doloe kalo baru masuk smp kudu bisa sumulasi P4 ..hmm apal smua sampe dilombakan menang pulak..weleh.. sekarnag koq ga da apa apa na ya pancasila dirimu kemana siy ato org 2 sudah kehilangan panca yg bukan bersila lagei.. *hmm

bangsari Says:

4 June 2008 at 11:21 am.

susahnya jadi warga negara republik ini. dasar negara yang lama dibuang, yang baru ndak ada. sistem yang lama di”reformasi”, sistem barunya belum jadi.

semrawut.

fitri mohan Says:

4 June 2008 at 11:33 am.

seandainya puisi muh yamin benar-benar sudah terjadi sekarang ini…

windede Says:

4 June 2008 at 12:58 pm.

hmm… mestinya penataran P4 dulu itu diaktifkan lagi, tentu dengan metode dan konsep yang lebih menarik…

sluman slumun slamet Says:

4 June 2008 at 6:36 pm.

anggota dpr hanya bisa mengamalkan sila ngkangan….

cak dh1k4 Says:

5 June 2008 at 5:43 pm.

Saat ada orang yang mencoba menanyakan apakah Pancasila maih relevan untuk diterapkan pada mas kni ? jawabannyadalah relevan. Yang menjadikan Pancasila tidak lagi relevan bukan dari inti Pancasila tersebut tapi adalah para pelakunya yang mencoba untuk menjejalkan isme-isme lainnya. Kalo kita mencoba untuk sedikit saja memahami butir butir dan sila silanya, mana ada yang merugikan ? pancasila ibarat senjata bagi penguasa. Senjata bisa untuk membunuh, menakut nakuti dan mengancam orang lain, namun jug abisa melindungi orang lain. seperti yang say katakan tadi, yang mbikin tidak relevan itu adalah oknumnya. Pancasila itu indah……..

Nyai Blorong Says:

6 June 2008 at 3:05 pm.

Tentang Pancasila, ada sedikit pendapat Bang Ali Sadikin dlm pidatonya yg hari ini saya temukan di youtube : bahwa kita semua telah menghianati Pancasila. Lho, masak semuanya ya? Memang
banyak yg menghianati, tapi banyak juga yg membela, artinya tidak membengkokkannya.
Pidato itu bisa dilihat di youtube, dg mengisi kolom “search” dg kata ” rekonsiliasi”.
Kadospundi pendapat mas Iman ?

willdhanne Says:

14 June 2008 at 12:30 pm.

1 JUNI 1945
PANCASILA DASAR INDONESIA MERDEKA
BUKAN LAHIRNYA PANCASILA

Bangsa Indonesia seharusnya lebih teliti mengenai adanya peristiwa Monas, seolah olah peristiwa tersebut adalah sekedar bentrok antara FPI dan AKKBB , padahal dibalik kejadian itu ada suatu grand design besar untuk merusak pancasila sebagai dasar indonesia, mengingat sampai hari ini tanggal 1 juni masih di peringati sebagai hari lahir pancasila, meskipun sebenarnya dan seharusnya 1 juni bukan diperingati sebagai hari lahir pancasila, melainkan 1 juni adalah peringatan Pancasila Dasar Indonesia Merdeka, karena apabila Pancasila ini telah ditetapkan menjadi dasar indonesia merdeka maka pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di NKRI akan berjalan sehingga peran dan fungsi pancasila sebagai falsafah Bangsa akan terwujud dalam bentuk sikap, yaitu sikap keberpihakan terhadap sila-sila pancasila, maknanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia akan terwujud
Oleh karena itu peringatilah 1 juni sebagai hari Pancasila Dasar Indonesia Merdeka, bukan sebagai hari lahir pancasila karena jauh sebelum 1 juni 1945 bahkan jauh sebelum Bangsa indonesia terlahir 28 oktober 1928, pancasila ini telah ada dan merupakan jiwa, sifat dan sikap yang telah mengakar semenjak zaman nenek moyang kita, sebagaimana yang pernah Bung Karno katakan bahwa Beliau bukan pencipta pancasila melainkan beliau hanya penggali Pancasila karena pancasila itu telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Wassalam

WILDAN

Gerakan Mahasiswa Jakarta Raya
081319099871

willdhanne Says:

14 June 2008 at 12:30 pm.

PANCASILA DASAR INDONESIA MERDEKA
DAN PROSES PENGKABURAN SEJARAH SEPUTAR MOMENTUM 1 JUNI 1945

Sejarah membuktikan bahwa NKRI terbentuk dari Bangsa Indonesia yang lahir terlebih dahulu yaitu pada tanggal 28 Oktober 1928 dan kemudian membentuk Negara pada tanggal 18 Agustus 1945. Sebelum Bangsa Indonesia membentuk Negara Republik Indonesia terlebih dahulu Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, dengan pancasila diletakan sebagai Dasar Indonesia Merdeka pada tanggal 1 Juni 1945.
Peletakan Pancasila sebagai Dasar Indonesia Merdeka oleh Bung Karno melalui pidatonya yang berapi-api di hadapan siding BPUPK, mengindikasikan bahwa Pancasila adalah sifat Bangsa, sehingga kemudian Pancasila menjadi Sumber dari Segala Sumber Hukum di wilayah NKRI yang memaknakan Pancasila pun akan tumbuh menjadi Keyakinan Standar Bangsa Indonesia yang distandarkan daru keyakinan Bangsa Indonesia yang beraneka ragam oleh Hukum yang pasti tetap dan dapat diterima oleh siapapun juga yaitu komitmen untuk Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli sebagai amanat Sumpah Pemuda.
Apabila Pancasila telah menjadi Keyakinan Standar yang memaknakan Pancasila adalah Falsafah Bangsa Indonesia atau Pandangan Hidup seluruh anak Bangsa ini, maka pada saat mana Bangsa Indonesia bersikap, akan mencerminkan usaha keberpihakan Bangsa Indonesia kepada sila-sila yang termaktub didalam Pancasila. Sehingga ketika sikap keberpihakan ini telah tumbuh maka sangat dipastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan terwujud.
Namun seiring dengan berjalannya sejarah sikap-sikap pancasilais ini tidak pernah terlihat didalam keseharian anak Bangsa Indonesia, Pancasila hanya sekedar menjadi bacaan pada setiap pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah . Hal- hal yang demikian ini terjadi karena Pancasila, semenjak diletakan sebagai Dasar Indonesia Merdeka pada tanggal 1 Juni 1945 oleh para pendiri Bangsa, sampai hari ini belum pernah ditetapkan, terbukti dengan masih diperingatinya tanggal 1 Juni sebagai hari kelahiran Pancasila, padahal sebenarnya sebelum momentum 1 Juni 1945 pun nilai-nilai Pancasila telah ada dan telah tumbuh serta mengakar semenjak zaman nenek moyang kita, yaitu jauh sebelum Bangsa Indonesia dilahirkan.
Oleh karena itu, jikalau sampai saat ini Bangsa Indonesia masih memperingati tanggal 1 Juni sebagai hari kelahiran Pancasila, maka dapat dikatakan ini adalah suatu proses pengkaburan sejarah. Bahkan Bung Karno sendiri pun tidak pernah menyatakan dirinya sebagai pencipta Pancasila, karena menurut beliau Pancasila tersebut telah ada semenjak ribuan tahun yang lalu, Bung Karno mengatakan bahwa dirinya hanya menggali Pancasila dari serpihan-serpihan yang tersisa dan kemudian bersama-sama dengan pemimpin yang lain meletakan Pancasila sebagai Dasar Indonesia Merdeka pada tanggal 1 Juni 1945.
Maka dari itu seharusnya Bangsa Indonesia menyatakan dan memperingati tanggal 1 Juni sebagai hari Pancasila Dasar Indonesia Merdeka sehingga peran dan fungsi Pancasila dapat berjalan sebagaimana mestinya, yaitu Pancasila menjadi sifat Bangsa kemudian menjadi Sumber dari Segala Sumber Hukum di wilayah NKRI dan Pancasila dapat menjadi Falsafah Bangsa Indonesia yang menumbuhkan sikap keberpihakan terhadap sila- sila Pancasila, sehingga Pancasila pun mampu memberi ukuran atau dimensi bagaimana seharusnya rakyat Indonesia menjalani Kehidupan berbangsa dan bernegara, Maka pada akhirnya amanat sumpah pemuda yaitu Komitmen untuk Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli sebagai tujuan Bangsa Indonesia lahir, merdeka dan membentuk Negara dapat tercapai karena Pancasila merupakan sarana untuk mencapai tujuan tersebut.
Sekian

Jakarta, 13 Juni 2008

Muhammad Wildan
Gerakan Mahasiswa Jakarta Raya
(GEMAJAYA)

ram234 Says:

15 June 2008 at 2:04 am.

ke·tu·han·an n 1 sifat keadaan Tuhan; 2 segala sesuatu yg berhubungan dng Tuhan: hal-hal ~ , yg berhubungan dng Tuhan; ilmu ~ , ilmu mengenai keadaan Tuhan dan agama; dasar ~ , kepercayaan kpd Tuhan Yang Maha Esa

coba deh mulai sekarang memilih pemimpin yang tau tuhan?, jangan yang mau revolusi terus, yang pantatnya doyan kursi prisiden, yang kepinteran sampe hilang 1 provinsi, yang diem aje, yang lulusan luar negeri. lebih baik pilih yang buta tetapi hatinya merakyat, ok!!

ayank Says:

26 October 2008 at 10:36 am.

yah panca sila, jaman saya kecil biasa di buat guyonan jadi panca panci, gede tapi kosong..hohoh

willdhanne Says:

29 October 2008 at 10:26 pm.

coba pahami lagi pancasila..
atau jangan2 untuk hafal aja bangsa ini udah ga bisa?
pancasila itu moral Bangsa Indonesia..

Oktaviani Puspita sari Says:

21 November 2008 at 6:54 pm.

WaduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuHHHHHHHHH. Mantaaaaaaaaaaaaaaab…….
Pengetahuan sejarahnya………………

Oktaviani Puspita Sari Says:

21 November 2008 at 6:56 pm.

Kalau melihat situasi Indonesia di zaman sekarang, menurut you gimana??? Khan banyak kerusuhan….

Coleman Brady Says:

9 January 2009 at 7:19 pm.

hi
a83j2eyiiyqbf4kd
good luck

Marc Bradley Says:

10 January 2009 at 8:06 am.

hi
egwzsv0ijpf3d08b
good luck

Darci Peterson Says:

11 January 2009 at 8:41 pm.

hi
egwzsv0ijpf3d08b
good luck

RUDI Says:

21 April 2009 at 8:31 pm.

JANGAN PANCASILA DIJADIKAN SEBAGAI ALAT PEMBODOHAN RAKYAT

RUDI Says:

21 April 2009 at 8:32 pm.

SADARLAH WAHAI PENGUASA INGAT SILA-SILA PANCASILA JANGAN KORUPSI AJA KERJA LO

Dewi Sari Says:

15 September 2009 at 11:12 am.

Mewajibkan setiap rumah WNI memiliki foto-Garuda Pancasila-yang-beserta-kelima-silanya-yang-dibuat-dengan-bingkai sebagai cerminan dari rasa cinta dan bangga terhadap Negara Indonesia

Kita menyadari bahwa para warga masyarakat tidak pernah ketinggalan rasa seninya terhadap nilai-nilai kebenaran dalam hal tata ruang rumah. Dalam hal ini, seperti : Adanya penataan kaligrafi-kaligrafi suci, foto-foto orang bijaksana, dan sebagainya pada ruang-ruang rumah.

Sebenarnya, dari semua itu, terdapat sebuah karya yang Maha suci, luhur, dan indah yang terlupakan dalam tata ruang ini. Karya itu adalah foto Garuda Pancasila-beserta-kelima-silanya yang merupakan Dasar Negara, atau Pandangan Hidup Bangsa.

Menurut Saya, foto Garuda Pancasila-yang-beserta-kelima-silanya itu harus dibuat dengan bingkai, dan kemudian digantungkan pada dinding atau dipajangkan, sebagai cerminan dari rasa cinta dan bangga terhadap Negara Indonesia.

Diwajibkan
Sebenarnya, adalah sebuah kewajiban bagi setiap WNI untuk memiliki foto-Garuda Pancasila-yang-beserta-kelima-silanya-yang-dibuat-dengan-bingkai ini di dalam rumah.
Kita harus menggantungkannya pada dinding atau memajangkannya di dalam rumah, sebagai cerminan dari rasa cinta dan bangga terhadap Negara Indonesia.

 Menurut Saya, Pemerintah Indonesia harus mewajibkan setiap WNI untuk memiliki foto-Garuda Pancasila-yang-beserta-kelima-silanya-yang-dibuat-dengan-bingkai ini di dalam rumah.

Bila sudah diwajibkan, maka dengan hanya pembayaran beberapa puluh ribu saja, kita sudah dapat memiliki dan menikmati karya yang Maha suci, luhur, dan indah ini di dalam rumah sepanjang masa.

Demikianlah pendapat yang ingin saya sampaikan.
Terima kasih.

Purse Party Says:

8 April 2010 at 8:08 pm.

I have been looking around blog.imanbrotoseno.com and really am impressed by the amazing content here. I work the nightshift at my job and it is boring. I have been coming here for the previous couple nights and reading. I just wanted to let you know that I’ve been enjoying what I have seen and I look ahead to reading more.

unknown Says:

24 March 2012 at 9:19 pm.

Pancasila bukanlah Ideologi, Pancasila Hanyalah Falsafah Kebangsaaan dan bernegara, maksa sekali jika dijadikan Ideologi, apalgi dasar Hukum , rancu, semrawut

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
November 2014
M T W T F S S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930