2 April 2008
Roy Suryo orang kuat ?
Posted by iman under: BLOGGERS; REFLEKSI .
Pakar Periklanan dan Political Marketing, Soebiyakto Priyosoedarsono yang biasa menangani kampanye Pilkada maupun Pilpres, pernah mengatakan kepada saya mengenai sebuah definisi dalam strategi kampanye pemasaran. Yakni Politik Ruang dan Politik Luar.
Kenangan percakapan ini muncul begitu saja, melihat kesengkarutan – mengutip istilah Mas Wicak – dalam dunia internet akhir akhir ini. Apalagi kalau bukan pertikaian dan saling serang. Apakah ini penting ? Tergantung kita melihatnya, dan saya tidak membahas siapa yang benar. Saya hanya mengaitkan dengan positioning ‘ politik ‘ masing masing pihak. Blogger dan Roy Suryo.
Kita blogger hanya bermain dalam ruang blogsphere saja, maka dinamakan bermain politik ruang. Sementara Roy Suryo berani mengambil inisiatif bermain di luar wilayahnya, yang disebut bermain politik luar. Butuh keberanian dan strategi.
Kenapa demikian ?
Dari cerita diatas dapat diambil kesimpulan, produk yang disengketakan adalah dunia internet. Merknya yang satu Roy Suryo dan yang satu Blogger. Sebagaimana masing masing merk pasti memiliki keunikan , dalam hal ini pendapat masing masing pihak.
Saya mengganggap Roy Suryo sangat brilliant mengemas positioning dirinya. Kita sudah memasuki era positioning. Ia tahu bagaimana cara mengangkat Public Relation yang efektif ? Jangan lagi berorientasi ke produk, tapi seranglah benak dan pikiran masyarakat di luar sana. Masyarakat yang mana? Mereka yang di luar komunitas blogsphere yang menjadi saksi pertikaian ini dengan membaca di surat kabar, internet atau media lainnya.
Jadi matematikanya sangat simple ada sekitar mungkin 100.000 – 200.000 blogger aktif melawan seorang Roy Suryo dengan disaksikan oleh sekian puluh juta orang Indonesia lainnya. Ya jelas dia orang kuat.
Roy Suryo berani mengambil politik luar, dengan memainkan persepsi mereka yang mayoritas dan bukan komunitas blogger. Ini bisa pegawai biasa, pengambil keputusan, Islam tradisional, pelajar, ibu ibu, sampai Menteri atau bahkan Presiden.
Hermawan Kartadjaya menulis, persepsi memegang peranan penting dalam pemasaran, karena pemasaran bukan ajang pertempuran produk ( dalam hal ini issue UU ITE ) tapi ajang pertempuran persepsi. Dalam pemasaran persepsi dianggap lebih penting ketimbang kenyataan.
Mengapa demikian ? Perilaku manusia biasanya lebih dikuasai kepercayaan terhadap sesuatu yang dianggap benar ketimbang apa yang sesungguhnya benar. Akibatnya orang dapat dikelabui gagasan dan harapannya.
Persepsi apa yang tampak ? Orang di luar sana kini melihat seorang Roy Suryo - good guy- menjadi pendekar terakhir yang melindungi benteng moral Indonesia, dikeroyok dari segala penjuru oleh tadi ratusan ribu blogger – bad guy - yang konon sekuler, mendukung pornografi dan liberal. Padahal belum tentu maksud dari blogger seperti yang tersurat. Namun persepsi masyarakat tak peduli. Ditambah hacker hacker yang memasang wajah Roy Suryo di situs situs resmi Pemerintah, membuat kesan dia benar benar di tindas. Sendiri tak berdaya.
Ini juga dulu kenapa Megawati dan SBY bisa menang. Karena persepsi orang melihat kedua orang ini sebagai tertindas dan lemah. Orang Indonesia khan mudah sekali jatuh hati dengan mereka mereka yang mempositioningkan diri sebagai kaum tertindas.
Jadi tentu saja saya tidak melihat dari segi siapa yang benar. Atau hal hal apa saja yang butuh klarifikasi baik dari Undang Undang itu sendiri atau komentar komentar Roy Suryo.
Saya hanya melihat Roy Suryo sukses mempositioningkan dirinya, bahkan bisa menarik garis kubu masyarakat luas. Jangan jangan ada puluhan juta orang Indonesia yang berpihak pada Roy Suryo. Sementara blogger berteriak teriak diantara komunitasnya saja. Ditambah wartawan yang mungkin memelintir. Posisi kini 1 – 0 untuk Roy Suryo yang sesekali ‘ ngecek ngecek ombak ‘ atau lempar bola lalu leyeh leyeh memperhatikan betapa paniknya blogger blogger terengah engah dan marah membabi buta.
Tagline iklan Bintangin dulu ‘ Memang hanya orang pintar yang boleh minum jamu‘ ternyata membuat bumerang karena dalam praktek justru iklan itu mengangkat positioning Tolak Angin dengan mottonya ‘ Orang pintar minum tolak angin ‘. Persepsi masyarakat justru hanya orang bodoh yang meminum Bintangin. Alhasil Biro Iklannya dipecat dan mereka mengganti positioning dan strategi kampanyenya.
Pertanyaan saya, Apakah respons dari Blogger yang tidak efektif akan mempopulerkan seorang Roy Suryo dan justru mengaburkan permasalahan.
Saya percaya ada strategi yang kampanye yang lebih jitu dan efektif. Kita butuh komunikasi lain. Mungkin ada yang bisa menjawabnya.
Sekali lagi saya mengutip den mas Wicaksono,
Tugas blogger bukanlah menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian.
80 Comments so far...
sluman slumun slamet Says:
2 April 2008 at 2:36 am.
saya hanya bertanya-tanya, apa roy mau maju 2009 nanti ya?
BTW kalo sekedar nyindir itu kan tugas utama blogger ya mas?
Epat Says:
2 April 2008 at 2:59 am.
bukankah selepas dari penjajahan, bangsa ini sudah terbiasa terbodohi oleh lakon segilintir orang mas? butuh orang-orang bijak yang memiliki determinasi idealisme yang konsisten.
halah,….
Hoek Soegirang Says:
2 April 2008 at 4:47 am.
mungkin itulah kenapa, jelatawan-jelatawati CA ngadain acara pelatihan blog waktu itu. Hmm…mengutip kata-kata kakanda antobilang, setelah membahas ini semalam, “sudah saatnya blogger tidak hanya berbicara tentang dunianya sendiri”. Saia setuju sangadh, karena saia melihat, dan juga mendengar bahwa kali ini blogger ada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Yang dimaksud oleh blogger itu pasal ‘karetnya’, tapi yang diangkat kebanyakan media adalah pasal ‘kondomnya’. Padahal UU ini bukan cuma UU karet kondom, khan…
jahhh…komeng saia ini termasuk meresahkan dan berbau porno ndak ya……..
—
sudut pandang yang bagos sangadh mas Iman. Memberikan pandangan baru untuk para blogger yang lage ‘kepanasan’ negh. salute! *angkat topi*
Hedi Says:
2 April 2008 at 4:57 am.
ah aku sih diem ajalah, wong ga ngerti apa-apa…atau kalo aku bisa lebih legowo, ya didoakan saja supaya (segalanya) jadi baik
BARRY Says:
2 April 2008 at 5:25 am.
Bermain di dunia maya dan dunia nyata memang bukan hal yang mudah. Tapi pada saat yang bersamaan permainan ini dapat dikatakan berhasil diperankan olehnya. Buktinya, Roy Suryo masih didengarkan. Entah itu karena suatu keharusan atau memang ada indikasi monopoli. Terus terang bagi saya tidak ada untung maupun rugi melihat beliau masih sering dijadikan bahan obrolan maupun tulisan blog. Yang menjadi ketakutan saya adalah jika blogger sudah tidak mempunyai bahan tulisan lain selain menulis tentang Roy. (Terlalu diberikan keuntungan cuma-cuma untuk selalu tampil menjadi berita)
[H]Yudee Says:
2 April 2008 at 5:31 am.
hehehehe … cuman RS itu ambil positioning dengan konteks yang sangat ngawur. Moso blogger disamain ma heker ? gile aje tuh ….
Anang Says:
2 April 2008 at 5:41 am.
lama2 kasian juga ya om roy wekeke.. jan benar2 ditindas.. batine mesti puegel bgt wi..
wieda Says:
2 April 2008 at 7:03 am.
Tugas blogger bukanlah menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian
setujuuuuuu…..:)
venus Says:
2 April 2008 at 7:46 am.
saya termasuk yang bete liat muka orang itu, tapi udah males ikutan nulis maki2 dia. sekarang mendingan diem aja. ngeblog aja dah, enak
kyai ganteng Says:
2 April 2008 at 8:14 am.
lha dasar gemblung pisan si roy suryo, kebanyakan mimum bintangin tuh, makanya begonya gak ketulungan. kenapa mas iman gak bikin film -nya saja … CATATAN SI ROY
ceritanya? yah semua pada tau lah
edy Says:
2 April 2008 at 8:51 am.
mestinya ada tokoh-entah bloger ato praktisi IT lain- yg berani tampil dan memberikan pandangan supaya jadi penyeimbang oy uyo. kan katanya hidup perlu keseimbangan…
ada yg jahat ada yg baik. ada roy suryo, ada bloger
rd Limosin Says:
2 April 2008 at 8:57 am.
Hi Roy™
yg jelas bakal terus mengamati gimana “you-know-who” menghadapi tuntutan Enda di sini: http://indocommit.com/indexpage.html?menu=29&idnews=7458&kid=0
Nazieb Says:
2 April 2008 at 10:03 am.
Weh, jangan-jangan dia sendiri yang masang foto bugilnya di situs pemerintah itu agar dia semakin kelihatan tertindas dan memperoleh banyak simpati?
Entahlah
veta Says:
2 April 2008 at 10:08 am.
kasihan biro iklannya bintangin yah? padahal tagline itu cukup popuer lo buat guyonan
yati Says:
2 April 2008 at 10:34 am.
“Perilaku manusia biasanya lebih dikuasai kepercayaan terhadap sesuatu yang dianggap benar ketimbang apa yang sesungguhnya benar. Akibatnya orang dapat dikelabui gagasan dan harapannya”
*manggut-manggut…
ya, dia diuntungkan peliputan media yang disajikan ke “orang biasa”
@anang: ngikut kemana angin bertiup nih?
-=«GoenRock®»=- Says:
2 April 2008 at 11:04 am.
Mas Iman bikin PSA aja, aimnya buat meraih simpati publik bahwa blogger itu tidak seperti yang dipersepsikan oleh mereka
Saya syiap buat casting lho Mas! **gludak**
-=«GoenRock®»=- Says:
2 April 2008 at 11:06 am.
Taglinenya kira-kita “orang pintar, nggak suka nuduh sembarangan” Muwaaa hahaha!
Arif Says:
2 April 2008 at 11:24 am.
Tokoh IT yang lain pada diem karena malu kali… Beda dengan tokoh IT yang bernama bloger. Karena IT = Internetan Terus maka blogher ya mainnya hanya di blogosfer. Beda dengan Raden Mas yang membuat IT itu menjadi Ingsun Terus, posisinya selalu akan menang karena khalayak off line ya ngertinya Ia Terus.
Parta Says:
2 April 2008 at 11:46 am.
Roy Suryo memang orang pinter yah mas.., apa karena dia suka minum tolak angin juga kali yach..
dina Says:
2 April 2008 at 12:27 pm.
dia ’sadar’ akan hal itu gak sih?
klo iyya..WoW..cerdas sekalii..
ocha Says:
2 April 2008 at 1:14 pm.
Saya suka postingan kali ini. Bener itu mas, positioning Om itu mungkin sudah menancap seperti itu dibenak masyarakat. Apalagi kemarin sempat di Dorce Show, beliau itu menyinggung kasus Momon dulu (dibilangnya kasus penghinaan kepala negara oleh bloger), meskipun mayoritas penonton adalah ibu-ibu sudah dapat dipastikan kalau sekarang Om Uyo ini dipersepsikan sebagai yang tertindas dan bloger adalah pihat yg jahat. Jadi kalaulah byk pihak luar yg g tau apa2 menyerang bloger, sudah sepantasnya rencana acara dialog bersama om itu bisa menjadi ajang tempat “melenyapkan prasangka” kepada bloger. Bloger ROCK ON!!!
leksa Says:
2 April 2008 at 1:29 pm.
saya jadi inget komentar mas Iman PERTAMA kali di blog saya…
bahwa “hanya 11 persen penduduk kita melek internet”
dan di angka itu tidak sampai 5%adalah bloger…
Roy still the winner, selama kita merasa SOK JAGOAN sendiri di tanah maya…
tidak merasa butuh media konvensional…
*saya jadi teringat kata teman… jangan2 bener tuh katanya dia,.. bahwa netter dan bloger adalah para autism dan kaum ber-ego tinggi….
hmmmmm…
mr.bambang Says:
2 April 2008 at 2:07 pm.
Dulu Roy termasuk nominator Menkominfo, untuk tidak jadi. Masih kurang tahu di periode mendatang dia mau menjabat sebagai apa..
Donny Verdian Says:
2 April 2008 at 2:54 pm.
Sebenarnya RS lebih pakar dalam positioning dengan memanfaatkan apa saja termasuk IT ya?
Aha!
oon Says:
2 April 2008 at 3:05 pm.
ybs benar…mangkanya rs digelarin pakar…walaupun pakar pornomatika sekedarnya
cK Says:
2 April 2008 at 3:09 pm.
kalo gitu sekali-sekali kita minta blogger artis untuk turun ikut bicara, misalnya dian sastro atau maia estianty hueheheheheh…
siapa tahu om oy sama para blogger jadi akur hahahahaha…
aprikot Says:
2 April 2008 at 3:11 pm.
pakar keblinger, eh?
*mas nda kangen sama saya po? ayo ngopi sabtu ini sama simbok?
andrias ekoyuono Says:
2 April 2008 at 6:09 pm.
power of perception, itulah inti dari sebuah (personal) brand.
yang perlu dilakukan adalah mempopulerkan tokoh IT yang “benar” dan “ramah media”, sehingga mampu menjadi alternatif narasumber buat masyarakat awam IT. Yang jadi soal adalah orang IT selalu takut dibilang “seleb”, atau takut dikecam “sombong” atau “pamer” oleh komunitas IT bila sering mondar-mandir di media.
Mbelgedez Says:
2 April 2008 at 6:17 pm.
Post nyang ciamik tenan boss…
Mungkin ada baeknya kita urunan duwit, ngadain konperensi pers di hotel berbintang, gantiyan kita ngundang Mediya TV, RADIYO, sama KORAN.
Ingsinya, kita mengundang KRMT. ROY SURYO™ untuk ngobrol-ngobrol soal IT dan Blog….
Gimana ???
Jangan cuman pada pinter mengkotak-kotakkeun diri dalam komunitas Blogger dowang….
Ajie Says:
2 April 2008 at 6:17 pm.
hehehe sekali lagi ikutan ketawa, blogger kok mau melawan media massa ? ya kalah tenar lah … damai damai !
jonijontor Says:
2 April 2008 at 6:19 pm.
terus terang, pernah terlibat acara dengan mengundang Mr uknowwho. Isi dari pembicaraannya pasti kita tahu bersama seberapa kapasitasnya. Namun hebatnya, Mr uknowwho ini paling banyak didengar dan paling seleb diantara yang laen. Sepakat mas soal positioning tadi. Dalam beberapa hal saya masih tidak mengerti tentang perseteruan di dunia maya internet ini. Namun yang jelas dari perseteruan ini Mr uknowwho yang paling banyak mendapat untung.
Maaf pakai istilah uknowwho. saya pikir menarik menggunakannya. menyebut nama tanpa harus menaikkan tingkat selebritas orang tertentu.
iman brotoseno Says:
2 April 2008 at 6:34 pm.
Andrias ekoyuono,
benar tuh,siapa ya jadi tokoh alternatif yang harus kita blow up…at least pakar IT betulan dan nggak harus blogger ( walau alangkah lebih baiknya blogger ).
Ini khan masalahnya media atau bahkan polisi nggak punya rujukan narasumber kalau ada urusan IT
elly.s Says:
2 April 2008 at 7:56 pm.
saya juga bingung kadang mau suka atau nggak suka sama Roy Suryo..
karena dia memang Good guy diluar sana…
terlepas dia bad guy disini…
ah…gak tau lah
manler Says:
2 April 2008 at 10:26 pm.
Sebenarnya dunia blogger sudah merupakan dunia tersendiri loh.. Dan mempunyai kekuatan yang patut diperhitungkan..
sitampandarimipaselatan Says:
3 April 2008 at 12:02 am.
bagaimanapun, roy suryo itu - seperti yang selalu saya bilang, mas - berguna buat saya dalam menaikkan bargaining position saya di mata adik2 kelas saya yang putri ketika meralat berbagai ucapan ngawurnya yang seputar teknologi informasi
edratna Says:
3 April 2008 at 10:52 am.
Ulasannya bagus mas…karena blogger terdiri dari banyak orang, beragam usia, beragam emosi….dan ada yang terpancing….serta kecenderungan masyarakat kita yang mengasihani orang lemah….
Kecuali jika ada yang berani memperkarakan…..inipun harus dipelajari pasal mana yang dilanggar.
dani Says:
3 April 2008 at 12:19 pm.
ctrl + f: wartawan (ada satu)
alt + n: …ngga ada
yg asyik kan wartawan jd punya banyak bahan yg beginian..
sebentar..saya kesulitan nyari tombol submit (tanpa gambar)..
bejool Says:
3 April 2008 at 12:25 pm.
pak onno : tokoh alternatif, kan udah sering muncul di media juga beliau…
escoret Says:
3 April 2008 at 12:34 pm.
makin panjang umur aja rs,di blog2 pada mbahas ini,.
tapi,bener kok…dia klo ngomong kok kyknya ngasal..!!!
za Says:
3 April 2008 at 12:43 pm.
ga melu melu aku mas…. ra mudheng soale…:D
yang jelas, ndak gitu suka ma tuh orang…. gak ganteng soale….:))
la mendol Says:
3 April 2008 at 5:20 pm.
Saya juga sebel, sama teman wartawan. Kalau ada kasus foto porno kok mesti larinya ke Om Roy.
Kenapa nggak Arbain Rambey, Darwis.. khan mereka lebih pakar tuh.
suprie Says:
3 April 2008 at 5:29 pm.
Andrias ekoyuono, Mas iman
untuk tokoh , ada dua orang kandidat sih klo menurut saya…
ada Onno W Purbo, sama Budi Rahardjo
Kang Onno , jelas lah dia praktisi IT, wong kandidat menteri koq tapi beliau tolak.
BR , praktisi IT juga, dan dia blogger, jadi tinggal lobi ke beliau aja, malah klo bisa dua dua nya :d
311thoth Says:
3 April 2008 at 6:38 pm.
ternyata roy suryo itu jago politik juga yah….
sayang saya nggak mengerti banyak soal politik jadi nggak bisa berkomentar lebih banyak.
tapi jika itu memang benar berarti roy suryo itu memang pintar.
siska Says:
3 April 2008 at 7:08 pm.
hmm, kalo gitu yg pertama harus dilakukan adalah membangun awareness masyarakat luas tentang apa itu blog, nge-blog, dan blogger. bisa dengan para blogger yg rela wara-wiri di tv untuk mengenalkan ttg blog (hihihihi…)
atau mau coba co-branding dengan roy suryo?? huehehehehehe jadi mikir, merk mana yang akan diuntungkan dengan strategi ini
kw Says:
3 April 2008 at 8:25 pm.
sekarang suda disiapin tuh mas ringnya, buat ngebuktiin roy itu sekuat apa, jumat 18 april
calonorangtenarsedunia Says:
3 April 2008 at 8:59 pm.
Gini aja, kita aja yang jadi pakar IT atau Roy Suryo suruh ngeblog beneran.. Ga kayak di detik yg katanya hoax ituh..
nico Says:
3 April 2008 at 9:30 pm.
mas, bisa dateng acaranya dialog terbuka si om dgn riyogarta ga? seru keknya hehehe…
fauzan sigma Says:
4 April 2008 at 2:43 am.
Roy, blogger, internet.. dan dunia nyata..
kadang dunia nyata tidak bisa membedakan mana yg benar mana yg salah bahkan..
Ahmad Says:
4 April 2008 at 5:06 am.
Blogger itu kekuatan nyata. Di Malaysia, pemilik blogger mampu menjungkalkan partai yang telah berkuasa selama 50 tahun. Tetapi, mungkin itu tidak akan teradi di sini, di mana pengguna internet masih sedikit berbanding negeri Jiran.
Saya menikmati tulisan para blogger karena cerdas, lucu, dan jujur.
hariadhi Says:
4 April 2008 at 8:54 am.
Hue? Analisa yang hebat. Ga kepikiran sama sekali.
Gimana caranya supaya blogger kelihatan ditindas Roy Suryo yah?
satya sembiring Says:
4 April 2008 at 10:52 am.
kebodohan roy suryo jadi kebenaran. kebodohan roy suryo jadi tontonan. kebodohan roy suryo bisa jadi pendukung kekuatan. semua di tentukan oleh budaya.. kalo di luar negri maka politik begituan di buang ke tempat sampah
Arya Says:
4 April 2008 at 2:08 pm.
Kritik buat Wicaksono/ndorokakung adalah kata dan perbuatan tidak sesuai alias tidak konsisten hanya mencari popularitas, karena pernah ngomentari topik tertentu yang asal heboh, bikin panas orang dan merugikan orang lain. maunya sih cari simpati ……… jadi awas hati2 kalo ngomong dan nggak ada dasarnya.
iman brotoseno Says:
4 April 2008 at 2:46 pm.
Arya,
Nanti akan saya sampaikan ke Ndorokakung…( eh yang mana omongan dia yang masuk kategori ini ?? )
joni Says:
4 April 2008 at 6:42 pm.
Yang dekat sama penguasa yang menang…
Mungkin kalo SBY berkuasa lagi RS bisa jadi menteri :((
GuM Says:
5 April 2008 at 2:34 am.
wah, pak. saya bener2 baru tau cerita dibalik tagline antangin ini
*maap oot*
anton ashardi Says:
5 April 2008 at 9:58 am.
kirain tagline bintangin merupakan sesuatu yang keren tapi ternyata hasilnya tidak sesuai yang diharapkan ya…
* maap oot juga *
pahlawan bertopeng Says:
5 April 2008 at 2:31 pm.
heran d liad mas roy ini ??
pak Onno W. Purbo aj yang dah ilmu se tinggi langit ndak banyak omong..
nah ini orang, baru bisa sotosop dikid gaya nya dah ketinggian!
hahahahahaha~
adityasani Says:
6 April 2008 at 9:01 pm.
aku kok gumun ya, kok pada benci bgt sama RS? kok ky’nya pada benci bgt sama dia?
mbok iya o, banyak yg positif yang bisa kita lakuin selain membenci, klo memang yg dilakuin RS itu positioning, berarti kan dia mendapatkan posisi itu juga secara tidak sengaja. karena Blogger jumlahnya juga terbatas, apalagi kemudian terkotak dalam komunitas. jadi mungkin malah orang Indonesia pada umumnya yang menjadi ‘market’ bagi RS dari semua kalangan, jadi benci sama kita-kita yang blogger. kan gawat tu jadinya. jangan-jangan bener kata mas leksa, “saya jadi teringat kata teman… jangan2 bener tuh katanya dia,.. bahwa netter dan bloger adalah para autism dan kaum ber-ego tinggi….”
refanidea Says:
9 April 2008 at 11:41 pm.
Hermawan Kartadjaya menulis, persepsi memegang peranan penting dalam pemasaran, karena pemasaran bukan ajang pertempuran produk ( dalam hal ini issue UU ITE ) tapi ajang pertempuran persepsi. Dalam pemasaran persepsi dianggap lebih penting ketimbang kenyataan.
mas iman pinjam istilah Hermawan atau comment saya di
http://blog.imanbrotoseno.com/?p=191
hehehe… nanti digugat sama Hermawan K. lho..
kalau saya sih udah bilang ma om Hermawan.
Hihihihi …
iman Says:
10 April 2008 at 5:48 pm.
Refanidea,
Dari Buku Hermawan Kartadjaya,..” Strategi Pemasaran Indonesia ” buku lama kok tahun 90an..( khan sudah saya tulis nama Hermawan Kartadjaya..jadi saya anggap dia mengerti )
He he mosok harus telpon dulu dia ya??
boed Says:
11 April 2008 at 11:27 pm.
Mas Iman,
Analisis yg sungguh menarik ~ melihat dari satu perspektif yg tidak biasa, setidaknya untuk kasus ini. Saya sendiri ada beberapa catatan yg mungkin memberikan sedikit perspektif berbeda dengan yg disampaikan mas Iman.
#Dimensi waktu
Jika kita ambil snapshot kondisi ’saat ini’, memang benar kanal komunikasi yg digunakan bloggers bukanlah kanal mainstream. Strategi positioning Pak RS *saat ini* sangat baik; fokus pada media mainstream.
Namun perlu kita ingat bahwa kondisinya dinamis, ‘potret snapshot’ hari ini sangat mungkin berubah di masa depan. Apa yg saat ini masih mainstream [hampir] mungkin suatu saat nanti menjadi marginal. Kita ambil contoh US ato tetangga dekat kita Malaysia di mana dalam beberapa kasus tertentu, media internet menjadi lebih efektif di bandingkan media konvensional. Contohnya: http://theunspunblog.com/2008/04/03/blogilitics-now-malaysians-say-blogs-influence-elections/
Yup, kita bukan US, bukan Malaysia ~ namun dengan refleksi ke arah trend global, saya kok yakin, arah Indonesia tetap ke sana –> media alternatif seperti blogs akan semakin diperhitungkan.
Pendek kata, jika kita lihat dinamikanya, saat ini blog dan sejenisnya masih marginal - tapi ke depannya akan semakin diperhitungkan. Gak ada seorangpun yg bisa menghalangi. Seorang ‘pakar’ sekalipun; drivernya terlalu besar.
So, menurut saya ajakan Mas Riyo dan bloggers agar pak RS menjadi blogger sebenarnya adalah ajakan yg sebenarnya sangat bagus untuk pak RS sendiri lho. Jika diikuti oleh pak RS, ini bisa menjadi strategic re-positioning beliau menghadapi dinamika Web 2.0; 2.5; 3.0 dst.
Kalo di kamus bisnis kan ada istilah ‘change or die ~ it’s your call’.
Yach ini sih emang pilihan
regards
boed
dagadut Says:
16 April 2008 at 5:27 pm.
percaya atau tidak…don’t Trust!!!
ingat slogan kita “jangan pernah percaya,pada siapapun”
yang kecil semakin di injak dan di tingglkan
yang besar menguasai dan memonopoli permainan ini…
butuh orang gila yang harus menghancurkan mafia-mafia di negeri ini.
Alpha Says:
17 April 2008 at 4:01 pm.
Usulan theme song buat “Blogger v.s. RS”:
“Sometimes in life you feel the fight is over,
And it seems as though the writings on the wall,
Superstar you finally made it,
But once your picture becomes tainted,
It’s what they call,
The rise and fall”
Sting - Rise and Fall
Biasanya kan jagoan kalah duluan…. wehehehe
DewVil Says:
19 May 2008 at 6:32 pm.
he..he..he… jd pusing mikirnya…. kl sy seh… terserah meeka di luar mo ngapain… yg penting kita enjoy aja di sini…. “Gitu aja kok repot”
gopaan Says:
28 May 2008 at 9:51 am.
saya suka blog ini karena artikelnya menarik juga gambarnya bagus bagus
nieke Says:
30 November 2008 at 3:07 pm.
Memangnya apa sih sebenarnya yg memicu pertentangan Roy Suryo dengan Blogger indonesia ?
nieke Says:
30 November 2008 at 3:09 pm.
Maksud saya sebelum ada kejadian deface depkominfo. Roy Suryo kan memang sudah dimusuhi.
Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...



