18 February 2008

Bukittinggi

Posted by iman under: INDONESIANA .

Ada yang tak habis dipikir tentang sebuah negeri yang namanya Indonesia. Ketika dengan nikmatnya saya melihat panggung panggung dagelan ketoprak disana sini. Begitu mengasyikan, sekaligus menyedihkan.
Masih banyak permasalahan bangsa seperti pengentasan kemiskinan, korupsi, keadilan dan persoalan hak hidup orang banyak. Namun selalu saja ada orang orang yang kelebihan energi untuk memikirkan hal hal yang sepele. Sebagaimana dikutip dari majalah Tempo, Pemerintahan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat mengerahkan ratusan aparat satuan pamongpraja untuk merazia kota, mencari orang orang yang merayakan Valentine.
“ Valentine dilarang karena berbau maksiat, tidak sesuai dengan adat istiadat Minangkabau dan agama Islam ‘ – demikian Wakil Walikota Bukittinggi menegaskan.
Remaja yang dipergoki sedang merayakan hari valentine akan dikenakan pelanggaran terhadap peraturan daerah tentang pemberantasan maksiat.

Seberapa pentingkah urusan seperti ini ditangani dalam sebuah regulasi pemerintahan, baik pusat atau daerah. Saya tersenyum miris membayangkan satuan pamong praja dengan sigapnya menangkap para remaja puteri yang mungkin sedang berbusana pink, atau pria pria yang sedang membawa sekuntum bunga mawar.
Saya tak pernah percaya bahwa nilai nilai Islam akan luntur gara gara issue ini. Islam terlalu besar untuk disandingkan dengan urusan sepele seperti Valentine. Hanya sekedar momentum yang tak perlu dianggap serius, apalagi gejala kristenisasi. Jangan terlalu keblinger. Secara resmi gereja sendiri sudah menghapus hari raya ini dari kalender gereja sejak tahun 1969, karena St. Valentine dianggap sebagai santo yang asal usulnya tidak jelas dan berbasis legenda saja.
Ya sudah, mungkin ini yang disebut usaha usaha penemuan jati diri budaya bangsa.

Pemerintah kota Bukittinggi juga akan melarang perayaan Tahun baru 2009 di jam Gadang. Alasannya, setiap tahun baru kota ini kebanjiran turis dan tak sedikit wisatawan melakukan hal hal mendekati maksiat. Maksiat yang mana ? Saya pernah mengunjungi landmark kebanggaan bukittinggi itu. Rasa rasanya hampir tidak mungkin melakukan kemaksiatan di tempat terbuka – terang benderang – yang hanya dipenuhi wisatawan, pedagang, dan orang orang menyambut malam tahun baru.
Dengan gagah gempita, Wakil Walikota berkata,
“ Biarlah Bukittinggi tanpa wisatawan daripada harus menjadi kota maksiat “
Pemerintah daerah mungkin tak pernah menghitung nilai ekonomi yang muncul dari sektor pariwisata. Sedangkan DPRD yang meratifikasi peraturan daerah juga tak perduli. Masih lekat ingatan kita ketika hampir seluruh anggota DPRD Sumbar ,Bukittinggi dan Payakumbuh tersangkut korupsi masal.

Kalau ada wisatawan yang pulang ke hotel atau penginapannya terus berbuat maksiat, tentu bukan salahnya jam Gadang. Anggap saja penerapan syariat sebuah pilihan. Bukankah lebih baik seperti yang dilakukan hotel hotel di Aceh, meminta surat nikah atau identitas suami istri daripada menutup Pulau Weh sebagai daerah kunjungan wisata.

Daripada memikirkan sandiwara ketoprak yang tidak lucu, lebih saya mulai mencari tiket pementasan Butet Kartaredjasa di Teater Ismail Marzuki minggu ini. Kolaborasi tulisan Ayu Utami dan Agus Noor. Konon ia akan mementaskan sebagai tukang cukur yang bernama Susilo. Karena hari panas ia membuka bajunya hingga telanjang dada. Sialnya, ia ditangkap aparat karena melanggar undang undang pornografi.
Sebuah peradaban yang monoton, kering dan gersang mungkin menjadi catatan sejarah negeri ini. Dan dari sejuknya udara Bukittinggi, angin itu bertiup entah kemana.

Photo Jam Gadang : Budi Melianto Soehono

91 Comments so far...

max Says:

18 February 2008 at 8:11 pm.

Hehehe. saya juga sedang posting Bukittinggi, dalam konteks wacana walikotanya yang ada-ada saja ;)

leksa Says:

18 February 2008 at 8:18 pm.

membuat saya ingin melirik budaya lama MInang kabau di masa-masa awal masuknya Islam disana …

mari kita bandingkan…

sebenarnya pergeseran apa yang terjadi…
menuju makin liberalis melupakan budaya islami minang?
atau malah makin bernada “Islam garis Keras” meninggalkan Islam ala Minang?

max Says:

18 February 2008 at 8:19 pm.

berita sementaranya; 3 pasang muda mudi ditangkap karena berpelukan dan pegangan tangan pada Rabu (13/2). Dan pada malam valentine (14/2) 17 orang yang dianggapnya tingkahnya mencurigakan digaruk Pol PP. Dari semua yang tergaruk tersebut, terdiri dari 6 pasang muda-mudi, tapi hanya 7 orang yang diajukan ke pengadilan karena terbukti tidak mempunyai identitas diri, sedangkan sisanya hanya diberi peringatan dan membuat surat pernyataan.

Asli…, ada2 saja :))

pengki Says:

18 February 2008 at 8:28 pm.

hehe.. walikota Bukittingginya harus siap2 diprotes juga nih. ada satu kalimat yang saya masih ingat betul dari kakek saya.
‘ dek karano mancik, lumbuang dibaka’ – karena ada tikus, lumbungnya dibakar. tikusnya mati, padinya juga hangus, orang2 jadi ngga bisa makan.. :D

pengki Says:

18 February 2008 at 8:30 pm.

Rasa rasanya hampir tidak mungkin melakukan kemaksiatan di tempat terbuka – terang benderang – yang hanya dipenuhi wisatawan, pedagang, dan orang orang menyambut malam tahun baru.

wahaha.. bener mas.. :)) bener2 ngga ada alasan kalau Jam Gadang ditutup gara2 maksiat.

GuM Says:

18 February 2008 at 8:31 pm.

kenapa semua yang berbau barat harus selalu dicap jelek?

bangsa kita itu sebenernya kreatif. bisa ngambil sesuatu yang berguna dari sampah sekalipun. apalagi untuk sebuah momen valentine yang menurut saya masih ada saja positifnya. menebar kasih sayang, contohnya. kalau mau berantas maksiatnya, berantaslah efek kebablasan dari valentine itu.

jadi menurut saya, mau merayakan atau tidak, itu pilihan.

hmm… atau mungkin karena di sana perayaan valentine dinilai lebih maksiat ketimbang korupsi massal, pak? makanya diberantas. hehehe…

Mbah Sangkil Says:

18 February 2008 at 8:47 pm.

kok gak ada yg teriak-teriak “dilarang tidur waktu sidang soal rakyat?”

kok gak ada satpol pp yg nangkapin anggota dewan yg lagi tidur pas sidang paripurna?

ah pemerintah pusat sama daerah podo wae, beraninya sama rakyat kecil….

wieda Says:

18 February 2008 at 8:49 pm.

walahhhh….koq pendek banget cara pemikirannya????
Maksiatnya dimana seh?

bingung mikir nya…

edo Says:

18 February 2008 at 8:51 pm.

hihihi…
mas imam pun membahas cerita kampung halaman tercinta :p
beberapa tulisan saya juga membahas tentang hal ini :)

Goen Says:

18 February 2008 at 9:35 pm.

Ini benar-benar mirip dengan kasus undang-undang khusus saat bulan puasa di Banjarmasin yang melarang semua warung makan buka di bawah jam 12 siang. Padahal Banjarmasin bukan daerah syariat… :|

liemz Says:

18 February 2008 at 9:52 pm.

Ah, mereka itu seperti orang suci saja.

BARRY Says:

18 February 2008 at 10:56 pm.

Hanya dapat mengelus dada mendengar berita di atas…

Donny Verdian Says:

18 February 2008 at 11:37 pm.

Saya merasakan hal yang sama Mas. Perbedaannya Anda berani menulis dan saya terlalu chicken untuk mengulasnya :)
Tak sedikit yang berpikiran seperti Anda, tapi sangat sedikit yang berani konsisten seperti Anda :)
Salut!

yus Says:

18 February 2008 at 11:57 pm.

lebih aneh lagi yang berencana mengeluarkan fatwa haram.. hehehehe.

koprilia Says:

19 February 2008 at 12:12 am.

wah mas..klo baca postingan mas iman..saya kok jadi emosi yah dengan negara ini, dan ngamuk juga dengan orang2 yang katanya berpegang dengan hukum, juga sedih dengan kata hukum itu sendiri.
karena mreka tidak bisa melihat mana hukum yang berjalan dan mana hukum yang buta.
demikian juga disini, klo mo posting ginian jadi ga bisa muntah saking banyaknya ide, dari mata kepala sendiri menyaksikan dan menjadi korban sebuah skenario2 dari hukum yang memang sekarng ga mutu babar blas di negara ini.
trus yang berhak ditegur tuh pelaku hukumnya atau hukumnya/aturan mainnya itu yah???
ah sudahlah..ndak jadi ngemosi…hidup bukit tinggi yang sejuk…

ilhamsaibi Says:

19 February 2008 at 1:17 am.

ckckck, ampe sigitunya pemerintah bukittingi, batal deh acara taon baruan di rumah. mending di jogja aja kalo jam gadang “gak berfungsi” lagi

yoki Says:

19 February 2008 at 1:41 am.

lucu….jadi pengen tahu tanggapan walikota beserta anggota DPRD kalo memang PAD dari pariwisata jadi 0%! percuma dong proyek baru milyaran pariwisata Indonesia kalau pola pikirnya seperti ini…(mudah-mudahan hanya satu!)

mitra w Says:

19 February 2008 at 2:40 am.

sudah stress kali itu orang…

dian Says:

19 February 2008 at 3:14 am.

mereka itu…pasti kurang kasih sayang.

gak berhasil deh visit indonesia 2008. mudah2x-an cuma satu bijik deh yg kayak gitu

enade Says:

19 February 2008 at 5:56 am.

Haiya … sedih membaca berita-berita seperti ini. Mengelus dada deh … (dadanya sendiri tapi ….)

jeng endang Says:

19 February 2008 at 7:40 am.

ini apa pengaruh dari multi partai dan ide utk mengislamkan negara ya? harusnya negara itu berketuhanan tapi pelaksanaan jgn berlandaskan agama……begitu benarkah?

didi Says:

19 February 2008 at 8:03 am.

setuju sama pemerintah bukittinggi. tidak setuju sama korupsi. muak sama ayu utami dan utan kayunya. apalagi sama gunawan muhammad. mati juga ogah cacing makan jazadnya. mudah2an cepat terwujud negara islam itu.

zam Says:

19 February 2008 at 8:04 am.

bukittinggi.. salah satu kota di Indo yg saya pengen banget ke sana.. hiks..

eh, dramanya Butet selalu bertema sama, yg bener jadi salah.. :D

stey Says:

19 February 2008 at 8:15 am.

Wah..kalo semua daerah di Indonesia kayak gini, waaahh..bisa bener2 turun pendapatan devisa negara kita..

unai Says:

19 February 2008 at 8:58 am.

bener-bener kurang kerjaan pemerintah ini, iya..ini hanya momen..mana pulak bisa bermaksiat di Jam gadang itu..eh saya juga ingin bercerita sedikit ttg kendahan bukittinggi

anggangelina Says:

19 February 2008 at 8:58 am.

yah kita kan ga bs melihat dari satu sisi saja.. kalo cm ‘pernah’ kesana tanpa bener2 merasakan apa yg sebenarnya terjadi disana, sama aja kan? lebih baik mencegah daripada menyembuhkan.. pemerintah sana mungkin penuh dg sisi-sisi gelapnya (korupsi, dll), tp setahu saya nilai Islam di bukit tinggi sangat tinggi, dan wajar pemerintah sana berusaha keras menjaga keislaman kawasan mereka.. justru sebagai tamu, kita harus menghormati apa keinginan rakyat disana..kalo ternyata kemaksiatan bener2 terjadi, toh kita yg diluar sini kan nggak bener2 tau apa yg sebenarnya terjadi disana… untuk apa mengaut untung jika dosa jg ikut2an terkaut..?

yah, bginilah dunia.. bgitu ada yg ingin mencegah, pasti dibahas.. tapi begitu ga dicegah, langsung diusut.. waduh…..

Doohan Says:

19 February 2008 at 10:11 am.

Wah… ada-ada saja ni para kepala daerah, klo dulu ada bupati yang mo tes virginitas sama siswa sma, sekarang ada lagi ini. sepertinya inilah akibat dari pemahaman yang kurang dari para kepala daerah kita. asal dengar laporan tanpa cek n ricek. kita juga harus maklum (mungkin) kalo jaman mereka muda kan valentine baru gaungnya aja yang terdengar, belum seperti sekarang ini.

nico Says:

19 February 2008 at 10:22 am.

Saya setuju dgn pak walikota. Setujuh..*ngajak salaman pak walikota*

kenny Says:

19 February 2008 at 11:04 am.

gak beda jauh ama disini, penyanyi (rocker) gi konser saking asyiknya sampe buka baju akibatnya…kenal cekal deh

funkshit Says:

19 February 2008 at 12:05 pm.

saya sungguh2 bersyukur .. karena tidak tinggal di sana.. dan bersukur karena jogja nda menerapkan peraturan kaya gitu

merayakan valentine itu kriminal ?? haduhhh…

bangsari Says:

19 February 2008 at 1:13 pm.

benar benar pemerintahan yang tanpa arah.

kw Says:

19 February 2008 at 2:47 pm.

kalau begitu terus, lama2 islam habis deh, tak ada orang yang berminat mencumbuin lagi hi hi hi….. pisss….

-=«GoenRock®»=- Says:

19 February 2008 at 3:59 pm.

Saya ndak ngurus valentin, mau valentinenan sama siapa yo ndak ngerti T~T. Weeh kak Butet manggung di TIM? Kapan Om? Saya lama ndak nonton monolognya kak Butet. Pengen nontooooon

escoret Says:

19 February 2008 at 4:03 pm.

kapan aku smpe jam gadang itu..????
sumpah..fotonya keren,.!!!!

Luigi Says:

19 February 2008 at 4:49 pm.

Ketahanan individu dan kuatnya suatu norma itu sedianya dimulai dari lingkup yang paling dalam —> KELUARGA, kalau ketahanan norma, adat-istiadat dllsb bisa terus mengakar dari sisi nucleus terdalam (keluarga) maka pengaruh apapun diluar bisa tidak tergoyangkan, tidakperlulah institusi sekelas pemerintah setempat sampai harus turun tangan seperti ini – there are a hell of a lot more important issues to be dealth with rather than this non-essentials :D (malu dong, ah!)

With regards to celebrating love – I celebrate it every day :-)

hanny Says:

19 February 2008 at 4:56 pm.

gak tau, ya, aku nggak ngerti. apakah mungkin skala prioritas kita dan pemerintah itu berbeda. hal-hal yang nggak penting mereka anggap penting, sementara hal-hal yang kita anggap penting menurut kita nggak penting banget untuk dipermasalahkan.

perihal postingan di atas, mungkin kembali lagi: sampai sebatas mana pemerintah berhak mencampuri hak azasi penduduknya sebagai manusia? kadang-kadang saya pikir negara kita ini bukannya mengalami kemajuan dalam hal toleransi; tapi malah mengalami kemunduran.

hmm, susah memang tinggal di Indonesia, tapi seperti apapun, saya tetap cinta juga sama negeri ini hahaha. mudah-mudahan negara ini bisa lebih bijaksana seiring bertambah umurnya. dan saya ingin ikut serta menjadikan negeri ini negeri yang lebih ramah untuk semua orang–tak peduli apa suku, ras, agama, dan golongannya.

saya ingin negeri ini bisa menjadi negeri yang “memberi contoh” sehingga orang terinspirasi untuk mengikuti contoh bijaknya, bukan menjadi negeri yang ‘memaksa’ sehingga orang sibuk mengutuk ketika mau tak mau harus menaati apa yang diperintahkan.

ah, indahnya.

elly.s Says:

19 February 2008 at 4:57 pm.

at least masih ada yg mikirin gimana meredam maksiat mas…
saya guru sma bertahun yg lalu…
murid2 saya memang melakukan janji kencan kearah maksiat dimalam valentine…

saya akali dgn ngundang makan dirumah saya tapi diabsen n harus datang semua….
nggak sukses2 amat tapi paling nggak masih ada yg mikirin..

dari pada tambah sakit jantung mendengar pendapat beberapa sahabat saya yg juga guru..
“ngapain juga diurus..wong anak kita bukan. Mo bener atau nggak bener egp”.
Loh kalo semua guru ( semua aparat) mikirnya gicu mo jadi apa negara ini, agama ini dan generasi muda ini.

Hmhmh…gak mudah memang jadi aneh disekeliling org2 yg aneh…

hanny Says:

19 February 2008 at 5:12 pm.

duh, sampai salah tadi di opening di atas. hahaha. saya edit sedikit yah: gak tau, ya, aku nggak ngerti. apakah mungkin skala prioritas kita dan pemerintah itu berbeda. hal-hal yang “menurut kita” nggak penting mereka anggap penting, sementara hal-hal yang “mereka” anggap penting menurut kita nggak penting banget untuk dipermasalahkan.

sluman slumun slamet Says:

19 February 2008 at 5:15 pm.

lebih mulia korupsi daripada nongkrong di hiburan malam!
mungkin itu yang ada di kepala mereka!
lha daripada ngurusi hari palenten, ya mbok ngurusi korban bencana sajah…

gempur Says:

19 February 2008 at 7:02 pm.

hoooo… sampe segitunya ya.. padahal makin dilarang makin nekat loh pelakunya.. mendingan biarin aja, sambil nge-blog.. sebarkan pendidikan, apa itu valentine… lama-lama orang tau kok.. lagian kurang kerjaan banget.. sing gedhe sik akeh kok ngurusi sing cilik.. ehmmm.. ada ada saja indoensia kita ini hehehehe

Lugaid Vandroiy Says:

19 February 2008 at 7:21 pm.

kita, generasi muda, ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau :mrgreen:

Wazeen Says:

19 February 2008 at 7:56 pm.

hadoh nama tokoh ketopraknya itu sangat menghawatirkan, jangan2 nanti bisa digrebek ama pak lurah :D

icha Says:

19 February 2008 at 9:28 pm.

wah piye iki??? ada2 aja atau mgkn memang muda mudi kita sudah pd hancur … jd perlu turun tangan gituh pihak yg diatas. duuuhh kyk gak ada urusan yg laen aja degh

aris Says:

19 February 2008 at 9:29 pm.

di jaman awal2 kemerdekaan RI, Bukittinggi pernah menjadi ibukota pemerintahan darurat. Kalau sang walikota ingin mengeluarkan kebijakan aneh2, mestinya yg harus dikerjakan adalah memindahkan Jakarta ke Bukittinggi, agar ibu kota negara tidak kerap kebanjiran. Kalau cuma berani mengeluarkan larangan merayakan valentine, itu mach walikota ecek-ecek.

iphan Says:

19 February 2008 at 10:00 pm.

wah… ada penyakit baru : maksiatophobia. orang hyang takut dengan hal yang di anggap berbau maksiat. walopun itu sebenernya mustahil… perlu di patenkan nih

cK Says:

19 February 2008 at 10:04 pm.

heran…makin hari kok makin santer aja ya soal beginian? bukannya dijalani dengan damai, tapi malah penuh protes-protes… :-?

Totok Sugianto Says:

20 February 2008 at 1:32 am.

masih terkesima sama fotonya jam gadang, padahal saya belum kesana kok sudah mau ditutup buat wisatawan sih :(

Nugie Says:

20 February 2008 at 4:35 am.

Kecerdasan mempengaruhi cara mengidentifikasi masalah…

de Says:

20 February 2008 at 7:42 am.

bener2 ngga lucu dan bikin gemessssss. niru kata anak saya: gak penting banget gitu loh!!! kayak ngga ada yg lebih penting untuk diurusin. Duh!!!!!

Nazieb Says:

20 February 2008 at 8:49 am.

Agama semakin terlihat buruk jadinya…

Ida Arimurti Says:

20 February 2008 at 8:57 am.

Mas Imaaaan apa kabar ? Uenaaknya jalan2 ke Bukittinggi, mana oleh2nya?

edratna Says:

20 February 2008 at 10:35 am.

Terakhir jalan-jalan ke Padang-Bukittinggi tahun 2006 dengan kedua anakku dan calon menantu (sekarang udah jadi menantu), ada pemandangan yang menarik. Banyak anjing berkeliaran, bahkan menurut cerita pak sopir yang orang asli Minang, anjing tsb dimandikan, dirawat…dan diajak saat akan pergi ke mushola (memang sih anjingnya untuk ditalikan dengan pagar menunggu majikan sholat). Anjing tsb dipiara untuk berburu. Melihat ini saya menganggap orang Minang moderat…apalagi kalau melihat STA dan teman-temannya yang mengenalkan sastra Indonesia, dan perjuangan bangsa Indonesia melalui roman sastranya.

Entahlah, kadang saya menjadi bingung, karena kayaknya banyak hal kecil menjadi besar hanya persepsi pimpinan…dan anehnya kok ya bawahan ga ada yang berani protes. Padahal budaya Minang adalah orangnya suka diskusi, suka menulis…..apakah yang salah???

RIZKI EKA PUTRA Says:

20 February 2008 at 4:55 pm.

Satu hal yang kadang membuat kita heran adalah : Kalau ada orang-orang yang mencoba menegakkan agama maka akan selalu dicap tidak populer! Sudah tinggikah ilmu agama kita sehingga dapat menyimpulkan tindakan orang yang mencoba mengarahkan anak bangsa menjadi lebih baik adalah perbuatan yang lebih rendah dibandingkan pegelaran sebuah tetaer?

siska Says:

20 February 2008 at 8:05 pm.

hmmm udah lama ga ke Bukittinggi…udah lama ga pulang kampung, hehehe…

kota ini tanpa wisatawan? pemikiran sempit dan dangkal…ga ada cara lain apa yah?

afin Says:

20 February 2008 at 8:54 pm.

nah nih, bener..seringkali kita mengurusi hal-hal seperti ini sementara yang lebih gede dan lebih berbahaya ada
cocok deh dengan pribahasa
kuman diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tiada tampak
(wah kebalik gak ya?)

eko Says:

21 February 2008 at 3:22 pm.

mas iman, walau masalahnya sama bisa direspon lain khan

rey Says:

21 February 2008 at 3:39 pm.

ya biarin aja… emang begitu adanya dan gak bs diapa2in tho?? yang penting aku pengen banget ke Bukittinggi dan sekitarnya, selain alamnya indah, aku pengen bgt wisata kuliner, hehehe… pasti makanannya enak2… sluurrpp… duuhh kapan yaa?? :D

olangbiaca Says:

21 February 2008 at 4:37 pm.

Aslkm…ehe..menarik buat dibahas….

Mungkin kita harus lebih dewasa untuk menyikapinya, dan kita juga harus melihat semua sisi dan semua pertimbangan, dan juga melihat historinya masyarakatnya, kita tidak bisa menarik kesimpulan sementara kita tidak tahu apa yang sebenarnya, tentu kita harus klarifikasi setidaknya. dan kita tentu tidak bisa latah hanya gara-gara tahu informasi sedikit saja. Dan kita tidak bisa juga untuk meng-generalisir sesuatu. Bisa jadi tindakan Pemkot bukittinggi itu benar kalo dilihat dalam kacamata Moralitas anak bangsa. Bisa jadi juga kurang populer dizaman ini.

Tentu semua itu (usaha2 pemkot bukittinggi) untuk arah yg lebih baik dan sangat berguna bagi perkembangan perjalanan bangsa ini kedepan. Namun pemkot Bukittinggi disini juga harus bersikap bijak dan proporsi serta seimbang, dan juga harus sejalan dgn Pelayanan publik yg baik agar masyarakat merasakan KETENTRAMAN/KEDAMAIAN disatu sisi, juga merasakan KESEJAHTERAAN disisi lainnya.

Bukankah kita ingin semuanya ke ARAH YANG LEBIH BAIK ?

Thanks mas Iman, atas postingan ini, setidaknya Memperkenalkan Kampung saya ke mata DUNIA.

olangbiaca Says:

21 February 2008 at 4:52 pm.

“Saya tak pernah percaya bahwa nilai nilai Islam akan luntur gara gara issue ini. Islam terlalu besar untuk disandingkan dengan urusan sepele seperti Valentine”

Benar nilai2 Islam tidak akan pernah luntur sampai dunia kiamat sekalipun, namun nilai2 Islam yg ada didalam dada dan fikiran kita masing-masing yg bisa luntur akibat “fakta” ini. Dan Islam sangat-sangat memperhatikan semua masalah apapun mulai dari yg KECIL sampai urusan yg BESAR sekalipun, karna ia adalah RAHMATAN LIL ‘ALAMIN, RAHMAT BAGI SEMUA ALAM,

sebagai ilustrasi saja : coba bayangkan kalo kita pipis sembarangan, apa yg terjadi ? Islam memberi tuntunan ttg hal ini, membuat Kakus yg tetutup misalnya. Bukankah jika kita pipis sembarangan akan mengganggu semut sekalipun ?

Nah binatang se-level semut saja di perhatikan oleh ISLAM apalagi kita manusia….ya nggak ?

oke deh mas…thanks banget ya atas postingannya membuat Cakrawala kita terbuka.

iman brotoseno Says:

21 February 2008 at 5:22 pm.

olangbiaca,
betul sekali..sama sekali kita tak perlu mempertanyakan hakekat keimanan dan syariat agama yang kita anut. Kita percaya itu , juga RAHMATAN LIL ‘ALAMIN, RAHMAT BAGI SEMUA ALAM.
Hanya saya lebih percaya bahwa Islam harus memberikan rasa adil dan memberikan pencerahan bagi dunia. Bagi saya sungguh menyedihkan jika lebih berkutat dan berkoar untuk hal kecil seperti valentine, tetapi kita menutup mata dengan korupsi dimana mana, ketidakadilan, penindasan rakyat dan kesewenang wenangan.
Bagi siapapun, saya menghargai komentar dan diskusi ini. Should we proud living in democracy right ? ini lah harga yang harus dibayar untuk sebuah demokrasi. Sebagaimana saya menghormati pendapat teman teman semua, semestinya juga saya memiliki keyakinan atas hal ini. Karena justru kadang kadang karena ‘ faith ‘ , malah membuat orang merasa harus menutup sebuah diskusi.
Salam

auliahazza Says:

21 February 2008 at 8:29 pm.

Soal ditutupnya jam gadang saat tahun baru nanti, dan itu pertama kali dalam sejarah berdirinya jam gadang, bukannya itu bisa menjadi trik pariwisata. Mungkin tanpa sadar Pak Walikota membuat orang penasaran, orang-orang akan berbondong-bondong, kali aja tahun-tahun yang akan datang tidak terjadi lagi penutupan Jam Gadang. Bukittinggi penuh orang untuk melihat Jam Gadang diselimut bendera “Jerman”, bendera khas Sumatera Barat.

Rencananya fotographer asal Sumatera Barat yang dirantau akan datang bersama-sama teman-teman pencinta “jepretan” di akhir tahun yang akan datang. Seumur hidup kita dan seumur hidup Jam Gadang.

Saya tidak akan memberi komentar soal valentine karena saya tidak tinggal disana dan tidak tahu apa yang terjadi dengan pemuda-pemudi disana, alangkah baiknya sebelum menilai sesuatu disurvey terlebih dahulu dan diselidiki lebih mendalam

auliahazza Says:

21 February 2008 at 8:57 pm.

Ada tambahan untuk jam gadang yang diambil di pojok Singgalang : …… berdasarkan laporan petugas kebersihan pagi hari, banyak ditemui ‘balon’, maksudnya kondom bekas. Ada apa ini? Nah, dari pada acara menyambut tahun baru berlanjut ke maksiat, Pemko Bukittinggi bersama Muspida sepakat akan menutup Jam Gadang dan tidak memberikan izin keramaian pementasan.

Bentuk penutupan Jam Gadang itu direncanakan mempergunakan marawa Minangkabau dengan tiga warna, yakni hitam, merah dan kuning. Ketiga warna tersebut adalah warna kebesaran Minangkabau. Soren­ya, 31 Desember sekitar pukul 17.00 WIB diadakan upacara penutupan Jam Gadang, dan esoknya, 1 Januari sekitar pukul 06.00 dibuka lagi, juga dalam sebuah upacara. Begitulah benarlah…..

*Kalau pake upacara adat, bagus lho itu … kan ada nilai pariwisatanya. Dari milist orang awak sudah ada pengumuman hotel2 di bukittinggi hampir full, berikut pengumumannya :
Walaupun 31 desember 2008 masih sangat jauh, tapi kamar di Bukittinggi untuk malam tahun baru sudah hampir full , Puncak Acara akhir tahun 2008 di Jam Gadang sekaligus penutupan VIY 2008 akan dilakukan Penutupan Jam gadang yang merupak simbolik kota Bukittinggi dengan kain yang disebut Marawa (sepotong kain yang dijahit menjadi satu dengan tiga warna yakni merah-kuning-hitam)

Acara Ritual Pembersihan Jam gadang atau yang disebut Jam Gadang Hening dillakukan yang pertama kali di sumatra barat sejak seratus tahun Jam gadang ini berdiri , Acara Bersih Jam gadang memilki makna bagaimana kita merenung dengan perjalanan sepanjang 2008 dan untuk berfikir apa yang alan kita lakukan lebih baik pada tahun 2009, Buat Anda yang bosan dengan acara hiruk pikuk dan butuh ketenaangan ini lah tempatnya dan pada tanggal 01 januari 2009 rencananya akan digelar Food Festival , Semua jajanan pasar untuk yang benar-benar ingin mencicipi makanan khas sumatra barat dengan waktu yang terbatas dapat dicoba pada tanggal ini, Silahkan tentukan hotel yang anda inginkan untuk menginap bersama keluarga.

So, ada positifnya juga kan …. ;)

Retorika-1000DS Says:

22 February 2008 at 3:17 am.

Iyalah namanya juga sok ekslusif, dibilangin, semakin religius seseorang-kelompok maka pemikiran mereka semakin fulga (alias semakin nggak jauh dari selangkangan)

memangnya free seks kenapa? bukanya dosa ditanggung masing masing? ah ini sih namanya pelanggaran ham berat! Mau bikin indonesia jadi Saudi apa ?

Retorika-1000DS Says:

22 February 2008 at 3:17 am.

Silahkan main ke blog saia mas … salam kenal sebelumnya :-D

olangbiaca Says:

22 February 2008 at 12:34 pm.

Asl..siiiip.setuju mas Iman, sy senang sekali mendapat respon dari Mas. sebelumnya sy meng-Apresiasi mas Iman, karna mau2nya mas habiskan waktu hanya sekedar utk diskusi ini. Subhanallah…Jiwa mas begitu lapang.

Sepertinya jalan pemikiran kita sama mas, Ya..Islam adalah DIEN yg SEMPURNA / KOMPREHENSIF dan MODERAT, sy sangat setuju apa yg Mas Iman paparkan, ya tinggal bagaimana kita semuanya (RAKYAT dan PEMERINTAH) utk meng-aplikasikan apa2 yg sudah diatur dlm ISLAM (Menegakkan Keadilan, Menebar Kebaikan, Memberikan rasa DAMAI dan TENTRAM, dan Menyejahterakan masyarakat semuanya termasuk Non-Muslim sekalipun, karna Islam mengakui adanya keanekaragaman/Plural, bukan Pluralisme).

Sejarah sudah mencatat dgn TINTA EMAS bagaimana Kemakmuran di zaman Umar bin Khatab. semuanya MAKMUR termasuk non-muslim, tidak ada orang yg mau menerima sadakah, orang miskin 0%…Subhanallah..Indahnya.

Yuk mas..mari sama-sama kita mulai dari diri sendiri…
Thanks ya mas..salam CINTA SELALU…:-)

towet Says:

22 February 2008 at 9:51 pm.

Mungkin untuk sekedar informasi buat mas imam (kalo belum tau), beberapa waktu lalu di bukittinggi terjadi suatu kasus terkait pornografi yang terkait dengan remaja Bukittinggi. Sepasang remaja diketahui berfoto tanpa busana ketika mereka menginap bersama setelah membeli barang-barang untuk keperluan valentine.

Saya sebagai warga bukittinggi, tidak habis pikir, kota yang sangat menjunjung tinggi adat minang yang penuh aturan dalam pergaulan remaja, bisa memiliki warga seperti itu.

Jadi menurut saya pribadi, sudah sewajarnya pemda mengambil berbagai tindakan untuk mencegah kemaksiatan meraja lela di Bukittinggi.

Mungkin menurut anda valentine (baca : kemaksiatan) is not a big deal, tapi bagi daerah se religius bukittinggi, bahaya kemaksiatan itu sama levelnya bahkan mungkin lebih parah dari pada kejahatan manapun.

yuher Says:

22 February 2008 at 10:00 pm.

Seberapa penting masalah valentine perlu di urusi oleh pemerintah (dalam hal ini pemda)?
SANGAT PENTING

Kenapa?
Karena hal ini menyangkut dengan masalah capital social suatu bangsa.
Jika anda mengaitkan dengan masalah kemiskinan, korupsi dll masalah penting bangsa lainnya,, saya sarankan anda untuk membaca buku fenomenal Francis Fukuyama yang berjudul Great Disaster.

Dalam buku tersebut, Fukuyama menjelaskan akan pentinganya modal sosial dalam suatu bangsa,, yaitu generasi muda. Fukuyama telah mendedikasikan waktunya untuk melakukan penelitian terhadap negara-negara skandinavia, amerika serikat, amerika latin dan asia (jepang dan cina), untuk mengetahui,, apa ancaman terbesar sebuah negara saat ini? Dan mengapa masalah korupsi, kemiskinan dll tidak bisa terselesaikan? Karena negara telah kehilangan modal sosialnya itu.

JAdi,, dengan adanya peraturan dari pemerintah tersebut, merupakan suatu langkah nyata dari pemda bukittinggi untuk menyelamatkan generasi mudanya,, yang pada akhirnya,, dalam sebuah proses (sebuah masalah yang super rumit seperti korupsi dan kemiskinan nggak bisa di selesaikan dengan sekali tepuk tangan doank kan?),, masalah besar tersebut terantisipasi. Harusnya kita bisa melihat sisi cerdas pemda ini,, jangan egois dan hanya memikirkan kesenangan pribadi saja.

Kita sudah terpuruk,, dan saatnya untuk introspeksi.

Makasih atas tulisannya yang sangat menggelitik ^_^

danalingga Says:

23 February 2008 at 10:43 am.

Saya sampe sekarang masih belum paham cara berpikir pemerintah yang beginian ini. Kalo boleh becuriga ria, jangan-jangan ini hanya tindakan untuk mendongkrak popularitas yang telah menurun. Seperti para artis, yang terdongkrak popularitasnya dengan masuk infotaiment.

rina Says:

23 February 2008 at 11:56 am.

Saya setuju dengan pemda melarang perayaan valentine, itu adalah salah satu cara mengembalikan nilai Islam di Bukittinggi. Hal ini untuk menyadarkan generasi muda bahwa ada “hal-hal (yang dibilang) sepele”, namun sebenarnya sangat bertentangan dengan syariat Islam. Salah satu langkah yang nyata dari pemda sejak dicanangkannya program ‘kembali ke surau”, yaitu mengembalikan “adat bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah” yang berlaku di Ranah Minang sejak dahulu.

Jujur saya sebagai orang Bukittinggi, sudah merasa gerah, setiap pulang kampung, melihat pergaulan remaja Bukittinggi sekarang yang sudah mulai mengarah ke pergaulan bebas. Saya tidak ingin Bukittinggi yang sangat saya cintai dan saya banggakan berubah menjadi tempat yang penuh maksiat.

Mungkin anda coba untuk memahami terlebih dahulu bagaimana adat minang, sebelum memberi penilaian tertentu, dan setahu saya soal menangani masalah yang lebih besar (baca: korupsi), pemerintah Sumatera Barat sudah melakukannya. Beberapa tokoh di Sumatera Barat bahkan mendapat penghargaan anti corruption award karena dinilai bebas dari praktik korupsi dan secara aktif melakukan tindakan nyata memberantas korupsi di lingkungannya. Anda juga coba baca artikel berikut yang saya kutip dari salah satu situs internet:

“Tahun 2002, tayangan televisi maupun berita media cetak diramaikan dengan berita “revolusi” dari tanah Sumatera Barat (Sumbar).

Pada saat pemerintah pusat terkesan enggan memberantas korupsi, justru aparat kejaksaan dan rakyat Sumbar, yang jengah dengan perilaku anggota DPRD-nya, dengan gigih mengungkap dugaan korupsi dari anggota DPRD itu.

Akhirnya, 43 anggota DPRD Sumbar diseret ke pengadilan dengan perkara dugaan korupsi APBD tahun 2002 sebesar Rp 5,9 miliar.”

Jadi, pemerintah dan masyarakat Sumbar tidak hanya mengurusi hal-hal (yang anda anggap sepele), tapi juga masalah besar (korupsi).

sekali lagi mas, penerapan syariat itu bukan sebuah PILIHAN bagi masyarakat Sumatera Barat, tapi sebuah KEWAJIBAN.

sesy Says:

23 February 2008 at 4:00 pm.

cuma bisa bengong, spechless, dan makin bingung. come on deh, kenapa g mikirin hal lain yang lebih penting aja sih. kayak gitu kok jadi pejabat.

Saip Says:

24 February 2008 at 4:05 am.

islam terlalu besar untuk bisa dirusak oleh valentine? islam yg mana? islam dalam diri anda? maybe. islam secara keseluruhan? of course. tapi islam dari dalam diri sebagian remaja, nggak cukup gede men, dan ter-rusak-kan oleh hal2 seputar valentine. Saya gk tau apa yg trjadi d bkt valentine kmrn, tapi bisa saya bayangkan apa yg akan terjadi andaikan dirayakan secara bebas dan besar2 an. Saya merayakan taon baru 2008 di jam gadang dan kegilaan benar2 terjadi di sana, di sekitar jam gadang, di tugu pahlawan tak dikenal, bioskop eri, dsb, dengan berbagai cara yg tak terpikirkan oleh saya sebelumnya, spt mojok, ke toilet bareng, menyuruh tmn2nya berkerubung untuk menghalangi, dll, dll, pasangan2 itu melakukan zina. saya sendiri menyaksikan paginya kancut2 cewek dan kondom2 bekas pakai berserakan di mana. That’s true. opini dan argumen dan perdebatan mungkin terlalu sempit untuk ditampung pada tempat yang sangat terbatas ini, jadilah saya hanya menyodorkan fakta, untuk bahan perenungan, bahan pemikiran bagi yg ingin berpendapat, bahan pertimbangan bagi yang berhak bertindak.

GOLDENBOY Says:

28 February 2008 at 1:34 pm.

Saya setuju juga dengan Walikota Bukittinggi,
Baguslah jam gadang di tutup selama 24 jam,
Saya tidak ingin adek saya ikut-ikutan mengadain acara tahun baru,, karena tidak sesuai dengan Agama saya dan falsafah minangkabau(Adat basandi Syarak, syarak basandi kitabullah).
Bukan Budaya Orang Minangkabau merayakan Tahun baru masehi..(kafir)
apakah bapak iman brutoseno mengerti…
sangatlah penting pak…bapak saja yang tidak mengerti persoalan ummat….
masalah korupsi tolong bapak baca persoalannya dulu,, jangan langsung di posting di media seperti ini..
Jangan sekali baca persoalan langsung posting ke media,,
pahami lah dulu pak,

GOLDENBOY Says:

28 February 2008 at 1:36 pm.

Tolong di baca persoalan yang terjadi baru di posting di media hoiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
jangan Asal posting aja

seroja Says:

28 February 2008 at 1:39 pm.

Tolong di baca persoalan yang terjadi baru di posting di media hoiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
jangan Asal posting aja, masalah korupsi baca persoalannya,,
masalah bukittinggi baca persoalan nya,,, jangan hanya terpaku satu koran tetapi tolong di telusuru sampai ke akar2nya,, biar jelas
jangan sembarang posting ya,, teruntuk bapak iman

Lance Says:

28 February 2008 at 3:00 pm.

Mas Golden Boy dan Bung Seroja
Santai saja, tidak usah emosi…Saya Rasa Bp. Iman tidak perlu bersusah payah menanggapi diskusi yang berkepanjangan. Ini khan wacana tulisan pemikiran seseorang. Sah sah saja untuk menyikapi dengan pro kontra. Tak ada siapapun bisa menghentikan atau melarang sebuah postingan. Ini ranah blog yang demokratis. Jika anda harus merasa berbeda pendapat dengan penulis ini. mohon keikhlasan untuk menerima keanekaragaman pemikiran.
Jika tidak juga, ya jangan datang atau membaca isi sebuah blog.
Ini hanya Blog. Hidup mati sebuah bangsa, masyarakat tidak melulu tergantung dengan isi postingan.

Almer Says:

28 February 2008 at 8:43 pm.

Siapa yang pernah berkunjung ke Bukittinggi dengan luas area Jam Gadang yang jauh lebih kecil dari Alun2 di Bandung, akan memaklumi pelarangan perayaan Malam Tahun Baru pesta Kembang Api untuk thn mendatang, disebabkan arus ribuan manusia yang membludak dari segala penjuru, mulai dewasa sampai anak2 kecil, oleh karena menghindarkan kejadian2 yang tidak diingin-kan, dimana arus manusia yang hanya bisa ditampung oleh lapangan Monas di Jakarta, lihat dokumentasi foto http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_ybggal&Itemid=27&pdisp=latest&picid=2292
Syukur saja tidak ada yang korban pada acara thn baru tsb.

Saya memaklumi tulisan dari Mas Imam Brotosono, oleh karena tidak menghadiri pada acara Malam Tahun Baru jll 2008 di Bukittinggi, dan juga tidak ditunjang oleh data dan foto dokumentasi.

Take it cool Bro….

rina Says:

29 February 2008 at 6:50 pm.

Memang sah-sah saja memposting sesuatu di blog, berita apapun, pendapat apapun, tapi alangkah baiknya jika berita yang akan diposting di cek dan ricek dulu kebenarannya, jangan asal posting, apalagi itu berita negatif yang jika tidak benar dapat mencemarkan nama seseorang, instansi, atau suatu daerah. karena jika ternyata berita yang diposting itu tidak benar, maka penulis sendiri yang akan dipandang buruk. itu saja saran saya.

awis.wisnedi Says:

5 April 2008 at 10:26 pm.

Takajuik awak nich.. Jam Gadang mau diblokir… Gak salah ni boss.. Saya teringat waktu ketek2 dulu rasanya tidak lengkap kalau kebukittinggi tampa singgah di jam gadang.. disana kiat bisa bermain sambil makan rujak, dan makan es” tabak” begitupun selanjutnya sampai saya beranjak dewasa .. karena jam gadang melambangkan miniatur technologi dan lambang kebesaran kota bukittinggi.
Kenapa saya bilang miniatur technologi.Karena dengan 1 buah jam dapat dimanfaatkan oleh orang sekota.. kenapa tidak dimanfaatin aja untuk sumber kehidupan .. untuk apa punya barang bagus tapi diabaikan tul ga.. boss..

awis.wisnedi Says:

6 April 2008 at 10:34 pm.

Bebicara segel menyegel atau pasung mamasung menurut saya itu merupakan tindakan picik istilah kata ” Childish lah “.Hal tersebut lebih menngedepankan kekuasaan dan otot . Saya teringat akan cerita “gadis pingitan” Dimana seorang anak gadis harapan orang tua yang nantinya diharapkan akan menjadi seorang yang baik ,soleha .itu menurut pemikiran orang tuanya yang berfikiran sempit. Maka anak gadisnya itu dikurung didalam rumah dan tidak boleh beradaptasi dengan lingkungan.Makan disuapin,baju disetrikain . mandi di…in dan diin diin strsnya..
Sebagai hasilnya memang anaknya tumbuh menjadi anak dewasa ,rambut panjang terurai, kulit putih bersih tampa cacat tapi bathinnya kosong,ia tumbuh bongsor tampa akal ibarat katak dalam ” tampuruang” semua juga tahu apa jadinya kalau ia dilepaskan kehabitat alamiah..?.
Berpedoman akan hal diatas alangkah bijaksana kalau kita mengedit langkah.dan menggunakan akal dan pikiran ..iabarat mengembala lepas lah ia berusaha mencari makan kita dan sebagai pengembala tinggal mengawasi dari kejauhan.. wadahilah mereka untuk berkreasi..semoga..

rini Says:

10 April 2008 at 3:11 am.

terlalu munafik….

mulyo Says:

20 April 2008 at 8:36 pm.

kalo gak bs valentinan ato ngerayain malam taon baru di bukit tinggi trus saya harus ngerayain dimana donk?…. ah..pusing2x di bukit pacar gua aja ah….. lebih hangat hehehehehe……..

Entertainment Service & Co_Management Artis Says:

13 November 2008 at 12:52 am.

.

Entertainment Service & Co_Management Artis
bintang commnuitainment pro (bcp)

Guna memenuhi event & memudahkan Anda mendapatkan materi entertainment
kami dapat membantu serta menyediakan materi terdiri dari :

Band Top 40
Kumpulan Band Top 40 dari Bandung s/d Jakarta, yang akan Performance membawakan lagu – lagu yang sedang hits Indonesia & Barat

Band Allround
Sebagai band special pengiring untuk event, band Allround disesuaikan dengan kebutuhan event anda, dengan formasi 4 Player s/d 20 Player

Band Top Indonesia
Suksesnya event bergantung pada materi entertaint, materi band Top Indonesia yang cukup familiar di masyarakat merupakan daya tarik serta mempunyai nilai jual, dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta thema event, kami dapat membantu sebagai mediator untuk menyediakan Band Top Indonesia seperti :
Dewa – Slank – Gigi – Ada Band – Peterpan – Ungu – Radja – Naif – Nidji – The Changcuter. – Ari Lasso & Band – Coklat – D’masive – Matta Band – Kangen Band – Project Pop – Yovie & Nuno – Dll

BAND LEGENDARIS
Perjalanan Band Top Indonesia tidak luput dari barometer beberapa Band seniornya (Legent) musik kenangan yang pernah hits seperti dimasa tahun 70an sampai dengan sekarang masih banyak diminati, bahkan oleh beberapa musisi dibuat daur ulang dengan arrasement musik baru, yang lebih inovatif serta harmonis, serta dibawakan oleh beberpa artis Diva Indonesia, guna untuk memenuhi anda untuk menikmati band legendaries kami dapat membantu menyediakan band legendary seperti :
Koes Plus – Panbres – Dlloyd’s – Favorite’s – Bimbo

MUSIK RELIGI untuk kebutuhan event serta acara keagamaan kami juga menyediakan materi acara, seperti :
Marawis – Nasyid – Gambus.

ADDATIONAL PERFORMANCE
Selain Band tsb diatas kami juga menyediakan beberapa musik lainnya seperti :
Group Musik Chinnes “ Koyo”– Accapella – Musik Kroncong – Group Dangdut – Group Campursari Group Musik Melayu – dll

PERFORMANCE ARTIS
Suksesnya event tidak terlepas dengan kehadiran Artis guna menunjang event tersebut, kami dapat membantu anda untuk menhadirkan Artis dengan kategori artis :

ARTIS POP
Krisdayati – Titi DJ – Ruth Sahanaya (3 Diva) – Agnes Monica – Shanty – Rossa – AB Three – Indonesia Idol – Warna – Dewi Sandra – Dewi Gita – Astrid – Melly Goeslaw – Bunga Citra Lestari – Yuni Shara – Duo Maia – T2 – dll

ARTIS POP LEGENDARIS (SENIOR)
Titiek Puspa – Diana Nasution – Rita Nasution – Andi Meriem Mattalatta – Vina Panduwinata -Vonny Sumlang Endang S Taurina – Obbie Messakh – Fariz RM – Deddy Dhukun – Harvey Malaiholo – Ita Purnamasari – dll

ARTIS DANGDUT
Inul Daratista – Dewi Perssik – Uut Permatasari – Nita Thalia – Ira Swara –
Erie Suzan – Dewi Desi San San – Trio Macan – Artis KDI – Kinkin Kintamani – Rosa Amelia – Kembar Srikandi – Julia Perez – Rini Andriani – Ayunia – Anita Kacha – Duo Perez – Saiful Jamil – Aksay – Irvan Mansyur – dll

ARTIS DANGDUT SENIOR
Elvie Sukaesih – Rita Soegiarto – Ayu Soraya – Iis Dahlia – Ikke Nurjanah – Iyeth Bustami – Evie Tamala – Yunita Ababiel – Rhoma Irama & Soneta – Mansyur.S – Maggy Z – Arafiq – Hamdan ATT – Muksin Alatas – Yus Yunus – Caca Handika – dll

MASTER OF CAREMONY
Ujung tombak keberhasilan dari acara (event) tidak lepas dari peranan seorang MC, MC yang smart dapat membawa suasana lebih hidup, untuk kebutuhan event, kami dapat menghadirkan MC Familiar Indonesia (Master Of Caremony) terdiri dari :
Tantowi Yahya – Helmi Yahya – Ferdy Hasan – Eko Patrio – Parto – Akri – Abdel & Temon – Personil Project Pop – Tukul Arwana – Rubben Onsu – Olga Syahputra – Dave Hendrik – Ade Namnung – Ferry Mayadi – Reza Bukan & Farid – Andre Stinky – All Personil Extravaganza Tarns Tv – All Personil OB RCTI – Ulfa Dwi Yanti – Tessa Kaunang – Tamara Geraldine – Feni Rose – Anya Dwinove – Novita Angie – Yulia Rachman – dll

Comedian
Penyegar suasana event / acara dibutuhkan comedian, kami menawarkan kepada anda untuk memilih group comedian, sebagai berikut :
Patrio – Cagur – Bajaj – Project Pop – All Personil Negeri Impian (Metro TV) Mat Solar (Bajuri) – Sule Cs – Komeng Cs – Tarzan Cs – Doyok Cs – Jojon Cs – Kiwil Cs – Yadi Sembako Cs – dll

Dance
menjadi pelengkap event, keberdaan dancer menambah suasana event menjadi meriah, untuk saat ini kehadiran dance (modern&tradisional) di event sudah menjadi kebutuhan, seperti :
 Launching
 Wedding
 Geathering
 Anniversary
 Video Klip
 Party
 Dll

HAPPENING ART
Adalah tokoh pantomime yang lebih berkarakter, karakter happening art statis tidak berbicara hanya dengan gerakan kecil, karakter happening art disesuaikan dengan kepentingan event serta kebutuhan event tsb, seperti untuk launching, Prosesi, Menyambut kedatangan, acara anak-anak, wedding, video klip, flim, iklan dll.

Performance Atraction Tradisional (Option)
Materi Entertainment Tradisional bila ditampilkan pada sebuah event teramat menyentuh serta mempunyai nilai tersendiri,kehadiran Performance Atraction Tradisional dapat disesuaikan dengan event anda, kami dapat menyediakan Atraction Tradisional, seperti :
 Gambang Kromong
 Kolintang
 Musik Kecapi
 Rampak Bedug
 Wayang Kulit
 Dll

ENTERTAINMENT SERVICE
Kami juga dapat berperan untuk handle event serta dapat membantu untuk pelaksanaan event dengan stage Management yang sudah berpengalaman serta dapat membantu sebagai Team Sukses untuk Kampanye.

DESIGN PRODUCTION
Selain materi entertainment, kami dapat handle untuk project pembuatan :
 Jinggle (Product – Kampanye – dll)
 Company Profile
 Project Album
 Pop & Dangdut
 Video Klip
 Support Promotion
 Image Profile untuk Pilkada (disesuaikan dengan Profile)

SERVICE CLIET
Kami melayani Jasa untuk Tamu-tamu Daerah, dalam rangka kepentingan kunjungan ke Jakarta, seperti :
 Pengadaan Transportasi & Akomodasi
(khusus Rombongan – Pribadi – Keluarga – Instasi – Organisasi – Yayasan – dll)
 Pengadaan Mobilitas Selama berada di Jakarta
 Sebagai Mediator untuk kepentingan :
Rapat – Seminar – Rakernas – Simposium – dll
 Sebagia Fasilitor untuk Client mencari kebutuhan serta pengadaan barang (equipment)
 Mengurus keperluan selama berada di Jakarta
 Rekreasi & Refreshing segala hiburan yang berada di Jakarta
(khusus Rombongan – Pribadi – Keluarga – Instasi – Organisasi – Yayasan – dll)

Dan Lain – lain segala kebutuhan Entertainment, kami siap serta dapat mendiskusikan untuk mewujutkan keinginan Anda, kami tunggu kerja sama, terima kasih.

Contact Person :
Budi Mahfud 0818811720 – 021.92592099
bcp_bintang@yahoo.com
co_managementartis@yahoo.com
budi_mahfud@yahoo.co.id

budi Says:

28 December 2008 at 10:28 pm.

Promosi Gratis buat kota kesayangan ku. Maju terus mamanda Jufri. Buat apa wisatawan banyak datang kalau cuma bikin maksiat. Ingat, Rakyat Bukittinggi sekitar tidak mengharapkan kedatangan wisatawan, kami mampu tanpa hidup tanpa wisatwan. Kami tetap akan jadi tuan rumah di negeri kami. Buat apa wisatwan datang kalau beli nasi kapau aja merasa kemahalan?

badel Says:

29 December 2008 at 2:01 pm.

a gaya ko pak…?
batutuik ba a lo jam gadang ko..?
kama kami ka batahun baru…
jo pikia di apak..!!!

Rang Bukik Says:

12 January 2009 at 6:13 am.

Hahaha..ambo satuju sangaik jam gadang ditutuik,kalu bs tiok taun baru ditutuik bia hilang kabiasaan marayoan taun baru

Budiman Says:

28 January 2009 at 12:28 pm.

Saya pernah tinggal di Bkt thn 1982 sekolah di SMPN 1 BKT,satu tahun saya tinggal di kota wisata ini,pada tahun 2007 saya ke kota wisata ini banyak berubah…nilai-nilai budaya,adat dan relegius sudah bergeser jauh… makanan amerika sudah masuk malah jadi tempat kumpul psk terselubung ya saya menginap di NOVOTEL jam gadang menjadi tempat kencan dan ajang….pakayan gadis-gadis BKT sudah berubah baju kurung? Mungkin teman2 saya ada yg sudah menjadi pejabat di BKT sekarang? “Kota Wisata” Walikota Bp. abd Gafar dan Bp Burhanudin canangkan dulumasih terngiang di ingatan say walaupun saya bkn orang Bukittinggi tapi saya bangga bahwa warga BKT Ramah Tamah,sopan dan menjujung adat.

Budiman Says:

28 January 2009 at 12:32 pm.

Saya pernah tinggal di Bkt thn 1982 sekolah di SMPN 1 BKT,satu tahun saya tinggal di kota wisata ini,pada tahun 2007 saya ke kota wisata ini banyak berubah…nilai-nilai budaya,adat dan relegius sudah bergeser jauh… makanan amerika sudah masuk malah jadi tempat kumpul psk terselubung ya saya menginap di NOVOTEL jam gadang menjadi tempat kencan dan ajang….pakayan gadis-gadis BKT sudah berubah baju kurung? Mungkin teman2 saya ada yg sudah menjadi pejabat di BKT sekarang? “Kota Wisata” Walikota Bp. abd Gafar dan Bp Burhanudin canangkan dulu masih terngiang di ingatan saya walaupun saya bkn orang Bukittinggi tapi saya bangga bahwa warga BKT Ramah Tamah,sopan dan menjujung nilai adat dan budaya “Adat Bersandi sarak,sarak bersandi kibullah” .

sabri Says:

18 January 2010 at 11:23 pm.

yang terbaru……………….
jikok pandang jauh di layang kan. pandang dakek di tukik kan.
karano raso jo pareso nan lah ilang, malu nan indak lai
malam tahun baru 2010
25 pasangan di amankan karena mesum
pegang payudara
bukak celana dan lain sebagai nyo
malu kito jadi urang minang kabau
atau kito alah jadi kabau

erdi Says:

21 January 2010 at 9:24 am.

Orang Minang picik ? ah terlalu jauh menilai seperti itu, Islam picik juga sangat keterlaluan menilainya, yang anda harus ketehaui mas imam bahwa pemerintah daerah itu juga adalah Minangkabau dimana disana Adatnya bahkan aturan adatnyapun berlaku dan terpakai dalam pemerintahan dan masyarakatnya (ambil contoh penyelesaian tanah Adat yang dikatakan pusaka Tinggi, yaitu asal tanah nenek moyang yang berlaku turun temurun hukum yang dipakai disana adalah hukum adat dan bukan hukum yang umum seperti daeraj lain) Budaya Adat itu juga berkata Adat bersandi syara’ dan syara’ bersandi kitabullah dan artinya sangat jelas, nah yang dibatasi oleh pemda itu adalah dampak dari pesta itu yaitu moral anak kemanakan kami orang Minangkabau, Modernisasi tidak satupun orang minang yang menolaknya malah orang minang cepat tanggap dan dapat menyesuaikannya nah masalah moral ini memang kami agak kuno sedikit tapi biarlah begitu dan bagi pak jufri lanjutkan kita memang berbeda dengan daerah lain.

Pacar Sewaan Says:

1 September 2010 at 2:28 pm.

andi soraya kena batunya nih, hehehe penjara gara-gara arogansinya, teguran buat artis lain jangan suka pamer kekerasan di infotainment, indonesia mah beda ama amrik, dimana kisah artis yang dipenjara kayak lindsay lohan laku dijual, indonesia mana laku, maunya gratisan, masuk tv aja dah syukur..

Krissy Gudenkauf Says:

4 June 2012 at 11:43 am.

Gday! I simply want to provide a enormous thumbs way up for that effective details you’ve here about this post. I’ll be returning to your site for additional immediately. At the same time for anyone curious about Web Marketing, please see a post

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life



Add to Technorati Favorites
Free PageRank Checker

Subscribe with Bloglines

Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
October 2014
M T W T F S S
« Sep    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031