11 January 2008

Soeharto – Sejarah yang memihak

Posted by iman under: TOKOH .

soeharto.jpgIbu saya sangat bangga menjadi seorang Soekarnois. Dalam ruang keluarga kami ada sebuah photo besar Bung Karno. Tersenyum gagah dan charming. Salah satu yang membekas untuk diceritakan pada anak anaknya adalah saat saat menjelang mangkatnya sang Proklamator. Melalui koneksi kenalan ‘ orang dalam ‘ orang tua saya bisa menjenguk Bung Karno, menembus karantina yang dilakukan penguasa orde baru di Wisma Yaso ( sekarang Museum Satria Mandala ).
“ Pak Karno disio sio …” ucapnya kala itu.
Artinya, Soekarno betul betul disia siakan, diasingkan dan tidak diurus selayaknya mantan pemimpin besar. Saat itu beliau sakit keras. Kamar tidurnya yang kotor dan suram. Sementara di ujung ada meja kecil berdebu, dengan aneka toples, kotak obat obatan serta termos. Padahal Bung Karno sangat menyintai kebersihan, kerapihan.
Rumah tahanan yang sangat luas itu terasa murung dan mencekam, demikian ibu saya mengingatnya.

Prof Mahar Mardjono – bekas rektor UI – juga dokter kepresidenan saat itu, mengakui betapa sulitnya menembus Komkamtib untuk meminta obat obatan dan bantuan alat alat kedokteran untuk dipasang di Wisma Yaso. Jangankan obat, lalatpun harus minta ijin untuk bisa memasuki area sangkar emas Bung Karno. Sehingga Guntur Soekarnoputra harus diam diam menyelundupkan kamera photonya untuk memotret ayahnya.
Seorang Soekarno juga diharamkan membaca koran, mendengarkan radio apalagi melihat televisi. Ia dilarang menerima kunjungan bahkan bercakap cakap dengan tukang kebunnya. Ia juga tak boleh jalan jalan di halaman atau taman yang luas disekitar Wisma Yaso, para polisi militer dengan serta merta memintanya untuk kembali ke dalam rumah.
Bung Karno pernah mengeluh, betapa kasarnya perilaku Letkol. Norman Sasono – kelak Pangdam Jakarta Raya – sebagai komandan POMAD ABRI ( Setelah Cakrabirawa dibubarkan ) yang bertugas mengawasi Soekarno.
Kata katanya tidak sopan dan sama sekali tidak menghargai orang tua.
Karantina politik itulah yang membunuh Soekarno. Perlahan lahan dan tragis.
Ibu saya bisa menangis jika menceritakan tentang itu. Suaranya bisa bergetar. Ia tidak bisa menerima pemimpin besarnya disio sio.

grafis1.jpg
Namun sejarah selalu memihak. Lebih dari dongeng. Penguasa orde baru saat ini juga tergolek kesakitan tak berdaya. Bedanya, adalah semua orang tiba tiba sangat concern padanya. Sejumlah alat alat kedokteran canggih didatangkan malam itu juga dari Singapura, ketika kondisinya semakin memburuk. Politisi, ketua partai, mantan pejabat, artis, jenderal, ulama, bergantian menengoknya.
Soeharto tiba tiba menyihir seluruh negeri. Ada yang meminta kesalahannya diampuni, tuntutan hukumnya dicabut, disamping doa doa kesembuhan dari pojok desa Kalitan Solo. Bahkan Presiden republik ini harus meluangkan waktu membuat konperensi pers menjelaskan kronologis kesehatan Soeharto.
Revolusi selalu memakan anak anaknya sendiri, termasuk dua tokoh ini. Soekarno terjebak dalam permainan ‘balancing’ kekuasaan antara komunis , nasionalis dan Islam. Meninggalkan hutang negara 2 milyar dollar yang sebagian besar berupa pembelian persenjataan dan pembangunan gedung dan proyek mercusuar. Menjadikan sebuah Indonesia yang besar di segani.

Soeharto menjadi Machiavelli, sebelum tergusur karena keserakahan. Meninggalkan hutang negara hampir 200 milyar dollar yang sebagian besar lari kepada kroni kroninya. Ironisnya membuat Indonesia menjadi bangsa paria, miskin dan terjajah kembali.
Soeharto sebenarnya kesepian. Hanya seorang prajurit asal Bali bekas anggota paspampres yang kini menemai hidupnya sehari hari.
Ia sesungguhnya berharap orang orang tidak bersusah payah mempertahankan hidupnya. Soeharto tahu semua ini hanya pura pura.
Menjelang akhir hidupnya, Soeharto merasa kekayaan yang melimpah ruah, dan rumahnya yang asri di Cendana hanya sebuah penjara dalam kesendirian. Kekuasaan dalam tingkat tertentu menjadi kesepian. Dalam kesendiriannya, anak anaknya berantakan kehidupan rumahtangganya , serta hujatan dimana mana. Ia justru bisa jadi ingin seperti pendahulunya, cepat cepat meninggalkan dunia yang fana.
Setidaknya dia tidak disio sio. Negeri ini tidak mau kehilangan orang tua itu.

96 Comments so far...

Mualaf Menggugat Says:

11 January 2008 at 11:58 am.

Insya Allah, suatu saat nanti Indonesia akan menjadi bangsa yang hebat. Bukankah Sukarno sendiri sudah bilang, bangsa yang hebat tidak akan adem ayem saja, tapi akan ditimpa oleh kesulitan-kesulitan yang datang terus menerus. Sampai akhirnya nanti, bangsa ini sudah sangat besar dan hebat. Rakyatnya pun sejahtera.
Suatu saat nanti.

rozenesia Says:

11 January 2008 at 12:37 pm.

Penelusuran alur yang mantap, mas. :(

…apa ini bentuk dari “belajar dari kesalahan masa lalu”? Atau bagaimana…

didut Says:

11 January 2008 at 12:40 pm.

hmm…. semoga pemimpin yg tepat akan datang ke negara ini suatu saat nanti

trian Says:

11 January 2008 at 12:47 pm.

sebenarnya bukan karena adil atau tidak adil, tapi memang zaman yang sudah berubah.
entah bangsa kita yang sangat pemaaf atau bagaimana, yang jelas soeharto ‘melakukan’ kekerasan terhadap bangsanya sendiri, benar-benar tidak realistis.

jika tentang menghargai, orang-orang yang tewas itu yang tidak terhargai. soharto boleh meninggal, tapi penentapan dirinya sebagai ‘tersangka’ itu topik yang berbeda.

jeng endang Says:

11 January 2008 at 1:19 pm.

kembali pada nurani……..kembali pada nurani…..kemanusiaan akan musnah tanpa nurani,,,,,,

mr.bambang Says:

11 January 2008 at 2:58 pm.

Kayakanya tadi malam pernah dengar cerita ini ya..halahh
Ya sebagai negara yang baik hati tidak sombong, kita maapkan aja dah kesalahan dia. Tapi ya itu, utang-utangnya harus segera dilunasi. Dan kalau memiliki suatu kejahatan, juga harus diproses secara hukum. Kalau tidak?? ya…. kemungkinan hukum di Indonesia ini akan terus begini dari dulu sampai nanti…
Dan kalau hukum di dunia tidak mampu untuk menjerat, harapan terakhir ya hukum akhirat yang pasti adil

Dony Says:

11 January 2008 at 3:02 pm.

Ya, saya juga pernah dengar cerita tentang hari2 terakhir Sukarno itu. Sukarno maupun Suharto, keduanya memang tak sempurna.
Soal “memaafkan” itu khan musti jelas dulu apa yang mau dimaafkan, karena memaafkan tentu tak bisa lepas dari apa kesalahan yang telah diperbuat. Setidaknya kesalahan itu musti diselidiki dulu, jadi soal memaafkan adalah urusan belakangan.

komikus keren Says:

11 January 2008 at 3:29 pm.

soekarno itu tokoh yang menggetarkan, soeharto tokoh yang menggemaskan … :D

Friendly Centre Says:

11 January 2008 at 4:28 pm.

Semoga bisa memposisikan persoalan yang ada dengan tepat agar tidak menyebar ke hal lain yang tidak ada hubungannya…

kw Says:

11 January 2008 at 4:33 pm.

andai saya jadi penguasa…..
aku tak akan melakukan kesalahan dua tokoh itu. :)

darma Says:

11 January 2008 at 4:45 pm.

Mohon maaf mas Iman, ada sedikit koreksi sejarah, saya rasa ini perlu meskipun mungkin buat sebagian orang tidak penting. Pak Norman Sasono yang ketika itu ditugaskan sebagai Komandan Pengawal Presiden Soekarno menggantikan Resimen Tjakrabirawa yang dibubarkan bukan berasal dari POM ABRI karena tahun itu ABRI belum ada, tiap Angkatan masih berdiri sendiri sendiri dan masing masing Kepala Staf Angkatan adalah Menteri. Pak Norman Sasono adalah Komandan Batalyon Pomad Para ( Yon Pomad Para ) dengan pangkat Letnan Kolonel CPM bukan Mayor CPM, Yon Pomad Para yang berasal dari Angkatan Darat inilah yang ditugaskan untuk mengawal Presiden Soekarno menggantikan resimen Tjakrabirawa yang dibubarkan.

Saya mengetahui proses “tahanan rumah ” terhadap Presiden Soekarno karena mendengar cerita dari ayah saya yang kebetulan adalah teman dari mantan ADC ( Ajudan ) Presiden Soekarno yang berasal dari kesatuan CPM. Teman ayah saya bisa mendapat akses karena Pak Norman Sasono adalah mantan anak buahnya di CPM, teman ayah saya waktu itu pangkatnya sudah Kolonel CPM. Kalau cerita yang saya terima dari ayah saya kejadiaannya memang seperti yang mas Iman jelaskan, apakah mas Iman dari keluarga militer juga sehingga bisa mendapat akses ke Presiden Soekarno?

iman brotoseno Says:

11 January 2008 at 4:50 pm.

Wah ada Pak Walikota Palembang yang mau turut berkomentar di rumah saya.
Mari selamat datang, tentu saja saya memang berpretensi menulis postingan agar menjadi bagian proses pembelajaran sejarah peradaban bangsa kita. Menurut saya justru persoalan ini sangat tepat, dan menjadi bias karena kita selalu menutupi sejarah. Ini adalah sebuah pilihan. Dan saya menghargai pilihan anda menjadi bagian dari birokrat, betapapun sulitnya itu.
Tentu saja sebagai pimpinan, anda sangat memahami untuk bisa memberikan sebuah pencerahan kepada bangsa ini.
Maju terus Wong Kito..!

rey Says:

11 January 2008 at 4:50 pm.

yang jelas suharto sakti, hari ini heboh diberitakan sakit keras dan kritis, besoknya sudah bisa makan bubur sambil senyam senyum. Tapi seharusnya dia deg2an, soalnya di dunia ndak sempet diadili tho, berarti langsung diadili di akhirat, dan itu pengadilannya lebih seraaammm… o sraaammm… Dia takut ndak yaa?? :)

caplang[dot]net Says:

11 January 2008 at 4:52 pm.

tadi pagi trans tv juga ngebahas ini :D
herannya kok presiden yg skarang sampe bikin konprensi pers yak?

iman brotoseno Says:

11 January 2008 at 5:04 pm.

Dharma,
terima kasih atas koreksi, maskud saya memang POMAD…
apakah teman ayah anda ( waktu itu ) Mayor AL Guritno ? Ajudan terakhir Bung Karno. Karena hampir mustahil Kol. Bambang Wijanarko atau AKBP Mangil.hehe
mengenai keluarga saya ? hanya bagian kecil dari saksi sejarah saja .
Salam !!

kombor Says:

11 January 2008 at 5:26 pm.

Saya sedang menunggu. Apakah pengiring Soeharto nanti akan sebanyak mereka yang mengiring almarhum Sultan HB IX dari Kraton sampai Imogiri.

Mari kita sama-sama tunggu.

zen Says:

11 January 2008 at 6:42 pm.

Pram sedang menunggunya. Di sana. Entah di mana….

Hoek Soegirang Says:

11 January 2008 at 7:02 pm.

nyhoooo??? saia jadi merasa gimana gitu, saat ngliat perbandingan yang mas iman berikan, antara soekarno dan soeharto…
cih…endonesa emang benul-benul sudah melufakan sejarah…

Aris Says:

11 January 2008 at 7:07 pm.

Dari Suharto, para pemimpin dan kita semua mestinya belajar bahwa kekuasaan itu tidak seumur hidup. Ada masanya menjabat dan ada saatnya menepi. Karenanya ketika menjabat, hendaknya kekuasaan yang dimiliki jangan dipergunakan untuk menanam bibit kebencian, yang buntut2nya bakal menyusahkan diri dan keluarga pada akhirnya.

Btw bagian penutupnya agak aneh “Negeri ini tidak mau kehilangan orang tua itu”, benarkah ? atau maksudnya “orang2 di sekeliling Suharto yang justru tidak mau kehilangan orang tua itu” ?

de Says:

11 January 2008 at 7:28 pm.

yang jelas bu tin paling beruntung. semua tipi siaran 7 hari penuh!! kayaknya ndak mungkin terulang kalo pak smiling general ini wafat. tapi who knows? tunggu aja tgl maennya. ndak lama lagi kok :D (lhooooooo)

aaqq Says:

11 January 2008 at 8:23 pm.

kesepian memang bisa membunuh ya mas..
nice article.. anyway.. :)

Rystiono Says:

11 January 2008 at 8:43 pm.

Setuju nggak kalo pak Harto dimaafkan?

Kan kasihan juga, dia kan manusia juga loh. Bagi yang merasa itu nggak adil, ikhlaskan saja. Toh pengadilan akhirat lebih baik bukan?

Hedi Says:

11 January 2008 at 9:40 pm.

Soeharto, sosok yang dibenci sekaligus disenangi :D

titiw Says:

11 January 2008 at 9:46 pm.

Aku selalu seneng dengan analogi yang disampaikan mas Iman. Soeharto jadi Machiavelli? hemm.. nice.. Btw.. sebenernya in some point.. ita butuh juga pemimpin seperti dia. Orang2 pduli padanya. KArena kalo gak peduli, pastinya celaan dan pujian untuknya hanya segelintir kan?? Dan dalam perspektif aku, gak ada pemimpin yg sekharismatik dia.
PS: mas Iman sedikit aku senggol di postingan aku yg terbaru, hehehe…

wieda Says:

11 January 2008 at 10:20 pm.

wah..susah ngomongin pemimpin2 Indonesah…..hihihi….laah orang Indonesia tiap kali punya jabatan langsung merasa jadi raja jeh…

Dulu pas Bung Karno wafat, budhe2 dan pakdhe2, serta sepupu2 saya nyempatin datang ke Blitar, nunggu ber jam2 di jalan untuk menghormat yg terakhir sekali (ngga ada yg menggerakkan tapi rakyat ber bondong2 datang dengan air mata berlinang…)
Klo pemimpin ke 2 Indonesia ini? ga tau saya…..

leksa Says:

11 January 2008 at 10:46 pm.

saya pernah mengidolakan Suharto luar biasa samapi SMP
kemudian pudar ketika mengetahui kondisi riil bangsa di kepemimpinan beliau. Yah,.. proses menjadi manusia dewasa kan selalu berusaha mencari tahu.

Tetapi makin ke sini, seperti ada sebuah renungan lain yang singgah..
mungkin memang masanya Suharto waktu itu adalah saat yang paling tepat dengan gaya machieveli nya.. tapi ga bisa dipungkiri juga jika saat itu pun banyak kesalahan yang diperbuat oleh beliau.. dan akhirnya kita cuma bisa berandai2 sekarang, “seandainya dari dulu Suharto memimpin dengan lurus, maka bangsa ini pasti bla..bla..bla…”

mitra w Says:

12 January 2008 at 12:33 am.

menjadi khalifah itu memang ga mudah, apalagi untuk sebuah negara…

hff… entah apa yg terjadi di alam sana… seperti genderang sedang bertalu-talu

dian Says:

12 January 2008 at 2:41 am.

ah andai warisan (bukan utang) suharto dibagiin ke rakyat, bukan ke anak2xnya. eh tapi denger2 bambang ama tommy aja udah rebutan warisan tuh….

itu pic suharto mirip banget ama tommy yak

icha Says:

12 January 2008 at 4:29 am.

saya baru tau cerita ttg soekarno dr postingan ini…kok segitunya yah???kenapa dia dikarantina??? menyedihkan banget…ceritain lagi dong soal soekarno dipostingan lain… *pleaseeeeee*

Anang Says:

12 January 2008 at 6:35 am.

dibalik jasa besarnya pak harto juga manusia yang juga punya kesalahan…

kenny Says:

12 January 2008 at 6:56 am.

lebih gampang belajar sejarah dari mas iman nih

wigati Says:

12 January 2008 at 10:58 am.

this is a process that a country MUST go through sebelum menjadi the real gemah ripah loh jinawi. istilahnya semacem growing pains. sampe sekarang juga leader yang memimpin bangsa ini juga istilahnya masi kebingungan mo dibawa ke mana negara ini. *trial and error mode on*

tapi kalo masalah masa akhir hidup dari 2 mantan pemimpin negara ini yang sangat njomplang, saya sendiri miris membaca tulisan mas Iman, dan juga cerita dari orang tua, pakde2 dan keluarga lain yang begitu mengagumi Pak Karno. Joyo disubyo-subyo sedo kesio-sio. That wasn’t fair at all. All the reason behind it all juga masi dipertanyakan?

Apakah pemimpin yang sekarang kadar kesungkanannya tingkat yahud, walopun Pak Harto udah bikin bangsa ini ketulo-tulo ndak karu-karuan, tp tetep istilahnya di openi secara proper. Mikul dhuwur Mendem njero? Halaah … ndak tau saya?

Anyway, have a good wiken mas Iman.

evan Says:

12 January 2008 at 11:31 am.

Kita tidak boleh melupakan semua kesalahan Soeharto. Harus.
Tapi tidak ada salahnya toh mas kalo kita ikut mendoakan dia..

Ingat Soeharto, saya jadi ingat SD Inpres. hehehe

edratna Says:

12 January 2008 at 11:50 am.

Zaman memang berubah….saya bayangkan keluarga Bung Karno menangis melihat perbedaan tsb, tapi pengadilan di akhirat kita tak tahu, mungkin Bung Karno lebih berbahagia.

Kalaupun kesalahan di dunia tak diadili, masih ada keadilan di akhirat nantinya, dan kita semua mempercayai ini.
Semoga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar.

auliahazza Says:

12 January 2008 at 2:04 pm.

mumpung masih hidup (?) Pak Harto lebih baik melakukan konferensi pers dengan suaranya sendiri. Bilang “mohon dimaafkan jika saya salah”. Kalau ada salah, salahnya dimana, beberkan saja. Jadi Pak Harto tenang ke alam baka, yang hidup akan puas menerima keterangan dan tidak penasaran dll. Gampang toh ….

Si Tampan dari MIPA Selatan Says:

12 January 2008 at 2:13 pm.

asal bali?
kok asal bali, mas? ceritain, dunk

annots Says:

12 January 2008 at 2:40 pm.

jika pak karno dulu lengser karena di demo, pak harto lengser juga didemo ribuan mahasiswa. Jika pak karno meninggal karena diasingkan, apa pak harto juga demikian? Semua ini masih menjadi rahasia-Nya.

arya Says:

12 January 2008 at 2:45 pm.

teman saya (entah ngutip dari mana) bilang, kesalahan soeharto adalah he gave us a much, but take away MORE
marilah kita belajar dari kejadian yang menimpa soekarno dan soeharto.

la mendol Says:

12 January 2008 at 3:01 pm.

Saya dibilangin seorang temen wartawan di Jakarta Mas, setiap kali ada statement jika kondisi Soeharto mampu melewati masa kritis. Mereka kompak teriak. Huuuu…………!!!!!!!

*Padahal prediksi saya pas malam satu suro, tiba’e mbleset.

Ina Says:

12 January 2008 at 9:53 pm.

Sejarah dan hati nurani utk bangsa ini mulai berkurang. *prihatin

syeeddath Says:

12 January 2008 at 10:21 pm.

hhmm.. kalau di perhatikan… diantara foto-foto presiden Indonesia yang terpampang, foto pak Harto punya senyum yg paling manis lho..:)

peyek Says:

12 January 2008 at 11:17 pm.

memaafkan?, gak apene (baca: gak akan), mendoakan? gak patek’en (bahasa Indonesia nya opo yo mas?)

GuM Says:

13 January 2008 at 1:36 am.

selama ini yang saya pahami adalah : pak harto dimanfaatkan. oleh anak2nya, keluarganya, koleganya, rekan politiknya, dan kelompok2 lain yang mengambil keuntungan dari kekuasaannya. dan saat bangsa ini menuntut pertanggungjawaban, dialah yang dituding, dicaci dan dihujat.

mungkin kesalahan terbesar pak harto adalah mempercayai orang2 terdekatnya.

wallahu alam.

saya hanya berharap, kalau Sang Pencipta memang menginginkannya untuk kembali, segeralah diambil. tapi kalau belum, semoga Dia memberinya kesembuhan.

lahapasi Says:

13 January 2008 at 6:09 pm.

tulisan yang mantap mas iman..

kalau saya mengatakan “SUHARTO MANUSIA SETENGAH DEWA”

sluman slumun slamet Says:

13 January 2008 at 6:24 pm.

heran juga, kok gak mati2 tuh orang!
BTW, kita WAJIB memaafkannya.
tapi tidak untuk anak2nya plus kroni2nya…
:P

lance Says:

13 January 2008 at 7:44 pm.

begitu getir begit kelam sejarah kita…
sampai kapan kita menjauh dari kejujuran, keadilan

gempur Says:

13 January 2008 at 11:23 pm.

Saya berharap, segrakn saja ajalnya, bukan apa2, telinga dan mata saya terlalu capek dianiaya media massa yang mabuk muntah memberitaknnya..

Ajie Says:

14 January 2008 at 9:10 am.

media massa memang hebat, bahkan saya yg pernah ikut mendemo Soeharto untuk turun dari jabatannya pun (98) ikut menjadi terharu. Apa boleh buat, Soeharto adalah tokoh besar seperti halnya Soekarno, terlepas dari segala kekurangan dan kekejamannya :)

extremusmilitis Says:

14 January 2008 at 9:28 am.

Ini-lah yang mem-buat-ku semakin tidak bisa menerima keberadaan Soeharto Mas. Soekarno seorang pemimpin besar bangsa ini, harus men-jalani hari-hari ter-akhir seperti itu, sedang-kan Soeharto, yang kita bisa lihat dengan mata kepala sendiri apa yang sudah di-laku-kan-nya, malah masih menikmati-nya sampai saat ini, dan sial-nya tidak ada satu-pun dari kita di negara ini yang bisa menyentuh-nya :?

nirwan Says:

14 January 2008 at 9:47 am.

bangsa ini kok kayak berhutang sama Soeharto ini ya…hebat betul dia :)

evi Says:

14 January 2008 at 10:54 am.

yeah…kita tunggu saja nanti.

funkshit Says:

14 January 2008 at 12:15 pm.

kasian juga pak soeharto.. mau mninggal dunia dengan tenang aja susah

dewi Says:

14 January 2008 at 2:20 pm.

semakin tinggi seseorang, memang akan semakin sendiri dia. hanya saja emang disayangkan perlakuan sejarah yang penuh dnegan manipulasi. btw, ibu saya juga sangat sukarnois. ada foto ganteng bapak itu yang sudah bulukan di rumah.

rievees Says:

14 January 2008 at 8:20 pm.

“Negeri ini tidak mau kehilangan orang tua itu” -> lebih tepatnya kroni2 nya mas yang ga mau kehilangan ‘tapeng’ nya..

max Says:

15 January 2008 at 11:34 am.

Soekarno – Soeharto berada di ruang waktu dan dimensi yang berbeda. Yang satu dihina dan dipuja, yang satunya lagi –diam2 ada– yang memuja, tapi lebih banyak yang menghina.

Saya optimis, suatu saat kita pasti punya bapak bangsa yang sungguh berbeda dengan Bung Karno dan Pak Harto…. Tapi entah kapan, kita hanya bisa menunggu

neen Says:

16 January 2008 at 2:04 pm.

Benarkah Soharto SAAT INI memang MENIKMATI perlakuan istimewa mulai dari presiden, pemimpin2 tetangga, pers, dokter2 handal hingga petani2 di desa kemusuk????
Say miris saja jika harus membayangkan Pak Harto menahan sakitnya jauh di dalam sana, di alam tidurnya tanpa bisa mengungkapkannya kepada hiruk pikuk manusia2 disekelilingnya.
Menurut Emil Salim, mantan menteri di jaman Suharo (dlm acara Indonesia Solution, metro tv), Pak Harto menerapkan pola militeristik dalam menjalankan roda kekuasaannya, beliau menetapkan garis yang jelas antara menteri (dalam istilah pak Harto PEMBANTU PRESIDEN) dengan presiden (majikannya). Menteri hanya membantu, memberi masukan dan segala keputusan ada di tangan Pak Harto. Untuk mengatasi suatu masalah negara, Pak Harto cenderung mengadopsi konsep militeristik, dan mungkin inilah yang membuat Pak Harto banyak dianggap “berdosa”, karena mencapai sebuah tujuan atau targetnya merupakan sebuah keharusan, entah apapun jalan yang ditempuh. Disamping perilakunya yang sayang keluarga dan setia kawannya yang terlampau bablas :D

margatama Says:

17 January 2008 at 10:38 am.

itulah hebatnya suharto, disegani lawan maupun kawan,suka atau tdk suka,hampir semua media menyajikan berita ttg kondisi kesehatan pak harto, betapa pak harto masih mempunyai pengaruh yg kuat. Semoga pak harto cepet sembuh dan tak menderita tak terlalu lama lagi.

Taufik Says:

18 January 2008 at 1:56 pm.

Dear Semua yang memberi komentar tentang Pak Sukarna atau Pak Suharto. semua punya pendapat tentang pemimpin kita yang satu sama lain punya kelibehan dan kekuranganya karena mereka hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan benar.
Jadi menuruk hemat saya kedua pemipin tersebut perlu kita berikan acungan jempol, karena merekalah yang telah menjadikan negara ini punya utang!!!!!!

arian9677 Says:

18 January 2008 at 2:00 pm.

saya pernah membaca tulisan yang mengatakan bahwa “sejarah memihak” maupun “sejarah itu milik yang menang” itu tidak benar. tapi terus terang saya lupa di mana saya pernah baca itu. ada yang bisa bantu?

Fadli Reza Says:

21 January 2008 at 7:34 am.

salut kepada Kang Iman yang sudah menulis artikel ini untuk membuka wawasan orang lain.

saya sendiri sudah muak dengan pemberitaan media yang berlebih tentang suharto. :x

Ketika seluruh alat canggih didatangkan untuk si harto, hanya vitamin yang didapat oleh Bapak Sukarno.
Ketika semua mantan pejabat dalam dan luar negeri bisa menjenguk si harto, Bapak Sukarno hanya bisa bertemu 3 kali seminggu dengan keluarga² beliau :cry:

sungguh IRONIS dan kejam sekali si harto memperlakukan Pendiri Bangsa kita.. :evil:

terlepas akan kebaikan dan kesalahan yang dimiliki oleh Bapak Sukarno, beliau adalah founding father Indonesia yang pantas untuk dihormati.

c1p Says:

24 January 2008 at 9:34 am.

Soeharto, adalah cerminan dan mewakili jiwa jamannya….

Hedwig™ Says:

24 January 2008 at 9:48 am.

setiap orang ada masanya.
Mantan Presiden GusDur pun hanya dapat cuci darah di RSCM tanpa pengawalan dan pemberitaan yang ketat ;)

reza Says:

27 January 2008 at 10:23 am.

saya senang membaca artikel ini.sangat menyenangkan dan menarik.

Lamsijan Says:

27 January 2008 at 4:26 pm.

Dari semenjak SMP (1977) saya sudah mulai tidak suka dengan SOEHARTO dan GOLKAR,
Hanya orang yang amat sangat normal yang memujanya.
Tapi sekarang sungguh terbalik saya, isteri dan anak-anak sangat sering sekalai menunggu kedatangan pak harto penjual bakso keliling di komplex rumah saya . . . . .

Elang Jawa Says:

28 January 2008 at 10:32 am.

terlepas dari masalah suka atau tidak suka…Soeharto tetap seorang Jendral Besar….Selamat Jalan Jendral…

Al Mumpe Says:

28 January 2008 at 11:32 am.

Turut berduka cita atas berpulangnya Mantan Presiden RI. HM Soeharto. Semoga amal baiknya selama ini diterima disisi Allah SWT. Mari kita semua berdoa untuk para pahlawan kita yang telah mendahului kita tanpa terkecuali dari Pangeran Diponegoro, Soekarno ataupun Soeharto agar jasa-jasa bagi Republik ini diredhoi oleh Allah SWT dan bermanfaat bagi bangsa ini. Kedepan mari kita perbaiki diri kita dari kesalahan-kesalahan kita yang masih hidup ini, agar Negara kita ini dilindungi oleh Allah SWt. Amiin ya robbal alamin!!!!

bayu.an Says:

28 January 2008 at 1:29 pm.

semoga kedepan bangsa kita lebih bisa dewasa……….
maafkan soeharto
dan lanjutkan kasus hukumnya….kembalikan uang rakyat yang sudah dicuri oleh dia, oleh keluarga dan kroni2nya…

ichanx Says:

30 January 2008 at 12:45 am.

buat yang bilang “maafin suharto, trus memburu kroninya”, ya sama aja boong kali…. Dengan maafin suharto, i mean misalnya dengan ngasih gelar pahlawan ama dia, sama aja dengan bilang ke kroninya “heh!! elu-elu sama sekali gak berbuat salah untuk negeri ini. perbuatan lo kan legal dan dapet izin resmi dari pahlawan bangsa…. “

ndk Says:

20 February 2008 at 12:17 pm.

suharto adalah pembangun indonesia terbesar sekaligus perusak terbesar!!!
semoga negeri ini lekas mendapat pemimpin yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

ilyas Says:

25 February 2008 at 4:38 pm.

Mari kita bersatu bagaimana bisa keluar dari krisis multidimensi saat ini, song song masa depan, masa lalu sebagai pelajaran yang berharga. saya yakin kalau pejabat INDONESIA lepas dari MENTAL KORUP, negara ini akan makmur rakyat akan sejahterah. saya sudah capek melihat pejabat & anggota dewan hanya bisa Obral janji, masa kampanye janji manis.

joyo boyo Says:

7 March 2008 at 1:34 am.

SOEHARTO dan SOEKARNO memilii kharisma BAIK dan sama2 OKE
JANGAN DIPERPANJANG
SEMUANYA BERJASA !!!!!!!!!!!!!!!

paskibra Says:

7 March 2008 at 1:35 am.

saya nggak terima Soeharto dijelek-jelekkan, dia orang baik dan sangat santun
cobalah untuk menerima jasanya, cobalah,…cobalah buka hati

arthur Says:

14 March 2008 at 12:44 pm.

Btw, apa kita mau mengulang sejarah yg sama, Pak Harto diasingkan trus dibuat susah seperti Pak Soekarno? Saya rasa sih tidak, soalnya sampai kapan kita mau jadi bangsa yang kecil, yg tidak menghargai jasa para Presidennya.

eni Says:

1 April 2008 at 8:55 am.

Penelusuran dan pencarian tema yg keren banget ney!
Ju2r saya juga salh satu pengagum para pemimpin Bangsa ini.
Mereka semua pastilah punya kebaikan, maupun ksalahan.
namanya juga manusia toh?

Yah moga ajah kesananya Indonesia mnjdi Bangsa yg lbih baik…
Amin…
bangsa yg besar adalah Bangsa yg menghargai Bangasanya sendiri,,,,
:)

koprilia Says:

1 June 2008 at 6:35 pm.

“bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah” kata soekarno gitu mas..!!!

utuh Says:

14 July 2008 at 1:48 pm.

SATU AYAT.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri melainkan telah tertulis didalam kitab sebelum kami mewujudkannya.
Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.
“alhadid 22″

Semua telah ditakdirkan di suatu data yang berisi catatan aksi reaksi sempurna. Data yang berisi ilmu pengetahuan yang terus kita coba singkap tabirnya. Mustahil ataupun logis telah ada jawabannya.
Sample and simple, air yang turun dari langit karena malaikat yang diberi nama mikail diperintahkan untuk menurunkannya ataupun karena kita tahu itu hasil dari penguapan air di bumi ini dan element lainnya yang berkumpul diatas sana kemudian bereaksi menjadi air hujan.
Maka, jika kita ingin hasil yang kita inginkan hasilnya. Tentunya kita harus berusaha dengan :
end – pasrah dan ber doa kepada pencipta hasil yang kita inginkan itu ataupun start – tawakkal dan ber aksi dengan kemampuan kita yang ada untuk mendapatkan hasil ciptaan yang diinginkan.
Ada apa dengan banjir yang yang melanda tempat kita berada yang membuat anda basah kuyup tersiram terendam air. semuanya tidak luput dari pengabulan doa, permintaan kita dengan usaha kita sendiri pada tindakan alam sekitar kita.

What do you can, with what you have, where you are.

KITA JADIKAN HARI ESOK LEBIH BAIK DARI BENCANA MASA LAMPAU YANG TAK KITA INGINKAN. “PERJUANGAN DAN DOA”.

Osy Nech Says:

15 August 2008 at 2:23 am.

BANYAK BELAJAR ..!!!
1.KLO YG KITA TAHU HANYA SEDIKIT JANGAN TERLALU BANYAK KOMENT, TAR JATUHNYA FITNAH.
2.JADILAH BANGSA YANG BERSYUKUR..!!!
3.JADILAH ORANG YANG PEMAAF,APAPUN KESALAHAN ORG ITU DAN BETAPAPUN BERATNYA UTK MEMAAFKAN, KRN MMG MEMAAFKAN ITU HAL YG SULIT! BAGINDA RASULULLAH SAW YG MENGAJARKAN.!
4.SADARLAH….BHW JADI PEMIMPIN ITU TDK MUDAH,BAHKAN SANGAT BERAT!
5.ANDA SALUT DAN SIMPATI PADA SOEKARNO,ALLHAMDULILLAH,KRN BELIAU JG BYK JASANYA,SBG PENDIRI BANGSA INI, BEGITU PULA HENDAKNYA SOEHARTO,SBG BPK PEMBANGUNAN YG DIAKUI INTERNASIONAL,BAHKAN BELIAULAH YG MENJADIKAN INDONESIA SBG SLH SATU NEGARA YG DISEGANI.
– ANDA NGEJELK2IN SOEKARNO…ASTAGHFIRULLAAAAAHHHH!!!!
– ANDA NGEJELEK2IN SOEHARTO…. EMG LOE GA PUNYA OTAK,KECIL,GA DIPAKE LG,DASAR
ORG YANG GA TAHU DIUNTUNG,TOLOL,SETAN,OTAK DIDENGKUL! T-I-T-I-T AYAM LOE….!!!

Isnan Says:

24 August 2008 at 7:11 am.

semoga ini pelajaran penting bagi bangsa indonesia.

Agill Says:

6 October 2008 at 10:35 pm.

SEMUA ORANG PERNAH MELAKUKAN SALAH, TIDAK ADA ORANG YANG SEMPURNA DI DUNIA INI. SOEHARTO PUN TAK TERLEPAS. BAGI SAYA SOEHARTO ADALAH ORANG YANG GA PERNAH MARAH….!!!WALAUPUN DIA DIKECAM BANYAK ORANG, BANYAK BANGSA, TETAPI DIA TETAP TERSENYUM, DALAM WAFATNYA PUN TETAP TERSENYUM. BANYAK JASA YANG TELAH TERTOREH DI BANGSA INI. ORANG YANG BIJAK, PASTI MENGHARGAI JASA ORANG LAIN. DAN BANGSA INI, HARAP MENGACA PADA MASA LALU. HAI PARA PEMUDA…CAMKAN ITU…!!!!!!!!!!!MOGA DALAM TIDUR ABADIMU KAU SELALU TERSENYUM……AMIENNNN…………………

ditania loresarvent Says:

8 November 2008 at 9:21 pm.

baguuuus2 fotonya mas…
kira2 kpn ya aku bisa di foto…??

keep the good work mas….

Chora Says:

24 April 2009 at 4:54 pm.

Sebuah bangsa yang tidak bisa melihat sejarah masa lalu. wajar saja sebenarnya karena sejarah negeri ini telah dibelokkan oleh bapak yang kesendirian itu..

B l u r Says:

8 May 2009 at 9:43 pm.

foto pak harto dengan bu tien sedang bersalaman dengan ibu dr,sardjito saat peresmian rsu dr.sardjito, yogyakarta. asli hitam putih. siapa mau??? sms 0853 280 57 4 58. ku tunggu.

Tenz 1589 Says:

13 May 2009 at 12:09 pm.

SESUNGGUHNYA SETIAP MANUSIA ITU TIDAK LEPAS DARI KEKURANGAN,,,DAN SETIAP YANG BERLEBIH YANG KITA MILIKI JUGA MEMPUNYAI KEKURANGANNYA.Jangankan kita,bak pepatah tak ada gading yang tak retak…..
ap yang telah diperbuat seseoRANG DEMI BANYAK ORANG MERUPAKAN SUATU KEBERSAMAAN YANG TAK KITASADARI BAHWA SESUNGGUHNYA ORANG ITU MENGINGNKAN KITA JUGA BISA MERASKAN RASA SENANG YANG BELIAU BERIKAN WALAU KALIAN SELALU MENGHUJAMNYA DENGAN SEGALA PERIHAL YANG MEMBUAT BELIAU TERHENYAK DALAM KEKALUTAN YANG BELIAU HADAPI SENDIRI.
SOEHARTO, ADALAH BAPAK BANGSA YANG TAK TERKIRA JASANYA..
WALAU BANYAK GUNJINGAN YANG KALIAN LEMPARKAN PADANYA,IA TETAP MENGANGGAP KALIAN ADALAH MASYARAKAT YANG MESTI DIA GENGGAM DENGAN 10 JARI TANGAN YANG IA MILIKI…
BAYANGKAN AJA 32 TAON CUYYYYYY…….
SP YANG BISA MELEWATI DAN MENGEMBAN SEGALANYA…..
HARGAILAH SEMUANYA…
PAK SOEHARTO JUGA MANUSIA SEPERTI KALIAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

farid Says:

6 September 2009 at 5:28 am.

Kalo cuma mengumpat mencaci itu mudah. Sekarang buktikan generasi muda bisa apa….? Nggak usah caci maki segala. Apapun presiden Soeharto pernah berjaya dan sangat dicintai serta dihormati…..! Ayo…………….putra-putra pak harto……. Torehkan lagi tintah emas di republik ini

arief Says:

5 January 2010 at 7:58 am.

tugas kita sekarang adalah :
1. beres beres apa apa yang udah jadi berantakan di negara ini,
2. jadi bangsa yang berani menghadapi masa depan dan berani untuk tidak melupakan masa lalu
3. bangun indonesia ini mulai dari sabang sampai meroke, kita semua punya peran, asal kita yakin

panca holic Says:

9 June 2010 at 3:55 pm.

hey kalian semua tidak terima soeharto dijelek”an , bagaimana dengan soekarno? dia seorang proklamator yang berjuang keras memerdekakan INDONESIA yang kalian injak tanahnya sekarang. dia dengan tabahnya menerima hukuman yang bukan kesalahannya karena si soeharto yang menjebaknya, coba kalian pikir sejenak ,jika kalian telah berjuang keras memerdekakan suatu bangsa dan pada akhirnya kalian hanya mendapat siksaan fisik dan nonfisik apa rela kalian,??
seorang bapak proklamator di asingkan ke sebuah wisma dengan peralatan sederhana tanpa dokter ahli dan obat”an yang sederhana dan tempat yang kotor, apakah menurut kalian pantas ??tapi soekarno berhati besar dengan tabahnya ia menjalani’a, coba soeharto , rumah sakit oke,peralatan from singapura,dokter berpengalaman, bandingkan dengan soekarno dia pernah dirawat oleh dokter hewan!
lagipula soekarnolah yg sebenarnya membangun indonesia, dia menantang seluruh negara” maju dengan berkata GO TO HELL WITH YOUR AID dan indonesia pun disegani oleh negara” barat karena soekarno menggunakan konsep BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI!!
beda dengan soeharto yang hanya membebankan hutang negara hingga 200 MILYAR DOLLAR!!!

coba pikirkan itu sejenak ,mana yg salah dan yang benar!!

fakta nyata Says:

18 August 2010 at 1:29 pm.

presiden soeharti , amat lah terkenal baiknya. umapanya merebut kekuasaan Presiden soekarno, melakukan pembantaiaan yg sangat binatang. kemudian membangun indonesia hanya dr bagian luar (artinya dalam segi pendidikan, tehnologi,pengaruh dan kedudukan indonesia terhadap dunia tidak ada sama sekali).melakukan korupsi. wah pak soeharti hebat deh sifat binatangnya. apa itu gelar bapak pembangunan? omong kosong. sebab hampir semua orang pandai indonesia di tahun 66 keatas di cap pki, di bantai, di siksa. makanya soeharto itu mati sengsara. karma………..dari Tuhan.

orbaSHIT Says:

23 August 2010 at 9:22 am.

sedikit nyumbang “prestasi” s’HARTO:
1. pra GESTOK 1965 adam malik mendapat info dari CIA bahwa waktu untuk bung karno sudah habis, adam malik melakukan gerilya politik untuk mencari celah menjatuhkan BK dia bersama “barkley mafia” balik ke indonesia secara diam2x dan menjalin link dengan “perwira2x AD yang anti commie”
2. melalui beberapa “channel” akademisi (itb,unpad,ui) mereka menyusun rencana demo mahasiswa besar2x an dengan tujuan mengalihkan perhatian terhadap “creeping coup d’etat”
3. suharto+ali murtopo++ melakukan manuver dengan cara memanfaatkan issue dewan jenderal dan angkatan ke v, membunuh jenderal2x anti commie tapi loyal terhadap BK dan memainkan kartu as “blame game” ke PKI
4. menghembuskan propaganda mengerikan di koran2x pro AD bahwa ada mutilasi terhadap para jenderal dus…mengirim perwira2x intel ke JATENG,JATIM dan BALI untuk menghasut massa melalukan tindakan biadap (didampingi oleh RPKAD tentu dengan algojonya sarwo edhie)
5. normalisasi hubungan diplomatik dengan MALINGSIA (berat sebelah tentunya), meneken kerjasama dengan korporasi INTERNASIONAL untuk menggelontorkan pinjaman “lunak”dan konsesi penghancuran kekayaan alam indonesia secara masif (kita liat “buahnya” skarang2x ini)
6. membuat “mesin politik” GOLKAR sebagai legitimasi “demokrasi”, sensor ketat media massa, pembangunan yang “seimbang” dengan cara mengeruk kekayaan alam daerah dan membanjiri “pusat” dengan “icon2x” palsu kesejahteraan
7. di nobatkan sebagai “bapak pembangunan” looool…, kontrol militer (AD) terhadap seluruh lapisan masyarakat..birokarasi yang “ketat dan terarah”
8. swasembada *cough* pangan eh salah BERAS …dengan cara subsidi gila2x an dengan cara metransfer hutang luar negeri menjadi APBN (subsidi di segala bidang namun tanpa didasari perhitungan bahwa dalam jangka panjang ongkos sosial+ekonomi akan berlipat lipat)
9. well the “achievement” will be looong to write in here so i guess anybody could care to add it rofl…

Putra Sang Fajar Says:

31 August 2010 at 7:16 pm.

Next PEMILU, cari Presiden sekaliber SOEKARNO, HARGA MATII!!
Cuma di masa Presiden SOEKARNO, Indonesia di hargai oleh bangsa lain, siapa yg pernah menggemparkan sidang PBB, SOEKARNO, siapa yg bikin USA ketar-ketir sampe perlu nugasin CIA utk nyingkirkan SOEKARNO, ya cuma Presiden SOEKARNO, INDONESIA = SOEKARNO, SOEKARNO = INDONESIA, SOEHARTO = KORUPSI, KORUPSI = SOEHARTO, betul gak? sorry kalo salah…tapi itu yg dipikiran gue…

nendi Says:

5 September 2010 at 9:43 pm.

suharto iblis brkedok malaikat,……pak karno mnusia yg mncoba mnjadi mlaikat….hidup pak karno,matilah suharto….merdeka,psaN bwt esby…..ganyang aj tu malaysia….ap yg kau takutkan…ak brsedia jd relawan……aku cinta indonesia

Erick Elrois Says:

18 September 2010 at 1:21 pm.

Tuhan memang adil orang jahat akan dpt ganjarannya

Bobby man Says:

12 January 2011 at 12:49 am.

Tak ada manusia yang sempurna,katanya jaman reformasi,mana buktinya,lebih baik dan lebih bermartabat negara kita di mata dunia di jamannya almrhum soeharato tercinta,kakek dan ibu saya bilang soeharto itu lebih baik dari presiden sebelum atau sesudahnya.semoga beliu selamat dalam kubur.

orbaSHIT Says:

12 January 2011 at 3:59 pm.

@Bobby man sekedar pencerahan gan jaman ORBA semua informasi difilter, yang nyampe ke rakyat cuman yang baek2x doang kagak percaya cari di google “kelaparan dijaman orde baru” atau “tidak efesiennya ekonomi orde baru” atau “pembunuhan aktifis buruh marsinah”pasti agan akan terguncyang :) tapi kalo keluarga agan termasuk oligarkhi KKN nye si mbah seeh yah tau sama tau deh :P

kasino Says:

9 October 2011 at 10:00 am.

yang ku tau dan kurasakan dari keluaga petani……
akoe dan keluargakoe merasa AMAN, NYAMAN, TENTRAM DAN BAHAGIA di era JENDRAL BESAR SOEHARTO…..
gak nyangka listrik bs msk desaku klo gak progran beliau

radityo Says:

28 November 2011 at 8:49 pm.

yang mengenaskan adalah menurut survei baru-baru ini rakyat menginginkan pemerintahan kembali seperti zaman Soeharto, dimana semua harga barang murah, sembako murah, bensin murah dsb…

orbaSHIT Says:

30 November 2011 at 2:11 pm.

@radityo,…hari gini percaya SURVEI? OMFG!,hasil survei hanya untuk menggiring opini dan pembenaran terhadap topik yg disurvei gan…

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
November 2014
M T W T F S S
« Oct    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930