8 October 2008

Malam PKI

Posted by iman under: SEJARAH; SOEKARNO .

Malam lebaran. Malam PKI. Demikian bunyi sms dari seorang teman pada malam takbiran kemarin. Ini memang mengingatkan kembali tanggal dimana hampir selama 32 tahun begitu diperingati sebagai kedigdayaan bangsa ini menumpas komunis.
Ketika mengawali kuliah di Univ Indonesia, selama sebulan kami mengikuti bentuk kursus Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Panca Sila. Lebih tepatnya ‘ brainwash ‘, dalam bentuk diskusi, ceramah dan simulasi.
Pada hari terakhir kami dibawa ke Balai Sidang Senayan – sekarang Jakarta Convention Centre – untuk menonton film ‘ Pengkhianatan G 30 S PKI ‘ yang baru gres keluar dari proses edit. Waktu itu filmnya belum beredar di bioskop, hanya dipakai kebutuhan indoktrinasi rezim orde baru saja.

Setelah selesai, program ini bisa dikonversikan menjadi nilai SKS, disamping mendapat sertifikat yang ditandatangani Prof. Dr Nugroho Notosutanto ( sekaligus jenderal AD ) sebagai Menteri Pendidikan waktu itu.
Penataran ini rasa rasanya tak ada manfaatnya waktu itu. Kecuali dapat pacar anak sastra, karena terus bersama sama dari pagi sampai malam. Bahkan dalam pemutaran film itu, kadang kala kami bergumam ‘’wuuuuuuu” saat May.Jend Soeharto dengan gayanya yang wagu muncul menjadi juru selamat.
Sambil menonton,kadang saya mencuri kesempatan memegang tangan si gadis sastra itu. Hangat dan Mesra.

Panca Sila sebagai doktrin bisa jadi justru memuakan begitu dipakai sebagai propaganda dan justifikasi ‘ kebenaran ‘ rezim penguasa. Panca Sila menurut rezim orde baru diposisikan sebagai alat penekan, sehingga justru ‘ kesaktiannya ‘ yang diperingati. Bukan tanggal kelahirannya – 1 Juni – saat Bung Karno menyampaikan pidatonya di sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Ini memang masalah selera penguasa. Bung Karno saat itu masih dianggap momok serta diharamkan dalam konstruksi sejarah bangsa ini. Termasuk keterlibatannya dalam malam kudeta komunis tersebut.
Nugroho Notosutanto sebagai bekas kepala dinas sejarah ABRI yang kemudian diangkat jadi Rektor UI dan sekaligus Menteri, ditenggarai banyak berperan dalam penulisan buku sejarah di sekolah sekolah. Termasuk penyusunan buku putih G 30 S PKI versi Pemerintah Soeharto.

Saya tidak akan membahas seberapa jauh kontroversi keterlibatan Bung Karno, atau Soeharto. Apakah ini murni kudeta kumunis atau rekayasa. Apakah ini justru merupakan intrik internal Angkatan Darat yang dipakai oleh CIA atau Soeharto untuk memukul Soekarno.
Mengapa juga ketika CIA membantu Jend Phinocet mengkudeta Presiden Salvador Allende – yang haluannya nasionalis marxis – dari Chili tahun 1973 , justru memakai sandi “ Operation Jakarta “.
Biarlah para sejarahwan dan peneliti akan membuktikan penelusurannya.

Justru menarik membaca temuan surat surat pribadi Bung Karno kepada istrinya Ratna Sari Dewi. Surat surat ini dengan cerdik dan penuh resiko diselundupkan keluar negeri, dan diumumkan di Belanda sepuluh tahun kemudian.
Sebagaimana diketahui pada malam penculikan para jenderal Angkatan Darat, Bung Karno bermalam di rumah Dewi di Wisma Yaso ( sekarang museum Satria Mandala ).
Bung Karno melihat perebutan kekuasaan 30 S PKI sebagai pertentangan antara golongan kanan dan kiri di tubuh angkatan darat, dimana PKI tidak ambil bagian. Ini bisa dilihat dari surat suratnya yang sama sekali tak pernah menyebut kata PKI.

Surat tgl 1 Oktober 1965,
Saya sedang berada di tempat dalam keadaan sehat. Saya berada disini adalah akibat peristiwa peristiwa di dalam angkatan perang tadi malam. Anak anak yang melakukan yang dinamakan pemberontakan mau melindungi saya. Mereka tidak menentang saya.
Janganlah kau risaukan saya.
Fikiran saya, sekalipun dalam hari hari yang kacau ini tetap padamu dan menyertaimu.
Saya berharap Tuhan melindungi istriku Dewi. Saya merasa lebih dekat kepadamu dalm waktu waktu yang kacau balau ini.
Sayang dan ciuman selamanya

Lalu ada surat tanggal 3 Oktober yang salah satunya bunyinya,
…….saya belum mengetahui dimana Yani berada, atau apa yang sesungguhnya terjadi terhadap dirinya.
Begitu keadaan aman, saya akan kembali ke Jakarta. Berita berita hari ini menunjukan belum. Saya selalu teringat padamu.
Kau mengetahui betapa saya cinta padamu.

Surat surat itu selanjutnya menceritakan bahwa Soekarno sedang menjadi penengah pertentangan itu dan menugaskan Jend Pranoto – yang menurutnya dapat diterima di golongan kanan dan kiri – sebagai caretaker sementara pimpinan Angkatan Darat.
Bahkan ketidaktahuan mengenai nasib Yani dan Jenderal lainnya menunjukan betapa ‘buta’nya dia terhadap situasi yang baru terjadi.

Bagi sebagian orang, hampir tidak masuk akal kalau Bung Karno membiarkan pembunuhan Jenderal ini. Menurut penulisan Amalia Yani, ayahnya merupakan anak kesayangan Bung Karno.
Kesaksian Kol KKO Bambang Wijanarko, bekas ajudan Bung Karno – selama 7 tahun – dalam sidang Mahmilub, bahwa pada malam 30 September saat Bung Karno memberikan pidato di Istora Senayan, lalu ada prajurit yang mendekat dan memberikan secarik kertas sangat tidak masuk akal. Bagi penyidik, surat itu dianggap sebagai pemberitahuan bahwa gerakan akan dimulai.
Hampir mustahil, ada seorang prajurit bisa selonong boy, mendekati Presiden tanpa harus melewati penjagaan kawal pribadi dan ajudan.
Kelak kemudian Bambang Wijanarko menjadi salah satu orang dekat Bung Karno yang tetap aktif di karir militernya di Angkatan Laut setelah prahara itu. Sementara yang lain masuk penjara.

Sejarah selalu berpretensi mengikuti selera penguasa. Namun anehnya justru saat Megawati berkuasa, ia sama sekali tidak melakukan pelurusan sejarah. Sama anehnya kenapa kasus prajurit Doel Arif harus dipegang oleh Ali Moertopo sendiri yang merupakan orang kepercayaan Soeharto.
Konon ia merupakan saksi ‘ cut ‘.Kalau dalam istilah intelejen harus dipotong hubungannya antara operator dan eksekutor. Mungkin Brigjend Suparjo tidak memerintahkan dia membunuh Ahmad Yani, sementara bisa saja Sjam – sebagai agen ganda – menyuruh Doel Arif langsung. Sehingga ia harus di ‘ Cut “.

Mengapa Aidit harus ditembak ditempat. Mestinya sebagai tokoh kunci ia dibawa untuk diinterogasi lebih dalam mengenai gerakan ini. Justru jangan jangan ia merupakan kambing hitam atas gerakan fait accompli ini.
Sebagaimana banyak tokoh gerakan, mereka dieksekusi secepatnya dengan atau tanpa melalui proses pengadilan.

Bagaimanapun juga lembar hitam dalam sejarah bangsa ini telah dicatat. Gerakan G 30 S PKI telah memicu gerakan yang lebih biadab. Pembunuhan massal yang terorganisir, hampir 500 ribu sampai sejuta simpatisan, orang tak bersalah atau anggota PKI dibantai habis. Memang masih lebih banyak pembunuhan yang dilakukan Pol Pot di Kamboja. Namun bangsa ini bersama militer melakukannya dalam hanya hitungan bulan.

Begitu banyak kegelapan misteri malam 30 September 1965. Sekian tahun terpaksa menonton film yang diperankan Amiroso Katamsi, Umar Kayam setiap tanggal yang sama. Namun setidaknya film ini selalu mengingatkan saya kepada si gadis fakultas sastra itu. Kemana dia gerangan sekarang ?

80 Comments so far...

Zamilionaire Says:

8 October 2008 at 8:20 am.

Saya ngeri lihat Film PKI.. :(

Fitra Says:

8 October 2008 at 8:37 am.

Presiden Sukarno ternyata romantis ya….”sayang dan cium selamanya” huhuhuhuh melted deh…. :P

goop Says:

8 October 2008 at 8:53 am.

seno pun menuliskan pencidukan kepada mereka yang dianggap terlibat dalam ‘kalatidha’
kegilaan karena teror dan teror karena kegilaan
cahaya di mana dia?

sapimoto Says:

8 October 2008 at 8:54 am.

Wow, berat sekali nih ulasan sejarah dan melibatkan conpsiracy theory…
Tapi saya sangat tertarik dengan cerita dengan gadis sastra, gak dilanjut aja cerita yang ini, Pak? :)

yuswae Says:

8 October 2008 at 10:47 am.

kalo waktu itu ada HP, bung karno pasti lebih mesra… :D

edratna Says:

8 October 2008 at 11:10 am.

Saya tadi berharap, di akhir cerita menemukan ternyata si gadis sastra itu adalah pendamping mas Iman sekarang….ternyata…
Moga-moga si gadis sastra membaca tulisan mas Iman ini

Kalau sejarah sih, memang tergantung dari penguasa, dan semakin lama semakin tak jelas bagaimana keadaan sebenarnya saat itu (sebetulnya pengin tahu juga bagaimana to dodok selehe).

dian Says:

8 October 2008 at 11:11 am.

udah tau dari dulu gue mah…akal2x-an mbah harto aja. cuma waktu gue ngomong gitu ke teman, dia ngamuknya kayak kerasukan. ngefan ke suharto ternyata. wong waktu harto meninggal dia nangis2x.

ngomong apa sih gue….kok malah curhat disini hwhehehe abis masih sebel sih

mantan kyai Says:

8 October 2008 at 11:37 am.

PKI membunuh rakyat. rakyat membunuh orang PKI. sama kejamnya…
memang lebih asyik mikirin gadis sastra itu ya mas :D

Aris Says:

8 October 2008 at 12:02 pm.

Bagaimanapun sejarah itu adalah milik orang2 yg menang. Pecundang cukup puas jadi pemeran pembantu saja atau hanya sekedar angka statistik.

Btw dulu penatarannya di Rawamangun atau Salemba mas, gugus berapa?

Anang Says:

8 October 2008 at 12:09 pm.

yang saya tahu PKI itu kejam dan atheis… ntahlah… gara2 pelajaran PSPB kali ya…

Yoyo Says:

8 October 2008 at 12:27 pm.

Sebuah drama dalam revolusi…….. “Wajar, ada korban dalam sebuah revolusi……!”

pinkina Says:

8 October 2008 at 1:54 pm.

Waktu kecil dulu sering ngikutin film G 30 S PKI ama kakakku, meski mengerikan tetep aja nonton.

/*cemburu sama gadis fakultas sastra itu :(

adipati kademangan Says:

8 October 2008 at 2:44 pm.

saya kok (hanya) tertarik dengan episode “bercengkrama(n) dengan gadis sastra” itu sih :D

Koen Says:

8 October 2008 at 2:57 pm.

Sependapat dengan komentator lain. Pengkhianatan itu (siapa pun yang tengah berkhianat) tak seru dibahas dalam blog singkat. Yang lebih menarik memang tentang sang gadis sastra :).

yuki tobing Says:

8 October 2008 at 3:36 pm.

Kasus G 30 S/PKI sih kayaknya untuk beberapa lama ke depan belum akan terungkap, toh salah satu tokoh kuncinya, Soeharto sendiri, sudah meninggal dunia. PKI sendiri saya rasa tidak mungkin merupakan aktor tunggal, toh dia juga mengharapkan kemenangan di pemilu berikutnya mengingat pmilu sebelumnya PKI sukes masuk 4 besar, bunuh diri politik itu namanya.

CIA awal tahun 2000 kemarin juga telah mempublikasikan sejumlah operasi rahasia mereka yang tidak diketahui umum, dan tidak ada peristiwa G 30 S/PKI dalam daftar kegiatan mereka walaupun beberapa kegiatan `kotor` lainnya ada.

Saya penasaran, eperti apa kiranya buku IPS anak sekolah sekarang mendeskripsikan tragedi ini

funkshit Says:

8 October 2008 at 4:41 pm.

wah ini yang selalu saya tunggu dari blog nya mas iman.. cerita rakyat dan sejarah ..
btw .. si gadis sastra itu pasti dah jadi istri orang ..

Kanjeng Ragil Says:

8 October 2008 at 6:24 pm.

Tentang gadis sastra dulu nih, kalau memang ada rasa “kangen” kan mudah dilacak, tinggal buka buku alumni Fak Sastra UI, atau butuh bantuan untuk melacaknya …..? :)
Peristiwa 30 September 1965 yang kemudian di populerkan oleh Soeharto sebagai G30S/PKI sebenarnya luka besar bagi anak2 bangsa, korban berjatuhan justru terjadi pasca 30 September 1965, sapu bersih atas perintah Soeharto mengorbankan banyak nyawa, yang notabene adalah saudara sebangsa & setanah air, bahkan ada “yang tersapu” tanpa di sidangkan terlebih dulu.
Mungkin kelak (entah kapan) akan ketahuan sejarah yang sebenarnya.

hanny Says:

8 October 2008 at 6:26 pm.

sejarah ditulis oleh pihak yang menang, mungkin itu memang benar :D jadi buku pelajaran sejarah akan berganti-ganti terus, dong :) yang jaman saya SD/SMP dulu ceritanya udah ketinggalan jaman soalnya :D

siska Says:

8 October 2008 at 6:37 pm.

hmm jaman dulu selalu nonton film PKI…tapi ga pernah sampe selese, pasti ketiduran gara-gara harus nungguin dunia dalam berita dulu :p

andika Says:

8 October 2008 at 7:30 pm.

sudah banyak yang komentar. ini aja… ngucapin selamat lebaran, maap lahir batin… udah mas… tengkyu…. hehehehe

pit Says:

8 October 2008 at 7:56 pm.

keknya emang mendarahdaging ya maz ama mbak sastra. Hangat dan Mesra ampe pake kapital. hehe.

to Anang:
kamu salah satu contoh produk brainwash yg amat sangat berhasil. seangkatan po ama maz Iman? kakekku yo ditangkep dan dibuang ke Buru gara2 dituduh PKI. ampe sekarang masih rajin ke gereja. ga kejem, apalagi komunis. FYI ya Nang.

Erwin Baja Says:

8 October 2008 at 8:42 pm.

Seperti pernah saya bilang Mas, sejarah malam G 30 S dan kejadian sesudahnya terlanjur dikaburkan selama puluhan tahun.. Makanya saya mimpi punya mesin supaya bisa ngelacak apa yang sesungguhnya terjadi :)..
Kalau dijadikan novel, mungkin di dalamnya akan terlihat jelas semua sifat-sifat ‘Manusia Indonesia’ ala Mochtar Lubis…

didut Says:

8 October 2008 at 9:04 pm.

gak pernah menonton film itu juga mas, terlalu keras untuk saya :D

communicator Says:

8 October 2008 at 9:22 pm.

Lebaran , PKI , Soekarno , Soeharto , dan seorang Gadis Sastra…….ulasan yang menarik mas.
Saya selalu tersenyum manakala romantisme seorang Soekarno – presiden pertama RI – di publikasikan oleh mas Iman, romantisme yang terasa – tercipta – membuyarkan pikiran tentang kekejaman PKI.
Alur cerita yang di susun secermat mungkin oleh seorang blogger yang mengaku sutradara – pekerja seni – film , tulisan yang terasa Iman Brotoseno sekali.

jadi ingat kata seorang blogger dalam salah satu postingan mas iman di bulan agustus “tidak penting benar atau salah isi blog itu. Yang paling penting adalah orang yang membacanya percaya atau tidak”.

walaupun sejarah selalu memberiku tanda tanya yang sangat besar, setidaknya saya bisa tersenyum dalam sejarah romantisme Soekarno.

Hedi Says:

8 October 2008 at 9:23 pm.

ah Megawati itu agak aneh, mas…jangankan yang udah lama, wong insiden kudatuli pun nggak diurus kok :D

diajeng meong Says:

8 October 2008 at 11:07 pm.

@ anang : salah kaprah bgt. komunis sama dg atheis? kemalumon -toss sm pit-

hmm..power tends to corrupt. bahkan penafsiran kitab suci jg.

ketika m.Iman asyik curi2 pegang tangan gadis, aq masih bau ingus Mas, he3..

tapegoreng Says:

8 October 2008 at 11:08 pm.

Rame juga ya ceritanya. Kalau gak salah , menurut Jenderal Sarwo Edie (mertua SBY) korban orang orang gak bersalah sampai 3 juta nyawa ? Bener gak sih ? Yg aku pernah lihat kesaksian pak Ali Sadikin aja di youtube.
Buku buku yang cerita banyak tentang korban korban tak bersalah itu kata orang karangan Ben Anderson dan John Rossa. Bisa dibeli dimana seh ?

Tenkiu semuanye .

mikow Says:

8 October 2008 at 11:20 pm.

gadis sastra apa mas?
kalo yg sastra inggris skrg udah jd istriku :D

Gildo Says:

9 October 2008 at 12:31 am.

Histori adalah histori, jadi, dinegara manapun ada histori yang gelap, untuk itu lebih bagus lupa saja yang kurang bagus.
Di negara spanyol, kita sudah lupa si diktator Franco.
Salam from Barcelona

Taufan Putera Says:

9 October 2008 at 6:58 am.

jadi anak sastra itu sekarang di mana?
hubungannya sampe mana?
ato dah jadi istri anda?
kok????

hi hi hi hi….

salam kenal
salam sukses

saya penggemar ulasan dan cerita cerita mengenai conspiracy theory….

mengembangkan imajinasi banggetsss….

rackoen Says:

9 October 2008 at 7:45 am.

piye mas kalo seperti JFK ne oliver stone ? :)

salam

Daniel Mahendra Says:

9 October 2008 at 9:02 am.

Bukankah sudah lazim kita insyafi: bahwa sejarah ditulis oleh pihak yang menang. Namun sekarang persoalannya bukanlah siapa yang kalah dan menang, tapi lebih pada keberanian serta kedalaman hati untuk tetap meluruskan itu semua. Bukan pula untuk mencari siapa kambing hitam, namun lebih pada cara berpikir angkatan mendatang tentang negerinya. Tentang kita sendiri.

genthokelir Says:

9 October 2008 at 10:59 am.

wah jadi tahu banyak hal yang selama ini tidak saya mengerti
trima kasih Mas Iman

Indah Sitepu Says:

9 October 2008 at 12:20 pm.

nonton film G 30 S PKI sambil pegangan tangan?

hehhehehe….

bisa2 aja nih mas Iman :P

Iman Says:

9 October 2008 at 1:05 pm.

Aris,
Gugus 9 di kampus Rawamangun…
waktu itu home basenya pakai fakultas Psykologi

bangzenk Says:

9 October 2008 at 2:30 pm.

mas Iman dah baca buku “Di Persimpangan Jalan 1966-1967″? saya lupa penulisnya, tapi banyak cerita sejarah disana.

salamhangat

Eucalyptus Says:

9 October 2008 at 4:28 pm.

Memang puluhan tahun kita ini telah dibohongi oleh pembengkokan sejarah. Sama saja yang terjadi pada almarhum ayah saya yang ber-tahun2 dalam sejarah disebut “pemberontak”, hanya karena beliau sebagai penguasa daerah pada waktu itu mengajukan usul otonomi daerah Palembang kepada pusat… untunglah sudah ada klarifikasi dalam peluncuran buku beliau. Begitu juga ttg kejadian G30S PKI ini, begitu banyak intrik2 kotor demi tujuan kudeta. Semoga saja sejarah hitam semacam ini tidak terulang lagi.
BTW gmn tuh si gadis sastra? Dah kontak lagi belum? He he he……

Donny Verdian Says:

9 October 2008 at 4:35 pm.

Mas, saya selalu tertarik untuk menyingkap apa yang terjadi pada malam itu.
Tapi sepertinya yang tersisa adalah tebakan-tebakan saja selebihnya buram.

benz c7 Says:

9 October 2008 at 6:16 pm.

sejarah itu suram…terkungkung diantara picik dan bergelut dengan kebohongan belaka..salam kenal mas…mohon kunjungannya ke blog saya..

benz c7 Says:

9 October 2008 at 6:44 pm.

bang mohon sarannya…kritik tulisan saya kalau salah..terimakasih bang…

Dilla Says:

9 October 2008 at 9:22 pm.

Mau dong dipegang tangannya waktu nonton…*tapi bukan pilem G30S PKI*
*komen lebay*

Kurt Says:

9 October 2008 at 9:33 pm.

Duuh gimana mas Iman ini, udah dipegang2 tangannya, masih juga gak tahu juntrungannya… kayanya cerita pribadi tentang kronologi si gadis sastra ini juga tidak kalah menariknya dengan ulasan mendalam tentang G 30 S itu :D

Met idul Fitri mas Iman, maaf lahir batin yah.

dondanang Says:

9 October 2008 at 11:33 pm.

kalau gerakan G 30 S PkI gak ada, PKI bakal menang pemilu. Karena simpatisan PKI terus bertambah. Dengan begitu Soeharto tak bakal bakal jadi pemimpin. Benar begitu gak mas?

Mas iman bisa aja curi2 kesempatannya. Hehe

ika Says:

10 October 2008 at 7:27 am.

waktu aku jalan ke killing field.. lihat kubangan seperti itu, yang terbayang justru, bagaimana penyiksaa “balasan” ke “PKI” yang dilakukan oleh tentara kita. tanpa pembuktian lebih dahulu. jadi tidak jelas yang melanggar HAM itu siapa

btw.. aku lihat profil mas Iman.. di majalah Garuda semalam.. pas ikut lomba itu lo.. heheheh

peyek Says:

10 October 2008 at 7:38 am.

Dalam penceritaan kembali sejarah seperti ini, justru gadis itu yang membuat cerita ini lebih menarik mas hehehehe…., entah kenapa. mungkin karena ke-engganan para pelurus sejarah untuk meluruskan kembali peristiwa drama pembantaian 30 september itu, atau ketidak mampuan kita ya!.

Sejarah itu milik para penguasa, bukan milik para pecundang, ngeri dengernya, bahkan penguasa itu katanya sanggup menulis sejarah dalam batu nisannya sendiri, wedew… berarti penguasa itu sejenis genderuwo atau wewe gombel!.

Sedikit mengherankan, pembenaran atas sejarah yang telah terlanjur di brainwash kan seperti ini hanya ada dalam guneman lirih kita setiap kali kita kembali mengenangnya. mungkin itu jalan terbaik saat ini untuk dibisikkan kembali ke anak cucu.

wah.. embuhlah mas!, semoga sampean bisa terus mengungkap terus sisi bung karno seperti ini, menarik, dan tentu bisa jadi bahan pelurusan lewat guneman lirih tadi mas.

mukelu Says:

10 October 2008 at 8:01 am.

ahh jadi inget acara debat di salah satu statsiun tv kmarin yang tentang ketelibatan pihak asing (CIA) atau pihak penulis sejarah (Orde Baru) dalam kasus G30S-PKI

Gadis sastra UI palsu Says:

10 October 2008 at 9:10 am.

Ah bukan cuma tangan kok! Mas Iman, jujur dong!

Iman Says:

10 October 2008 at 1:13 pm.

Slamet widodo,
anu anu..anu…hmm

Ndoro Seten Says:

10 October 2008 at 2:53 pm.

bukan begitu kawan sam?

escoret Says:

10 October 2008 at 5:29 pm.

penuh konspirasi di belakang G30SPKI…

yg paling heran,semasa soekarno terbaring sakit menjelang meniggal…kok masih tega2nya soeharto tidak mencabut status soekarno sebagi tahanan rumah…

mbelGedez™ Says:

11 October 2008 at 6:43 am.

Sebenernya sayah tgl 29 kemaren pengen Post kayak gini mas.
Tapi sayah ragu karena ndak tau apa nyang sebenernya terjadi mengingat orang seusiya kita lahir ndak jawuh dari kejadiyan inih….

Namun begetoo, sayah cuman brani menampilkeun musik nya ajah, nyang sayah copy dari piringan hitam ke dalem format mp3. Itupun sayah samarkeun dengan judul Javanesse Song.

Oya, Soal sejarah inih sayah jadi inget sepenggal puwisi “aku ingin nikmati putaw” dari Remy Sylado;

Lantas aku adili, soal silsilah bangsa
Yang menggoda nurani, bagai seekor cacing
Membuat aku rasa jadi seorang pahlawan
Padahal aku tahu, sejarah cuma selera
Yang kuat itu yang menang….

Salam.

fathy Says:

11 October 2008 at 1:36 pm.

haha…sepanjang itu tulisannya, berujung pada “mengingatkan saya kepada si gadis fakultas sastra itu. Kemana dia gerangan sekarang ?”
mas imaan..mas iman… aya2 wae… =))

Turunan PKI Says:

11 October 2008 at 8:41 pm.

PKI…….Sejarah dan Film yang beredar di ORBa adalah pemutar balikkan FAKTA.
Logikanya Soekarno itu Presiden…dan jelas2 berpegang Pada PANCASILA, masak dia mau merubah pangandan hidup yang Beliau ciptakan……………
Kebodohan Publik yang MENGERIKAN….

oon Says:

13 October 2008 at 9:50 am.

hiks…gak pernah itu pelem kutongton habis…brutal eh?
iya mendingan cerita dengan gadis sastra itu om xixixi….pegang tangan doang?

yati Says:

13 October 2008 at 8:57 pm.

trus mas, gimana gadis sastra itu sekarang? dimana dia?

eh, ada daniel mahendra?

*asli OOT*

nadia febina Says:

13 October 2008 at 11:13 pm.

Aaah, CIA…
btw lucu sekali ya, sedari kecil kita disuruh percaya lewat pelajaran PSPB bahwa Soekarno mengkudeta dirinya sendiri lewat G30S… :)

Arief Says:

14 October 2008 at 3:12 am.

Mas, gadis Sastra itu namanya Rara bukan? (kabuuurrrrr)

Iman Says:

14 October 2008 at 3:43 pm.

rif,
Rara bukannya gadis UII – Fak Hukum he he

ratno Says:

17 October 2008 at 9:11 am.

dulu yg sadis itu PKI…
sekarang yg sadis itu para koruptor….
PKI=KORUPTOR
KORUPTOR=PKI
klo PKI hrs d bnuh,knpa koruptor ngak?????????????
khan sma2 mo menghancurkan negara INDONESIA…..

Wibisono Sastrodiwiryo Says:

17 October 2008 at 7:46 pm.

Numpang tanya: Nugroho Notosutanto atau Nugroho Notosusanto?

BTW dimana sekarang si gadis sastra itu mas?

kalo dia baca ini bisa CLBK tuh.. hihihi

catoer Says:

26 February 2009 at 10:28 am.

Soekarno seorang President yang berhati lembut dengan seoarng wanita. Sepertinya CIA dibelakang layar atas tragedi G 30 S PKI dan menggunakan Soeharto untuk kudeta Pemerintahan Soekarno. Namun sayangnya Megawati tak Segarang Bapaknya (Mlempem) tidak berusaha meluruskan sejarah padahal Soeharto masih hidup sampai sekarang udah menjadi Bangkai. menggenaskan.

Ansyori Says:

3 March 2009 at 2:36 pm.

PKI ..memang sadis..dan pelindungnya adalah sang Presiden..yang romantis itu…termasuk penerusnya sekarang…lihat saja …

Ansyori Says:

3 March 2009 at 3:00 pm.

Saya mengalami sendiri…masa masa itu…dimana PKI selalu mengadu domba…(lewat korannya)..Dan Soekarno …sang Presiden…merestui angkatan ke V nya PKI…guruku di SMP (Balikpapan) dari pulau Jawa istilahnya sukwan.dilatih militer …tiap hari pakaiannya kayak militer sewaktu mengajar..Sang Presiden membuat…NASAKOM (nasional agama komunis) …tiap hari rakyatnya disuruh konfrontasi terus (nyari musuh)…ekonomi ambur adul…baju seragam .atasan putihnya dari bahan blacu yang sekarang buat karung terigu itu lho ( yang dicuci.terus biar putih)…semua ..antri…antri …antri..dll.. lagu PKI genjer ,,genjer selalu diputar…serem..yang mengerikan …satu daerah (Kampung Baru) di Balikpapan , termasuk rumah kakekku, rumah pamanku, familiku…yang dibakar oleh PKI pake bom molotop pada saat orang pergi sholat Jum’at.. (15 Oct 65)…setelah pemberontakannya …gagal …yang tertinggal hanya satu bangunan mesjid yang masih ada sampai sekarang…

Aku kenal teman-teman ku di SMP N I Balikpapan ..yang aktifis organisasi pelajar PKI … yang sangat aktif menjaring anggota ..sebelum terjadinya …G 30 S PKI…menghilang dan pergi entah kemana setelah gagalnya G 30 S PKI..yang kuingat namanya Rose..si anak ..menado yang cukup cantik (menurutku saat itu)…ada lagi temanku yang jago gulat..yang badannya bagus sekali posturnya..yang kulupa namanya…

Ansyori Says:

3 March 2009 at 3:10 pm.

sambungan..sebelumnya…Kuingat ..namanya sekarang ..yaitu Tabrani…sejak gagalnya PKI ..mereka menghilang..

lare alit wargi negeri indonesia Says:

5 April 2009 at 11:16 am.

sejarah perjalanan hidup bangsa nusantara ini penuh dengan pertumpahan darah, ingat dari tumapel ke singosari; bagaimana si ken arok dengan liciknya membunuh tunggul ametung penguiasa sah negeri itu, dengan memanfaatkan kebo ijo ……. mirip ya dengan G 30 S; ken arok (siapa ya???? ayo ngaku); tunggul ametung (sukarno) dan kebo ijo (pki) ….. begitu kah kah kah kah ????????

lalu mataram lama (kadiri dan daha)
lalu majapahit (paregreg)
lalu pajang (joko tingkir, arya penangsang jipang-panolan)
lalu mataram baru (ayodya/yogyakarta, kartasura/surakarta, pakualam, mangkunegoro, pakubuwono, dipecah-pecah campur tangan asing ikut-ikutan di sini)
lalu nusantara modern (indonesia, bung karno, suharto)
lalu terakhir mei 1998 ……. darah…. darah … darah
haruskah ini akan terus begitu ??????????????

apakah negeri tanah airku ini TANAHi TERKUTUK ????????

YA TUHAN JANGAN KAU SIKSA KAMI JIKA KAMI LUPA ATAU BERSALAH, YA TUHAN JANGAN ENGKAU BEBANI KAMI, BEBAN YANG BERAT YANG KAMI TAK SANGGUP MEMIKULNYA, YA TUHAN JANGAN KAU BEBANI KAMI BEBAN SEBAGAIMANA ENGKAU BEBANKAN PADA ORANG-ORANG TERDAHULU SEBELUM KAMI, AMPUNILAH KAMI, MAAFKANLAH KAMI DAN BERILAH RAHMAT KASIH SAYANGMU KEPADA KAMI.
WAHAI YANG MAHA PENOLONG, TOLONGLAH KAMI TERHADAP ORANG-ORANG YANG INGKAR.

AAMIN

DODI Says:

4 July 2009 at 3:08 pm.

WAW AKU GAK INGAT KEJADIAN DI FILM ITU SETELAH SELESAI KECUALI ADEGAN PENCULIKAN YANG TIDAK BISA HILANG BERALIH KE CERITA YANG LAIN. SATU PERSATU BISA AKU INGAT KEJADIANNYA, DITEMBAK DITEMPAT, DISERET, DITODONG, DIPUKUL ITU YANG AKU INGAT. CERITA HARI-HARI BPK SOEKARNO TERNYATA JUGA KEMBALINYA KE KENANGAN DI FILM ITU JUGA, SIAPA YANG BISA CERITA HARI DEMI HARI PARA PAHLAWAN REVOLUSI SEBELUM KEJADIAN MINIMAL 5 HARI SEBELUMNYA BERTURUT-TURUT DISERTAI JUGA HARI-HARI BPK SOEKARNO 5 HARI SEBELUM 30 SEPTEMBER, DAN 30 SEPTEMBERNYA HARI-HARI YANG DILALUI KELUARGA DAN TETANGGA DEKAT KORBAN G 30 S PKI SEPERTI APA? ITU AKAN LEBIH BAIK UNTUK DIPELAJARI DARI PADA ADEGAN KEKERASAN/PENGANIAYAAN YANG TIDAK DISERTAI PENYELESAIAN YANG ADIL DARI HUKUM RI KEPADA PELAKU PENGANIAYAAN TERSEBUT.

yatno Says:

16 August 2009 at 11:21 am.

sejarah yang pernah dibuat oleh rezim di negeri ini tidak lain adalah alat penguasa untuk melakukan hegemoni dan phobisme atas situasi yang mereka pandang akan mampu menggoyahkan kekuasaan mereka. sejarah genosida yang ada dalam film2 dokumenter sepertihalnya G-30 S adalah salah satunya. sejarah adalah soal keberpihakan, apakah mereka akan berpihak pada kebenaran obyektif ataukah sekedar subyektifisme kelompok tertentu. sampai hari ini pun masih menjadi tanda tanya besar ketika kita membaca bertumpuk2 buku sejarah dari berbagai sumber dan pandangan yang berbeda akan hal ini.
terlebih negara kita yang berada di bawah dominasi IMPERIALISME, tentu rezim yang ada di bawahnya akan membuat serangkaian skema dan nteks2 alur sejarah untuk kepentingan Imperium mereka. yang harus kita jawab bersama-sama adalah, apakah kita akan tunduk pada sebuah drama yang dibikin soleh-olah nyata oleh rezim, atau kita akan mencari kebenaran obyektif dengan mengkonversikannya dalam dialektika sejarah yang benar sesuai dengan praktik sosial yang hadir dalam keseharian masyarakat kita.
rakyat sudah cukup menderita sejak kemerdekaan negara kita diproklamirkan. hari ini jumlah penduduk kita yang kurang lebih 225 juta jiwa dengan komposisi 60% petani (dan 65% dari mereka adalah buruh tani tak bertanah), 15% buruh yang upah dan hak normatifnya masih sangan tidak layak dan jauh dari sejahtera, beserta rakyat lainnya yang sedang dilanda kesusahan akibat krisis IMPERIALISME-lap pekerjaan yang sempit-biaya pendidikan yang semakin mahal (sekalipun rezim penguasa\SBY-CS berpropaganda tentang pendidikan gratisnya yang dalam kenyataannya tidak demikian), kaum miskin perkotaan yang selalu digususr dan dipiring, dan masih begitu banyak fenomena sosial yang lebih mengerikan saat ini yang harus kawan2 cari dan mengerti secara mendalam. inikah yang saat ini dinamakan dengan sistem yang adil? lantas siapa yang patut disalahkan, apakah orang2 yang kemudian disebut2 sebagai pengkhianat negara adalah pihak yang salah, sementara mereka menginginkan adanya perubahan yang signifikan, dan berada di tengah2 jeritan rakyat mayoritas?
MARI BERFIKIR, dengan CARA BERFIKIR YANG BENAR!!!

radiohead Says:

7 January 2010 at 8:51 pm.

ada sebuah buku bagus untuk menambah bahan referensi dan ditulis dengan fakta-fakta yang obyektif..judulnya “Soekarno File”

orbaSHIT Says:

10 February 2010 at 1:08 pm.

@Ansyori —>tipikal “orde baru byaatch” kalo cerita kayak elo geeto sekarang juga banyak bedanya bukan antar under bow partai tapi antar preman atau antar suku (SARA)! ngerebutin lahan sengketa atau tempat perjudian etc..etc contohnye gammpang elo tau kejadian “tena abang” taon 90′ an dimana org2x betawi nyerbu asrama cendrawasih tempat ngumpulnye org2x irian itu “pertempuran” ganas bung yang mampus puluhan tapi kagak ke ekspos media…trus pristiwa sambas,sampit,ambon,poso —> kalo di total yang modar ribuannn…jadi jangan bias lah elo bisa ngomong geeto karena mao pembenaran pembunuhan org2x yang “didiuga” PKI khan? what a psycho…sama kayak pikirannye orang2x PEMUDA PANCASILA ama FPI loe (atau elo salah satu anggota who knows??) pristiwa SIAL 1965 sebetulnye udah jelas kagak usah di bikin ribet yang menang dan berkuasa 32 TAON tuh sape hah?? (if you’re not a MORON then you should know the answer..) persetan segala analisa2x aneh yang nuduh AURI,PKI lebih gila BK pake aje logika sederhana cerna bae2x situasi saat itu pasti jawabanye satu SUHARTO dan AD emang KUDETA terhadap pemerintahan yang SAH (jangan lupa AD juga pernah “mencoba kudeta di tahun 1946–>i forget which month it was dan 17 oktober 1952 !) ini analisa sederhana dari orang sederhana…cheers…

andrew Says:

19 February 2010 at 1:32 pm.

Situasinya sangat chaos saat pembersihan anggota PKI, hampir mirip saat pembersihan preman pada tahun80an oleh petrus.
Aku sih belum lahir saaat G30 SPKI cuman denger ceritanya aja dari ortuku. Saat pembersihan itu banyak sekali fitnah. Orang2 yg punya jabatan mengambil keuntungan buat melenyapkan musuhnya dengan memfitnah mereka PKI. Hal ini terulang lagi saat kasuh pembersihan preman oleh petrus. Banyak orang2 yg tidak bersalah dibunuh dengan stempel preman

orbaSHIT Says:

2 April 2010 at 8:35 pm.

@andrew …the winner takes it all dude….and one more thing HISTORY IS WRITTEN BY THE VICTOR so because of that indonesia almost becomes a FAILED STATE (ORBA WON THE GAME that time)…i say ALMOST the only thing that makes us still unite untill this day is SOEKARNO’S PANCASILA don’t forget that..cursed SOEHARTO with all of HIS FAMILY..may he burn in the flame of HELL for ETERNITY !

andi Says:

6 August 2010 at 8:08 am.

kita tahu siapa yang akhirnya di perintahkan membasmi PKI..! yaitu bpk.soeharto, karena kekuasan sudah di ambil alih & memegang kekuasan tertinggi ABRI, dan berdasarkan surat perintah 11 maret secara tidak langsung sudah menggeser posisi kursi PRESIDEN..!

yang jadi pertanyaan adalah;

1) kenapa para antek2 PKI langsung di bunuh/di tembak di tempat tanpa melalui sidang contohnya bpk.untung & bpk.aidit seharusnya bisa di jadikan alat bukti siapa dalang di balik ini semua..! KENAPA HARUS DI TEMBAK DI TEMPAT SIAPAKAH SAAT ITU YANG PEGANG KEKUASAAN yaitu….? kalau mau tahu di balik pembrontakan saat itu sangat mudah..!

2) kenapa bpk.soeharto pada saat itu tidak di culik..? kalau PKI mau merebut kekuasaan sepenuhnya. lucukan..!

3) setelah PKI membrontak bpk.soeharto bagaikan pahlawan, dan berhasil berkuasa di negeri tercinta kita ini. saat beliau berkuasa jangan harap keturunan PKI jadi PNS/ABRI.

4) apakah PKI salah..? atau hanya di jadikan alat setelah itu di basmi sampai ke akar2nya/ hanya di jadikan wayang..? terus dalangnya siapa..?

Sulis Says:

28 April 2011 at 4:35 pm.

G 30 S adalah pangkal tolak berdirinya rezim Orde Baru yang diktatorial, militeristik, dan anti-rakyat.

Siapa dalang sesungguhnya dari G 30 S ini sangat jelas dan gamblang dari awal, yaitu yang paling diuntungkan oleh adanya gerakan ini. Siapa itu? Soeharto.

radityo Says:

27 November 2011 at 11:18 pm.

Saya sendiri masih bingung siapa sebenarnya dalang G30S ini, tapi setidaknya dengan adanya buku-buku yang bertemakan tentang G30S, kabut misteri ini mulai sedikit terkuak….kalau menurut saya sendiri G30S itu murni gerakan dari internal angkatan darat dan korbannya adalah perwira angkatan darat, namun yang menjadi tanda tanya adalah mengenai keterlibatan PKI, AU, dan Bung Karno sendiri, lalu apa jadinya kalau keenam jenderal tersebut tidak terbunuh ? Benarkah isu dewan jenderal itu ada ? Brigjen soeparjo (tokoh yg terlibat G30S) mengatakan bahwa dewan jenderal itu memang ada, dan tokohnya ya pemimpin AD yang diculik pada malam itu termasuk Nasution

PKI saat itu memiliki basis masa yang sangat kuat, kalau mereka mau gerakkan seluruh massa nya saya yakin bakal terjadi pertumpahan besar-besaran antara AD vs PKI, apakah omar dhani terlibat itupun juga menjadi tanda tanya. atau dia sengaja dilibatkan karena dia seorang soekarnois ataukah karena keiri hatian AD terhadap AU yang saat itu merupakan anak lanang nya bung Karno ?

saya yakin kalau kasus G30S ini mau diusut tuntas, maka akan negara ini akan geger, karena ini bukan hanya urusan internal, melainkan sudah memasukin area internasional –> yup saat itu kan tensi perang dingin sedang tinggi-tinggi nya dan AS baru saja kalah dari medan vietnam, tentunya indonesia setiap saat juga bisa jatuh ke blok komunis dengan melihat makin kokohnya kaki PKI saat itu…

setidaknya ada satu pihak yang diuntungkan dengan kejadian ini, dimana mereka kemudian masuk dan merampas kekayaan yang ada dinegara ini hingga sekarang, siapa itu, silakan cari tahu sendiri

erwin Says:

12 June 2012 at 5:07 am.

Operation Jakarta? Liat or mbaca dimana, mas?
Ada juga Project FUBELT nyang di Chile ntu…

orbaSHIT Says:

12 June 2012 at 8:17 am.

@erwin pada saat terjadinya coup di chile yg menjatuhkan presiden populis salvador allende kode yg dipakai oleh pihak agusto pinochet cs adalah “operation djakarta” dan kata2x sandinya adalah “djakarta is coming” sumber : jakker.blogspot.com/2008/09/salvador-allende.html,perpustakaanliterati.wordpress.com/2011/09/27/white-terror/,andessoesman.blogspot.com/p/resensi.html dll GOOGLE is ur FRIEND my FRIEND

rira Says:

28 January 2013 at 4:38 pm.

semua kejadian seputar penculikan para jenderal tak bisa lepas dari keterlibatan presiden sukarno…..alasannya, pembersihan atau penindakan para jenderal yang tidak loyal keluar dari lisan sang presiden……miskipun dimanpaantkan oleh oknum lain…….

orbaSHIT Says:

28 January 2013 at 4:51 pm.

@rira BK tidak pernah memerintahkan secara lisan ataupun tertulis thd “penjemputan perwira2x AD”, tjakrabirawa (dari unsur dipenogoro) melakukan itu atas inisiatif letkol untung syamsuri dalam rangka menghadapkan mereka ke depan BK dan dikonfrontir pernyataannya atas isu dewan jendral dan dokumen gilchrist….walaupun sebelumnya BK sudah dapat jaminan dari pak yani bahwa AD tetap akan slalu setia thd kepemimpinan BK….tiba2x syam mem “by pass” operasi “penjemputan” tsb dan membawa mereka ke lubang buaya…selanjutnya sdh menjadi sejarah

Djangkaru Bumi Says:

30 September 2013 at 12:41 pm.

Sejarah kelam Indonesia. Kekuasaan sungguh menggiurkan. Dan tangan asing terlibat di dalamnya, rakyat di adu domba. Musuh dan kawan susah untuk dibedakan.

dier koswari Says:

4 April 2014 at 10:03 pm.

dirundung malang nasib rakyat indonesia sebagai domba adu karena warisan para leluhur yang kini pil pahit itu terus bergentayangan dari generasi ke generasi

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life



Add to Technorati Favorites
Free PageRank Checker

Subscribe with Bloglines

Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
September 2014
M T W T F S S
« Aug    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930