Soekarno – Sejarah yang tak memihak

mantan-pres-soekarno.jpgMalam minggu. Hawa panas dan angin seolah diam tak berhembus. Malam ini saya bermalam di rumah ibu saya. Selain rindu masakan sambel goreng ati yang dijanjikan, saya juga ingin ia bercerita mengenai Presiden Soekarno.
Ketika semua mata saat ini sibuk tertuju, seolah menunggu saat saat berpulangnya Soeharto, saya justru lebih tertarik mendengar penuturan saat berpulang Sang proklamator. Karena orang tua saya adalah salah satu orang yang pertama tama bisa melihat secara langsung jenasah Soekarno.

Saat itu medio Juni 1970. Ibu yang baru pulang berbelanja, mendapatkan Bapak ( almarhum ) sedang menangis sesenggukan.
“ Pak Karno seda “ ( meninggal )
Dengan menumpang kendaraan militer mereka bisa sampai di Wisma Yaso. Suasana sungguh sepi. Tidak ada penjagaan dari kesatuan lain kecuali 3 truk berisi prajurit Marinir ( dulu KKO ). Saat itu memang Angkatan Laut, khususnya KKO sangat loyal terhadap Bung Karno. Jenderal KKO Hartono – Panglima KKO – pernah berkata ,
“ Hitam kata Bung Karno, hitam kata KKO. Merah kata Bung Karno, merah kata KKO “
Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral Soeharto, karena dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan panglimanya May.Jend Ibrahim Ajie.

Namun Bung Karno terlalu cinta terhadap negara ini. Sedikitpun ia tidak mau memilih opsi pertumpahan darah sebuah bangsa yang telah dipersatukan dengan susah payah. Ia memilih sukarela turun, dan membiarkan dirinya menjadi tumbal sejarah.
The winner takes it all. Begitulah sang pemenang tak akan sedikitpun menyisakan ruang bagi mereka yang kalah. Soekarno harus meninggalkan istana pindah ke istana Bogor. Tak berapa lama datang surat dari Panglima Kodam Jaya – Mayjend Amir Mahmud – disampaikan jam 8 pagi yang meminta bahwa Istana Bogor harus sudah dikosongkan jam 11 siang.

Buru buru Bu Hartini, istri Bung Karno mengumpulkan pakaian dan barang barang yang dibutuhkan serta membungkusnya dengan kain sprei. Barang barang lain semuanya ditinggalkan.
Het is niet meer mijn huis “ – sudahlah, ini bukan rumah saya lagi , demikian Bung Karno menenangkan istrinya.
Sejarah kemudian mencatat, Soekarno pindah ke Istana Batu Tulis sebelum akhirnya dimasukan kedalam karantina di Wisma Yaso.
Beberapa panglima dan loyalis dipenjara. Jendral Ibrahim Adjie diasingkan menjadi dubes di London. Jendral KKO Hartono secara misterius mati terbunuh di rumahnya.

penguburan-soekarno.jpgKembali ke kesaksian yang diceritakan ibu saya. Saat itu belum banyak yang datang, termasuk keluarga Bung Karno sendiri. Tak tahu apa mereka masih di RSPAD sebelumnya. Jenasah dibawa ke Wisma Yaso. Di ruangan kamar yang suram, terbaring sang proklamator yang separuh hidupnya dihabiskan di penjara dan pembuangan kolonial Belanda. Terbujur dan mengenaskan. Hanya ada Bung Hatta dan Ali Sadikin – Gubernur Jakarta – yang juga berasal dari KKO Marinir.

Bung Karno meninggal masih mengenakan sarung lurik warna merah serta baju hem coklat. Wajahnya bengkak bengkak dan rambutnya sudah botak.
Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh dengan alat alat medis disebelah tempat tidurnya. Yang ada hanya termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk. Kamar itu agak luas, dan jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam bisa terlihat halaman belakang yang ditumbuhi rumput alang alang setinggi dada manusia !.
Setelah itu Bung Karno diangkat. Tubuhnya dipindahkan ke atas karpet di lantai di ruang tengah.

Ibu dan Bapak saya serta beberapa orang disana sungkem kepada jenasah, sebelum akhirnya Guntur Soekarnoputra datang, dan juga orang orang lain.
Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan jenasah proklamator. Walau dalam Bung Karno berkeingan agar kelak dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor. Pihak militer tetap tak mau mengambil resiko makam seorang Soekarno yang berdekatan dengan ibu kota.
Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sebagai peristirahatan terakhir. Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini.

Dalam catatan Kolonel Saelan, bekas wakil komandan Cakrabirawa,
Bung karno diinterogasi oleh Tim Pemeriksa Pusat di Wisma Yaso. Pemeriksaan dilakukan dengan cara cara yang amat kasar, dengan memukul mukul meja dan memaksakan jawaban. Akibat perlakuan kasar terhadap Bung Karno, penyakitnya makin parah karena memang tidak mendapatkan pengobatan yang seharusnya diberikan.
( Dari Revolusi 1945 sampai Kudeta 1966 )

dr. Kartono Mohamad yang pernah mempelajari catatan tiga perawat Bung Karno sejak 7 februari 1969 sampai 9 Juni 1970 serta mewancarai dokter Bung Karno berkesimpulan telah terjadi penelantaran. Obat yang diberikan hanya vitamin B, B12 dan duvadillan untuk mengatasi penyempitan darah. Padahal penyakitnya gangguan fungsi ginjal. Obat yang lebih baik dan mesin cuci darah tidak diberikan.
( Kompas 11 Mei 2006 )

Rachmawati Soekarnoputri, menjelaskan lebih lanjut,
Bung Karno justru dirawat oleh dokter hewan saat di Istana Batutulis. Salah satu perawatnya juga bukan perawat. Tetapi dari Kowad
( Kompas 13 Januari 2008 )

kabinet-ampera.jpgSangat berbeda dengan dengan perlakuan terhadap mantan Presiden Soeharto, yang setiap hari tersedia dokter dokter dan peralatan canggih untuk memperpanjang hidupnya, dan masih didampingi tim pembela yang dengan sangat gigih membela kejahatan yang dituduhkan. Sekalipun Soeharto tidak pernah datang berhadapan dengan pemeriksanya, dan ketika tim kejaksaan harus datang ke rumahnya di Cendana. Mereka harus menyesuaikan dengan jadwal tidur siang sang Presiden !

Malam semakin panas. Tiba tiba saja udara dalam dada semakin bertambah sesak. Saya membayangkan sebuah bangsa yang menjadi kerdil dan munafik. Apakah jejak sejarah tak pernah mengajarkan kejujuran ketika justru manusia merasa bisa meniupkan roh roh kebenaran ? Kisah tragis ini tidak banyak diketahui orang. Kesaksian tidak pernah menjadi hakiki karena selalu ada tabir tabir di sekelilingnya yang diam membisu. Selalu saja ada korban dari mereka yang mempertentangkan benar atau salah.
Butuh waktu bagi bangsa ini untuk menjadi arif.

Kesadaran adalah Matahari
Kesabaran adalah Bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata
( * WS Rendra )

You Might Also Like

390 Comments

  • Surya
    February 7, 2014 at 3:41 pm

    @asdf, harus belajar sejarah, baru nulis komentar di sini. Lu sudah di cuci otak Orba Harto dan anthek-antheknya. Kamu buta sejarah! Saya setuju dengan OrbaSHIT.
    Soeharto itu ibarat maling teriak maling. Dia yang berbuat, orang lain yang dijadikan kambing hitam. Memperlakukan Bung Karno dengan biadab. Lihat saja sepak terjang salama berkuasa, banyak orang, aktivis di penjara tanpa diadili, tamak, korup lagi. Memanipulasi sejarah. Justru yang menjual negara itu Harto, lihat itu freeport Itulah kekuasaan yang didapat dari hal yang tidak benar pada awalnya. Hasil kudeta!

  • Guntur Romli
    February 15, 2014 at 12:34 am

    Hutang yang ditinggalkan Soekarno pernah dihitung belum???

    Kalian ngerti, gak, sih, Soeharto itu melakukan pinjaman luar negeri untuk membangun. Lha, Soekarno, kalian ngerti dia hutang buat apa???
    Buat bikin Monumen Nasional dan patung di sana-sini!!!!

    Ya, bener kata Alatif, sih. Soekarno emang hobi ngelirik istri orang.
    “Pengen selamet? Kasih ke gue istri loe!” begitu kata Soekarno ke orang-orang bawahannya.

    Tentu para bawahan takut. Tapi, bisa jadi, sih, justru bangga karena istrinya disukai Soekarno.

    Soekarno itu mesum dan hobi masturbasi. Coba kalian main ke Istana Bogor. Belum masuk ke istana aja udah disambut patung telanjang.

    Kontol Soekarno emang terbuat dari batu. Makanya gak pernah bisa lembek; kudu dientot cewek, baru bisa diem itu kontol.

  • Perakius Oskar
    February 15, 2014 at 12:37 am

    Saya tidak percaya G30S/PKI itu rekayasa Soeharto, bung Iman.

    Menurut saya, Soekarno pantas diperlakukan lebih buruk dari anjing liar jalanan atau tikus selokan. Betapa tidak, dia hanya berdiam diri melihat orang Islam dibantai PKI!

    Adakah yang lebih anjing dari Soekarno untuk urusan ini?

  • Besty
    February 15, 2014 at 12:44 am

    Soekarno layak dirawat oleh dokter hewan, karena dia memang hewan.

    Sebagai wanita, saya malu punya presiden yang tak bisa menahan syahwat saat melihat istri orang.

    Sebagai warga negara, tingkah Soekarno mengawini seorang pelacur seperti Ratna Sari Dewi bukanlah hal yang membanggakan.

    Cuma wanita bermental pelacur saja yang menghargai Soekarno.

    Soekarno gak pernah ikut perang; cuma dipenjara, dan itu sudah menjadi risiko seorang aktifis. Beda dengan Soeharto yang ada di depan garis peperangan; ancaman mati bisa kapan saja.

    Lebih gampang ngoceh/jadi proklamator ketimbang angkat senjata.
    Kalau Anda doyan ngoceh ngawur, ya pantas sekali kalau Anda ngefans sama GIGOLO seperti Soekarno: Presiden yang paling banyak bacot dari suku Jawa.

    Saya sebagai orang Batak, tidak akan pernah bisa melihat presiden asal suku Jawa seperti Soeharto. Dia yang terbaik dari semua presiden Indonesia.

    Salam dari Medan

  • Chatibasri
    February 15, 2014 at 12:47 am

    Sudah pernah menghitung hutang yang diwariskan Soekarno?
    Sudah pernah membandingkan inflasi pasca pemerintahan Soekarno dengan pasca pemerintahan Soeharto?
    Sudah pernah membandingkan penggunaan pinjaman luar negeri Soekarno dan Soeharto?

    Selaku MenKeu RI, saya malu dengan analisis dangkal Anda.

    Jadilah Soekarnois yang waras.

  • UlilAbsharAbdalla
    February 15, 2014 at 12:51 am

    Soekarno itu gw banget.

    Kalian bisa bayangin gak, sih, kalau Soekarno masih hidup mpe sekarang??
    Dia bakal jadi patron kaum LGBT!!!!

    Soalnya, kehidupan seksual dia juga bermasalah. So, dia pasti mendukung orang yang kegemaran kelaminnya aneh-aneh.

    Hidup LGBT!! Ayo, mari kita masyarakatkan sodomi dan anal seks!

  • BurhanudinMuhtadi
    February 15, 2014 at 12:54 am

    Pengen melakukan survei tentang Soekarno Vs. Soeharto??
    Berani melakukan survei??

    Hire me, bro!
    Indikator Politik siap membantu Anda!

  • Alumni S2 FEUI
    February 15, 2014 at 1:06 am

    Saya tak pernah bisa membayangkan bagaimana umat Islam Indonesia tanpa Pak Harto.

    Berkat beliau, Islam Indonesia menemukan jati dirinya.

    Saya tidak sependapat bahwa Pak Harto represif terhadap Islam; beliau sangat kooperatif dengan alm. Cak Nur yang juga mentor saya.

    Hati-hati dalam menilai orang.
    Bagaimanapun juga, Soeharto lebih baik ketimbang Soekarno yang diam saja saat para kyai dan ulama dibantai PKI.

    Bung Iman, Anda terlampau mengagumi Soekarno dan anti-Soeharto. Saya tidak mempermasalahkan itu, karena Anda sepertinya dari keluarga komunis. Kalaupun Anda beragama Islam, pastilah latar belakang keluarga Anda itu komunis dan simpatisan PKI.

  • BENTO
    February 15, 2014 at 1:25 am

    Semoga kekeliruan-kekeliruan
    Alumni S2 FEUI
    BurhanudinMuhtadi
    UlilAbsharAbdalla
    Chatibasri
    Besty
    Perakius Oskar
    Guntur Romli
    Alatif
    ini bisa dimaklumi oleh pembaca yang lain, sebab bisa dibilang mereka-mereka ini belum bisa move on di tahun 2014.

  • BENTO
    February 15, 2014 at 1:44 am

    Saya tak pernah bisa membayangkan bagaimana Orde Baru Indonesia tanpa Pak Harto.

    Berkat beliau, Front Pembela Islam menemukan jati dirinya.

    Saya tidak sependapat bahwa Pak Harto kooperatif terhadap Islam; sebab! Beliau lebih memilih cara-cara jahiliyah seperti firaun dalam menyelesaikan persoalan. Alm. Cak Nur bukan mentor saya.

    Jangan tertipu menilai orang.
    Bagaimanapun juga, Soekarno lebih baik ketimbang Soeharto yang teguh pada nilai-nilai kemanusiaan, sebab pemimpin yang besar adalah pemimpin yang mengurus bukan menguras.

    Yang terhormat Alumni S2 FEUI, Anda telah tertipu mentah-mentah oleh politik nya Soeharto berserta Kapitalisnya. Okelah! Saya pun memakluminya, karena Anda sepertinya dari produk Orde Baru. Kalaupun Anda beragama Islam, pastilah latar belakang keluarga Anda itu Islam yang mengaku paling benar dan simpatisan FPI.

  • BENTO
    February 15, 2014 at 1:48 am

    Pengen melakukan survei tentang Soekarno Vs. Soeharto??
    Berani melakukan survei??

    Lihat saja Jokowi Vs. Tantowi!
    Cermin Politik sudah memberi tahu Anda!

  • orbaSHIT
    February 15, 2014 at 7:41 am

    jiahhh ada lagi kerbau2x ORBA yg komen asal tp pada ganti ALIAS hi3x tempo hari pada pake tag name ORBA [u can write anything in here] LoL 😛 hari gini percaya survey???? GILLE LO N’DROOOOO …… bukan rahasia lagi kebanyakan hasil survey adalah hasil pesanan @BENTO bro tuh nama2x yg ente sebutin di atas sebetulnya troller yg itu2x juga tp pada mati gaya jadi kgk legowo kl boroknye HARTO dikorek-korek 😀

  • harto najis
    March 24, 2014 at 8:04 pm

    Kalo baca tulisan ini kok kita dapati kesan kalo harto itu bajingan ya? Beda banget sama tulisan antek2 n kethek2 orba y bilang kalo harto sangat menghormati bung karno. Ya mungkin iya pas harto masih belum berkuasa. pas udh jd presiden (maunya) seumur hdp, baru kelihatan bajingannya harto itu. Skg kena karmanya. Naik krn mahasiswa, turun jg krn mahasiswa..

  • suharto bajingan
    March 26, 2014 at 7:41 pm

    jujur kalau masalah sejarah bung karno aku tau sekali.
    bungkarno itu di perlakukan semena2 sama bajingan soeharto,
    suharto itu dulusebelum berkuasa mendekati bungkarno secara perlahan2
    dan suharto dibalik kedekatannya sama bung karno,suharto merencanakan
    menggulingkan bungkarno dgn di bantu CIA amerika,dengan perencanaan masalah G30 s pki.
    itu dalangnya suharto,tapi sayangnnya tdk melawan soekarno di saat di tuduh msalah itu,dan sayangnnya org2 setiannya soekarno jg tdk melawan,terlalu percaya dengan opini ini yg di buat suharto,walaupun di dunia sandiwara,tapi hanya allah lah yang berkuasa,yang tau segalanya,,allah yang mengadili nya di akherat,SUHARTO ITU MASUK NERAKA,Ingat saudara dgn pembantaian pendukung pki kurang lebih 2 juta manusia di bunuh sadis suharto,dan mayatnya di buang di sembarangan tempat,disungai2,petani mencangkul di sawah tiba2 di bunuh TNI,petani di suruh menggali liang lahat dan di tembak(menggali kuburannya untuk diri sendiri.)dan masalah film G30 s pki pada pemerintahannya suharto itu SEMUA BOHONG,itu cuma cuci otak yang kotor saja,kasian generasi penerus,spt adik2 kita yg SD,SMP,SMA,KULIAH,yg masih menuntut ilmu,dgn memahami pelajaran sejarah yg salah.kalo org bajingan yang pasti mendukung suharto,,,sorry klo banyak bicara ka,,saya emosi klo ada yg menyebut nama suharto,bagi pendukungnya suharto kalo berani comen,kalo bukan pengecut,

  • toko buku online
    April 30, 2014 at 8:06 pm

    Valuable information. Fortunate me I found your
    website accidentally, and I am stunned why this twist of fate
    didn’t happened earlier! I bookmarked it.

  • Prabu Dimas Satrio Negoro
    May 21, 2014 at 3:05 pm

    kata ayah saya bung karno masih hidup .,
    dan kata ayah saya nama saya di kasih oleh pak karno

  • wahyu budianto
    June 3, 2014 at 12:23 pm

    I LOVE INDONESIA – I LOVE SOEKARNO….

    semoga aja presiden yang terpilih nanti benar-benar mempunyai jiwa seorang pemimpin sejati seperti SOEKARNO..pemimpin yang rela berkorban demi bangsa serta rakyatnya.Tidak disangka pada masa kepemimpinan SOEKARNO bangsa INDONESIA merupakan bangsa yang besar yang ditakuti oleh dunia barat,khususnya amerika..

    ONCE AGAIN I LOVE INDONESIA – I LOVE SOEKARNO !!!!

  • Levi
    June 26, 2014 at 9:41 am

    Consider stocking up on what is required, and quickly around the world as well a sense
    of what changes you’d like to know everything you need not be able to fix.
    Take a look at the end of the contract in place to start.
    Narrow your list school bus to their preference.
    If it happens then that is hitting these government agencies is that he received payment in return for the sake of getting in contact with paint
    on interior walls.

    Feel free to surf to my web blog … site (Levi)

  • Jerald
    August 1, 2014 at 7:14 am

    Each kind of material, whether it be polypropylene, wood, graphite, Kevlar, etc.
    All with the speakers with your system will be
    plugged in to the receiver. It means that you don’t even have to
    pay for returning the products if you aren’t satisfied.

  • Batu Ali Soekarno | Harzan Blog
    November 24, 2014 at 6:40 am

    […] Soekarno – sejarah yang tak memihak | iman brotoseno […]

  • ibrahim
    January 10, 2015 at 11:48 pm

    SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI DANU BERKTAKA BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI DANU YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI DANU DI 082 332 608 333 ATAU {>>>>>KLIK DISINI<<<<<}

  • jhon
    March 16, 2015 at 5:09 pm

    Aku pengen ngentot aja

  • anonim
    April 1, 2015 at 9:24 pm

    Maaf tp buat saya pimpinan indonesia smp saat ini tdk ada yg sesuai dgn apa yg disebut sbg pemimpin, apa lg klo dibandingin ma amirul’muqminin zaman Rasulullah SAW atau stelahnya. Mngkin mnurut saya yg agak mndekati ya Bung Hatta (alm). Beliau lah yg slalu mngurusi rakyat n negara saat Bung Karno (alm) slalu berpergian keluar negeri n sibuk dgn masalah hasratnya beristri banyak. Pdhal saat itu rakyat sangat miskin n butuh makan, hanya Bung Hatta (alm) sajalah yg masih pduli. Bgtu jg dgn Soeharto yg sukses meredam kriminalitas tp rakyat trnyata dibohongi. Gus Dur yg ingin melegalkan hubngan dgn Israel yg jls2 pnjajah. Mega yg suka menjual aset negara. SBY ckup bgs, tp syg kurang baik dlm memilih menteri2nya shingga bnyk yg trjaring korupsi. N trakhir Jokowi yg sngat trlihat dlm pncitraan kampanye, smpai akhirnya saat mnjabat mlah sprti ga klihatan gebrakan revolusi mental yg digembar gemborkan. Plus trkesan msih di”suapin” oleh ketua partainya.

  • kris kalalo
    April 13, 2015 at 9:30 am

    Apa kita sebagai org Indonesia gak hormatin pemimpin perjuangan negara kita panglima revolusi pilih mana jendral hebat apa panglima tertingginya

  • Mrs. Veronica
    April 15, 2015 at 8:00 am

    Mrs Veronica khusus pinjaman rumah adalah meyakinkan dan dapat diandalkan pemberi pinjaman pinjaman yang kompeten, berpengalaman dan bersertifikat profesional di keuangan lender, yang fokus pada keberhasilan Anda. Tujuan kami adalah untuk memberikan solusi terbaik dalam bidang layanan pinjaman untuk klien kami. Kami memberikan instan persetujuan, ada jaminan, rendah harga, kami menyediakan semua jenis pinjaman 2%. Jangan biarkan kesempatan ini berlalu. Jika tertarik, hubungi kami melalui email di: specialloanhouse111@gmail.com

  • GANIE, INDRA – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten
    May 20, 2015 at 5:00 pm

    Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan INDONESIA. Pulihkanlah kejayaan INDONESIA, Lindungilah INDONESIA dari bencana.

    Ya Allaah, jadikanlah INDONESIA baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

    Allaahumma ahlikil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.

    Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.

    Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.

    ——(doa khusus untuk ALMARHUM PRESIDEN SOEKARNO / BUNG KARNO, semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada BELIAU).

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHU WARHAMHU WA’AAFIHI WA’FU ‘ANHU
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHU WA LAA TAFTINNAA BA’DAHU WAGHFIRLANAA WALAHU
    ———————

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal
    mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    GANIE, INDRA – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten

  • Ariean Rachmat
    June 5, 2015 at 12:42 am

    koreksi ya mas: Bung Karno tidak dilahirkan di Blitar melainkan di Surabaya, coba cek di buku otobiografi beliau “Penyambung Lidah Rakjat”, kisah Blitar sbg kota kelahiran BK adalah kebohongan ORBA yg getol melakukan de-soekarnoisasi. bisa kebayang bila BK dimakam-kan di surabaya? kota besar yg jauh dari pengawasan pemerintah pusat?

  • netral
    July 22, 2015 at 3:25 pm

    Sy coba menyeimbangkan sisi koin yg tidak diangkat penulis. Coba saudara tanyakan pd orang aceh “bgmn sukarno itu?” (Janji”x, tinggal sekedar janji). Dmn dua presiden setelah sukarno, tp sblm g 30 s pki? (bukankah karma jadix utk sukarno). Mana nusantara dari sabang-merauke yg berdasarkan sumpah anumerta palapa? Sumpah itu tak lebih dongeng yg tk bisa dijadikan alasan logis. Saudara” sekalian semua pemimpin punya + dan – masing”. Jgnlah slalu dibayangi-bayangi sejarah. Tp, jgn jg dilupakan. Bukalh mata dan move on. It’s a life.

  • OrbaFuckinShit
    July 28, 2015 at 9:00 am

    @netral agree to disagree bro….masalah aceh mmg pelik karena aceh juga tidak hanya terdiri dari org2 “aceh utara” yg “agamis” tp ada daerah2 lain yg cenderung agak longgar nah antar mereka sendiri juga ada perselisihan….BK sendiri menjajikan daud bereuh agar menerapkan syariat islam dalam kerangka NKRI ! coba situ liat perda2 aneh yg intoleran di aceh justru hanya macan kertas tuh

  • Klempong
    September 9, 2015 at 8:00 pm

    Maaf sebelumnya.. mungkin saya bukan sejarahwan, politikus,aktivis,budayawan ataupun negarawan dll. Tapi pendapat saya adalah ‘Soekarno ataupun Soeharto’ cuma manusia biasa yang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk memimpin negara ini. Kita cuma bisa merasakan baik atau buruknya yang telah mereka berikan selama berkuasa, tapi ingatlah Allah SWT lebih tau mana yang benar dan mana yang salah dari mereka berdua. Apa yang sudah berlalu biarlah berlalu. Ada yang lebih penting dari sekedar memperdebatkan ( soekarno yang katanya pro komunis dan soeharto yang katanya orba dll) benar dan salah, biarlah Allah SWT yang menentukan, alangkah baiknya jika sekarang kita memikirkan ‘bagaimana meningkatkan kualitas diri’ dan menjadi pribadi yang benar dan bermanfaat bagi sesama umat manusia.. aamiin.

    *note buat yang baca : maap kalo saya salah, ya namanya juga manusia , pasti ada salahnya.

  • noname
    November 11, 2015 at 5:36 am

    JAhat bgt manusia 1 itu.jadi dalang pki.bunuh perwira tni yg pro ke pak karno.tapi malah balikin fakta yg ada.hadeuh.

    YG belain suharto itu tau sejarah gak si.emang dia ada sangkut pautnya sama kemerdekaan indonesia ya.

  • arrays
    November 11, 2015 at 1:31 pm

    Malah diskusi agama,ckckck. Dasar indon. Sok agamis korupsi jalan trus. Khusus buat komentator pertama cba tolong kasih tau hal itu ke korban2 peristiwa talangsari dan tanjung priuk.

  • OrbaFuckinShit
    November 11, 2015 at 4:25 pm

    duhhhhh capee dehhhh *tempok jidat kmaren 10 nopember masih ada yg ngotot jadiin SUHARTO pahlawan???? gagal paham ama bangsa indonesia

  • normanida
    November 14, 2015 at 2:32 pm

    kalau aq c memang gak suka soeharto c. sama bung karno gw suka gt aja

  • Putra Prihatin Sejarah
    January 22, 2016 at 1:59 pm

    Yang membenci Soekarno , mereka adalah orang yg Tdk Tau sejarah dan Hasil karya pembodohan sejarah yg tidak jujur Oleh ORBA..!!!
    Soeharto Adalah Dajjal dari indonesia. mampu mengorbankan Bangsa indonesia utk di jual ke AS. .
    YaAllah Manusia tak Berhati kah Soeharto ini yg mampu melakukan pembunuhan dan fitnah utk kejayaan dirinya sendiri…? Dan Celakanya Malah akan di Sebut sebagai Pahlawan…????

  • fatur
    November 13, 2016 at 11:50 am

    tetep brebes mili walaupun sudah membaca berkali kali

  • jembud
    April 10, 2017 at 10:13 am

    tahi…

  • kontol listrik
    April 10, 2017 at 10:16 am

    kaya tai di wc…bau..

  • example
    April 27, 2017 at 12:17 am

    Quality articles or reviews is the main to interest the viewers to pay a visit the site, that’s what this site is providing.

  • Sofyana Bellaa
    May 19, 2018 at 1:11 pm

    Saya bingung harus berpendapat seperti apa?

1 6 7 8

Leave a Reply

*