Surat surat Usman sebelum kematian

21 September 1966

Ayah dan Bunda yang tercinta,
Sepeninggalan surat ini, anaknda dalam keadaan sehat sehat saja. Demikian pulalah yang anaknda mohonkan kehadirat Illahi siang maupun malam, semoga ayahanda dan bunda serta handai taulan disana dikarunia kesejahteraanNya, kemulianNya dan dijauhkan dari bala bencana.

Ayah dan Bunda,
Maafkan semua kesalahan anaknda karena telah sekian saat lamanya anaknda baru mengirim surat.

Saat menulis surat ini, Usman teringat kilas balik peristiwa itu. Malam yang pekat, sehingga sebuah objek yang terapung apung di lepas pantai Singapura tak begitu mengusik perhatian. Sepintas bagaikan batang kayu yang dipermainkan alunan ombak di laut lepas. Jika diperhatikan lebih jelas, obyek itu bukan batang kayu, melainkan sebuah perahu karet, dimana tiga orang bergelantungan di balik perahu.

Mereka – sambil menunggu waktu yang tepat untuk bergerak menuju pantai -adalah anggota KKO – Korps Komando AL ( sekarang Marinir ) Sersan Dua KKO Djanatin, Kopral Satu KKO Tohir dan rekannya Gani bin Aroep. Ketiga awak perahu tadi menyeberangi selat Malaka sambil menghindari patrol Inggris dan Singapura. Misi utama dari prajurit KKO adalah melakukan sabotase di pusat kota Singapura dengan membawa bom peledak seberat 12,5 kg. Sasarannya adalah Mc Donald House tempat dari Hongkong dan Shanghai Bank di tepi Jalan Orchard. Ini adalah bagian perang yang dilakukan oleh Indonesia, yakni penghancuran alat alat vital, klandestin, sabotase dan menciptakan teror dengan harapan Inggris akan kehilangan kesaabaran dan menerima rumusan penyelesaian politik. Demikian JAC Mackie menuis dalam bukunya “ Konfrontasi, The Indonesia – Malaysia Dispute 1963 – 1966 “.
Hongkong Bank sebagai sumber keuangan terbesar di Singapura menjadi pilihan pemboman, dengan tujuan mengacaukan sumber sumber keuangan.

Hiruk pikuk massa menyambut aksi Dwikora yang dikumandangkan tanggal 3 Mei 1964. Usman paham ini adalah politik konfrontasi. Bung Karno memang menolak pembentukan negara baru ini, yang dianggap bertentangan dengan hak hak rakyat Kalimantan Utara yang enggan bergabung kedalam federasi Malaysia.

Usman juga terkenang, pelatihan yang diterima selama sebulan di Cisarua. Para prajurit KKO ditempa kembali meliputi pelatihan intelejen, kontra intelejen, sabotase, demolisi (bahan peledak ), dan perang hutan. Siapa yang tidak bangga menjalani perjanjian untuk kehormatan bangsanya ?
Usman meneruskan tulisannya,
Mohon menjadikan periksa ayahanda dan bunda serta handai taulan semua bahwa pada sepeninggal surat ini anaknda telah ditahan di Republik Singapura mula dari 13 Maret 1965. Tentang nasib anaknda tak perlulah dibimbangkan karena disini anaknda mendapat layanan serba baik.
Mohon restulah sajalah ke hadirat Illahi, semoga kita akan dihimpunkannya lagi dalam kesejahteraan.

Semoga berkenaan pulihnya hubungan Republik Indonesia – Republik Singapura dan Republik Indonesia – Malaysia, pemerintah ketiga belah pihak mengambil berat dan memberikan pertolongan ke atas nasib anaknda yang hanya sebagai pelaksana revolusi dan berpijak pada janji dan sapta marga dan sumpah prajurit Republik Indonesia.

 

Sambil memikirkan kata kata yang akan disampaikan kepada orangtuanya, Usman mengenang keberhasilan operasi rekannya Sersan Dua Mursid dan Sersan Dua A. Siagian dari KKO yang berhasil melakukan infiltrasi terhadap posisi lawan di Johor, Malaysia. Udara malam penjara Changi terasa sesak. Mestinya aku berhasil seperti mereka. Usman bergumam pelan.

Usman tersenyum. Itu memang bukan nama sebenarnya. Untuk mengamankan jalannya operasi penyusupan, mereka mengganti namanya sesuai masyarakat setempat. Djanatin menjadi Usman bin Haji Muhammad Ali. Lalu Tohir menjadi Harun bin Said.
Menjelang fajar dini hari tanggal 9 Maret 1965, mereka bisa memasuki Singapura dan beristirahat sebentar sambil mengatur strategi. Baru dini hari berikutnya tanggal 10 Maret 1965, tepat pukul 03. 07 subuh dini hari. Usman bisa meledakan Gedung Mc Donald House.
Ini memang menimbulkan korban sipil, walau tujuannya bukan menyerang warga sipi. Selain tempat keuangan, Mc Donald House juga kediaman Malcolm MacDonald yang menjadi Bristish High Commisioner di negeri jajahannya. Oleh Indonesia dianggap sebagai simbol kolonialisme.

Dalam pelariannya mereka berpisah dengan Gani bin Aroep untuk menghindari kecurigaan. Usman dan Harun sempat menyamar jadi koki dapur di sebuah kapal yang akan menuju Thailand. Namun karena hampir terbuka kedoknya, mereka memutuskan untuk lari lagi dengan merampas sebuah perahu boat.
Malang, perahu mereka mesinnya mogok, sehingga Usman dan Harun tertangkap polisi perairan Singapura pada tanggal 13 Maret 1965.

Ayahanda dan Bunda,
Tanggal 14 Jumadil awal sampai 15 Jumadil awal 1386 atau 30 sampai 31 Agustus 1966 adalah hari penentuan nasib anaknda. Karena pada saat itulah hari ulang bicara anaknda setelah anaknda dijatuhi hukuman mati. Tanggal 4 sampai 20 Oktober 1965, hari bicara anaknda yang pertama di Mahkamah Tinggi Republik Singapura, tertuduh sebagai orang yang bersalah mendurhakai negara.
Dan sampai sepeninggal surat ini, anaknda tinggal menunggu keputusannya.

Ayahanda dan Bunda yang tercinta,
Anaknda mohon semoga tampilnya berita tersebut tidak akan menciptakan bela sungkawa dan menggoncangkan iman ayahanda dan bunda serta handai taulan disana. Restu dan bertawakal ke hadirat Illahi sajalah, karena anaknda berdiri dipihak yang benar dan percayalah Tuhan tidak akan menyia nyiakan kejujuran.
Sekian saja dulu kabar dari anaknda , Insya Allah lain waktu anaknda sambung lagi.

Sejarah mencatat Usman dan Harun didakwa tuduhan melanggar ‘ kontrol area ‘ dan pembunuhan. Pihak hakim menolak tuntutan terdakwa agar mereka diperlakukan sebagai tawanan perang. Alasannya hakim, saat tertangkap mereka memakai pakaian sipil, bukan seragam militer.
Hari keputusanpun itupun datang. Tanggal 20 Oktober 1965 mereka dijatuhi hukuman mati, yang akan dilakukan 3 tahun kemudian.

Keputusan pengadilan sangat disesalkan oleh Pemerintah Indonesia. Presiden Soeharto mengirim utusan untuk setidaknya mengurangi hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup. Namun usaha itu sia sia.
Pada tanggal 17 Oktober 1968, pukul 06.00 pagi, keduanya menjalani hukuman mati diatas tiang gantungan di penjara Changi, Singapura yang membuat gelombang kemarahan di seluruh Indonesia. Bung Hatta berjanji tidak akan menginjak tanah Singapura lagi sebagai sikap keberpihakannya pada patriot bangsa.

Pada tiang gantungan yang menunggunya, Usman dan Harun tetap setia pada janji prajurit. Mereka tahu konsekuensi apapun yang terjadi dari tugas itu. Ketabahan itu terlihat dalam surat terakhir yang dikirim Usman ke ibunya,
“ Hukuman yang akan diterima anaknda adalah hukuman gantung sampai mati. Jadi mulai hari ini, anaknda tinggal menunggu hukuman yang dilaksanakan 17 Oktober 1968. Disini Anaknda berharap ibunda bersabar, karena kematian manusia adalah tiada siapa yang boleh menentukannya. Satu satunya yang menentukan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan setiap manusia yang ada di dunia ini akan kembali kepada Illahi “


*Kelak lima tahun kemudian, ketika Perdana Menteri Lee Kuan Yew hendak berkunjung ke Indonesia. Presiden Soeharto mensyaratkan, jika ia hendak diterima, ia harus melakukan ziarah ke makam Usman dan Harun di TMP Kalibata. Entah apa yang dipikirkan PM Lee Kuan Yew saat itu. Tapi ia meletakan karangan bunga di atas makam, sehingga hubungan Indonesia dan Singapura membaik.

You Might Also Like

48 Comments

  • edratna
    February 10, 2014 at 5:57 am

    Sedih…terharu

  • kunderemp
    February 10, 2014 at 7:22 am

    surat-surat terakhir yang mengesankan.
    Mungkin saya tak setuju dengan kebijakan pemerintah revolusi saat itu.
    Tapi tak bisa dipungkiri, mereka meninggal menjalankan tugas.

  • Swastika Nohara
    February 10, 2014 at 8:02 am

    Itu benar tulisan tangannya Usman? Kalau iya, bagus sekali. Lay out fotonya juga menarik, meskipun kaca mata dan tasbihnya terlihat modern, tidak mengesankan sesuatu yang dari tahun 1966.

  • orbaSHIT
    February 10, 2014 at 1:05 pm

    usman dan harun adalah sgelintir dari ribuan/jutaan anak bangsa yg ditumbalkan demi kekuasaan ORBA…..banyak perwira2x tinggi AD pro BK yg curiga bahwa kebocoran info2x rahasia mengenai operasi DWIKORA berasal dari MABES AD dan KOTI, sama ketika awal2x operasi “17 agustus” tahun 1958 untuk menumpas PRRI yg disinyalir telah bocor dan akhirnya rapat dipindah ke rumah jendral Ahmad Yani untuk mengatur strategi ulang…..proyek DWIKORA/ganyang malaysia memang mendapat tentangan dari beberapa perwira tinggi AD (termasuk ‘HARTO), sudah banyak keanehan dalam operasi ini setelah sedang berlangsung konfrontasi…sperti diketahuinya nama2x prajurit yg melakukan infiltrasi ke semenanjung (PGT AURI) beserta sanak keluarga mereka (?), areal operasi, berapa banyak personil dalam satu tim dan pimpinan tim……ironisnya askar2x malonistan membacakan info rahasia ini melalui megafone dengan menaiki jeep lalu berkeliling keluar masuk kampung sebagai teknik psywar….

  • orbaSUCK
    February 10, 2014 at 9:44 pm

    Memang kalau membaca artikel mengenai sejarah dari Blognya Om Iman Brotoseno tanpa Mas orbaSHIT itu serasa kurang lengkap!

  • orbaSUCK
    February 10, 2014 at 10:04 pm

    Ohya satu lagi nih satu lagi.
    Sudah sepatutnya generasi sekarang paham betul kalau macan Asia (atau bahasa lainnya kekuatan armada perang yang sangat ditakuti di Asia Tenggara) itu benar-benar ada tetapi di Jaman presiden nya Soekarno tolong ingat baik-baik se-wa-ktu jamannya presiden pertama RI (Bung Karno). Komen begini bukan mentang-mentang yang dilihat KKO jago perangnya tapi kemampuan prajuritnya pada jaman itu yang masih mampu membela negara. Disamping itu semangat betul jikalau di komandoi Panglima Tertinggi ABRI Presiden Soekarno. Jadi jikalau ada anak, bapak, ibu, Kakek, Nenek, tante,om, mas, mbak, yang masih kangen ORDE BARU apalagi kangen Suara Orde Baru teramat sangat disayangkan sekali.

  • ra
    February 11, 2014 at 6:26 am

    Aneh, aneh…..
    Udah jelas-jelas Usman dan Harun ngebom Singapura, membunuh nyawa tak berdosa lalu dianggap pahlawan!!

    Haha, Indonesia…. negara yang sangat tidak bermartabat, harusnya kita tuh sensitif.. ini semua karena jargon Megalomania Sukarno; Ganyang Malaysia.

  • orbaSHIT
    February 11, 2014 at 7:50 am

    ^^singapore whore detected…kalo singapur jadi save haven para koruptor lu kok kgk protes nyong!!!

  • Iman Brotoseno
    February 11, 2014 at 9:05 am

    Tanggapan untuk Ra,
    Ada komen menarik di twitter, yaknu memahami aksi peledakan bom oleh Usman Harun, jgn dg konteks kekinian. Anda kan gagal paham – via @STNatanegara.
    Banyak kasus sipil sebagai sasaran yang disengaja dalam perang. Paling jelas, pemboman Hirosima dan Nagasaki, Jelas jelas itu korban sipil, dengan dalih meminimalkan korban pihak militer, dan mempercepat penyerahan Jepang.
    Peraturan hukum perang pada jaman itu belum se-detail dan komprehensip seperti jaman sekarang. Kelak Konvensi Jenewa yang ditambah beberapa aturan seperti Protokol tahun 1977, update penandatangan Konvensi Jenewa tahun 1996, dan Statuta yang mendirikan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court, ICC) tahun 1998. Sehingga perlindungan terhadap rakyat sipil lebih terperinci.

    Saat itu hukum perang secara umum berkiblat pada Konvensi Jenewa no IV ( Fourth Geneva Convention ) atau The Geneva Convention relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War. Ada beberapa klausul umum seperti, Merupakan sebuah kejahatan perang untuk menyerang seorang warga sipil yang tidak sedang melakukan penyerangan secara sengaja atau menghancurkan atau mengambil barang milik seorang warga sipil secara tidak perlu.

    Meskipun begitu, Konevnsi ini juga ambigu, karena menegaskan barang milik seorang warga sipil boleh dihancurkan jika ada tujuan militer; barang milik seorang warga boleh disita untuk keperluan militer; dan kerusakan secara tidak sengaja merupakan sesuatu yang dapat diterima dalam suatu perang.

    Pada saat Konfrontasi, Indonesia masih mengganggap Gedung Mc Donald House tempat Hongkong Bank berada, sebagai simbol perekonomian musuh yg harus dihancurkan. Dengan kata lain dianggap sebagai sasaran militer. Ini bagian perang yang dilakukan oleh Indonesia, yakni penghancuran alat alat vital, klandestin, sabotase dan menciptakan teror .
    Hongkong Bank sebagai sumber keuangan terbesar di Singapura menjadi pilihan pemboman, dengan tujuan mengacaukan sumber sumber keuangan.
    Untuk meminimkan korban sipil, pelaksanaan pemboman dilakukan jam 3 pagi, bukan pada jam jam sibuk Bank beroperasi di siang hari.

    Dalam prakteknya, siapa yang boleh disebut sebagai pihak pejuang dan non-pejuang kadang menjadi persoalan yang rumit, terutamanya dalam perang gerilya di mana para pejuang gerilya menerima dukungan penduduk lokal, atau dalam kasus konfrontasi dengan Malaysia para pihak militer ( kedua belah pihak Indonesia dan Inggris/ Malaysia tidak secara terbuka mengakui perang ), menggunakan sukarelawan sukarelawan, baik dari kedok militer atau penduduk lokal yang dilatih kemiliteran.

    Tentu saja, jika berkaca pada perspektif Singapura, akan bertolak belakang dengan kaca mata Indonesia, walau ada yang menganggap ‘ right or wrong is my country ‘

  • orbaSUCK
    February 11, 2014 at 10:50 am

    Nah dengan adanya komentar Om Iman Brotoseno begini jelas sudah!
    Yang tadinya temaram sekarang jadi lebih paham.

    Tanggapan untuk @Ra
    Soekarno juga jadi orang gak bego en tolol kali nyeru-nyeru Ganyang Malaysia.
    Sekarang kebukti semua kok apa yang dikhawatirkan Soekarno kalau Malaysia itu gak di ganyang.
    Lo pikir ulang coba kasus Sipadan Ligitan gimana?
    Brengsek juga lo @Ra

  • ra
    February 11, 2014 at 4:21 pm

    @Iman

    Indonesia dan Malaysia nggak pernah perang, kita hanya konflik gara-gara megalomania Sukarno nggak suka Malaysia ingin membentuk negara Federasi. Coba kita mikir, apa hak Sukarno mencak-mencak?? Sukarno ingin Malaysia (juga SG dan Bruney sekarang) menjadi bagian Indonesia, T.A Rahman tau kalau Sukarno lebih ke kirian sedangkan ia lebih pro ke Inggris, blok barat.

    Itu yang bikin kita ‘tawuran’ dengan Malaysia, gara-gara ego Sukarno.. Ganyang Malaysia sangat terkenal di buku sejarah orang Malaysia, jadilah Sukarno tokoh Indonesia paling antago nist di sejarah mereka.

    Saya sekolah dan kerja di Singapura, sebagai orang Indonesia asal Sumatera saya bisa obyektif dengan ini. Menurut saya, pemerintah Singapura sudah sangat bijaksana dalam menceritakan sejarah ke generasi muda mereka nggak seperti sejarah kita yang penuh dengan kebohongan, jawasentris, mendewakan pahlawan yang fiktif… gak heran rakyat kita menjadi nasionalis buta seperti ini, lucu aja sampai ada orang yang mendewa2kan manusia, seperti Sukarno.

    Menurut Singapura, Usman – Harun ingin meledakkan pangkalan militer mereka yang nggak jauh dari MacDonald house tapi karena ketatnya penjagaan disaan, tujuan mereka salah sasaran.

    Indonesia, kalau kita ingin dianggap bangsa yang bermartabat.. belajarlah minta maaf. Jangan seperti Sukarno yang merasa hebat, berego tinggi. Apapun itu, ngebom dan membunuh rakyat gak berdosa sama dengan tindakan teroris. Hah?? Mana sudi saya nganggap teroris sebagai pahlawan.

    Berita di media Singapura sangat menghargai Suharto, karena sejak ‘tawuran’ antara Malaysia dan Indonesia zaman Sukarno, Suharto dan negarawan tetangga lainnya mendirikan ASEAN yang tujuannya jelas, membangun ekonomi dan meningkatkan kedamaian dikawasan Asia Tenggara.

    Suharto sangat berperan penting dalam menjaga perdamaian ini, gak seperti Sukarno yang gila perang. Di media Singapura dipaparkan, kalau tidak adanya ASEAN ini, kita gak beda dari bangsa2 Balkan saat itu yang perang satu sama lain, Pakistan dan India yang saling mengirim bom.

    Pemerintah Singapura sudah memaafkan dan melupakan pemboman ini, karena mereka menghargai prinsip2 ASEAN, ehhh.. pemerintah kita zaman sekarang malah membuka luka lama, dengan menamakan KRI kita tokoh teroris mereka. Bagi Singapura Usman Harun adalah teroris, saya lebih percaya dengan buku-buku sejarah Singapura yang jauh lebih objective dari pada kultwit dangkal di twitter.

    Bagi saya, kita bangsa yang kurang ajar, nasionalisbuta. Kalau kita sudah move on, sebagai tetangga kita harus bisa menghargai perasaan tetangga juga dong. Kita hidup gak sendiri, bertetangga bro!!!!

    Singapura boleh negara kecil, tapi kualitas benua!!! Nggak kaya Indonesia, negara raksasa tapi kualitas ndeso.. Orang kita lebih hidup dalam sejarah fiktif dibanding orang SIngapura yang mikir jauh kedepan…

  • ra
    February 11, 2014 at 4:31 pm

    @orashuck & shit;

    Jangan terlalu mendewakan tokoh Sukarno, gan. Lo kira Sukarno itu pahlawan, tanya ke kakek2 di Sumatera Barat saat PRRI. Tentara Sukarno yang membantai rakyat jelata ini, slogannya yg terkenal, akan membumihanguskan sumeatera tengah kalau kita nggak patuh dengan pemerintah di pusat!!!

    Saya harap, anak2 saya kelak nggak perlu sekolah di Indonesia, saya lebih milih untuk menyekolahkan anak2 saya ke Singapura. nggak sudi saya anak saya di cuci otak dengan sejarah-sejarah fiktif dan bikin generasi nasiolis buta yang keliatan dungu di mata dunia.

    Orang dungu yang bilang tanpa Indonesia, SIngapura itu bukan apa-apa.

    Tipikal Indonesia, omong doang, hidup dikhayalannya sendiri. Indonesia nggak butuh Indonesia banget deh, kita yang butuh mereka… Bank, Internet, dunia penerbangan kita udah jadi bagian dari mereka!!! Mata uang SG jauh lebih berharga dibanding rupiah jelek yang hanya berlaku di Malaysia dan Singapura, sadar oiii.. mata uang kita hanya berlaku di negara tetangga yang sering kita anggap rendah!!

    Mata uang kita gak jauh beda harganya ama mata uang Kamboja dan Laos. Paspor Singapura vs Paspor Indonesia?? haha…. Paspor Indonesia gak laku… Paspor Singapura jauh lebih berguna dan disegani di dunia…. wake up, wake up Indonesia…..

  • Sarah
    February 11, 2014 at 5:01 pm

    Ra,
    Kalau anda pelajari lebih baik, awalnya Soekarno mendukung pembentukan Malaysia, silahkan baca di wikipedia malaysia, bahwa Menlu Subandrio mengucapkan selamat terhadap usaha pembentukan federasi Malaysia. Itu disepakati dalam Manila Accord antara Soekarno, Tungku Abdulrahman dan Macapagal ( Presiden Philipina ) untuk kesepakatan penentuan pendapat rakyat di Kalimantan Utara. Sejarah berkata lain, ketika Inggris ikut campur dan melakukan jajak pendapapat tanpa kesepakatan Philipina dan Indonesia. Demikian pula team dari PBB, tidak diberi akses.

    Tapi itu Hak anda untuk lebih percaya sejarah Singapura daripada Indonesia.
    Jadi buat apa juga berdebat..
    eh,..ngomong ngonong anda cari makan di Indonesia ya ?

  • ra
    February 11, 2014 at 5:02 pm

    A bomb exploded on 10 March 1965 at 3:07 pm in the Hongkong and Shanghai Bank Building known as MacDonald House. The explosion killed 3 people and injured 33 others.

    Jam 3 pm,, berarti sore. mana ada bisa 33 luka-luka kalau di bom jam 3 pagi.

  • Iman Brotoseno
    February 11, 2014 at 5:15 pm

    Ra,
    Silahkan baca buku sejenis coffe table book ‘ KORPS MARINIR ‘ ( terbitan Antara thn 1996 ), disana ada kisah Usman Harun, termasuk jam jam penyerangan secara detail
    Halaman 49 :
    ” Menjelang fajar menyingsing tanggal 9 Maret 1965 mereka berhasil mendarat dipantai Singapura dan menyusup masuk kepusat kota Singapura. Akhirnya mereka berhasil meledakan gedung Mc Donald House tepat pukul 03,07 dini hari, tanggal 10 Maret 1965 ….. dst ”

    Cover bukunya seperti ini -> https://twitter.com/imanbr/status/433069169303498753/photo/1

  • me
    February 11, 2014 at 9:19 pm

    Sepertinya ra memang benar… banyak cerita sejarah kita yang tidak obyektif. Bahkan bung imam sendiri pernah menceritakan bagaimana sisi gelap seputar 10 november 45 yang tidak pernah diungkap di buku buku sejarah resmi.

  • Iman Brotoseno
    February 11, 2014 at 10:46 pm

    Bung Ra,
    Sepertinya saya terpaksa ‘ menghukum ‘ anda dengan menspam komen anda.
    Anda sudah bersikap tidak adil sejak di pikiran. Ada komen anda yang marah marah, memaki dan bahkan menuduh saya pengecut, karena memoderasi komentar anda. Padahal tsaya idak pernah melakukan itu. Kalau anda blogger, pasti tahu komen yang mengandung tautan link, tidak otomatis tampll karena pencegahan terhadap spammer.
    Setelah komen anda muncul. Sedikitkpun anda tidak merasa bersalah. ( Komen itu juga saya spam )

    Anda tidak perlu membuat komen tambahan. Diskusi kita berakhir disini saja. Toh kita sepakat untuk tidak sepakat. Komen anda saya sudahi, toh sudah cukup saya membiarkan anda menyampaikan pesan dan pandangan anda dalam beberapa komen sebelumnya.
    Silahkan anda membuat postingan sendiri di blog atau media apapun.
    Bagaimanapun, saya pemilik ruang blog ini. Dan saya berhak untuk mengatur pengunjung, agar bisa berdiskusi tidak dengan marah marah.

  • Iman Brotoseno
    February 11, 2014 at 11:10 pm

    me,
    Konteksnya tidak pas, jika mengaitkan peristiwa 10 november dengan sejarah konfrontasi. Masing masing beda ruang dan waktu. Umumnya proses De-soekarnoisasi yang menyangkut pemutarbalikan sejarahnya.
    Sekali lagi melihat dengan konteks kekinian tentang peristiwa pembom-an itu, bisa membuat gagal paham. Sejarah mencatat ada jutaan rakyat Jakarta tumpah ruah, menyambut jenasah Usman dan Harun , sejak diturunkan dari pesawat. Rakyat menunggu di pinggir jalan, menyemut di pinggir pinggir jalan dari aiport sampai pemakaman. Terus terang, jika melihat itu saya tidak mungkin menuduh rakyat kita bodoh atau termakan provokasi. Toh, jaman rezim sudah berubah saat itu.

  • orbaSHIT
    February 12, 2014 at 7:21 am

    @ra BK bukan pahlawan??? lah yg ngangkat doi jadi pahlawan nasional khan SBY sendiri 😛 minimal googling dikit napah biar kgk ketauan begonya pfffttt……silahkan lo sekolahin anak cucu lo ke singapur gw kgk larang kok itu khan hak elo nyettt…

  • orbaSUCK
    February 12, 2014 at 1:49 pm

    Diaspora Singapura memang belagu jangankan intelektual nya beberapa pembokatnya asal Indonesia yang sudah mapan saja kalau ketemu hari libur di MRT gayanya kaya majikannya, baru tinggal di negara yang luasnya tidak lebih dari dua kali Kabupaten Karawang itu saja sifatnya sudah sok!

    @diaspo-ra yang bilang Soekarno dewa siapa? Sampeyan ini bagaimana! Saya cuma bilang Soekarno itu presiden Pertama RI (fakta), Panglima Tertinggi ABRI (ini juga fakta), barangkali akademisi Singapore macem kamu harus paham definisi Pahlawan itu apa?
    Soekarno itu intelektual angkatan 45 (jaman itu minim pribumi yang kuliah) sebagai seorang intelektual (ingineur / Engineer / insinyur) Technise Hooge School (yang sekarang namanya ITB-Institut Teknologi Bandung) kalau mau hidup berkecukupan di jaman nya sebagai seorang lulusan ITB bisa saja dia gak perlu susah-susah di penjara untuk satu visi yakni Indonesia Raya, udah aja cukup dia kerja dengan orang Belanda atau menjadi diaspora macam kamu yang semata-mata nyari kekayaan (bahasa keren nya American Dream). Sebelum bertanya ke kakek-kakek di Sumatera Barat soal PRRI. Jelaskan dahulu mengenai PRRI itu sendiri. Sebetulnya PRRI itu pemberontakan atau sebuah koreksi atas pemerintah sihhh???? Monggo diaspora-diaspora yang sependapat dengan @ra ini menyanggah? (setelah itu mari berkomentar)

    Lho! Jikalau lebih memilih menyekolahkan anak-anak sampeyan ke Singapura silahkan! Mau di sekolahin ke Belanda juga boleh! Mau nyari harta kekayaan (kehidupan lebih baik) di luar Indonesia juga monggo. Saya lebih enggak sudi lagi kalau Singapura negeri yang sama sekali enggak ada kekayaan bumi nya ikut menentukan harga minyak dunia (kok bisa)? Apalagi ekspor pasir besar-besaran dari Indonesia ke Singapura apa-apaan ini maksudnya (lalu uang hasil dari itu untuk apa, kemana fungsinya), Asal kamu tahu Negara yang dekat dengan Riau ini (Singapura) menjadi konsumen ekspor gas melalui pipa dari Indonesia. Setiap hari, 790 mmscfd gas mengalir ke negeri Singa itu. Pasokan gas tersebut berasal dari beberapa lapangan gas di Sumatera. Infrastruktur yang digunakan adalah pipa karena terhitung dekat dengan sumbernya (Pantas saja di awal tahun 2014 keblinger nya harga Gas elpiji belakangan ini menjadi sebuah polemik) belum lagi adanya soal suap menyuap soal skk migas. Salah satunya Rudi Rubiandini tersangka yang diduga di suap oleh Singapura. Ohya mungkin keluarga David (mantan mahasiswa NTU) ini lebih enggak sudi lagi jikalau kematian putranya ternyata dibunuh oleh dosen nya sendiri (dosen Singapura). Kendati demikian! Saya pun sependapat dengan kamu kalau kamu bilang

    “nggak sudi saya anak saya di cuci otak dengan sejarah-sejarah fiktif dan bikin generasi nasiolis buta yang keliatan dungu di mata dunia.”

    Biar saya bantu kamu untuk menjelaskan perihal ini.
    Yang pertama (1)
    Saya ikut nggak sudi kalau SUPERSEMAR (Surat Perintah Sebelas Maret) dibuat fiktif dan bikin generasi nasionalis buta yang kelihatan bahwa SP 11 Maret di aku oleh Soeharto yang kemudian sebagai perintah kekuasaan yang berakhir dengan ke sewenang-wenangan.
    Yang Kedua (2)
    Saya ikut nggak sudi kalau PANCASILA 1 JUNI 1945 dibuat fiktif dan bikin generasi nasionalis buta kelihatan dungu memperingati Pancasila 1 Oktober 1965 tiap tahun nya, padahal kesaktian pancasila menyimpang dari Pancasila 1 Juni 1945 sesungguhnya.
    Yang Ketiga (3)
    Saya ikut nggak sudi kalau agen CIA – Amerika membuat presiden fiktif (yakni Soeharto, yang menjadikan presiden kedua RI) di Indonesia dan bikin generasi nasionalis buta (dibodohi melalui sejarah dan budaya nya) kelihatan dungu di mata dunia.

    Alasan yang pertama (1), kedua (2), dan ketiga (3) diatas menjadi sorotan penting Singapura dan Federasi Malaysia untuk turut mengambil keuntungan baik itu SDA (Sumber Daya Alam, Mineral Indonesia) maupun SDM (Sumber Daya Masyarakatnya) untuk membentuk negara luasnya tidak lebih dari dua kali Kabupaten Karawang itu menjadi pemain dunia yang hasilnya boleh dibilang pemanfaatan dari Indonesia (yang orde baru).

    Tipikal diaspora Indonesia, seperti kamu yang omong doang, yang merupakan produk Orde Baru. Indonesia nggak butuh produk Orde Baru yang notabene nya penduduk fiktif macam kamu, Inggris butuh Singapura dan Singapura butuh Indonesia sebagai modal terbesar untuk menghidupi Inggris serta Singapura nya produk-produk seperti Bank, Internet, dunia penerbangan tidak lain aplikasi yang memegang peran penting setelah mendapat SDA dari indonesia!!! Inflasi itu sebetulnya hanya memihak kepada negara-negara yang pandai mempolitisi negara lain seperti halnya SGD. Sadar oiii.. Kepandaian diaspora macam lo emang nggak guna buat hajat orang banyak!!

  • Kresna
    February 12, 2014 at 6:56 pm

    Sepertinya Ra benar mengenai waktu pemboman, 3.07pm atau 15.07. Ini saya dapat dari koran-koran asing dan foto-foto. Media di Indonesia rasanya semua mengatakan jam 3 dini hari, saya pun heran.

    Saya sih tak kagum dengan apapun di seputar tindakan ini ya. Baik pemboman atau pun peristiwa di sekitarnya. Apalagi korban adalah warga sipil. Asal usul Ganjang Malaysia juga saya tak terlalu paham. Tapi apa iya harus membom negara orang?

    Tapi saya setuju bahwa melihat peristiwa ini harus dengan perspektif masa lalu. Dalam perspektif sekarang Usman dan Harun tak lebih dari teroris.

    Jadi, adalah hak Singapura menganggap keduanya sebagai teroris. Saya pun mengerti kalau mereka tak suka, makanya protes dengan penamaan kapal perang RI.

    Dan hak Indonesia untuk menjadikan mereka pahlawan dan memakai namanya sebagai apa saja. Hak Indonesia untuk bangga terhadap tindakan mereka.

    Dan hak saya juga untuk tidak kagum atas tindakan mereka.

  • orbaSUCK
    February 12, 2014 at 8:31 pm

    Memang harus bersabar menjelaskan orang yang masih belum paham “politik konfrontasi”

  • iman
    February 12, 2014 at 9:47 pm

    Catatan tentang serangan terhadap rakyat sipil, juga dilakukan Tentara Malaysia dan Inggris terhadap Kampung Sekunyit, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat sepanjang 7 – 24 Juni 1964, yang mengakibatkan sejumlah warga tewas ( GAYANG MALAYSIA – Penerbit Bio Pustaka, Jogjakarta 2009 )

  • orbaSHIT
    February 13, 2014 at 7:52 am

    usman harun untold story : pertanyaan mendasar, mengapa usman harun yg notabene prajurit KKO diangkat jadi pahlawan oleh SUHARTO (perwira AD pimpinan junta militer ORBA) ?…..mengingat situasi indonesia paska KUDETA 1965 masih belum benar2x pulih secara politik,ekonomi dan keamanan….terhitung 1967~1968 telah terjadi gesekan antar angkatan (khususnya KKO vs RPKAD CS) yg cukup panas akibat pendongkelan BK, diawali dengan show of force KKO di surabaya maret/april 1966 yg diikuti ribuan rakyat untuk menunjukkan dukungan kepada BK (konon mnurut jendral soemitro panjang arak2xan massa adalah +/- 30 KM!)…..nah HARTO sebagai penguasa militer diselimuti ketakutan luar biasa akan terjadi perang terbuka antar angkatan yg bisa menjatuhkan rezim militer yg baru saja terbentuk….untuk meredam kemarahan KKO maka beberapa pembantu HARTO menyarankan agar mengangkat usman dan harun sebagai pahlawan nasional….

  • orbaSUCK
    February 13, 2014 at 3:54 pm

    Memang keterlaluan mas, si Presiden fiktif (Soeharto) ini. Piye khabare enak CARAKU tho…. ATURANKU, HUKUMKU, kORUPSIKU seger, pas pedese…. (The Smiling General , The Smiling Tyrant) Soeharto!

  • Adella
    February 19, 2014 at 12:43 am

    Bukannya jam 3 sore waktu pembomannya, nggak mungkin deh jam 3 pagi. Yang aku baca minggu lalu di koran straittimes, jam 3 sore dan membunuh 2 wanita muda, dan satu pria yang tewas di rumah sakit, serta 33 warga sipil. Aku nggak ngerti kenapa pemerintah kita memberi gelar pahlawan. Mungkin ini hanya tekanan beberapa pihak.

    Aku harap sih pemerintah dan rakyat kita bisa lebih bijak lagi, Employment Pass aku bakalan expired 6 bulan lagi, kalau lagi sentimen gini, ntar Ministry of manpower singapura nggak memperpanjang visa kerja aku dengan alasan quota penuh, padahal hanya lagi sensi sama Indo.. duh, mati aku. Disuruh balik ke Indo aku nggak ngerti lagi, dari gaji SGD 2700/month ke Indonesia, mau kerja apa aku.. huhuuu.. huhuu.. Indonesia, yang lewat udah berlalu. Nggak usah lah sok-sokan nasionalis. Yang penting sekarang kita harus bisa menjaga hubungan diplomatik, Indonesia dan Singapura itu saling membutuhkan, namun, sebagai orang Indonesia yang sudah lama kerja di Singapura, aku lebih butuh Singapura, to be honest.

    Rakyat Singapura juga nggak peduli dengan isu ini, karena orang Singapura nggak seperti orang kita yang tergila-gila dengan pahlawan, dan masa lalu. Orang Singapura hidup untuk sekarang dan masa akan datang.

    Aku harap sih, pemerintah kita bisa lebih bijak lagi.

  • Adella
    February 19, 2014 at 3:36 am

    “Catatan tentang serangan terhadap rakyat sipil, juga dilakukan Tentara Malaysia dan Inggris terhadap Kampung Sekunyit, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat sepanjang 7 – 24 Juni 1964, yang mengakibatkan sejumlah warga tewas”

    Mas Iman, tapi.. adakah mereka mengatakan hal ini aksi heroik?? Tidak. Saya pernah ke perbatasan Borneo, orang-orang Indonesia disana sangat dibantu oleh pemerintah Malaysia. Pemerintah kita terlalu mencari gara-gara dengan kasus Usman Harun ini. Membunuh warga tidak berdosa dengan mengebom, hal ini sudah termasuk kejahatan perang. Dalam islam pun ada aturannya dalam membunuh ketika perang, orang Amerika pun tidak bangga ketika militer mereka menyemprotkan senjata kimia di Vitnam, yang saya heran, kita rakyat sangat tidak melihat sebuah masalah dari pokok persoalannya.

  • orbaSUCK
    February 19, 2014 at 12:47 pm

    Masih banyak orang Indonesia yang bermental kuli di negara lain keblinger Memaknai Pengorbanan Usman-Harun Dalam Konteks Politik Konfrontasi.

    No wonder lah! Diantara mereka banyak yang sudah dipengaruhi oleh uang, UanG, uaNG, UANg dan UANG!! <– Orang yang kek macem gini kalau menjabat tak ubahnya koruptor!
    Terkadang Uang memang menghidupi, tapi tak jarang uang juga menghinakan sekaligus memuakkan!

    Yang namanya politik apalagi konfrontasi politik sudah jelas perihal berhadap-hadapan langsung; permusuhan; pertentangan: Singapura (dibalik nya Inggris) antara Indonesia masih terus berlanjut;

    Di tengah-tengah kesibukan dan keramaian kota Singapura ketiga putra Indonesia bergerak menuju ke sasaran yang ditentukan, tetapi karena pada saat itu suasana belum mengijinkan akhirnya mereka menunggu waktu yang paling tepat untuk menjalankan tugas.
    Memang Bukan jam 3 sore waktu pembomannya, melainkan pukul 03.07 malam. Kenapa kamu baca koran straittimes yang sudah di politisi. Aku enggak ngerti kenapa kamu memvonis Usman & Harun sebagai teroris. Mungkin kamu emang gak peduli dengan sejarah RI.

    Aku harap sih kamu dan diaspora lainnya bisa lebih paham lagi, Employment Pass itu bukan prestasi, kalau lagi sentimen gini mending berhati-hati, Ministry of manpower (MOM) Singapura masih memperpanjang kok sebab gaya perekonomian mereka memang sudah berwatak kapitalis, padahal yang sensi itu Singapore (Inggris), kamu jangan ikut-ikutan sensi menyoal nasionalis.. duh, kamu jangan mati dulu sebelum kamu paham betul memaknai pengorbanan Usman & Harun dalam konteks konfrontasi politik.

    Disuruh balik ke Indo kamu emang nggak ngerti karena kamu terguncang, dari hasil gaji SGD 2700/month ke Indonesia mending kamu pakai buat sekolah lagi, yang lewat memang sudah berlalu tapi jangan jadi angin lalu pembelajaran nya. Aku enggak sok-sokan nasionalis, aku cuma enggak suka aja Republik Indonesia di porak-porandakan oleh Singapura.

    Yang penting sekarang kita harus bisa menjaga hubungan diplomatik memang, tapi hubungan diplomatik yang bagaimana?
    (1) Apakah membiarkan uang Korupsi pejabat asal Indonesia aman di negeri Singapura?
    (2) Apakah mengklaim penelitian putra Indonesia, lalu setelah dirampas dipolitisi kematian nya?
    (3) Apakah mebatalkan suatu undangan resmi perdana mentri cuma gegara penamaan KRI lalu dibatalkan dengan SMS (keterlaluan sekali)
    (4) Apakah membabi buta kesalahan RI padahal tempo hari yang membuat asap tebal sampai ke Singapura adalah Perusahaan Malaysia.

    Hubungan diplomatik yang bagaimana kira-kira yang menguntungkan buat Indonesia dengan Singapura. Lebih tepatnya Singapura lebih membutuhkan Indonesia sebab dibalik punggung Singapore ada tipu muslihat Inggris yang memang dari dulu mengganggu Indonesia, Saya juga pernah bekerja di Singapura – Hougang tapi enggak senorak kamu dan itupun saya malu, to be honest.

    Jikalau Rakyat Singapura nggak peduli dengan isu ini, lalu mengapa PERWAKILAN RAKYAT MEREKA harus mencampuri penamaan KRI – Usman & Harun. Setidaknya rakyat Indonesia masih bisa membela jasa-jasa besar pendahulunya yang koheren dengan cita-cita revolusi Indonesia untuk menghapuskan sistem jahat kolonialisme dan imperialisme.

    Aku harap sih, kamu bisa sekolah lagi.

  • Adella
    February 19, 2014 at 11:32 pm

    Rakyat Singapura itu dibikin pemerintahnya untuk sibuk, sibuk, sibuk. Di Singapura, umur 80 tahun tiap warganegaranya masih bekerja!!! Mereka lebih milih berjuang untuk hidup dibanding ngurusin patriotis yang nggak jelas, bagi mereka yang sudah berlalu nggak perlu diungkit-ungkit lagi, tapi kita tetangganya harus bisa lebih sensitif.

    Saya nggak baca di koran Strait Times kok, cari aja di buku-buu sejarah dunia, sejarah mengatakan 3.07 PM, kalau Indonesia aja yang mengatakan 3.07 pagi.. berarti kita yang mengada-ada. Logikanya deh, kalau pengeboman jam 3 pagi, mana mungkin korban bisa puluhan. Jam 3 pagi itu kira-kira jam 2 pagi waktu Indo bagian barat lho. Beyond my imagination, ngebom jam 3 pagi, yang mati puluhan.. emang ada pasar malam?? Ck ck..

    Orba suck, hati dan pikiran kamu terlalu kotor, dan lucu banget kamu menyuruh orang sekolah lagi. Ck ck. Dan kamu menyalahkan uang, mungkin kamu hanya anak konglomerat atau anak jenderal orde lama Indonesia yang hidup dari harta turunan, saya tidak, mas Orba.

    Saya kuliah, menjadi single fighter nyari kerjaan di negara tetangga, Sendiri, wawancara demi wawancara saya lalui, penolakan demi penolakan… dengan memanfaat kan social visit pass yang hanya 30 hari, belum diterima juga, saya nyebrang ke Johor selama 5 hari lalu masuk lagi, dapat 30 hari visa turis sampai akhirnya dapat EP.

    Sekolah lagi??? Saya udah kenyang sekolah, yang penting bagi saya sekarang nyari duit, buat hidup, bayar asuransi, nabung, buat liburan.. Sekolah lagi..??? Kalau saya anak konglomerat yang gak perlu bangun pagi pulang setelah matahari terbenam, mungkin saya mau-mau aja sekolah lagi, sok sibuk dengan kuliah lagi.

    But NO.. bagi saya, kerja itu realitas. Dunia nyata, dunia yang keras… dan saya banyak belajar dengan bekerja di Singapura, yang saya pikir, kalau saya pulang ke Indonesia, saya nggak akan bisa masuk lagi dengan budaya Indonesia yang ngaret, suka santai. Saya banyak belajar , belajar disiplin, cepat, tepat waktu dengan bekerja di Singapura.

    Dan lucu sekali, kamu melihatkan kecerdasan kamu, menuduh orang yang hidup kerja keras di SIngapura kalau menjabat akan menjadi koruptor. Ha Ha. I dont get your logic.

    Saya nggak pernah EP itu prestasi, bagi saya, EP hanya uang makan, karena kalo di Indonesia, dengan profesi saya, saya hanya bisa dapetin gaji paling banyak 5 juta sebulan. Skill saya nggak akan dihargai di Indonesia. Karena itu banyak anak Indonesia yang ‘berprestasi’ direkrut oleh Singapura. Tapi jangan salah, belakangan… politik mereka berubah, Pemerintah mereka mulai menahan import tenaga kerja dan lebih fokus ke warganegaranya. Dan banyak sekali orang Indonesia yang visa kerjanya gak di perpanjang atas alasan yang gak jelas, contoh, quota abis di perusahaan kamu. Sebenernya bukan, ini hanya bentuk pemerintah Singapura menahan lajunya ‘foreign talent’ seperti kita-kita ini.

    Oh ya, saya orang Indonesia bukan keturunan. Waktu Mas Selamat Kastari, terorist asal Kendal tapi warga negara Indonesia lari dari penjara,- tiba-tiba saya dipanggil depnaker Singapura. Saya diwawancara hal2 yang gak berhubungan dengan pekerjaan saya. Tapi mengenai terorrism dan sudut pandang saya sebagai orang Indonesia menilai terorrism, Menurut saya, mereka hanya ingin tahu apakah saya orang Indonesia yang punya virus-virus nasionalis buta.

    Singapura itu negara kecil, mereka sangat waspada dan menyeleksi siapa yang akan mereka kasih EP, punya skill aja nggak cukup, namun mereka merasa wajib melihat latar belakang kita, terlebih kalau kamu ‘pribumi’ Indonesia.

    Oh ya, yang kasus anak NTU yang meninggal itu, jangan terlalu menuduh yang bukan2… banyak kebetulan di dunia ini, asal kamu tau, banyak anak Indonesia yang lulus dengan nilai gemilang, hasil ASEAN scholarship di Singapura dan setelah lulus mereka diberi PR dan kontrak kerja bertahun-tahun. Jangan terlalu berburuk sangka.

    Mengenai koruptor Indonesia yang dilindungi, duh, saya seperti membaca komen2 sotoy di detik. Di Singapura, orang asing bisa beli condominium, property.. yah, kalau saya kaya raya, saya juga akan beli condominium di SG, mereka nggak nanya itu saya dapat duit darimana, apakah hasil monye laundering or gimananya, mereka nggak nanya. Yang penting uang masuk.

    Soal asap, jangan defensif mas. Memang banyak perusahaan asing yang melakukan ilegal logging. Tapi liat dulu, siapa yang bodoh?? HUKUM KITA. Jangan ditanya, saudara saya bekerja di law firm di Riau, mereka gampang sekali di suap atas cara cepat ngebersihin lahan… Jadi, hukum kita yang korup. Yang namanya investor dimana yang menguntungkan. Hasilnya kita rugi, nama baik juga tercemar.

    Membatalkan airshow, saya setuju dengan tindakan itu. Karena ini menunjukan pemerintah Singapura serius kalau mereka tersinggung, sampai sekarang saya tetap menganggap USman Harus teroris. Coba kalau salah satu korban pemboman tante saya?? Atau saudara kamu?? Pasti nyesek, mau tabah, biarlah demi negara.. haha.. konyol sekali. Ini hanya tindakan pengecut, ngebom diam-diam.

    Mas katanya pernah kerja di Singapura, lalu menghina-hina Singapura. Setau saya, anak Indonesia yang pernah kerja atau kuliah di Singapura lalu bad mouthed tentang Indonesia pernah punya pengalaman buruk. Yah tipikal Indo banget deh, nggak bisa move on or let it go, lalu instropeksi diri.

    Banyak anak Indo yang pernah kerja di SG, tapi mungkin bekerjanya gak sesuai dengan gesitnya orang Singapura, mereka kira, mereka kerja di Indonesia, di jam kerja sibuk cekak cekikian di milis… yah, maaf-maaf aja, bakalan ditendang dari perusahaan. Atau nggak sanggup dengan gaya hidup singapura yang bak negar Jepang, semuanya serba cepat… Emang, orang Indo banyak yang culture shock dengan ini.

    Sebagai orang Indonesia saya bersyukur punya tetangga Singapura. Tetangga saya negara dunia pertama, setara dengan Amerika dan EU countries. Dan saya bangga pernah sekolah, juga kerja di Singapura, karena terbukti, sistem pendidikannya termasuk nomor 5 besar di dunia, gak perlu jauh-jauh saya bisa merasakan kerja dan bersaing dengan orang Eropa tanpa rendah diri. Kalau di Indo, gaji saya akan berpuluhkalipat teman expat saya.. di Singapura?? Hmm.. tidak.. meski 2.7 K tidak masih jauh dibanding teman expat, itu bukan karena nationality saya, karena pengalaman dan skill saya perlu dibenahi dulu.

    Kalau di Indo, meski expat bule keahliannya dibawah saya, apapun itu, gaji saya tetap nggak cukup sampai akhir bulan. TERIMAKASIH SINGAPURA!!!

    DAMAI UNTUK DUA NEGARA!!!
    JANGAN PEDULIKAN PARA NASIONALIS BUTA DI INDONESIA

  • Adella
    February 19, 2014 at 11:42 pm

    OH YA, KOMENTAR DIATAS BANYAK SALAH KETIKNYA

    Rakyat Singapura itu dibikin pemerintahnya untuk sibuk, sibuk, sibuk. Di Singapura, umur 80 tahun tiap warganegaranya masih bekerja!!! Mereka lebih milih berjuang untuk hidup dibanding ngurusin patriotis yang nggak jelas, bagi mereka yang sudah berlalu nggak perlu diungkit-ungkit lagi, tapi kita tetangganya harus bisa lebih sensitif.

    Saya nggak baca di koran Strait Times AJA kok, cari aja di buku-buu sejarah dunia, sejarah mengatakan 3.07 PM, kalau Indonesia aja yang mengatakan 3.07 pagi.. berarti kita yang mengada-ada. Logikanya deh, kalau pengeboman jam 3 pagi, mana mungkin korban bisa puluhan. Jam 3 pagi itu kira-kira jam 2 pagi waktu Indo bagian barat lho. Beyond my imagination, ngebom jam 3 pagi, yang mati puluhan.. emang ada pasar malam?? Ck ck..

    Orba suck, hati dan pikiran kamu terlalu kotor, dan lucu banget kamu menyuruh orang sekolah lagi. Ck ck. Dan kamu menyalahkan uang, mungkin kamu hanya anak konglomerat atau anak jenderal orde lama Indonesia yang hidup dari harta turunan, saya tidak, mas Orba.

    Saya kuliah, menjadi single fighter nyari kerjaan di negara tetangga, Sendiri, wawancara demi wawancara saya lalui, penolakan demi penolakan… dengan memanfaat kan social visit pass yang hanya 30 hari, belum diterima juga, saya nyebrang ke Johor selama 5 hari lalu masuk lagi, dapat 30 hari visa turis sampai akhirnya dapat EP.

    Sekolah lagi??? Saya udah kenyang sekolah, yang penting bagi saya sekarang nyari duit, buat hidup, bayar asuransi, nabung, buat liburan.. Sekolah lagi..??? Kalau saya anak konglomerat yang gak perlu bangun pagi DAN pulang setelah matahari terbenam, mungkin saya mau-mau aja sekolah lagi, sok sibuk dengan kuliah lagi.

    But NO.. bagi saya, kerja itu realitas. Dunia nyata, dunia yang keras… BENTUK LAIN SAYA MENJADI MANUSIA BERGUNA DI SOCIETY dan saya banyak belajar dengan bekerja di Singapura, yang saya pikir, kalau saya pulang ke Indonesia, saya nggak akan bisa masuk lagi dengan budaya Indonesia yang ngaret, suka santai. Saya banyak belajar , belajar disiplin, cepat, tepat waktu dengan bekerja di Singapura.

    Dan lucu sekali, kamu melihatkan kecerdasan kamu, menuduh orang yang hidup kerja keras di SIngapura kalau menjabat akan menjadi koruptor. Ha Ha. I dont get your logic.

    Saya nggak pernah NGANGGAP EP itu prestasi MUNGKIN KAMU AJA YANG MERASA GITU, bagi saya, EP hanya uang makan, karena kalo di Indonesia, dengan profesi saya, saya hanya bisa dapetin gaji paling banyak 5 juta sebulan. Skill saya nggak akan dihargai di Indonesia. Karena itu banyak anak Indonesia yang ‘berprestasi’ direkrut oleh Singapura. Tapi jangan salah, belakangan… politik mereka berubah, Pemerintah mereka mulai menahan import tenaga kerja dan lebih fokus ke warganegaranya. Dan banyak sekali orang Indonesia yang visa kerjanya gak di perpanjang atas alasan yang gak jelas, contoh, quota abis di perusahaan kamu. Sebenernya bukan, ini hanya bentuk pemerintah Singapura menahan lajunya ‘foreign talent’ seperti kita-kita ini.

    Oh ya, saya orang Indonesia bukan keturunan. Waktu Mas Selamat Kastari, terorist asal Kendal tapi warga negara SINGAPURA lari dari penjara,- tiba-tiba saya dipanggil depnaker Singapura. Saya diwawancara hal2 yang gak berhubungan dengan pekerjaan saya. Tapi mengenai terorrism dan sudut pandang saya sebagai orang Indonesia menilai terorrism, Menurut saya, mereka hanya ingin tahu apakah saya orang Indonesia yang punya virus-virus nasionalis buta.

    Singapura itu negara kecil, mereka sangat waspada dan menyeleksi siapa yang akan mereka kasih EP, punya skill aja nggak cukup, namun mereka merasa wajib melihat latar belakang kita, terlebih kalau kamu ‘pribumi’ Indonesia.

    Oh ya, yang kasus anak NTU yang meninggal itu, jangan terlalu menuduh yang bukan2… banyak kebetulan di dunia ini, asal kamu tau, banyak anak Indonesia yang lulus dengan nilai gemilang, hasil ASEAN scholarship di Singapura dan setelah lulus mereka diberi PR dan kontrak kerja bertahun-tahun. Jangan terlalu berburuk sangka.

    Mengenai koruptor Indonesia yang dilindungi, duh, saya seperti membaca komen2 sotoy di detik. Di Singapura, orang asing bisa beli condominium, property.. yah, kalau saya kaya raya, saya juga akan beli condominium di SG, mereka nggak nanya itu saya dapat duit darimana, apakah hasil money laundering or gimananya, mereka nggak nanya. Yang penting uang masuk.

    Soal asap, jangan defensif mas. Memang banyak perusahaan asing yang melakukan ilegal logging. Tapi liat dulu, siapa yang bodoh?? HUKUM KITA. Jangan ditanya, saudara saya bekerja di law firm di Riau, mereka gampang sekali di suap atas cara cepat ngebersihin lahan… Jadi, hukum kita yang korup. Yang namanya investor dimana yang menguntungkan. Hasilnya kita rugi, nama baik juga tercemar.

    Membatalkan airshow, saya setuju dengan tindakan itu. Karena ini menunjukan pemerintah Singapura serius kalau mereka tersinggung, sampai sekarang saya tetap menganggap USman Harus teroris. Coba kalau salah satu korban pemboman tante saya?? Atau saudara kamu?? Pasti nyesek, mau tabah, biarlah demi negara.. haha.. konyol sekali. Ini hanya tindakan pengecut, ngebom diam-diam.

    Mas katanya pernah kerja di Singapura, lalu menghina-hina Singapura. Setau saya, anak Indonesia yang pernah kerja atau kuliah di Singapura lalu bad mouthed tentang SINGAPURA pernah punya pengalaman buruk. Yah tipikal Indo banget deh, nggak bisa move on or let it go, lalu instropeksi diri.

    Banyak anak Indo yang pernah kerja di SG, tapi mungkin bekerjanya gak sesuai dengan gesitnya orang Singapura, mereka kira, mereka kerja di Indonesia, di jam kerja sibuk cekak cekikian di milis… yah, maaf-maaf aja, bakalan ditendang dari perusahaan. Atau nggak sanggup dengan gaya hidup singapura yang bak negar Jepang, semuanya serba cepat… Emang, orang Indo banyak yang culture shock dengan ini.

    Sebagai orang Indonesia saya bersyukur punya tetangga Singapura. Tetangga saya negara dunia pertama, setara dengan Amerika dan EU countries. Dan saya bangga pernah sekolah, juga kerja di Singapura, karena terbukti, sistem pendidikannya termasuk nomor 5 besar di dunia, gak perlu jauh-jauh saya bisa merasakan kerja dan bersaing dengan orang Eropa tanpa rendah diri. Kalau di Indo, gaji saya akan berpuluhkalipat JAUH DIBAWAH teman expat saya.. di Singapura?? Hmm.. tidak.. meski 2.7 K tidak masih jauh dibanding teman expat, itu bukan karena nationality saya, karena pengalaman dan skill saya perlu dibenahi dulu.

    Kalau di Indo, meski expat bule keahliannya dibawah saya, apapun itu, gaji saya tetap nggak cukup sampai akhir bulan. TERIMAKASIH SINGAPURA!!!

    DAMAI UNTUK DUA NEGARA!!!
    JANGAN PEDULIKAN PARA NASIONALIS BUTA DI INDONESIA

  • iman
    February 20, 2014 at 5:11 am

    Adella,
    komen anda di awal paragraf,..
    ” Orbasuck ini rajin banget ya main ke blognya mas Iman, jadi semacam tangan kanannya mas Imam atau..” –> Saya hapus. Karena anda sudah bersikap tidal adil juga sejak di dalam pikiran, dengan membuat prejudice.
    Silahkan berdiskusi yang bersangkutan, tanpa melenceng dari topik. Integritas blog ini yang sudah hampir 10 tahun, tidak memerlukan bantuan membela tulisan saya.

  • orbaSHIT
    February 20, 2014 at 7:06 am

    @adella jiahhhh komen lu ajah lu edit sendiri lagi kek ngetik skripsi aje 😛 lu kerja atau mo jadi WN singapur kgk ada yg larang kok….sebetulnya kasus penamaan usman-harun enggk ganggu hubungan ekonomi bilateral antar indo-singapur, pihak politisi singapur ajah yg melakukan “testing the water” utk menguji kemampuan diplomasi indo, dan sejauh ini kemenlu sudah bermain cantik (tidak sperti kasus malonistan dan aussie yg kliatan grogi)….kl lu anggap usman-harun itu teroris yah itu mah opini lu aja kaleee dan jangan mewek…kalo lu ketakutan kl lu bakal diblack list ama singapur ITU SEEH DERITA LU 😎

  • Adella
    February 20, 2014 at 9:33 am

    @Orba SHIT

    hati anda benar2 penuh kebencian, sama tetangga aja penuh kebencian. Jelas sekali sepertinya anda gak pernah traveling kemana-mana. Malaysia aja anda panggil Malonistan, dan ngerasa Pemerintah Oz grogi. Ckck…. yang ada pemerintah kita yang didikte mulu.

    Oh ya, bilang itu seeh derita lo, melihatkan intelenjensi anda dalam menjawab diskusi. *kipas2 dollar*

    Tidak menganggu Hub bilateral sih enggak, tapi seperti biasa mereka akan menganggap Indonesia, you are troublesome neighbor… and I agree with that!! Sama siapa aja kita berantem.

  • orbaSHIT
    February 20, 2014 at 9:43 am

    @adella it’s not my god damn business if u suck some singaporean and aussiean DICKs… i say what i like… MALONISTAN300x puas PUASSS…. 😛 my point is just shut de fuck up and get ur ass back to singapur bitch

  • Totok Sugiyanto
    February 20, 2014 at 10:20 am

    Saya membaca Majalah Tempo edisi Minggu ini, juga mencantumkan jam penyerbuan subuh dini hari. Jadi ada 2 versi, – Versi Indonesia pada pagi hari, dan Versi Singapura pada siang/sore hari. Saya tidak membahas mengenai perbedaan itu, yang saya tambahkan bahwa menurut catatan, ” Mc Donald House ” juga merupakan resedential place, flat dan juga selain ada perkantoran. Itu tempat tinggal Malcom Mc Donald, sebagai British high commisioner / perwakilan Brirish Empire di Singapura. Jadi dianggap sebagai sasaran militer

    Untuk Mbak/Mas Adella,
    Percayalah Mas Iman tidak memerlukan tangan tangan untuk membela blognya. Boleh kok googling nama dia, orangnya exis, ada ( bukan anonim, seperti yang komentar di blognya ) dan menjadi tokoh blogger Indonesia. Pernah jadi Chairman Blogger Indonesia. Sudah 8 tahun saya mengikuti dunia bloghsphere dan memang banyak orang yang berkunjung ke blognya, secara rutin maupun fanatik tanpa diminta. Saya rasa pro kontra selalu ada di postingan blognya, dan dia selama ini cukup logic untuk tidak terbawa emosi

  • Adella
    February 20, 2014 at 12:06 pm

    Hahah Orba Shit, Dari kalimat anda.. sukses menunjukan kebodohan anda dan dimana level anda.. Hanya segitu bisanya, kasian blog mas Iman, ntar yang gugel porno larinya ke blog bagus ini… Ckck… Saya punya property di Indo, dan Indo bukan punya penjilat orla…. bahkan kalau boleh milih, Indonesia yang harus keluar dari tanah saya dibesarkan.. kalau anda mau tau seberapa rendahnya nasionalisme orang Indonesia di luar pulau Jawa… Btw, ini jam kerja.. apa nggak kerja,- kalau saya mah sedang on leave.. sekalian liburan..

    Ini daftar korban yang mati ditempat saat pemboman, dan bandingkan gimana berjiwa besarnya anak korban memaafkan Usman Harun, meminta jangan di hukum mati. Tapi hukum Singapura masih memegang hukum kolonial Inggris. Bahkan sampai sekarang hukum mati masih berlaku. Tahun 95-an, malah pembantu Filipina dihukum mati di Singapura karena ia membunuh teman Filipinanya..

    Dan Filipina dan Indonesia gak jauh beda, orang Filipina marah-marah ke Singapura dan memberi gelar pahlawan ke pembantu filipina yang dihukum mati karena membunuh teman senegaranya.. haha, Albert Einstein pernah berkata, Nationalism is an infantile disease. It is the measles of mankind

    Yup, sok-sok nasionalis bikin orang keliatan seperti kanak-kanak.

    Elizabeth Suzie Choo Kway Hoi, 36 tahun. Sekretaris pribadi dari salah satu manajer Hongkong and Shanghai Bank di Gedung Mac Donald. Meninggal seketika dalam ledakan, meninggalkan enam orang anak.
    Juliet Goh Hwee Kuang, 23 tahun. Admin di Hongkong and Shanghai Bank, Asisten Elizabeth. Juga meninggal seketika. Anak tunggal.
    Mohammed Yasin Kesit, 45 tahun. Seorang sopir. Meninggal setelah di bawa ke rumah sakit. Meninggalkan seorang istri dan delapan orang anak.

    “Innocent lives were lost … six of us were made orphans overnight. We lost our mother, the only supporter of the family. It was very painful for us and it is still painful whenever we pass MacDonald House,” – Janet Ng Lin Seong, sekarang 69 tahun, putri dari Elizabeth Hoi.

    Ia menolak ketika Usman dan Harun meminta untuk menemuinya untuk meminta maaf. Menurut Janet, saat itu 20 tahun, lukanya terlalu pedih untuk bisa menemui kedua prajurit tersebut. Namun demikian ia menyadari bahwa Usman dan Harun hanya menjalankan tugas dan ia memaafkan mereka. Pada hari pelaksanaan hukuman mati Janet bahkan meminta polisi untuk membebaskan kedua prajurit KKO tersebut.

    “The two men asked for forgiveness and I had given (it) before they were executed. It is part of history and we have learned from it. The good relationship (between Singapore and Indonesia) should be maintained. It should not be brought up to remind us again,” demikian Janet melanjutkan setelah menerima berita tentang penamaan KRI Usman Harun.

  • Adella
    February 20, 2014 at 12:16 pm

    Tolong bedakan perang dengan terorisme, Militer Amerika menjatuhkan bom ke 2 kota di Jepang, mereka terang-terangan dalam misi perang, dan mengenakan baju militer dengan lambang bendera jepang.. Dan tindakan ini tidak dianggap Heroik sama orang Amerika, mereka mengebom hanya untuk menghentikan perang dunia.

    Beda sekali dengan Usman Harun, ini aksi teroris. Diam-diam, menyusup, menyamar sebagai lokal lalu membunuh rakyat sipil dan kita anggap pahlawan. Malu saya sebagai orang Indonesia kalau sebagian besar my fellow Indonesian punya pikiran seperti ini.

    Jerman bisa bangkir dari keterpurukan kekejeman NAZI, karena mereka sportif dalam sejarah, mereka tau kalau NAZI melakukan war crime dan mereka tidak menganggap Hitler pahlawan, sekarang Jerman malah leader dalam ekonomi uni Eropa. Martabatnya sebagai bangsa yang pernah kejam dan rasis tertutupi dengan niat baiknya, gak seperti orang kita, Indonesia.. yang tutup mata, meski kita salah, namun merasa selalu benar… Mungkin kalau mental bangsa kita nggak seperti OrbaShit, bisa menerima sejarah dan memaafkan sejarah.. saya percaya, bangsa-bangsa di dunia terlebih tetangga akan respect sama kita.

  • Adella
    February 20, 2014 at 12:44 pm

    Semoga ini mengetuk hati orang kita yang merasa kita selalu benar,

    Today, whenever she passes MacDonald House with her grandchildren, she would point out to them that the place was where their great-grandmother died and tell them about the attack.

    “It was a shock (to hear about the naming of the warship),” she said. “I thought it was over.”

    She added: “Why did they want to bring it up again after so long? Why did they want to do it, to bring back the pain to all three families again? I wish that the whole subject is closed, and I want to thank the (Singapore) Government for trying to stop the whole issue.”

    Mr Kenny Yeo, who is in his 70s, was left blind in one eye after he was injured in the bomb blast. He required more than 300 stitches all over his body. However, he just wants to move on. “I am angry, but since this is an event of the past, we should just forgive. If they want to provoke us, just let them,” said Mr Yeo.

    Orbashit, pernah kerja di SG kan, pasti gak butuh translator membaca kutipan diatas.. , gseorang Ibu ninggalin 6 anaknya karena pengeboman, lalu korban lainnya seorang pria yang dijahit sebanyak 300 jahitan dan mengalami kebutaan gara-gara Usman Harun, dan mereka sudah memaafkan, karena hal ini nggak disebut2 dalam sejarah sekolah, karena bagi mereka demi menjaga hubungan baik sesama tetangga, kasus ini kita tutup. Lee Kuan Yew sudah menaburi bunga tanda penghormatannnya demi masa depan kedua bangsa. Pemerintah zaman sekarang malah membuka luka lama….

    Coba renungi, siapa sebenarnya yang sangat tidak sensitif?? *sodorin kaca

  • Baron Sutedja
    February 20, 2014 at 6:33 pm

    Gila nih, debat kagak ada ada habis habisnya, karena dua belah pihak pakai dalil perspektif beda. Ada yg pakai perspektif Indonesia ( umumnya dari Presiden, pemimpin, menteri, dan mayoritas masyarakat) yang lihat dari nasionalisme, dan kepentingan dalam negeri. Sedang Adele dan yg lain melihat dari sisi singapura ( melihat sisi terornya). Agak beda sih, karena konteks yg dilihat dengan angle HAM dsb. Tdk nyambung kalau melawan argumen pihak pro Nasionalisme. Bagaimanapun Usman Harun sudah jadi Pahlawan di Indonesia. Itu fakta. Khan Perdana Menteri Lee Kuan Yew datang berziarah ke kuburan Usman Harun dan memberi karangan bunga sebagai tanda respek. Westerling dianggap pihak Indonesia sebagai jagal. Pembunuh rakyat. Tapi Pihak Belanda yg menangkapnya tidak mau meyerahkan ke Indonesia, bahkan membebaskannya. Trus Wolter monginsidi dianggap sebagai pengacau keamanan ( ekstremis kalau pakai bahasa Belanda ) yg harus dihukum mati. Sementara kita melihat sebagai Pahlawan.
    Masih ingat urusan Kuil Yakunimo di Jepang? Sampai sekarang pihak Korea selatan dan Cina selalu marah dan protes jika pemimpin Jepang ziarah ke Kuil itu. Kuil itu adalah tempat peristirahatan ratusan ribu prajurit jepang yang gugur dalam perang dunia. Termasuk yang dituduh penjahat perang. Beda perpektif karena Cina melihat sebagai tentara barbar yang membunuh rakyat di Nanking. Pembunuhan, pemerkosaan thd jutaan rakyat Nanking dianggap sebagai kejahatan perang. Tidak selayaknya mereka diiberi penghormatan di Kuil Yakunimo. Sementara Jepang nggak perduli. Kunjungan ke Kuil itu seperti kewajiban bagi Perdana menterinya.
    Jadi kesimpulan saya, percuma berdebat dalam kasus Usman Harun, karena perspektif beda. Apalagi sampai maki maki. Tenang saja. Ini bukan masalah sejarah semata. Ini ada keputusan politiknya.
    Woless saja

  • Iman Brotoseno
    February 20, 2014 at 7:00 pm

    Baron,
    Koreksi. Bukan Kuil Yakunimo. Yang benar adalah Kuil Yasukuni di Jepang, tempat peristirahatan tentara Jepang. Oleh Cina dan Korea Selatan, Kuil ini dianggap sebagai simbol agresi Militer Jepang. Tidak sepantasnya penjahat Perang dihormati d Kuil itu.
    Ya itu memang secara psikologis, apa yang di protes Cina dan Korea, sama dengan Singapura.

    Tiap negara memiliki perspekrif berbeda. Singapura memang mengganggap mereka, para sukarelawan yang tertangkap sebagai teroris bukan sebagai tawanan perang.
    Berbeda dengan Malaysia yang tetangga dengan Singapura. Mereka menahan para sukarelawan yang tertangkap melakukan sabotase dan penyusupan, sebagai tawanan perang. Walau mereka tertangkap tidak mengenakan seragam militer.
    Bisa dibaca di Biografi Benny Moerdani, kisahnya datang ke penjara Johor untuk membebaskan ratusan sukarelawan Indonesia yang tertangkap. Salah satunya ada tawanan dengan pangkat tertinggi yakni Letkol KKO ( Marinir ).

    Singapura bisa jalan terus dengan protesnya, termasuk melarang KRI Usman Harun berlabuh atau melewati perairan Singapura. Indonesia ? ya jalan terus dengan penamaan Kapal perangnya. Masalah perdebatan yang rauwis uwis, biarkan saja. Should be proud living in democracy bukan,… persetujuan untuk tidak sepakat.
    Tapi saya sepakat denganmu, ini bukan masalah sejarah. Ini ada keputusan politiknya yang – menurut pihak RI – sudah selesai.

  • orbaSUCK
    February 21, 2014 at 3:38 am

    @Om Iman, Adella ini sesungguhnya orang yang sakit hati atau mungkin beliau ini orang yang tak terima komentar nya dihapus tempo hari lalu. Saya pun ikut setuju dengan Bang @Baron lebih tepatnya perdebatan semacam ini dikarenakan seorang perempuan yang melakukan sesat pikir semoga saja tidak berakibat fatal kepada perempuan itu yang menyebabkan dia mengalami kerugian besar bahkan kekalahan. Dan dengan kata lain Singapura melakukan blunder dalam hubungan (Diplomatik) dengan Republik Indonesia.

    @Adella yang pernah sesekali mencari nafkah di SG itu orbaSUCK woiii!!! bukan mas orbaSHIT!
    mohon maaf nih ya, saya malah lebih empati kepada dua jenazah Korps Komando Operasi yang digantung mati yang jelas-jelas benar adanya. Ketimbang me·nyang·si·kan korban-korban lain yang kamu jelaskan. Kemudian yang dimaksud membuka luka lama apa? Sebaiknya! kamu jangan khawatir dulu! Republik Indonesia sama sekali tidak ada niat untuk itu. Kamu sendiri bilang Prime Minister Lee Kwan Yew sudah menaburi bunga tanda penghormatan nya demi masa depan kedua bangsa.

    ****disini yang menarik, ketika presiden orde Baru (Berkuasa) Haji Muhammad Soeharto mambangun hubungan baik dengan Malaysia, ironis justru yang kebakaran jenggot malah Prime Minister Lee Kwan Yew, selidik boleh selidik posisi Lee disini tertekan hingga stress sehingga berhasil membuat ia Paranoid. Mungkin tak ada pilihan karena tertekan dan khawatir, ia kemudian berupaya membangun hubungan (diplomasi) dengan indonesia yang mungkin baginya terasa menelan pil pahit. Prime Minister Lee “berhasil” mengunjungi Jakarta tahun 1973 dengan satu syarat yang diajukan Presiden Orde Baru (Soeharto) yaitu bersedia berziarah ke makam kedua pahlawan nasional itu, Usman dan Harun.
    Itulah kemenangan diplomatik Indonesia yang paling indah dan mengharukan sepanjang dekade 70an. Maka secara logika rasional dan emosional seharusnya tidak ada lagi ganjalan pola pikir dan sesak nafas emosi diri dalam hubungan kedua negara.

    Yang harus ngaca diri justru diaspora Singapura seperti @Adella. Mestinya kamu harus membaca prediksi dan perspektif ke depan dalam pola etika bertetangga.

    Berkali-kali Om @Iman sudah bilang memahami peledakan bomb oleh Usman dan Harun jangan dengan konteks kekinian dengarken perkataanku jangan dengan kon-teks ke-kinian. Alhasil diaspora Singapura sepertinya kamu gagal paham dengan sejarah masing-masing bangsa. Semoga engkau paham dengan contoh berikut ini:
    Dalam perang Iran-Irak tahun 80an ratusan ribu tentara mati. Bagi Iran tentaranya itu syuhada, bagi Irak tentaranya itu juga syuhada. Bagi Iran tentara Irak adalah penjahat perang demikian juga sebaliknya. Diaspora Singapura macam kamu harus melihat diri sisi ini.

    @Adella memangnya mental @orbaSHIT kenapa? Saya pikir that’s all fine and fun! Bukankah Sebagai generasi penerus pembelajaran sejarah yang demikian itu perlu. Untuk memenuhi seruan pelurusan sejarah Indonesia ya. Tetapi lebih penting dari itu jangan selalu mendikte dan superior dalam hubungan bertetangga, biasa-biasa aja lah. Indonesia itu sudah banyak memberikan manfaat eksistensi bagi tetangga sekitarnya utamanya Singapura. Pertanyaan nya justru malah dimana Respect nya Singapura itu?

  • orbaSUCK
    February 21, 2014 at 4:02 am

    Ohya Adella, jikalau nanti saya berkunjung lagi ke Singapura, ada satu tempat kali ini yang mungkin perlu saya tengok! Yakni GEYLANG LOR 5 jujur saya memang belum pernah ketempat ini tapi gegara perdebatan kita ini, saya cuma mau memastikan bahwa tudingan yang berbahasa Singlish nya @mas orbaSHIT tidaklah benar. Dan saya berdoa semoga saja perempuan yang bernama Adella tidak ada di Geylang yah Semoga 🙂

  • KEN AROK
    February 24, 2014 at 2:33 pm

    Kualitas pemimpin masa lalu, para pendiri bangsa ini, berdasar pengalaman sebagai bangsa terjajah, memiliki pandangan jauh ke depan. KOLONIALISME, Soekarno menyederhanakan artinya bahwa itu soal perut semata (bukan politik tingkat tinggi). Karena itu, ketika Inggris mulai utak-tik soal Malaysia ketika itu dan berlanjut dengan jaman KONFRONTASI MALAYSIA, para pendiri bangsa ini sudah mampu mengendus motivasi di balik itu, yaitu soal KOLONIALISME.

    Maka, dari pada mengusir penjajah, berdasar pengalaman para pendiri bangsa ini, lebih baik menggagalkan kedatangannya. Indonesia yang memiliki kekayaan wilayah dan alam berlimpah dan sebanding dengan jumlah penduduk yang banyak, lebih penting menyelamatkan seluruh bangsa Indonesia. Kalau kita mau berkutat di Indonesia saja, dengan pertimbangan, sumber daya alam melimpah dan pasar (jumlah penduduk) yang besar, bangsa Indonesia tidak harus kelaparan. USMAN-HARUN adalah bagian dari strategi politik ini.

    Jadi susah kalau kita mencari salah benarnya. Dan harus dimaklumi, para pendiri bangsa ini waktu itu, lebih memikirkan perut orang banyak, yakni seluruh bangsa Indonesia. Dan itu pun demi kebutuhan jangka panjang. Kalau cuma mikir “makan enak” sejak awal para pendiri bangsa ini nggak usah SOK PAHLAWAN, cukup tunduk pada para penjajah yang memang sudah ahli cara menggali alam untuk makan, meski bukan di tanahnya sendiri, barangkali Indonesia, setidaknya Jawa, sudah mirip negeri Eropa. Tapi apa tidak mungkin Jawa tidak mencundangi saudaranya di pulau lain yang kaya?

    Maaf, Om Imam, ini tafsir saya soal Usman-Harun. Kasus ini bagi saya cuma “soal perut”. Saya tidak bermaksud meredakan perdebatan, saya cuma berpikir, otak yang pintar kalau tidak ada obyek yang dikerjakan ya tidak akan jadi uang dan karena itu, pemilik otak pintar ini tidak harus dianggap lebih hebat dari pemilik lahan. Begitu…

  • Kekirian
    March 6, 2014 at 12:12 am

    untuk ra,

    ente udah kebanyakan makan uang dari Singapura jadi lupa diri.. ente sekarang udah jadi peliharaannya orang singapur jadi ngomongnya ngawur.. Soekarno bukan orang bego dan berpikiran dangkal kayak ente.. Soeharto juga ngak hebat2 amat, buktinya lengser juga dari singgasanax oleh rakyat pula.. mau ngomong apa ente?

  • Alris
    March 30, 2014 at 7:09 pm

    Baru makan duit gajian dari singapura dikit aja udah belain mati-matian. Gitulah mental pembokat kelas rendahan gak ada jiwa nasionalisnya. Kata paman yang pernah tugas di us, uk & germany kalo wong gak tau dan memahami sejarah bangsanya, maka yang dipikirinnya cuma urusan perut. Untuk yang cinta mati ama singapura mati aja lu disana, wkwkw…

  • Bayang
    October 9, 2014 at 7:20 pm

    Ane banyak belajar dari perdebatan ini, terlepas dari siapa pihak yang benar atau salah. Yang namanya kebijakan politik pasti ada objek penderita.

  • Dedi sumarno
    November 8, 2017 at 8:53 pm

    Ass Wr Wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU YOSHI yg dari singapur tentan Pesugihan AKI RUSLAN SALEH yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk menarik dana Hibah Melalui ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti dan mendapat hasil tarikan RM.347.000 Ringgit, kini saya kembali indon membeli rumah dan mobil walaupun sy Cuma pekerja kilang di selangor malaysia, sy sangat berterimakasih banyak kepada AKI RUSLAN SALEH dan saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI RUSLAN SALEH saya Bisa sukses, Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKI, Jika Anda Ingin Di Bantu Ritual Pesugihan Hubungi 0852=8584=7477 Atau [klik] AHLI PESUGIHAN TANPA TUMBAL
    KEAMPUHAN RITUAL AKI RUSLAN SALEH
    1.Penarikan Dana Hibah Melalui Bank Ghaib
    2.Penarikan Uang Melalui Mustika
    3.Ritual Angka Tembus Togel/Lotrey
    4.Jimat Pelaris Usaha DLL
    Dan Masih Banyak Lagi, AKI RUSLAN SALEH Banyah Dikenal Oleh Kalangan Pejabat, Pengusaha Dan Artis Ternama Karna Beliau adalah guru spiritual terkenal di indonesia. Untuk yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

  • ibas
    October 10, 2023 at 8:49 am

    good article, thank you

Leave a Reply

*