28 April 2008

Rintihan Kunti

Posted by iman under: REMAH REMAH .

Kalau ada yang bertanya icon apa yang paling Indonesia banget ? Salah satu jawabnya Kuntilanak. Sebagian menyebutnya Sundel Bolong. Ini memang bagian dari folkhlore. budaya manusia Indonesia, yang sudah berabad abad mempercayai kehidupan dedemit. Paling mudah melihat budaya sebuah masyarakat adalah melalui film, dimana judul atau tema kuntilanak sudah ada sejak jaman dulu sampai sekarang.
Dari film itu juga kita tahu sifat dan ciri khas setan wanita berambut panjang, muka pucat dan selalu memakai baju panjang putih ini.
Biasanya menjelma dari wanita yang hamil lalu dibunuh. Seperti film ‘ Beranak Dalam Kubur ‘. Film lawas yang bisa membuat saya tak berani pulang sendirian sehabis menonton layar tancap. Ada juga film tentang wanita dari keluarga bahagia, lalu datang perampok yang memperkosa dan membunuh si wanita. Jadilah di sundel bolong untuk membalas dendam. Kadang kala ia datang ke rumahnya dan bermain piano. Si anak dan suaminya hanya tertegun melihatnya. Tidak ada rasa takut. Mungkin karena masih keluarga.

Kuntilanak bisa jahil dan iseng. Selalu korbannya hansip, tukang sate, tukang baso, tukang bakpao atau tukang kerupuk
“ Bang ,..minta satenya duaratus tusuk “…Mak bleep bleep dalam sekejap habis.
Menyisakan si tukang atau hansip lari lintang pukang ketakutan.

Kuntilanak juga tidak pernah membunuh rakyat kecil. Paling hanya mengganggunya. Ia hanya mengejar ngejar orang yang telah membunuhnya. Bisa kekasih atau suaminya yang main gila, perampok, pembunuh dan sebagainya.
Saya pernah melihat seorang Kuntilanak dalam film tahun 80an – entah itu ‘ Malam Satu Suro ‘ atau apa judulnya – berbicara kepada Pak Haji dan kepala desa mengenai Pancasila dan kebaikan. Sebuah happy ending setelah semua penjahat mati di cekik atau kejebur jurang. Selalu ada causa sebab akibat.

Namun terjadi pergeseran peran Kuntilanak dalam film film horror dewasa ini. Ia tidak datang sebagai perwujudan balas dendam. Ia memang sudah ada sejak lama dan tidak pandang bulu dalam membunuh. Siapapun yang sedang sial, bisa saja mati mengenaskan kalau sudah takdirnya. Dalam film jaman sekarangpun Kuntilanak tidak pernah benar benar mati. Tak ada lagi ayat ayat suci yang menjadi senjata pamungkas. Berbeda dengan film jaman dulu, selalu ada Pak Haji yang mengusir setan ini.
Atau dengan dialog dari sang suami
“ Pulanglah Surti..duniamu bukan disini,alam kita berbeda “
“ Baiklah mas, jaga anak kita baik baik “
Padahal saya lebih suka Kuntilanak jaman dulu, seperti Roobin Hood menolong melawan kejahatan. Berharap bisa berdialog dan memintanya membunuh para koruptor.
Tapi ini susah ketika situasi ini benar benar terjadi. Ceritanya begini.

Daerah bumi perkemahan Cibubur, sudah biasa menjadi lokasi syuting bagi pelaku bisnis film. Apa saja, Film iklan, sinetron laga dan film layar lebar. Daerahnya yang berhutan hutan, terpencil dan gelap ternyata ditenggarai banyak demitnya, seperti Kuntilanak.
Konon dulu ada gadis bunuh diri di danau Cibubur yang sampai hari ini terus bergentayangan. Sudah jamak seorang crew kesurupan, penampakan dan hal hal aneh dalam produksi di sana. Saya sendiri tak pernah merasakan. Berkali kali syuting disana.
Sampai suatu hari selesai syuting kami bertiga naik jeep saya melintasi hutan hutan kecil yang gelap menuju gerbang keluar. Waktu menunjukan pukul 02.00 pagi. Kok rasa rasanya udara dingin sekali. Padahal tidak memakai AC dan kami membuka jendela.
Tiba tiba terdengar suara,…Pakkk pakk pakkk. Seperti kepakan ayam terbang.

Astagafirullah. Suara berdegum. Seorang wanita berambut panjang dan tidak kelihatan mukanya karena tertutup rambut yang awut awutan, tiba tiba ndeprok nunut dibelakang kaca belakang mobil saya.
Teman saya yang duduk di kursi belakang keburu pingsan. Sementara yang duduk di sebelah saya sibuk komat komit membaca ayat suci. Lha kok wanita itu tetap cekikikan. Bagaimana dengan saya ? Boro boro dialog seperti Pak Haji, “ pergilah,..alam kita berbeda “. Mulut terkunci. Mak klakep .
Rasa rasanya mobil terasa berat seperti menarik gajah. Pedal gas sudah ditekan dalam dalam tapi jalannya mobil lambat sekali. Seketika mobil seperti melesat, berbarengan dengan sosok itu tiba tiba meloncat ke pohon pohon.

Sejak itu sebisa mungkin saya menolak kalau harus syuting malam malam di Cibubur. Sudah cukup pengalaman saya. Padahal setelah beberapa tahun, sekarang Cibubur lebih ramai. Siapa tahu Kuntilanak jadi terganggu dan mengungsi ketempat lain. Atau hanya duduk duduk diatas pohon, sambil memandang kemacetan di kejauhan, dan Cibubur Junction – tempat favorit Jeng Venus kopdaran – sambil bersenandung.

Kusendiri, duduk sepi diatas pohon
Kubiarkan rambutku terurai, tanpa kaki
Kelelawar, anjing dan bulan purnama

Menanti kekasihku yang belum mati.
Kapan mati kekasihku
Kumenanti kau disini
Ayo mati bunuh diri
Biar kita jumpa lagi seperti dulu.

( …..Panas Dalam Band )

Lagu bisa didengar di sini .

81 Comments so far...

Hedi Says:

29 April 2008 at 11:26 pm.

kapan2 kalo sampeyan berubah pikiran mau syuting di cibubur malem2, ajak aku ya….I love hardcore version hahaha

roby Says:

30 April 2008 at 8:32 am.

mimin sekarang jaga counter parfum di cibubur junction. khusus wangi melati. lebih enak katanya, dari pada terbang kesana kemari sambil cekikikan.

venus Says:

30 April 2008 at 8:52 am.

@hedi: yang dari antojalang? bikinin copynya dong hed, hakhakhak…

*sialan itu si zam bawain yg soft dari jogja*

😀

iman brotoseno Says:

30 April 2008 at 9:05 am.

Venus & Hedi,
..wah zam,titipan dari Anto kok sudah nyangkut di BHI…

balibul Says:

30 April 2008 at 9:55 am.

btw aku juga pernah lewat tanah kusir jam 2 malam. pas lewat di mobil ya gitu dingin banget padahalya ga pake AC. ternyata di belakang ada mbak kuntinya. untung cuma bentar trus dia pamit pas dikuburan china tanah kusir dan bilang gini “mampir dulu…”

dulu aku sering mas ke cibodas dan tidur dirumah itu juga. tapi nggak pernah tuh ditakutin apa-apa. ya emang si ada tapi nggak ganggu. setahu ku yang parah itu di rumah kecil di belakang guest house cibodas yang didepannya ada bunga bangkainya.

Nazieb Says:

30 April 2008 at 1:10 pm.

Hmmmm… jangan-jangan itu sebenernya simbok yang baru pulang kopdar kali, Mas..
:mrgreen:

funkshit Says:

30 April 2008 at 1:27 pm.

duh.. wlopun niatnya ngga nakutin ato ngga gangguin.. ya tetep aja serem liat kunti 🙁
lagu rintihan kuntilanak,, versi yang nyanyi cewe.. lebih serem

aryo Says:

30 April 2008 at 2:15 pm.

yang saya dengar, sejahat-jahatnya hantu gak akan membunuh manusia ya mas,.malah manusia yang saling bunuh makhluk sejenisnya. tapi kenapa rasa takut itu gak bisa hilang. Di gedung megah DPR itu banyak sekali setannya tuh, sampai2 rakyatnya ketakutan semua. hiiiii……

hanny Says:

30 April 2008 at 6:06 pm.

iiih takuttt. kok bisa nemplok di mobil? minta diajak shooting kali, mas… hehehe. pasang stiker numpang-numpang, jangan ganggu, Mas, di kaca belakang 🙂 mengerikan, ya, kalau dikasih lihat. saya mendingan nggak usah lihat 🙂 cukup dengar cerita dari mas iman aja.

antobilang Says:

30 April 2008 at 7:45 pm.

modiar…aku dadi merinding ki di lab lantai 3 gedung tua sendirian..pulang ah…

kenny Says:

30 April 2008 at 9:42 pm.

? Boro boro dialog seperti Pak Haji, “ pergilah,..alam kita berbeda “. Mulut terkunci. Mak klakep .

mrinding campur geli aku bacanya 😀

ocha Says:

30 April 2008 at 10:14 pm.

Mas Iman…. huahhhhhhhhh… beneran kisah pribadi kah??? atutttt… baca ini malem2 tiba2 anehh. AC warnet bunyi2. Parno dehhh.

arenita Says:

1 May 2008 at 6:35 am.

SUMPAH, gue paling anti ngomongin “mahluk dunia lain”. Soalnya urat takut gue sangat sensitif waakkakakaka ….

siska Says:

1 May 2008 at 7:21 pm.

kemaren2 sih waktu denger lagu The Panas Dalam, ketawa2 aja, lucu aja…
tapi waktu baca postingan ini…ihhhh amit2 jangan sampe ketemu yg begituan…

endikz Says:

1 May 2008 at 10:42 pm.

sebenarnya kunti yang model begini ini image dari empati pikiran yang dilogiskan saja, daster putih ini akibat melogiskan suatu biasan pandangan seperti siluet kabut yang membentuk suatu bentuk saja. mungkin seperti itulah.
kita besar di keluarga kejawen, mungkin dapat lebih memahami, sebuah arti atas kedatangannya. tentunya om pernah melihat penampakan “hal janggal” yang siluetnya berbalutkan kebaya lengkap dengan jarit yang menggradasi transpran ke bawah. extase saya saat itu. terpana, terpaku dan kosong.
modiaarrrrrrr… tak bisa bergerak. jiwa ini seperti mau lepas.
cerita sama simbah jawabannya nganyelke.. “wooo kowe lagi ditiliki simbah xxxx kae, ora popo.. weling opo kare kowe..?” ato “wah kowe arep entuk rejeki..”
hehe..

kw Says:

2 May 2008 at 5:54 am.

wah pengen sekali ketemu dan ngobrol 🙂

kertegmuda Says:

2 May 2008 at 10:56 am.

memang seram kalau bicara tentang hantu, tapi jika anda punya pengalaman seputar dunia misteri dan supranatural kunjungi blog kami, anda bisa juga berkonsultasi masalah ghaib di http://kertegmuda.wordpress.com

satpam p0rn0grafi Says:

2 May 2008 at 12:24 pm.

mas, mungkin si kunti pengen kenalan. mbok ya diajak ngobrol, siapa tau bisa buat peran kuntilanak di film selanjutnya.. :mrgreen:

cK Says:

2 May 2008 at 12:31 pm.

halah, lupa ganti nickname.. 😛

yati Says:

2 May 2008 at 3:31 pm.

ih, serem banget sih?
“Saya pernah melihat seorang Kuntilanak dalam film tahun 80an” >>> yakin kuntilanak itu ‘seorang’ mas? hihihi…bagaimana menamainya ya? :d

ulan Says:

2 May 2008 at 4:34 pm.

wih serem..
tapi mas imam kan bukan tukang sate, bukan tukang bakso juga, tapi kenapa di ganggu kuntilanak ya..

kyai gantheng Says:

3 May 2008 at 7:11 am.

hmmm … kunti ???

Adhini Amaliafitri Says:

3 May 2008 at 10:16 am.

fiuhh..pingsan kali saya klo ada di posisi kaya gt!
klo ga bisa pingsan, yah pura2 pingsan sambil baca doa dalam hati 😉

Nike Says:

4 May 2008 at 3:31 pm.

Wuihh..
Serem…

Jangan sampe deh saya ngeliat gitu-gituan Mas….

Wicky Says:

16 May 2008 at 4:20 pm.

Medheniiiiiiiiiiiiiiiiii….

Surya Says:

25 September 2008 at 10:46 am.

Boleh tau ngga yang nyanyi ada ketawa kuntilanak nya itu lagunya siapa sieh ?

NANA Says:

3 March 2009 at 6:06 pm.

mas?? beneran ga tuh saya baca jadi melayang tauuu

NANA Says:

3 March 2009 at 6:07 pm.

pusing jadinya

ndafender Says:

11 October 2009 at 10:01 am.

saya pernah ketemu dengan kuntilanak di banten sana… sial waktu itu adalah kunjungan saya ke salah satu villa disana yang lama tidak dihuni. ngeri sekali rasanya saat keluar dari mobil dia bergelantungan dipohon depan mataku… sontak aku terkaget.. hampir aku lari tp kutahan kaki ini dan ku tenangkan hati yang takut… dengan keberanian tingkat tinggi saya dekati kuntilanak itu diapun tetap bergelantungan 3 meter di depan ku. terus aku beranikan diri ku dekati hingga berjarak satu langkah saja. mata ini tetap tak bisa melihat wajahnya karena sangat transparant seperti bayangan orang saja tapi berwarna putih seperti asap yang bergoyang goyang. dalam jarak satu meter ini tiba tiba dia berhenti bergerak saya yakin pasti dia akan lari. ku gerakkan tangan ku yang gemetar. ku gerakan lebih kuat tangan ini kusentuh dia dan apa yang terjadi dia lompat menabrak tubuhku… dan memeluk ku erat sontak keras aku teriak dan bangun dari tidurku…. xixixixix ketipuy… main dong ke website saya… http://sayaikut.blogspot.com saya lagikomentar nih dalam 20 posting km mgantian mdong mbozz please ok.

masade Says:

19 May 2011 at 10:45 pm.

Duh klo liat gituan mending langsung pura2 pingsan deh… sereemm….

LingLung Says:

5 June 2015 at 9:38 pm.

Ijin Copas ya bang, tenang saya masukin linknya ko di blog saya, jangan lupa kunbal ya bang nih linknya http://myinformationforyouall.blogspot.com/

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
May 2021
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31