29 August 2017

Radio Televisi Republik Indonesia

Posted by iman under: BISNIS & PEMASARAN; DALAMNEGERI; PENDIDIKAN; SOCIAL MEDIA .

Pada tanggal 23 Oktober 1961, Menteri Penerangan Maladi menerima telegram dari Presiden Sukarno yang sedang berada di Wina, Austria. Isi telegram berbunyi “ Aku sudah memikirkan masak-masak mengenai pendirian stasiun televisi itu dan menurutku, proses pendirian itu tepat jika diserahkan kepada Nippon Electric Company (NEC), supaya menghemat pengeluaran kita. NEC sudah menawarkan harga yang rendah untuk itu. Sekian. Presiden Soekarno.”
Telegram Bung Karno tadi merupakan penanda resmi untuk memulai persiapan pendirian lembaga penyiaran televisi di Indonesia yang awalnya dimulai dengan siaran penyelenggaraan Asian Games 1962 di Jakarta.

Kini Asian Games ke 18 tahun 2018 akan kembali diselenggarakan di Jakarta, dan TVRI baru saja membuka pengumuman untuk lowongan direksi, termasuk posisi Direktur Utama. Saat ini Televisi Republik Indonesia ( TVRI ) terus tergerus dilahap televisi swasta yang memanjakan penonton dengan berbagai program edukasi dan hiburan. 

Jika merujuk pada Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) berbadan hukum. Semangat yang mendasari lahirnya TVRI sebagai LPP adalah untuk melayani informasi untuk kepentingan publik, bersifat netral, independen, dan tidak komersial.

Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2005 menetapkan bahwa tugas TVRI memberikan pelayanan informasi, pendidikan, dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banyak permasalahan klasik TVRI saat ini yang menyulitkan untuk bersaing dalam menjangkau audiens yang terus bergerak sesuai perkembangan jaman.

Kelembagaan organisasi
Dalam beberapa Peraturan Perundang-undangan, yaitu UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, tidak dikenal bentuk Lembaga Penyiaran Publik sebagai badan hukum sehingga awalnya TVRI mengalami kesulitan dalam dukungan pendanaan dari Negara melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Akibatnya selama bertahun-tahun RRI-TVRI tidak memiliki anggaran tersendiri dalam skema APBN sehingga sampai beberapa saat sumber dana dari APBN melalui pos anggaran 69 yang umumnya untuk pos belanja lain lain seperti bencana alam dan kepentingan darurat.

Struktur Dewan Pengawas juga membuat direksi tidak bisa bergerak lincah dan justru selalu terjadi konflik antara Dewan Pengawas dan Direksi. Pemerintah sebaiknya menjadikan TVRI sebagai badan hukum seperti BUMN yang memiliki CEO dengan kewenangan penuh serta tanggung jawab mengelola pemasukan dana. Jika ingin melihat contoh pada BBC yang memiliki struktur BBC Board dan Executive Committee. Fungsi BBC Board adalah membuat strategi perusahaan dan mengevaluasi kerja dari Executive Committee yang dipimpin CEO yang merangkap Pemimpin Redaksi. Ia juga disebut Director General of BBC. Uniknya CEO atau Dirjen BBC juga menjadi anggota dari BBC Board.

Pendanaan dan operasional
Pembiayaan TVRI tidak harus bersumber 100 % dari APBN, karena bisa mengganggu semangat independensi. Sudah saatnya TVRI dibebaskan mengelola sumber dana sepanjang ada transparansi dan akuntabilitas. Pada jaman orde baru TVRI pernah menarik iuran, yang kemudian berhenti karena salah kelola. Usulan mendorong iuran warga dinilai cukup penting untuk memunculkan rasa kepemilikan warga.
Dinegara-negara Lembaga Penyiaran Publik yang berkualitas seperti BBC di Inggris atau NHK Jepang juga menerapkan iuran warga. Persoalannya, pelaksanaan iuran memang harus ditopang oleh transparansi dan kualitas layanan penyiaran publik dengan program program bermutu agar masyarakat tidak berkeberatan membayar iuran.
 
Selain itu membuka opsi komersial juga tidak diharamkan sepanjang membuka peluang pemasukan sumber dana. Kita bisa mencontoh South African Broadcasting Corporation ( SABC ) yang memiliki 2 stasiun TV untuk pelayanan publik dan 1 stasiun TV yang berisi program komersial.

BBC juga memiliki beberapa kanal komersial seperti BBC Worldwide, BBC Wordlnews, BBC Earth, BBC Studios, BBC Studioworks yang dikelola secara terpisah dari korporasi karena sifat komersialnya. Skema produksi ini ada yang menggunakan fasilitas studio BBC atau fasilitas dari pihak luar.

Terakhir jangan lupa begitu banyak asset TVRI juga RRI seperti tanah termasuk stasiun stasiun di daerah yang bisa dikapitalisakan menjadi modal penyertaan. Kalau perlu asset asset itu disewakan, dijual atau bekerja sama dengan pihak swasta. Dengan sistim digital dan teknologi terkini, sudah tidak lazim membangun stasiun TV di berbagai kota untuk mengisi konten lokal. Praktek ini hanya memberatkan pengelolaan cash flow.

Startimes, salah satu perusahaan broadcasting berbayar yang memiliki pangsa pasar di Afrika, menjangkau hampir 30 negara negara Afrika, justru disiarkan dari Beijing, China. Perusahaan ini membuat program program di berbagai negara Afrika dalam berbagai Bahasa dari Swahili sampai Portugis. Dalam kunjungan ke kantor pusat Startimes di Beijing bulan Mei 2017, saya melihat begitu banyak orang Afrika yang bekerja sebagai dubber, narrator sampai program konten acara acara TV.

Butuh dana besar untuk mengupgrade TVRI. Dengan sistem digital masih dipertanyakan apakah membutuhkan stasiun pemancar untuk transmisi. Perlu dicatat dari 376 satuan transmisi TVRI yang tersebar di seluruh Indonesia, tidak semuanya dapat berfungsi dengan baik. Ada 118 pemancar dalam keadaan tidak dapat beroperasi, 97 pemancar dapat beroperasi tetapi dengan daya dibawah 50%, dan 161 pemancar yang beroperasi dengan daya di atas 50%. Selain itu prasarana seperti gedung dan studio beserta perangkatnya juga sudah dimakan ketinggalan jaman.
Mantan direktur TVRI, Ishadi SK pernah menyebut Rp 5 triliun setahun sebagai dana awal untuk perbaikan peralatan, investasi peralatan digital, memproduksi acara berkualitas dan memperbaiki kesejahteraan pegawai.

Sumber Daya Manusia dan Manajemen
TVRI sekarang memiliki hampir enam ribu pekerja berstatus pegawai negeri dan karyawan kontrak. Jumlah yang besar ini tidak menjadi masalah sepanjang produktif. Kita bisa melihat BBC yang memiliki karyawan hamoir 20.000 ribu dan jika termasuk pegawai part time atau honorer, bisa mencapai 35.000 orang.
Saat ini kegiatan operasional TVRI mayoritas masih didukung oleh PNS dimana sebagian besar akan memasuki masa pensiun. Pembinaan personil PNS di TVRI juga tidak berjalan dengan maksimal dikarenakan kultur birokrasi.

Sudah menjadi rahasia umum ketika para Direksi justru membawa team produksi dari luar karena tidak percaya dengan kemampuan pegawai internal TVRI sendiri. Ini tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena dilihat dari rentang usia, pegawai TVRI didominasi oleh mereka yang  berusia 45 tahun, jumlahnya sekitar 70%. Karyawan lama TVRI yang sebagian besar PNS tidak biasa dihadapkan pada kompetisi dan pengukuran kinerja, akibatnya sebagian besar pegawai tidak bekerja maksimal, banyak menganggur bahkan mencari side job dengan menjual fasiltas TVRI, menyewakan studio TV untuk produksi luar. Sistem manajemen dan job desciption juga berantakan, ketika setiap orang di TVRI bisa menjadi salesman untuk pembuat program atau menerima iklan secara gelap. Kita tahu, TVRI pernah menyiarkan program HTI yang secara prinsip bertentangan dengan dasar negara.

TVRI yang semakin tersingkir dari hadapan masyarakat Indonesia yang beralih ke siaran-siaran dari TV swasta, bukan karena TV swasta melulu didukung dana keuangan besar, tetapi juga manajemen yang profesional yang bekerja secara efektif dan efisien.
Manajemen dapat berjalan dengan baik apabila ruang konflik tidak terbuka terlalu lebar. Kita membaca konflik yang terus terusan terjadi di TVRI. Konflik dapat terjadi karena konflik kewenangan serta kepemimpinan manajemen yang berantakan. Selain itu, kompetensi dan kemampuan sumber daya manusia yang lemah juga mengakibatkan tidak efiesiennya operasional manajemen.

Pengembangan manajemen TVRI harus berdasarkan prinsip corporate governance bukan berdasarkan mentalitas birokrasi. Kita butuh transparansi, dan kompetensi. Merasionalisasikan jumlah pegawai secara proporsional sudah merupakan fakta yang rasional. Butuh keberanian dari Pemerintah untuk membuat program pensiun dini, dan merombak sistem tenaga kerja di TVRI. Tenaga tenaga muda, fresh dan kreatif harus direkrut untuk bisa menciptakan konten konten yang sesuai arah tujuan Lembaga penyiaran publik tapi sekaligus digemari masyarakat.

Saat ini TVRI juga rentan terhadap praktek korupsi. Tak heran Presiden Joko Widodo memberi perhatian khusus kepada TVRI yang menurut laporan BPK selalu mendapat opini TMP (Tidak Memberikan Pendapat ) atau disclaimer dari BPK selama 4 tahun berturut turut. Artinya terjadi salah urus pengelolaan keuangan di TVRI.

Program Siaran
Stigma TVRI sebagai TV jadul yang membosankan sudah berakar di masyarakat. Memang TVRI diwajibkan menyajikan program siaran yang berwawasan kebangsaan, pendidikan serta hiburan yang sehat bagi masyarakat, namun permasalahannya adalah pengemasan program siaran yang tidak menarik, kecepatan penyajian, dan minim kreativitas sehingga program TVRI banyak ditinggalkan oleh masyarakat yang beralih pada siaran dari Lembaga Penyiaran Swasta. Fungsi kedekatan dengan penyelenggara kekuasaan ( Pemerintah dan DPR ) bisa menjadi sebuah sumber siaran yang bisa menarik jika dikemas dengan baik, mengingat berita politik selalu memiliki nilai tambah. Sekali lagi jika merujuk dengan BBC, dimana mereka memiliki kanal khusus untuk parlemen.


Multimedia
Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, TVRI membuka ruang publik (public sphere) dengan memberikan hak memperoleh informasi yang benar (rights to know) dan menyampaikan pendapat atau aspirasi (rights to express) bagi masyarakat sehingga menempatkan masyarakat sebagai warga negara yang wajib dilindungi haknya dalam memperoleh informasi, bukan sebagai objek sebuah industri penyiaran semata.
Dengan jaman yang semakin bergerak cepat, system informasi tidak hanya melalui medium TV. Dewasa ini televisi dan juga radio sudah hadir melalui medium internet yang bersifat mobile, bahkan diperkirakan kedepan orang tidak lagi menonton TV atau mendengarkan radio melalui cara konvensional, tapi melalui internet sehingga sudah waktunya TVRI digabung dengan RRI dengan menambah fungsi kanal digital internet.

Maladi, mantan Menteri Penerangan jaman Bung Karno pernah berujar televisi bisa menjadi alat pemersatu bangsa dan mengembangkan gagasan nasionalisme. Ia juga berambisi supaya televisi dengan program pendidikan, mampu mencerahkan kehidupan penduduk Indonesia.
Tidak ada yang salah dengan gagasan ini. Kita yang harus mewujudkan dengan memiliki sebuah Lembaga Penyiaran Publik yang kompeten sebagai identitas nasional dan pemersatu bangsa, maka TVRI ( RTVRI ) akan menjadi garda depan yang bertugas menyiarkan informasi – pendidikan, budaya dan hiburan – secara cerdas dan sehat.

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
September 2017
M T W T F S S
« Aug    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930