22 June 2015

Penguburan Bung Karno

Posted by iman under: SEJARAH; SOEKARNO .

BK1Setelah dijebloskan dalam tahanan rumah di Wisma Yaso, akhirnya Bung Karno menhebuskan nafas terakhir di RSPAD, pagi dini hari tgl 21 Juni 1970. RRI menyiarkan berita sekitar pukul 7 pagi tentang kematiannya. Buruknya penanganan terhadap penyakit Bung Karno juga mempercepat kematiannya. Beberapa bulan di awal 1969, Bung Karno tidak boleh menerima tamu, termasuk keluarganya, karena harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan interograsi. Keluarganya hanya bisa mengantar makanan melalui penjaga. Bung Karno yang suka keramaian dan selalu membutuhkan bicara menjadi makin depresi karena diasingkan. Sementara dulu penjajah Belanda saat membuang tahanan politik ke luar Jawa, tidak melarang mereka bergaul dengan lingkungannya.

Setelah keluarga boleh menengok. Itupun dengan pembatasan, harus mengantungi izin dan cap instansi militer Itupun tidak serta merta memudahkan. Rachmawati dibentak dan dimarahi penjaga, karena mengajak Bung Karno jalan jalan di halaman Wisma Yaso.
Jika penjaga sedang baik, keluarga boleh ke Wisma Yaso. Tapi kalau sedang tdak baik, mobl di tahan di gerbang. Sangat sering Ibu Hartini harus berjalan kaki menenteng rantang makanan melintasi halaman yang sangat luas.

Bung Karno sempat menulis surat ke Presiden Soeharto tgl 3 Nov 1968 untuk meminta kelonggaran agar keluarganya bisa mengunjungi. Ia juga meminta agar Ny. Sugio yang selama ini mengurusi rumah Wisma Yaso, dijinkan membantu lagi. Pembantu rumah tangganya tidak diijinkan masuk ke Wisma Yaso, sehingga untuk urusan dapur, Bung Karno harus mengurusnya sendiri.

Ketika akhirnya ia menembuskan nafas terakhirnya. Diantara sayup sayup suara seorang Ibu yang membacakan surat Yasin dekat jenasah Bung Karno, terdengar Ibu Wardoyo kakak kandung Sukarno terus meratap. “ Karno, kowe kok sengsoro men “.

Di Istana segera Presiden Seharto memanggil Bung Hatta dan keluarga Bung Karno. Waktu itu Soebagyo Anam, Mantan Kepala Biro Penerangan Departemen Penerangan langsung memberi tahu wartawan bahwa Sukarno akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Seketika menjadi keributan baik di lingkaran dalam Istana maupun wartawan sendiri, bagaimana mungkin seorang yang masih dalam tahanan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Sebagaimana pernah dinyatakan Aspri Soeharto, Brigjend Ali Moertopo semasa Sukarno dalam kondisi kritis. “ Negara tidak pernah merasa kehilangan Ir Sukarno. Andaikata ia meninggal, dia tak mungkin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Orang yang berhak dimakamkan disana, ialah orang yang banyak berjasa dan meninggal dalam tugas untuk negara “. Inti pernyataan Ali Moertopo bahwa Sukarno sedang dalam tahanan dan tidak mempunyai jabatan lagi .

Tidak disangka sangka Pemerintah memutuskan jenasah Sukarno disemayamkan di Wisma Yaso. Ibu Fatmawati sungguh marah dan kecewa dengan campur tangan Pemerintah “ Tidak, idak ada cerito. Ini rumahnyo “ Batin Fatma terguncang. Ia amat terpukul dan tercampak ke sudut yang paling sunyi. Air matanya menetes.

Fatma masih mencintai Sukarno. Ia berharap lelaki itu hanya mencintai dirinya. Semua ini tercermin dari sikapnya yang memohon agar Bung Karno dapat disemayamkan di rumahnya di Jl Sriwijaya Kebayoran Baru. Namun Pemerintah menolak permintaan itu. Fatma yang teguh pendiriannya karena tidak akan datang ke Wisma Yaso – rumah Ratna Sari Dewi – hanya bisa mengirim karangan bunga. Sebuah tulisan tangan Fatma berbunyi “ Tjintamu menjiwai rakyat. Tjinta Fat “.

Sempat terjadi perundingan antara Hoegeng, Kepala Polisi RI yang bertindak sebagai wakil keluarga Bung Karno dengan Alamsyah Prawiranegara dan Tjokropranolo yang menjadi asisten pribadi Soeharto.
Tercium aroma politis yang kuat. Pemakaman yang seharusnya menjadi perkara biasa dan diputuskan keluarga, ternyata menjadi perkara politis. Sejak awal Bung Karno menginginkan dimakamkan di Bogor. Namun Soeharto memutuskan untuk memakamkan di Blitar, dengan alasan dekat dengan ibunda Sukarno. Ini yang kelak menjadi justifikasi orde baru dengan mengatakan kota kelahiran Bung Karno di Blitar. Alasan sesungguhnya, Soeharto, jika Bogor menjadi makam seorang Sukarno, maka tempat ziarah itu terlalu dekat dengan Jakarta. Secara politis itu berbahaya.

Siang harinya, jenasah Bung Karno dibawa ke Blitar lewat Malang dengan menggunakan pesawat Hercules dari Halim Perdana Kusuma. Perjalanan dilanjutkan melalui jalan darat ke Blitar, menembus rakyat yang memenuhi sepanjang perjalanan sampai makam.
Bung Karno di bawa ke Taman Makam Pahlawan Blitar yang waktu itu dikenal dengan nama Taman Bahagia Sentul.

Peti jenasah Bung Karno dimasukan ke liang kubur yang ternyata digali sangat dalam, lebih dalam dari liang liang kubur biasanya. Mungkin Pemerintah orde baru takut jenasah seorang Sukarno akan bangkit lagi, kalau liang kuburnya dangkal. Pertama diturunkan, peti tidak bisa mencapai dasar, karena tali yang biasanya digunakan mengerek kurang panjang. Maka peti diangkat lagi dan tali pengereknya disambung. Diulangi sampai dua kali menyambung tali, baru bisa mencapai dasar.
Melihat kejadian ini, Supeni – mantan dubes keliling dan seorang sahabat Bung Karno – menangis dalam batin.
“ Aduh Bung Karno tidak mau dikubur disini, memang maunya di Batutulis. Betul betul dipendhem jero “

BK2Tak lama setelah pemakaman Sukarno, makam itu ditutup. Sebanyak 236 makam pahlawan yang sudah dikubur disitu kemudian dipindahkan ke Madugerit, dengan alasan makam itu sudah penuh. Jadilah pemakaman itu hanya berisi makam Sukarno sendiri.

Fatmawati juga tidak setuju tindakan Pemerintah yang memindahkan makam orang disekitar makam Bung Karno ke tempat lain. Ia juga tak mau makam mertuanya, – orang tua Bung Karno yang tadinya dimakamkan di pemakaman umum Karet Jakarta, kemudian dipindahkan ke komplek makam Sukarno di Blitar juga. Kelak makam kedua orang tua Sukarno mengapit di sisi kiri dan kanannya dalam bangunan cungkup.
“ Ibu tidak suka dengan memindah mindahkan makam orang. Untuk apa membongkar makam orang. Menyusahkan keluarga wong bae mereka itu. Pokoknya dari keluarga tidak mau menyusahkan orang. Kita turuti ajaran Islam sejati. Sangat sederhana “

Dari tahun 1970 sampai 1979 makam Sukarno dijaga tentara. Dalam jangka waktu itu tak ada yang boleh mendekat ke makam itu, termasuk keluarga Bung Karno sendiri. Hanya Mat Sanuri, seorang penjaga makam yang bertugas merawat sehari hari.

Bung Karno tak pernah tenang di makamnya. 8 tahun kemudian kembali Pemerintah mengusik makamnya. Tahun 1978, Pemerintah berencana memugar makam Bung Karno tanpa meminta pertimbangan keluarga. Tepat 21 Juni 1979, pada haul Sukarno, Soeharto meresmikan bangunan makam. Itulah pertama kali Soeharto datang ke makam Bung Karno. Saat itu Ibu Tien duduk ndeprok di pinggir makam Bung Karno. Soeharto hanya berdiri dan berdoa dengan caranya sendiri. lalu ia membubuhkan tanda tangan meresmikan makam Sukarno.

Meskipun mendapat undangan dalam peresmian makam, keluarga Bung Karno tidak ada yang datang, diantara ribuan orang yang hadir. Mereka memang tidak setuju dengan pemugaran makam yang menelan biaya Rp 540 juta pada tahun 1978. Guntur – mewakili keluarga – sebelum pemugaran pernah menyatakan, bahwa mereka tidak ikut ikutan dengan pemugaran, karena pemugaran itu menambah beberapa bangunan yang bertentangan dengan wasiat Bung Karno. Seperti pembangunan cungkup mewah bergaya joglo.

Ibu Fatmawati sendiri kepada wartawan menyatakan ‘ Sebagai orang yang menganut agama Islam, kita tak boleh memewah mewahkan makam. Bukankah dalam wasiat Bung Karno ia hanya ingin dimakamkan di bawah pohon yang rindang ? ‘

Akhirnya semua menjadi catatan sejarah. Sebagaimana dikatakan orang bahwa sejarah adalah cermin peradaban sebuah bangsa. Dengan melihat catatan tersebut, kita bisa menebak peradaban macam apa yang kita anut.

3 Comments so far...

Satya Says:

22 June 2015 at 6:15 pm.

Mungkin Maksudnya Bendogerit, pada kata Madugerit, karena tidak ada daerah di Blitar dgn nama Madugerit

didut Says:

24 June 2015 at 9:26 am.

*membaca dengan runut*

PAK.KARTA RUSDIANTO Says:

24 June 2015 at 9:28 pm.

KISAH NYATA DARI SAYA BPK.KARTA BUKAN REKAYASA INI BETUL2 NYATA DIKELUARGA KAMI.
Assalamualaikum wr.wb,saya BPK.KARTA seorang buruh tani di madium jawa timur ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada KI WARSA atas bantuan AKI. kini impian saya selama ini sudah jadi kenyataan dan berkat bantuan KI WARSA pula yang telah memberikan angka gaib hasil ritual beliau kepada saya yaitu 4D dan alhamdulillah telah berhasil memenangkan 5x berturut turut tembus.sekali lagi makasih yaa AKI karna waktu itu saya cuma bermodalkan uang cuma 200 ribu dan akhirnya saya menang.Berkat angka gaib hasil ritual AKI WARSA saya sudah buka usaha matreal di jakarta dan istri saya juga buka butyk baju dimall mangga dua. Kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya,bagi anda yg ingin seperti saya silahkan HUB/SMS AKI WARSA di nomor hpnya di: 0852 4968 9269 dan ramalan AKI WARSA memang memiliki ramalan GAIB” yang dijamin 100% tembus.
KARNA RASA HATI YANG GEMBIRA MAKANYA NAMA BELIAU SAYA CANTUNKAN DI INTERNET…

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
May 2017
M T W T F S S
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031