16 November 2012

Kebanggaan itu

Posted by iman under: BERBANGSA; INDONESIANA .

Chris John akhirnya memenangkan pertarungan di Marina Bay Sands, Singapura melawan petinju Thailand yang lebih muda, Chonlatarn Piriyapinyo. Ia mempertahankan gelarnya yang ke 17 kali. Walau wajahnya bengep bengep, terkena bogem mentah lawan. Chris John masih menebar senyum di konperensi pers. “ Saya ingin bertinju sampai usia 35 tahun “. Masih ada 2 tahun lagi, kita masih boleh berbangga memiliki juara dunia.
Apa yang dinamakan kebanggaan tentang Indonesia. Karena dipuji Perdana Menteri Inggris bahwa Indonesia kelak akan menjadi negara maju karena kekuatan perekonomiannya.
Tentu bukan sepak bola juga. Kita sendiri bingung antara terpuruknya prestasi juga mana yang benar atau salah. PSSI atau KPSI. Lalu liga versi mana yang sebenarnya berhak memutar roda kompetisi.

Chris John dicibirkan ketika memilih dilatih di Australia daripada dilatih pelatih dalam negeri. Dicap tidak nasionalis. Tapi Dia tetap konsisten dengan pilihannya dan hidup disiplin dalam ‘ Ausralian’s way ‘ untuk tetap mempertahankan gelarnya demi keharuman nama negaranya.
Ketika dulu saya bawa syuting untuk iklan minuman energi. Dia tidak mengeluh dibawa naik turun bukit masuk keluar hutan dengan berjalan kaki selama 2 jam di Kabupaten Manggarai, Flores. Terus terang saya bangga bisa men’direct’ seorang juara dunia. Menyuruh lari, berekspresi atau berakting sesuai kebutuhan shooting board.
Kita juga tak tahu apa perlu bangga dengan penganugrahan gelar pahlawan Sukarno dan Hatta. Dua bapak bangsa yang sekian lama sengaja ditenggalamkan reputasinya demi kebutuhan rezim orde baru.

Kebanggaan Indonesia mungkin seperti kebanggaan semu, dimana tiba tiba ada kepedihan dibalik semuanya. Sama seperti cerita para penulis barat tentang negeri Hindia Belanda dulu, penuh dengan romantisme warna warni keindahan sebuah negeri yang misterius penuh mimpi. Penuh dengan candi candi yang terpendam. Sampai tahun 1860 ketika Eduard Douwes Dekker memunculkan roman yang menggemparkan, Max Havelaar. Sebuah sisi lain tentang tanah tragik yang disembunyikan. Penuh ketidakadilan dari sistem tanam paksa.

Kebanggaan kita meluap lupa ketika Mahkamah Konstitusi membubarkan BP Migas yang dianggap bertentangan dengan semangat UUD dan cenderung pro ‘ asing ‘ dalam kontrak kerja sama hulu pertambangan. Di sisi lain kita tetap kebingungan jika ditanya soal Freeport. Berapa nilai isi perut bumi pegunungan disana. Berapa keuntungan yang masuk ke Indonesia ? Kenapa Indonesia hanya menikmati royalty 1 persen buat emas, dan 1 – 3,5 persen buat tembaga.
Dan segala kebesaran korporasi asing itu berbanding terbalik dengan kemiskinan suku suku di pedalaman. Tak jauh dari areal konsensi di Sumatera, anak anak masih sekolah dengan menyebrangi sungai, karena tidak ada jembatan.

Bagaimana dengan kebanggaan pahlawan kita, yang bertempur di Surabaya ? Berbekal senjata rampasan dari Jepang dan bambu runcing, sebagaimana kita membaca di buku buku sejarah. Bung Tomo dan para pemuda melawan tentara Inggris dan Gurkha. Sampai sekarang kita mengenangnya sebagai peristiwa heroik.
Idrus menulisnya dalam novelnya yang berjudul ‘ Surabaya ‘. Ia menjungkir balikan kesakralan peristiwa itu. Ia melukiskan pertempuran Surabaya sebagai pertempuran para bandit. Orang denga mudahnya dibunuh tanpa selidik, atas tuduhan mata mata. Perempuan Indo Belanda atau Tionghoa yang diperkosa diantara reruntuhan puing peperangan. Mereka yang sebelumnya mabuk kemerdekaan, menjadikan peluru, senjata sebagai berhala baru. Demikian Idrus menceritakan kenangan buruk itu.

Para pemuda dideskripsikan dengan revolver dan pisau terselip di pinggang, berjalan dengan pongahnya. Sesekali mengarahkan senjata ke atas dan menembak membabi buta tanpa tujuan jelas.
Bung Tomo tampil sebagai kepala pemberontak, dengan rambut gondrong dan mengenakan baju lusuh yang baunya apek, memasukan sentiment anti Tionghoa dalam pidato pidatonya.

Diam diam kebanggaan saya tergerus, tentang negeri besar yang dicita citakan Bung Karno akan membawa rakyatnya melalui jembatan emas menuju masyarakat adil makmur. Bagaimana saya percaya dengan sistem jika anggota DPR terus diberitakan sebagai pro koruptor dan memeras BUMN.
Terus terang ini mengkuatirkan jika kita sudah apatis. Tetapi jika Chris John masih optimis bertahan beberapa tahun lagi. Kenapa saya tidak ?

14 Comments so far...

Antyo Rentjoko Says:

16 November 2012 at 2:52 pm.

Saya sendiri tak paham dengan kebanggaan itu: semata karena Indonesia dan keindonesiaan adalah sesuatu yang melekati saya, sehingga cenderung chauvinistik, atau bangga karena alasan yang masuk akal?
Saya hanya punya optimisme bahwa Indonesia bisa diperbaiki, tapi hasilnya setelah saya nanti dikubur atau diperabukan. Tapi optimisme bukan sesuatu yang layak dibanggakan, to?

Sarah Says:

16 November 2012 at 3:46 pm.

semoga ada semangat untuk optimis

angki Says:

17 November 2012 at 11:43 am.

Saya bangga jika penguasa negeri ini sedikit bicara dan banyak berkorban. Namun jadi njegleg kalo sudah bebal dengan keputusan yg mereka buat berbeda dengan keinginan rakyat.

Saya bangga bisa kenal dan kopdar dengan mas Iman. Tenin.

didut Says:

17 November 2012 at 12:01 pm.

akhir2 ini merasa desperate dgn pemimpin2 di negara ini, ada secercah harapan dgn figur Jokowi, semoga di masa depan byk figur pemimpin yg benar2 bs dibanggakan

Sang Petualang Says:

18 November 2012 at 3:41 pm.

Rakyat sekarang, jauh beda dengan Rakyat dalam pergolakan masa Revolusi fisik…
Rakyat sekarang telah terninabobokan…

Bung Karno telah menujum dengan intuisi briliant inteleknya..
Yaitu :
” Perjuanganku lebih mudah, karena melawan Penjajah.. tapi Perjuanganmu akan lebih sulit, karena melawan Bangsamu sendiri..”

Dan terbukti sudah, kita sedang melawan Penjajahan new style..
Yaitu para Pelegal keuntungan dengan Korporet asing, demi kenyamanan dan kemakmuran family nya sahaja.

Ingat juga, syair dalam langgam jawa keroncong, karya Mbah Gesang…
“CAPING GUNUNG”…
Menyentuh…
Untuk Negara sebesar INDONESIA RAYA..
Dan sekaya INDONESIA…

fadhli Says:

18 November 2012 at 9:05 pm.

berdasarkan info dari seorang pelaku bisnis konsultan migas, soal kekayaan alam Indonesia yg dibilang dikuasai ama asing, sebenernya eksistensi perusahaan pertambangan asing di Indonesia menguntungkan orang Indonesia juga, klo ada proyek, profitnya itu dibagi 85% buat Indonesia dan 15% buat perusahaan asing itu. bisa kebayang berapa banyak duit yg didapat Indonesia dari satu proyek sebuah perusahaan asing aja. disisi lain, perusahaan asing bisa lebih disiplin buat pegawainya dan antisipasi buat kejadian yg tak diinginkan seperti bencana dari aktivitas tambang bisa lebih bagus. lagipula klo emang gak mau kekayaan Indonesia didominasi ama perusahaan asing, kenapa dulu dibuat kontraknya? harusnya segala aspek dipertimbangkan dulu sblum dibuat kontraknya

trus Chris John yg memilih latian di Aussie, gak salah dia, toh dari latian dia di Aussie, orang Aussie sana bisa tau klo Indonesia punya bakat besar di bidang tinju dan latian dia di negara kanguru itu bermanfaat juga buat performancenya yg sering memberikan kontribusi prestasi buat Indonesia. sama aja sih dgn orang2 industri kreatif Indonesia seperti desainer dan animator yg lebih suka kerja di luar negri tapi bisa berjaya di sana sedangkan di Indonesia karyanya bisa jadi murah.

DV Says:

19 November 2012 at 9:12 am.

Sabtu lalu saya nonton konsernya Coldplay, Mas Iman. Kebetulan grup pembukanya adalah Temper Trap, band asal Australia yang sekarang ngetop di UK dan USA. Yang istimewa, vokalis Temper Trap adalah seorang indonesian asli, Dougy Mandagi namanya.

Maka jadilah, tiap mereka selesai nyanyi saya slalu teriak (dengan dua orang Indonesia lain di samping saya) “INDONESIA” dan smua orang menoleh dan memperhatikan 🙂

Terus-terang, ke-INDONESIA-an saya justru bertambah-tambah sejak saya hidup di Australia. Tiap pagi, saya selalu meyakinkan diri bahwa salah adalah agen Indonesia dan dengan bekal itu pula saya semakin bersemangat untuk berkarya yang terbaik, karena saya berkarya bagi nama Indonesia juga.

Tulisan Anda ini berakhir dengan nada yang agak gamang, tapi justru itu membantu saya untuk menulis komentar secara benar-benar… ya benar-benar panjang :))

orbaSHIT Says:

19 November 2012 at 3:16 pm.

dari pengalaman temen yg gawe di kroya,jepun atau US, orang indo yg kerja dibeberapa negara tsb justru lebih rajin dan tekun dibanding orang domestik sana 😛 aneh khan….

edratna Says:

23 November 2012 at 6:42 am.

Semoga saya masih punya kebanggaan sebagai warga negara Indonesia…walau rasanya semakin sedih melihat situasi sekarang ini.
Tapi optimisme tetap harus dipelihara, agar kita tak terpuruk dalam apatis……

Yoyo Says:

26 November 2012 at 2:15 pm.

ROSO !!!!

boedijaeni Says:

29 November 2012 at 9:19 pm.

Jadi inget BK : Kata Soekarno : Kalau bangsa bangsa yang hidup di padang pasir yang kering dan

tandus bisa memecahkan persoalan ekonominya kenapa kita tidak?

Kenapa tidak? Coba pikirkan !

1. Kekayaan alam kita yang sudah digali dan yang belum digali, adalah

melimpah-limpah.

2. Tenaga kerjapun melimpah-limpah, di mana kita berjiwa 100 juta

manusia.

3. Rakyat indonesia sangat rajin, dan memiliki ketrampilan yang sangat

besar, Ini diakui oleh semua orang di luar negeri.

4. Rakyat memiliki jiwa Gotong-royong, dan ini dapat dipakai sebagai

dasar untuk mengumpulkan Funds and forces.

5. Ambisi daya cipta Bangsa Indonesia sangat tinggi di bidang politik

tinggi, di bidang sosial tinggi, di bidang kebudayaan tinggi, tentunya

juga di bidang ekonomi dean perdagangan.

6. Tradisi Bangsa lndonesia bukan tradisi, “tempe”. Kita di zaman

purba pernah menguasai perdagangan di seluruh Asia Tenggara,

pernah mengarungi lautan untuk berdagang sampai ke Arabia atau

Afrika atau Tiongkok.

Ayo Satria Muda Indonesia ,…. Buka Semangat Barumu untuk Ibu Pertiwi.

morishige Says:

16 December 2012 at 1:49 pm.

saya sih nggak ngerti kebanggan macam apa yang tersisa dalam diri masyarakat Indonesia. yang jelas kebanggaan itu bukan jenis yang produktif sebab sampai sekarang Indonesia ya begini-begini saja; pejabatnya sibuk memperkaya diri dan foya-foya, rakyatnya yang kelas menengah juga ikutan para pejabat. sibuk mematut-matut diri beli gadget mahal.

kita cuma sekedar bangga Indonesia punya alam yang elok, sumber daya melimpah, dan budaya yang kaya. tapi yang tercermin sekarang, kita nggak ngerti harus melakukan apa dengan itu semua.

LMRoadWarrior Says:

28 December 2012 at 10:27 am.

“Proud to be an Indonesian” is a contradition in terms. ’nuff said

theo Says:

12 February 2013 at 9:39 am.

crish john petinju berkelas. dia tau apa yang harus dilakukan untuk menjatuhkan lawannya. great works.

Toko Bunga Online

Leave a Reply

*

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life


Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner
October 2018
M T W T F S S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031