Apa Kabar Obama

Barang kali memang tidak ada kepala negara selain Amerika Serikat yang begitu menyita perhatian dalam kunjungannya ke Indonesia. Tentu saja Barack Obama yang bisa membuat Presiden Austria ‘tenggelam’ di hari yang sama kunjungannya ke Indonesia.
Sejarah Indonesia sejak perang kemerdekaan memang susah untuk dilepaskan dari Amerika, terutama urusan dengan komunisme dan perang dingin. Selalu timbul tenggelam. Amerika jadi ogah ogahan membela sekutunya Belanda, karena negara muda ini sudah menunjukan keberpihakannya menumpas pemberontakan komunis di Madiun 1948. Amerika juga mati matian berusaha agar Indonesia tidak jatuh ke tangan komunis dalam periode selanjutnya.
Armada VII Amerika sudah lepas jangkar di perairan Riau sambil mendrop persenjataan untuk pemberontak PRRI yang jelas mengangkat senjata terhadap Jakarta yang dianggap pro komunis.

Presiden Soekarno yang awalnya kesal karena Presiden Einshower selalu merecoki urusan dalam negeri Indonesia dengan membantu pemberontak PRRI – Permesta, mendadak berubah pikiran pada masa pemerintahan Kennedy. Presiden ini memang tahu cara mengambil hati Soekarno. Berbeda dengan sebelumnya, dimana Soekarno hanya disambut di Gedung Putih. Kali ini Presiden Kennedy menjemputnya di lapangan terbang.
Mereka berdua sangat cocok dalam pemikiran. Mereka juga sama sama menyukai keindahan – wanita – khususnya. Presiden Indonesia ini diajak ke pabrik Lockeed, untuk melihat dan boleh membeli pesawat angkut C 130 Hercules yang saat itu masih gress dari pabrik. Padahal sekutu Amerika lainnya masih jarang memiliki pesawat jenis ini.

Tentu saja Bung Karno sangat terkesan, dan memerintahkan team arsitek khusus untuk membangun sebuah paviliun khusus di lingkungan Istana, untuk tempat tinggal Presiden Kennedy yang berjanji akan berkunjung ke Indonesia. Sayang paviliun itu tak pernah disinggahi Kennedy karena terlanjur terbunuh di Dallas.
Dalam memoarnya Bung Karno pernah mengatakan,
“ Seandainya Presiden Kennedy tidak terbunuh, pasti hubungan kedua negara ini akan jauh lebih baik “.
Selanjutnya sejarah menuliskan Soekarno dengan berapi api meneriakan ‘ Go to hell with your aid ‘.

Kepentingan Amerika tak pernah hilang. Pihak sana ditenggarai memiliki peran dalam penghancuran sel sel komunis di Indonesia menjelang kejatuhan rezim orde lama. Entah kebetulan, nama operasi rahasia CIA di Chili memakai nama ‘ Operation Jakarta’, awal tahun 70 an. Allende, presiden Chili sama seperti Bung Karno. Kekiri kirian, dan penggantinya, Pinochet juga Jenderal seperti Soeharto.

Era pembukaan negeri ini memang dimulai sejak orde baru berkuasa, denga Amerika mengambil porsi terbesar. Freeport dan penguasaan hasil bumi lainnya menjadi salah satu kesempatan emas. Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Menko Perekonomian memasang iklan besar .
Sebuah iklan mengenai ‘ Republic of Indonesia ‘ pada tanggal 17 January 1969 di harian New York Times, Amerika Serikat. Dalam iklan itu ditulis murahnya harga buruh sebagai salah satu daya pemikat modal investasi asing. Kemudian ada juga pemanis, mengatakan sebagai salah satu negara di muka bumi yang sangat kaya dengan cadangan alamnya. We’re still not sure exactly how rich, only 5 % our country has been geologically prospected.
Padahal Bung Karno pada masa lalu tidak mengijinkan perusahaan minyak Caltex untuk membuka semua ladang eksplorasi, dengan alasan menunggu Indonesia memiliki insinyur insinyur sendiri.

Masa berganti masa, tahun berganti tahun. Obama mungkin tidak melihat Indonesia sebagai bunga manis lagi. Perang dingin sudah usai. Minyak Indonesia sudah habis, dan posisi percaturan politik Indonesia tidak begitu disegani seperti jaman Bung Karno. Dengan Malaysia saja Indonesia keteteran.
Kenangan masa kecil Obama sering dikatakan sebagai pengikat hubungan kedua negara. Ya, tidak juga. Amerika lebih pragmatis melihat hubungan ini. Bolak balik Obama gagal datang jelas menjelaskan itu. Sementara kita GeEr dalam menyikapi. Jelas Amerika lebih mementingkan India atau Cina dengan untuk pasarnya. Posisi sebagai negara mayoritas Islam terbesar juga tidak ada imbasnya. Amerika lebih suka berbicara dengan Pakistan misalnya. Lihat saja pesan pertama Obama terhadap dunia Islam, justru dilakukan di Cairo. Bukan di Indonesia.

Jadi kunjungan Obama mestinya juga jangan berlebihan dianggap sebuah era baru hubungan kedua negara. Walau dalam email pengantar undangan pidato Obama di Universitas Indonesia ditulis begitu. Dia memang dipersepsikan menyuarakan mimpi Amerika dan harapan. Tapi bukankah kita memiliki mimpi sendiri. Jangan jangan saya menyambutnya dengan berlebihan. Rela pagi pagi buta jam 5 subuh sudah berada di Parkir Timur Senayan, untuk sama sama undangan lainnya naik bis ke UI. Karena selain dilarang membawa tas, payung, memang tidak boleh membawa kendaraan pribadi ke kampus Depok. Padahal pidatonya dimulai jam 10 pagi, dan kita juga tak boleh membawa makanan juga untuk mengganjal perut dari pagi.
Ya, saya rela membela semuanya itu demi Obama. Siapa tahu, dia membalas lambaian saya di depok. Kalau sudah begini, salah siapa menganggap Obama superstar ?

You Might Also Like

26 Comments

  • Pitra
    November 9, 2010 at 8:10 pm

    Saya pribadi tidak mengganggap Obama sebagai superstar. Seakan-akan kedatangannya ke Jakarta bisa mengubah segalanya. Saya sendiri tidak melihatnya berbeda dengan kepala negara lainnya yang datang ke Indonesia. Buat saya, kalau dia belum memberikan apa-apa untuk negeri ini, kenapa dia harus mendapat perlakuan yang beda? Bedanya ia pernah menjalankan masa kecilnya di sini, itu saja. Tidak lebih, dan tidak ada yang spesial dari itu.

    Namun hihihi kalau ada kesempatan bertemu besok pagi – idem dengan Mas Iman – harus bangun pagi-pagi buta ke Senayan lalu naik bus ramai2 sambil mengganjal lapar, ya kenapa tidak? Nggak berbeda jika saya diberi kesempatan untuk bisa ngobrol dengan seorang Bono atau seorang seleb lain. Bukannya kesempatan ini bisa jadi hanya sekali seumur hidup? Untung saja kita masih diberi kesempatan untuk membawa kamera, sehingga ada sesuatu yang bisa saya dapatkan setelah acara berakhir. Kalau tidak boleh, hihihi, mungkin saya langsung bilang pass saja dari awal.

  • arya
    November 9, 2010 at 8:13 pm

    kita memang gampang GR. merasa penting. padahal ya belum tentu :p

  • jensen99
    November 9, 2010 at 8:24 pm

    Dulu jaman Kennedy, Soekarno bisa dapet 1 skadron Hercules seri B karena dituker dengan Allen Pope. Sekarang ini, apa tidak ada kepentingan Amerika sama sekali yang bisa kita manfaatkan tuk ditukar dengan 1 skadron Hercules seri J ya? Lagi banyak bencana gini kita butuh banyak pesawat angkut…

  • Chic
    November 10, 2010 at 9:09 am

    ah ga dikasih ijin ikut ke UI 🙁

  • Moh Arif Widarto
    November 10, 2010 at 2:07 pm

    Ketika di milis alumni sekolah menengah saya dikirimkan info bahwa ada jatah untuk hadir dan yang berminat supaya daftar, saya tidak daftar. Mungkin nanti bisa lihat siaran ulang dari stasiun televisi atau cari videonya di youtube. Itu pun jika sempat 🙂

    Saya justru kasihan melihat Presiden Austria yang diterima di Istana pada saat karpet merah sedang digelari. Sudah begitu, alat penerjemah untuk Presiden Austria juga bermasalah. Hmm… tamu sebaiknya dimuliakan. Sama-sama tamu dari negara sahabat, apabila diberi perlakuan berbeda mbok ya diterima di tempat yang berbeda sekalian agar tidak melihat persiapan penyambutan yang seperti itu.

  • mawi wijna
    November 11, 2010 at 8:59 am

    Obama itu ke Indonesia cuma mampir sebentar, nengok ‘kampungnya’ dulu :p

  • ajengkol
    November 11, 2010 at 10:13 am

    *KOmen dari HP error melulu kenapa yah mas ?*

    Postingan yah saya tunggu secara tidak bisa hadir ndengerin pidatonya Obama karena UI Salemba tidak diliburkan hehehe makasih

  • lady
    November 11, 2010 at 2:45 pm

    paling2 obama ke indonesia hanyalah sebuah simbolis. rakyat indonesia sudah kenyang dengan dengan simbol2, melainkan sikap nyata dari obama/amerika untuk kebaikan indonesia, khususnya umat islam.

  • sewa mobil
    November 11, 2010 at 4:09 pm

    salam kenal

  • DV
    November 11, 2010 at 5:39 pm

    Yang hebat malah Indonesia, Mas… karena kok ya mau-maunya Obama bela-belain maen ke Jakarta 🙂

  • Ipul Anwar
    November 11, 2010 at 10:22 pm

    @ajengkol,
    ini saya komen der BB gpp, koneksinya kali.. 🙂

  • giyan
    November 12, 2010 at 12:43 am

    gak ada makan siang gratis…

  • yoshife
    November 12, 2010 at 10:26 am

    kedatangan obama mungkin tidak langsung berpengaruh banyak secara nyata dalam realisasi perdagangan atau pertukaran pelajar seperti yang dia bilang. tapi kehadiran dia sebagai simbol keberhasilan kulit hitam di amerika yang kebetulan juga bisa bahasa indonesia adalah sebuah hal yang penting bagi individu2 di indonesia, sebagai motivator. setidaknya lebih dapat memberi inspirasi kepada saya dibandingan presiden RI saat ini.

  • orbaSHIT
    November 12, 2010 at 1:20 pm

    oleh-oleh ? ada tuh 24 unit F-16 C/D (blok 32) skarang lagi nego alot antara kemenhan dan anggota HEWAN/DPR, untuk paket hibah ini indo cuman modalin biaya retrofitnya ajah…kalo jadi maka akan ada 2 skwadron workhorses (10 F-16 A/B yang sudah ada juga akan diretrofit+oleh2x=34 !) mudah-mudahan lancar…

  • Sarah
    November 12, 2010 at 1:24 pm

    pengen ikut liat Pudato Obama di UI, sepertinya seru disana

  • boyin
    November 12, 2010 at 4:09 pm

    kapan punya presiden kayak Obama, dulu ada yg mirip2 cuman rada gak fit kondisinya

  • kw
    November 13, 2010 at 12:11 pm

    wah mas ga ikutan salaman? 🙂

  • martadewa
    November 14, 2010 at 7:55 am

    salam kenal mas. jadi tahu deh kenapa bung Karno ga suka Amerika. Lha wong temennya dibunuh… jadi merindukan sosok pemimpin yang benar2 seorang pemimpin.

  • lilliperry
    November 14, 2010 at 12:37 pm

    Indonesia memang kagetan, kaget didatangi presiden Amerika *padahal kan itu kunjungan yg tertunda*, spti Indonesia dikunjungi oleh kepala negara sahabat lain. Tapi ya, euforia karena Obama pernah di Indonesia dan seorang minoritas sedikit banyak berpengaruh untuk membuat kedatangannya disambut ‘beda’.

    pengaruhnya ke saya… telat kantor karena obama. hihihihi

  • erikmarangga
    November 15, 2010 at 9:20 am

    sejak awal saya sudah malu melihat euforia pemerintah dan masyarakat kita dlm mnyambut obama. saya jadi nyesel nulis skripsi saya tentang obama:)

  • zammy
    November 17, 2010 at 6:36 pm

    Obama cuma berpidato, sambutannya begitu istimewa. Presiden Austria datang membawa investor, disambut “biasa aja”. 😀

    Btw, jadi inget semboyan orang-orang India: belajar giat, jadilah pintar, lalu pergi ke Amerika (dan jadi warga negaranya).

    hehehe.

  • edratna
    November 18, 2010 at 9:42 am

    Salaman nggak mas, sama Obama?

    Bagaimanapun, saya suka gaya pidato Obama yang tanpa teks, to the point.
    Apapun kita harus berpikir positif, Obama ke sini pasti karena karena ada nilai lebih Indonesia…tinggal kita sebagai bangsa Indonesia bagaimana menyikapinya….

  • Luluk
    November 29, 2010 at 12:46 am

    Makasih Mas, postingan dengan informasi latar belakang yang bagus. Soal Obama dan Indonesia? Orang Indonesia (maaf) maish bermental terjajah….Kenapa musti menunggu Obama ke Indonesia? Apa kita butuh Obama? Saya percaya Indonesia bisa maju sendiri secara mandiri, kalau kita mau 🙂

  • ichanx
    December 9, 2010 at 5:49 am

    bagaimanapun indonesia penting buat obama -dan negaranya-. setoran dari freeport (yg merampok indonesia secara legal) kan gede banget… belum perusahaan2 tambang/minyak lainnya 🙂

  • Mandailing Natal
    February 9, 2011 at 2:40 pm

    syukurlah aku bukan makheluk yang ikut senang datangnya obama 😛 keke

Leave a Reply

*