Selamat Datang
Selamat datang di rumah saya. Sederhana dan memang mencolok warna catnya. Ini adalah sebuah rumah yang berisi kumpulan gagasan, ide, harapan serta jurnal harian. Tidak penting dan sekadar remah remah kehidupan. Saya menikmati hidup ini mencintai setiap pojok dan lekuk negeri ini. Membayangkan betapa sang Khalik menciptakan negeri ini dengan senyum. Tiada yang lebih indah daripada menyaksikan matahari terbit di puncak bromo atau melihat sejuta bintang bertaburan malam hari di papua. Apa yang bisa menandingi sunset di teluk tomini dan refleksi horizon jingga ungu di teluk banda naira. Siapa yang bisa mengalahkan nikmatnya makan ikan ekor kuning bersama nelayan kepulauan seribu atau kopi jagung dari desa di pulau alor, Nusa Tenggara Timur.
Saya adalah pekerja seni. Menjadi sutradara film iklan, dokumenter. Pernah juga mengerjakan sinetron ftv – hanya kapok – dan musik klip . Kebetulan saya menjadi Ketua Asosiasi Pekerja Film Iklan Indonesia. Disela sela kesibukan, masih menulis artikel gaya hidup, perjalanan, pariwisata , underwater topics dan tentu saja film untuk beberapa majalah. Juga menyiapkan layar lebar saya yang tidak pernah jadi jadi. Kadang saya memberikan workshop mengenai film iklan dan photography bawah laut. Sangat suka membaca. Apa saja dibaca, mulai dari kolom olahraga, cerpen, puisi, sastra Indonesia, budaya, sosial politik dan biography tokoh.
Anehnya saya lebih menyukai sejarah dan selalu mencari jawaban atas lubang lubang sejarah bangsa ini. Ini bukan masalah siapa benar atau salah. Biarlah waktu yang membuktikan. Dengan sejarah justru kita akan mengenal diri kita sendiri.
Saat ini saya mendirikan sebuah rumah produksi film bersama Paquita Widjaya dan Lance di bilangan Kemang Timur, Jakarta Selatan. Berharap banyak bahwa film bisa menjadi sebuah pencerahan bagi bangsanya. Sesedikit apapun. Menjadi gambaran sebuah peradaban.
Selamat datang di rumah saya. Semoga rumah ini bisa menawarkan segelas air. Air minum gagasan dari oase kehidupan. Walau hanya seteguk. Mari !
Iman Brotoseno
imanbrotoseno@gmail.com
Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...



