5 January 2009

Tentang Palestina

Posted by iman under: LUAR NEGERI .

Nama saya Sayed. Saya bukan druze, Hisbullah, Hamas, PLO atau komunis. Saya adalah Kristen Palestina. Saya telah berjuang bersama Nasrallah dari Hisbullah sejak saya kecil. Melempar tank tank Israel dengan batu dan menyusupkan pesan pesan panglima kepada pejuang kami di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Orang tua saya terbunuh di kamp Sabra dan Shatila , dua puluh delapan tahun lalu. Kata kakek saya mayat mereka begitu menyedihkan. Kapak dan pisau kaum Falangis telah memenggalnya.

Lihat sejarah yang pernah ditulis tentang pembantaian itu. Pada tanggal 23 Agustus 1982, Bashir Gemayel salah seorang pemimpin Kristen Maronit terpilih menjadi presiden Lebanon. Ia harus menjembatani kelompok Falangis – faksi milisi Kristen – yang terbagi dua kubu. Memihak Israel dan disatu sisi memilih Suriah.
Bashir Gemayel menolak tekanan Israel dan tidak memberikan kuasa kepada tentara Israel untuk menyerahkan gerilyawan Palestina yang bermukim di Lebanon. Hingga tak berapa lama sebuah bom membunuhnya.
Kelompok Muslim dan Palestina menyangkal terlibat dalam kejadian ini. Sementara Isreal mempersalahkan Palestina. Ini membuat kelompok Falangis kembali bersatu dan mencurigai Palestina. Walau banyak pihak percaya justru agen Mossad berada di balik pembunuhan Presiden Lebanon ini.

15 September 1982. Israel memasuki Beirut barat, dan membunuh ratusan orang. Mereka lalu mengundang faksi Falangis – yang emosinal – untuk memasuki kamp pengungsi Sabra dan Shatila yang berisi pengungsi Palestina, dengan alasan mencari gerilyawan Palestina dan menyerahkan kepada Israel. Kelompok yang dipimpin Eli Hobeika selama 3 hari melakukan pembantaian yang mengerikan. Tentara Israel menutup seluruh jalan pintu keluar masuk kamp, dan terus menembakan peluru suar sepanjang malam. Mereka juga aktif menembaki dan mengebom kamp yang tak berdaya ini. Tidak satupun gerilyawan tertangkap atau diserahkan kepada Israel.

Justru penduduk sipil, wanita dan anak anak yang terbantai. Sebagian dengan tubuh terbelah belah. BBC mencatat 700 – 800 orang tewas. Dalam bukunya yang diterbitkan segera setelah pembantaian itu, wartawan Israel, Amnon Kapeliouk dari Le Monde Diplomatique, menyimpulkan sekitar 2.000 jenazah yang disingkirkan oleh para Falangis itu sendiri setelah pembantaian itu.

Saya selalu teringat itu, dan jauh sebuah negeri yang dinamakan Indonesia pernah mengalami masa heroik perjuangan merebut kemerdekaan. Devide it impera, politik memecah Israel mungkin terdengar biasa seperti yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda atau penjajah dimana mana. Menggunakan tentara Marsose asal ambon, manado, Jawa dan Bali untuk menggempur pejuang pejuang militan negeri ini. Mulai pengkhianatan Panglima Tibang atau Pang Lao dalam perang Aceh, sampai menggunakan Aru Palaka untuk menundukan kerajaan Gowa di Sulawesi.

Ini bukan masalah agama pada akhirnya. Beruntung sejarah kemerdekaan negeri Indonesia itu tak pernah terdengar pertikaian Kristen – Islam atau Ambon melawan Jawa. Lebih banyak pejuang pejuang nasionalis dan heroik datang dari Minahasa, Ambon, Batak atau Bali.
Selalu ada sentimen sentimen etnik , agama yang dapat dipakai sebagai sekutu oleh penjajah. Nazi memakai etnik Kroasia untuk menjadi garda depannya mengejar tentara partisan Yugoslavia yang didonimasi Serbia.

Saya adalah Sayed. Kristen Palestina. Selain mayoritas Muslim, Palestina juga terdiri dari pejuang pejuang Kristen. Bahkan George Habbash – pimpinan PLO dari faksi garis keras Kristen Marxist – sebagai orang yang paling dicari cari Israel selain Yaser Arafat.
Kami adalah Palestina. Bukan bangsa Arab atau Bangsa Yahudi. Jumlah penduduk Kristen di tanah suci ini justru terbanyak di Palestina. Bukan di Lebanon.

Pemimpin kami, Abu Ammar, kerap dikenal sebagai Yaser Arafat – yang istrinya seorang Kristen – menepis anggapan bahwa perjuangan Palestina melawan kolonialisme Israel adalah perang agama. Ini perjuangan kemerdekaan suatu bangsa yang mengimpikan memiliki Negara yang merdeka dan berdaulat.
Bahkan Juru bicara pertama kami di Perserikatan Bangsa Bangsa, Hanan Asrawi seorang diplomat Kristen yang tangguh.

Saya tak pernah menerima bahwa negeri kami lahir dari kompromi. Negeri kami semestinya lahir atas persamaan nasib. Bukan kompromi yang diangkat menjadi doktrin Negara.
Politik Israel selalu ingin memisahkan bangsa Palestina. Mereka ingin Kristen Palestina dan Muslim Palestina memiliki sikap yang berbeda. Dan ini tidak akan terjadi karena rakyat Palestian selalu bersatu. Kaum Muslimin dan Kristen di Palestina, khususnya di Jerussalem, adalah seperti satu keluarga sejak masuknya Islam ke Palestina,

Lihat saja Uskup Atalla, dari Gereja Orthodok di Jerussalem , mendukung aksi syahid yang dilakukan pejuang Palestina. Bahkan ia menegaskan bahwa aksi syahid itu bukanlah terorisme.
Saya Sayed bangsa Palestina menangis terharu mendengar uskup berkata “ Bila pejuangan kemerdekaan itu dianggap sebagai terorisme, maka sayalah teroris yang paling pertama,” katanya. Menurutnya, siapapun yang berkunjung dan menyaksikan penderitaan rakyat Palestina akan bisa memahami latar belakang atau motivasi yang mendorong para pejuang melakukan aksi syahid.

Saya tak tahu apakah masih ada harapan melawan Israel yang konon dianggap bangsa pilihan Tuhan menurut kitab kitab Taurat. Ini juga bukan Daud yahudi melawan Goliath dari Filistin. Ini adalah sebuah jejak. Jejak penindasan atas hak hak kemerdekaan negeri kami.
Kami tidak membutuhkan mati syahid menurut cara bangsa lain. Kami akan memenangkan pertempuran dengan cara kami sendiri, Cara syahid bangsa Palestina.
Saya adalah Sayed. Saya bangga menjadi Palestina yang utuh.

116 Comments so far...

pecintalangit Says:

5 January 2009 at 9:04 pm.

Balian of Ibelin: What is Jerusslaem worth?

Salahuddin : Nothing… everything!

– Kingdom of Heaven–

astrid savitri Says:

5 January 2009 at 9:29 pm.

Buat saya ini adalah politik vendetta. Agak tribalis dan primitif kedengarannya, tetapi ini memang politik pembalasan antarsuku. Maka masalahnya ada pada persoalan identitas. Jika sdh bicara ttg identitas suatu bangsa, atau kelompok, kita tahu individu lumat. Tidak ada lagi Sayed islam atau Sayed kristen, yg ada adalah penindas Palestina. Tidak ada lagi iman brotoseno atau iman bukan brotoseno, yg ada org Indonesia. Memang identitas adalah sesuatu yg nisacya, sulit bertindak tanpa membayangkan bhw sesuatu yg kita hadapi teridentifikasi dlm suatu klasifikasi tertentu atau mengacu pd referensi tertentu.

(Maaf, kalau komentar saya kepanjangan..bukan bermaksud membikin postingan di sini lho)

Hannibal Says:

5 January 2009 at 10:00 pm.

postingan unik,
melihat dari sisi Kristen, padahal gegap gempita di Indonesia melihat persoalan Palestina sebagai perang Islam melawan Israel

ilham saibi Says:

5 January 2009 at 10:29 pm.

keren om.., melihat palestina dari sisi yang selama ini menurutku malah gak ada, sisi masyarakat kristen. salut

myblog4famouser.com Says:

5 January 2009 at 10:31 pm.

saya kurang tahu apa yang israel inginkan dari palestina.

ciwir Says:

5 January 2009 at 10:32 pm.

betul sekali bung iman. bahwa perang israel vs palestina adalah perang kepentingan, bukan perang agama. saya melihat kepentingan israel dan amerika thd tanah jazirah arab yang kaya sumberdaya minyak bumi. sejarah berbicara, bahwa israel pernah menyerang mesir, suriah, lebanon. terakhir mereka telah meluluhlantakkan iraq lewat tangan amreka (nabok nyilih tangan).
penguasaan atas palestina adalah dalam rangka mencari wilayah. kitab2 pernah menjelaskan bahwa bangsa yahudi selalu terusir, ini sudah terjadi sejak jamannya nabi2 sebelum Muhammad SAW. kitab taurat memang benar [krn memang wahyu Kanjeng Gusti ALLAH]., bahwa bangsa yahudi adalah bangsa pilihan., namun mereka juga bukan bangsa yang sempurna, karena mereka adalah bangsa yg selalu diusir dari mana-mana.

[seperti astrid savitri, saya juga minta maap kalo komenntnya panjang. bukan maksud hati bikin postingan di blog sampeyan]

zen Says:

5 January 2009 at 10:36 pm.

Di India, yang juga diguncang konflik agama, unsur yang coba disekutukan hanyalah agama (Hindu) dan negara, tidak membawa-bawa ras karena di sana fragmentasi rasnya beragam, bahkan di antara sesama pemeluk Hindu (ada Arya juga Dravida).

Pemerintah Israel berbahaya sedari awalnya karena ia dibangun berdasar persekutuan antara negara, agama dan ras. Negara dibayangkan hanya oleh dan untuk bangsa Israel, dengan agama tunggal Yahudi. Jangan heran jika siapa saja yang berdarah Yahudi otomatis bisa menjadi warga negara Israel. Inilah apartheid ala Zionis. Bayangkan saja, seorang Yahudi-Arab –biasa disebut Mezrahi– yang ingin menjadi warga Israel dulu harus disemprot cairan DDT lebih dulu guna mengusir kuman2, beda jika dia Yahudi-Eropa atau biasa disebut Ashkenazi.

Kunci untuk mengurangi watak despotik dan rasis pemerintahan Israel adalah dengan mengubah struktur pemahaman identitas bahwa negara Israel sama dengan Yahudi. Dengan itu, orang-orang non-Yahudi (misale Arab) dan bkn penganut Taurat (muslim atau kristen) dianggap setara di Israel. Tapi ini sesuatu yang rumit, untuk tak menyebutnya mustahil, karena sama saja merombak total dasar penciptaan negara Israel modern. Sebab, jika pilihan itu diambil, lama-lama seantero wilayah Israel akan penuh dengan orang-orang Arab dan dengan demikian mereka akan menjadi minoritas di negaranya sendiri.

Ini sama saja dengan jilid baru dari versi lama keterpencaran (diaspora) bangsa Israel. Jelas mereka gak mau!

*ini naskah terbaikmu dalam beberapa waktu terakhir, sam*

omoshiroi_ Says:

5 January 2009 at 11:00 pm.

.. .. .. ..

^stlh bca komen-komen sbelume, jd ga PD bwat bkomentar^

didut Says:

6 January 2009 at 12:04 am.

saya dari dulu berusaha memahami kenapa ada perang ini dan sampai sekarang belum menemukan jawabannya

teguh ™ Says:

6 January 2009 at 12:48 am.

@didut, ndak usah dipahami di. bkin pusing kepala saja..kita lebih baik berdoa.. dan terus berdoa
agar sengketa ini segera selesai

btw buat mas iman. thanks unt tambahan infonya

danalingga Says:

6 January 2009 at 12:58 am.

Ah, iya, ternyata memang tentang kemerdekaan.

meong Says:

6 January 2009 at 1:02 am.

sudah lama saya mengikuti diskusi ttg yahudi, zionisme, palestina, dan pernak perniknya d blognya geddoe, sora9n, & jensen. saya sgt se7, bhw israel-palestina, adl sgt picik kl d kaitkan dg sentimen keagamaan. d blognya wadehel, pernah saya lelah meladeni omongan bigot2 spt itu. emosi, marah, sedih krn ini adl tragedi kemanusiaan kok d kaitkan dg agama scr sempit.
err..dlm kontex skrg, kok jd inget confessions of economic hitman. :p

meong Says:

6 January 2009 at 1:05 am.

oia, @zen, jd inget. jd d bedakan antara yahudi, israel & zionis. sering orang menggeneralisasi salah kaprah.

btw m.iman ga minat jd pengajar utk materi sejarah? aku du2k plg depan & jd murid yg plg rajin deh :mrgreen:

genthokelir Says:

6 January 2009 at 3:19 am.

saya baru terbukakan secara fakta dengan tulisan mas Iman yang ini walau sebenarnya saya juga selalu terbeliak melihat fakta fakta sejarah yang sering mas Iman postingkan
sepengetahuan saya nggak sejauh ini
namun kini saya juga mulai mengerti dan semakin jelas jika perang tersebut sebenarnya hanyalah perang karena sebuah kepentingan bukan SARA
makasih mas
eh kapan mau ke gunung kelir

Wedus Etawa Says:

6 January 2009 at 3:21 am.

kalo sempat ke Gunung kelir kami merasa berterima kasih sebelumnya karena mungkin mas Iman akan membawa dampak positif untuk masyarakat di seputaran goa seplawan

kyai slamet Says:

6 January 2009 at 3:26 am.

manggut-manggut mbaca postingan njenengan dan komennya zen

mantan kyai Says:

6 January 2009 at 3:54 am.

pokoknya fuck israel *komen sambil minum koka kola* entahlah.

Donny Verdian Says:

6 January 2009 at 5:17 am.

Sumpah! Saya ingin mereka yang demo atas nama agama dan membela partai agama di tanah air membaca tulisan ini dengan khusuk. Ini tulisan yg sangat berharga, Mas…

Epat Says:

6 January 2009 at 6:09 am.

Ini mencerahkan….

leksa Says:

6 January 2009 at 7:14 am.

saya jadi berpikir seandainya sepetak tanah itu tidak ada,..
atau mendadak amblas ke dalam bumi,..
apa yg terjadi kemudian?

….

seperti Tsunami yang melahap Aceh dan akhirnya meredam sebuah konflik *yg sebenarnya berfilosofi kemerdekaan atas penjajahan lalu di/tertransformasi oleh paradigma kesukuan*

angki Says:

6 January 2009 at 7:31 am.

Islam begitu indah dan sempurna.
Islam MELINDUNGI setiap orang baik yang berjalan di atas bumi
tapi apabila Islam diperangi, seperti halnya yahudi yang akan terus lakukan sampai akhir jaman, dan sampai pada kondisi perang, maka TEBAS BATANG LEHER MEREKA (yang memerangi Islam).

evi Says:

6 January 2009 at 10:01 am.

suwun Mas. jadi sedikit agak mudeng, selama ini puyeng hehehe…. :)

nengjeni Says:

6 January 2009 at 10:08 am.

apa pun alasannya, yang paling seneng atas semua perang di bumi adalah para pedagang senjata itu ya, mas… jangan2 malah mereka yang menghembus-hembuskan isunya… :D

Chic Says:

6 January 2009 at 10:10 am.

yang jelas, sampai sekarang saya tidak pernah mengerti maksudnya sampe ada perang dan saling mneyerang… terjadi dimana pun itu…
*sigh*

Yoga Says:

6 January 2009 at 10:55 am.

Tulisan ini mestinya tak berhenti di media blog saja mas Iman. Mesti dibaca orang banyak yang lebih luas. Koran, mas, kirim ke koran.

edratna Says:

6 January 2009 at 12:15 pm.

Peperangan selalu menyesakkan dan menyedihkan, terutama bagi penduduk sipil, bagi orang yang sudah tua dan anak-anak.

pemuja keadilan Says:

6 January 2009 at 12:25 pm.

matur suwun mas iman,akhirnya sampeyan sudi dan berkenan bikin postingan ttg palestina vs israel.

Nika Says:

6 January 2009 at 12:26 pm.

Artikel yg bgs om.

Nika Says:

6 January 2009 at 12:34 pm.

Kata temen saya Dydy, mgkn kt islam, kristen, atau yahudi tp yg plg mula kita adalah manusia! Dan itu yg harus dicamkan.

kian Says:

6 January 2009 at 1:29 pm.

thx tulisane om imam…lumayan mengerti…

ahh andai bisa di reset dari nol..(kiamat domz ya)..hihih

hedi Says:

6 January 2009 at 1:44 pm.

post yang nendang, mas. sampeyan milih angle yg pas.
apapun, ketika konflik itu masuk ke ranah Indonesia maka di sini jadi agama berpolitik. maka nggak heran, PKS aktif menggalang demo. maklum, ini jelang pemilu. :D

ebeSS Says:

6 January 2009 at 3:05 pm.

wah kedisikan cak hedi . . . :P
tulisan yang kuat mengingatkan pada nostalgia kawan2 ansor, fatayat tahun 60 – 70an di malang
se anak2 itu mereka sudah dengan tegas mengatakan keagamaannya yang fanatik
kami semua memang mengagumi kakak2 yang aktivis ansor dan fatayat
sikap mereka meyakinkan ke kanak2an kami, dan sayapun tergiring untuk ikut menyatakan
bahwa sayapun akan menjadi orang indonesia yang kristen fanatis . . . .
libur lebaran kemarin serasa pendek untuk nongkrong bareng
tapi sms tahun baru kemarin terasa lebih singkat lagi . . .
dengan hamas vs israel, mereka lebih meramaikan gus dur vs cak imin . .
fanatisme memang seharusnya, tetapi tidak buta . . . tetapi penuh persahabatan dan kasih

Koen Says:

6 January 2009 at 3:30 pm.

Dan tentu, memang salah satu dusta yang sering diumbar adalah bahwa ini perang agama, perang dari kaum Yahudi yang tertindas berabad2, kemudian mencapai kemenangan membentuk negara. Minimal publik Amerika percaya versi ini. Tak ada yang ingat bahwa tentara Romawilah (pagan?) yang dulu membubarkan Israel raya dan membunuhi penduduknya serta menceraiberaikan sisanya ke seluruh muka bumi. Baru setelah khalifah2 mengambil Palestina dari Romawi, penindasan penguasa relatif berkurang; biarpun kekhalifahan2 itu seringkali tidak mampu menegakkan hukum di wilayah yang luas (masih ada perampokan, penindasan lokal, tapi ini terjadi di mana pun masa itu). Penjajahan Eropa berhasil mematahkan kekhalifahan yang lapuk. Tapi pada saat orang Eropa pergi, mereka membentuk & meninggalkan state of israel: dan mengisinya dengan para migran dari Eropa yang tak hendak beradaptasi di tanah yang baru itu. Itu baru puluhan tahun yang lalu, bukan ratusan tahun lalu. Tapi kita manusia beradab: mestinya bisa mencari jalan selain harus mengusir kembali migran ilegal itu. Sayangnya kita manusia biasa: suka tak mudah mencari jalan yang mudah. Maka saling bunuh harus terus berlangsung.
Tapi nama julukan bagi Yassir Arafat bukan Abu Nidal. Abu Nidal adalah tokoh yang berbeda.

Charles Sidabutar Says:

6 January 2009 at 4:11 pm.

Mulai kelihatan sekarang tabiat penakutnya orang orang diluar islam, yang dari awal awal hari sudah menyatakan bahwa perang ini bukan perang agama, hanya untuk melindungi kepentinganya dan takut di perangi balik, berbalik 180 derajat tabiat mereka ini sungguh sangat menjijikan, di publik luas mereka gembar gembor menghasut pemerintah SBY untuk menyatakan bahwa perang ini bukan perang agama sementara mereka dibelakang meyakini keyakinan agama mereka untuk terus mendukung keberadaan yahudi sebagai bangsa yang dipilih dan dijanjikan, sehingga apapun tindakan yahudi mereka dukung mati matian!, Pikirkanlah kalian para pecundang yang tak bernyali….dan takut mati bahwa perang ini adalah perang mempertahankan Akidah agama dan pembebasan Al aqso kiblat pertama umat islam

iman brotoseno Says:

6 January 2009 at 4:44 pm.

koencoro,
ya..terima kasih koreksinya..Abu Ammar maksud saya

Kardjo Says:

6 January 2009 at 10:50 pm.

duhhh kang iman… kapan ya bangsa kita bisa sedikit lebih cerdas dalam memilah isu kemanusiaan dengan isu agama?
mengapa seringkali (di indonesia) kristen disamakan dengan yahudi?

*puyeng* gak nutut mikirnya..

ketika ada perang, yang kebetulan melibatkan pihak islam sebagai inferior dan bermusuhan dengan pihak non-islam yang lebih superior, di negeri kita ini langsung bergejolak. Namun ketika sebaliknya, saat terjadi perang yang mana pihak islam menjadi superior dan non-islam menjadi inferior… mereka semua tidak bereaksi..

Saya sedang menerawang dan bermimpi.. seandainya tidak ada orang bikin senjata… semua orang, agama apapun, duduk menjuntai berayun di lincak sambil menikmati wedang jahe dan ketan bubuk… gayeng.. diiringi musik keroncong mendayu…. mmmm..

@Charles Sidabutar :: anda menuduh orang lain penakut, padahal anda sendiri tidak berani mengungkap identitas blog anda.. buktikan keberanian anda. Panggullah senjata dan berangkatlah ke jalur Gaza. sekarang… sementara saya cukup menikmati pisang goreng dan teh hangat..

Sandy Says:

7 January 2009 at 12:07 am.

>>mengapa seringkali (di indonesia) kristen disamakan dengan yahudi?
Mas Kardjo..
Pernah naek bus patas gak?terutama jurusan senen..sepanjang jalan atau dalam bus sering ada coretan bertuliskan ISRAEL dgn embel2 bintang David..itu adalah sebutan utk anak2 STM ST. Joseph..sudah jelas2 ST. JOSEPH itu sekolah kristen kan?knp menamakan diri mereka ISRAEL??dr contoh simple ini aja dah ketahuan bahwa kristen (di indonesia) sepertinya memang meng-idolakan negara ISRAEL..bahkan bbrp rekan sy yg memeluk kristen lebih memilih memakai kalung bintang David dr pd lambang salib..

*sori..gak bermaksud memancing isu sara..cuman hendak memberikan pencerahan..

marshmallow Says:

7 January 2009 at 9:24 am.

ah, merinding membacanya.
sungguh peperangan di palestina bukan perang agama, tapi perang mempertahankan negara dan kehormatan bangsa. dari dahulu kala bangsa yahudi memang sudah terkenal licik dan pintar memutar balik fakta, apatah sekadar devide et impera.

dari buku “let it be morning”, sayed kashua mengisahkan kehidupan bangsa arab muslim israel yang sama tertekannya dengan kondisi ini. peperangan memang hanya menyisakan duka bagi siapa pun yang terlibat di dalamnya.

keterlibatan emosi juga suatu keterlibatan toh, mas?

aco Says:

7 January 2009 at 3:54 pm.

Sudut pandang yang bener mencerahkan. saya percaya sudut pandang seperti ini masih jarang dimunculkan. Semoga tulisan mas Iman ini dan tulisan-tulisan senada dibaca oleh banyak orang dan memberikan pencerahan. amin..tengkyu

ZAKAR MU KAZAR Says:

7 January 2009 at 4:07 pm.

Kalau yang bunuh orang-orang palestine itu pastinya bukan orang Islam

Kalau orang yang beriman gak mungkin melakukan hal itu karena pasti takut dosa

Jadi mari kita serang orang kristen

Huhhhh….. jadi ikut geram nih…………………

aprikot Says:

7 January 2009 at 4:20 pm.

kalau saja satu sama lain tidak saling usil….

-tikabanget- Says:

7 January 2009 at 5:31 pm.

mas iman. you’re my man.

hanny Says:

7 January 2009 at 5:42 pm.

mas iman melahap buku sejarah berapa banyak, sih?

antown Says:

7 January 2009 at 7:37 pm.

iya, keren wacananya… mantap top markotop

jensen99 Says:

7 January 2009 at 8:10 pm.

Saya tak tahu apakah masih ada harapan melawan Israel [...].

Tidak ada, IMO…

Fa Says:

7 January 2009 at 9:36 pm.

Mas, saya ‘culik’ artikelnya ya (link aja dink), soalnya dari dulu saya pengen bikin ‘penjelasan’ kayak gini tapi selalu kepentok dalam pemilihan kata2. tulisan sampeyan ini mewakili sekali apa yg ingin saya utarakan. terima kasih Mas!

Hilman Says:

7 January 2009 at 9:55 pm.

Tulisan yang tajam dan menarik

Salam kenal mas Iman…

Ullyanov Says:

7 January 2009 at 10:02 pm.

Sedari awal, saya sangat yakin bahwa perang Hamas (Palestina) dengan Israel itu bukanlah perang agama. Salah satu buktinya, Gereja Nativity di Bethlehem itu (pernah dan mungkin sering) dijadikan tempat berlindung warga Palestina yang Muslim, Kristiani, bahkan juga Yahudi, dari kejaran militer Israel. Israel, dalam hal ini adalah sebuah kekuasaan negara, bukan sebuah entitas bangsa, apalagi komunitas beragama.

Salam kenal, Bung.

nA Says:

8 January 2009 at 3:10 am.

akankah ini takkan berakhir hingga akhir zaman??

salam kenal mas… blog yang penuh inspirasi & motivasi

abdee Says:

8 January 2009 at 8:54 am.

saya juga baru ngeh bagaimana konflik palestina israel stlh td malem denger cerita ayzumardi azra…

afwan auliyar Says:

8 January 2009 at 12:07 pm.

perjuangan yang dilakuakan tidak akan pernah sia-sia
kapan sebuah negara akan berdaulat, jika kekuatan orang-orang israel selalu didukung oleh negara adidaya :)

Kosha Says:

8 January 2009 at 2:18 pm.

semoga lebih banyak orang yang membaca informasi kaya gini..

salut buat mas iman… :)

maya Says:

8 January 2009 at 3:11 pm.

thanks…posting ini setidaknya menguatkan dugaan saya bahwa di INDONESIA, pertikaian Israel-Palestina dijadikan komoditi untuk mendeskriditkan orang-orang KRISTEN.
padahal ISRAEL BUKAN KRISTEN DAN PALESTINA BUKAN ISLAM. Seharusnya pemerintah juga menekankan hal itu bukan mendukung penyimpangan yang dilakukan banyak ormas Indonesia yang berjuang tanpa belajar dan tanpa membaca. hanya emosi dan sara….!!!!!!
soal Palestina dan Israel memang bukan masalah agama hanya saja banyak orang Indonesia yang goblok tapi sok tau dan kemudian meng-generalisasikan segala urusan kehidupan politik dengan AGAMA. saya benar-benar prihatin….
titip pesen ya mas….
“buat orang Indonesia yg masih beranggapan bahwa perang Israel-Palestina adalah perang agama, cobalah berpikir bahwa anda telah membunuh otak anda sendiri…”
(maaf kalo panjang…saya cuma prihatin pd bangsa kita yg masih byk orang goblok)

IH Says:

8 January 2009 at 3:29 pm.

Kalo menurut ogut, yang dibutuhkan oleh semua pihak buat ngediemin si Yahudi Israel adalah mimpi buruknya yaitu Hitler Nazi.

-tikabanget- Says:

8 January 2009 at 3:30 pm.

*ktawa baca komen maya*
sayah sendiri dah kenyang dibilang kafir..

bee Says:

8 January 2009 at 8:08 pm.

Perang Israel vs Palestina memang bukan hanya perang agama saja. Tapi tetap gak bisa dipungkiri bahwa masing2 pihak punya motivasi agama. Jika pun dianggap sbg perang agama, maka ini bukan perang Kristen vs Islam tapi Yahudi vs Islam. Sebagaimana banyak org tau bahwa gak 100% penduduk Palestina pemeluk Islam, perlu diketahui juga bahwa gak 100% org Yahudi setuju dgn berdirinya negara Israel. Bahkan ada pula penduduk Palestina yg keturunan Yahudi dan sebaliknya warga Israel keturunan Palestina. Lebih dari itu, tak sedikit org yg (ngakunya) beragama Islam tapi malah membela Israel. :P

Penduduk Palestina non muslim tentu sah2 saja bermotivasi nasionalisme mempertahankan tanah airnya. Sementara penduduk Palestina yg muslim juga sah2 saja bermotivasi agama mempertahankan Al Aqso. Dan juga sah2 saja jika penduduk Palestina baik muslim dan non muslim bekerja sama dan bersatu melawan Israel walaupun berbeda motivasi. Jadi masalahnya memang bukan di sisi Palestina. Yg seharusnya jadi pertanyaan adalah apa dasar Yahudi mendirikan negara Israel di atas tanah Palestina? ;)

Apa pun alasannya, mau agama atau bukan, tetap gak ada hak bagi Yahudi untuk mendirikan negara Israel di atas tanah Palestina. Jika Anda mendukung berdirinya Israel, berarti Anda mendukung penjajahan. Dan penjajahan itu salah, gak peduli apapun agama Anda. Pembukaan UUD 1945 juga scr tegas menyebutkan hal ini.

@maya:
Tiap org boleh punya pendapat masing2 berdasarkan sudut pandang dan pengetahuannya masing2. Tak perlu sok pintar dan mengatakan org yg berbeda pendapat sbg org bodoh, apalagi jika Anda gak tau detil alasan mereka berpendapat demikian. Mereka yg berpendapat begitu bisa jadi punya dasar yg lebih kuat dari Anda, tapi Anda yg gak tau atau gak paham. Lalu sapa yg goblok? :P

dondanang Says:

8 January 2009 at 10:49 pm.

dasar israel laknat

meong Says:

9 January 2009 at 6:09 am.

@jensen99: dasar agen mossad, agen zionis yahudi laknatullah! :lol:

*bawa2 sarkastik joke d sini?* :lol:

-kencotbanget- Says:

9 January 2009 at 7:50 am.

*ngakak baca khotbahnya mayah*
kita semuah bangsa endonesia emang guoblok kecuali mayah yang faling finter dewek

iman brotoseno Says:

9 January 2009 at 9:05 am.

Maya,
Saya rasa hanya prejudice kalau konflik Israel – Palestina mendeskritkan orang Kristen. Sampai sekarang saya tidak pernah mendengar ada orang Kristen terintimidasi karena konflik ini. Banyak orang akhirnya hanya menganggap ini masalah agama. Yang Kristen merasa – faitacomply – terjebak dan yang Islam ini menganggap sebagai perjuangan membela agamanya. Kita harus melihat dengan sudut pandang jernih, bahwa di sana Kristen dan Islam berperang , bahu membahu melawan Israel.
Ada analogi jaman perang kemerdekaan, para pejuang sebelum menyerbu Belanda mungkin berteriak ‘ Allahuakbar ‘ dan tidak ada yang menganggap bahwa perang kemerdekaan dulu adalah perang Islam melawan Belanda. Bahwa ada yang mati syahid, dan dianggap mujadid ya tidak apa
Bee,
Pembahasan postingan ini sama sekali tidak membahas masalah ‘ benar – salahnya ‘ atau ‘ berhak atau tidak’ sebuah entity negara yang dinamakan Israel..

Bayhaki Ramli Says:

9 January 2009 at 9:20 am.

Maaf ya mau nambah sedikit aja “Mulai pengkhianatan Panglima Tibang atau Pang Lao dalam perang Aceh” Pang Laot (kurang T) terima kasih

Lagu Jadul Says:

9 January 2009 at 9:41 am.

Thank’s ya buat informasinya tetang perang di Palestina.

Tukang Arsip Says:

9 January 2009 at 10:06 am.

benar2 kejam ya

adi Says:

9 January 2009 at 2:47 pm.

Pang Laot berkhianat ? hmmmm, mungkin ini bisa dijadikan bahan diskusi tersendiri
*sori komennya agak gak nyambung*

siska Says:

9 January 2009 at 3:33 pm.

*manggut-manggut baca postingannya*

hmmm nice posting pak Iman, nambah pengetahuan :)

Rita Says:

9 January 2009 at 4:18 pm.

Iya mas, Ini yang sebaiknya dipahami, bahwa pertempuran yang terjadi di Gaza adalah perjuangan untuk menpertahankan haknya, memperjuangkan negaranya… bukan seperti sangkaan kebanyakan bahwa perang ini tercetus karena sentimen agama. Namun jika yang berperang itu adalah seorang muslim tentu lah tatacara dan adat perangnya sesuai tuntutan syariah islami…begitupun sebaliknya..

oon Says:

9 January 2009 at 5:49 pm.

apapun bentuk perangnya minumnya eh!…

tetep aja kasian orang sipil yang terkorban-kan :(

arian Says:

9 January 2009 at 7:23 pm.

Mas, terima kasih atas tulisannya. Saya belajar sesuatu hari ini. Keep you pen sharp (modifikasi kata Eragon)!

Prajurit Says:

10 January 2009 at 12:53 am.

Ingin dapat MARYAMAH KARPOV gratis ?
atau Ingin Pulsa 100 Ribu ?

* Tersedia untuk 200 SMS pertama. (Untuk buku alamat pemenang akan dihubungi)

Pertanyaan :
Berapa jumlah huruf (x) Ketua Partai yang memperjuangkan petani & pedagang.

SMS ke : 021-2804099(x)

Ketik salah satu dari yang anda ingin :

- Basmi Dewi Kolusi
- Basmi Dewi Nepotisme

-tikabanget- Says:

10 January 2009 at 12:12 pm.

eh, tapi komentar maya di nomer .. (aduh, ndak ada nomernya ya.. :D ) itu ada benernya kok.
sayah setuju ituh.
masi banyak orang endonesa perlu dididik lebih lanjut..
termasuk sayah..
*lha wong baru lulus jeh, gimana ndak perlu dididik?!!*

bocah_ilang Says:

11 January 2009 at 8:04 pm.

Israel,melakukan agresi militer krn kesombongan mereka.Merasa tdk ada yg bakal bs menghentikannya.Maka,masyarakat Islam bernafsu utk segera berjihad.Pertanyaan:lebih bahaya mana,antara kesombongan dan nafsu?Jawaban:Kesombongan.Iblis diusir dr surga krn kesombongannya dan tdk akn diampuni Tuhan.Adam jg dikeluarkan dr surga,krn nafsunya.Tetapi Tuhan memaafkan stlh Adam tobat..Kt tggu sj kesudahan org2 yg sombong,jika kt cukup berakal.Save Palestine!Stop war on Gaza!

Amar Says:

12 January 2009 at 4:45 am.

Menarik sekali artikelnya mas Iman Brotoseno…
Masalah di Gaza adalah masalah sengketa tanah turun menurun. Tidak ada kaitannya dgn agama, apapun agamanya. Mungkin perlu di simak juga, penduduk di Palestina hampir 50% adalah pemeluk agama Kristen.

Lucu memang di Indonesia kok issu yang dibakar kok perang agama… :-)

Sekali lagi itu dan tepatnya: Gaza adalah perang atau sengketa tanah yang akut.!

Amar Says:

12 January 2009 at 4:49 am.

Warga Kristen Palestina di Jalur Gaza membuat pernyataan yang cukup mengejutkan media massa Barat, yang selama ini mengklaim bahwa naiknya Hamas ke tampuk pemerintahan akan mengancam hak-hak keagamaan warga Kristen. Apa yang diungkapkan warga Kristen di Jalur Gaza ternyata sangat bertolak belakang dengan apa yang diberitakan media massa Barat.
“Saya tidak takut dengan Hamas, bahkan dengan agama Islam,” kata Anton Shuhaiber, anggota dewan gereja dan anggota pengurus lokal asosiasi generasi muda Kristen, seperti dikutip AFP.
Sejak Hamas memenangkan pemilu legislatif, muncul kekhawatiran di kalangan warga Muslim bahwa pemerintahan Hamas akan berupaya menerapkan hukum syariah baik bagi Muslim dan non Muslim. Beberapa di antaranya bahkan khawatir pemerintahan Palestina akan memaksa kaum wanita di Palestina untuk mengenakan jilbab dan akan menerapkan hukuman yang sangat keras bagi tindak kriminal biasa.
Namun mayoritas penganut Kristen di Gaza yang merupakan wilayah basis Hamas mengatakan, kekhawatiran itu sama sekali tidak berdasar. “Bagi umat Kristiani yang membaca Al-Quran dengan hati-hati dan yang berwawasan luas, ketakutan itu tidak ada,” sambung Shubaiber, 68, seorang dokter yang pernah belajar di Inggris.
Shubaiber bahkan menganggap pemimpin-pemimpin Hamas, Syeikh Ahmed Yassin dan Abdulaziz Rantissi, keduanya dibunuh oleh Israel, sebagai sahabatnya. Ia menunjuk sofanya yang kerap mereka gunakan untuk duduk bersama.
“Kami tidak takut dengan apapun, karena Muslim dan Kristiani ada di sini, sejak jaman Islam masuk, dan hidup dalam perdamaian dan cinta,” kata Artemios. Ia mencontohkan aksi unjuk rasa menentang kartun Nabi Muhammad kemarin, Pastur Dimitriades dari gereja ortodok Saint Perfilios turun menemui ratusan pengujuk rasa warga Palestina yang beberapa di antaranya adalah umat Kristiani.
Para pemuka agama Kristem mengaku tidak takut gerejanya akan dilempari batu atau dibakar saat aksi unjuk rasa itu, karena umat Kristen Palestina juga merasa terluka seperti saudara-saudara mereka yang Muslim atas publikasi kartun tersebut.
Dalam aksi unjuk rasa kemarin, salah seorang warga Muslim membawa salinan Al-Uhdah Al-Omariyah (Kesepakatan Umar) yang ditandatangani pada tahun 683 oleh khalifah Umar bin Khattab. Dalam dokumen bersejarah itu, Omar menjanjikan pada Sophronios, keuskupan di Al-Quds (Yerusalem), akan melindungi kehidupan, properti dan gereja-gereka Kristen. Kesepakatan itu juga menjamin bahwa umat Kristiani ‘tidak akan dipaksa dalam masalah keagamaan.’
Umat Islam maupun Kristen di Palestina menganggap dokumen itu masih berlaku, meski usianya sudah lebih dari 13 abad. Dan hal ini terlihat pada hukum dasar dan konstitusi yang saat ini berlaku di Palestina, yang menyatakan bahwa ‘kebebasan beragama dan melaksanakan ibadah agama dijamin, kecuali bila melanggar moralitas dan ketentraman publik.’
Anggota Parlemen yang menganut agama Kristen, Hosam al-Taweel juga salah seorang yang menolak anggapan bahwa Hamas akan menerapkan hukum syariah begitu membentuk pemerintahan di Palestina. “Hamas tahu masyarakat Palestina terdiri dari berbagai bentuk, ide dan warna politik, dan Hamas juga tahu jika mereka melakukan pemaksaan, seluruh lapisan masyarakat akan menentang keyakinan dan kebijakan mereka, dan itu akan merugikannya dalam waktu yang lama,” kata Taweel.
Taweel adalah salah seorang perwakilan Kristen yang terpilih di parlemen bersama lima perwakilan Kristen lainnya. Taweel adalah perwakilan Kristen yang mendapat dukungan dari Hamas dan kelompok-kelompok nasionalis lainnya.
“Sebagai umat Kristen, kami memiliki problem yang sama, penderitaan yang sama atas pendudukan Israel, tingginya tingkat pengangguran, situasi ekonomi yang buruk. Tapi kami hidup dalam masyarakat yang bersatu, tidak ada perbedaan atau bentuk diskriminasi apapun oleh warga Muslim,” papar Taweel.

a Says:

12 January 2009 at 4:48 pm.

satu satu satu

hanya satu yang bisa menilai
apakah makna dari persatuan itu
hanya palu yang bisa mengetok
apakah perlu kayu itu di hunjam paku baja

satu satu satu

rasa satu itu cuma lewat
bukan menghindar akan tetapi ada disana
rebak asap-asap molotov granat maupun senjata berat
keindahan itu berubah menjadi curiga yang hebat

satu satu satu

utas semboyan kekar lantang
teriakkan norma-norma berkobar
terngiang-ngiang tegas bergema sanubari angan
entah apakah itu emosi atau terbakar

satu satu satu

satu persatu mati kutu tua muda remaja
sedikit demi sedikit tetes rona merah kental berbau amis menangis
tidak! bukan satu itu, melainkan sekaligus!
satu itu bukan kamu yang mengutus

lantas, apa yang bisa kau ambil
ketika kepala sudah terpisah
lantas, apa yang bisa kau petik
ketika badan sudah tercerai, berai
lantas, apa yang bisa kau lantik
ketika tempat itu sudah menjadi antik

lantas, apa yang bisa kau …
ah kau…
dasar ah! kau…
tikus-tikus politik berpolitik
menjadi politikus tikus
semangat berujung mampus
anjing-anjing agama berperilaku
bau pipis anjing dengan posisi anjing kencing terkaing-kaing

putus! dan putus kan semua utusanMu untuk berhembus keras!
gantung! dan gantung kan semua dogma etnis dengan jelas!

radikalisasi
fanatisasi
legitimasi
asasi
demokrasi
otorisasi
politisi
pluralisasi

B U S U K!

kristian Says:

13 January 2009 at 12:00 am.

“Kalau yang bunuh orang-orang palestine itu pastinya bukan orang Islam

Kalau orang yang beriman gak mungkin melakukan hal itu karena pasti takut dosa

Jadi mari kita serang orang kristen

Huhhhh….. jadi ikut geram nih…………………”

wawww keren mas iman,tp sayang dikotori oleh tulisan di atas seperti ini.. “coment zakar mu kazar” yg seperti ini lah harus na diberikan pendidikan oleh “mba maya….!!!!!!”

keluarga besar saya 50%kristen dan 50% islam.. kami semua saling akur dan menyayangi.. saling mendukung dan merayakan setiap hari besar agama kami masing2..

saya berpendapat ini adalah konflik yg sudah tertulis d alkitab dr jaman nabi di dalam alkitab..
sekian lama konflik ini sudah bercampur dengan terka sara dan isu yg agak menyimpang..
semoga buat orang2 yang berfikir ini perang agama bisa merendahkan hati dan melihat apakah hatinya sudah berjuang untuk dirinya sendiri..

saya percaya kristen maupun islam mengajar kan mana yg baik dan mana yg benar..

ini adalah “REAL” kekejaman orang2 yg ingin berkuasa d atas muka bumi ini…

liat saja warga israel pun ada pro dan kontra tentang serangan agresi militer di jalur GAZA..

yg perlu kita doa’kan adalah tindakan,sikap serta pemikiran buat orang2 yang sudah tega membunuh orang2 yang tak berdosa… where and whatever.. GOD very hate…

Opiniherry Says:

13 January 2009 at 1:38 am.

Artikel yang bagus sekali…! Komentar 2x juga makin melengkapi. Kebetulan saya lagi cari artikel ttg Palestina ini….
Penasaran kenapa info yg bagus begini gak banyak diketahui orang…
Justru yang banyak muncul di media adalah berita yang provokatif…

Saya yakin banyak yg belum tahu kalau banyak pejuan PAlestina itu ternyata dari kalangan Kristen…

Minta izin untuk saya kutip artikel dan bbrp komentar yg bagus…Saya cuma ingin menyampaikan info yg jarang diketahui orang…
Tak lupa saya kasih link ke sumbernya.
http://opiniherry.blogspot.com/2009/01/konflik-palestina-soal-agama-atau.html
Makasih…

Nyante Aza Lae Says:

13 January 2009 at 8:53 am.

politik adalah kepentingan….di kala satu “ideologi” mereka bergabung, jika tidak..pecahlah mereka!

adriansyah Says:

13 January 2009 at 12:30 pm.

mas, ijin link ya. ini trackback-nya mana ya link-nya? aku copaste aja dh URL-nya. ;p

Alexhappy Says:

14 January 2009 at 12:33 pm.

Ya…semenjak dulu Islam dan Kristen berdampingan hidup dengan damai di bumi palestina……..hingga datang penjajah Romawi………kemudian di bebaskan Salahuddin Al-Ayubi…kemudian umat Islam dan kristen kembali hidup damai…….kemudian hingga datang penjajah Inggris dan palestina di hadiahkan ke Zionis Israel…….hingga mereka rakyat palestina (islam dan kristen) hari ini hidup dalam penjajahan Zionis Israel………..mereka bangsa Palestina hanya ingin merdeka dan hidup damai………

bangzenk Says:

14 January 2009 at 11:12 pm.

makasih buat tikabanget yang bawa aye kemari,

sayang sekali, mindmap zionis itu ujung-ujungnya adalah penguasaan dunia oleh mereka. tidak juga sekedar yahudi, tidak juga sekedar negara.

Amar Says:

15 January 2009 at 5:02 am.

Yang perlu kita simak dan patut direnungkan: apakah Mesir atau Arab Saudi peduli dengan hingar bingar di Gaza?

Menurut hemat saya, 10 hari terakhir di Gaza bermuara utk mendongkrak harga minyak yg tempo hari kian merosot. Keji & kejam memang. Oil semua ttg Oil :-)

stephanus yahya Says:

15 January 2009 at 3:00 pm.

Orang kristen akan merasa RIKUH & KIKUK kalau membicarakan konflik Palestina. Karena walaupun yahudi tidak mengakui kemesiasan Yesus (pasti ini tidak disukai orang kristen) tapi tidak dapat dipungkiri Yesus yang didhzolimi orang farisi yang notabene pemuka agama yahudi yang picik bernenek moyang yahudi (secara manusia). Tapi saya se7 kristen tidak idntik dengan Israel/yahudi. kristen is kristen, yahudi is yahudi. kristen pengikut kristus (perjanjian baru), yahudi pengikut taurat, musa, en so on (perjanjian lama).

@sandy: kalau cuma anak-anak STM yang punya pikiran mentok segitu aja sih jangan terlalu dipkirin ah…malu dong. Memang masih banyak orang kristen yang INFERIOR. lupa kalau KRISTUS tidak dapat direndahkan dengan cara disetarakan dengan DAUD, MUSA, dll.

@iman brotoseno: salut dan kagum dengan buah pikiran dan kebesaran hati anda. Rindu untuk bertukar pikiran nih…he..he..

sepatu kaca Says:

16 January 2009 at 1:21 pm.

Tidak ada yg dapat saya lakukan selain berdo’a untuk mempercepat proses kehancuran bangsa israel.

stephanus yahya Says:

16 January 2009 at 3:04 pm.

@ sepatu kaca: Sebaiknya kita mendoakan agar bangsa-bangsa selalu akur…tapi mungkinkah? jadi teringat imagine-nya mas Lenon…

resi bismo Says:

17 January 2009 at 3:04 am.

Kalo bangsa israel adalah bangsa pilihan saya kurang setuju, karena kitab yang mereka pakai (talmud) adalah taurat yang telah di tafsirkan bahkan diubah maknanya oleh mereka, sehingga israel bangsa pilihan adalah sebuah mitos.

Karena penindasan israel thd palestina adalah semata2 karena penjajahan, sudah layaknya bangsa indonesia (termasuk presiden) mendukun gpenuh kemerdekaan bangsa palestina, gentenman gitu loh, jangan cuma gagah pan nurunin harga BBM aja.

Ganteng Says:

17 January 2009 at 8:44 pm.

Gk ada sangkut pautnya antara perjuangan Palestina merebut kemerdekaannya dengan bawa2 agama. Orang yg terpelajar harusnya tw masalah ini. Gk pantas bngt nyangkutin masalah agama dengan perang. Tuhan ngajarin untuk damai bukannya perang bro!!! So, Jgn ampe terbawa arus yg gk jelas yach!!! PEACE….

firmanwy Says:

18 January 2009 at 10:56 pm.

Nasionalisme memang seharusnya tidak akan terpecah karena perbedaan kultur dan agama.

meity Says:

23 January 2009 at 7:16 am.

mas, saya link ya.. :)
btw..ini salah satu tulisan menyegarkan yg berkaitan dgn konflik israel-palestina.. banyak tulisan yang rusak karena emosi yang membabi buta membawa nama agama. Sampe pusing baca-nya.. terima kasih yaa..

novi Says:

26 January 2009 at 11:22 am.

saat melihat sosok mas iman dan baca postingan ini. ternyata maut benar beliau.. :P

bekakak Says:

4 February 2009 at 11:44 am.

Sepengetahuan saya..dimanapun juga, si superior akan selalu merasa terancam dan curiga kepada si tidak superior, demikian juga sebaliknya, si kecil akan merasa selalu terinjak2 oleh si besar.. bisa kita lihat dimanapun. di belahan dunia ini.. pada smua agama.. di irlandia bosnia(?) kristen senagai superior, dan islam sebagai inferior. diindia, hindu sebagai superior dan islam serta kristen sebagai inferior.di indonesia juga begitu.. tapi kemungkinan ini terjadi karena kelompok ekstrim lebih babyak dari kelompok moderat.. nuhun.

sold.palestine Says:

5 February 2009 at 9:00 pm.

SEPENGETAHUAN SAYA…. ISRAEL ITU KEPALA BATU…. BAHKAN PM TURKI YANG JELAS2 KONCO PERDANGANNY SAJA MENCACI MAKINYA…. YAHUDI ISRAEL ITU TIDAK PUNYA NEGARA… MEREKA ADALAH BINATANG JALANG YANG TERBUANG….

felisa Says:

21 February 2009 at 5:37 pm.

waduh pusing saya baca artikel ini1

sinar903621 Says:

19 March 2009 at 5:10 pm.

Israel garang karena Amerika dibelakang/menyuportnya.Tidakkah kita lupa bahwa syarat jadi Presiden Amerika adalah harus sumpah setia sebagai pendukung Israel?Jadi bagaimana dengan Obama ?Sungguh berat bagi seorang Obama yang berhati moderat jadi presiden di sana ,apakah dia harus bersifat lembut untuk merubah Amerika pelan2 ataukah memang dia sudah jadi pendukung Israel sejati?

adi Says:

23 March 2009 at 5:40 pm.

palestina win

Rika Hermansyah Says:

24 July 2009 at 2:13 am.

Siapapun orangnya, apapun agamanya, selama msh punya hati nurani kalaulah merasakan penderitaan rakyat Palestina akibat penjajahan zionis pasti akan turut bersimpati pd rakyat Palestina & mengecam perbuatan zionis yahudi laknatulloh. Apalagi untuk kami, kaum muslimin, tragedi Palestina di mana di dudukinya Al-Aqsa sebagai kiblat pertama kami, sangatlah menyakiti hati kaum muslim. Sehingga tak heran, dukungan baik dana maupun support banyak mengalir untuk Palestine, agar tanah Al-Aqsa (yang juga tempat isra mi’rajnya Rosulullah shollahu ‘alaihi wa salam) bisa merdeka.

Di kitab suci Al-Quran sendiri, Alloh sudah memperingatkan kita akan kaum bani israel.
Apapun motifnya dr para penduduk palestine sendiri, kita sbg bangsa dunia harus mendukung tiap2 upaya kemerdekaan bagi bangsa yg msh terjajah. Kalaulah kita tahu, pd masa awal kemerdekaan Indonesia Palestina termasuk negara2 pertama yg mengakui kemerdekaan RI, di saat negara2 lain masih menganggap kita masih dlm jajahan hindi belanda.

Tuliskan Saja | Gunungkelir Says:

26 August 2009 at 11:25 pm.

[...] berjam jam dengan tulisan kang Daniel Mahendra ,pak Marsudiyanto, mbak Marswalow,kang Dony Verdian ,mas Iman Br, Tengkuputeh, ikkyu san. terhibur sekali dengan ulasan perjalanan,anyaman kata yang mengandung [...]

Leni Says:

13 November 2009 at 2:53 pm.

Memang Betul bangsa Israel adalah Bangsa pilihan Tuhan ( Kitab Perjanjian Lama-Taurat ) ada tapinya yaitu : Bangsa yg tdk mengucap syukur kpd Tuhan dan juga org nya keras kepala, dan memang Bangsa yg diberi Tuhan Bangsa yg pintar dan Jenius ( penemu dan ahli2x Tehnologi adalah mayoritas bangsa keturunan Yahudi, contoh : penemu Listrik, penemu telpon, penemu kereta api, penemu Bom Nuklir dan msh bnyk semuanya adalah Bangsa Keturunan Yahudi…….
Perang Isreal-Palestina adalah perang kepentingan Politik, jd kalau muslim di Indonesia apa2x sdh dilarikan mslh perang Agama adalah pikiran yg picik dan dangkal…………………………….
Dan ingat Palestina-Yerusalem adalah tempat tanah kelahiran dari Nabi Terbesar sepanjang abad yaitu Isa Allaihisalam/Yesus Kristus………………..

Leni Says:

13 November 2009 at 3:03 pm.

Dan ingat juga bahwa Nabi terbesar sepanjang abad Isa Allaihisalam/Yesus Kristus juga dibunuh dan disalib oleh Bangsa Yahudi, jadi bagaimanapun umat Kristen-Perjanjian Baru harus mengikuti teladan Isa Allaihisalam/Yesus Kristus sebagai figur pemimpin umat yang mengajarkan CINTA KASIH THD SESAMA UMAT MANUSIA DIDUNIA dengan tdk melihat dari latar belakang apapun juga………………….Hal Bangsa Yahudi/Israel memang sdh digenapkan dalam Alkitab INJIL bahwa mereka mg btl bangsa pilihan Tuhan, dan juga banyak segi negatif nya misalnya : Bangsa yg keras kepala, tdk selalu mengucap syukur kpd TUHAN, dan dari KITAB INJIL juga memang sdh digenapkan/diceritakan bangsa yg terpecah belah dimana-mana dan diusir diseluruh dunia, dan penggenapan dari KITAB WAHYU bahwa seandainya Bangsa Yahudi sdh kembali bersatu kembali dan tanda-tanda akhir zaman/Kiamat sdh dekat dan maka Isa Allaihisalam/Yesus Kristus akan datang kembali ke dunia untuk mendamaikan dan dtg kedunia bukan sebagai Bayi akan tetapi datang ke dunia dengan wujud yang sempurna dengan memakai Kuda Putih dan sebagai Raja diatas segala Raja dimuka Bumi ( segala iblis/setan akan tunduk kepada Dia-Isa Allaihisalam)

Kimicev Says:

18 January 2010 at 12:29 pm.

saya sependapat dengan mas iman .. bahwa perang di sana bukan merupakan perang agama . tetapi tentang sebuah kemerdekaan suatu bangsa .. ya itu Palestina …

kepada teman2 di indonesia … ingatlah bahwa indonesia pernah mengalami hal itu .. ketika hal itu terjadi , tidak ada yang menyebut perang kemerdekaan kita sebuah perjuangan atas suatu agama .. melainkan perjuangan bangsa yang terdiri dari banyak agama yang menjadi satu … itu lah yg terjadi d palestina ..

terima kasih

saya Says:

8 February 2010 at 1:24 pm.

memang bukan perang agama, tapi jg bukan berarti penyerangan Israel thd Palestina tidak didasarkan kebencian thd Islam, karena di sekolah2 mereka (israel) ‘kebencian’ itu masuk dalam kurikulum pelajaran mereka…

berdoa saja semoga tidak terjadi di Indonesia… :)

Soekarno Says:

9 February 2010 at 12:41 am.

Soothing

Mccarty22Frances Says:

9 April 2010 at 10:44 am.

I had got a desire to begin my company, nevertheless I didn’t have enough of cash to do that. Thank heaven my close friend suggested to utilize the home loans. Hence I used the secured loan and made real my old dream.

riqyt Says:

25 April 2010 at 4:10 pm.

menarik sekali,…posted by imam nh,…saya cukup salut membacanya,…yerusalem merupakan tempat suci 3 agama, yahudi, kristen dan islam,… namun yang mengemuka konflik israel palestina adl konflik islam VS yahudi,.. apakah ini suatu kesengajaan yang diskenariokan agar umat kristiani dunia tidak tersinggung atas apa yang tlah dilakukan bangsa israel thd kaum kristiani disana, jika umat kristen telah mendengar smua ini hingga mengemuka maka mereka akan berbalik mendukung perjuangan rakyat palestina, hingga menyulitkan Israel sendiri. suatu saat kebrutalan bangsa israel tidak akan mendapatkan tempat dibumi ini, seperti era hitler nazi bangsa israel akan punah dari peta dunia

bintang Says:

28 May 2010 at 12:46 am.

sangat bagus mas penggambaraannya atas situasi di Palestina. semoga banyak orang membaca sejarah dengan benar. ijin copy link mas.

rafael Says:

29 May 2010 at 3:15 am.

mungkin teman2 di kelompok2 tertentu yang agak keras menyuarakan israel vs palestina adalah perang agama, perlu membaca hal ini…

erna Says:

31 May 2010 at 7:09 pm.

hm…….. cukup sukses untuk mangaburkan info dan fakta sesungguhnya dari Konflik dan perjuangan rakyat Palestin dan umat islam dalam mempertahankan aqidah dan kiblat pertama umat islam Masjidil aqsha

Santi Says:

1 June 2010 at 12:57 am.

Sejauh pengetahuan saya, konflik Israel-Palestina dimulai setelah bangsa Yahudi yang selamat dari pembantaian Nazi mencari perlindungan dan memutuskan untuk pulang ke rumah mereka di Canaan (wilayah Palestina). Inggris yang ketika itu masih memegang mandat atas Palestina, karena menderita kerugian perang dan lain sebagainya, melepaskan Palestina dari kekuasaannya dan “menghadiahkan” tanah itu bagi para pengungsi Yahudi.
Jadi mungkin kalau dilihat dari sudut pandang Israel, tanah Palestina itu adalah tanah air mereka dari jaman duluuuu banget, yang pernah mereka tinggalkan dan sekarang mereka ingin kembali. Sedangkan dilihat dari sudut pandang Palestina, itu adalah tanah air mereka, sejak ratusan tahun yang lalu setelah bangsa Israel meninggalkan tanah yang dijanjikan Allah tersebut.
Tentunya banyak hal2 lainnya yang turut menyumbang dalam memperbesar konflik. Saya sendiri terus terang tidak tahu secara detail tentang konflik yang complicated ini.

Tapi yang pasti, saya tidak setuju dengan komen2 diatas yang mengatakan “hancurkan negara X” dan sejenisnya. Seperti kata //stephanus yahya// seharusnya kita mendoakan agar bangsa2 akur.
Bagaimana pun juga, tidak ada orang yang bisa memilih, ingin dilahirkan di negara apa, sebagai keturunan bangsa apa, atau memiliki orang tua yang agamanya apa. Masih mending, manusia masih bisa bebas memilih agamanya, tapi untuk memilih garis keturunan dan asal negaranya tentu mustahil. Tidak ada manusia yang pantas menderita akibat peperangan.
Jadi kalaupun tidak bisa berkontribusi dalam memberikan solusi bagi mereka, sebaiknya ikut mendoakan yang terbaik bagi orang2 yang tidak berdosa, bukan menghujat orang supaya binasa.

three Says:

2 June 2010 at 5:36 am.

pengen tau gimana tanggapan yg kristen2 karena mereka sudah terbukti menjadi sekutu berat israel..cuma segitu kali ya rasa persaudaraan para kristen itu..kalo dah beda ras, beda negara, ga perlu lagi ditolong walopun seagama..beda banget ama kita yang muslim tidak memandang ras, negara..definitely, i’m, proud to be a moslem.

orbaSHIT Says:

3 June 2010 at 4:10 pm.

^
^
atas gw …. sumpeh loe??? lha kejadian baru2 ini di singkawang FPI mo ngancurin patung naga trus di bekasi patung tiga mojang (di buat ama maestro nyoman nuarte),trus di tanjung balai karimun jawa mo ngebongkar patung budha yang ada di vihara ini semua bukanye SARA ???? mo exis jangan LEBAY plezzzzzz…nah kalo pada mo berjihad ke palestine gw dukung secara moril deeeh itung2 ngurangin preman bersorban….dengan catatan ya biaya sendiri lah modal dikit duoonk…kalo udah nyampe sono otomatis ke WNI annye dianggap hilang…jadi negara tidak berkewajiban membantu mereka lagi…

nToel Says:

3 June 2010 at 8:06 pm.

saya suka, alhamdulillah ada yang menuliskannya…bahwa Palestina adalah tanah terberkahi, bukan karena hegemoni satu pihak atau nama. Karena pluralisme adalah kodrat, maka yg sy bayangkn sbg tanah terberkati, adalah yg mampu memberi berkah bagi perbedaan.

Not all justifications are justifiable, though echoed through the spirit of justice…yang mengutip ayat2 suci sekalipun.
ps: boleh sy post link ke blog ini kepada beberapa teman? =)

mautwati Says:

16 August 2010 at 3:36 pm.

@SEPETU KACA : sanggup nggak sih kamu hancurkan israel..? hahaha bodoh..kamu..!! amerika aja gak berani..kok..bangsa israel bangsa pikihan ALLAH jauh sebelum MUHAMMAD SAW ada..menetang atau setuju..kalian yg komen tidak bisa merubah sejarah dan segala sesuatunya yg sdh di gariskan ALLAH..!! pecuma kalian teriak2.. kagak bs bantuin apa2 kan..???

RAPH Says:

17 August 2010 at 4:04 pm.

Damai damai ..

Setyawan Says:

19 July 2011 at 3:26 pm.

Islam bukan agama tetapi ideologi yang ingin menguasai dunia dengan hukum Syariah & Khilafah.

deckybenoit Says:

13 April 2012 at 10:31 am.

Tapi Kenapa di Indonesia yang care dengan perjuangan Palestina hanya Islam, padahal di Pelestina hampir 50 % penduduknya bersgama Kristen.. ini salah satu keberhasilan Yahudi..yaitu membiaskan Informasi seolah2 Palestina adalah islam..dia Palestina islam & kristen bersatu melawan zionisme Yahudi..
Buat Mas Setyawan statemen mas kurang tepat..kalo liat sejarah pada saat Rasulullah Muhammad SAW berkuasa tidak pernah memaksakan hukum syariah berlaku..liat isi Medianah Charter..semua agam diberi hak yg sama

Mr.Nunusaku Says:

17 January 2013 at 8:48 pm.

Bagaimana Pelistina islam dapat menghancurkan Israel, sedang Palistina sesama islam saling membunuh…lihat apa yang terjadi diSurya sesama islam saling membunuh bagaimana islam dapat bersatu melawan Israel….?ya tungguh aja nabi cabulmu Muhammad bangkit dari kuburan Medinah…baru islam dalam bersatu melawan israel….gitu saja kok report menilai Palistina Islam

Leave a Reply

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Spice of Life



Add to Technorati Favorites
Free PageRank Checker

Subscribe with Bloglines

Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner

 

April 2014
M T W T F S S
« Mar    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930