11 November 2008
Siapa Pahlawan ?
Posted by iman under: 100 Tahun Kebangkitan Nasional; BERBANGSA .
Masih relevankah arti Taman Makam Pahlawan. Dahulu memang ada pejuang, tentara, tokoh negarawan yang berhak dikuburkan disana. Lalu ketika perubahan jaman, sudah tak ada lagi pejuang tersisa. Siapakah yang berhak dikubur disana ? Sekarang asal memiliki bintang mahaputera, atau bintang bintang jasa dari pemerintah. Keluarga bisa meminta agar jenasah dikuburkan di Taman Makam Pahlawan.
Tak harus pahlawan dalam arti tokoh heroik yang membela hidup dan mati dalam pertempuran membela negara.
Pahlawan juga bisa menurut selera jaman. Koruptor Pertamina jaman, Taher sampai sekarang masih di TMP Kalibata. Karena waktu ia meninggal, belum divonis bersalah. Juga tokoh komunis Nyono, juga masih dikuburkan disana semasa Pemerintahan Soekarno.
Setelah sekian lama namanya dicatat dalam buku buku pelajaran sekolah, sebagai tokoh orator – penggerak revolusi -kemerdekaan di Surabaya. Bung Tomo baru secara resmi dianugrahkan sebagai pahlawan oleh presiden SBY.
Mungkin generasi sekarang juga tak peduli. Pagi ini sambil menunggu klien di Senayan City, saya melihat lalu lalang remaja generasi MTV yang mungkin tak peduli dengan siapa siapa pahlawan itu. Bung Tomo ?
Bahwa dengan mempelajari sejarah kita mengetahui siapa sebenarnya diri kita sendiri. Walau masih banyak kontroversial sisi kepahlawanan yang kita kenal. Sultan Agung menyerang VOC di Batavia bukan untuk semangat kebangsaan, tetapi dianggap sebagai bagian kebijakan imperialisnya menguasai pulau jawa. Atau Kartini yang dianggap tak cocok dengan predikat pahlawan. Hanya dari balik kamar, tidak melakukan sesuatu kecuali menulis surat curhat. Ia sendiri menyerah dipaksa kawin. Imam Bonjol yang β konon β dianggap melakukan pembantaian terhadap suku batak.
Tidak penting juga. Sejarah telah digoreskan sebagai intepretasi semangat kemerdekaaan bangsa ini.
Mungkin Menteri Sri Mulyani lebih bisa dianggap pahlawan. Mati matian, dengan resiko kehilangan jabatan dalam menjaga agar rupiah tidak terpuruk. Menolak intimidasi sebagian yang dekat dengan kekuasaan untuk menyelamatkan asset pribadi kelompok usaha tertentu.
Kita memang tak perlu predikat itu. Komunitas blogger yang peduli dengan masyarakatnya , baik dalam gagasan dan aksi, adalah pahlawan sesungguhnya.
Pahlawan sesungguhnya akhirnya hanya hadir dalam pikiran kita sendiri. Dia adalah hati nurani. Sendiri dan terasing.
60 Comments so far...
Hedi Says:
11 November 2008 at 1:28 pm.
bu ani memang top markotop, andai cita2nya adalah bukan hanya menteri, tapi presiden
Dony Alfan Says:
11 November 2008 at 1:40 pm.
Berbuat suatu kebaikan, tanpa berharap dianggap sebagai Pahlawan.
Selamat Hari Pahlawan!
edo Says:
11 November 2008 at 1:51 pm.
Pahlawan sesungguhnya akhirnya hanya hadir dalam pikiran kita sendiri. Dia adalah hati nurani. Sendiri dan terasing.
singkat saja : sepakat!
Epat Says:
11 November 2008 at 1:57 pm.
saya masih ingat buku pelajaran sejarah dan pspb di jaman sd dan smp. bung karno di jaman sebelum 1965 selalu disanjung-sanjung, tapi pasca 1965 perspektifnya dirubah 180 derajat.
Aris Heru Utomo Says:
11 November 2008 at 2:24 pm.
Jadi ingat film accidental heri yang dibintangi Dustin Hofman dan Andi Garcia. Bagaimana seseorang pencopet dan penipu, dari zero tiba-tiba menjadi hero, karena suatu peristiwa yang kebetulan.
Nayantaka Says:
11 November 2008 at 2:52 pm.
Jadi inget petikan lagu ini:
And then a hero comes along With the strength to carry on And you cast your fears aside And you know you can survive So when you feel like hope is gone Look inside you and be strong And you’ll finally see the truth That a hero lies in you
devide et impera Says:
11 November 2008 at 3:26 pm.
[...] Messi atau Christian Ronaldo mencetak gol daripada mendukung tim merah putih berlaga. Seperti ilustrasi Mas Iman tentang Bung Tomo yang tidak lagi diingat dan [...]
roi Says:
11 November 2008 at 3:31 pm.
saya ingat kata seorang guru saya dulu: Sejarah itu ditulis menurut versi ‘pemenang’….
makanya bisa jadi ada beberapa versi sejarah
Yoyo Says:
11 November 2008 at 7:07 pm.
sejarah di manapun adalah sama, yang membedakan hanya ruang dan waktu……selalu menampilkan pejuang, pecundang, pengkhianat, pahlawan…….
jaka Says:
11 November 2008 at 7:58 pm.
Mereduksi tentang TMP: itulah mengapa TMP hanya terbatas ukurannya. Diharapkan kelak menjadi pahlawan tak perlu dianggap hak. Karena, pada akhirnya, semua dari kita adalah pahlawan. Pesan saya, generasi pemerintah berikut tidak perlu lagi repot2 beli tanah buat TMP baru. Kalau ada perang saja buat taman pemakaman khusus untuk para korbannya.
mitra w Says:
11 November 2008 at 8:21 pm.
“I’am a man, who will fight for ur honour. I’ll be the hero of you’re dreamin of”
(peter cetera)
hanny Says:
11 November 2008 at 9:11 pm.
ah, saya tahu, ada juga beberapa orang yang menganggap mas iman sebagai pahlawannya hueheheheheh *wink wink* (siul-siul)
Nazieb Says:
11 November 2008 at 9:55 pm.
Pahlawan itu ya Amrozi, Imam Samudra dan Ali Imron yang mati membela agama itu lho, Mas..
*ngikik*
Nofie Iman Says:
11 November 2008 at 11:56 pm.
Memang miris melihat anak jaman sekarang yang lebih kenal Ronald McDonald daripada pahlawannya sendiri. Orang hapal Jalan Sudirman atau Gatot Soebroto tapi tak pernah ingat apa jasa mereka buat ibu pertiwi. Faktanya memang kita lebih terinspirasi oleh Superman, Spiderman, Madonna, Kobe Bryant, Cristiano Ronaldo — daripada terinspirasi dari pahlawan negeri ini.
Koen Says:
12 November 2008 at 12:14 am.
Sendiri dan terasing. Tulisan semacam ini, dan lainnnya, membuatku sekali lagi berpikir bahwa blog ini pantas dinominasikan jadi blog personal terbaik.
kyai slamet Says:
12 November 2008 at 12:50 am.
makanya entar pas berangkat PB wajib naik angkutan umum yang merakyat biar tahu pahlawan-pahlawan masa kini.
Catshade Says:
12 November 2008 at 1:04 am.
Faktanya memang kita lebih terinspirasi oleh Superman, Spiderman, Madonna, Kobe Bryant, Cristiano Ronaldo β daripada terinspirasi dari pahlawan negeri ini.
Lucunya, superhero Amerika sendiri (contoh khasnya adalah Captain America) diciptakan dalam zaman siaga perang (sekitar akhir 1930-an, PD II sudah mulai, tapi AS masih mengamati) untuk membangkitkan semangat heroisme dan nasionalisme rakyat yang masih memulihkan diri dari depresi ekonomi.
Mungkin rakyat Indonesia juga butuh sosok pahlawan imajiner yang lebih hip, modern, dan trendi?
meong Says:
12 November 2008 at 1:06 am.
ah, masak anak2 muda skrg udah ga kenal sama pangeran diponegoro, sultan agung, bung tomo, dll ?? masak sih ??? *ga percaya*
trus mrk belajar apa di sekolah ??
bikin 3gp ??
biyan Says:
12 November 2008 at 1:28 am.
Pahlawan sekarang emang gak perlu tindakan heroik mas, tapi tindakan nyata.
Donny Verdian Says:
12 November 2008 at 4:02 am.
Pahlawan bagi saya adalah orang yang berani menebus kita dengan perbuatan dan even kehidupannya.
Soekarno adalah pahlawan karena ia brani menebus kemerdekaan dengan semangat, sikap, perbuatan dan hampir seluruh hidupnya yang dikerahkan untuk hal tersebut.
mantan kyai Says:
12 November 2008 at 5:23 am.
kalao ada pahalawan berarti ada dosawan. nah, tinggal kita masuk yg mana
mukelu Says:
12 November 2008 at 7:59 am.
pahlawan …..
menurut saya ga ada pahlawan untuk smua orang, jadi tipa pribadi berhak punya pahlawan nya masing2
*jadi inget headline tempo selasa kmaren*
escoret Says:
12 November 2008 at 8:45 am.
lom lama ini aku denger pidato bung tomo via mp3…
suaranya bener2 mengebu2..dan ndak takut mati….
beda ama jaman sekarang…..
*wah,ikud2 serius aku*
Filsuf Kesasar Says:
12 November 2008 at 9:06 am.
Villains are needed for someone to become a hero …
Iman Says:
12 November 2008 at 9:25 am.
hanny,
jangan bermakna dehhh…
gita,
iya bener.kok jadi sendu ya..hiks
catshade,
betul, kira kira dalam bentuk apa dan siapa ??
oon Says:
12 November 2008 at 9:38 am.
tapi kalau ngliat kasus bT, di indon mati dulu baru bisa disebut pahlawan(nasional)…itupun tergantung perjuangan orang2 tertentu kah?
Nyante Aza Lae Says:
12 November 2008 at 10:23 am.
Pahlawan???…berjuang untuk kemaslahatan kehidupan……
pinkina Says:
12 November 2008 at 12:13 pm.
sorry mas, yg nonton itu bener2 dadakan. kl misal direncanakan, yho mending nonton bareng sampeyan huehuehuehue…..
/*gak nyambung ama postingan
omoshiroi_ Says:
12 November 2008 at 12:45 pm.
tapi pahlawan juga harus mengucapkan terima kasih kepada yang telah ia perangi/lawan..karena merekalah yang membuat ‘pahlawan’ menjadi seorang pahlawan..
^jadi bingung sendiri^
Rystiono Says:
12 November 2008 at 12:56 pm.
Pahlawan adalah seorang yang tidak ingin dipanggil sebagai pahlawan…
*halah*
Indah Sitepu Says:
12 November 2008 at 3:35 pm.
pahlawan itu beda2 untuk tiap orang.
Mungkin kita memberi sebungkus nasi untuk orang yang kelaparan sudah menjadikan kita pahlawan untuk orng tersebut.
asal tidak menjadi pahlawan kesiangan ajahhh
omith Says:
12 November 2008 at 4:16 pm.
aku dah nemuin pahlawan hatiku..*halah*
tx alot ya mas iman… *wing sungkem*
dilla Says:
12 November 2008 at 4:32 pm.
kita selalu bisa menjadi pahlawan bagi diri sendiri maupun orang lain bukan?
aryf Says:
12 November 2008 at 8:29 pm.
pahlawan itu adalah PAH LAWAN (pas lawannya).
Kalau menang, akan dicatat dlm sejarah sbg pahlawan.
Kalau kalah, akan dibungkam/diculik/dibunuh/ditelantarkan sbg anonim (OTK).
jika mereka cukup `beruntung`, maka akan `diingat` sbg pembangkang.
jika mereka `layak jual`, maka akan `ditulis` oleh para pemenang, sbg pecundang.
tanpa OTK, pembangkang dan pecundang, takkan ada pemenang yg layak dsb pahlawan.
Jika kedua sisi tersebut ditiadakan, maka sejarah dan peradaban menjadi SEPI lalu TENGGELAM.
antown Says:
12 November 2008 at 8:58 pm.
“Dia adalah hati nurani”. Betul saya sepakat mas. Hati nurani itu paling jujur soalnya.
marshmallow Says:
12 November 2008 at 9:10 pm.
after all, seorang pahlawan sejati tak pernah meminta untuk disebut sebagai pahlawan.
mereka tak perlu sebutan, tapi berbuat, dan oranglah yang menilai kelayakannya.
tanda jasa toh bukan segala-galanya.
Wongbagoes Says:
12 November 2008 at 9:22 pm.
Pahlawan adalah mereka yang berusaha memberikan manfaat bagi orang lain….
aRuL Says:
12 November 2008 at 10:05 pm.
akhirnya tulisan kita hampir sama mas iman di akhir tulisan saya juga di pahlawan dan blogger ![]()
btw terkait dengan TMP nih mas, saya jadi bertanya2
bukannya kalo di makamkan di TMP itu, nisannya kan sama semua, jadi semua pahlawan itu statusnya sama..
trus kalo Bung Tomo memilih dikuburkan di pemakaman umum biasa, eh malah bisa jadi ntar kuburannya lebih bagus dibanding kuburan2 lainnya, malah menimbulkan efek eksklusif. sekarang aja di makam bung Tomo udah diperluas, besar dewe dibanding makam yang laen lho..
just opini sesat
astrid savitri Says:
13 November 2008 at 12:40 am.
di TMP Kusumanegara Jogja, meski makam pak Sudirman (dan patungnya) ada di sana..tp nama beliau enggak tertulis pd dinding prasasti yg memuat nama2 pahlawan yg dimakamkan di sana, ironis gak sih..jendral sehebat dia!
dian Says:
13 November 2008 at 3:16 am.
kucing gue juga pahlawan neh…tiap pagi ngebangunin, gedor2x pintu
Ananto Says:
13 November 2008 at 5:55 am.
andai klo pejabat2 sekarang berjiwa pahlawan seperti terdahulu….
bisa maju Indonesia..hehehe..
bocah_ilang Says:
13 November 2008 at 10:41 pm.
Pahlawan bg gw adlh alm bokap.Dia telah brjuang bnyk bwt anak2nya.Semoga diluaskan kuburnya.Amiin…thanks.
adi Says:
14 November 2008 at 7:09 am.
di buku sejarah anak sekolah juga tidak pernah dicantumkan bahwa Bung Tomo pernah dipenjarakan rezim Orba
wiyan Says:
14 November 2008 at 7:52 am.
pahlawan adalah orang memerangi kezaliman dan menjunjung keadilan
beloed Says:
18 November 2008 at 8:58 pm.
Dukungan buat peserta dari Indonesia untuk kompetisi SEO International mas, terima kasih. salam kenal dan sukses selalu untuk mas Iman.
Hariyadi Says:
18 November 2008 at 10:42 pm.
“Pahlawan sesungguhnya. Hati Nurani. Sendiri dan terasing.”
Menurut yg saya alami selama ini, Hati nurani ini bisa kalah oleh keinginan dianggap baik.
Kalah oleh takut dianggap tidak baik. Kalah oleh takut dianggap tidak kompak.
Apa hati nurani itu selalu sama tiap orang?
Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...




