15 September 2008
Nasionalisme sampai Ratu Adil
Posted by iman under: 100 Tahun Kebangkitan Nasional; BERBANGSA; REFLEKSI; SEJARAH .
Jauh ratusan tahun sebelum para founding father bangsa kita berbicara tentang nasionalisme. Raja Kartanegara dari Singasari telah membuktikan tanpa banyak bicara, dengan memotong kuping Meng Chi – utusan Kaisar Kubilai Khan dari Dinasti Mongol – dan mengusirnya pergi. Jelas jelas ia tidak mau tunduk pada permintaan maharaja dari Asia tengah. Singasari adalah negara berdaulat dan tidak mau memberi upeti kepada bangsa asing.
Tindakan ini membangkitkan kemarahan Kubilai Khan. Ia mengutus Shih-pi, Ike Messe dan Kau Hsing memimpin armada 1000 kapal dan tentara sebanyak 20.000 orang untuk menekan Jawa. Armada mereka yang gagah, memenuhi pelabuhan Tuban, tidak membuat gentar Raden Wijaya. Lagi lagi mereka tertipu oleh muslihat pangeran jawa ini, membantu menggulingkan Raja Jayakatwang dari Kediri.
Di tengah pesta pora kemenangan, pasukan Raden Wijaya membantai tentara mongol dan Cina. Ribuan tentara mongol tewas, dan tidak sedikit ditawan atau memutuskan sukarela tinggal di tanah Jawa. Daripada menempuh pelayaran yang keras dan berbahaya ke tanah Tiongkok.
Sejarah ini menunjukan bahwa nusantara adalah bangsa yang besar dan juga pintar. Majapahit menguasai perdagangan dan martim kepulauan nusantara bahkan sampai merambah ke tanah melayu, siam, karena pintar menggunakan komunitas Cina – Mongol yang tertinggal. Mereka adalah pelaut pelaut, nakhoda yang hapal rute rute pelayaran di Asia tenggara.
Itu dulu. Seberapa penting nasionalisme itu. Apakah hanya diukur dengan jumlah saham mayoritas Indosat yang dikuasai asing, atau reog ponorogo yang mati matian dipertahankan dari klaim Malaysia ?
Kita mempertahankan Industri baja Krakatu Steel dari caplokan konglomerat baja dunia, asal India, Laksmi Mittal , yang memulai bisnisnya dari sebuah pabrik baja kecil di Sidoarjo tahun 70an. Padahal kita tahu betapa carut marut dan tidak efisiennya pengelolaan di perusahaan plat merah itu. Sementara negara kecil Luxembourg di Eropa tengah, kehilangan kebanggan ketika perusahaan nasionalnya Arcelor di akuisisi oleh Mittal . Namun disatu sisi menerima pemasukan hampir 1 milyar dollar setahun dari keuntungan perusahaan baja dunia itu.
Kesakralan nasionalisme menjadi bahan ejekan karena justru semakin kita mengepalkan tangan kebanggaan nasional, justru semakin terlihat bodoh. Lebih bodoh lagi, sudah dikuasai asing tetapi justru tidak memberikan manfaat atau keuntungan kepada rakyatnya.
Ini mungkin karena kita sudah terlalu malas untuk bernegoisasi. Belajar transfer of knowledge dari bangsa asing. Selalu ada take and give. Tidak melulu dilihat dari sisi nasionalisme yang kerdil.
Jika sekarang arus globalisasi menyerbu industri film di Indonesia. Banyak sutradara asing – layar lebar, iklan, sinetron – membuat film di Indonesia. Padahal mereka hampir tidak bisa berbahasa atau mengerti budaya lokal. Apakah kita serta merta tidak menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jawabannya relatif. Tapi yang jelas kita bisa belajar dari profesionalisme dan etos disiplin yang mereka miliki.
Korea justru membangkitkan nasionalisme lewat olahraga bulutangkisnya dengan belajar pada pelatih asal Bandung, Olih Solichin awal tahun 80an. Saat itu kita sudah malang melintang di All England dan Piala Thomas.
Sekarang gantian kita yang ngos ngosan mengejar bangsa Korea di lapangan bulutangkis.
Menakjubkan, Pramudya Ananta Toer bisa menelusuri surat negarawan India, Jawahral Nehru kepada puterinya Indira Gandhi. Dalam Glimpses of World History ia mengakui “ Sesungguhnya ekspedisi Tiongkok justru membuat kemaharajaan Jawa ( Majapahit ) menjadi besar. Karena mereka belajar membuat senjata api yang mendatangkan kemenangan berturut turut pada Majapaphit “.
Jadi sejarah – dan diakui oleh bangsa lain – kalau dari dulu kita memang sudah pintar dan mau belajar dari bangsa asing untuk membuat nasionalisme kita berdiri megah. Gagah perkasa.
Tak ada yang salah dengan nasionalisme, karena urat urat nadi itu yang mempersatukan bangsa kita. Yang salah karena kita tak pernah memupuknya membuat menjadi besar, dengan jalan apapun. Ketika Bung Karno dan Bung Hatta dituduh sebagai kolaborator Jepang, ia mengatakan, ‘ dengan setanpun saya akan bekerja sama asal bisa membawa Indonesia merdeka ‘.
Kalau dulu nasionalisme dibutuhkan untuk meruntuhkan imperaliasme dan kolonialisme, kini nasionalisme dibutuhkan untuk memakmurkan rakyatnya sendiri.
Walhasil nasionalisme hanya ditemui dalam jargon jargon kampanye parpol atau iklan iklan layanan masyarakat. Diam diam kita merindukan kemandirian diatas kaki sendiri , sehingga mudah tertipu oleh bungkus bungkus kebesaran semu. Blue Energy sampai padi ajaib yang bisa panen 3 kali dalam satu batang.
Sampai kapan kita harus menunggu hari baik itu, Kedatangan sang Ratu adil ?
Sang Ratu yang bukan tinggal glanggang colong playu . Menyerah, meninggalkan terbenam lumpur di tanah tarik Sidoarjo. Ditanah yang sama ketika Raden Wijaya dan Laksmi Mittal membangun dinasti kebesarannya.
65 Comments so far...
Ray Says:
16 September 2008 at 12:50 am.
Ahhh.. aku merasa tertusuk dan terajam menjadi berkeping keping membacanya.
Tapi biarlah, akan kubuktikan bahwa aku cinta tanah air dan bangsa ini. Tentunya dengan caraku sendiri.
Dan Nabi Muhammad SAW pun bernah bersabda, belajarlah meski harus sampai ke negeri china.
Kita tentu akan sangat malu dan tak mau kalo sampai negeri ini hancur, dijajah mentah mentah oleh oranglain tanpa kita sadari.
Mari mas, kita bangun semangat ini.
Hedi Says:
16 September 2008 at 2:59 am.
nasionalisme kini disembunyikan di balik perut dan hawa nafsu manusia Indonesia
Anang Says:
16 September 2008 at 3:23 am.
ratu adil belum dateng pak, yg udah dateng baru ratu atut di banten wkwkwk….
nasionalisme inilah yg membangkitkan semangat kemerdekaan jaman dulu, sekarang nasionalisme hanyalah bahan pelajaran pspb.. eh sejarah ding… hihi… yg ada kan partaisme, individualisme, dll
Anang Says:
16 September 2008 at 3:25 am.
nambah super OOT, ternyata yg ada skrg ratu ngebor, ratu kopdar, ratu grup musik, ratu apa lagi ya :”>
omoshiroi_ Says:
16 September 2008 at 3:56 am.
nasionalisme,tidak cukup hanya sebuah identitas,namun sepaket dengan tujuan dan kemanfaatan yang ingin dicapai..jika hanya identitas belaka,nasionalisme itu belum sempurna..begitu pun sebaliknya..
+salam3jari+
Epat Says:
16 September 2008 at 5:40 am.
Ada loh mas seseorang yang gencar mengiklankan diri untuk jadi orang nomer satu itu, namun saat diisengin oleh salah satu acr televisi saat ditanya pancasila secara mendadak dianya enggak hapal
ngodod Says:
16 September 2008 at 6:27 am.
nasionalisme sempit hanya akan mengerdilkan. nasionalisme yang cerdas akan membuat kita semakin besar. namun yang terjadi sekarang, yang banyak malah politikus dan pemimpin yang suka pake egrang dan pake kacamata kuda. argh…
silly Says:
16 September 2008 at 7:04 am.
Sampai saat ini, detik ini, saya merasa belum ada satupun sosok dinegri ini yang layak disebut “Ratu Adil”. Bahkan SBY yang dulunya saya pikir bakalan membawa bangsa ini kepada kesejahteraan dan kemakmuran, justru malah membuat rakyat semakin menderita dan miskin, daya beli menurun dan harga2 melonjak. Pertamina yang katanya tidak akan naik, oh juga tetap menaikkan harga gas, dsb. Masih banyak kebijakannya yang kurang membela kepentingan rakyat kecil.
Saya sebetulnya mendambakan seorang calon pemimpin wanita… katakanlah yang punya kharisma cinta seperti Hillary… dan punya kecerdasan dan aura seperti Sarah Palin (ini salah satu artikel yg saya tulis kemarin tapi hilang karna bugs sialan itu). Rasanya Indonesia akan benar2 sejahtera…
Tapi sepertinya belum ada perempuan yang punya power didalam dirinya, at least yg mirip2 dgn salah satu dari kedua org itu.
Kalaupun pada akhirnya SBY lagi yang akan menjadi pilihan terakhir kita… well, at least, He is the Best from the Bad.
Yoyo Says:
16 September 2008 at 7:10 am.
Nasionalisme yang tersisa hanyalah kalau team nasional sepakbola atau team bulutangkis kita sedang tournament, baru terasa…….inilah Indonesiaku !
mantan kyai Says:
16 September 2008 at 7:12 am.
nambahin OOT: orang tuban memang huebattttt …. *kaburrr*
evi Says:
16 September 2008 at 7:21 am.
Mas…mas…. dulu nilai sejarahnya berapa? apal banget! hehehe….
danalingga Says:
16 September 2008 at 7:40 am.
Saat ini kelihatannya nasionalisme hanya sekedar menjadi penutup borok.
DLF Says:
16 September 2008 at 7:45 am.
Jiwa nasionalisme bangsa kita memang semakin pudar, mas..
Liat aja daftar antrian BUMN yang mau diprivitasasi. Untungnya pemerintahan SBY tidak ‘senekat’ pemerintahan Mega yg main ‘jual’ kepemilikan sahamnya di BUMN hanya demi mengejar reputasi belaka agar ‘mendapat rapor’ yg bagus di mata masyarakat. Tentunya dengan dalih “berhasil menambah cadangan devisa negara”… Yg vital aja mo dikuasai asing, bagaimana dengan sektor yg non vital?? Bisa-bisa rakyat terabaikan.. Hiks..hiks..
bangsari Says:
16 September 2008 at 8:10 am.
jadi ingat pidato bung karno: “…Malaysia adalaha negara tanpa konsepsi. Indonesia memberikan konsepsi-konsepsi pada dunia…”
tapi sekarang sepertinya… ah, sudahlah…
contradictiveminds Says:
16 September 2008 at 8:28 am.
Menurut saya, mungkin dongeng akan kemenangan yang gegap gempita, kecerdikan serta sifat dasar orang Indonesia -pemalas- yang membuat kita seperti kehilangan identitas sebagaimana terasa saat ini.
Bagi saya, sejarah adalah sejarah, dan tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenaran dan akurasinya, karena sejarah, selalu ditulis oleh sang pemenang.
Ratu Adil tidak akan datang, dan tidak sepantasnya kita menunggu.
Pernahkah terpikir oleh kita, bahwa sebenarnya kita mampu menjadi “Ratu Adil” itu? masing-masing individu dari kita bisa menjadi bagian dari “Ratu Adil”? tanpa harus berpangku tangan menunggu “Ratu Adil”? bagaimana kalau “Ratu Adil” itu hanya jargon? jargon yang diletakkan oleh penjajah kita, yang secara tidak sengaja tertanam di pendahulu kita, dan terteruskan sampai dengan saat ini? Bagaimana kalau “Ratu Adil” justru adalah pelemah bangsa kita? yang membuat kita terus menunggu akan datangnya dia?
Bagi saya, sejarah adalah sejarah.
Bagaimana kita penerus bangsa membuat bangsa ini kembali berani. Bila perlu, dengan keringat dan tangan saya sendiri. Pergumulan yang saya tau tidak akan saya menangkan. namun, bagi saya, demi Indonesia, saya siap untuk tersungkur paling depan. dan menjadi contoh untuk yang dibelakang, bagaimana mereka menyungkurkan saya, sehingga mereka tidak tersungkur seperti saya.
Bagi saya, bagaimana membuat bangsa ini menjadi pintar. Bila perlu dengan pikiran dan perbuatan sendiri. pergumulan yang tidak akan saya menangkan. namun, bagi saya, demi Indonesia, saya siap untuk diteriaki bodoh paling depan, dan menjadi contoh untuk yang dibelakang, kenapa mereka meneriaki saya bodoh, agar mereka tidak menjadi sebodoh saya.
Ratu Adil? isapan jempol!
Nasionalis? ACUNGAN JEMPOL!
Rystiono Says:
16 September 2008 at 10:20 am.
Menurut pak Iman…gimana bisa membuat diri kita jadi nasionalis? Bukankah semua bisa dimulai dari individu masing-masing?
manusiasuper Says:
16 September 2008 at 10:35 am.
“Saya manusiasuper, membawa pesan dari blogger Indonesia, mari bersama saya membangun indonesia yang lebih baik…”
*Kerasukan calon presiden di iklan tipi*
kenny Says:
16 September 2008 at 10:49 am.
mas iman klo cerita ttg sejarah enak, gampang masuk, coba klo dulu guruku ke’ mas iman gak bakalan remidi terus
Gempur Says:
16 September 2008 at 12:57 pm.
Banyak yang menjual mimpi seperti sinetron-sinetron mas! Jangan-jangan panjenengan juga bikin iklan yang jual mimpi pula????!!!
*kabuuuuuuuuuuuuuuuuurrrr…. takut dilempar kamera*
hehehehehe
Setiaji Says:
16 September 2008 at 1:28 pm.
Sudah saatnya kita melupakan angan-angan mengharapkan Ratu Adil datang. Saatnya kita melupakan ketidakmampuan para pengendali pemerintahan ini. Saatnya kita sendiri yang harus merenung dan bertindak untuk sebuah karya nyata yang mungkin saja ‘hanya’ berguna untuk keluarga dan lingkungan terdekat kita. Buat saya itu lebih baik daripada melamun dan selalu berharap ‘keajaiban’ akan datang untuk mengangkat bangsa ini menjadi apa yg kita harapkan bersama.
klan wijaya Says:
16 September 2008 at 2:08 pm.
OOT mas. To aLe, raden.wijaya.web.id masih kosong ga?:D
Seagate karuniaw Says:
16 September 2008 at 2:56 pm.
“ Sesungguhnya ekspedisi Tiongkok justru membuat kemaharajaan Jawa ( Majapahit ) menjadi besar. Karena mereka belajar membuat senjata api yang mendatangkan kemenangan berturut turut pada Majapaphit “.
wahhh…gak da dasarnya nih…mana buktinya????
Iman Says:
16 September 2008 at 3:05 pm.
seagate karuniaw,
Saya juga nggak minta bukti ke Pramudya ketika ia menulis ini kok…Lagian di blog kok diminta bukti he he…Kata orang bijak penulisan diblog bukan masalah benar atau salah,tapi orang yang membacanya percaya atau tidak. Anda percaya ?
afwan auliyar Says:
16 September 2008 at 3:45 pm.
sebuah harapn tentunya mash ada ….
tinggal sekarang pemuda yg akan menggantikan generasi mendatang spt apa !?!?!
semoga saJA… jargon nasionalisme tidak hanya manis dimulut saja …
edratna Says:
16 September 2008 at 4:37 pm.
Saya malah berpikir, bahwa kekuatan blogger sangat besar untuk mendorong dan menumbuhkan nasionalisme…
Sebetulnya adanya orang asing, hendaknya membuat kita makin tertantang dan belajar dari mereka…. coopetition (Coordination and competition)……tak selalu yang berkolaborasi jelek, jika dapat mengambil manfaatnya.
Donny Verdian Says:
16 September 2008 at 6:43 pm.
Membaca tulisan ini, apalagi sesudah menyimak berita memedihkan betapa orang bisa saling injak gara-gara uang 20 ribu membuat saya berdebar-debar.
Bangsa kita adalah memang bangsa yang hebat dan besar, tapi tanpa negara yang bagus?
Ah sudahlah…
Robert Manurung Says:
16 September 2008 at 7:17 pm.
Glimpses of World History (Terjemahan Indonesia : Lintasan Sejarah Dunia), itu buku yang dahsyat; namun sekaligus pula menggambarkan bagaimana Jawharlal mempersiapkan Indira (mainan mataku) jadi pemimpin dan negarawan; semenjak masih gadis ingusan.
Terima kasih sudah mengingatkan, jadinya aku pengin cari buku lawasku itu ada di mana gerangan sekarang.
Btw “glimpse” mengenai nasionalisme yang Anda tulis ini sangat “seksi”. Aktual dan menohok.
paman tyo Says:
16 September 2008 at 8:27 pm.
mesianisme memang bisa melenakan ketika kita dibuai kepasrahan.
negosiasi? saya kurang tahu duduk perkaranya, tapi beberapa orang menyebut ibnu sutowo sebagai negosiator ulung (pada zamannya).
lantas nasionalisme hari ini yang kayak apa? yah orang2 yang selama masih warga indonesia masih mau meperbaiki sesuatu yang dari yang kecil agar jika membesar menjadi maslahat bagi orang banyak. seperti bikin jalan setapak itulah, kalo banyak yang melalui kan akhirnya jadi jalan raya…
bagaimana kalo seseorang tak pernah puas dengan indonesia lantas beremigrasi ke jiran atau lainnya? saya tidak menyebutnya sebagai bukan nasionalis. hak setiap individu untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
genthokelir Says:
16 September 2008 at 11:04 pm.
salut
membaca postingan Mas Iman saya menjadi tersadar bahwa selama ini nasional dalam pengartian saya masih jauh dan melenceng ,seperti fenomena yang terpampang,nasionalisme selama ini semu dan sekedar menatap bendera menenteng cerita sejarah yang tak saya mengerti sementara yang kongkrit sebagai nasionalisme saya masih terkabur karena kedunguan saya
mungkin tak banyak memang yang memaknai yang tertulis oleh mas iman namun saya tak belajar dari sini
Terima kasih Salam penuh Hormat
aditya sani Says:
16 September 2008 at 11:41 pm.
apik tenan mas..:D
gmana ya negaranya ini mas ya, tidak bermasalah sebenernya.. manusianya yang mau makmur sendiri-sendiri mungkin yang bermasalah..betul kata kang hedi, nasionalismenya bersembunyi dibalik perut dan hawa nafsunya manusia Indonesia..
mbah gundul Says:
17 September 2008 at 5:02 am.
ratu adilnya seseronok ratu felisha gak yah ??? maun doung
ershad Says:
17 September 2008 at 9:38 am.
nasionalisme adalah salah satu karya terbesar bung karno. seperti apa yang telah saya baca dalam buku dibawah bendera revolusi, konsep nasionalisme lah yang membuat pergerakan menjadi satu, timbul rasa persatuan.
namun sekarang, sepertinya rasa nasionalisme itu telah pudar. bangsa ini telah kehilangan jiwanya, banyak sekali intervensi dari pihak asik, entah itu barat ataupun timur.
sapimoto Says:
17 September 2008 at 10:07 am.
Mulai dari diri sendiri untuk belajar apapun, yang bermanfaat tentunya, natinya mungkin bsia berguna bagi negara ini.
Ah, saya hanya bisa ngomong, untuk belajar tetap aja rasanya berat….
Potonya keren, Pasir Gunung Bromo…
andrias ekoyuono Says:
17 September 2008 at 2:39 pm.
Selalu ada perpaduan kepentingan dalam negosiasi. Tapi saya kok merasa bangsa ini selalu kalah dalam negosiasi pengelolaan kekayaan alam, sepertinya kita sebagai pemilik malah tidak berani berkata “take it or leave it”
Indah Sitepu Says:
17 September 2008 at 3:10 pm.
beberapa hari yang lalu nonton tv sambil setengah tidur..
ditanyakan si reporter kepada seorang pemimpin partai yang iklannya yang santer di tv belakangan ini.
“Pak.. apakah iklan itu untuk meningkatkan popolaritas bapak sebagai calon presiden nantinya?”
Jawab si bapak itu ” ohh tidak, itu hanya mengajak bangsa Indonesia untuk lebih nasionalis, dan mencintai bangsa inibla..bla..bla….”
huueeekkk cuuiihhhhh saya langsung ganti saluran tv, mo muntah, jijikkkkkkk dengernya..
Gimana mau mimpin bangsa ini, belum apa2 udah ga jujur….. aarhhhhggggg gemes buanget…
sok ngajak nasionalis, padahal hanya untuk kepentingan politik ato pribadinya
Tyas Says:
17 September 2008 at 5:25 pm.
hmmmm menurut saya si kita bisa membangun nasionalisme kita dan juga bangsa kita salah satunya dengan belajar pada sejarah…
tapi…berapa banyak si manusia indonesia kita sekarang, terutama generasi muda, yang benar2 mau untuk belajar pada sejarah bangsa ini??
zen Says:
17 September 2008 at 11:04 pm.
Kalo liat cara Gajah Mada menyempurnakan janji palapa-nya, ya…. Majapahit itu sebenarnya bentuk arkaik dari Nekolim. Pasukan berlabel Operasi Seroja yang menganeksasi Timor itu kurang lebih samalah dg serdadu berlabel Jaladi Mantry-nya Gajah Mada. Bagi Pajajaran, misalnya, Majapahit pastilah bukan pemersatu
Tapi, panjenengan benar, nasionalisme memang tak sepenuhnya salah. Ia pernah berjasa besar mempersatukan, kendati –dalam kasus yang berbeda dan jaman yg berbeda– ideologi nasionalisme banyak juga yg berlumuran darah. Pertanyaannya: Nasionalisme model mana lagi yg masih mungkin untuk kita kembangkan?
Postingan Mas Iman berikutnya, mungkin, akan memberikan jawaban!
*menunggu….*
iman Says:
17 September 2008 at 11:46 pm.
Menarik sekali tantangan zen,..
nasionalisme model mana yang kita kembangkan..
* menyiapkan
ari Says:
18 September 2008 at 10:29 am.
Mas, salut sama blog-nya. Gak tau mau bilang apa.. mungking cuma “terima kasih”
RMY Says:
18 September 2008 at 1:45 pm.
lagi lagi nyeri di hati kalo berbicara tentang Nasionalisme di Indonesia kita ini….
kalo baca Tulisan Mas Iman, rasanya terbakar hati ini..
kok para pemimpin gak bisa “terketuk´´ sewaktu membaca atau melihat berita tentang apa yang terjadi di Negara kita ini dan Negara lain..
kita sudah ketinggalannn jauhhhh, sudah terpurukkk jauhhh..
ario saja Says:
18 September 2008 at 7:29 pm.
iya… jadi ingat, dulu katanya Jepang sepak bolanya ga kaya sekarang… karena nasionalisme yang kuat dan gak pernah menyerah akhirnya sekarang bener2 menggegerkan dunia. Kapan kita bisa mencontoh (yang baik) dari mereka
kyai slamet Says:
22 September 2008 at 1:16 am.
masih banyak yang percaya akan munculnya sang ratu adil….
mungkin sang ratu kini sedang menyamar sebagai blogger:D
azwar Says:
24 September 2008 at 4:13 pm.
salam kenal mas iman … tulisan2nya membuka mata hati saya untuk melihat lg sejarah bangsa yang terkoyak. mas referensi2 tulisannya mantap banget neee…
BloGendeng Says:
25 September 2008 at 10:10 am.
Jadi inget-inget pelajaran sejarah waktu sekolah dulu. Refresh nih,mas biarpun sedikit bingung.
Bingung karena dulu suka nggak dengerin guru dan belajar sejarah dengan baik hehe..
Btw ntar aku baca lagi postingan ini. Masih mumet karena dalem nilai historisnya. Pulang rumah dulu,mas..hehe
Tato Says:
3 October 2008 at 7:10 am.
ratu adil sudah datang sejak awal masehi, yaitu Yesus Kristus, yang akan memerintah dalam hati kita dengan damai, hati masyarakat indonesia sebenarnya sudah dirasuki DIA, tetapi tidak secara penuh, karena mengeraskan hati dan menyangkal dengan mulutnya. mau bukti? pertama, kita cinta hidup berdamai dengan siapapun dan apapun latar belakangnya dan terus berusaha mempertahankannya, kedua kita mau dan terus berusaha mengampuni semua kesalahan orang lain, kita hidup saling hormat-menghormati dan tanpa keinginan sedikitpun untuk menciptakan kekerasan, kita sama-sama membulatkan tekad untuk damai dan menebarkannya dengan kasih, kita sama-sama menyuarakan stop untuk narkoba, kemerosotan moral, ketidakadilan, penganiyaan, diskriminasi dan gejala sosial buruk lainnya. maka mulai sekarang biarlah Ia memerintah dalam hati kita, dan jangan keraskan hati kita, biarkan Ia mengajarkan kita, dan kita siap menerima berkat dan anugrahnya! semoga TUHAN memberkati. amin
Seth Says:
18 October 2008 at 1:12 pm.
Nasionalisme adalah api dalam jiwa yang tidak akan pernah hilang, muncul saat sebuah bangsa dibangun, berkembang saat sebuah bangsa tumbuh, meredup saat bangsa itu hancur. Tapi ia akan bangkit kembali pada bangsa baru yang memiliki akar leluhur yang sama. Beruntunglah bagi para nasionalis karena tidak akan pernah menyesal di lahirkan di Indonesia dan dengan rasa nasionalisnya dapat membuat Indonesia lebih baik.
Waktu terus berlalu, dunia berkembang dengan pesat, bangsa-bangsa lain telah maju, tidak ada waktu menunggu ratu adil! Buat Indonesia jaya sekarang juga!
“Ingin menjadi ultranasionalis dan menunjukan pada dunia bahwa Indonesia masih ada”
coretanpojok.blogpsot Says:
27 October 2008 at 10:18 pm.
gabung ke coretanpojok.blogspot.com
laranti Says:
7 November 2008 at 7:52 am.
Nasionalisme tidak lekang dimakan usia en jaman, betul itu, seratus. Pertanyaannya adalah, apakah masih ada Nasionalisme di negeri dan bumi tercinta Indonesia. Atau seberapa besarkah atau seberapa banyakkah rasa nasionalisme bangsa Indonesia ini.
Lah wong untuk bangga memakai produk negeri sendiri aja ga ada, mau ngomong nasiolisme.
aduh biyung…. biyung…biyung… ampun deh.
Tapi saya percaya en yakin, masih ada orang Indonesia yang bangga menjadi bangsa Indonesia. Dan saya salah satunya. Karena biar bagaimanpun, saya lahir di bumi Indonesia, saya besar di bumi Indonesia, saya menjadi pintar di bumi Indonesia, dan sanya mencari nafkah juga di bumi Indonesia dan apapun kata orang tentang Indonesia, saya bangga menjadi orang Indonesia. Hidup Indonesia !!!
Ga usah nunggu nunggu ratu adil datang, keburu tua kita. Tapi menjadilah ratu adil bagi lingkungan sendiri. Walaupun hanya dalam lingkupan kecil, tapi kalau bisa menjadi ratu adil dilingkungannya dan menbawa kesejahteraan bagi lingkungannya wlaupun kecil, sudah akan sangat sangat berarti. Dan bayangkanlah bila ada banyak ratu-ratu adil disetiap lingkungan kecil, akan sebanyak itulah kesejahtraan keadilan yang ada. edan bila dikumpulkan akan jadi banyak dan besar juga kan. Hidup Ratu Adil.
Jadi ga usahlah banyak bicara, tapi berkaryalah, bekerjalah, semangat, bangun negeri kita. Hidup Indonesia.
byan Says:
13 December 2008 at 10:11 pm.
Sebenarnya Ratu Adil Bukan Merupakan sosok manusia, akan tetapi regulasi atau tatanan yang ditaati semua sehingga mendatangkan rasa keadilan menempatkan sesuatu pada tempatnya dari sinilah semua kejayaan akan bermula
meifeni Says:
17 February 2009 at 2:27 pm.
yth.penulis
tolong diceritakanmimpi anda telah bermimpi 7 kali dengan si ratu adil,
mengapa anda yakin ttg mimpi tsb
apakah ciri2 fisiknya
laki-laki/perempuan
Bejo di Surabaya Says:
8 April 2009 at 3:10 pm.
Ratu Adil = Satrio Piningit = Avatar Kalki = Mesiah = Mahdi = Majapahit 2 = Tatanan dunia baru = Indonesia Mercusuar Dunia = Kerajaan Surga, Tidak lama lagi akan terwujud secara nyata, karena ghaibnya sudah muncul. Berbahagialah orang-orang yg telah lama mempersiapkannya!
kanjeng Says:
26 April 2009 at 6:44 pm.
Mbok belajar dari sejarah,bukan belajar moco thok,pahami makna,hikmah!Bangsa kita tidak merasa bangga, kurang pedhe, otaknya hanya duit,duit,duit,najis!Wis dhemen duwit eh eh seneng pura-pura!munafik,najis!Sok tahu,keminter,seneng kawannya susah seneng lihat kawannya susah,bangga bisa nyusahkan kawan,norak,kurang budi pekerti
kascaras Says:
2 May 2009 at 10:53 pm.
saya percaya ratu adil akan datang dari indonesia tidak tahu kapan hanya waktu yang akan menuntun kita, selain dari itu seperti kata “contradictiveminds ” sejarah adlah sejarah , say tidak setuju karena dari sejarah itukah kita tahu riwayat kita, dari sejarah itulah kita kita berasal, dari sejarah itulah kita belajar untuk kedepan , seperti kata presiden I kita : ” bangsa yang besar adlah bangsa yang dapat menghargai sejarah bangsanya “, selain dari itu seperti yang tertulis di al’quran kalau kita sbaca secara keseluruhan juga menceritakan sejarah bangsa bangsa sebelum kita yang didalamnya tersirat berbagai ilmu allah, apakah kita masih kurang percaya kepada sejarah.
ratu adil walaupun merupakan mitos khususnya untuk masyarakat jawa sejak jaman runtuhnya majapahit 500 th yang lalu sampai sekarang tetap tidak akan pernah hilang terutama terhadap masyarakat jawa, bahkan say juga telah menghubungkan dengan berbagai ramalan dari jangka jaya baya, ronggowarsito, ramalan nosdaramus dari prancis, suku bangsa maya ( 3000 sm ), dan yang terakhir nabi muhamad juga meramalkan akan datangnya pemimpin dunia yang datang dari timur ( bani tammin )
kita hidup dari pertama manusia diciptakan sampai sekarang dan sampai kiamat semua peristiwa sudah ada dalam jadwal allah pencipta alam semesta beserta isinya, kita sebagai manusia hanya menjalani yang sudah dijadwalkan, seperti kalau kita sadar dan kalau sita akan timbul pertanyaan salah satu contoh kenapa islam di indonesia merupakan islam terbesar kenapa para wali para pedagang dari arab , dari persia menyebarkan agama islam sampai mati matian kenapa mereka kalau hanya untuk berdang sampai jauh – jauh ke indonesia kenapa tidak yang dekat dengan negara mereka, kemudian kalau untuk menyebarkan agama islam kenapa tidak ke negeri seperti asia eropa amerika australia, mereka para wali lebh menekankan penyebaran agama islam di indonesia, menurut saya karena mereka sadar para wali sudah mengetahui dengan kemampuannya untuk mengintip jadwal allah sehingga mereka mempersiapkan dasarnya ajarannya jauh jauh hari sebelum datangnya ratu adil/satrio paningit/imam mahdi/bani tammin sang pemimpin dunia dan umat manusia, kemudian dalam salah satu pidatonya presiden soekarno juga pernah berkata ” jadikan indonesia sebagai mercusuar dunia ” dia berbisara seperti itu bukan tidak punya dasar/ hanya asal ngomong aja karena dia percaya suatu saat indonesia akan menjadi mercusuar dunia.
semua tergantung dari diri kita masing – masing percaya atau tidak hanya kita tinggal tunggu waktu yang tepat akan kemunculannya terima kasih
DODI Says:
4 July 2009 at 2:16 pm.
TIDAK ADA YANG DAPAT MENCAPAI KEMAJUAN KETIKA DILAKUKAN TIDAK DENGAN KEMAUAN SENDIRI HANYA BERHARAP DARI ULURAN TANGAN, INDONESIA JIKA TIDAK BERANI PROKLAMASI TGL 17 AGUSTUS 1945 TIDAK AKAN PERNAH MERDEKA, MESKIPUN ADA JANJI DARI JEPANG. PARA PEJUANG SUDAH SERING DITIPU JANJI, TINGGAL RAKYAT SEKARANG MAU ATAU MENUNGGU JANJI.
faisal.b.wainda Says:
6 August 2009 at 3:30 pm.
Bagaimana kita kembali kumpulkan para pemuda dan seluruh elemen bangsa untuk kembai bersumpah demi bangsa dan negara pada tanggal 28 oktober 2009…..kia buat kepanitiaan…tanapa campur tangan pemerintah…
Dennis Tampubolon Says:
24 August 2009 at 12:38 pm.
Saya yakin Ratu Adil pasti akan datang. Tinggal menunggu waktunya tepat saja ! Melihat kondisi ALAM saat ini. Sudah “MENGGELORA” !
nurkalakalidasa Says:
5 October 2009 at 1:36 am.
setujuuuuuuu
Sahrudin Says:
31 January 2010 at 4:51 pm.
KEBENARAN TELAH DATANG
Ini saya sedikit menyampaikan pandangan. Banyak orang/golongan mengistilahkan/menyebut nama macam2 dengan istilah/nama: “Al Mahdi/Imam Mahdi/ Isa Almasih ke-2/ Satrio Piningit/ Ratu Adil/ Avatar,dan lain sebagainya. Tetapi yang sebenarnya dari macam-macam nama dan istilah itu, orangnya hanya ada satu.
Data pribadi beliau:
1. Nama : MUHAMMAD GATOT HARYANTO (MGH)
2. Tanggal lahir : Jakarta, 10 Nopember 1954
3. Hari : Rabu Pon
Beliau adalah sosok manusia mulia yang selalu mengajarkan tentang KEBENARAN yang sejati, yaitu HIDUP YANG BENAR dan HUKUM YANG BENAR.
HIDUP YANG BENAR
1. Jujur.
2. Sholat.
3. Yakin, sabar, sadar, tekun, ihklas.
4. Jangan punya niat jelek dengan siapapun termasuk setan sekalipun.
5. jangan merasa apapun.
Tanggal 6 Juni 2009
ttd
MUHAMMAD GATOT HARYANTO
HUKUM YANG BENAR
1. Yang benar hanyalah Allah.
2. Saya hanya punya hak mengatakan benar dan salah.
3. Saya tidak punya hak mengadili, menghukum, membunuh.
4. Marah saya karena sayang.
5. Walaupun disakiti saya tidak punya hak untuk meyakiti.
Minggu pagi jam 10.00
Tanggal, 10 Januari 2010
ttd
MUHAMMAD GATOT HARYANTO
Demikian pandangan singkat saya ini, semoga dapat bermanfaat bagi anda, agar selamat dunia akhirat.
jika anda ingin tahu lebih detail, silahkan tanya langsung ke beliau atau dapat menghubungi saya di 081386480007 atau ke E-mail: sahrudin.cipayung@gmail.com
Sahrudin Says:
10 February 2010 at 3:03 pm.
Kalau anda pahami tentang ayat-ayat Allah, anda akan mengerti.
Ayat-ayat Allah itu ada yang tersurat, maupun yang tersirat (hati/qolbu & alam ini)
Tanda-tanda itu sudah nampak
Inilah akan kemunculan sosok manusia kekasih Allah.
Indonesia akan jadi Mercusuar Dudia.
dalam kata-kata jawa “nanti akan datang jaman keemasan “gemah ripah lonjenawi” (sy tdk bisa bahasajawa).
Tetapi yang menikmati zaman itu hanya orang-orang yang sudah “Benar”,
Karena sebelumnya Allah mau bersih-besih dulu, karena sebagian orang yang diciptakan sudah banyak yang tdk bener bahkan selalu membangkannya Contoh:
Para manusia Sontoloyo, yaitu para Presiden di seluruh dunia rapat untuk membahas tentang pemanasan global, karena es mulai mencair dikutub.
Inilah akal-akalan orang umumnya, kehendak tuhan mau dilawan.
Inilah tanda-tandanya “Jahiliah Moderen”, Sok tahu!
Bahkan merasa dirinya tuhan, mampu untuk merubah segalanya dengan tehnologi yang ada.
Es mencain tidak akan bisa dibendung, banjir pasti akan terjadi dimana-mana
Zamannya seperti Nabi Nuh!!!!!!!!!!!!!
Dulu Nabi nuh dibilang orang gila, Bikin perahu besar.
Yah maklum orang-orang yang tidak tahu petunjuk Allah.
Kalu kata Joyoboyo “Nanti di akhir jaman pulau jawa tenggelam tinggal separo”.
Merasa punya agama tetapi tidak mengerti agama, mengaku punya tuhan (Allah) bahkan mengabaikan tuhannya sendiri.
Buat apa ngaku beragama kalau anda tidak tau agama?
Buat apa Sholat/berdo’a kalau kamu tidak tau kepada siapa sholat/berdo’a?
cape deh, sia-sia amalannya, ngirim surat tidak pake alamat.!
“Kenalilah dirimu yang nyata baru kamu mengenal tuhanmu yang nyata”
“Kalau kamu tidak pernah mengenal dirimu yang nyata kamu tidak akan pernah kenal tuhanmu yang nyata”.
Apakah diri ini Manusia seutuhnya? lihat bentuk2 patung di mesir kenapa seperti itu? itulah ungkapan kepada orang pada umumnya.
Kiamat/ajab Allah akan terjadi bagi orang-yang belum benar.
Manusia yang benar pasti selamat.
Apa anda ingin selamat??????????????????
Hidup yang benar pasti selamat!
Itu saja penyampaian saya,
Jalan menuju. “KESELAMATAN DUNIA AKHIRAT”
Bois Says:
17 March 2010 at 3:59 am.
Mari bersatu mengubah dunia menjadi lebih baik
Assalamu’alaikum… (Ucapan salam khusus untuk saudaraku yang muslim)
Pemuda Bani Tamim Perintis Jalan
(Pentingnya Peranan Pemuda Bani Tamim)
“Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. dia berkata, ketika kami berada ‘disisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dan kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah beliau berubah. Aku pun bertanya, “Mengapakah kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?” Beliau menjawab, “Kami ahlul bait telah Allah SWT pilih untuk kami akhirat lebih utama dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyinggkiran sepeninggalku kelak sampai datangnya suatu kaum dari sebelah timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Makamereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetapi mereka tidak menerimanya, hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dan kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan. Sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya maka datangilah merekawalaupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah Al Mahdi.(riwayat Abu Daud, Al Hakim At Tarmidzi, Ibnu Majjah, lbnu Hibban, AbuNu’aim, lbnu ‘Asakir, Ibnu‘Adli, Adh Dhahabi, Abu Asy Syeikh)”Dan Ibnu Umar r.a. bahwa Nabi SAW sambil memegang tangan Sayidina Alitelah bersabda: “Akan keluar dan sulbi ini seorang pemuda yang akanmemenuhi bumi ini dengan keadilan (Imam Mahdi) . Maka apabila kamu menyakini yang demikian itu, hendaklah kamu bersama pemuda dari BaniTamim. Sesungguhnya dia datang dari sebelah timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.”(Riwayat At Thabrani)Berdasarkan hadits di atas jelaslah bahwa kebangkitan Islam di akhirzaman terjadi di tangan seorang pemuda dan Bani Tamim. Bani Tamim adalah salah satu cabang dan kabilah Quraisy. Yakni pemuda yang dikatakan akan menyerahkan panji-panji hitam kepada Imam Mahdi. Dengankata lain perjuangan Pemuda Bani Tamim dan Imam Mahdi berkait erat dan sambung-menyambung. Pemuda Bani Tamim ibarat switch, sedangkan Imam Mahdi sebagai lampunya. Apabila switch tidak ditekan, maka lampu tidak akan menyala. Artinya Imam Mahdi belum akan ‘zahir’ bila Pemuda Bani Tamim belum membuat tapaknya. Pemuda Bani Tamim merintis jalan kemudian disambung oleh Imam Mahdi yang akan menegakkan Ummah. Perjuangan dua orang pemimpin ini seperti perjuangan Nabi Harun as. dan Nabi Musa as, yakni berjuang bersamadalam satu zaman dengan mind dan metode yang sama. Kalau diibaratkan orang yang sedang membangun rumah, maka Pemuda Bani Tamim adalah orangyang membangunkan pondasi rumah itu. Untuk membangun rumah yang kokohtentulah pondasinya harus kuat. Imam Mahdi bertugas membangun rumahtersebut, melengkapinya dengan dinding, atap, pintu, jendela, lantai dan sebagainya. Sedangkan Nabi Isa berperan untuk menyempumakan rumah itu, mengisi dengan perabot, menata, serta menghiasinya dengan seindah mungkin. Demikianlah gambaran peranan tiga orang pemimpin besar kurun ini.
Mengingat pentingnya peranan Pemuda Bani Tamim sudah sepatutnya umatIslam berusaha mencarinya agar dapat dalam kebenaran serta ikut berperan dalam perjuangannya. Bersamanya kita akan mendapat keselamatandan kejayaan di dunia dan di akhirat. Tetapi tidak tertutup peluang bagi setiap pemimpin yang memiliki cita-cita Islam yang tinggi atau pun bagi para ulama yang merasa dirinya mampu, yang dapat berusaha menjadikan dirinya Pemuda Bani Tamim, siapa tahu dia adalah Pemuda yang disabdakan. Seperti halnya para sahabat berlomba-lomba untuk membuktikan sabda Rasulullah SAW bahwa konstantinopel akan jatuh ditangan pemimpin yang baik, dengan harapan di tangan merekalah terjadinya janji itu. Oleh kerana itu, siapa pun dipersilakan untuk merebut peluang ini. Tidak salah dan tidak keterlaluan bila seseorang berlomba-lomba membuktikan dirinya sebagai Pemuda Bani Tamim selagi tanda-tanda besarnya belum terjadi. Bahkan sepatutnya begitu supaya kita sensitif dan serius terhadap setiap janji-janji Allah. Namun sekiranya kita mampu untuk mencapai cita-cita yang amat tinggi itu kita mesti melihat dan mencari kalau ada orang lain yang mampu dan memang sedang bersungguh-sungguh merintis jalan. Bila ternyata ada seseorang pemimpin dan jemaahnya yang telah mampu membuat model masyarakat Islam, maka bergabunglah dengan perjuangannya dan jangan tunda-tunda lagi.
Duhai saudaraku, marilah kita berjihad bersama-sama guna membuka jalan Sang Imam yang akan memenuhi dunia ini dengan keseimbangan dan keadilan.
Bagi anda yang ingin mengetahui panduan jihad silakan kunjungi http://www.benderahitam.wordpress.com
Bagi anda yang ingin main-main ke blog saya silakan kunjungi http://www.bangbois.blogspot.com
Wassalamu’alaikum… (Ucapan salam khusus untuk saudaraku yang muslim)
Peace V ^_^
===================================================
Alhamdullilah… Para pemikir… Mujahid pena… kian bersemangat dan terus bergandengan tangan melawan kaum materialis dan setanis dengan untaian kata, yang dengan ikhlas dilakukan demi ridha Allah semata, walaupun hanya satu ayat. Berbahagialah Orang Islam Sedunia, Insya Allah dalam waktu dekat, mungkin satu, tiga, delapan, atau sebelas tahun lagi, terhitung mulai tahun 2008, Wallahu’alam. Akan datang seseorang dan berkata, “Hai umat manusia, mulai saat ini pemimpinmu adalah Al Mahdi.”
Padjajaran Says:
17 May 2010 at 4:40 pm.
Ratu adil = imam mahdi,nabi Isa as,akan jadi mamumnya imam mahdi,nabi Isa menggenapi Nabi Muhammad,memerangi Dajjal dan udah ituu. Qiamat aguung deech ,hiii taaaatuuut.
Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...




