14 May 2008

Urusan Kawin dan KPK

Posted by iman under: REFORMASI .

Just MarriedKita harus sepakat bahwa ada segi positifnya dari reformasi dan turunnya Soeharto. Ada hal – yang tadinya tabu dan terlarang bagi pejabat publik – kini menjadi ruang pribadi yang tak bisa digugat. Misalnya masalah perkawinan.
Jaman Pak Harto , ada PP 10 yang justru mengatur hal hal seperti ini. Terus terang campur tangan sang istri , Bu Tien sangat terasa kental disini, Beberapa pejabat gagal jadi Panglima, Menteri bahkan Wapres karena kawin lagi. Jika Ketua MPR ada dalam jaman Orde baru, mungkin tak akan mendapat ijin menikah dari Pak Harto, karena bisa dianggap terlalu cepat menikah lagi. Baru 4 bulan yang lalu sang istri meninggal, kini sudah duduk di pelaminan lagi. Kurang elok, kata Bu Tien.
Walau secara hukum Islam ini sah sah saja. Wong manten halal dan sesuai ajaran agama kok dipersoalkan. Tapi Bu Tien memiliki persepsi lain. Dia selalu melihat dari sisi wanita. Jika ada istri yang dimadu, silahkan mengadu ke pimpinannya. Dijamin pangkat eselonnya tidak naik naik atau digeser dari jabatannya.
Itu dulu. Sekarang jaman sudah berubah. Urusan kawin, istri muda, poligami adalah ruang privat. Setidaknya ini menguntungkan bagi laki laki.

Lalu ada hal lain, yakni KPK. Kita juga harus angkat topi dengan hasil kerja KPK selama ini, walau ada kesan tebang pilih. Jaman orde baru hampir mustahil dandim atau Bupati masuk penjara. Sekarang jangankan Kolonel. Keluarga mantan Presiden, Jenderal, Gubernur, Menteri bisa bisa saja digiring ke dalam bui.

Urusan KPK tidak hanya menyidik atau menjebak para anggota Dewan atau pejabat Pemerintah lainnya. Ia juga masuk ke dalam urusan kado dari perkawinan pejabat publik. Jadi Hidayat Nur Wahid dan Diana Abbas Thalib tidak bisa seenaknya membuka kado dan memeriksa jumlah angpao yang diterima. Mereka harus membiarkan petugas KPK yang membuka satu persatu kado serta mengecek jumlah uang angpao yang diterima.
Padahal bagi penganten baru, membuka kado bersama sama di pagi hari yang cerah sungguh kegiatan yang menyenangkan.

Tapi bagaimana jika anak pejabat publik yang menikah ? Dengar dengar KPK akan menyambangi Sri Sultan HB X untuk meminta ijin membongkar kado dan angpao yang diterima anak dan menantunya. Bukankah mereka bukan pejabat publik? Betul, tetapi semua orang tahu undangan yang datang pasti melihat sang ayah yang gubernur.
Tapi kok perkawinan anak SBY dengan sang model tidak diutak atik KPK. Ya, itu yang mungkin dinamakan masih tebang pilih.
Tidak ada yang sempurna memang. Setidaknya kita mesti besyukur sudah ada pemberdayaan agar orang jera dan tidak seenaknya menjadi pejabat publik.
Kalau sudah begini semestinya reformasi mesti diakui ada hasilnya. Setuju ?

58 Comments so far...

mbakDos Says:

14 May 2008 at 11:06 pm.

saya juga baru mbatin gara2 liat infotainment yang menyandingkan tema KPK dan perkawinan

ilham saibi Says:

14 May 2008 at 11:15 pm.

setuju om. tapi tebang pilihnya kudu diperbaiki. Setuju??

leksa Says:

14 May 2008 at 11:32 pm.

saya hampir lupa kalo si Agus ga diperiksa dulu…
hahahahah…

Mas Iman Jeli juga… :D

nothing Says:

15 May 2008 at 12:23 am.

KPK, Komisi Pemeriksa Kawinan

ikram Says:

15 May 2008 at 12:52 am.

Tidak semua pejabat mau memberi contoh baik. Mungkin masalahnya disitu.

Epat Says:

15 May 2008 at 1:31 am.

KPK lagi dikejer target kali bung, katanya dah ngabisin ratusan milyard tapi hasilnya masih jauh dari yang di habiskan.

Ray Says:

15 May 2008 at 1:32 am.

Besok lain kali pejabat kalo makan di warung makan (angkringan sekalipun) mintalah bon resmi, supaya suatu saat diaudit bisa menunjukkan bukti bahwa mereka membayar harga pas, tidak memeras dan lunas.

*audit atau cari sensasi sih?

cak dh1k4 Says:

15 May 2008 at 3:10 am.

Mas mas namanya juga usaha, pilih pilih. pilih yang aman klo mo nebang pohon kalo ngak ntar digebuk ama penunggunya. hehehehee….

Nayantaka Says:

15 May 2008 at 4:16 am.

HNW diuntungkan juga dengan pemeriksaan angpao itu kan? Mempertegas citra bersih.

Rystiono Says:

15 May 2008 at 5:19 am.

Kalo ada yang bilang Reformasi nggak ada hasilnya…mungkin dia-nya yang keenakan pas orde baru dulu…

edratna Says:

15 May 2008 at 6:04 am.

Kayaknya yang diperiksa KPK perkawinan anak pejabat kan, mas Iman? Lha kalau bukan pejabat, nanti yang memeriksa malah nelongso…..hehehe

Wahh sekarang yang jadi pejabat negara, mikir juga ya kalau mau mantu, lha dulu kan kalau diperiksa, salah satu alasan tambahnya kekayaan yang cukup besar karena mantu ini, dan tak dapat ditelusuri dari mana asal usulnya. Padahal kalau menyumbang gede, pasti penyumbang ingin diketahui dong…mosok cuma ditaruh dalam amplop tanpa nama….

kw Says:

15 May 2008 at 7:11 am.

kerja kpk sampai segitunya ya… andai ada “saya” ngasih kadi 1 triliun, apakah “saya” akan di usut juga? ha ha

Anang Says:

15 May 2008 at 7:28 am.

resiko jd orang besar dan pejabat di negara sarang tikus kantor. eh tp itu bukan atas inisiatip si HNW?

Adhini Amaliafitri Says:

15 May 2008 at 7:33 am.

Kalau sudah begini semestinya reformasi mesti diakui ada hasilnya. Setuju ?

Yup, setuju!
walau belum menyeluruh, tapi pemerintahan kali ini bisa lebih mendayagunakan fungsi KPK lebih baik di banding pemerintahan sebelumnya.

HIDUP PAK SBY!!
kekekekekekekkk… ;)

snydez Says:

15 May 2008 at 7:44 am.

lha, kalo saya ngasi angpao anonimus, tapi sebesar 1 juta misalnya,
di sita ga?

jeng endang Says:

15 May 2008 at 7:57 am.

kado kan ruang privat?

dewi Says:

15 May 2008 at 8:21 am.

dulu khan waktu jamannya anak sby merried, KPK belum se ngetrend skarang mas. abisnya al amien ditangkap belakangan sih.. hihihi

mayssari Says:

15 May 2008 at 8:28 am.

tapi bagaimana urusan yang lain? sampah, pencemaran, fakir miskin dan anak terlantar, pengangguran yang melimpah, kejahatan di mana-mana….
siapa ya yang ngurusi mereka?

Fitra Says:

15 May 2008 at 8:49 am.

makanya jangan mau kawin sama pejabat…apa2 diperiksa sama KPK…..kawinlah sama orang KPK aja….biar meriksa sendiri….hahahhaha

cK Says:

15 May 2008 at 9:33 am.

walah, kalau kadonya lingerie gitu gimana ya? :-? saya membayangkan pas KPK buka kado, tau-taunya kado semacam s*xtoy atau sejenisnya.. :roll:

tukangkopi Says:

15 May 2008 at 10:09 am.

ingatan saya jadi menerawang ke masa dulu jaman orde baru. pengaruh Ibu Tien itu ternyata ndak bisa diremehkan ya, Mas. sekali2 mbok ya cerita tentang ibu ini.. :D

Setiaji Says:

15 May 2008 at 10:09 am.

Reformasi ada hasilnya ? iya lumayan ada hasilnya walaupun jauh dari harapan sebelumnya, semua berproses, semoga prosesnya juga tidak terlalu lama :)

david Says:

15 May 2008 at 10:28 am.

Kalau ngga salah nihh…, Pak Ketua MPR yang mengundang KPK untuk memeriksa Kadonya…, jadi kasih undangan ke KPK untuk periksa AngPao karena sudah masuk wilayah Sub Gratifikasi..,
gicu lhoo…, sedangkan ke Sultan kayak KPK terinspirasi dari undangan Pak Wahid.., karena waktunya hampir bersamaan. (positif thanking ON ;-) )

Donny Reza Says:

15 May 2008 at 12:24 pm.

untungnya pak Hidayat malah mendukung hal tersebut sih, cuma kan di angpao itu gk ada namanya… jadi gk ketauan ‘pelaku’-nya.

Nazieb Says:

15 May 2008 at 5:10 pm.

Owalah… ngasih aja enggak.. malah ikut-ikut mbongkar..

Totok Sugianto Says:

15 May 2008 at 5:10 pm.

saya setuju… maju terus KPK.. :D

andrias ekoyuono Says:

15 May 2008 at 5:20 pm.

apresiasi positif juga layak diberikan ke pak Antasari Azhar (ketua KPK), yang pada waktu terpilih sempat banyak mendapat tanggapan miring tentang kredibilitasnya, eh malah jadi Ketua KPK pertama yang menggeledah kantor DPR. Semoga pak ketua KPK kita ini terus mempertahankan performanya, dan tidak kehabisan energi di tengah jalan

Donny Verdian Says:

15 May 2008 at 5:30 pm.

Hehehe… nanti nunggu SBY punya cucu, KPK seharusnya ngecheck sumbangan bayi sejak aqiqah, tedhak siten dan seterusnya.

Berani gitu KPK ?

Fachia Says:

15 May 2008 at 10:10 pm.

@ Donny, Wah tambah berat tuh tugas KPK

rievees Says:

15 May 2008 at 10:12 pm.

Mungkin ga ya KPK dateng ke kawinannya karna pengen makan gratis? :P

Ersis Warmansyah Abbas Says:

15 May 2008 at 11:27 pm.

Ya harus diakui … gerakan memberantas korupsi semakin bagus, semoga berlanjut ke tindakan tuntas … nantinya preventif.

Hedi Says:

15 May 2008 at 11:48 pm.

karena waktu SBY mantu, KPK-nya masih melempem

mitra w Says:

16 May 2008 at 12:11 am.

huhuhuhu, makanya acara married ga usah gede2, mending bulan madunya aja yang habis2an :D

aRuL Says:

16 May 2008 at 12:15 am.

eh waktu nikah SBY itu sudah ada KPK blum? atau tugasnya udah sampe ke situ yah? *sekedar tanya aja*
iyah kita harus mengakui bahwa kiprah penegak hukum sudah mulai ada.. .tapi tetap aja masih ada yg blum disentuh terutama yang dekat dengan pejabat. tapi kalo sudah dekat dengan musuh bebuyutan pasti akan selalu disidik :D hehehe
fenomena kepemimpinan kali yakz ;D

sluman slumun slamet Says:

16 May 2008 at 12:52 am.

ooo, mas iman mau kawin lagi ya?
:D

Silly Says:

16 May 2008 at 8:31 am.

Setuju… KPK mulai menunjukkan “gigi”-nya sepertinya :D

(gatel pengen ngetik terus, tapi lagi belajar kome pendek2, kayak mas iman :) )

ika Says:

16 May 2008 at 9:26 am.

saya acungkan tiga jempol untuk KPK. keyen! :D

calonorangtenarsedunia Says:

16 May 2008 at 9:46 am.

Mas Iman mau kawin lagi? Bukan PNS kan, Mas?

*digampar*

Tapi apa ga terlalu berlebihan ya kelakuan KPK nya?

Saya malah takutnya itu cuma sekadar cari nama biar mereka terkesan ‘kerja’ dan ga cuma terima gaji buta.

meiy Says:

16 May 2008 at 9:59 am.

mestinya tebang pilih di hph malah tidak berjalan ya, setidaknya ada arah perbaikan kinerja ya mas.

-may- Says:

16 May 2008 at 10:52 am.

Hehehe.. baru mau nulis tentang ini juga, keduluan ;)

Pas nonton infotainment itu, ibu saya ngomong begini, “Untuuuungg, Nduk, pas mantu kamu bapakmu bukan pejabat. Kalau pejabat, terus sumbangannya tamu di-cek sama KPK begini, BAPAKMU BISA MALU SAMA TAMU-TAMUNYA”.

Menurut Ibu (yang “sangat Jawa sekali”) nggak ilok kalau orang lain tau jumlah sumbangan yang dikasih oleh masing2 tamu. Apalagi kalau nanti ada tamu yang diutik2 karena dianggap ngasih terlalu banyak.

Saya sih setuju KPK mau mengurus korupsi.. tapi.. gak pantes juga rasanya kalau pernikahan (suatu event keluarga) juga diutik2. Lha.. coba bayangkan, kalau misalnya salah satu tamunya HB adalah Sultan Brunei atau Sultan Johor. Atau setidaknya sesama raja Jawa, PB. Tentunya, sebagai sesama sultan, mereka bakal merasa kurang pantas kalo nyumbangnya sedikit. Takut dianggap nggak menghargai yg ngundang. Noblesse Oblige aja, bukan karena mau nyogok.

Teruss… kemudian yg begini bakal diungkit KPK? Kasihan tuan rumahnya, pasti ngerasa nggak enak sekali sama tamunya :)

balibul Says:

16 May 2008 at 11:58 am.

emang kawinan penggede itu masih pake angpao yah. ga langsung internet banking? emang angpao bisa jadi indikasi awal ya mas?

btw, jadi kah sabtu subuh ke pengalengan?

nico Says:

16 May 2008 at 3:47 pm.

katanya sih inisiatif kedua belah pihak. jadi, kalo satu ga inisiatif, yang satunya lagi ya ga inisiatif juga:D

EsTehTawar™ Says:

16 May 2008 at 4:29 pm.

Jadinya skrg KPK nongkrongin pejabat kawinan toh.

syiddat Says:

16 May 2008 at 6:27 pm.

waspadalah…. waspadalah….

arif Says:

17 May 2008 at 8:46 am.

Waktu lihat berita itu (lupa di infotainmen atau berita beneran) saya juga sempat mbatin. Kok hanya HNW yang diperiksa hadiah perkawinannya? Bagaimana dengan pejabat yang mantu anaknya. Kan banyak tuh.

Saya masih menunggu KPK memeriksa semua pejabat dan menggunakan azas pembuktian terbalik. Pasti bui akan ramai. Isinya bukan maling ayam melainkan pejabat.

nindityo Says:

17 May 2008 at 12:37 pm.

mosok sih SBY mantu gak diperiksa? lha wong kepala kanwil mantu aja diperiksa kok? jujur saya malah bingung kenapa digedhe-gedhein kalo HNW diperiksa KPK.. itu standar kok. Yang lain juga sama.. cek deh.
dan yang bikin heran kenapa diperiksa KPK identik dengan “malu” ?
itu biasa dan aturannya juga begitu. bukan karena HNW salah trus diperiksa ato “bikin bapakmu malu kalo amplop kawinanmu diperiksa”, bukan itu, ini semata karena masih ada korupsi dan kita perlu contoh ke masyarakat bahwa sekarang pejabat kawin (ato ngawinin) diperiksa.
ntar kalo dah gak ada korupsi.. ngapain juga diperiksa .. iya toh..

taufikasmara Says:

17 May 2008 at 7:53 pm.

Mas, pernikahan Agus dulu kan ketua KPKnya kan lain… Jadi, beda ketua, beda kebijakan.
Mengenai memeriksa kado ini, apa tidak terkesan kalo KPK itu ‘suuzhan’ ya, Mas? Kalau seorang tamu ngasih kado duit 100 juta, apa otomatis dianggap bakal ada korupsi? Aku aja gak pernah ngebayangin kalau bakal ada korupsi dalam seremonial pernikahan yang sakral itu.
Ato malah kita yang Suuzhan sma KPK karena nganggap mereka over acting ato cari muka?

torasham Says:

17 May 2008 at 11:36 pm.

tapi saya salut buat pak nur wahid. ikhlas bener diperiksa seperti itu. Ente emang nomer wahid pak……

dian Says:

18 May 2008 at 2:00 am.

tulis ttg ibu tien persen donk, mas hehhehe

waktu anak SBY nikah dulu, mungkin belom se hot sekarang ini. tapi kado kok pake diperiksa sih

wieda Says:

18 May 2008 at 2:14 am.

wah Ngarso dalem saja rela se rela2 nya kado2 pernikahan putrinya di periksa…
padahal dari lahir ceprot Ngarso Dalem itu sudah raja….hehehehehe

Dulu temanku anak pejabat pas menikah dapat kunci mobil 5….laah aku pas menikah kadonya kebanyakan “pisuhan” dari sobat2 ku……ndak ada yg ngasih “gantungan” kunci…palagi kuncinya

Mbelgedez Says:

19 May 2008 at 8:06 am.

Eh, Post inih bukan berarti situ mau kawin duwa kali, kan….???

***kabourrr…***

:lol:

Anggara Says:

19 May 2008 at 10:14 am.

menarik memang KPK ini

Herman Sam Says:

20 May 2008 at 10:24 pm.

Makanya ada pejabat yang mengusulkan KPK dibubarkan … karena kinerja Kepolisian dan MA atau apalah spesiesnya sudah lebih baik daripada dulu …

Alex Says:

21 May 2008 at 2:43 pm.

ASS.

SETUJU BANGET MAS IMAN

Perlu usaha yang kontinyu agar Reformasi ini berjalan dgn baik dan menadatangkan apa yg menjadi amanah reformasi itu. dan kita-pun bisa berpartisipasi buat reformasi ini. hingga reformasi tidak hanya sekedar teori dan sudah kehilangan makna dari sebuah kata-kata.

yuk kita kawal bersama reformasi ini.

natazya Says:

22 May 2008 at 5:41 pm.

tebang pilih… ah… sampai kapan juga akan tetap ada selama masih ada satu pihak yang berkuasa dan pegang kendali segala…

eh, itu dimana ya? :D

reformasi jalan ga ya? entah… reformasi itu apa?

indah euy Says:

24 May 2008 at 5:54 am.

Saya sangat setuju kalau KPK periksa kado pernikahan pejabat atau anak pejabat. Pernikahan tidaklah semuanya persoalan privat. Jabatan yang diemban itulah yang menyebabkan orang-orang memberikan kado berlebihan. Kelebihan dari 100 juta itu, menurut saya, memang harus diambil oleh negara untuk dipergunakan sebaik-baiknya demi kepentingan rakyat banyak. Dengan demikian, orang jadi berpikir: jadi pejabat bukan untuk memperkaya diri sendiri, tapi sebagai pengabdian kepada Tuhan dan negara.

CY Says:

24 May 2008 at 2:25 pm.

Kita lihat bersama kedepannya gimana, semoga lebih baik dan bukan cuman image booster.

OTOMOTIF - Mobil Menteri dari Jaman Soekarno Hingga SBY - Berita Top Indonesia Says:

3 November 2009 at 6:01 am.

[...] blog.imanbrotoseno.com:Iman Brotoseno » Urusan Kawin dan KPKJaman Pak Harto , ada PP 10 yang justru mengatur … eselonnya tidak naik naik atau digeser dari jabatannya. Itu dulu. Sekarang jaman … anak pejabat pas menikah dapat kunci mobil 5 … [...]

Leave a Reply

Mencari Jawaban

Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...

Snap Shots

www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos from Iman Brotoseno. Make your own badge here.


Categories

Archives

Hot Topics

Links

Spice of Life



Add to Technorati Favorites
Free PageRank Checker

Subscribe with Bloglines

Why Blog ?

Why the BLOG will change the world ?The explosion of blogs throughout the world has been the biggest phenomenon since the rise of the Internet itself. Today, more people read blogs than newspapers. Blogs are just a tool, of course. It’s the bloggers behind the blogs that will make the difference. Here's Why

Blog lama saya masih dapat dilihat disini

( DISCLAIMER ) Photo dan Gambar Ilustrasi kadang diambil dari berbagai sumber di internet - GETTY IMAGES dan CORBIS selain photo teman dan milik saya sendiri. Kadang kala sulit untuk menemukan pemiliknya. Jika ada yang merasa keberatan bisa menghubungi untuk dicantumkan namanya.

Subscribe this blog

  Subscribe in a reader
Enter your email address:
  
Delivered by FeedBurner

 

May 2008
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031