10 March 2008
Neraka Orde Baru
Posted by iman under: BUKU; ORDE BARU; SEJARAH .
Membaca buku “Neraka Rezim Soeharto “ seperti membawa kita menuju sebuah alam dunia lain, yang hampir tak pernah kita bayangkan. Ini cerita tentang tempat penahanan dan kisah penyiksaan terhadap yang menentang rezim orde baru. Sebuah misteri tempat penyiksaan yang tak pernah dipublikasikan. Buku ini dikisahkan oleh mereka yang selamat dan bisa keluar hidup hidup dari ‘ neraka ‘ itu. Sungguh menyesakan bahwa sebuah sistem kekuasaan bisa membuat seseorang kehilangan mata hati serta nurani kemanusiaannya.
Ada beberapa tempat yang sering dipakai sebagai ladang pembantaian terhadap tahanan seperti rumah di Jl Gunung Sahari yang disebut rumah tahanan Kalong dan bekas kantor Kodim Jakarta Timur. Kedua tempat itu umumnya untuk tahanan PKI, disamping Rumah Tahanan Militer Jl. Budi Utomo. Kemudian kantor polisi militer di Jl Guntur, rumah di Jalan Kramat yang disebut Kremlin dan bangunan di kebayoran lama yang biasa disebut Gang Buntu untuk tahanan peristiwa tanjung priok, Talang sari lampung, pemboman bank BCA, Kasus Malari atau pembajakan pesawat Garuda ‘ Woyla ‘.
Juga kisah para mahasiswa yang diculik oleh sebuah kesatuan militer yang menyekapnya di tempat kesatuannya di daerah Cijantung dan Serang, Jawa Barat.
Mereka yang ditahan mengalamai pemyiksaan secara brutal dan kejam seperti dipukuli sampai babak belur, dicambuk dengan buntut ikan pari, disetrum, kuku dicopot, direndam di bak yang penuh lintah sampai akhirnya yang bernasib sial mati ditembak atau ditenggelamkan di laut.
Tentu saja proses interogasi tidak didampingi pengacara, dan terserah kapan saja tentara yang memanggilnya. Untuk merendahkan harga diri tahanan, umumnya mereka diinterograsi sambil telanjang, tak kecuali tahanan wanita.
Sistem sel dan kamar tahanan dibuat sedemikian rupa berdekatan dengan ruang interogasi, sehingga para tahanan bisa mendengar jeritan mereka yang disiksa. Lokasi tahanan ini adalah tempat ‘ yang tak tercatat ‘ dan memang tak melewati sistem peradilan yang jujur.
Dalam ruang penyiksaan ini, mereka dipaksa untuk membongkar jaringan dan teman temannya yang belum tertangkap. Jika para penyiksa belum mendapat informasi yang mereka mau, mereka mengembalikan tahanan yang sudah babak belur ke dalam sel dan mengambil korban berikutnya. Bahkan ada seorang tahanan yang kakinya patah, setelah mendapat perawatan, kembali di siksa dengan kakinya masih dibungkus gips.
Jangan berharap Tuhan ada disini, demikian maki seorang tentara yang menggunting jilbab seorang tahanan wanita yang tersangkut kasus Tanjung Priok, saat ia berteriak “ Allahu Akbar “ ketika disiksa.
Suatu malam ada seorang tahanan yang kedinginan dalam selnya. Tiba tiba seorang tentara melempar Jaket. Ia berterima kasih, dan langsung memakainya. Karena gelap, ia tak melihat bahwa Jaket itu sudah dipenuhi oleh semut semut, sehingga sekujur badannya bengkak bengkak.
Seorang tahanan petinggi kelompok Warsidi, Lampung suatu saat kehausan. Ia langsung meminum ketika disodori air, yang ternyata air dari got selokan.
Semua petinggi militer disini memiliki ‘ lisence to kill ‘ yang tak perlu dipertanyakan. Hanya Tuhan dan mereka yang tahu kapan harus mencabut nyawa tahanan.
Para mahasiswa yang diculik menjelang jatuhnya rezim orde baru juga mengalami siksaan yang maha dasyat. Andi Arief, ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia Untuk Demokrasi mengalami siksaan psikologis dimana matanya ditutup selama sepuluh hari, sambil terus dipukuli. Mereka biasanya ditidurkan sambil telanjang diatas balok es, disetrum alat kemaluannya atau digantung dengan kepala dibawah. Beberapa dari mereka tak pernah kembali dan tak jelas dimana kuburannya seperti Bimo Petrus atau Deddy Hamdun.
Tentu saja kita tak bisa menampik bahwa ini adalah kebijakan yang direstui oleh pemimpin militer atau Presiden Soeharto, karena mereka bisa berbulan bulan atau lebih dari setahun berada dalam tahanan yang dirahasiakan. Justru sempat terjadi pergantian Pangab dari Faisal Tanjung ke Wiranto.
Neraka ini benar benar nyata ada di negeri kita, lebih brutal daripada kisah tahanan Stalin, Hitler atau Jepang jaman Perang Dunia ke II. Bahkan sejarah kediktatoran rezim orde lama tidak pernah mencatat bentuk kekejaman seperti ini. Umumnya pada jaman itu tahanan politik mereka yang terlibat dalam pemberontakan dan separatisme, DI /TII, PRRI / Permesta maupun Masyumi dan PSI yang duduk dalam pemerintahan PRRI / Permesta. Bukan mereka yang menentang secara langsung paham Nasakom. Sehingga Partai Katolik, Himpunan Mahasiswa Islam atau Bung Hatta yang jelas menolak komunisme tidak pernah dibubarkan atau ditahan. Sementara Soeharto yang atas nama Pancasila dengan mudahnya menjebloskan mereka mereka yang menolak ideologi ini. Padahal tidak seperti Soekarno yang mengalami ancaman pembunuhan secara langsung seperti pemboman granat dan penembakan. Soeharto juga tidak pernah mengalami rasanya hidup di penjara.
Sejarah memang akan terbuka pada akhirnya, dan dengan mempelajari sejarah, kita akan lebih mengenal diri kita sendiri. Yang jelas setelah membaca buku ini saya hanya bersyukur bahwa Momon tidak hidup dalam jaman Soeharto. Sungguh Momon sangat beruntung.
95 Comments so far...
liemz Says:
10 March 2008 at 12:02 pm.
Wiw…tentaranya kok garang ya…andai saja tentara jaman sekarang segarang itu pada negara negara tetangga yang mencoba merendahkan martabat bangsa ini…
Effendi Says:
10 March 2008 at 12:22 pm.
Ah, Zam sekarang menyesal dulu membenci pelajaran sejarah. Apa Zam juga beruntung?
Goop Says:
10 March 2008 at 12:46 pm.
bukankah ada ujar-ujar, sejarah akan berulang?
ah, semoga yang semacam ini tidak
-amien-
lita Says:
10 March 2008 at 12:53 pm.
inna lillahi…baca tulisannya mas iman aja udah merinding, gimana baca bukunya..:((
mereka itu orang apa bukan sih ?
merahitam Says:
10 March 2008 at 1:15 pm.
Merinding bacanya. Mas Iman, apa sampai sekarang “neraka” itu masih berlangsung? Apa ada tindakan untuk membersihkan tempat itu dan menuntut para pelakunya? Bukannya tindakan semacam itu bisa dituntut oleh keluarga korban maupun oleh lembaga semacam Komnas HAM?
jonijontor Says:
10 March 2008 at 1:37 pm.
wah mas ngeri dan gila bangsa ini ya. Masih banyak aib-aib dan dosa sejarah yang bahkan kakek nenek orangtua kita sendiri malu dan sedih untuk bercerita. Ini semua generasi muda harus tahu, sebenarnya ada apa dengan bangsa ini dulu kini dan nanti
andrias ekoyuono Says:
10 March 2008 at 1:48 pm.
ngeri ya, untung anjingnya momon tidak hidup di jaman itu, bisa2 penamaan anjingnya momon dianggap subversif
Herman Saksono Says:
10 March 2008 at 1:58 pm.
kalau sekarang pak harto dimaafkan, berarti penyiksaan semacam itu juga dapat dimaafkan
la mendol Says:
10 March 2008 at 2:16 pm.
Kuku di copot, kemaluan di setrum….. *ngilu aku mas mbayangno
triadi Says:
10 March 2008 at 2:18 pm.
oo iya mas, saya juga baru baca bukunya…
serem…tapi ga pernah diangkat ke media…
adipati kademangan Says:
10 March 2008 at 2:26 pm.
kontras masih bekerja lhoh mas
mereka – mereka yang hilang diculik masih terus diselidiki
unai Says:
10 March 2008 at 2:28 pm.
Buku yang bagus…saya akan masukkan ke dalam list daftar belanja buku bulan ini, BTW ada apa dengan Momon? heheh mau tauuuu aja
Rynie Says:
10 March 2008 at 3:05 pm.
Mengapa pembenci PKI….
bisa berprilaku seperti PKI ….
saya rasa mungkin inilah the real PKI (apabila cerita PKI itu adalah benar)……..
za Says:
10 March 2008 at 3:09 pm.
mesti baca nih…sepertinya seru…. bole pinjem bukunya ga…*melas mode on*
Catshade Says:
10 March 2008 at 3:15 pm.
*soeharto’s advocate mode: on*
Tapi di zaman orde baru itu bahan-bahan pokok murah kan? Pengangguran juga nggak sebanyak sekarang kan? 1 dollar cuma 2000an rupiah kan? Saya mah nggak ngerti yang rumit-rumit kayak begitu. Saya tahunya cuma, di zaman pak harto, hidup nggak sesusah sekarang. Aaah, semoga ada pemimpin di pemilu nanti yang bisa menyejahterakan rakyatnya seperti soeharto dulu…
*off*
Seandainya mereka tahu kalau inilah harga yang harus dibayar untuk kesejahteraan (semu) itu…Hey, tapi selama ratusan juta rakyat lainnya merasa sejahtera, nggak apa-apa kan jika mesti mengorbankan beberapa gelintir orang yang ‘mengganggu stabilitas dan ketertiban umum’?
*off, I said! OFF!!*
Totok Sugianto Says:
10 March 2008 at 3:41 pm.
berarti paling tidak jaman sekarang lebih baik dari jaman suharto dulu, begitu kira2 yg dimaksud dengan “sungguh Momon sangat beruntung” itu
pitik Says:
10 March 2008 at 4:15 pm.
sayang sekali, (hampir)seluruh media mainstream mengarahkan kita untuk memaafkan tanpa mengungkit dosa-dosanya…bagaimana ini?
mbakDos Says:
10 March 2008 at 4:45 pm.
Jangan berharap Tuhan ada disini, demikian maki seorang tentara yang menggunting jilbab seorang tahanan wanita yang tersangkut kasus Tanjung Priok, saat ia berteriak “ Allahu Akbar “ ketika disiksa.
ya, memang wanita itu sebaiknya tidak berharap ada tuhan di sana. karena si penggunting jilbab itu sendirilah mungkin ‘tuhan’ yang dimaksudkannya.
yuki tobing Says:
10 March 2008 at 5:03 pm.
hhm suatu bentuk pelanggaran HAM kelas berat yang baru bisa terungkap setelah beliau lengser.
blanthik_ayu Says:
10 March 2008 at 5:08 pm.
wah info buku bagus nih..thanks mas..:D
beruntunglah momon dan generasinya
“hola mon..salam kenal…:D”
Abe Poetra Says:
10 March 2008 at 5:16 pm.
JADDAH sekali perbuatan mereka. Itu yang menggunting JILBAB juga semoga diampuni dosa teramat besarnya itu. Eh, mas Iman tidak buat siapa pengarang buku ini, terus kalau boleh dilengkapi donk dengan harganya. Terus kalau bisa diberitahu bisa didapatkan dimana? hehe..
*ngelunjak*
sluman slumun slamet Says:
10 March 2008 at 5:39 pm.
tambah lagi dosa si gober!
kalau dosa sama ALLAH, tinggal tobat dan minta ampun sama ALLAH
kalau dosa sama manusia, harus minta maaf sama manusianya dan si korban harus memaafkannya!
funkshit Says:
10 March 2008 at 6:47 pm.
tentara itu bukan tuhan.. cuman mereka adalah izroil nya
.. tuhannya tetep beliau itu
elly.s Says:
10 March 2008 at 7:08 pm.
ya ampun mas…sudilah kiranya dikau membelikan dan mengirimkan buku ini padaku..
pengen banget aq membacanya..
Sumpah akan aku ganti uangnya…atau mas ada buku malaysia yg ingin dibaca?? nanti gantian aq kirimin???
max Says:
10 March 2008 at 8:05 pm.
gila! benar2 biadab. Itukah yg akan diperjuangkan segelintir orang untuk menjadikan dia sebagai pahlawan? berarti yg ngusulkan dia sebagai pahlawan bisa dikategorikan biadab juga ya Mas
kenny Says:
10 March 2008 at 8:28 pm.
aku baca postingan mas iman gak sampe habis, udah merinding
oot, ganteng foto pojok kanan atas
Epat Says:
10 March 2008 at 11:02 pm.
setiap negeri tiran pasti memiliki catatan hitam seperti ini demi melanggengkan ketiraniannya
BARRY Says:
10 March 2008 at 11:12 pm.
Bagaimana ya perasaan mereka yang tahu tempat-tempat yang disebut diatas. Seperti tetangga atau orang yang tinggal disekitarnya.
iman brotoseno Says:
10 March 2008 at 11:37 pm.
didut, abe poetra, za,
saya beli di toko buku gunung agung, harganya lupa..kalau nggak salah 60,000 rupiah
buku ini ditulis oleh Margiyono , redaktur pelaksana Voice of Human Right News Centre yang mengelola situs http://www.VHR.media.com . Ia menulis bersama Kurniawan Tri Yunanto.
Buku ini diterbitkan oleh penerbit SPASI
Telp 021-8318274
email : spasimedia@gmail.com
Elly
Saya coba cari lagi di Toko Buku,….nanti dikabari.
Anto,
Sang Nabi memang benar he he….Hanya Pengadilan Akhirat
Barry,
Beberapa tetangga umumnya tahu sebagai tempat ‘ pos ‘ tentara, atau dimaklumi sebagai daerah militer. Sehingga mereka menghidari lewat jalan didepan rumah tsb.
dian Says:
11 March 2008 at 7:55 am.
aku pengen beli, tapi gak sanggup bacanya eh. baca postingan ini aja udah bikin ngilu and mual.
comment momon diatas bikin aku ngakak. nyindir ni yee…
Ghatel Says:
11 March 2008 at 9:56 am.
membaca dan membayangkannya saja sangat ngeri sekali, apalagi jadi korban dari penyiksaan tersebut… smoga ngg ada lagi orang yang memiliki lisence to kill itu…
lady Says:
11 March 2008 at 11:18 am.
oh ternyata…
kita serahkan aja pada hakim yang maha adil dan ga pernah salah…
edratna Says:
11 March 2008 at 12:16 pm.
Bos saya pernah bilang, bahwa jika kita berbuat salah dan tak mendapat hukuman di dunia, masih ada akhirat (bagi yang percaya)….
Btw, foto baru ya….terlihat lebih muda dan keren …kacamata baru?? (komentar ga nyambung)
artja Says:
11 March 2008 at 3:15 pm.
sejarah menulis bangsa kita tak sepanjang sejarah penderitaannya. saya kira hal ini tak akan berubah sampai kapanpun. padahal sebagai manusia, ingatan kita sangat singkat. maka akan semakin banyak penderitaan akibat kesewenang-wenangan yang tidak tercatat.
kehadiran buku ini, setidaknya mengurangi ketimpangan tersebut. semoga bangsa ini masih mau belajar tentang cara yang lebih baik untuk hidup bersama sebagai suatu bangsa.
Aris Says:
11 March 2008 at 5:43 pm.
Kalau ada Neraka Orde Baru, mestinya ada juga Surga Orde Baru … kira2 ada enggak yg berani menulisnya saat ini?
det Says:
12 March 2008 at 12:56 am.
weleh-weleh… serem bener! itu beneran ada apa hanya cerita fiktif belaka? atau kisah nyata yang dibumbui atau dibesar-besarkan?
di gitmo kayaknya lebih serem lagi deh..
radi Says:
12 March 2008 at 6:28 am.
Orde Baru pernah buat ‘surga’ kecanduan, namanya subsidi BBM…hmm…
wieda Says:
12 March 2008 at 9:19 am.
mo komen aja merinding……walahhhhh semoga ga terjadi hal2 seperti itu lagi…..koq bisa yah manusia tanpa perasaan?
ebeSS Says:
12 March 2008 at 9:27 am.
bila anak2 sekolah tidak diberi pelajaran sejarah yang hitam ini . . . .
sama seperti membiarkan anak domba di belantara yang banyak binatang buas . .
hanny Says:
12 March 2008 at 9:55 am.
hiii saya nggak akan baca buku itu, bukan apa-apa, ngeri dan ngilu aja rasanya. baca posting-an ini saja sudah ngeri dan ngilu, apalagi baca lengkapnya…
harkitnas Says:
12 March 2008 at 10:56 am.
mas ada artikel menarik tentang kebangkitan nasional http://swaramuslim.com/galery/sejarah/index.php?page=harkitnas gimana nih tanggapan mas iman sbagai pecinta sejarah.
ibu jilbab Says:
12 March 2008 at 1:12 pm.
Astagfirullah alladjiim, teganya pak harto… dibalik senyum hangatnya ternyata dia menyimpan kekuasaan diluar peri kemanusiaan, ngapain coba kita disuruh mengamalkan pancasila, kalo ternyata beliau sendiri lebih sadis dari yg kita kira….
Thanks mas iman untuk info tulisannya…..
detnot Says:
12 March 2008 at 1:59 pm.
sejarah negara kita memang secepatnya hrs segera di luruskan kangmas
kasihan ngapusi anak putu
Nyai Blorong Says:
12 March 2008 at 2:16 pm.
Makasih mas atas resensinya , harus cepet2 belibukunya nih!
Mestinya fakta2 yg dibongkar buku itu “hanya” merupakan ujung gunung es yg mencuat keatas air laut, es yg dibawahnya (90% dari volume seluruh gunung es itu) tak kelihatan…
Pernah dengar cerita seorang pak tani di Yogya, saudaranya yg tinggal di daerah Solo ditangkap tentara, diikat jari2 tangan dan kakinya , terus dilemparkan ke Bengawan Solo…
Diatas ada yg nulis, jaman orba paling dikit lebih enak dari sekarang, bahan2 pokok lebih murah dan pengangguran lebih sedikit….ya memang, tapi harus diingat sistem sekarang ini pada dasarnya sama saja dg sistem orla, yg dibelakang , dalangnya masih kroni2 orba.
Sistem sekarang ini kayanya masih merupaka kelanjutan orba deh, hanya tidak pakai kekerasan tentara lagi, karena tuan2 dibarat tidak mengijinkan lagi kaya dulu……jadi mau tak mau harus pura2 ber-demokrasi2an, tapi KKN,kemunafikan,pendewaan thd uang,ketidakpedulian thd harkat dan nasib bangsa ,keegoisan ,pelanggaran HAM kayanya masih sama kaya dulu……
Kapan ya ada Bung Karno ke 2 ?
kw Says:
12 March 2008 at 2:26 pm.
hmm biasa jadi dia memang agak kurang waras. pasti ada kekejian yang lebih dahsyat yang belum terungkap . thx infonya mas..
Kuntilanak Says:
12 March 2008 at 3:51 pm.
Hehehe, asal studi bandingnya jangan terus banding2kan kekayaan dg kekayaan Bill Gates ya,
cara dapatnya juga lain….dan jangan lama2 diluar, sang isteri nanti curiga,dikira berbuat yg enggak2…cepet2 pulanglah kekubur….hehehe
Nazieb Says:
12 March 2008 at 3:55 pm.
Mungkin Guantanamo itu konsepnya nyontek kita yah?
Banggalah kalau begitu, Indonesia!!
Nyai Blorong Says:
12 March 2008 at 4:40 pm.
Yg jelas, pada tahun 70 an, “Chicago Boys” , 25 ahli2 ekonomi dari Chili lulusan Univ. Chicago, beberapa waktu sebelum terjadi pembantaian thd orang2 demokratis oleh rejim militer Agusto Pinochet, telah mencoret2 tembok2 di Santiago de Chlie dg warna merah ” Jakarta is coming !”.
Memang “Jakarta”( baca: “Suharto”) adalah guru yg hebat dari diktator Pinochet, diluar professor
besar yg dia kagumi : Adolf Hitler tentunya!
iman brotoseno Says:
12 March 2008 at 5:25 pm.
harkitnas,
Memang Boedi Oetomo sebenarnya organisasi lokal ( baca : Jawa ), cuma dianggap representasi kebangkitan nasional karena dianggap organisasi kaum pribumi pertama. Sama saja dengan analogi RA Kartini, yang sebenarnya kalau mau jujur tidak memberi kontribusi secara langsung thd emansipasi wanita, kecuali kumpulan surat suratnya terhadap Abendanon yang berisi keluh kesahnya. Mungkin Dewi Sartika lebih terlihat langsung dengan mendirikan sekolah.
darma Says:
12 March 2008 at 6:56 pm.
Saya pikir tidak tepat hanya menyalahkan Soeharto seorang sebagai Dalang Segala Bencana, kalau kita mau buka, buka semua jangan ada lagi kemunafikan. Orang yang kita angkat angkat sebagi pahlawan ternyata berlumuran darah jutaan orang, dan orang itu bukan Soeharto akan tetapi selama ini orang- orang hanya bisa diam dan tidak berani mengungkit ungkit orang tersebut.
Manusia punya otak dan bisa memilih apakah melakukan kekejaman atau tidak. Lihat Ibrahim Adjie, dia bisa menahan Siliwangi sehingga di Jawa Barat tidak ada pembantai massal, tapi apa yang terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kalau kita mau jujur siapa yang masuk kesana, dan dibawah pimpinan siapa? Apakah Soeharto yg langsung memimpin pembantaian ataukah ada orang lain yg kita angkat- angkat sebagai pahlawan tapi ternyata memimpin pembantaian? Kalau kita mau belajar sejarah kita akan tau siapa orang yg saya maksud.
Nyai Blorong Says:
12 March 2008 at 8:08 pm.
Wah, ya bener sekali mas darma. Kalau dikatakan selama P.D. II Hitler membantai 6 juta orang jahudi ditambah belasam juta orang2 lain yg tidak bersalah, itu diartikan Hitler bersama
aparat2nya dan kroni2nya, Goebbels,Himmler,Robentropp, Goering dll,dll beserta bawahan2 mereka semua…terutama SS nya ! Begitu juga di Indonesia, Suharto berarti dia bersama pembantu2nya semua…….
Mbah Sangkil Says:
12 March 2008 at 11:48 pm.
nunggu email dari suharto aja deh, mau tau kabarnya “disana” masuk surga ato neraka. Sukur-sukur dikasih alamat blog nya
NASI LIWET Says:
13 March 2008 at 4:58 pm.
Hoaam Apa bener yak kayak gitu ??
tata Says:
13 March 2008 at 7:36 pm.
wah keknya harus beli nih mas…di rumah ada yang benci sekali dengan almarhum presiden hihihihi
Moh Arif Widarto Says:
13 March 2008 at 8:07 pm.
Membaca resensinya saja sudah mengerikan. Tentu yang diceritakan di bukunya lebih seram lagi.
yati Says:
15 March 2008 at 3:18 pm.
aaargghhhh…saya selalu telat maen ke sini!
mas, buku ini kan ditarik dari peredaran. iya kan? makanya ga ada di toko2 buku. makanya (lagi) kaget bisa baca di sini :d
tolongin doooong…..bisa beli dimana yaaaa…? kalo “Menyingkap Tirai Asap” eh…atau apa ya judulnya…yg terbitan Lontar, sama kek gini juga tapi lebih halus penceritaannya
nopan Says:
16 March 2008 at 8:32 am.
ohhh.., kayak nyiksanya intel n tentara amerika, rusia,china etc …., or apa emang seragam yg kayak gini2..,
agusmakkie Says:
19 March 2008 at 4:00 pm.
sejarah orde baru memang penuh darah dan air mata..semoga tidak terulang
aAng Says:
23 March 2008 at 11:37 am.
wa, betul mas
suharto lebih brutal daripada brutalis lain
bedanya, dia mainnya halus
banyak yg gak terungkap kalo gak betul2 diselidiki
apalagi di kampung saya
wa, mungkin lebih banyak korbannya daripada korban semua daerah lain di indo
dare Says:
1 April 2008 at 1:14 pm.
kapan ya datang surganya????????????????????
uing Says:
2 April 2008 at 1:51 pm.
ahhhhh…. kate siape di zaman orba kayak ndi neraka????la wong rakyat banyak di kasih subsidi toel gak???
biang kerok Says:
2 April 2008 at 1:55 pm.
keren bukunya kalau bisa gimana caranya pengen dapetin yang gratissssssss…!!!!!!biar bisa lebih memasarakatkan sejarah di kampung saya.hehehehe…..
yosie Says:
2 April 2008 at 1:57 pm.
yang deket beli dimana ya?
si_omen Says:
10 May 2008 at 12:46 am.
“Sejarah memang akan terbuka pada akhirnya, dan dengan mempelajari sejarah, kita akan lebih mengenal diri kita sendiri.”
Ahh.. Saya suka sekali kalimat ini (secara saya ini mahasiswa jurusan sejarah :p)
trend gila Says:
28 June 2008 at 7:23 am.
Orang2 indonesia ni, gampang tersihir oleh crita2 tau buku2 misteri, bukan memecahkn dan cr solusi, apa untungnya baca buku seperti itu, coba kmana KEUNTUNGAN PENJUALAN BUKU SEPERTI ITU DISALURAN? pada korban yg menjadi crita di dalamnya atau tuk ungkap kebenaran didalamnya? atau kekantong pencetak dan pengarangnya? Apa motif penerbitannya? Hey anak2 bangsaku, Bangkit & Bangun negeri yg hampir porak-poranda ini. Jangan di nina bobokan dgn crita2 orang yg hanya ingin menghasut dan orang2 yg mengambil keuntungan darinya. pergunakanlah waktumu tuk mengisi dan memajukan negri ini, bangkitkn patriotisme kita thd bangsa dan harga diri bangsa ini dimata kita dan dunia. (hidup rakyat indonesia! Hancurlah para penghasut2 negri ini).
rageni Coment Says:
2 July 2008 at 9:49 am.
Hebat banget denger puisi trend gila diatas tadi memang begitulah puisinya orang gila yang
kecipratan memakan duit rakyat yang dikoprupsi berjamaah bersama orde baru
ingat bung kita perlu mengetahui sejarah yang pernah terjadi dinegeri kita ini untuk cermin dimasa depan apalagi itu menyangkut pelanggaran HAM
cepat2 bertobatlah sebelum ajalmu datang
tukangtidur Says:
11 July 2008 at 6:06 pm.
wow…. saya sendiri memang pernah dengar cerita2 mengenai kekejaman orde baru, tp yang saya bingungkan. apakah hal2 yang terjadi ini valid dan ada buktinya? kebingungan ini terjadi karena mengapa media massa yang jelas2 memegang peranan yang bisa menjangkau seluruh rakyat indonesia (baca: televisi) tidak pernah membahas masalah ini, atau paling tidak membahas mengenai buku ini. sehingga kita sendiri sebagai rakyat tidak menjadi bingung akan sesimpang siuran sejarah bangsa ini, yang mengakibatkan kita sama sekali tidak bisa belajar dari sejarah. wong.. sejarahnya saja diacak-acak.
rageni Coment Says:
21 July 2008 at 3:45 pm.
SEJAUH MANA VALIDNYA YG DITULIS DALAM BUKU ITU SAYA SENDIRI TIDAK TAHU BISA 90% ATAU DIBAWAHNYA LAGI TAPI YG PASTI SAYA PUNYA TETANGGA DIDAERAH SENEN DIMANA SETELAH PERISTIWA TANJUNG PERIOK DIA MASUK RUMAH SAKIT ISLAM JKT TAPI SAAT KELUARGANYA MAU MEMBESUK DIKATAKAN SUDAH DIPINDAH KE RS GATOT S TAPI DISUSUL KESANA TIDAK ADA DAN SAMPAI SEKARANG TIDAK PERNAH KLETEMU LAGI .
KALAU MASALAH MEDIA SAYA PERNAH MELIHAT TRUE STORY KELUARGA MAHASISWA DI DAERAH JAWA TENGAH YG DIAMBIL OLEH SEKELOMPOK ORANG YG INDENTITASNYA TDK JELAS TAPI BESOKNYA DILEPAS KARENA SALAH SASARAN DAN SEBAGAI GANTINYA ADIKNYA YG MEMANG DIA YG DICARI DAN SAMPAI SEKARANG KELUARGANYA MASIH MENUNGGU KARENA HILANG BEGITU SAJA TIDAK ADA BERITANYA
Adolop hiteler Says:
21 September 2008 at 4:28 pm.
Kok ane dituduh ngebunuh 6 juta yahudi, sih? Pitnah itu, ente mao aje dikibulin propaganda israel taik itu. Nyank ade juga yahudi tuh yg tukang bantai, tul?
Jais Says:
8 October 2008 at 1:49 pm.
Suharto adalah sesekor anjing kapitalis, kapitalis juga membuktikan kekejamnanya semenjak penjajjahan aljazaier hingga guantamao dan abu gharib, dan biasanya seeokor anjing seperti suharto akan lebih lebih kejam ketimbang majikan para kapitalis inggris dan Amerika
Nindy Says:
10 October 2008 at 8:07 pm.
kok bisa gitu yach??? emang nya soeharto jahat ya??? denger resensinya saja saya sudah nanis.. apalai baca bukunya… hiks….
Rhea Says:
17 November 2008 at 6:53 pm.
Gilee. .
tuu oRang ap bKn yah? ?
oTaknya Lupa naRoh dMna x. .
ckckck. .
bRu denGeR oRang sKejam ini. .
strawberry Says:
20 November 2008 at 4:47 pm.
thanks buat informasimu.
aq jadi bisa nyelesain paperQ.
thanks banget yah
Ramona Says:
6 December 2008 at 7:51 pm.
SUHARTO DAN KRONINYA MEMANG SAMA DENGAN ANJING YANG SUKA TAIK..
Kebenaran Says:
9 July 2009 at 10:47 am.
INI ADALAH FITNAH! INI TIDAK BENAR! ORDE BARU TIDAK SEKEJAM ITU! JUSTRU DI JAMANNYA SOEKARNOLAH PELANGGARAN HAM BANYAK TERJADI! TAHUN 1948 SBANYAK 1.000.000 ORANG DIBUNUH OLEH PKI ATAS PRINTAH SOEKARNO. G30S/PKI YANG MRENCANAKAN ADALAH SOEKARNO. KABINET2 SOEKARNO 90% ORANG KOMUNIS. ORANG2 YG MNENTANG SOEKARNO DAN PKI PADA WAKTU ITU AKAN LANGSUNG DISIKSA DAN DIBUNUH SECARA KJAM… ORDE LAMA DAN JAMANNYA SOEKARNO LAH YANG PALING KJAM DI DUNIA!!!!
Kebenaran Says:
9 July 2009 at 10:49 am.
INI ADALAH FITNAH! INI TIDAK BENAR! ORDE BARU TIDAK SEKEJAM ITU! JUSTRU DI JAMANNYA SOEKARNOLAH PELANGGARAN HAM BANYAK TERJADI! TAHUN 1948 SBANYAK 1.000.000 ORANG DIBUNUH OLEH PKI ATAS PRINTAH SOEKARNO. G30S/PKI YANG MRENCANAKAN ADALAH SOEKARNO. KABINET2 SOEKARNO 90% ORANG KOMUNIS. ORANG2 YG MNENTANG SOEKARNO DAN PKI PADA WAKTU ITU AKAN LANGSUNG DISIKSA DAN DIBUNUH SECARA KJAM… ORDE LAMA DAN JAMANNYA SOEKARNO LAH YANG PALING KJAM DI DUNIA!!!!!!
rendy catur setiawan Says:
8 September 2009 at 3:35 am.
untuk menutupi suatu keburukan memang tak mudah,,,makanya, cara negeri kita itu masih HUKUM RIMBA,,yg tak bisa di selesaikan dalam kurun waktu, kurang dari 20 tahun lagi,,!!
intinya Negara kita masih banyak perbedaan . . .
hadiah Says:
29 November 2009 at 7:45 am.
Buku neraka orde baru itu, saya kira benar adanya. Memang begitu yang kita kerjakan dahulu itu.Bagaimana kebencian kepada komunis, Dan bagaimana cara menghancurkannya. -Genocide istilahnya sekarang . Di mana2 negara yang ke kirian artinya sosialis/komunis harus disunamikan oleh big brother. Dng jalan apapun.Kita ingat perang di Vitnam, dimana ribuan orang Amerika yang terbunuh, dan tentu saja orang vitnamnya jutaan yang meninggal.Berapa ongkos perang yang dikeluarkan big brother.Ini semua karena perang ideologie. Bagaimana menghancurkan komunis di indonesia. Tidak ada satu serdadu amerika yang terbunuh, dan tidak ada bom napalm yang dijatuhkan di bumi Ind.Hebat kan ? jendral kta.? Andaikan saya boleh ceritera ttg neraka di orde baru itu, akan lebih banyak lagi yang bisa dibuka. Orang komunis yang tidak tahu apa2 kita giring , kita masukkan dlam penjara. Malamnya kita bon, maksudnya dihilangkan, Mudah2an praktijk2 seperti ini tidak terjadi lagi di Ind.Mereka menyerah ,pasrah tapi toh disiksa.Kalau melihat sejarah Pol Pot, Pinochet, Gen Videla Argentina. Bagaimana kekejaman mereka,sekarang perlahan2 dibuka di pengadilan.Tapi di Indonesia tidak akan kearah situ, karena apa? Karena otak kita masih ada sisipan bhw komunis yang salah, yang membunuh jendral kita. Dan sepatutnya harus dibegitukan. Mereka selalu bersemboyan : Kalau engkau diperlakukan dng kebiadaban, jangan engkau balas dengan kebiadaban tapi dng keadilan. Luluh lantaklah komunis di Indonesia. Kunci keadilan itu sebenarnya tidak ada. Yang ada kunci terhebat adalah uang. Ini adalah filsafat guru kita. Jendral besar Suharto.
joker Says:
2 January 2010 at 10:02 pm.
untung aku belum lahir
m.g.m Says:
13 January 2010 at 4:13 pm.
alah. . . Gtu aj koq repot ? ?
Ini semua adalah keseimbangan
Yin dan Yang
Bercerminlah pada diri sendiri,sebelum menilai buruknya orang/masalah. Tak ada yang benar2 absolut di dunia ini . Neraka dan Surga . Perlu ?
orbaSHIT Says:
6 February 2010 at 10:20 pm.
jaman orba semua murah (kerena di subsidi gila2 an dimana uang subsidi dibebankan ke apbn, apbn nye ngambil dari utang luar negeri jangka panjang jato temponye ya skarang2 ini),jaman orba keamanan stabil(gimana kagak aman ngomong “nyeleneh” dikit langsung dikarungin),jaman orba pembangunan berjalan cepat(lha ngebangunnye cuman di jawa doang, di timur justru cuman jadi sapi perahan),jaman orba jarang ada korupsi( ya yang korupsi orang2 kakap kroni CENDANA dan para jenderal (AD))…ORBA dibangun dia atas tumpukan mayat sesama anak bangsa (1~3 juta orang modarrrr meenn),menggulingkan pemerintahan yang sah (KUDETA berdarah) dan paling parah menggelapkan sejarah (selama 32+ taon loh) hasilnya adalah : kehancuran struktur dasar berbangsa (cape2 para founding fathers ngediriinye ehhhh eyang harto dalam waktu “semalem” di ancurin) satu lageee neeh UTANGGGG LN yang 1500 trilyun itu masa gw harus bayar seehhh yang bonengg mennn suruh aje tuh keluarga cendana garage sale untuk ngebayar utangggg jadi yang masih pada ngimpi sambil jalan nostalgia jaman orba i just want to say WAKEE UPPP DUMB ASS AND SMELL THE COFFEE…
orbaSHIT Says:
6 February 2010 at 10:39 pm.
oh iyee di atas ada komen tolol pki ngebantai “1 juta” orang di madiun??? ini die neeh tipe zombie orde baru… jaman itu (1948) jumlah penduduk madiun berapa pa’eee…….trus berapa lama ngebunuh orang sebanyak itu dalam hitungan hari (siliwangi ngelibas para pemberontak sekitar 2~4 hari kelar) lebih banyak orang yang mampus pada pemberontakan DI/TII (1948~1965) ini yang sampe skarang masih gelap…karena kalo gw denger cerita orang2 tua di priangan DI/TII jauh lebih sadis meennn…
BUDI Says:
9 August 2010 at 4:05 pm.
DI JAMN SOEHARTO…..SMUANYA NEPOTISME SIAPA YG SATU DAERAH DG SOEHARTO…..PASTI KARIERNYA CEPAT…..KRN ADA NEPOTISME……??? APA ORG TSB BERKUALITAS APA TDK????? SAYA TAU J\KRN SEMUA KELUARGA SAYA PNS……???
Artis tend to be dark, worried and superstitious creatures. This is not bad. It makes me perfectionist, it makes me care. Moreover the ability to see the darker side of life is an asset not just directing dramatic and tragic movies, but also for directing comedy, since comedy often has pain inside it. Do you believe that life and film tragically too close together ? I do ...




